Anda di halaman 1dari 16

BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Padang rumput merupakan suatu areal di habitat terestial yang ditumbuhi
tanaman penutup permukaan tanah (Chaenaephytes). Bioma padang rumput ini
sudah sejak lama hadir, dan arealnya semakin bertambah luas akibat mekanisi
yang dilakukan oleh manusia, kegiatan manusia tersebut berupa pembukaan
hutan yang tidak bijaksana serta sistem perladangan yang berpindah-pindah.
Kehadiran ekosistem padang rumput mempunyai peran yang sangat
penting terhadap lingkungan. Daerah padang rumput berfungsi sebagai
pencegah terjadinya pengikisan tanah akibat aliran air di permukaan (surface
run off) maupun tiupan angin. Dengan adanya tanaman rerumputan, maka
butiran air yang jatuh/tiupan angina tidak bersentuhan langsung dengan
partikel-partikel tanah yang berada di permukaan. Dengan demikian
kandungan hara pada lapisan tanah bagian atas (top soil) dapat dipertahankan
lebih baik bila dibandingkan dengan lahan pada daerah yang terbuka. Fungsi
lain yang tidak kalah pentingnya adaah padang rumput menyediakan bahan
hijauan makanan ternak (grazing land) dalam hamparan yang relatif luas,
sehingga dapat menunjang kehidupan hewan-hewan herbivora seperti
sapi,bison,rusa dan kambing. Oleh karena itu, suatu areal padang rumput perlu
mendapat perhatian untuk dikelola, sehingga ekosistemnya dapat terus
dipertahankan.
Sebagai situasi ekosistem, komunitas organisme yang dijumpai meliputi
tanaman rerumputan, hewan-hewan herbivora, dan berbagai jenis hewan
lainnya yang berfungsi sebagai organisme pengurai (dekomposer), organisme-
organisme tersebut saling berinteraksi dan cenderung menciptakan
keseimbangan di dalam ekosistemnya. Selain itu, factor fisik-kimia lingkungan
turut berperan dalam menciptakankondisi yang khas dari ekosistem padang
rumput. Pengukuran biomas turut berperan dalam menciptakan kondisi yang
khas dari ekosistem padang rumput. Pengukuran biomas yang akan dilakukan

1
pada percobaan ini dapat menyingkap keunikan dari ekosistem padang rumput
di suatu daerah.
Daerah yang dipergunakan sebagai lokasi sebagai lokasi ekosistem
adalah padang rumput yang memiliki karakteristik tertentu, seperti pengaruh
daerah pasang air laut, daerah lembah bukit, daerah subur dan yang kurang
subur, dan lain-lain sebagainya.
Ekosistem padang rumput adalah salah satu bioma dalam ekosistem darat
(terestrial) yang terbentuk secara alami. Ekosistem padang rumput yang disebut
juga dengan istilah grassland atau stepa ini, terbentuk di daerah tropik hingga
subtropik dengan curah hujan antara 90-150 cm per tahun. Sesuai namanya,
tumbuhan khas yang ada di dalam ekosistem ini adalah rumput. Di Indonesia
sendiri, ekosistem padang rumput bisa kita temui di Provinsi Nusa Tenggara
Timur.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang di maksud dengan ekosistem padang rumput?
2. Bagaimana ciri-ciri atau karakteristik ekosistem padang rumput?
3. Bagaimana proses terbentuknya ekosistem padang rumput?
4. Bagaiman persebaran ekosistem padang rumput di dunia?
5. Apa saja komponen-komponen penyusun ekosistem padang rumput?
6. Apa saja flora dan fauna yang terdapat pada ekosistem padang rumput?
7. Apa saja jenis-jenis padang rumput?
C. Tujuan
1. Mengetahui penjelasan dari ekosistem padang rumput
2. Memahami hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya
(ekosistem padang rumput)
3. Mengetahui konsep tentang ekosistem padang rumput
D. Manfaat
Manfaat dari pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui konsep
mengenai ekosistem padang rumput, memahami hubungan antara makhluk
hidup dengan ekosistem padang rumput.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian
Bioma merupakan sebuah ekosistem pada daerah yang luas yang terdiri
dari flora dan fauna yang khas di dalamnya. Ekosistem ini terbentuk karena
adanya perbedaan letak geografis dan astronomis. Bioma terdiri atas produsen,
konsumen, dan pengurai (dekomposer) yang di dalamnya terjadi aliran materi
dan energi yang dimulai dari tumbuhan. Bioma memiliki ciri utama yaitu
terdapat vegetasi tertentu yang mendominasi suatu wilayah dengan pengaruh
adanya kondisi iklim regionalnya. Sehingga perbedaan antar bioma tampak
jelas dari vegetasi yang tumbuh di dalamnya.
Hampir semua nama yang dimiliki ekosistem adalah nama dari habitat
tempat ekosistem itu berada, termasuk nama dari ekosistem padang rumput ini.
Apabila dilihat dari namanya, maka ekosistem padang rumput adalah
ekosistem yang terjadi di daerah padang rumput. Artinya, interaksi yang
dilakukan oleh organisme-organisme padang rumput dengan komponen-
komponen biotik dan abiotik yang berada di lingkungannya. Ekosistem padang
rumput ini adalah salah satu jenis dari ekosistem daratan atau ekosistem
terestial yang terbentuk secara alami. Ekosistem padang rumput ini juga
disebut dengan nama lain, yakni grassland atau stepa.
Stepa berasal dari bahasa inggris yaitu steppe yang artinya adalah padang
rumput. Stepa merupakan sebuah dataran yang berupa padang rumput yang
terbentang dari daerah tropis sampai ke daerah subtropis yang memiliki curah
hujan sedikit. Stepa berbentuk semi-gurun yang tertutup oleh rumput atau
semak yang tergantung berdasarkan musim dan garis lintang. Istilah stepa
digunakan untuk menunjukkan iklim pada suatu daerah yang terlalu
kering. Jadi bioma stepa ini adalah suatu ekosistem pada daerah yang luas
berbentuk dataran semi-gurun yang tertutup oleh rumput atau semak
tergantung berdasarkan musim dan garis lintang, yang terbentang dari daerah
tropis sampai ke daerah subtropis.

3
Ekosistem ini dipenuhi dengan hamparan rumput yag hijau, sehingga
apabila kita memandangnya, maka sejauh mata memandang kita akan melihat
warna hijau yang segar dan mendamaikan. Ekosistem padang rumput ini hanya
ada di lingkungan wilayah yang memiliki iklim tropis. Di Indonesia sendiri
terdapat beberapa ekosistem rumput di daerah- daerah tertentu. beberapa
daerah di Indonesia yangh mempunyai ekosistem padang rumput ini adalah
bagian timur, yakni di daerah Nusa Tenggara Timur.
B. Ciri-Ciri
Kita telah mengetahui bahwa di Bumi terdapat beberapa macam
eksosistem. Pada dasarnya memang ekosistem di Bumi dibagi menjadi dua
macam, yakni ekosistem daratan dan juga ekosistem perairan. Namun
ekosistem tersebut dipecah menjadi beberapa macam lagi. Ekosistem daratan
dipecah menjadi beberapa macam, salah satu jenis ekosistem daratan adalah
ekosistem padang rumput. Ciri- ciri atau karakteristik yang dimiliki oleh
ekosistem padang rumput ini antara lain:
1. Membentang dari daerah tropis hingga ke subtropis
Ekosistem padang rumput ini berada di wilayah yang memiliki iklim
tropis, namun bisa juga ekosistem ini membantang hingga ke wilayahya
yang memiliki iklim sub tropis yakni di daerah yang memiliki letak
astronomis antara garis ekuator hingga 23.5ᵒ garis lintang utara dan lintang
selatan.
2. Berada di hamparan lahan yang datar atau sedikit berbukit kecil
Ekosistem padang rumput ini pada umumnya berada di lahan yang
bersifat datar atau berbukit- bukit kecil. Tidak hanya itu, lahan tersebut juga
mempunyai berbagai macam spesies rumput. Di padang rumput ini
setidaknya kita menemukan 4.500 spesies rumput atau bahkan lebih.
3. Curah hujan rendah, yakni sekitar 90 hingga 150 cm per tahun
Ekosistem padang rumput ini merupakan ekosistem yang memiliki
curah hujan yang rendah, yakni hanya sekitar 90 hingga 150 cm per
tahunnya. Curah hujan yang rendah itupun mempunyai pola persebaran
yang tidak teratur. Karena hujan yang turun dengan tidak teratur ini maka

4
akan menyebabkan porositas serta drainase kurang baik sehingga tumbuhan
sulit untuk mendapatkan air.
4. Penguapan tinggi
Di ekosistem padang rumput ini kita juga akan menemukan tingkat
penguapan atau evaporasi yang tinggi. Karena adanya penguapan yang
tinggi, hal ini menyebabkan kelembaban tanah menjadi rendah.
5. Terkadang terjadi kekeringan parah
Di ekosistem padang rumput ini terkadang juga terjadi kekeringan
yang sangat parah. Hal ini karena ekosistem padang rumput ini hanya
memiliki curah hujan rendah, itupun tidak teratur kapan saja hujan akan
turun, sehingga hal seperti ini akan mudah menimbulkan kekeringan.
6. Hewan didominasi oleh herbivora dan karnivora
Binatang- binatang yang hidup di ekosistem padang rumput ini
sebagian besar merupakan binatang yang memakan rumput atau memakan
daging. Beberapa binatang yang tinggal di ekosistem padang rumput ini
antara lain adalah kijang, rusa, jerapah, kambing liar, gajah, sapi, zebra,
singa, dan harimau.
7. Suhu yang dimiliki mirip dengan hutan gugur
Ekosistem padang rumput ini memiliki suhu yang mirip dengan hutan
gugur.
8. Tanahnya tidak mampu menyimpan air dengan baik
Tanah di padang rumput ini merupakan jenis tanah yang kurang baik
untuk menyimpan air. Hal ini karena rendahnya tingkat porositas pada tanah
dan juga adanya sistem penyaluran yang kurag baik. Hal inilah yang
menyebabkan rumput tumbuh dengan subur.
9. Mempunyai pohon yang khas, yakni akasia
Ekosistem padang rumput ini sesekali mempunyai pohon. Ada satu
pohon yang sangat khas yang tumbuh di padang rumput ini, pahon tersebut
adalah pohon akasia.

5
C. Proses Terbentuknya Padang Rumput
Padang rumput merupakan salah satu kenampakan alam yang bersifat
alamiah. Dikatakan alamiah karena padang rumput ini terbetuk karena proses
alam dan bukan merupakan campur tangan manusia. padang rumput yang
alami ini melalui sebuah proses hingga terbentuklah padang rumput tersebut.
Proses pembentukan padang rumput ini lebih banyak disebabkan karena faktor
cuaca.
Cuaca yang menjadi penyebab utama dari terbentuknya padang rumput
ini adalah karena rendahnya tingkat curah hujan. Curah hujan yang sangat
rendah, yakni rata- rata 30 mm per tahun tersebut menyebabkan tumbuh-
tumbuhan sulit untuk menyerap air. Hal ini mengakibatkan hanya jenis
rumputlah tumbuhan yang dapat bertahan hidup. Oleh karena itulah wilayah ini
ditumbuhi oleh banyak sekali rumput. Rumput yang tunbuh pun dari spesies
atau jenis yang bermacam- macam sehingga membentuk suatu padang yang
sangat luas yang disebut sebagai padang rumput.
D. Persebaran
Pada dasarnya, eksositem padang rumput ini bisa dijumpai di semua
wilayah. Namun, meruntut pada ilmu geografi, wilayah persebaran dari padang
rumput ini (khususnya di wilayah tropis) antara lain di benua Afrika, di Benua
Amerika khususnya bagian selatan, dan juga benua Australia bagian utara.
Sementara itu, padang rumput di wilayah dengan iklim sub-tropis bisa
dijumpai di Amerika bagian utara, di Argentina, di beberapa wilayah Australia
Barat, beberapa kawasan Eropa utamanya di Siberia juga Rusia bagian selatan.
E. Komponen Ekosistem Padang Rumput
Sama seperti dengan jenis ekosistem yang lainnya, ekosistem padang
rumput juga mempunyai komponen- komponen yang menyusun ekosistem
padang rumput itu sendiri. Komponen yang ada di ekosistem padang rumput
ini meliputi komponen biotik dan juga abiotik. Komponen abiotik adalah
komponen yang tidak hidup atau berupa benda mati, sementara komponen
biotik merupakan komponen yang berupa makhluk hidup. Berbagai macam
komponen yang berada di ekosistem padang rumput ini adalah:

6
a. Komponen Biotik
Komponen biotik atau komponen hidup yang dimiliki oleh ekosistem
padang rumput ini jumlahnya banyak sekaada beberapa jenis. Komponen
biotik yang dimiliki oleh ekosistem padang rumput sebagai berikut:
1) Organisme Autotrof
Organisme ini adalah jenis organisme yang bisa membuat atau
menyintesa makanan sendiri mengandalkan cahaya matahari, air dan
komponen udara sekitar. Organisme autotrof pada ekosistem yang ada di
padang rumput adalah tanaman atau rumput. Rerumputan ini pun hidup
beradaptasi dengan kelembaban lingkungan yang memiliki curah hujan
yang tidak teratur.
2) Organisme Heterotrof
Organisme kedua ini adalah jenis organisme yang tidak bisa
membuat makanan sendiri. Karena tidak mampu menghasilkanan sendiri
maka organisme heterotof mengfungsikan organisme lain sebagai
makanannya. Dalam hal ini adalah organisme autotrof yang difungsikan
sebagai makanan bagi organisme heterotof.
Organisme jenis ini adalah hewan pemakan rumput yang ada di
padang rumput. Hewan tersebut adalah seperti zebra, rusa, kanguru,
bison, dan kuda. Hidup hewan ini bergantung pada rumput-rumput yang
hidup di sekitar mereka. Organisme heterotrof yang lain adalah hewan
pemangsa yang menjadi konsumen kedua setelah hewan pemakan
rumput. Hewan yang menjadi organisme heterotof tingkat kedua seperti
singa, anjing liar, ular, dan manusia. Hewan pemangsa yang berkeliaran
di padang rumput ini menggantungkan hidup pada hewan-hewan
pemakan rumput yang menjadi target mangsa mereka.
Tidak hanya hewan pemangsa saja yang menjadi organisme
autotrof. Manusia juga termasuk dalam organisme autotrof tingkat ke dua
karena manusia tidak mampu menghasilkan makanan sendiri. Namun
manusia mampu menggunakan akalnya untuk memanipulasi makanan.

7
3) Pengurai
Komponen terakhir adalah dekomposer atau pengurai. Sebenarnya
pengurai termasuk dalam organisme heterotrof, yaitu organisme yang
tidak bisa membuat makanan sendiri. Tugas dari organisme yang satu ini
adalah menguraikan bahan organik dari benda hidup yang sudah mati
(misal: hewan mati, daun, batang pohon, dll). Contoh dari pengurai pada
ekosistem padang rumput ini adalah jamur dan bakteri. Mereka akan
menyerap sebagian hasil penguraian dan membuang beberapa bahan
sederhana untuk digunakan kembali oleh produsen
(tanaman/rumput). Penggunaan yang dilakukan oleh produsen
bermaksud sebagai tambahan makanan yang diperlukan oleh organisme
autotrof untuk bertahan hidup.
Contoh dari pengurai pada ekosistem padang rumput ini adalah
jamur dan bakteri. Sisa-sisa makanan, bangka binatang, dan sisa bahan
organik lainnya akan menjadi makanan bagi organisme dekomposer.
Setelah diurai oleh organisme dekomposer, sisa bahan organik tersebut
membusuk menjadi komponen penyusun tanah. Tanah menjadi subur dan
baik untuk ditanami. Begitu seterusnya, sehingga tanaman sebagai
produsen dikonsumsi oleh konsumen primer, dan sampai pada akhirnya
konsumen akhir mati dan diuraikan oleh dekomposer.
Ekosistem padang rumput adalah bagian dari kehidupan, sudah
selayaknya kita sebagai manusia ikut menjaga keseimbangan ekosistem
ini. Misalnya, tidak sembarangan memburu hewan, baik pemakan rumput
maupun hewan pemangsa seperti singa. Perlu dijaga kestimbangan alam
yang ada agar alam tetap dapat asri dan eksis hingga nanti.
Memanfaatkan organisme atau makhluk yang ada dalam ekosistem
pada rumput juga diperbolehkan asalkan dengan catatan bahwa hanya
dimanfaatkan sewajarnya saja dan tidak mengarah pada terjadinya
kerusakaan. Hal ini hanya akan menimbulkan putusnya rantai makanan,
dan akan berakibat kacaunya ekosistem yang pasti merugikan manusia
secara perlahan.

8
b. Komponen abiotik
Selain komponen yang hidup, ada pula komponen yang tidak hidup.
Komponen yang tidak hidup ini disebut sebagai komponen abiotik.
Komponen abiotik merupakan komponen yang berasal dari benda tak hidup
atau benda mati. Komponen abiotik ini adalah komponen fisik dan juga
komponen kimia yang dijadikan media maupun substrat yang dijadikan
sebagai tempat hidup makhluk hidup. Beberapa komponen abiotik yang
dimiliki oleh ekosistem padang rumput ini antara lain sebagai berikut.
1) Suhu Udara
Suhu udara mempengaruhi setiap proses yang terjadi pada makhluk
hidup. Sebagai contoh adalah penggunaan energi yang dihasilkan oleh
tubuh meregulasi suhu tubuhnya.
2) Air
Air memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan makhluk
yang ada di bumi. Tanpa adanya air semua makhluk hidup yang ada
mati.
3) Garam
Keberadaan garam mampu mempengaruhi suatu organisme dalam proses
osmosis. Ada beberapa organisme yang mampu beradaptasi dengan
lingkungan dengan kandungan garam yang tinggi.
4) Tanah dan Batu
Karakteristik yang ada pada tanah mampu memberikan pengaruh
terhadap penyebaran organisme yang ada berdasarkan kandungan yang
ada pada tanah dan batu tersebut. Beberapa faktor yang mempengaruhi
tersebut adalah pH tanah dan struktur fisik tanah serta kondisi mineral
yang dikandung oleh tanah.
5) Cahaya Matahari
Tidak dapat dipungkiri bahwa sinar matahari merupakan satu-
satunya energi yang memberikan kehidupan bagi organisme yang hidup
di bumi ini. Salah satu contohnya adalah pada proses fotosintesis yang
terjadi pada tumbuhan. Tanpa adanya fotosintesi maka tumbuhan tidak

9
bisa hidup. Padahal tumbuhan merupakan produsen bagi organisme
lainnya yang tidak dapat digantikan oleh yang lainnya.
6) Iklim
Iklim merupakan kondisi cuaca suatu daerah dalam jangka waktu
yang lama. Iklim menentukan tingkat toleransi kehidupan suatu
organisme.

Ekosistem padang rumput memiliki komponen penyusun yang relatif


tinggi karena tingginya komponen biotik yang mendiami wilayah tersebut serta
komponen abiotik yang mendukung. Komponen biotik berupa produsen
mampu untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan komponen konsumen
serta siklus ekosistemnya. Keeksistensi komponen produsen sebagai autotrof
yang variatif dan kaya mampu menyediakan sumber makanan yang cukup
untuk para komponen konsumen.

Di dalam ekosistem padang rumput terjadi rantai makanan dan aliran


energi yang keduanya merupakan hasil dari adanya keterkaitan fungsi
ekosistem padang rumput. Rantai makanan sendiri merupakan pengalihan
energi dari sumbernya dalam tumbuhan yaitu dengan melalui sederetan
organisme yang makan dan yang dimakan.

Dalam ekosistem padang rumput, terdapat komponen penyusun, baik


biotik maupun abiotik yang saling mengalami keterkaitan satu sama lain
melalui pola interaksi yang berlangsung dalam dimensi waktu yang lama.
Komponen abiotik dalam ekosistem padang rumput telah mendorong

10
kesesuaian berbagai jenis tumbuhan rumput untuk tumbuh dan
berkembangbiak secara masif. Salah satu contohnya adalah tanah
Tanah di area ekosistem padang rumput memiliki kondisi kesuburan
yang sangat baik, begitupun dengan pola sirkulasi air melalui sistem drainase
alamiah yang terbentuk dari masa-masa sebelumnya. Tumbuh suburnya
berbagai jenis rumput dalam ekosistem padang rumput telah berhasil
mengundang berbagai jenis hewan herbivora untuk menetap dalam ekosistem
ini. Kehadiran mereka dalam populasi yang banyak kemudian para pemakan
daging seperti ceetah, serigala, singa, dan harimau datang dan ikut menetap
disini guna menjaga pasokan makannya untuk bertahan hidup
Adapun pola interaksi yang demikian telah membuat rantai makanan
berjalan dengan seimbang sehingga kondisi homeostasis dalam ekosistem
padang rumput secara alami. Namun, dewasa ini manusia telah merusak
keseimbangan ekosistem pada rumput yang subur. Kegiatan pertanian dalam
ekosistem padang rumput memberikan andil cukup besar terhadap terjadinya
erosi yang serius, salinisasi, dan penghancuran struktur tanah. Selain itu,
pestisida yang para petani gunakan telah mengubah tatanan rantai makanan
kerena menipisnya salah satu komponen dalam interaksi antar komponen biotik
dalam ekosistem padang rumput ini
F. Flora dan Fauna di Padang Rumput
Setiap wilayah di daratan mempunyai beberapa flora dan fauna khas
yang menempati kawasan tersebut. Hal ini karena kawasan tersebut merupakan
habiat dari flora dan fauna yang khas tersebut. Flora dan fauna yang tinggal di
hutan hujan tropis berbeda dengan flora dan fauna yang hidup di gurun,
demikian pula dengan padang rumput ini. Padang rumput juga mempunyai
flora dan fauna yang khas sendiri.
a. Flora
Flora yang ada di padang rumput ini tentu saja didominasi oleh
rumput dengan berbagai spesies atau jenis. Hal ini karena padang rumput
adalah wilayah yang mempunyai sedikit sekali curah hujan sehingga tidak
banyak pepohoinan yang dapat bertahan hidup disana. Hanya rumputlah

11
yang bisa bertahan hidup di padang tersebut. Maka dari itulah padang ini
disebut sebagai padang rumput.
Salah satu jenis tumbuhan unik yang ditemukan di wilayah padang
rumput adalah akasia. Ia merupakan genus semak-semak dan juga pohon.
Akasia pertama kali ditemukan di wilayah Afrika. Akasia dikenal dengan
durinya. Tumbuhan akasia ini dibagi lagi ke dalam beberapa varian yang
jumlahnya mencapai 1.300 spesies dan tersebar di seluruh dunia. Akasia
banyak dijumpai tumbuh lebat di padang rumput. Ia memiliki ciri khas daun
yang berukuran kecil. Akasia ini sangat bermanfaat dan bahkan pohonnya
menjadi komoditas yang banyak dicari.

b. Fauna
Sama seperti flora, padang rumput juga memiliki fauna atau hewan
khasnya sendiri. hewan atau fauna yang hidup di padang rumput adalah di
dominasi oleh bianatang binatang herbivora dan karnivora. Binatang
herbivora yang tinggal di padang rumput ini pun didominasi yang memakan
jenis rerumputan, seperti rusa, kambing liar, gajah, jerapah, dan lain
sebagainya. Semantara bianatang karnovora ini akan mencari makan dengan
memburu binatang- binatang pemakan rumput. Beberapa binatang karnivor
yang tinggal di padang rumput antara lain singa, macan, srigala, anjing liar,
cheeta. Bison dan kuda liar (mustang) di Amerika, gajah dan jerapah di
Afrika, domba dan kanguru di Australia

12
G. Jenis-Jenis Padang Rumput
Kita bisa membayangkan kenampakan dari padang rumput ini berupa
hamparan lahan luas yang ditutupi oleh berbagai jenis spesies rumput. Apabila
kita bayangkan tampaknya padang rumput hanya seperti itu saja tanpa ada
variasi lainnya. Namun tahukah Anda bahwa ternyata padang rumput ini terdiri
dari beberapa macam? Ya, padang rumput ini terdiri atas beberapa macam.
Setidaknya ada 4 jenis padang rumput yang perlu kita ketahui. Berikut
merupakan macam- macam dari padang rumput adalah sebagai berikut:
1. Padang rumput alpen
2. Padang rumput gurun
3. Padang rumput pantai
4. Padang rumput basah

Itulah beberapa jenis padang rumput yang ada di Bumi ini. Selain jenis
yang telah disebutkan di atas, ada juga yang menyebutkan bahwasannya ada 4
jenis lagi yang termasuk ke dalam jenis padang rumput. Keempat jenis padang
rumput itu antara lain adalah sebagai berikut:

1. Stepa
Stepa merupakan kenampakan padang rumput yang halus tanpa
diselingi adanya pepohonan, kecuali yang berada di dekat sungai atau
danau. Rumput yang tumbuh di stepa ini pada umumnya berupa rumput-
rumput yang berukuran pendek. Stepa ini juga merupakan jenis padang
rumput yang bersifat semi gurun. Padang rumput ini terkadang ditutupi oleh
semak atau rumput, atau bahkan keduanya.
Hal ini tergantung pada musim dan juga garis lintang. Nama stepa ini
juga digunakan untuk menunjukkan iklim yang dimiliki oleh suatu daerah
yang bersifat terlalu kering untuk menunjang suatu hutan namun juga tidak

13
terlalu kering untuk dikatakan sebuah gurun. Stepa ini terdapat di Indonesia,
khususnya di Nusa Tenggara Timur.
2. Sabana
Jenis padang rumput selanjutnya adalah sabana atau savannah.
Sebenarnya sabana ini merupakan suatu bioma. Kenampakan bioma sabana
ini adalah hamparan padang rumput yang diselingi oleh beberapa pohon
yang sejenis. Padang sabana ini banyak berada di daerah luas Afrika, Asia,
Australia, dan juga Amerika Selatan. Dasar padang saban ini merupakan
tanah yang berlempung dan tahan terhadap air. Untuk mengetahui lebih
jelas mengenai padang sabana, berikut ini merupakan ciri- ciri dari padang
sabana:
a. Padang sabana mempunyai curah hujan antara 90 – 150 cm/ tahun.
b. Padang sabana merupakan padang rumput yang diselingi oleh beberapa
pohon.
c. Padang sabana ini ditumbuhi oleh beberapa jenis flora, seperti tumbuhan
gerbang, rumput, Acacia, Aucalyptus.
d. Sebagai habitata beberapa jenis fauna, seperti gajah, macan tutul, kijang,
zebra, singa, kuda, dan beberapa jenis serangga.
3. Prairi atau Prairie
Prairi atau prairie ini merupakan salah satu jenis padang rumput yang
mempunyai wilayah yang datar, landai, atau berbukit kecil. Prairi lebih
bayak ditumbuhi oleh rerumputan yang tinggi dan tidak banyak ditumbuhi
oleh pohon- pohon. Prairi ini kabarnya juga disebut- sebut sebagai salah
satu bioma, namun belum banyak yang menyataknnya sebagai bioma.
Padang rumput prairi ini sangat mudah kita temukan di setiap benua yang
ada di Indonesia, kecuali di Benua Antartika.
4. Pampa
Jenis padang rumput yang selanjutnya adalah pampa. Nama pampa ini
berasal kata Indian Guaran tingkat polos. Pampa merupakan padang rumput
yang mempunyai bentuk datar. Padang rumput pampa ini banyak sekali kita
temukan di Argentima dan meluas ke Uruguay. Padang rumput pampa ini

14
memiliki suhu rata- rata sebesar 18ᵒ Celcius. Iklim yang dimiliki oleh
padang rumput pampa ini bersifat lembab dan juga hangat.
Itulah beberapa jenis dari padang rumput. Padang rumput ini
merupakan suatu kekayaan alam yang harus dileskatikan keberadaannya,
sehingga ini adalah tugas manusia untuk dapat melestarikannya demi
menjaga keutuhan lingkungan hidup di Bumi.

15
DAFTAR PUSTAKA

Ewusie.1990.Ekologi dasar.Redmaja Rosda Karya. Bandung

Heddy.1986.Pendidikan lingkungan dan ekosistem.Graha media.Jakarta

Indriyanto.2006.Dasar-dasar Ekologi.Bima nusa.Jakarta

Resosoedarmo, S., K. Kartawinata, dan A. Soegiarto. 1986. Pengantar Ekologi.


Penerbit Redmaja Rosda Karya. Bandung

Setiadi, Y. 1983. Pengertian Dasar Tentang Konsep Ekosistem. Penerbit Fakultas


Kehutanan IPB. Bogor

Soemarwoto, O. 1983. Ekologi Lingkungan Hidup dan Pembangunan. Penerbit


Djambatan. Jakarta

Soerianegara, I dan A. Indrawan. 1982. Ekologi Hutan Indonesia. Departemen


Manejemen Hutan Fakultas Kehutanan IPB. Bogor.

Odum, 1993.Ekologi.Depertemen pendidikan.Bogor

16