Anda di halaman 1dari 71

PEKERJAAN KONSTRUKSI

KAYU

GLOSSARY

Alur, Lubang yang memanjang pada sisi papan


Alur kapur, bagian dari tiang (style) yang dialur/dicoak dengan fungsi untuk
menahan gerakan kusen kemuka atau kebelakang selain itu juga agar apabila
terjadi penyusutan, tidak timbul celah.
Angkur, dipasang pada tiang (style), berfungsi untuk memperkuat melekatnya
pada tembok juga menahan gerakan ke samping.dan ke muka/ke belakang.
Balok, Kayu berbentuk batangan dengan penampang persegi dan tebal / lebar
lebih dari 4 cm.
Balok Induk; adalah semua balok yang melintang tanpa topang pada seluruh
lebar bangunan dan pada kedua ujungnya bertumpu pada kolom. Konstruksi agar
aman dibuat pada bentang terpendek
Balok Anak; adalah balok yang pada kedua ujungnya bertumpu pada balok
induk, digunakan untuk memperkecil petak-petak lantai disetiap ruangan.
Balok Bagi, adalah balok yang pada kedua ujungnya bertumpu pada balok anak
atau balok induk atau pada salah satunya bertumpu pada balok anak atau balok
induk, dapat berfungsi sebagai untuk memperkecil petak-petak lantai.
D adalah diameter paku atau baut
Duk (neut), dipasang pada tiang (style) di bagian bawah, khusus untuk kusen
pintu, berfungsi untuk menahan gerakan tiang ke segala arah dan melindung
tiang kayu terhadap resapan air dari latai ke atas.
Kuda-kuda merupakan penyangga utama pada struktur atap, umumnya kuda-
kuda terbuat dari kayu, bambu, baja, dan beton bertulang
Papan, Kayu berbentuk lembaran dengan tebal kurang dari 4 cm.
PKKI, adalah singkatan Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia
Lidah, Pen pada sambungan papan melebar
Sambungan, Adalah sebuah konstruksi untuk menyatukan dua atau lebih batang
kayu untuk memenuhi kebutuhan panjang, lebar atau tinggi tertentu dengan
bentuk konstruksi yang sesuai dengan gaya-gaya yang akan bekerja pada batang
kayu tersebut sesuai penggunaan konstruksi kayu tersebut.
A. Sambungan Kayu

Kayu adalah bahan kontruksi yang banyak dipakai di dalam pembangunan


rumah dan gedung, kayu banyak dipilih karena kayu mempunyai bentuk dan
warna alami yang lembut dan artistik.Sebagai bahan pelengkap bangunan,
kayu banyak digunakan untuk komponen rangka atap, kuda-kuda, rangka
plafon, loteng, pintu dan jendela.Kayubanyak dipakai dalam pembuatan
perabotan rumah tangga. Pada pembangunan rumah atau gedung, kayu sering
kali memerlukan sambungan perpanjang untuk memperpanjang kayu atau
sambungan buhul untuk menggabungkan beberapa batang kayu pada satu
buhul/joint.
Sambungan kayu adalah dua batang kayu atau lebih yang disambung sehingga
menjadi satu batang kayu panjang atau mendatar maupun tegak lurus dalam
satu bidang datar atau bidang dua dimensi. Sedangkan yang disebut dengan
hubungan kayu yaitu dua batang kayu atau lebih yang dihubung-hubungkan
menjadi satu benda atau satu bagian konstruksi dalam satu bidang (dua
dimensi) maupun dalam satu ruang berdimensi tiga.

Sambungan kayu dibagi dalam 3 kelompok yaitu; a). Sambungan kayu arah
memanjang, b). Hubungan kayu yang arah seratnya berlainan (menyudut), c).
Sambungan kayu arah melebar (sambungan papan). Sambungan memanjang
digunakan untuk menyambung balok tembok, gording dan sebagainya.
Hubungan kayu banyak digunakan pada hubungan-hubungan pintu, jendela,
kuda-kuda dan sebagainya. Sedangkan sambungan melebar digunakan untuk
bibir lantai,dinding atau atap. Jenis sambungan memanjang terdiri dari;
1) Sambungan mendatar dan tegak lurus.
2) Sambungan bibir lurus
3) Sambungan bibir lurus berkait
4) Sambungan bibir miring
5) Sambungan bibir miring berkait
6) Sambungan memanjang balok kunci
7) Sambungan memanjang kunci jepit
8) Sambungan tegak lurus.

Sambungan Bibir Lurus, sambungan ini digunakan bila seluruh batang dipikul,
misalnya balok tembok. Pada sambungan ini kayunya banyak diperlemah
karena masing-masing bagian ditakik separuh kayu.

Beberapa pedoman atau ketentuan yang perlu diperhatikan dalam sambungan


kayu, antara lain adalah;
1) Sambungan harus sederhana dan kuat, harus dihindari takikan besar
dan dalam, karena dapat mengakibatkan kelemahan kayu dan
diperlukan batang-batang kayu berukuran besar, sehingga dapat
merupakan pemborosan.
2) Harus memperhatikan sifat-sifat kayu, terutama sifat menyusut,
mengembang dan tarikan.
3) Bentuk sambungan dari hubungan konstruksi kayu harus tahan
terhadap gaya-gaya yang bekerja.

Ditinjau dari sudut konstruksi, sambungan merupakan bagian terlemah dari


suatu konstruksi kayu. Kegagalan konstruksi kayu sering desebabkan oleh
gagalnya sambungan dari pada kegagalan material kayu itu sendiri. Beberapa
hal yang menyebabkan rendanya kekuatan sambungan pada konstruksi kayu,
disebabkan oleh :
1) Terjadinya pengurangan luas tampang. Pemasangan alat sambung
seperti baut, pasak dan hubungan gigi akan mengurangi luas efektif
penbampang kayu yang disambung, sehingga kuat dukung batangnya
akan lebih rendah bila dibandingkan dengan batang yang
berpenampang utuh. T
2) Terjadinya penyimpangan arah serat. Pada buhul sering kali terjadi gaya
yang sejajar serat pada satu batang, tetapi tidak sejajar serat dengan
batang yang lain. Karena kekuatan kayu yang tidak sejajar serat lebih
kecil dari pada yang sejajar serat, maka kekuatan sambungan harus
didasarkan pada kekuatan kayu yang tidak sejajar serat (kekuatan yang
terkecil).
3) Terbatasnya luas sambungan. Kayu memiliki kuat geser sejajar serat
yang kecil, sehingga mudah patah apabila beberapa alat sambung
dipasang berdekatan. Oleh karena itu, dalam penempatan alat
sambung disyaratkan jarak minimal antara alat sambung agar kayu
terhindar dari kemungkinan pecah. Dengan adanya ketentuan jarak
tersebut, maka luas efektif sambungan (luas yang dapat digunakan
untuk penempatan alat sambung) akan berkurang dengan sendirinya.

1. Alat-Alat Penyambung Kayu

Pada umumnya dalam penyambungan kayu diperlukan alat-alat penyambung.


Untuk memperoleh penyambungan yang kuat diperlukan alat-alat sambung
yang baik dengan cirri-ciri sebagai berikut :
1) Mudah dalam pemasangannya,
2) pengurangan luas kayu yang digunakan untuk menempatkan alat
sambung relative kecil atau bahkan nol,
3) Memilki nilai banding antara kuat dukung sambungan dengan kuat
ultimit batang yang disambung yang tinggi,
4) Menunjukkan perilkau pelelehan sebelum mencapai keruntuhan
(daktail), serta memiliki angka penyebaran panas (thermal conductivity)
yang rendah.

1.1 Sambungan dengan paku

Alat sambungan paku sering dijumpai pada struktur dinding, lantai, dan rangka.
Paku tersedia dalam bentuk dan ukuran yang bermacam-macam. Paku bulat
merupakan jenis paku yang mudah diperoleh meskipun kuat dukungnya relatif
lebih rendah bila dibandingkan dengan paku yang berulir (deform).Umumnya
diameter paku berkisar antara 2,75 mm sampai 8 mm dan panjangnyaantara
40 mm sampai 200 mm. Angka kelangsingan paku (nilai banding antarapanjang
terhadap diameter) sangat tinggi menyebabkan mudahnya paku
untukmembengkok saat dipukul.
Gambar 13-1 :Jenis-jenis paku

Agar terhindar dari pecahnya kayu, pemasangan paku dapat didahuluidengan


membuat lubang penuntun yang berdiameter 0,9D untuk kayu denganberat
jenis diatas 0,6 dan berdiameter 0,75D untuk kayu dengan berat jenisdibawah
atau sama dengan 0,6 (D adalah diameter paku). Pemasangan paku
dapatdilakukan secara cepat dengan menggunakan mesin penekan (nail
fasteningequipment).

Dibandingkan dengan sambungan baut maka sambungan dengan paku :


1) Mempunyai efesiensi yang lebih besar
2) Memberi pelemahan yang lebih kecil yaitu kira-kira 10%, yang sering
kali diabaikan saja.
3) Kekuatan tidak tergantung arah serat, dan pengaruh cacat-cacat kayu
juga kurang adalah lebih kaku beban-beban pada penampang lebih
merata untuk kayu yang tidak terlalu keras dan bila kayu yang harus
disambung tidak terlalu tebal, maka tidak perlu dibor, sehingga dapat
dikerjakan oleh setengah tukang.
Gambar 13-2: Model Sambungan Paku

Banyak teori dan hasil pengujian mengenai sambungan paku, teori umum dapat
didasarkan atas lenturan seperti balok yang dipengaruhi daya penahan
terhadap lentur dan kokoh desak kayu, dan tarikan dalam paku. Dalam PKKI
syarat-syarat serta cara-cara perhitungan dan perencanaan telah ditetapkan
untuk sambungan paku biasa. Untuk sambungan-sambungan paku istimewa,
seperti dengan penggunaan pelat buhul dari plywood, cara perhitungan ini tidak
dapat dipakai dan perlu diperhatikan penyelidikan-penyelidikan baru yang telah
menghasilkan rumus-rumus dengan mengabaikan pengauh tarikan dalam paku
dan menganggap beban-beban ideal plastis.

Beberapa ketentuan dan syarat sambungan paku menurut PKKI adalah


sebagai berikut;
1) Paku yang dipergunakan dapat mempunyai tampang melintang yang
berbentuk bulat persegi atau beralur lurus.
2) Kekuatan paku bertampang bulat diberikan dalam daftar V PKKI
berlaku untuk tebal kayu seperti tertera dalam daftar, kekuatan paku
tersebut tidak tergantung dari besar sudut yaitu sudut antara arah gaya
dan arah serat kayu.
1.2 Sambungan dengan baut

Alat sambung baut umumnya terbuat dari baja lunak (mild steel) dengan kepala
berbentuk hexagonal, square, dome atau flat. Diameter baut berkisar antara 12
mm sampai 30 mm. Untuk kemudahan memasang, lubang baut diberi
kelonggaran 1 mm. Alat sambung baut biasanya digunakan pada sambungan
dua irisan, dengan tebal minimum kayu samping 30mm dan kayu tengah 40
mm dan dilengkapi dengan cincin penutup.

Baut sebagai alat penyambung yang dibebani banyak dipakai meskipun


sebetulnya tidak begitu baik karenaEfisiensi rendah dan Deformasi besar.
Ketentuan dan Syarat-syarat penyambung, di Indonesia telah ditetapkan dalam
PPKI Pasal 14 sebagai berikut :
1) Alat penyambung baut harus dibuat dari baja St. 37 atau dari besi yang
mempunyai kekuatan paling sedikit seperti St. 37.
2) Lubang baut harus dibuat secukupnya saja dan kelonggaran tidak
boleh lebih dari 1,5 mm.
3) Garis tengah baut paling kecil harus 10 mm (3/8”), sedangkan untuk
sambungan, baik bertampang satu maupun bertampang dua, dengaan
tebal kayu lebih besar dari 8 cm, harus dipakai baut dengan garis tengah
paling kecil 12,7 mm (1/2”).
4) Baut harus disertai pelar ikutan yang tebalnya minimum 0,3 d dan
maksimum 5 mm dengan garis tengah 3 d, atau jika mempunyai bentuk
persegi empat, lebarnya 3 d, di mana d = garis tengah baut. Jika
bautnya hanya sebagai pelengkap, maka tebal pelat ikutan
dapat diambil minimum 0,2 d dan maksimum 4 mm.
5) Sambungan dengan baut dibagi dalam 3 golongan menurut kekuatan
kayu, yaitu golongan-golongan I, II dan III
Gambar 13-3 : Alat Sambung Baut

1.3 Sambungan Dengan Perekat

Bila dibandingkan dengan alat sambung yang lain, perekat/lem termasuk alat
sambung yang bersifat getas, bagian-bagian kayu keruntuhan sambungan
dengan alat sambung perekat/lem terjadi tanpa adanya peristiwa pelelehan
Alat sambung perekat/lem umumnya digunakan pada struktur balok susun, atau
produk kayu laminasi (glue laminated timber). Sambunagn dengan perekat/lem
berlainan dengan sambungan paku, baut dan pasak. Bagian-bagian kayu tidak
disambung pada titik-titik, melainkan pada bidang-bidang, sehingga
mempunyai kekakuan yang jauh lebih tinggi. Kekakuan tersebut merugikan
dalam sambungan rangka batang, karena timbulnya tegangan-tegangan
sekunder yang besar. Akan tetapi untuk balok-balok tersusun,sambungan
dengan perekat lebih menguntungkan.
Jenis perekat (lem) untuk kayu ditinjau dari bahan pembuatanya antara lain,
adalah;
1) Bahan perekat yang berasal dari hewani, seperti Albumen, Casein, Shellac,
Lilin lebah dan Kak (Animal Glue).
2) Bahan perekat yang berasal dari tumbuhan adalah Damar Alam, Arabic
Gum, Protein, Starch, Dextrin, dan Karet Alam. Beberapa bahan perekat
yang berasal dari mineral adalah Silicate, Magnesia, Litharge, Bitemen,dan
Asphalt.
3) Bahan pereket sintetis berasal dari Elastomer, Thermoplastic, dan
Thermosetting. Beberapa bahan perekat yang berasal dari Elastomer
adalah Poly Chloropene, Poly Urethane, Silicon Rubber, Polisoprene, Poly
Sulphide, dan Butyl Rubber. Beberapa bahan perekat yang berasal dari
Thermoplastic adalah Ethyl Cellulose, Poly Vinyl Acetate, Poly Vinyl
Aalcohol, Poly Vinyl Chloride, Poly Acrylate, dan Hotmelt. Beberapa bahan
perekat yang berasal dari Thermosetting adalah Urea Formaldehyde, Epoxy
Polyamide, dan Phenol Formaldehyde

Berikut adalah penjelasan mengenai jenis lem sebagai bahan perekat kayu
yang banyak di kenal di pasaran.

Casein; Casein adalah zat protein yang terdapat dalam susu hewan (sapi)
sebagai hasil samping dari perusahaan keju. Larutan casein dalam bentuk
pasta banyak digunakan pada penempelan label kertas ke botol gelas.
Keistimewaan dari lem casein ini ialah hasil penempelannya bersifat tahan
terhadap kelembaban dan juga tehan terhadap air, sehingga jika botol
terendam didalam air kertas lem tidak akan lepas artinya lem casein ini tahan
terhadap air.

Starch dan Dextrin; Starch atau kanji adalah hasil dari tumbuhan, contoh yang
kita jumpai ialah terbuat dari tepung tapioka. Bahan ini sudah dikenal sejak
dahulu sebagai bahan lem, ialah dengan cara memasaknya dengan air. Dextrin
adalah hasil modifokasi secara kimia dari kanji. Kedua bahan ini digunakan
pada pembuatan kantong kertas, kotak-kotak karton, dan lain-lain.
Poly Vinyl Acetate; Poly vinyl acetate atau disingkat PVAc adalah suatu resin
(polymer) dari hasil polimerisasi di mana sebagai bahan monomernya adalah
vinyl acetate. Lem jenis ini banyak di gunakan untuk keperluan indoor furniture
atau mebel untuk keperluan dalam ruangan, Untuk pemakaian luar ruangan
produk lem putih PVAc juga sangat bagus setelah mendapat penambahan
hardener yang membuatnya semakin kuat tanpa retak. Lem ini bisa di gunakan
untuk semua material yang mempunyai permukaan berpori. Sifat dasarnya
elastis dan bisa menyesuaikan terhadap perubahan cuaca (Weather
Reactance). Keistimewaan produk ini adalah tidak memiliki glue line yang
terlihat karena saat lem ini mengering dia berwarna bening, Lem ini juga elastis
sehingga permukaan sambungan yang bergerak atau mengalami penyusutan
minor tidak pecah, kelemahannya waktu pengeringan yang relatif lama.

Urea Formaldehide; Urea Formaldehyde lebih banyak dipakai dibanding yang


lainnya. Urea Formaldehyde banyak dipakai pada pembuatan plywood. Pada
pemakaiannya kadang-kadang dicampur dengan tepung terigu untuk
menjadikan hasil perekatan fleksibel. Resin dicampur dengan hardener di
dalam air kemudian ditambahkan tepung terigu sebagai pengisi dan kemudian
zat katalis. Adukan ini disebarkan ke permukaan lapisan kayu dengan rol
spreader. Lapisan-lapisan kayu tipis (vinir) yang telah dispread dengan lem
urea ini kemudian disusun lapis tiga (triplek) dan dipres dengan dipanaskan
dengan steam selama 4 sampai 7 menit, dengan temperature atau suhu dari
steam antara 125 derajat hingga 140 derajat Celcius

Lem Epoxy; Jenis Lem Perkat Kayu ini adalah yang paling banyak di gunakan,
perekat ini terdiri dari 2 komponen utama yaitu Resin dan Hardener. Sifatnya
mengisi permukaan / komponen yang di sambung. memiliki tekstur yang keras
dan sangat kuat tahan air dan bahan kimia serta tahan temperatur yang relatif
tinggi. Pengeringan campuran lem ini bisa mencapai 100 menit sebelum
kemudian mengeras sempurna dan tidak dapat di gunakan lagi, Jika kita terlalu
banyak membuat campuran maka akan sanngat tidak ekonomis. Kekurangan
dari bahan lem perekat kayu epoxy adalah memiliki "glue line" atau bekas lem
yang cukup terlihat dan juga sifat kerasnya yang justru menjadi bumerang
karena jika permukaan komponen yang di sambung bergerak sedikit saja maka
lem akan pecah (retak). untuk aplikasi luar ruangan (Outdoor Furniture )
mungkin kurang cocok jika menggunakan bahan perekat ini.

Lem Busa (Polyurethane); Disebut lem busa karena saat sudah kering lem ini
berbentuk busa atau foam. Lem ini berbahan dasar synthetic Polyurethane
yang kuat dan tahan terhadap cuaca. Banyak di gunakan sebagai perekat
sambungan Finger Joint dan butt joint, sifanya yang weather reactance dan
mengisi rongga yang kosong pada sambungan. Kekurangannya adalah
kekuatan yang kurang untuk aplikasi pada struktur konstruksi.

Lem Super (cyanocrylate adhesive); lem ini sebagai lem berbentuk cairan
bening dengan glue line menyesuaikan residu bahan yang direkatkannya. Lem
ini hanya diaplikasikan pada finishing produk mebel yang memerlukan
perbaikan dengan hanya sedikit waktu tersedia. Lem ini bisa mengering dalam
waktu beberapa detik saja.

Gambar 13-4 : Sambungan Kayu Dengan Perekat

2. Sambungan Kayu Memanjang

Perhatikan bagian-bagian bangunan di sekitarmu, kamu sudah mengenal


komponen, seperti kuda-kuda, lantai, pintu, tiang, dan seterusnya yang terbuat
dari kayu. Perhatikan juga apakah kayu-kayu yang terpasang tersebut tidak
semuanya utuh ?, tentu ada bagian–bagian yang disambung. Dibandingkan
dengan bahan bangunan yang lain, kayu mempunyai sifat yang khas yaitu
kekuatannya besar, kenyal, ulet, keras, dan mudah dikerjakan. Selain itu kayu
mudah terbakar, tidak tahan lembab, mudah lapuk, dan dapat berubah
bentuknya. Pemakaian kayu sebagai bahan bangunan didasarkan pada tingkat
keawetan dan kekuatannya. Karena kayu merupakan bahan bangunan alam,
maka dari pohonnya kayu dapat dibentuk berbagai macam ukuran yang berupa
balok, dan papan. Di perdagangan ukuran kayu umumnya sudah tertentu
antara lain : (ukuran dalam satuan cm)
 6/12 ; 6/10 ; 8/12 ; 10/10 ; 15/15, disebut balok
 2/15 ; 2/20 ; 3/25 ; 3/30 ; 4/40, disebut papan
 4/6 ; 5/7 , disebut usuk atau kaso
 2/3 ; 3/4 , disebut reng
 1/3 ; 1/4 ; 1/6, disebut plat

Keterbatasan panjang kayu yang ada diperdagangan, maka untuk suatu


konstruksi kayu yang panjang diperlukan adanya sambungan kayu. Pengertian
sambungan kayu adalah dua batang kayu atau lebih yang saling disambungkan
satu sama lain sehingga menjadi satu batang kayu yang panjang. Pengertian
hubungan kayu adalah dua batang kayu atau lebih yang saling dihubungkan
satu sama lain pada satu titik tertentu sehingga menjadi satu bagian konstruksi.
Perlu diperhatikan syarat-syarat hubungan kayu, antara lain : dibuat
sesederhana mungkin tapi kokoh, hindari menakik kayu yang dalam, perhatikan
penempatan sambungan, harus tahan terhadap gaya yang bekerja padanya,
konstruksi sambungan dibuat yang pas, jangan menggunakan kayu yang cacat.
Pada prinsipnya sambungan kayu dapat dibagi menjadi tiga macam yaitu ; 1)
Sambungan kayu ke arah memanjang, 2) Sambungan kayu ke arah melebar,
dan 3) Sambungan kayu ke arah menyudut.Selain tiga macam sambungan
kayu tersebut di atas, masih ada lagi dua sambungan lain yaitu sambungan
bersusun dan sambungan dengan pengunci. Sambungan kayu ke arah
memanjang ada dua macam yaitu memanjang ke arah mendatar (misalnya
sambungan bibir lurus, sambungan bibir lurus berkait, sambungan bibir miring,
sambungan bibir miring berkait), dan ke arah tegak (misalnya sambungan
takikan lurus, sambungan mulut ikan, sambungan takikan lurus rangkap,
sambungan purus lurus).

Sambungan Bibir Lurus


Sambungan Bibir Lurus Berkait
Sambungan Bibir Miring

Sambungan Takikan
Sambungan Takikan Lurus
3. Sambungan Kayu Melebar

Sambungan kayu melebar ada dua macam yaitu melebar kearah horizontal
(kebanyakan digunakan konstruksi lantai) dan melebar ke arah vertikal (yang
sebagian besar digunakan pada konstruksi dinding). Materi kegiatan belajar 2
meliputi menggambar beberapa macam sambungan kayu melebar yaitu
:Sambungan lidah dan alur, Sambungan lidah lepas dan alur, Sambungan lidah
bersponing dan alur, Sambungan lidah miring dan Sambungan papan melebar
ke arah tegak.

Teknik penyambungan arah melebar bermacam-macam ada dengan perekat,


paku, alur dan lidah dengan profil. Dengan paku sambungan akan lebih rapat
walaupun terjadi susut pada papan tersebut. Bila dengan sambungan bentuk
lain khawatir ada penyusutan sehingga dinding akan kelihatan jelek, maka
dibuat lat atau profil untuk mengelabui, di samping untuk factor keindahan
dalam pemasangan. Untuk papan-papan yang akan dipergunakan sebagai
lantai atau dinding bangunan, disambung terlebih dahulu agar lantai maupun
dinding kayu dapat rapat dan kelihatan bersih. Akan tetapi sebelum membuat
sambungan hendaknya perlu diperhatikan dahulu sisi mana yang akan
disambung.

Gambar 13-5: Macam-macam Bentuk Sambungan Kayu Melebar


Sambungan Lidah Alur
Sambungan Lidah Miring
4. Sambungan Kayu Menyudut

Perhatikan dan pahami,Sambungan kayu menyudut pada garis besarnya ada


dua macam yaitu pertama yangmembentuk sudut siku dan kedua yang
membentuk sudut miring. Bentuksambungan kayu menyudut ada tiga macam
yaitu sambungan sudut,sambungan pertemuan, dan sambungan persilangan.
Materi kegiatanbelajar 3 meliputi menggambar beberapa macam sambungan
kayumenyudut yaitu :
 Sambungan takikan lurus, sambungan purus dan lubang
terbuka,sambungan purus dan lubang dengan spatpen purus alur.
 Sambungan takikan lurus ekor burung, sambungan purus danlubang
terbuka, sambungan purus dan lubang tertutup,sambungan purus dan
lubang dengan gigi tegak, sambunganpurus dan lubang dengan gigi
garis bagi, sambungan takikan lurusekor burung, sambungan Raveling
ekor burung.
 Sambungan voor loef.
Gambar 13-6 : Sambungan Kayu Voor Loef
B. Pekerjaan Kusen Kayu

Setelah kita mempunyai perencanaan membangun, seperti bangunan rumah


tinggal, ruko, kantor dan lain sebagainya, selanjutnya adalah mempersiapkan
bahan material bangunan dan salah satunya adalah kusen. Bahan untuk kusen
sebuah rumah sekarang sudah bervariasi bukan hanya menggunakan kayu
saja tetapi ada yang terbuat dari logam, aluminium, bahkan bahan lain seperti
plastik, ini dapat kita lihat pada kusen dan pintu kamar mandi yang dijual di toko,
begitu prkatis,kusen dan pintu plastik siap untuk di pasang. Walau begitu,
bahan kayu masih banyak dimintai, karena tekstur yang unik, alami dan dapat
di finishing sesuai keinginan yang beragam,

Dalam memilih kayu sebagai bahan kusen maupun bahan jendela atau pintu,
sebaiknya kita mengetahui terlebih dahulu kusen-kusen yang akan kita buat,
seperti:
 Kusen Pintu jenisnya dibedakan dari segi ukurannya yaitu, ada pintu
utama atau ruang tamu, pintu kamar tidur, pintu kamar mandi dan pintu
garasi disesuaikan dengan desain rumah yang ada.
 Kusen Jendela, dibedakan dari segi ukurannya yaitu, Jendela ruang
tamu, jendela kamar tidur, jendela dapur.
 Kusen Fentilasi, biasanya untuk ruang tamu, kamar tidur sama, hanya
kamar mandi dan dapur saja yang berbeda.
 Bahan daun pintu dan daun jendela.
 Bahan furnitur atau meubelir lain

Banyak jenis kayu yang akan dibuat jadi kusen, yang banyak dikenal adalah
jenis kayu Kalimantan. Jenis kayu dari pulau kalimantan biasa dipakai
dalam pembuatan meubel atau furniture juga kusen, pintu, jendela dan lain
sebagainya, dan masing-masing jenis memiliki kelebihan dan
kekurangannya, berikut jenis-kayu kalimantan yang banyak dikenal, yaitu;
1) Kamfer samarinda; Jenis kayu yang ini sangat cocok untuk bahan
daun pintu minimalis, karena kayu ini biasanya dapat dikeringkan
dengan oven.
2) Bengkirai; Kayu bengkirai merupakan salah satu jenis kayu yang
berkualitas bagus, kayu bengkirai mudah diproses seperti diserut,
dipotong, diukirdan lain lainl. Oleh sebab itu, banyak orang yang
memasukkan kayu bengkirai ini ke dalam golongan jenis-jenis kayu
pertukangan.Dan dalam prakteknya, saat ini banyak sekali orang-
orang yang menggunakankayu bangkirai ini untuk memproduksi
beraneka macam produk dari kayu. Kayu bengkirai identik dengan
kayu kuat, karena kayu jenis ini biasanya berbobot lebih berat dan
keras, namun kayu ini rentan tehadap cuca panas yang biasanya
menyebabkan retak pada permukaan kayu.
3) Kruing; Jenis kayu ini biasanya berwarna coklat memiliki serat yang
lurus dan biasanya berminyak, dalam keadaan kering kayu ini mirip
seperti kamfer.
4) Meranti; Kayu meranti ada yang berwarna putih, dan coklat berserat
lurus, dan berbobot ringan.
5) Kayu Jati; kayu jati yang paling dikenal orang adalah karena
keawetannya dan daya tahannya terhadap perubahan cuaca
dibandingkan dengan jenis kayu lain, selain itu karakter serat dan
warnanya memiliki ciri khas tersendiri, kayu jati dari pulau Jawa
khusunya Jawa imur seperti Jepara, terkenal sampai ke
mancanegara.
6) Mahoni.
7) Durian
8) Nangka
9) Dan lain sebagainya.

Beberapa jenis ukuran kusen kayu untuk pintu dan jendela yang umum dikenal
di pasaran, antara lain yaitu;
1) Ukuran: 5/10 5/12 5/14 5/15 cm
2) Ukuran: 6/10 6/12 6/14 6/15 cm
3) Ukuran: 7/12 cm
1) Pada pintu rangkap dengan dua daun: 8/10 8/12 8/14 8/15 cm
Beberapa jenis kusen kayu untuk pintu dan jendela yang umum dikenal di
pasaran, antara lain yaitu;
1) Kusen gundul ( satu lubang)
2) Kusen Jalusi (jalusi peregi atau bulat)
3) Kusen gendong (dua lobang/ 3-lobang)
4) Daun pintu panel
5) Daun pintu minimalis

Contoh Kusen Pintu dan Jendela Yang ada di jual di pasaran

Gambar 13-7 : Model Pintu dan Jendela


Dalam ilmu konstruksi, khusunya konstruksi kayu, dikenal bagian-bagian
Kusen kayu , yaitu;
1) Tiang (style).
2) Ambang (dorpel) pada kusen jendela terdapat ambang atas dan
ambang bawah sedangkan pada pintu tidak ada ambang bawah.
3) Sponneng, yaitu tempat perletakan/melekatnya daun pintu atau daun
jendela.
4) Telinga, yaitu bagian ambang (dorpel) yang masuk/ditanam kedalam
tembok yang berfungsi untuk menahan gerakan kusen kemuka atau
kebelakang.
5) Alur kapur, bagian dari tiang (style) yang dialur/dicoak dengan fungsi
untuk menahan gerakan kusen kemuka atau kebelakang selain itu juga
agar apabila terjadi penyusutan, tidak timbul celah.
6) Angkur, dipasang pada tiang (style), berfungsi untuk memperkuat
melekatnya pada tembok juga menahan gerakan ke samping.dan ke
muka/ke belakang.
7) Duk (neut), dipasang pada tiang (style) di bagian bawah, khusus untuk
kusen pintu, berfungsi untuk menahan gerakan tiang ke segala arah dan
melindung tiang kayu terhadap resapan air dari latai ke atas.

Gambar 13-8: Bagian-bagian Kusen Pintu kayu


Gambar Kusen Pintu Tunggal (Gundul)
Kusen Pintu Gendong
Kusen Pintu Gendong Jalusi Melingkar
Kusen Jendela
Kusen Jendela Km/Wc

Beberapa Model Pintu dan Jendela yang banyak di jual di pasaran, berbagai
macam, ada yang belum di finshing dan ada yang telah di finishing dengan
berbagai corak dan warna.
Gambar 13-9: Model Pintu di Jual di Pasaran
1. Teknik Pemasangan Kusen Pintu

Cara pemasangan kusen pintu adalah sebagai berikut;


1) Siapkan alat dan bahan secukupnya di tempat yang aman dan mudah
dijangkau.
2) Rentangkan benang berjarak separuh dari tebal kusen terhadap as
bouwplank untuk menentukan kedudukan kusen.
3) Pasang angker pada kusen secukupnya.
4) Dirikan kusen dan tentukan tinggi kedudukan kusen pintu yaitu 2 meter
dari tinggi bouwplank.
5) Setel kedudukan kusen pintu sehingga berdiri tegak dengan
menggunakan unting-unting.
6) Pasang skur sehingga kedudukannya stabil dan kokoh.
7) Pasang patok untuk diikat bersama dengan skur sehingga kedudukan
menjadi kokoh.
8) Cek kembali kedudukan kusen pintu, apakah sudah sesuai pada
tempatnya, ketinggian dan ketegakan dari kusen.
9) Bersihkan tempat sekelilingnya.
Gambar 13-10: Pemasangan Kusen Kayu
Jawablah pertanyaan berikut ini dengan singkat dan jelas!

1. Sebutkan bagian-bagian dari kusen pintu dan jendela .!


2. Sebutkan macam-macam jenis kusen!
3. Apa kegunaan sponing pada kusen kayu!
4. Apa kegunaan dari umpak (neut) pada kusen pintu

Pemasangan Kusen Jendela, Berikut beberapa langkah kerja atau pedoman


pemasangan kusen pintu kayu, adalah sebagai berikut;
1) Siapkan alat dan bahan secukupnya di tempat yang aman dan mudah
dijangkau.
2) Rentangkan benang selebar setengah ukuran batu bata dari as
bouwplank.
3) Pasang bata setengah batu setinggi dasar kusen jendela .
4) Rentangkan benang setinggi 2 meter dari bouwplank.
5) Pasang kusen jendela setinggi benang tersebut.
6) Pasang kusen jendela sampai betul-betul tegak dengan pertolongan
unting-unting.
7) Pasang skur agar kedudukannya stabil dan kuat.
8) Cek kembali posisi kusen jendela sampai terpasang pada keadaan yang
benar.
9) Bersihkan tempat sekelilingnya.
Gambar 13-11: Pemasangan Kusen Jendela pada Konstruksi Dinding

Ambang atas

Ambang tengah

Tiang
Ambang bawah

BAGIAN-BAGIAN KUSEN PINTU DAN JENDELA


Rangkuman

 Fungsi kusen Pintu dan jendela sebagai alat sirkulasi


udara maupun cahaya dari suatu bangunan.
 Bagian-bagian yang penting dari kusen jendela:

1. Tiang
2. Ambang atas
3. Ambang bawah
4. Ambang tengah
 Kupingan/Kuping, fungsinya untuk dapat dibuat
hubungan pen yang baik hanya dibuat jika kusen
dipasang pada tembok, Jika dipasang/menempel
pada kolom, kuping ditiadakan
 Angker di buat dari besi dipasang pada tembok atau
kolom praktis. Jika kusen dipasang pada kolom
utama dari beton maka tidak perlu menggunakan
angker, sebab kusen dipasang kemudian dengan
cara diselipkan dan angker digeser antara kolom
tersebut sebagai pengganti angker dipakai sekrup
“Fisher“
 Sponing kapur, adalah suatu cowakan dibuat pada
kuping, tiang sisi luar dan ambang bawah, sedangkan
pada ambang atas tidak terdapat sponing kapur hal
ini dikarenakan untuk menghindari penglihatan
tembus apabila terjadi pemuaian kayu.
2. Teknik Pemasangan Daun Pintu dan Jendela

Memasang Daun Pintu; Pintu terdiri dari kusen atau gawang dan daun pintu.
Kusen dipasang tetap atau mati di dalam tembok, sedang daunnya
digantungkan pada kusen dengan menggunakan engsel sehingga dapat
berputar pada engsel, berputar ke kiri atau ke kanan. Namun, daun pintu ada
yang tidak berputar pada engsel, melainkan bergeser didepan kusennya. Pintu
tersebur dinamakan dengan pintu geser.Kedudukan daun pintu pada saat
ditutup melekat dengan sponingpada kusen pintu, kecuali pada bagian bawah,
kedudukannyadibuat beberapa cm di atas lantai.

Ukuran Daun Pintu; Jumlah daun pintu ada yang tunggal, ada pula yang
ganda, lebar dan tingginya daun pintu diukur dari sisi dalam kusen sampai
sisiluar kusen. Ukuran yang lazim dipakai untuk pintu adalah sebagaiberikut:
 Tinggi : 2,00-2,10 meter
 Lebar : 0,70-0,90 meter (tunggal), 0,60-0,80 meter (ganda)
 Tebal : 0,30-0,40 meter.

Cara Pemasangan, Berikut beberapa langkah kerja atau pedoman


pemasangan daun pintu kayu;
1) Ukur lebar dan tinggi kusen pintu.
2) Ukur lebar dan tinggi daun pintu.
3) Ketam dan potong daun pintu (bila terlalu lebar dan terlalu tinggi).
4) Masukkan/pasang daun pintu pada kusennya, stel sampai masuk
dengan toleransi kelonggaran 3 – 5 mm, baik ke arah lebar maupun
kearah tinggi.
5) Lepaskan daun pintu, pasang/tanam engsel daun pintu pada tiang daun
pintu (sisi tebal) dengan jarak dari sisi bagian bawah 30 cm, dan dari
sisi bagian atas 25 cm (untuk pintu dengan 2 engsel), dan pada bagian
tengah (untuk pintu dengan 3 engsel)
6) Masukkan/pasang lagi daun pintu pada kusennya, stel sampai baik
kedudukannya, kemudian beri tanda pada tiang kusen pintu tempat
engsel yang sesuai dengan engsel pada daun pintu.
7) Lepaskan sebelah bagian engsel pada daun pintu dengan cara melepas
pennya, kemudian pasang/tanam pada tiang kusen
8) Pasang kembali daun pintu pada kusennya dengan memasangkan
engselnya, kemudian masukkan pennya sampai pas, sehingga
terpasanglah daun pintu pada kusen pintunya.
9) Coba daun pintu dengan cara membuka dan menutup.
10) Bila masih dianggap kurang pas, lepaskan daun pintu dengan cara
melepaskan pen.
11) Stel lagi sampai daun pintu dapat membuka dan menutup dengan baik,
rata dan lurus dengan kusen.
Gambar 13-12: Pemasangan Daun Pintu

Memasang Daun Jendela; Seperti halnya pintu, jendela terdiri atas kusen atau
gawang dandaun jendela. Kusen dipasang tetap atau mati di dalam tembok,
sedangdaunnya digantungkan pada kusen dengan menggunakan
engselsehingga dapat berputar pada engsel, berputar horizontal (ke kiri
dankekanan) atau berputar vertikal (ke atas dan ke bawah). Namun, ada
jenisjendela yang tetap atau mati, biasa disebut jendela mati dengan
tujuanuntuk penerangan. Kedudukan daun jendela pada saat ditutup
melekatdengan sponing pada kusen jendela.

Ukuran Daun Jendela; Jumlah daun jendela ada yang tunggal, ada pula yang
ganda.Lebar dan tingginya daun jendela diukur dari sisi dalam kusen sampai
sisiluar kusen. Ukuran yang lazim dipakai untuk pintu adalah sebagai berikut:
1) Tinggi : 0,80-1,70 meter (menyesuaikan dengan fungsi dankondisi
bangunan)
2) Lebar : 0,60-0,80 meter
3) Tebal : 0,30-0,40 meter.

Cara Pemasangan;
1) Ukur lebar dan tinggi kusen jendela.
2) Ukur lebar dan tinggi daun jendela.
3) Ketam dan potong daun jendela (bila terlalu lebar dan terlalu tinggi).
4) Masukkan/pasang daun jendela pada kusennya, stel sampai
masukdengan toleransi kelonggaran 3 – 5 mm, baik ke arah lebar
maupunkearah tinggi.
5) Lepaskan daun jendela, pasang/tanam engsel daun jendela padatiang
daun jendela (sisi tebal) dengan jarak dari sisi bagian bawah15-20 cm
dari bagian tepi (untuk putaran horizontal) atau engselditanam pada
bagian ambang atas daun jendela dengan jarak 15-20cm dari bagian
tepi (untuk putaran vertikal).
6) Masukkan/pasang lagi daun jendela pada kusennya, stel sampai
baikkedudukannya, kemudian beri tanda pada tiang/ambang atas
jendelatempat engsel yang sesuai dengan engsel pada daun jendela.
7) Lepaskan sebelah bagian engsel pada daun jendela dengan
caramelepas pennya, kemudian pasang/tanam pada tiang/ambang
ataskusen
8) Pasang kembali daun jendela pada kusennya dengan
memasangkanengselnya, kemudian masukkan pennya sampai pas,
sehinggaterpasanglah daun jendela pada kusen jendelanya.
9) Coba daun jendela dengan cara membuka dan menutup.
10) Bila masih dianggap kurang pas, lepaskan daun jendela dengan
caramelepaskan pen.
11) Stel lagi sampai daun jendela dapat membuka dan menutup denganbaik,
rata dan lurus dengan kusen
1. Sebutkan alat sambungan kayu yang kamu ketahui ?
2. Jelaskan apa pengertian sambungan kayu dan apa pula
maksudnya hubungan kayu ?
3. Ada bermacam-macam sambungan kayu, sebutkan bentuk
sambungan kayu yang kamu kenal !
4. Tentu kamu kenal kusen kayu, baik untuk pintu atau
jendela, sebutkan jenis (nama) kayu yang dapat dijadikan
kusen ?
5. Beberapa jenis ukuran kusen kayu untuk pintu dan jendela yang
umum dikenal di pasaran, sebutkan ukuran kayu kusen yang
umum di pasaran, baik itu bahan mentah maupun setelah jadi
kusen
6. Beberapa jenis kusen kayu untuk pintu dan jendela yang umum
dikenal di pasaran, sebutkan jenis (nama) kusen yang kamu kenal
!
7. Apa fungsi angkur pada kusen, jelaskan !
8. Pada kusen pintu dari kayu, dikenal istilah Duk (neut), di bagian
manakah dipasang ? dan apa fungsinya ?
C. Konstruksi Kuda Kuda Kayu

Konstruksi kuda-kuda terdiri dari rangakaian batang yang selalu membentuk


segitiga. Dengan mempertimbangkan berat atap serta bahan dan bentuk
penutupnya, maka konstruksi kuda-kuda satu sama lain akan berbeda, tetapi
setiap susunan rangka batang harus merupakan satu kesatuan bentuk yang
kokoh yang nantinya mampu memikul beban yang bekerja tanpa mengalami
perubahan. Kuda-kuda diletakkan diatas dua dudukan bisa tembok, ring balok
atau tumpuan kolom selaku tumpuannya. Perlu diperhatikan bahwa tembok
diusahakan tidak menerima gayahorisontal maupun momen, karena tembok
hanya mampu menerimabeban vertikal saja. Kuda-kuda diperhitungkan mampu
mendukungbeban-beban atap dalam satu luasan atap tertentu. Beban-beban
yangdihitung adalah beban mati (yaitu berat penutup atap, reng, usuk,gording,
kuda-kuda) dan beban hidup (angin, air hujan, orang pada
saatmemasang/memperbaiki atap), dan beban beban lain sesuai kondisi dan
desain yang direncanakan.

Kuda-kuda merupakan penyangga utama pada struktur atap, umumnya kuda-


kuda terbuat dari kayu, bambu, baja, dan beton bertulang. Kuda-kuda kayu
digunakan sebagai pendukung atap dengan bentang maksimal sekitar 12 m.
Kuda-kuda bambu pada umunya mampu mendukung beban atap sampai
dengan 10 meter, Sedangkan kuda-kuda baja sebagai pendukung atap,
dengan sistem frame work atau lengkung dapat mendukung beban atap sampai
dengan bentang 75 meter, seperti pada hanggar pesawat, stadion olah raga,
bangunan pabrik, dan sebagainya. Kuda-kuda dari beton bertulang dapat
digunakan pada atap dengan bentang sekitar 10 hingga 12 meter. Pada kuda-
kuda dari baja atau kayu diperlukan ikatan angin untuk memperkaku struktur
kuda-kuda pada arah horisontal.

Berikut beberapa hubungan dan sistem sambungan bagian bagian dari


konstruksi kuda-kuda kayu. Bentuk dan sistem hubungan kayu di bawah ini
hanya sebagai salah satu contoh, banyak macam jenis hubungan dan
sambungan kayu yang dapat dibuat.
Gambar 13-13 : Rencana Kuda-kuda Kayu
Gambar 13-14: Kuda-kuda Kayu dengan Bagian-bagian
Gambar 13-15: Batang-batang Kuda-kuda Kayu Menggunakan Batang Gapit
Perhatikan gambar di atas, Keterangan gambar:
a. Balok tarik
b. Balok kunci
c. Kaki kuda-kuda
d. Tiang gantung
e. Batang Sokong
f. Balok Gapit
g. Balok Bubungan
h. Balok Gording
i. Balok Tembok
j. Balok bubungan miring
k. Balok tunjang
l. Tiang Pincang
m. Balok Pincang

Berikut ini beberapa gambar hubungan dan detail konstruksi kuda-kuda kayu,
dan sistem hubungan dan sambungan yang dapat dijelaskan, dengan
bermacam jenis hubungan atau ambungan yang dapat dipakai.

Skema 13-16: Konstruksi Kuda-kuda Kayu


 Detail A:Hubungan kaki kuda-kuda dengan balok penggantung Kaki kuda-kuda
menerima gaya tekan sedangkan balok penggantung menerima gaya tarik (lihat skema
gaya). Sehingga hubungan antara kedua balok dapat dilaksanakan sistem gigi dan untuk
memperkuat hubungan tersebut dibantu dengan pelat baja, atau dengan perkuatan lain.

Gambar 13-17: Skema gaya-gaya Kaki Kuda-kuda

Gambar 13-18 : Detail A

 Detail B:Hubungan balok tarik, penggantung dan balok penyokong. Balok tarik menerima
gaya tarik, balok penggantung menerima gaya tarik sedang balok penyokong menerima
gaya tekan. Sehingga hubungan antara balok tarik dan penggantung dapat dilaksanakan
dengan sistem pen dan purus yang diperkuat dengan begel pelat baja, sedangkan untuk
balok penyokong dan penggantung tetap menggunakan sistem gigi, atau berbagai bentuk
variasi sambungan lain.

Gambar 13-19 ;Model Detail B

Gambar 13-20 : Model Alternatif Detail B


 Detail C; Hubungan balok kaki kuda-kuda dengan balok penyokong. Baik balok kaki kuda-
kuda maupun balok penyokong semuanya mene-rima gaya tekan, sehingga hubungan antara
kedua balok tersebut dapat dilaksanakan dengan sistem hubungan gigi, pen dan purus yang
dikunci dengan pasak dari kayu.
Gambar 13-21 ; Detail C

 Detail D:Hubungan balok kaki kuda-kuda dengan balok tarik Balok kaki kuda-kuda menerima
gaya tekan dan balok tarik menerima gaya tarik. Sehingga hubungan kedua balok tersebut
dapat dilaksanakan dengan sistem gigi bahkan karena gaya tekan yang ada pada balok kaki
kuda-kuda terlalu besar pada gigi ganda yang dilengkapi dengan begel pelat baja. Sambungan
gigi tunggal
• tm  ¼ h. bila  50 
• tm  1/6h. bila  60 
• h = tinggi balok datar
Panjang kayu muka
• S = gaya tekan kaki kuda-kuda
•  = tegangan yang diizinkan sesuai mutu kayu 8, 12, 20 kg/cm2)
• b = lebar kayu datar

Sambungan gigi rangkap


• Syarat :tm2 – tm1>1 cm

Gambar 13-22 : Detail D


Gambar 13-23: Sambungan Kayu Gigi Rangkap

 Agar konstruksi kuda-kuda ini tidak melentur maka digapit sepasang balok dan dikencangkan
dengan menggunakan baut dan mur. Umumnya balok 6 x 12 cm. (lihat gambar berikut)

Gambar 13-24 : Balok Gapit Pada Balok Penggantung

D. Konstruksi Loteng Kayu


Loteng adalah salah satu bentuk ruangan dalam sebuah rumah yang biasanya letaknya di bagian
atas.Dalam penggunaannya, loteng digunakan untuk tingkat atas.Loteng dalam sebuah rumah
pada umumnya digunakan untuk berbagai fungsi. Biasanya untuk gudang atau kamar tidur, dan
ada juga orang membangun loteng untuk digunakan sebagai tempat jemuran.Jadi loteng
merupakan ruang tambahan yang dibangun diatas rumah.Beberapa desain loteng bahkan
mengambil tempat diruang plafon. Hal ini jika rumah kita didaerah tropis seperti Indonesia, sangat
tidak disarankan loteng ini sebagai kamar tidur, tapi jika hanya sebagai gudang silahkan saja,
karena ruang plafon adalah ruang isolasi panas dari penutup atap supaya tidak menerus turun
ke bawah.

Gambar 13-25: Balok dan Lantai Loteng

Pada konstruksi loteng, kita mengenal namanya balok induk dan balok anak, yaitu tempat
diletakkanya papan lantai, baik itu dari bahan papan solid atau papan olahan, dan dapat pula
sebagai penopang plafond pada bagian bawahny. Berikut adalah nama dan fungsi balok-balok
yang ada pada konstruksi loteng;, yaitu:
1. Balok Induk; adalah semua balok yang melintang tanpa topang pada seluruh lebar
bangunan dan pada kedua ujungnya bertumpu pada kolom. Konstruksi agar aman dibuat
pada bentang terpendek
2. Balok Anak; adalah balok yang pada kedua ujungnya bertumpu pada balok induk,
digunakan untuk memperkecil petak-petak lantai disetiap ruangan.
3. Balok Bagi, adalah balok yang pada kedua ujungnya bertumpu pada balok anak atau
balok induk atau pada salah satunya bertumpu pada balok anak atau balok induk, dapat
berfungsi sebagai untuk memperkecil petak-petak lantai.

Gambar 13-26 : Balok dan Lantai Loteng

Kemudian Pelat lantai kayu, umumnya dibuat dari rangkaian papan kayu yang disatukan menjadi
kesatuan yang kuat, sehingga membentuk bidang yang luas. Bahan untuk lantai kayu loteng,
dapat juga dibuat dari bahan kayu olahan, untuk mendapatkan bahan lantai kayu yang bermutu,
maka fungsi material kayu tersebut harus maksimal. Beberapa pedoman dapat dipakai,
diantaranya harus memilih jenis kayu yang tahan cuaca dan rayap, misalnya kayu jati, eboni,
besi, atau ulin, damar laut, bangkirai, dan merbau. Selain itu harus dipastikan kayu yang
digunakan memiliki kadar air yang sangatminimal. Kandungan air tinggi dapat membuat kayu
menjadi memual, susut atau retak. Selain itu lakukan pula proses finishing dan pelapisan dengan
zat anti rayap, dan jika ingin memperoleh tekstur permukaan, pakailah pelitur atau vernis, bisa
juga dengan mengecatnya dengan cat kayu. Untuk lantai kayu, akanlebih baik menggunakan
kayu jenis solid, karena kayu solid tersebut tahan dari serangan rayap selain memiliki tekstur
yang cantik

Bila lantai loteng menggunakan kayu solid, diambil papan yang standar, dan umumnya ukuran
lebar papan umumnya 20 – 30 cm, tebal papan dapat dipilih ukuran 2 – 3 cm, dengan jarak balok-
balok pendukung antara 60 – 80 cm. Ukuran balok berkisar antara 8/12, 8/14, 10/14 untuk
bentangan 3 – 3,5 m. balok-balok kayu ini dapat diletakkan di atas pasangan bata 1 batu atau
ditopang oleh balok beton, ring balok besi atau kayu.
Beberapa keuntungan menggunakan lantai loteng dengan konstruksi pelat kayu, Antara lain
adalah; Mudah dikerjakan, Beratnya ringan, Memunculkan Kesan Alami, Membuat Ruangan
Menjadi hangat, Lebih leluasa dalam memilih motif yang sesuai dengan desain interior. Beberapa
kerugian menggunakan lantai loteng dengan konstruksi pelat kayu, anatara lain adalah; Hanya
boleh untuk konstruksi bangunan sederhana dengan beban ringan, Bukan peredam suara yang
baik, suara gaduh atau hentakan kaki dari penghuni atas dapat mengganggu penghuni di lantai
bawahnya, Sifat bahan permeable (rembes air) jadi tidak dapat dibuat kamar mandi/WC di lantai
atas, Mudah terbakar, jadi tidak boleh membuat dapur di atasnya, Tidak dapat dipasang tegel,
jadi mengurangi kesan mewah (hanya dapat ditutup karpet, vinyl, atau sejenisnya), Dapat
dimakan bubuk atau serangga, berarti keawetan bahan terbatas, Mudah rusak oleh pengaruh
cuaca yang berubah-rubah (panas dan hujan) jadi hanya cocok untuk bangunan yang terlindung.

Perawatan loteng dengan bahan lantai kayu, dapat dilakukan seperti;Hindarkan kayu dari air, jika
lantai kayu ditutupi dengan karpet, sering-seringlah membersihkan area karpet ini dengan
vacuum agar debu tidak turun melalui serat-serat karpet dan mengotori lantai kayu.Jangan
pernah menggeser furnitur di atas lantai kayu. Pergunakan alas yang lembut seperti lap atau
handuk pada bagian bawah furnitur saat hendak memindahkannya, hal ini menghindarkan
terjadinya goresan pada lantai kayu.

Contoh rumah panggung adalah sebuah aplikasi konstruksi loteng kayu, penggunaan papan
sebagai pelat kayu.Perbedaan dengan konstruksi loteng seperti penjelasan di atas, hanya
terletak pada posisi lantai, dimana pada loteng biasanya adalah bagian tingkat dua atau bagaian
atas sebuah rumah.Swedangkan rumah panggung, lantai pertama atau lantai dasar adalah lantai
rumah panggung itu sendiri.Sebagai gambaran dapat dilihat penjelasan gambar rencana sebuah
proyek rumah sehat dari konstruksi panggung dengan lantai kayu, dan penjelasan detail
beberapa hubungan balok induk, balok anak, kolom, dan lantai kayu.Rencana rumah panggung
kayu salah satu aplikasi penggunaan kayu sebagai lantai.
Gambar 13-27: Rencana Rumah Sehat Konstruksi Kayu Panggung
Gambar 13-28 : Isometri Rencana Balok Induk Konstruksi Loteng Kayu

Gambar 13-29:Isometri Konstruksi Lantai Panggung Kayu


Gambar 13-30: Isometri Hubungan Kolom, Balok Induk dan Balok Anak

Gambar 13-31 : Isometri Hubungan Kolom, Balok-balok dan Papan Lantai


E. Konstruksi Plafon Kayu

Plafon adalah bagian konstruksi merupakan lapis pembatas antara rangka bangunan dengan
rangka atapnya, sehingga bisa sebagai atau dapat dikatakan tinggi bangunan dibawah rangka
atapnya. Plafon atau sering disebut juga langit-langit merupakan bidang atas bagiandalam dari
ruangan bangunan ( rumah ). Pada dasarnya plafon dibuat dengan maksud untuk mencegah
cuaca panas atau dingin agar tidak langsung masuk ke dalam rumah setelah melewati atap.
Namun demikian dewasa ini plafon tidak lagi hanya sekedar penghambat panas atau
dingin,melainkan juga sebagai hiasan yang akan lebih mempercantik interiorsuatu bangunan.
Plafon biasanya dibuat dengan ketinggian tertentu, namun sebagai variasi ada juga yang dibuat
tidak selalu rata. Variasitersebut dikenal sebagai plafond drop ceiling.

Beberapa fungsi plafon dibuat antara lain adalah :


1) Plafon dapat mengurangi panas dari sinar matahari melalui bidang atap
2) Plafon sebagai finishing (elemen keindahan), mempunyai tempat untuk menggantungkan
bola lampu, sedang bagian atasnya untuk meletakkan kabel – kabel listriknya (sparing
instalasi).
3) Plafon merupakan bagian dari interior yang didesain sehingga ruangan menjadi sejuk dan
enak dipandang (artistik), supaya ruangan di bawah atap selalu tampak bersih, dan tidak
tampak kayu dari rangka-atapnya.
4) Plafon dapat juga sebagai meredam suara air hujan yang jatuh diatas atap, terutama pada
penutup atap dari bahan logam, untuk menahan kotoran yang jauh dari bidang atap
melalui celah-celah genteng.
5) Plafon berfungsi juga sebagai isolasi panas yang datang dari atap atau sebagai penahan
perambatan panas dari atap (aluminium foil).

Untuk pemasangan plafon diperlukan konstruksi khusus untuk menggantungkannya yang dikenal
dengan nama rangka plafon. Bahan rangka plafon yang umum digunakan adalah kayu, meskipun
dewasa inidikenal juga rangka plafon dari bahan besi hollow (besi berbentuk kotak). Bahan ini
tahan terhadap rayap dan api yang membuat plafon bertahanlama dibanding menggunakan
kayu.Ukuran batang rangka plafon ditentukan dari jarak bentang dariruangan, jenis bahan yang
digunakan, dan panjang-pendeknya batanggantung.

Ukuran-ukuran batang yang biasa dipakai seperti tercantum pada daftar berikut.
JARAK PERLETAKAN (CM) LEBAR (CM) Tinggi (cm)
100 – 200 5 7
200 – 300 6 8
300 – 400 6 10
400 - 500 6 12

Ukuran-ukuran batang kayu tersebut berdasarkan pengalamanempiris dan yang biasa


digunakan.Ukuran tersebut dapat saja berubahsesuai dengan hasil hitungan berdasarkan
kekuatan kayu. Rangka langit-Iangit untuk kuda-kuda biasa dibuat dari kayuukuran 4/6 atau 5/7,
dilengkapi dengari klos dari reng 2/3 cm yangdipasang berselang-seling.Pada kuda-kuda papan
untuk rangka langit-Iangit cukup dengan menggunakan kayu reng berukuran ¾ cm.

Gambar 13-32: Bentuk konstruklsi Plafon Kayu Sisi Atas dan Bawah

Pemasangan rangka plafon kayu, batang-batang dipasang rata dengan bagian bawah balok-
ikatkuda-kuda. Jika jarak antar dinding yang mendukung kuda-kuda dalamruangan kurang dari
jarak antara kuda-kuda, maka batang-batanggantung plafon induk dipasang tegak lurus arah
dinding dan masuk
dalam pasangan dinding. Namun, jika jarak antara kuda-kuda kurangdari jarak antar dinding yang
mendukung kuda-kuda, maka batang-batang gantung plafon induk dipasang tegak lurus pada
balok ikat darikuda-kuda.Pada prinsipnya pemasangan batang penggantung plafon adalah sama,
tetapi jaraknya tidak sama tergantung dari bahan plafon yangdigunakan. Pada bangunan
perumahan dalam pemasangan plafond,ketentuan untuk tinggi ruang/kamar minimal sekurang-
kurangnya 2,40 mkecuali kalau kasau-kasaunya miring sekurang-kurangnya ½ dari luasruang
mempunyai tinggi ruang 2,40 m dan tinggi ruang selebihnya padatitik terendah tidak kurang dari
1,75 m. Pada ruang cuci dan kamarmandi diperbolehkan sampai sekurang-kurangnya 2,10 m.
Dalam pembuatan rencana plafond atau terkadang disebut sebagai rencana rangka plafond atau
denah plafond hal – hal yang harus diperhatikan adalah:
Ukuran bahan yang akan digunakan terhadap luasan ruangan.Untuk bahan penutup dengan
tripleks, sebaiknya menggunakan ukuran dengan kelipatan 30 cm agar dapat efisien dalam
penggunaan bahan. Misalnya; 1,20 x 1,20. Sedangkan bila digunakan bahan penutup dengan
asbes, untuk efisiensi bahan menggunakan ukuran 1,00 x 1,00 atau 1,00 x 0,50. Kemudian yang
perlu diperhatikan juga, pada perencanaan plafon dan keindahan untuk ruang dan interiornya,
hal yang perlu diperhatikan adalah kekuatan rangka plafon yang dihubungkan dengan
penggantungnya.Elevasi penutup plafon dan sistim penerangan perlu diperhatikan juga
khususnya untuk ruang rapat atau ruang pertemuan termasuk ketinggian plafonnya.

1. Pada perencanaan kuda-kuda, sebutkan beban-beban apa


saja yang diperhitungkan, dan beri penjelasan singkat.
2. Berikan ukuran kayu yang biasa digunakan pada konstruksi
kuda-kuda kayu, untuk konstruksi rumah tinggal sederhana,
table di bawah ini !
NO JENIS KONSTRUKSI UKURAN KAYU
KUDA_KUDA (cm)
1 Kaki kuda-kuda …
2 Gording …
3 Kaso …
4 Reng …
5 Balok Penyokong …

3. Pada konstruksi loteng, kita mengenal namanya balok induk dan


balok anak, Jelaskan apa keunaannya !
4. Apa saja bahan/jenis kayu untuk lantai loteng,
5. Apa keuntungan bila menggunakan lantai loteng dengan
konstruksi pelat kayu ?, dan apa pula kerugiannya jelaskan !
6. Pada konstruksi plafon, sebutkan bahan apa saja yang
dapat digunakan sebagai rangka plafon !
7. Sebutkan bahan yang dapat digunakan untuk bahan
(penutup) plafon !