Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN RESMI KIMIA ORGANIK

PEMISAHAN DAN PEMURNIAN ZAT PADAT

“EKSTRAKSI PADAT CAIR”

Dosen Pengajar : Dr. Arief Budiono, Msch

Disusun oleh :
M. Hafizh As’ad / 1731410059
Nunung Iswati / 1731410066
Reva Rizki N.R / 1731410080

D3 TEKNIK KIMIA
JURUSAN TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI MALANG

1
EKSTRASI PADAT CAIR

I. Tujuan
Melakukan ekstrasi untuk pemisahan dan pemurnian zat padat organik
dengan metode soxhlet.

II. Dasar teori

Secara sederhana ekstraksi dapat didefinisikan sebagai proses pemindahan


satu atau lebih komponen dari satu fase ke fase yang lainnya. Namun dibalik
definisi sederhana ini tersimpan kerumitan yang cukup besar. Pemisahan
berkebalikan dengan intuisi termodinamik, karena entropi diperoleh melalui
pencampuran, bukan pemisahan; metode ekstrkasi dikembangkan berdasarkan
perpindahan menuju kesetimbangan, sehingga kinetika perpindahan massa tidak
dapat diabaikan (Majid dan Nurkholis, 2008).

Ekstraksi padat – cair atau Leaching adalah transfer difusi komponen


terlarut dalam dari padatan inert ke dalam pelarutnya. Proses ini merupakan proses
yang bersifat fisik karena komponen terlarut kemudian dikembalikan lagi ke
keadaan semula tanpa mengalami perubahan kimiawi. Ekstraksi dari bahan padat
dapat dilakukan jika bahan yang diinginkan dapat larut dalam solven
pengekstraksi. Ekstraksi berkelanjutan diperlukan apabila padatan hanya sedikit
larut dalam pelarut. Namun sering juga digunakan pada padatan yang larut karena
efektivitasnya (Lucas, 1949).
Penarikan komponen kimia yang dilakukan dengan cara serbuk simplisia
ditempatkan dalam selongsong yang telah dilapisi kertas saring sedemikian rupa,
cairan penyari dipanaskan dalam labu alas bulat sehingga menguap dan dan
dikondensasikan oleh kondensor bola menjadi molekul – molekul cairan penyari
yang jatuh ke dalam selongsong menyari zat aktif di dalam simplisia dan jika
cairan penyari telah mencapai permukaan sifon, seluruh cairan akan turun kembali
ke labu alas bulat melalui pipa kapiler hingga terjadi sirkulasi. Ekstraksi sempurna
ditandai bila cairan di sifon tidak berwarna, tidak tampak noda jika di KLT atau
sirkulasi telah mencapai 20 – 25 kali. Ekstrak yang diperoleh dikumpulkan dan
dipekatkan (Sudjadi, 1986).

2
Faktor-faktor yang berpengaruh pada proses leaching adalah: jumlah
konstituen (solute) dan distribusinya dalam padatan, sifat padatan, dan ukuran
partikel. Mekanisme proses leaching dimulai dari perpindahan solven dari larutan
ke permukaan solid (adsorpsi), diikuti dengan difusi solven ke dalam solid dan
pelarutan solut oleh solven, kemudian difusi ikatan solut-solven ke permukaan
solid, dan desorpsi campuran solut-solven dari permukaan solid kedalam badan
pelarut. Pada umumnya perpindahan solven ke permukaan terjadi sangat cepat di
mana berlangsung pada saat terjadi kontak antara solid dan solvent, sehingga
kecepatan difusi campuran solut-solven ke permukaan solid merupakan tahapan
yang mengontrol keseluruhan proses leaching. Kecepatan difusi ini tergantung
pada beberapa faktor yaitu : temperatur, luas permukaan partikel, pelarut,
perbandingan solut dan solven, kecepatan dan lama pengadukan. Untuk
memisahkan minyak dari pelarutnya, dilakukan dengan cara distilasi
(Pramudono dkk, 2008).

Prinsip ekstraksi padat-cair adalah adanya kemampuan senyawa dalam


suatu matriks yang kompleks dari suatu padatan, yang dapat larut oleh suatu
pelarut tertentu. Beberapa hal yang harus diperhatikan untuk tercapainya kondisi
optimum ekstraksi antara lain: senyawa dapat terlarut dalam pelarut dengan waktu
yang singkat, pelarut harus selektif melarutkan senyawa yang dikehendaki,
senyawa analit memiliki konsentrasi yang tinggi untuk memudahkan ekstraksi,
serta tersedia metode memisahkan kembali senyawa analit dari pelarut
pengekstraksi (Fajriati dkk, 2011).

III. Alat dan Bahan


No Alat Bahan
1, Alat ekstrator soxhlet lengkap Pelarut etanol 70%
2. Gelas kimia 100 ml Daun pandan
3. Botol sampel

3
IV. Prosedur percobaan
1. Menimbang kertas saring yang kosong dan bersih
2. Membungkus bahan yang akan diekstrak dengan kertas saring dan
mengikat dengan benang dengan jumlah yang secukupnya asal
mudah dimasukkan kedalam tabung Soxhlet.
3. Menimbang kertas saring yang telah diisi bahan yang akan
diekstraksi
4. Melakukan ekstraksi Soxhlet, dan mengikuti petunjuk pembimbing
5. Memperhatikan aliran air pendingin harus lancer dan tidak terlalu
besar
6. Setelah selesai, memisahkan ekstrak cair dan menguapkannya.
7. Menimbang ekstrak padat yang sudah diperoleh dan menyimpannya
untuk percobaan kromatografi

4
V. PEMBAHASAN, KESIMPULAN DAN SARAN

NUNUNG ISWATI / 1731410066 / 1A D3 / 18

Ekstraksi Padat Cair atau Leaching adalah transfer difusi komponen terlarut
dari padatan inert ke dalam pelarutnya. Proses ini merupakan proses yang bersifat
fisik karena komponen terlarut kemudian dikembalikan lagi ke keadaan semula
tanpa mengalami perubahan kimiawi. Ekstraksi dari bahan padatan dapat dilakukan
jika bahan yang diinginkan dapat larut dalalm solven pengekstraksi. Ekstraksi
padat-cairzat yang diekstraksi terdapat di dalam campuran yang berbentuk padatan.
Ekstraksi jenis ini banyak dilakukan di dalam usaha mengisolasi zat berkhasiat yang
terkandung di dalam bahan alam seperti steroid, hormon, antibiotika dan lipida pada
biji-bijian. Alat yang digunakan adalah soxhlet.

Pada prinsipnya, soxhletasi didasarkan atas penarikan komponen kimia


yang dilakukan dengan cara serbuk simplisia ditempatkan dalam klonsong yang
telah dilapisi kertas saring sedemikian rupa, cairan penyari dipanaskan dalam labu
alas bulat sehingga menguap dan dikondensasikan oleh kondensor bola menjadi
molekul-molekul cairan penyari yang jatuh ke dalam klonsong menyari zat aktif di
dalam simplisia dan jika cairan penyari telah mencapai permukaan sifon, seluruh
cairan akan turun kembali ke labu alas bulat melalui pipa kapiler hingga terjadi
sirkulasi.

Pada percobaan kali ini bahan yang digunakan adalah daun pandan dengan
massa bahan 1,3842 gram. Secara teori, sebelum memulai proses ekstraksi, terlebih
dahulu seperangkat alat ekstraksi padat – cair atau Soxhlet dirangkai sedemikian
rupa. Percobaan ekstraksi padat – cair kali ini menggunakan ekstraktor Soxhlet.
Pada ekstrakstor Soxhlet, pelarut ethanol dipanaskan dalam labu alas bulat yang
telah dimasukkan batu didih.Batu didih sederhana biasa dibuat dari pecahan-
pecahan kaca, keramik maupun batu kapur, selama bahan tersebut tidak bisa larut
dalam cairan yang dipanaskan. Fungsi penambahan batu didih ada 2 yaitu : untuk
meratakan panas sehingga panas menjadi homogen pada seluruh bagian larutan dan
untuk menghindari titik lewat didih. Pori-pori dalam batu didih akan
membantu penangkapan udara pada larutan dan melepaskannya ke permukaan

5
larutan. Tanpa batu didih, maka larutan yang dipanaskan akan menjadi superheated
pada bagian tertentu, lalu tiba-tiba akan mengeluarkan uap panas yang bisa
menimbulkan letupan atau ledakan. Batu didih tidak boleh dimasukkan pada saat
larutan akan mencapai titik didihnya. Jika batu didih dimasukkan pada larutan yang
sudah hampir mendidih, maka akan terbentuk uap panas dalam jumlah yang besar
secara tiba-tiba. Hal ini bisa menyebabkan ledakan atau kebakaran. Karena
kurangnya pengetahuan tentang batu didih, saat melakukan praktikum batu didih
dimasukkan secara tiba – tiba kedalam pelarut ethanol yang mendidih sehingga
larutan ethanol langsung meletup keluar dari labu bulat. Jadi, batu didih harus
dimasukkan ke dalam cairan sebelum cairan itu mulai dipanaskan. Jika batu didih
akan dimsukkan di tengah-tengah pemanasan, maka suhu cairan harus diturunkan
terlebih dahulu. Sebaiknya batu didih tidak dipergunakan secara berulang-ulang
karena pori-pori dalam batu didih bisa tersumbat zat pengotor.

Tujuan dari pemanasan ini sendiri adalah untuk menghasilkan uap pelarut.
Uap pelarut tersebut kemudian masuk melalui kondensor melalui pipa kecil atau
cabang dari Soxhlet dan keluar dalam fasa cair.Selanjutnya, pelarut akan masuk ke
dalam selongsong pipa sifon yang berisisampel padatan berupa daun pandan yang
telah dipotong – potong dan dikeringkan terlebih dahulu. Kemudian pelarut tersebut
akan membasahi sampel dan akan tertahan di dalam selongsong sampai tinggi
pelarut dalam pipa sifon sama dengan tinggi pelarut di dalam selongsong tersebut.
Kemudian, pelarut seluruhnya akan bergerak masuk kembali ke dalam labu didih
dan begitu seterusnya, terjadi sirkulasi beberapa kali hingga ekstrak daun pandan
dalam sampel diperoleh. Proses sirkulasi ekstraksi pada percobaan ini dilakukan
sebanyak tiga kali ekstraksi.

KESIMPULAN
Ekstraksi Padat Cair atau Leaching dengan metode soxhletasi yaitu proses
ekstraksi yang dilakukan dengan menggunakan alat soxhlet dengan bahan terlarut
berupa padatan yaitu pandan dan pelarut berupa ethanol. Ethanol dipanaskan agar
uapnya bisa naik ke atas lalu didinginkan dengan kondensor dan akhirnya uap
kembali menjadi airkemudian turun mengenai padatan sehingga membuat padatan
tersebut terekstraksi.

6
SARAN
1. Lebih berhati – hati dalam melakukan praktikum dan memperhatikan arahan
dari pembimbing.
2. Mencari tahu cara penggunaan batu didih agar tidak sembarangan dalam
memasukkan kedalam larutan sehingga tidak terjadi sesuatu yang
membahayakan.

7
REVA RIZKI N. R / 1731410080 / 1A D3 / 19
Percobaan ini berjudul ekstraksi padat cair yang bertujaun untuk
mempelajari pemisahan senyawa dari padatan dengan acara ekstraksi dan
mempelajari pemurnian senayawa dengana cara destilasi biasa. Prinsip dasaryang
digunakan pada percobaan ini adalah ekstraksi padat cair dan metode destilasi
biasa. Ekstraksi padat cair adalah metode pemisahan yang berdasarkan atas
pemisahan senyawa dari suatu padatam. Sedangkan destilasi adalah metode
pemisahan atas dasar titik didih. Percobaan pada ekstraksi padat cair ini digunakan
alat sokletasi untuk mengekstraksi daun pandan dengan pelarut ethanol 70%.
Selanjutnya ekestraksi dilakukan untuk memperoleh daun pandan dalam keadaan
murni.
Pada percobaan ini daun pandan dipotong halus terlebih dahulu hingga
halus agar mempemudah pengekstrakan daun pandan oleh pelarut ethanol 70%.
Karena, jika ukuran partikel kecil akan memperluas bidang sentuh dan tumbukan
yang terjadi bear saat bereaksi, untuk mudah diekstrak. Selenjutnya daun yang telah
terpotong kecil-kecil dibungkus dengan kertas saring yang bgian atas dan bawah
dibungkus kapas dimasukan pada alat soklet. Latutan pengekstrak atau pelarut yang
digunakan ialah ethanol 70% yang berada dalam soklet dan labu alas bulat.
Sebelum melakukan ekstraksi hendaknya memberi batu didih pada pelarut
ethanol 70% terlebih dahulu, batu didih sendiri memiliki fungsi yaitu untuk
meratakan panas sehingga panas menjadi homogen pada seluruh bagian larutan
dan juga untuk menghindari titik lewat didih. Pori-pori dalam batu didih akan
membantu penangkapan udara pada larutan dan melepaskannya ke permukaan
larutan (ini akan menyebabkan timbulnya gelembung-gelembung kecil pada batu
didih). Tanpa batu didih, maka larutan yang dipanaskan akan menjadi superheated
pada bagian tertentu, lalu tiba-tiba akan mengeluarkan uap panas yang bisa
menimbulkan letupan/ledakan (bumping).

Batu didih tidak boleh dimasukkan pada saat larutan akan mencapai titik
didihnya. Jika batu didih dimasukkan pada larutan yang sudah hampir mendidih,
maka akan terbentuk uap panas dalam jumlah yang besar secara tiba-tiba. Hal ini
bisa menyebabkan ledakan ataupun kebakaran. Jadi, batu didih harus dimasukkan
ke dalam cairan sebelum cairan itu mulai dipanaskan. Jika batu didih akan

8
dimasukkan di tengah-tengah pemanasan (mungkin karena lupa), maka suhu
cairan harus diturunkan terlebih dahulu.

Ekstraksi ini dilakukan melalui 3 kali siklus. Proses satu siklus yaitu
pelarut yang mengikat ekstrak daun pandan lama kelamaan akan jatuh kembali
pada labu alas bulat bersama ekstraksi sampel. Pelarut tersebut didaur ulang
menyebabkan ekstraksi terkumpul dan terus menerus dipanaskan menyebabkan
penguraiann panas. Proses ekstraksi ini terjadi selama 2 jam, agar waktu yang
lama dihasilakan ekstraksi sempurna.

KESIMPULAN

Ektrasi adalah jenis pemisahan satu atau beberapan bahan dari suatu
padatan atau cairan. Proses ekstrasi bermula dari penggumpalan ekstrak dengan
pelarut kemudian terjadi kontak anatar bahan dan pelarut sehingga pada bidang
antar muka bahan ekstraksi dan pelarut terjadi pengendapan massa dengan cara
difusi.

SARAN

Lebih berhati-hati dalam pengoperasian alat soklet, dan sebaiknya


mengerti beberapa bagian-bagian dari alat yang akan digunakan untuk praktikum

9
MOHAMMAD HAFIZH AS’AD / 1731410059 / 1A D3 / 15

Percobaan kali ini menggunakan ekstraksi padat – cair atau Leaching karena
sampel yang digunakan berupa bahan padatan, yang mana sesuai namanya ekstraksi
padat – cair, berarti sampel yang akan dianalisis adalah bahan dari padatan. Adapun
sampel padatan yang dimaksud adalah daun pandan.

Secara teori, sebelum memulai proses ekstraksi, terlebih dahulu seperangkat


alat ekstraksi padat – cair atau Soxhlet dirangkai sedemikian rupa. Percobaan
ekstraksi padat – cair kali ini menggunakan ekstraktor Soxhlet.Pada ekstrakstor
Soxhlet, pelarut etanol 70% dipanaskan dalam labu alas bulat yang telah
dimasukkan batu didih. Tujuan dari pemanasan ini sendiri adalah untuk
menghasilkan uap pelarut. Uap pelarut tersebut kemudian masuk melalui kondensor
melalui pipa kecil atau cabang dari Soxhlet dan keluar dalam fasa cair. Selanjutnya,
pelarut akan masuk ke dalam selongsong pipa sifon yang berisi sampel padatan
berupa daun pandan yang telah dipotong kecil-kecil dan dikeringkan terlebih
dahulu. Kemudian pelarut tersebut akan membasahi sampel dan akan tertahan di
dalam selongsong sampai tinggi pelarut dalam pipa sifon sama dengan tinggi
pelarut di dalam selongsong tersebut. Kemudian, pelarut seluruhnya akan bergerak
masuk kembali ke dalam labu didih dan begitu seterusnya, terjadi sirkulasi beberapa
kali hingga ekstrak daun pandan diperoleh. Ketika pemanasan pelarut etanol
didalam labu didih ditambahkan beberapa batu didih yang berfungsi sebagai
penyebar panas di dalam labu didih. Hal ini bertujuan supaya tidak terjadi letupan
ketika memanaskan pelarut yang dapat mengakibatkan labu didih pecah. Proses
sirkulasi ekstraksi pada percobaan ini dilakukan sebanyak tiga kali ekstraksi.
Ekstrak daun pandan yang diapatkan berwarna hijau tua, hal ini disebabkan oleh
kandungan klorofil yang tinggi didalam daun pandan. Setelah ekstraksi telah selesai
dilakukan, dilanjutkan dengan proses penguapan ampas sisa ekstrasi daun pandan
di dalam oven dimana proses ini dimaksudkan untuk memisahkan pelarut yang
masih tertinggal di dalam ampas. Sebenarnya pada percobaan kali ini masih
memerlukan satu proses lagi untuk mendapatkan ekstrak daun pandan murni
melalui proses destilasi untuk menguapkan pelarut etanol dan air.

KESIMPULAN

10
Dari percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa Ekstraksi
padat – cair atau Leaching adalah transfer difusi komponen terlarut dalam dari
padatan inert ke dalam pelarutnya. Proses ini merupakan proses yang bersifat fisik
karena komponen terlarut kemudian dikembalikan lagi ke keadaan semula tanpa
mengalami perubahan kimiawi. Ekstrak daun pandan berwarna hijau karena banyak
mengandung klorofil. Daun pandan mudah larut di dalam pelarut etanol

SARAN

Dalam melakukan ekstrasi lebih diperhatikan kelengkapan alat ekstrasi dan hati-
hati dalam melakukan persiapan serta pelaksanaanya

11
DAFTAR PUSTAKA

Tim pengajar praktikum kimia organik, 2018. ” Praktikum Kimia Organik”.


Politeknik Negeri Malang.
Fajriati, I., Rizkiyah, M., Muzakky, 2011. “Studi Ekstraksi Padat Cair
Menggunakan Pelarut HF dan HNO3 pada Penentuan logam Cr dalam
Sampel Sungai di Sekitar Calon PLTN Muria”. Jurnal ILMU DASAR, Vol.
12 No. 1, 15 : 22.
Lucas, 1949. Principles And Practice In Organic Chemistry. New York: Jhon
Willey And Sons, Inc
Majid, N.T., Nurkholis, 2008. “Pembuatan Teh Rendah Kafein melalui Proses
Ekstraksi dengan Pelarut Etil Asetat”, 2 : 8.
Pramudono B., Widioko, S.A., Rustayawan, W., 2008. “Ekstraksi Kontinyu dengan
Simulasi Batch Tiga Tahap Aliran Lawan Arah : Pengambilan Minyak Biji
Alpukat Menggunakan Pelarut n-Hexane dan Iso Propil Alkohol”.
Reaktor, Vol. 12 No. 1, 38 : 41.
Sudjadi, Drs. 1986. Metode Pemisahan. UGM Press: Yogyakarta.

12