Anda di halaman 1dari 18

PEDOMAN PELAYANAN

INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH

RS. BAPTIS BATU TAHUN 2013

RS BAPTIS BATU

JL RAYA TLEKUNG NO 1

JUNREJO - BATU
DAFTAR ISI

Halaman Judul............................................................................................. i
Daftar Isi ..................................................................................................... ii
BAB I. Pendahuluan ................................................................................... 1
1.1. Latar Belakang ..................................................................................... 1
1.2. Tujuan Pedoman................................................................................... 1
1.3. Ruang Lingkup..................................................................................... 1
1.4. Batasan Operasional............................................................................. 2
1.5. Landasan Hukum ................................................................................. 2
BAB II. Standar Ketenagaan....................................................................... 4
2.1. Kualifikasi Sumber Daya Manusia ...................................................... 4
2.2. Distribusi Ketenagaan dan Pengaturan Jaga ........................................ 4
BAB III. Standar Fasilitas ........................................................................... 6
3.1. Denah Ruang ........................................................................................ 6
3.2. Standar Fasilitas ................................................................................... 6
BAB IV. Tata Laksana Pelayanan .............................................................. 9
4.1. Pemeliharaan IPAL .............................................................................. 9
4.2. Trouble Shooting.................................................................................. 12
BAB V. Logistik ......................................................................................... 13
BAB VI. Keselamatan Pasien ..................................................................... 14
BAB VII. Keselamatan Kerja ..................................................................... 16
BAB VIII. Pengendalian Mutu ................................................................... 18
BAB IX. Penutup ........................................................................................ 21

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG.

Limbah cair rumah sakit merupakan salah satu sumber pencemar yang
cukup besar apabila tidak diolah dengan baik, sehingga dapat mencemari rumah
sakit dan lingkungan yang ada disekitarnya. Untuk mencegah terjadinya
pencemaran-pencemaran yang akan terjadi, maka upaya pengolahan limbah cair
rumah sakit merupakan bagian yang sangat penting dalam rangka penyehatan
lingkungan rumah sakit.
Pengolahan limbah cair yang baik dan benar, perlu didukung oleh Instalasi
Pengolahan Air limbah (IPAL) yang dilengkapi dengan peralatan-peralatan yang
dipergunakan untuk mengolah limbah cair rumah sakit. Peralatan-peralatan ini
perlu dilakukan pengecekan dan pemeliharaan secara berkesinambungan sehingga
alat-alat tersebut dapat berfungsi secara optimal. Hasil akhir dari setiap proses
yang dilakukan Instalasi Pengolahan Air Limbah sebelum dibuang ke lingkungan,
harus dapat dipertanggungjawabkan baik secara moral maupun materiial sebagai
bentuk kontribusi rumah sakit dalam melestarikan lingkungan hidup.
Instalasi Pengolahan Air Limbah Rumah Sakit Baptis Batu merupakan unit
pelaksana teknis di dalam struktur organisasi Rumah Sakit Baptis Batu dan
sebagai unit pelaksana teknis maka Instalasi Pengolahan Air Limbah Rumah Sakit
Baptis Batu harus memiliki pedoman pengorganisasian instalasi yang akan
mengimplementasikan Kebijakan Pelayanan Pengolahan Air Limbah.

1.2. TUJUAN PEDOMAN.

Pedoman Pelayanan Instalasi Pengolahan Air Limbah dibuat agar


pelayanan pengolahan air limbah memiliki acuan atau standar dalam melakukan
pelayanan, sehingga tercapai standar baku mutu lingkungan dalam rangka
memelihara dan meningkat derajat kesehatan masyarakat di lingkungan rumah
sakit.

1
1.3. RUANG LINGKUP.

Instalasi Pengolahan Air Limbah Rumah Sakit Baptis Batu melaksanakan


pelayanan pengolahan limbah cair non toksik, seperti: WC, KM, dapur dan limbah
cair toksik, seperti: laundry, spolhoek, radiologi dan laboratorium. Hasil akhir
buangan air limbah yang telah melalui proses Instalasi Pengolahan Air Limbah,
dilakukan pemeriksaan harian dengan menggunakan beberapa parameter fisika-
kimia. Sebagai kontrol proses Pengolahan Air Limbah Rumah Sakit Baptis Batu,
maka dilakukan pengujian berkala kualitas buangan air limbah setiap 3 bulan
sekali yang dikirim ke dinas/badan pemerintah/badan swasta yang ditunjuk
pemerintah sebagai bahan evaluasi dan rencana tindak lanjut/perbaikan proses
IPAL.

1.4. BATASAN OPERASIONAL.

Instalasi Pengolahan Air Limbah Rumah Sakit Baptis Batu beroperasi


selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu dan melakukan proses pengolahan semua
air limbah yang ada di Rumah Sakit Baptis Batu. Parameter pemeriksaan harian,
pengawasan sistem operasional IPAL dan pengawasan sistem operasional
penunjang IPAL, dikerjakan secara independent oleh petugas intern. Sebagai uji
petik/kontrol kualitas proses IPAL dan hasil akhir proses IPAL, maka dilakukan
pengiriman contoh sampel air limbah setiap 3 bulan sekali ke dinas/badan
pemerintah/swasta resmi yang telah ditunjuk pemerintah.

1.5.LANDASAN HUKUM

Pelaksanaan kegiatan pelayanan Instalasi Pengolahan Air Limbah Rumah


Sakit Baptis Batu didasarkan pada :

a. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 tentang


Rumah Sakit.
b. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang
Kesehatan.

2
c. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang
Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
d. Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas
Air dan Pengendalian Pencemaran Air.
e. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah
B3.
f. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 58
Tahun 1995 tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Rumah Sakit.
g. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.875 / Menkes / SK /
PER / VII / 2001 tentang penyusunan upaya pengelolaan lingkungan dan
upaya pemantauan lingkungan.
h. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 876 / Menkes / SK
/ PER / VII / 2001 tentang pedoman teknis analisis dampak kesehatan
lingkungan.
i. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.1204 / Menkes / SK
/ PER / XI / 2004 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah
Sakit.
j. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 373 / Menkes / SK /
PER / III / 2007 tentang Standar Profesi Sanitarian.
k. Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 61 Tahun 1999 tentang Baku
Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Rumah Sakit di Propinsi Daerah Tingkat
I Jawa Timur.
l. Keputusan Ketua Badan Pengurus Yayasan Baptis Indonesia Nomor 047 /
YBI / VII / 2011 tentang Struktur Organisasi Rumah Sakit Baptis Batu.
m. Pedoman Sanitasi Rumah Sakit di Indonesia, Departamen Kesehatan
Republik Indonesia Tahun 2002.
n. Pedoman Pemeliharaan Instalasi Pengolahan Limbah Cair, Departemen
Kesehatan Republik Indonesia Tahun 1993.

3
BAB II
STANDAR KETENAGAAN

2.1. KUALIFIKASI SUMBER DAYA MANUSIA.


NAMA JABATAN PENDIDIKAN SERTIFIKASI JUMLAH
KEBUTUHAN
1. KEPALA
BAGIAN SMA/Sekolah Kursus 1
PEMELIHARAAN Kejuruhan Perbengkelan
SARANA
2. PETUGAS Menguasai
SMA Komputer & 1
ADMINISTRASI
Surat menyurat
3. OPERATOR IPAL STM Mesin Menguasai Mesin 2
Diesel
4. TUKANG
Menguasai
STM Mesin Instalasi 2
PIPA/BESI
perpipaan
5. KESEHATAN
Menguasai
S1 Kesling Managemen 1
LINGKUNGAN
Limbah

2.2. DISTRIBUSI KETENAGAAN DAN PENGATURAN JAGA

NAMA KUALIFIKASI JUMLAH


NO. FORMAL DAN WAKTU KERJA
JABATAN SDM
INFORMAL
1 KEPALA BAGIAN
SMA/Sekolah Senin – Sabtu
PEMELIHARAAN 07.00 s/d 14.00 1
SARANA
Kejuruhan
2 PETUGAS SMA Senin – Jumat 1
ADMINISTRASI 07.00 s/d 15.30
3 OPERATOR IPAL STM Mesin Senin – Jumat 2
07.00 s/d 15.30
4 TUKANG
STM Mesin Senin – Jumat 2
PIPA/BESI 07.00 s/d 15.30
5 KESEHATAN
S1 Kesling Senin – Jumat 1
LINGKUNGAN 07.00 s/d 15.30

4
BAB III
STANDAR FASILITAS

3.1. DENAH RUANG


(Ada Pada Lampiran)

3.2. STANDAR FASILITAS


a) Adanya ruang untuk aktifitas.
b) Adanya sarana/peralatan yang dipakai .
Untuk mendukung kegiatan di Instalasi Pengolahan Air Limbah,
diperlukan fasilitas sebagai berikut :

NO. JENIS KELENGKAPAN JUMLAH


1 Ruang kerja Ada
2 Computer 1 ada
3 Mesin Blower 1 ada
4 Mesin Pompa Air 1 ada
5 Mesin Mixer Air 1 bh
6 pHmeter 1 bh
7 Conduktivitymeter 1 bh
8 Termometer 1 bh
9 Imbohh cone 1 bh
10 Chlor Test Kit 1 bh

5
BAB IV
TATA LAKSANA PELAYANAN

4.1 PEMELIHARAAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH.


I. Pengolahan Primer
a. Pipa air kotor
Yang termasuk pipa air kotor adalah pipa dari kamar mandi, WC,
peturasan, pengering lantai dan bak cuci tangan.
Pemeliharaan :
1. Pembersihan :
Pembersihan terhadap kotoran pada pengering lantai
dilakukan bila terjadi penyumbatan laju aliran air bekas.
Bila terjadi penyumbatan pada pipa maka perlu ditekan
dengan alat kompressi atau diberikan bahan kimia
penghancur.
2. Penyetelan
Apabila air aliran kotor tidak lancer, harus dilakukan
penyetelan terhadap kemiringan pipa.
b. Saluran.
Pemeliharaan saluran air limbah secara periodik tiap bulan yang
berupa :
1. Penggelontoran air
2. Penyemprotan air dengan tekanan tinggi
3. Pengambilan endapan.
b. Lubang Pemeriksa ( Bak Control/Man Hole).
Pemeliharaan lubang pemeriksa, dilakukan 2 minggu sekali dan
isidental jika ada laporan kebuntuan.
c. Pemeliharan Kloset.
Dipergunakan hanya untuk membuang kotoran manusia.
Penggelontoran kotoran, dilakukan dengan menggunakan air yang
lebih banyak. Pembersihan dilakukan setiap hari.
d. Tangki Septik.

6
Pemeliharaan tangki septic pada prinsipnya hanya menguras endapan.
Hal ini dilakukan minimal 1 (satu) tahun dan maksimal 4 (empat)
tahun. Bila limbah cair banyak mengandung lemak/minyak maka
tangki septic dilengkapi dengan alat penangkap lemak.
e. Pre treatmen (Gestrep/Biointerstrep)
Pemeliharaan pre treatment ini, dilakukan setiap 2 hari sekali yaitu
pengangkatan lemak, minyak dan buih-buih busa yang kemudian
kotoran ini dibakar di incenerator.
II. Pengolahan Sekunder
b. Bak Screen
Pembersihan bak screen dilakukan sehari 2x untuk mengindari
sumbatan-sumbatan yanag akan mengganggu proses pengolahan air
limbah.
c. Bak Pengumpul
Pemeliharaan biasa dilakukan pada unit ini bila terjadi pengendapan di
dalam bak pengumpul sehingga aliran air tidak lancar. Pembersihan
ini dilakukan dengan cara menyemprotkan air ke semua permukaan
yang kotor.
d. Bak Equalisasi (tanpa alat mixing)
Pemeliharaannya dilakukan dengan cara mengatur katup – katup
sehingga udara yang lewat unit tersebut lebih besar, dan juga dengan
menutup katup deretan diffuser lainnya. Bila pelampung tersumbat,
bersihkanlah. Pengendapan pada pipa transfer, masukkan selang air
kedalam pelampung dan semprotkan air sekuat-kuatnya.
e. Bak Pengendapan (Pimer & Sekunder)
Pemeliharaan bak pengendapan primer ini adalah dengan
membersihkan mengangkat lumpur ke permukaan dan membersihkan
kotoran/lumut yang menempel pada dinding. Pembersihan dilakukan
setiap 1 bulan.
f. Bak Pengering Lumpur.
Pemeliharaan :

7
1. Lumpur dikeringan lalu dbakar di incenerator/diberi obat
desinfektan untuk membunuh kuman, telur cacing, dll.
2. Lumpur di lanfiil setiap 3 (tiga) bulan.
g. Bak Aerasi.
Pemeliharaan:
1. Memeriksa blower termasuk keadaan oli setiap blower dan
mengganti/manambahnya bilamana dianggap perlu.
2. Mengatur penggantian pemakaian blower dari unit yang
satu ke unit yang lainnya kecuali apabila diatur secara
otomatis.
3. Membersihkan intake filter
4. Memeriksa keadaan ven-belt dan tegangannya
5. Memeriksa system operasi dari motor blower termasuk
diffuser.
6. Memeriksa switchboard.
7. Memeriksa comminutor termasuk keadaan oli comminutor
dan mengganti/menambahnya bilamana dianggap perlu.
8. Memeriksa komponen – komponen pemotong comminutor
9. Membersihkan bagian – bagian lain yang dianggap perlu.
10. Memeriksa system pengembalian lumpur termasuk
pembersihannya
11. Membersihkan serta membuang lumut atau kotoran lain
yang ada pada unit Sewage Treatment Plant termasuk juga
didalam ruang pompa
12. Memeriksa dan membersihkan pompa – pompa sewage.
13. Memeriksa pertumbuhan bakteri dengan mengukur jumlah
lumpur aktif.
14. Menambahkan sejumlah bakteri (biofecta/NS206) setiap 1
minggu sekali (selama aerasi belum berjalan 24 jam),
supaya proses pengolahan air limbah berjalan dengan baik.

8
h. Bak Filtrasi
Pemeliharaannya adalah dengan melakukan pembersihan/pencucian
dan penggantian media filtrasi minimal 1 bulan sekali dan maksimal 3
bulan sekali.
i. Bak Kaporisasi.
Pemeliharaan :
1. Pembersihan secara periodic endapan sisa kaporit.
2. Saluran pembubuh dibersihkan, sehingga aliran kaporit
menjadi lancar.
3. Mengukur dosis kaporitisasi dengan tepat
4. Mengukur kadar klorin bebas sebelum air limbah dibuang
ke lingkungan.

9
BAB V
LOGISTIK

Kebutuhan logistik Instalasi Pengolahan Air Limbah diadakan melalui


permintaan barang sesuai SPO Logistik RS :

1. Administrasi.

NO NAMA BARANG
1 Kertas folio
2 Tinta printer
3 Buku ekspedisi
4 Buku folio
5 Map
6 Pensil
7 Penggaris
8 Staples
9 Isi staples
10 Stipo
11 Bollpoint

2. Pemeliharaan Bangunan IPAL

NO NAMA BARANG
1 Pasir
2 Semen
3 Koral
4 Batu bata
5 Plamir tembok
6 Lem rajawali putih
7 Kertas gosok
8 Calcium
9 Pensil kayu
10 Plamir kayu
11 Pernes
12 Kayu
13 Triplek
14 Laberkol
15 Cat tembok
16 Cat kayu

10
3. Pemeliharaan Perpipaan

NO NAMA BARANG
1 Pipa besi ½ ”
2 Pipa besi ¾ ”
3 Pipa besi 1”
4 Pipa besi 1 ½ ”
5 Pipa besi 2”
6 Tba
7 Pipa pvc ½ ”
8 Pipa pvc ¾ ”
9 Pipa pvc 1”
10 Pipa pvc 1 ¼ ”
11 Pipa pvc 1 ½ ”
12 Pipa pvc 2 ”
13 Pipa pvc 2 ½ ”
14 Pipa pvc 4 ”
15 Pipa pvc 6”
16 Pipa pvc 8”
17 Kran wastafel
18 Stop kran
19 Flexible
20 Gasket

6. IPAL.

NO NAMA BARANG
1 Clorin
2 Abate
3 pHmeter
4 Chlor test kit
5 Condutivitymeter
6 Imbohh cone
7 Termometer
8 Mixer air
9 Blower air
10 Bifecta/NS206

11
BAB VI
KESELAMATAN PASIEN

Program Keselamatan Kerja di Instalasi Pengolahan Air Limbah dengan


Komunikasi efektif (sesuai panduan komunikasi SBAR).

12
BAB VII
KESELAMATAN KERJA

Undang – Undang No 36 tahun 2009 pasal 164 ayat (1) menyatakan


bahwa upaya kesehatan kerja ditujukan untuk melindungi pekerja agar hidup sehat
dan terbebas dari gangguan. Kesehatan serta pengaruh buruk yang diakibatkan
oleh pekerjaan. Rumah Sakit adalah tempat kerja yang termasuk kategori tersebut
diatas, berarti wajib menerapkan upaya keselamatan dan kesehatan kerja. Program
keselamatan dan kesehatan kerja ini bertujuan guna melindungi karyawan dan
kemungkinan terjadinya kecelakaan di dalam atau di luar rumah sakit.
Dalam Undang – Undang dasar 1945 pasal 27 ayat (2) disebutkan bahwa “
Setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi
kemanusiaan”. Dalam hal ini yang dimaksud dengan pekerjaan adalah pekerjaan
yang bersifat manusiawi, yang memungkinkan pekerja ada dalam kondisi sehat
dan selamat, bebas dari kecelakaan dan penyakit akibat kerja, sehingga dapat
hidup layak sesuai dengan martabat manusia.
Keselamatan dan kesehatan kerja atau K3 merupakan bagian integral dari
perlindungan terhadap pekerja. Pegawai adalah bagian integral dari rumah sakit.
Jaminan keselamatan dan kesehatan kerja akan meningkatkan produktifitas
pegawai dan meningkatkan produktifitas rumah sakit. Undang – Undang No 1
tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja dimaksudkan untuk menjamin :

a. Agar pegawai dan setiap orang yang berada di tempat kerja selalu
berada dalam keadaan sehat dan selamat.
b. Agar faktor – faktor produksi dapat dipakai dan digunakan secara
efesien.
c. Agar proses produksi dapat berjalan secara lancar dan tanpa hambatan.
Faktor –faktor yang menimbulkan kecelakaan dan penyakit akibat kerja dapat
digolongkan pada tiga kelompok, yaitu :

a. Kondisi dan lingkungan kerja.


b. Kesadaran dan kualitas pekerja.
c. Peranan dan kualitas manajemen.

13
Dalam kaitannya dengan kondisi dan lingkungan kerja, kecelakaan dan
penyakit akibat kerja dapat terjadi bila :

 Peralatan tidak memenuhi standar kualitas atau bila sudah aus.


 Alat –alat produksi tidak disusun secara teratur menurut tahapan proses
produksi.
 Ruang kerja terlalu sempit, ventilasi ukuran kurang memadai, ruangan
terlalu panas atau terlalu dingin.
 Tidak tersedia alat –alat pengaman.
 Kurang memperhatikan persyaratan penanggulangan bahaya
kebakaran dan lain –lain.

Program Keselamatan kerja di Instalasi Pengolahan Air Limbah :

- Peraturan keselamatan harus jelas dan dimengerti oleh setiap karyawan.


- Harus dicegah jangan sampai terjadi pegawai terjatuh.
- Ruang gerak bebas.
- Ruangan kantor mempunyai ventilasi udara yang cukup.
- Penerangan lampu yang baik, menghindarkan kelelahan penglihatan
pegawai.
- Harus tersedia locker untuk penyimpanan alat – alat tugas.
- Perlu diperhatikan pengaturan suhu ruangan, kelembaban, pencegahan,
debu dan pencegahan kebakaran.
- Ketika melakukan tugas harus selalu mengutamakan keselamatan kerja
(memakai masker waktu berada di area IPAL, memakai sarung tangan
waktu mengambil sampel, memakai sepatu boot waktu mmelakukan
pengurasan, dll).

14
BAB VIII
PENGENDALIAN MUTU

1. Adanya Penanggung SK Direktur


Input Jawab IPAL
2. Ketersediaan IPAL Tersedia
kerja
3. Waktu tanggap
kegagalan proses ≤ 24 ≥ 80 %
IPAL rumah sakit jam
Proses 4. Ketepatan waktu
pemeliharaan peralatan 100 %
sesuai jadwal
5. Ketepatan waktu
pemeriksaan sampel 100 %
air limbah
6. Alat ukur dan alat
Output IPAL yang dikalibrasi 100 %
tepat waktu

15
BAB IX
PENUTUP

Pedoman Pelayanan Instalasi Pengolahan Air Limbah Rumah Sakit Baptis


Batu ini telah diusahakan disusun dengan sebaik – baiknya. Namun demikian
tentu masih terdapat kekurangan dan kekeliruan dalam penyusunannya yang perlu
mendapatkan perhatian guna penyempurnaannya.
Tanggapan dari pembaca yang berkepentingan dengan pedoman ini sangat
kami harapkan untuk menjadi bahan pertimbangan guna penyempurnaan
penyusunan Pedoman Pelayanan Instalasi Pengolahan Air Limbah Rumah Sakit
Baptis Batu dikemudian hari.

16