Anda di halaman 1dari 7

Mata Kuliah Kewirausahaan

Keripik UCok (Ubi Cokelat)


Medan
D
I
S
U
S
U
N
Oleh :
Yuni Annisa Putri Lubis
148600188

FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS MEDAN AREA
2018
BAB I
LATAR BELAKANG
1. Pendahuluan
Semakin ketatnya persaingan dalam usaha kuliner membuat para pelaku bisnis

sekarang ini harus pintar membuat terobosan dan inovasi baru agar tetap terdepan dalam

berbisnis kuliner. Salah satu usaha yang masih menjanjikan adalah kripik ubi coklat

(UCok).

Masakan berbahan dasar ubi ini mulai banyak disukai para penikmat kuliner

karena rasanya yang nikmat dan tekstumya yang renyah jika dibuat menjadi keripik dan

membuat sensasi tersendiri bagi yang mengkonsumsinya. Hal ini dapat dilihat dari

semakin banyaknya pernbeli di setiap kali ada outlet yang berjualan berbahan dasar ubi.

Selain itu, usaha ini juga ditunjang dengan keunggulan bahan bakunya yaitu ubi yang

mengandung berbagai macam manfaat bagi kesehatan.

Budidaya ubi, bahan bakunya marupakan jenis tanaman khas di Indonesia.

Sehingga melalui kegiatan usaha ini, dapat mengangkat dan mempromosikan makanan

nusantara (tradisional) menjadi makanan populer di kalangan masyarakat. Selain itu, juga

diharapkan dari usaha ini dapat memanfaatkan dan ikut kerjasama dengan para

pembudidaya, petani ubi yang ada.

Peluang bisnis kripik ubi coklat sangat menjanjikan karena budaya konsumsi dan

kebiasaan makan atau mencicipi makanan ringarn hampir digemari oleh setiap orang, baik

itu dari kalangan anak kecil sampai orang dewasa. Disamping itu, harga ubi di pasaran

juga sangat rendah dengan muncul inovasi baru ini diharapkan nilai ubi menjadi

meningkat sehingga dapat mebantu para petani.

2. Bidang Usaha

Bidang usaha yang digeluti adalah bidang usaha kuliner. Usaha kuliner

merupakan suatu jenis usaha dimana pelakunya menjual makanan khas daerah ataupun

makanan unik dan seringkali berasal dari ide-ide tak lazim.


3. Lokasi Usaha

Lokasi usaha merupakan suatu hal yang sangat penting dan sangat

menunjang bagi berkembang atau tidaknya suatu usaha nantinya. Dalam menentukan

lokasi usaha, berikut ini adalah beberapa hal yang dipertimbangkan:

l. Lokasi usaha strategis, berdekatan dengan keramaian dan merupakan pusat usaha

kuliner yang bertempat dipinggir jalan besar.

2. Lokasi dekat dengan sekolah, kos-kosan karyawan dan mahasiswa

3. Kawasan rekreasi, perumahan, perkantoran, dan kampus.

Untuk itu, usaha ini akan berlokasi di daerah Medan dan sekitar nya, Sumatera Utara.

4. Modal Usaha

Modal awal berkisar Rp.116.500,- dengan harga ubi 1 kg nya Rp.1.500, minyak 1

kg Rp.12.500, kapur sirih Rp.5.000, garam Rp.1.000, gula ¼ kg Rp.3.500, coklat 1 kg

Rp.50.000, susu kental manis Rp.8.000, gas Rp.30.000, bungkus plastik untuk

pengemasan Rp.5.000.

5. Tujuan

Tujuan dalam pembentukan usaha ini adalah untuk meningkatkan perekonomian

(mencari nafkah), mengembangkan ide-ide kreative dan berinovasi, serta membuka

lapangan pekerjakaan agar dapat membantu mengurangi pengangguran.

6. Manfaat

Manfaat secara nyata mampu menjadi referensi kuliner unik yang khas dan

menarik dari kota medan. Secara garis besar manfaat lainya adalah terbukanya lapangan

kerja bagi orang lain. Dalam hal ini warga sekitar dapat terkena dampak positifnya yakni

terbukanya lapangan pekerjaan baru.


BAB II
PELAKSANAAN USAHA
1. Produksi
Bahan dasar dari produk ini adalah ubi kayu dan coklat namun dapat disajikan

dengan ubi yang lain juga. Tergantung dengan selera konsumen.

Proses produksi:

(1) Kupas kulit ubi terlebih dahulu kemudian cuci dengan bersih.

(2) Parut ubi dengan parutan yang khusus parutan untuk membuat keripik.

(3) Setelah itu rendam ubi yang telah diparut dengan air kapur sirih yang dicampukan

garam dan gula (kapur sirih dan garam dan gula campurkan secukupnya) tunggu hingga

15 menit.

(4) Goreng dan tiris kan.

(5) Cairkan coklat batang dengan mencampurkan sedikit susu.

(6) Tunggu hingga coklat tidak panas lagi kemudian campurkan dengan kripik ubi yang

telah ditiriskan.

(7) Siap untuk di kemas dan disajikan.

Bahan :

(1) Ubi kayu

(2) Minyak goreng

(3) Coklat batang

(4) Garam

(5) Gula

(6) Kapur sirih

(7) Susu kental manis


Alat :

(1) Kuali

(2) Sutil

(3) Penyaring penggorengan (serokan)

(4) Parutan keripik

(5) Kompor

(6) Kertas/tissu untuk meniriskan

(7) Plastik

(8) Sendok

(9) Lilin (untuk mengemas produk dengan membakar bungkusnya)

2. Pemasaran

Pemasaran dilakukan dengan menggunakan spanduk yang di tempatkan di jalan,

pemasaran dilakukan dengan menggunakan internet (via instagram, facebook, whatsapp,

bbm, dan line), dan dengan dari mulut ke mulut.

3. Manajemen SDM

Memiliki karyawan sebanyak lima untuk disetiap toko cabang yang ada dengan

fungsinya masing-masing yaitu sebagai pembuat kripiknya di dapur dua orang, waiters

dua orang dan kasir satu orang. Untuk karyawan yang berada didapur mendapatkan gaji

Rp. 700.000/bulan, waiters dan kasir mendapatkan gaji Rp.400.000/bulan.

4. Keuangan ( Laba-Rugi)

Keuntungan bersih mencapai 20 juta dalam sebulan pada awal karir. Dan

sekarang sudah mencapai 30-40 juta dalam sebulan. Kerugian yang ditanggung sebesar

10 juta disebabkan oleh kemasan yang rusak dan mulai berjamurnya produk karena

produk menggunakan bahan yang alami.

5. Hambatan dan Cara Mengatasi

Jika terjadi hambatan seperti hal yang diatas maka cara mengatasinya yaitu

dengan benar-benar mengecek kemasan tiap harinya dan mengemsnya dengan benar. Jika

terdapat ada yang berjamur maka keesokan harinya proses produksi akan lebih

dimatangkan lagi.
BAB III
PENGEMBANGAN

1. Keberlanjutan Usaha

Membuka cabang hingga ke mancanegara, membuat inovasi-inovasi produk yang

baru seperti kripik ubi keju, kripik mint, kripik alvokado, dan memperbarui kemasan

menjadi lebih menarik lagi.

2. Rencana Pengembangan

Tidak hanya terdapat di toko, namun produk ini juga akan direncanakan agar dapat

masuk ke supermarket, kemudian usaha ini direncnakan akan membangun suatu pabrik

besarnya, dan dapat mengordernya walaupun konsumen berada diluar negeri.


BAB IV

SIMPULAN DAN HARAPAN

Pada akhirnya dalam setiap muamalah yang dilakukan manusia kepada manusia

lain pastinya akan berdampak baik maupun buruk. Maupun itu bersifat sementara ataupun

selamanya itu akan tetap tercatat dalam hati kita semua bahwa ada orang yang bisa berusaha dan

berhasil bukan hanya karena pangkat namun karena kerja keras tanpa henti dan tidak mudah

menyerah.

Konsistensi yang sangat dituntut dalam mengarungi ganasnya lautan wirausaha

ini. Ada seorang syaikh yang berkata Berniagalah kamu walau kamu telah kaya – (Hasan Al

Banna). Tidak ada orang yang sukses tanpa mengalami namanya keterpurukan ataupun

kegagalan.

Dalam kehidupan ini bukan dia yang tak pernah gagal yang akan berdiri namun ia

yang bisa berdiri lagi disaat gagal adalah yang akan menang. Karena bukan menjalankannya saja

yang sulit. Namun juga memulainya merupakan saat tersulit yang mungkin dialami.