Anda di halaman 1dari 4

BAB VI

132 11
132
11

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

6.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan serta mengacu pada tujuan

penelitian yang telah ditetapkan, kesimpulan yang dapat diambil adalah :

1.

Program pemberdayaan masyarakat desa di sekitar Taman Nasional

Gunung Merapi melalui Model Desa Konservasi di Desa Ngargomulyo

Kecamatan

Dukun

Kabupaten

Magelang

efektif

dalam

mengurangi

tekanan terhadap kawasan TNGM. Efektivitas ini terlihat dari empat aspek

yaitu :

a. Aspek ekonomi, meningkatnya pendapatan masyarakat meskipun

belum nampak secara nyata karena berbentuk penghematan biaya

produksi pertanian, Selain itu ada beberapa hasil yang meningkat

walaupun hanya berkisar 10-15 % dari panen semula. Program-

program yang ada di Desa Ngargomulyo masih berjalan hingga saat

ini. Sedang untuk permasalahan pemasaran produk atau pasarnya

tidak terlalu menjadi kendala karena mereka sudah mempunyai

jaringan pemasaran yang dibantu juga dari Dinas Perindustrian

Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Magelang.

b. Aspek

sosial,

peningkatan

keterampilan

masyarakat

di

mana

mereka telah menerapkan ilmu yang diperoleh selama pelatihan.

Kesadaran

masyarakat akan 132
masyarakat
akan
132

konservasi

hutan

juga

sudah

133

meningkat, mereka mulai sadar akan fungsi dan manfaat hutan.

Dengan kesadaran tersebut mereka

semakin bersemangat dan

berpartisipasi

dalam

kegiatan

pengelolaan

kawasan

TNGM

di

antaranya dalam bidang pengamanan hutan, kebakaran hutan dan

rehabilitasi hutan dan lahan. Dengan intensitas pertemuan yang

rutin mereka semakin percaya diri untuk mengemukakan pendapat

ataupun memberi masukan dalam forum-forum formal maupun

informal. Dengan peningkatan pemahaman mereka tentang apa itu

taman nasional dan fungsinya maka konflik yang pernah terjadipun

dapat dihindari bahkan saat ini sudah tidak terdapat konflik antara

warga Ngargomulyo dengan pihak TNGM.

c. Aspek ekologi/ lingkungan, berkurangnya intensitas masyarakat ke

dalam kawasan TNGM. Aktivitas ke dalam kawasan biasanya hanya

merumput

dan

mengambil

kayu

yang

sudah

tumbang.

Jarak

aktivitas mereka sudah tidak seperti dulu, sekarang ini mereka

beraktivitas pada zona tradisional. Keberadaan mata air yang masih

bagus di Desa Ngargomulyo menjadi bukti nyata masih bagusnya

kondisi hutan yang ada di atas Desa Ngargomulyo.

d. Aspek

kelembagaan

,

di

Desa

Ngargomulyo

sudah

terbentuk

lembaga yaitu SPKP Merapi Asri yang diketuai oleh Bapak Sutarji.

Struktur organisasi juga sudah terbentuk demikian dengan aturan

main atau AD/ART. Mereka sudah menyusun rencana kerja untuk

134

periode

tertentu

dan

SPKP

sudah

berfungsi

walaupun

belum

optimal.

2. Keberhasilan pencapaian program MDK dipengaruhi oleh beberapa faktor

yaitu faktor sumberdaya, faktor

komunikasi, faktor sikap pelaksana,

faktor koordinasi dan faktor lainnya yaitu faktor ketokohan.

6.2. Rekomendasi

Sebagai sumbangan pemikiran, agar penelitian ini dapat memberikan

manfaat, baik bagi pihak pengelola TNGM maupun pihak-pihak yang terkait

dalam pengelolaan TNGM dan Implementasi Model Konservasi berikutnya,

beberapa rekomendasi yang dapat disampaikan adalah sebagai berikut:

1. Dalam upaya mengoptimalkan hasil dari adanya program MDK ini perlu

kiranya menambah jumlah tenaga lapangan yang berpengalaman sebagai

fasilitator

sehingga

informasi

dari

maksud

dan

tujuan

MDK

dapat

tersampaikan dengan baik. Mengalokasikan dana

yang lebih banyak

khususnya

untuk

bantuan

pengembangan

ekonomi

produktif

serta

memaksimalkan

peran

serta

masyarakat,

khususnya

masyarakat

Ngargomulyo.

Dukungan

yang

kuat

dari

masyarakat

sekitar

dapat

menjamin keberlanjutan pengelolaan di TNGM. Masyarakat hendaknya

ditempatkan

sebagai

mitra

dalam

pengambilan

keputusan

serta

rekrutmen

petugas

lapangan

diupayakan

semaksimal

mungkin

dari

masyarakat

sekitar.

Pemerintah

juga

perlu

melibatkan

kelompok-

kelompok yang ada di masyarakat dan tokoh masyarakat setempat.

2.

135

Meningkatkan kerjasama dengan pihak-pihak terkait seperti Pemprov

Jateng,

Pemkab

Magelang

dan

LSM

yang

bergerak

dalam

bidang

konservasi,

dalam

upaya

pengelolaan

TNGM.

Ke

depannya

dalam

memberdayakan

masyarakat

sekitar

kawasan

TNGM

dapat

terjalin

pengelolaan

kolaboratif

dalam

mewujudkan

Visi

Pembangunan

Kementerian

Kehutanan

2010-2-14

yaitu

“Hutan

Lestari

Untuk

Kesejahteraan Masyarakat”.