Anda di halaman 1dari 2

BAB III

METODOLOGI PRAKTIKUM

3.1 Waktu dan Tempat


Kegiatan praktikum Bioteknologi Tanaman yang berjudul “Uji Elektroforesis”
dilaksanakan pada tanggal 12 April 2018 pukul14.40 sampai dengan pukul 17.00
WIB. bertempat di Laboratorium Bioteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas
Sultan Ageng Tirtayasa.

3.2 AlatdanBahan
Adapun alat yang digunakan dalam praktikum ini yaitu seperangkat alat
elektroforesis, sisir elektroforesis, tabung cetakan agar, tabung erlenmeyer,
magnetic stirer, tabung ependorf, mortar, mikropipet, tips, kertas parafilm, neraca
analitik dan alat tulis. Sedangkan bahan yang digunakan antara lain sampel DNA
beberapa varietas padi hasil isolasi sebelumnya, larutan TAE, gel agarose, loading
dye, gel red, marker, aquades, alumunim foil,gloves, danplastikwrap.

3.3 Cara Kerja


Adapun cara kerja pada praktikum kali ini yaitu:
1. Disiapkan alat dan bahan
2. Ditimbang gel agarose sebanyak 0,2 gr
3. Dilakukan pengenceran terhadap larutan TAE sebanyak 50 ml dengan 450
ml aquades
4. Diambil 20 ml larutan TAE untuk kemudian dicampur dengan gel agarose
5. Larutan TAE dan gel agarose dihomogenkan dengan bantuan magnetic
stirer
6. Larutan yang sudah homogen dikering anginkan sampai hangat kuku
7. Diteteskan gel red sebanyak 1 µl
8. Larutan yang sudah tercampur tersebut dimasukan ke dalam cetakan dan
dimasukan sisir
9. Ditunggu sampai beberapa saat sampai agar mengeras dan membentuk
sumur
10. Setelah itu dimasukan kedalam ruang elektroforesis yang sudah terhubung
dengan listrik
11. Diteteskan loading dye sebanyak 1 µl pada kertas parafilm
12. Diresus sampel DNA sebanyak 5 µl dengan loading dye sebanyak 1 µl
tadi dengan menggunakan mikropipet
13. Apabila sudah tercampur, masukan DNA yang sudah tercampur dengan
loading dye ke dalam sumur pada cetakan
14. Pada sumur pertama diteteskan marker sebanyak 2 µl
15. Pada lubang ke 2 sampai ke 7 diisi sampel DNA padi yang sudah diresus
dengan loading dye
16. Diatur tegangan listrik pada alat yang terhubung dengan ruang
elektroforesis (chamber) dengan tegangan 50 volt selama 15 menit
17. Disambungkan kabel penghubung dengan memperhatikan kutub positif
dan negatif
18. Ditutup chamber dengan penutupnya
19. Setelah semuanya siap, dipencet tombol ‘start’
20. Setelah 15 menit, cetakan diambil dari ruang elektroforesis (chamber)
untuk dimasukan kedalam gel documentation
21. Gel doc dinyalakan kemudian diatur kamera untuk mendokumentasikan
pita DNA
22. Setelah gel doc siap digunakan, cetakan dimasukan kedalam gel doc
dengan sangat hati-hati
23. Setelah beberapa saat hasil pita DNA yang terbentuk dapat dilihat pada
layar gel doc.