Anda di halaman 1dari 15

ANALISA ARTIKEL KEPERAWATAN

Judul : Pengaruh Pijat Punggung Terhadap Tingkat Kecemasan Dan Kenyamanan PasienAngina Pektoris Stabil Sebelum Tindakan
Angiografi Koroner

Tahun : 2015
Nama Author : Eddy Rosfiati, Elly Nurachmah, dan Yulia

Penerbit : Jurnal Keperawatan Indonesia


Tempat : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Abstrak : Menghadapi tindakan diagnostik coronary angiography dan kemungkinan diintervensi lanjut dengan PCI, pasien APS sering cemas,
merasa tidak nyaman karena stres. Cemas dan tidak nyaman sebagai respon fisiologis dan psikologis tubuh, terlihat juga pada

perubahan tekanan darah, nadi, respirasi, dan suhu. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pijat punggung terhadap
tingkat kecemasan dan kenyamanan serta dampaknya pada tekanan darah, nadi, respirasi, dan suhu sebelum tindakan

coronary angiography. Penelitian ini menggunakan desain equivalent pretest-posttest with control group quasi experiment,
dengan pemilihan sampel probability simple random sampling sejumlah 30 responden. Data kecemasan dan kenyamanan

dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala 0–10, pengukuran tekanan darah dan jumlah denyut nadi menggunakan
tensimeter digital dan suhu menggunakan termometer digital dengan baterai. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan

sesudah pijat punggung pada tingkat kecemasan, tingkat kenyamanan, tekanan darah diastolik, nadi, respirasi, dan suhu (p=
0,002; 0,0001; 0,016; 0,0001; 0,005; 0,052). Pijat punggung dapat digunakan untuk mengurangi stres psikologis (kecemasan)

dan meningkatkan kenyamanan pasien sebelum tindakan coronary angiography. Rekomendasi ditujukan kepada manajemen
ruangan untuk mengaplikasikan pijat punggung sebagai bagian dari SPO angiography.
A. ABSTRAK

NO KOMPONEN ISI KRITISI SEBAIKNYA PJ


1 Latar Belakang Menghadapi tindakan Pada latar belakang abstrak sudah Dalam penulisan sistematika

diagnostik coronary terdapat introduction, outcome hasil penulisan abstrak latar belakang
angiography dan kemungkinan penelitian, ada metode penelitian, harus mencantumkan komponrn,

diintervensi lanjut dengan PCI, ada metode penelitian, adanya yaitu:


1. introduction
pasien APS sering cemas, rekomendasi, tetapi dalam abstrak
2. outcome
merasa tidak nyaman karna tidak terdapat pembahasan 3. hasil
4.metodelogi
stres. Cemas dan tidak nyaman mengenai saran.
5. rekomendasi
sebagai reson fisiologis dan 6. saran
psikologis tubuh, terlihat juga (Notoadmodjo. S, 2005)

pada perubahan tekanan


darah, nadi, respirasi, dan suhu.

Penelitian ini untuk


mengetahui pengaruh pijat

punggung terhadap tingkat


kecemasan dan kenyamanan

serta dampaknya pada tekanan


darah, nadi, respirasi, dan suhu

sebelum tindakan coronary


angiography.
2 Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui adapun tujuannya yang diharapkan Tujuan penelitian adalah pernyataan

pengaruh pijat punggung yaitu hasil adanya hubungan tingkat mengenai apa yang hendak kita capai.
terhadap tingkat kecemasan dan kecemasan dan kenyamanan Tujuan peneliian dicantumkan dengan

kenyamanan serta dampaknya sesudah pijat punggung sebelum maksud agar kita sebagai penulis
pada tekanan darah, nadi, tindakan coronary angiography. Dari pihak lain yang membaca laporan

respirasi, dan suhu sebelum hasil penelitian tersebut ada penelitian dapat mengetahui dengan
tindakan coronary angiography. pengaruh pijat punggung terhadap pasti apa tujuan penelitian itu

tingkat kecemasan pasien sebelum sesungguhnya (Hussaini Usman &


tindakan coronary angiography Purnomo, 2008. Metodologi penelitian

setelah di control dengan karateristik social. penerbit PT.Bumi Aksara :


pasien. Ada pengaruh pijat Jakarta)

punggung terhadap tingkat


kenyamanan pasien sebelum

tindakan coronary angiography


setelah dicontrol dengan karateristik

pasien. Ada pengaruh pijat


punggung terhadap tekanan darah

diastolik, frekuensi nadi dan respirasi,


dan suhu pasien sebelum tindakan

angiography koroner setelah


dikontrol dengan karateristik pasien.

Tidak ada pengaruh pijat punggung


terhadap tekanan darah sistol sesuai
intervensi sebelum tindakan

coronary angiography
3 Manfaat Pijat punggung dapat digunakan Dalam penelitian ini dari manfaat Pijat punggung atau pijat (massage)
untuk mengurangi stres penelitian sudah baik. adalah manipulasi jaringan tubuh

psikologis (kecemasan) dan lunak (otot jaringan ikat, pembuluh


meningkatkan kenyamanan limfatik). Baik secara manual atau

pasien sebelum tindakan dengan alat. Berbagai jenis-jenis pijat


coronary angiography. relaksasi yang merupakan pijat untuk

memijat jaringan yang mendalam.


Masing-masing dapat diterapkan ke

berbagaim bagian tubuh, termasuk


kaki, punggung, bahu, dan wajah

menurut Tarigan (2009). Sehat dengan


terapi pijat

4 Metode Data kecemasan dan Pada metode abstrak tersebut Random sampling adalah tehnik

kenyamanan dikumpulkan menjelaskan instrumen pengukuran pengambilan sampel dimana semua


menggunakan kuisoner kecemasan dengan cara vital sign individu dalam populasi baik secara

berskala 0-10, pengukuran yang langsung diterapkan pada sendiri-sendiri atau bersama-sama
tekanan darah dan jumlah responden dilapangan, metode di beri kesempatan yang sama

denyut nadi menggunakan tersebut adalah metode eksperimen untuk dipilih sebagai anggota
tensimeter digital dan suhu sampel (Sugiono, 2010). Penelitian

meggunakan termometer eksperimen merupakan bagian dari


digital dengan batrai. Hasil penelitian kuantitatif dan kualitatif
penelitian menunjukkan ciri khas tersendiri terutama dengan

perbedaan sesudah pijat adanya kelompok kontrol meneliti


punggung pada tingkat pengaruh perlakuan terhadap

kecemasan, tingkat perilaku yang timbul sebagai akibat


kenyamanan, tekanan darah perlakuan.

diastol, nadi, respirasi, dan


suhu

(p=0,002;0,0001;0,016,0,0001;0,
005;0,052)

B. PEMBAHASAN

NO KOMPONEN ISI KRITISI SEBAIKNYA PJ


1 Latar Belakang Pasien dengan angina pectoris Pada latar belakang penelitian ini Dalam penulisan sistematika

stabil (APS) yang menghadapi telah dijelaskan mengenai masalah, pembuatan latar belakang harus
tindakan diagnostic coronary dan dampak, namun belum mencantumkan 5 komponen, yaitu :
1. Besar masalah dan dampak
angiography dan kemungkinan dijelaskan secara spesifik mengenai
(komponen M dan D). setiap
diintervensi lanjut dengan area spesifik (permasalahan yaitu
latar belakangf penelitian
percutaneous coronary penentuan besar masalah, masalah
akan dimulai dengan alasan
interventions (PCI),sering cemas diagnostic, factor risiko, dan
kuat penelitian bahwa
prognosis) dalam penelitian ini
masalah yang diteliti benar-
juga tidak adanya gambaran benar merupakan masalah

mengenai penelitian yang sudah yang besar dan memberikan


dilakukan yang terkait dengan dampak yang besar.
2. Area spesifik (komponen A)
permasalahan dalam penelitian ini,
area spesifik muncul dari
dan juga tidak terdapat komponen
komponen M dan D, yang
kesenjangan dalam latar belakang
terdiri dari penentuan besar
ini.
masalah, masalah diagnostic,

masalah patofisiologi, factor


risiko, masalah pengobatan,

dan masalah prognosis


3. Elaborasi (komponen E),
menuliskan berbagai

penelitian yang sudah


dilakukan dalam bidang yang

akan diteliti. Tujuannya adalah


member gambaran yang

sudah diteliti untuk di


identifikasi apa yang masih

belum diketahui
4. Kesenjangan (komponen K),
bagian kesenjangan Adalah

konsekuensi dari bagian


elaborasi. Atas dasar hal
tersebut maka komponen K

inilah yang akan diangkat


sebagai masalah penelitian.

Kesenjangan dapat ditemukan


setelah melakukan elaborasi,

yaitu sesuatu yang dianggap


baru yang terdiri dari

beberapa aspek yaitu dengan


panduan :
a. Kesenjangan ada pada

aspek populasi
b. Kesenjangan ada pada
aspek desain penelitian
c. Kesenjangan ada pada

aspek keluaran
d. Kesenjangan ada pada
aspek alat ukur
e. Kesenjangan ada pada

aspek waktu mengukur.


(Sugiyono,2010)

2 Tujuan Penelitian mempunyai tujuan Adapun tujuannya yang diharapkan Pijat punggung bertujuan untuk
untuk mendapatkan yaitu hasil adanya hubungan tingkat membantu pengobatan system saraf

gambaran tentang pengaruh kecemasan dan kenyamanan dan cardiovascular secara efektif
pijat punggung terhadap sesudah pijat punggung sebelum menimbulkan rasa aman, rileks, rasa

tingkat kecemasan dan tingkat tindakan coronary angiography. Dari nyaman (Hajbahery, Abasi, &
kenyamanan hasil penelitian tersebut, ada Bahestabatd, 2012)

pasien sebelum tindakan pengaruh pijat punggung terhadap


coronary angiography. tingkat kecemasan pasien sebelum

tindakan coronary angiography


setelah dikontrol dengan

karakteristik pasien. Ada pengaruh


pijat punggung terhadap tingkat

kenyamanan pasien sebelum


tindakan coronary angiography

setelah dikontrol dengan krakteristik


pasien. Ada pengaruh pijat

punggung terhadap tekanan darah


diastolic, frekuensi nadi dan respirasi,

dan suhu pasien sebelum tindakan


angiography koroner setelah

dikontrol dengan karakteristik


pasien. Tidak ada pengaruh pijat

punggung terhadap tekanan darah


sistol sesudah intervensi sebelum

tindakan coronary angiography.


3 Manfaat Pijat punggung dapat Kelebihan dari hasil penelitian oleh Pijat punggung pijat (massage)
digunakan untuk mengurangi peneliti yaitu dapat diterapkan pada adalah memanipulasi jaringan tubuh

stres psikologis pasien, untuk mengurangi lunak (otot jaringan ikat, pembuluh
(kecemasan) dan meningkatkan kecemasan dan untuk kenyamanan limfatik), baik secara manual atau
kenyamanan pasien sebelum bagi pasien. Kelebihan untuk pihak dengan alat bantu. Berbagai jenis-

tindakan coronary RS yaitu untuk diaplikasikan sebagai jenis pijat relaksasi yang merupakan
angiography. Rekomendasi bagian dari SPO Angiographyt. pijat untuk memijat jaringan yang

ditujukan Kekurangan dari hasil penelitian oleh mendalam. Masing-masing dapat


kepada manajemen ruangan peneliti yaitu tidak mengajarkan dan diterapkan ke berbagai bagian tubuh,

untuk mengaplikasikan pijat membawa keluarga pasien untuk termasuk kaki, punggung, bahu, dan
punggung sebagai bagian dari pijat punggung yang bias diterapkan wajah. Menurut Wahyuni, I. S. (2014).

SPO angiography. dirumah untuk pasien setelah pulang Pijat refleksi untuk kesehatan. Jakarta
dan keluarga yang dirujuk untuk Timur : Dunia Sehat Manfaat

angiography tidak memberikan info penelitian adalah uraian manfaat yang


dan ilmu untuk pihak kampus dihasilkan dari dilaksanakannya

jurusan kesehatan khususnya penilaian itu.


perawat, dan tidak memberikan 1. Manfaat teoritis
Manfaat teoritis ini berlatar dari
informasi untuk penelitian
tujuan penelitian varifikatif untuk
selanjutnya yang ingin mengambil
mengecek teori yang sudah ada
penelitian ini.
2. Manfaat praktis
Manfaat praktis yang berguna

untuk memecahkan masalah


praktis.
Arikunto, S., 2002. Prosedur

penelitian suatu, pendekatan


praktek (Edisi revisi ke-5)

Jakarta : Rineka cipta


4 Studi literatur 1. Judul jurnal : PENGARUH 1. Penelitian ini ter-update karena Persiapan sebelum melakukan pijat

PIJAT PUNGGUNG masih baru di Indonesia tahun punggung menurun (Kozier et


TERHADAP TINGKAT 2015. al,2004),adalah tentukan:
2. Jurnal ini mengadopsi dari
KECEMASAN DAN 1. Pengkajian kulit sebelumnya.
penelitian (McLeod,2010) dan 2. Lotion khusus yang digunakan.
KENYAMANAN PASIEN
3. Posisi yang dikontra indikasikan
(Wentworth, et al.,2009).
ANGINA PEKTORIS STABIL
3. Pada jurnal ini Tidak dijelaskan untuk klien.
SEBELUM TINDAKAN 4. Atur lingkungan yang tenang
SOP tindakan pijat punggung.
ANGIOGRAF tanpa interupsi untuk
2. PenerbitL: Jurnal
meningkatkan efek pijat
Keperawatan Indonesia,
punggung yang maksimal.
Volume 18 No.2, Juli 2015, a. Fase Kerja Pemijatan
1) Jelaskan kepada klien
hal 102-113 pISSN 1410-
mengenai apa yang akan
4490, eISSN 2354-9203
3. Jurnal sebelumnya: Stres anda lakukan dan apakah
menunggu tindakan klien dapat bekerja sama,

coronary angiography dorong klien untuk


merupakan salah satu memberikan umpan balik

stressor yang dapat meng- kepada anda tentang


akibatkan peningkatan jumlah tekanan yang

denyut nadi, pernafasan, dapat anda gunakan


aktivitas saluran cerna, dan selama menggosok

liver melepaskan glukosa punggung.


2) Cuci tangan dan pantau
untuk energy, sebagai
pengendalian infeksi yang
respon dari stimulus
stressor (McLeod,2010), tepat.
3) Berikan privasi kepada
dengan pijat punggung
klien.
respon fisiologis ini dapat
b. Persiapan klien
dibantu diadaptasi dengan 1) Bantu klien untuk
lebih baik (Wentworth, et berpindah ke dekat sisi

al.,2009) tempat tidur agar


terjangkau oleh anda dan

sesuaikan tinggi tempat


tidur agar nyaman untuk

bekerja guna mencegah


ketegangan punggung.
2) Tentukan posisi mana

yang lebih disukai klien.


Posisi pronasi atau

tengkurap
direkomendasikan untuk

menggosok punggung.
Posisi miring dapat

dilakukan jika klien tidak


bisa tengkurap.
3) Buku bagian punggung

dari bahusampai area


sakralis inferior. Tutup

bagian tubuh yang lain


untuk mencegah

kedinginan dan
meminimalkan

pemajanan.
c. Pijat Punggung
1) Tuangkan sedikit lotion ke
telapak tangan anda dan

biarkan selama selama


satu menit. Botol lotion

juga dapat ditaruh dalam


Waskom mandi yang

berisi air hangat. Preparat


gosokan punggung yang

dingin cenderung dirasa


tidak nyaman bagi

individu. Menghangatkan
larutan dapat

memfasilitasi kenyamanan
klien.
2) Dengan menggunakan

telapak tangan anda mulai


di area sakralis dengan

menggunakan pijatan
lembut yang memutar.
3) Gerakan tangan anda
keatas menuju ke pusat

punggung dan kemudian


ke kedus scapula.
4) Pijat dengan gerakan

memutar pada kapula.


5) Gerakan tangan anda
menurunibagain sisi

punggung.
6) Pijat area pada Krista iliaka
kanan dan kiri.
7) Berikan tekanan

berkelanjutan yang
mantap tanpa

memutuskan kontak
dengan kulit klien.
8) Ulangi gerakan di atas

selama 3 sampai 5 menit


dengan lebih banyak

lotion sesuai kebutuhan.


9) Saat memijat punggung,
kaji kemerahan pada kulit

dan area penurunan


sirkulasi pada kulit klien.
10) Keringkan lotion yang

berlebih dengan
menggunakan sebuah
handuk.
d. Dokumentasikan bahwa pijat

punggung padaklien telah


dilakukan dan

dokumentasikan respon
klien,catat adanya temuan

yang tidak biasa.


Kozier, et al, 2004.Fundamental Of

Nursing Consepts Process,


and Practice New Jersey :

Pearson Prentise Hall.


5 Metode Desain penelitian ini Pada metode abstrak tersebut Random sampling adalah tehnik
menggunakan satu kelompok menjelaskan instrument pengukuran pengambilan sampel dimana semua

intervensi dan satu kelompok kecemasan dengan cara vital sign individu dalam populasi baik secara
control, yaitu tindakan yang yang langsung diterapkan pada sendiri-sendiri atau bersama-sama

dilaksanakan pada satu responden dilapangan, metode diberi kesempatan yang sama untuk
kelompok perlakuan dan satu tersebut adalah metode eksperimen. di pilih sebagai anggota sampel

kelompok control sebagai (Sugiyono,2010). Penelitian


eksperimen merupakan bagian dari

penelitian kuantitatif dan kualitatif


cirri khas tersendiri terutama dengan

adanya kelompok control meneliti


pengaruh perlakuan terhadap

perilaku yang timbul sebagai akibat


perlakuan.