Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sapi potong memiliki banyak manfaat sehingga banyak dijadikan hewan


ternak. Sapi Peranakan Ongole adalah salah satu sapi potong terbanyak yang
diternakkan dan dikonsumsi di Indonesia. Saat ini kebutuhan sapi potong lebih
tinggi daripada ternak yang dihasilkan. Oleh karena itu diperlukan adanya
pengembangan peternakan sapi potong.

Dalam industri peternakan, klasifikasi atau grading sapi sangatlah penting.


Dari proses klasifikasi sapi maka sapi dapat digolongkan berdasarkan kelasnya.
Penentuan kelas ini sangat berpengaruh pada kualitas dan kuantitas daging dari
sapi-sapi tersebut. Untuk menghasilkan sapi potong yang berkualitas, maka
diperlukan bibit yang berkualitas pula. Setelah mendapatkan bibit yang
berkualitas, kemudian dilakukan proses penggemukan dan atau pembibitan sapi.
Proses penggemukan sapi bertujuan agar sapi tersebut memiliki jumlah daging
yang banyak saat dipotong nanti. Sedangkan proses pembibitan bertujuan untuk
mendapatkan kualitas sapi yang baik untuk dikembang-biakkan kembali.

Sampai saat ini penentuan kelas bibit sapi masih dilakukan dengan cara
manual, yakni dengan mengukurnya satu per satu menggunakan tali atau alat ukur
lainnya. Hal ini tentu saja membutuhkan proses yang sangat lama, mengingat
dalam satu peternakan tidak hanya memelihara beberapa ekor sapi tapi sampai
jumlah ratusan ekor.

Berdasarkan permasalahan di atas, maka penelitian ini dibuat untuk


mempermudah proses klasifikasi. Penelitian ini berupa pembuatan perangkat
lunak dengan metode pengolahan citra digital yang dapat menentukan kelas bibit
sapi Peranakan Ongole dari citra sapi.

1
2

1.2 Rumusan Masalah

Penelitiaan ini akan menjawab permasalahan:

1. Bagaimana cara mengklasifikasikan sapi PO tanpa harus mengukur


badan sapi satu persatu secara langsung?
2. Bagaimana cara mengkalibrasikan ukuran sapi?
3. Bagaimana cara menentukan kelas sapi dari citra sapi?

1.3 Tujuan dan Manfaat

Tujuan dari penelitian ini adalah membuat perangkat lunak untuk


mengklasifikasikan bibit jenis sapi Peranakan Ongole ke dalam kelas I, II, III dan
luar kelas III. Adapun manfaat dari penelitian ini adalah memudahkan dalam
pengklasifikasian kelas bibit sapi Peranakan Ongole.

1.4 Batasan Masalah

1. Pengambilan citra sapi menggunakan kamera digital dengan jarak


pengambilan objek 3 meter.
2. Klasifikasi yang diteliti ialah persyaratan kuantitatif dan untuk bibit sapi
PO betina umur ≥ 24 bulan.
3. Pengolahan citra digital diimplementasikan menggunakan perangkat lunak
Matlab.
4. Penelitian ini hanya fokus pada analisa dan pengembangan software tidak
mencakup pengembangan hardware.

1.5 Metodologi Penelitian

Langkah-langkah yang ditempuh untuk menyelesaian penelitian ini adalah


sebagai berikut:

1. Menentukan tujuan dan batasan masalah sebagai dasar rumusan


masalah yang dikaji.
3

2. Mengkaji dan mempelajari dengan metode penelitian pustaka, yaitu


dengan mempelajari artikel, makalah, jurnal, karya tulis terkait dengan
topik yang akan dibahas serta mendiskusikannya dengan dosen terkait
untuk kemudian dijadikan sebagai referensi dalam merangcang dan
menyelesaikan penelitian ini.
3. Pembuatan perangkat lunak.
4. Melakukan ujicoba dan analisis terhadap perangkat lunak yang telah
dibuat untuk memastikan bahwa sistem telah dapat bekerja dengan baik
sesuai dengan apa yang diharapkan.