Anda di halaman 1dari 5

TUGAS IKHTIOLOGI

PARI BURUNG

(Aetobatus flagellum)

OLEH:

NAMA : I Putu Ranu Fajar Maharta

NIM : 1314511016

PROGRAM STUDI ILMU KELAUTAN

FAKULTAS KELAUTAN DAN PERIKANAN

UNIVERSITAS UDAYANA

2014
1. Klasifikasi Pari Burung
Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Class : Chondrichthyes
Ordo : Rajiformes
Famili : Myliobatidae
Genus : Aetobatus
Species : Aetobatus flagellum (Schwartz 2007)

2. Bagian Tubuh Pari Burung


2.1. Morfologi Luar
Ikan pari ini merupakan salah satu jenis ikan yang termasuk kelas
Elasmobranchii. Ukuran pari ini keci (47 cm lebar disc), Ikan ini dikenal sebagai
ikan batoid, yaitu sekelompok ikan bertulang rawan yang mempunyai ekor
seperti cambuk. Ikan pari memiliki celah insang yang terletak disisi ventral
kepala. Sirip dada ikan ini melebar menyerupai sayap, dengan sisi bagian
depan bergabung dengan kepala. Bagian tubuh sangat pipih sehingga
memungkinkan untuk hidup di dasar laut. Bentuk ekor seperti cambuk pada
beberapa spesies dengan sebuah atau lebih duri tajam di bagian ventral dan
dorsal (Anonim, 1988).

2.2. Organ Pernapasan Pada Ikan Pari


Seperti ikan, mulut ikan pari menarik dalam air terus-menerus, yang
mengalir kembali pada insang dan dikeluarkan melalui celah di bagian bawah
tubuh ray. Insang adalah organ yang terletak di kedua sisi kepala atau di bawah
mulut. Mereka menggunakan jaringan pembuluh darah, seperti paru-paru
manusia, untuk memisahkan gas dari air minuman stingray masuk pembuluh
darah di insang mampu menyerap oksigenkebutuhan hewan. Ketika air mengalir
melewati insang dan pembuluh darah menyerap oksigen, terus keluar dari
tubuh ikan pari melalui lima celah insang. Sebagai kelebihan air adalah nafas,
pembuluh darah berdifusi limbah karbon dioksida kembali ke dalam air limbah.
Celah insang biasanya terletak di bawah mulut pada perut ikan pari. Ikan pari,
seperti ikan, memiliki kemampuan untuk menutup celah untuk terus dalam air
sementara. Banyak ikan pari adalah hewan hunian bawah yang berenang di
sepanjang dasar laut, sehingga beberapa mungkin memiliki variasi dari normal
"ikan insang." Sinar ini memiliki garis miring intake yang berfungsi sebagai
insang pada perut mereka, di samping mulut mereka. Alih-alih bernapas air ke
dalam mulut mereka terlebih dahulu, mereka dapat menarik air ke dalam celah
mereka dan kemudian mengusir itu. Hal ini agar sinar hunian bawah tidak harus
mengambil suap dari pasir dan kotoran dari dasar laut.

2.3. Organ Pencernaan Pada Ikan Pari


Pencernaan pada ikan pari burung tidak jauh berbeda dari pari ikan
pada umumnya yaitu dimulai dari mulut dan berakhir di anus. Alat
pencernaan terdiri dari dua bagian, yaitu saluran pencernaan yang terdiri
dari mulut, faring, oesofagus yang pendek, lambung, usus dan bermuara
ke anus.

3. Cara Hidup Dari Ikan Pari


Pari adalah hewan yang secara umum memiliki perilaku yang tenang. Ia juga
menunjukkan perilaku bersahabat dengan para penyelam sehingga penyelam yang
kebetulan berada di dekatnya bisa memegang dan bahkan menungganginya. Ia juga
biasa terlihat di dekat permukaan laut dan di sekitar terumbu karang. Pari manta bisa
dijumpai dalam jumlah cukup besar di wilayah-wilayah yang kaya akan plankton,
namun pari manta diketahui tidak menunjukkan tanda-tanda interaksi sosial satu
sama lain maupun membentuk kelompok.

4. Cara Melindungi Diri Dari Ikan Pari


Ikan pari juga termasuk perenang cepat dengan dan juga sering melompat
dari air. Karna mereka bentuk tubuhnya agak pipih mereka dapat berenang
cepat dan selain itu ekornya pada beberapa spesies mengandung racun yang
dapat sebagai alat pertahanan diri. Karena kemampuannya inilah ikan pari
menjadi harus diwaspadai oleh manusia, sehingga dapat melindungi dirinya
dari pemangsa ataupun manusia.
5. Reproduksi Ikan Pari
Di musim kawin, sejumlah besar pari akan berkumpul untuk mencari
pasangan kawin. Beberapa pari jantan bisa saling bersaing untuk mendapatkan
manta betina pasangannya. pari jantan yang berhasil mendapatkan pari betina
akan berpegangan pada sirip pasangannya menggunakan giginya dan
merapatkan perutnya, lalu memulai perkawinan dengan cara memasukkan alat
kelaminnya ke dalam lubang kelamin betina. Perkawinan berlangsung selama
kurang lebih 90 detik.
Pari manta adalah ovovivipar di mana telur menetas saat masih berada di
dalam tubuh induknya. Seekor pari betina bisa membawa 2 bayi sekaligus
dalam tubuhnya. Periode "kehamilan" pari sendiri belum diketahui secara pasti,
namun kemungkinan bisa berlangsung antara 9-12 bulan. Bayi yang baru
menetas lalu keluar dari tubuh induknya dengan kondisi sirip yang masih
terlipat. Bayi pari mulai aktif segera setelah ia mengembangkan siripnya dan
bisa langsung mulai berenang. Seekor bayi pari pada umumnya yang baru lahir
diketahui bisa berukuran selebar 1,2 meter dan seberat 45 kg. Bayi pari bisa
tumbuh sangat cepat karena dalam waktu satu tahun, lebar tubuh mereka sudah
mencapai hampir 2 kali lebarnya saat pertama kali lahir,berlaku bagi pari yang
berukuran besar. Usia maksimal pari sendiri yang diketahui mencapai 20 tahun.
DAFTAR PUSTAKA

Last, P. R. & J. D. Stevens. 1994. Sharks and Rays of Australia.Fisheries Research and
Development Corporation.

Gray A, Mulligan T, Hannah R (1997) Food habits, occurrence, and population


structure of the bat ray,Myliobatis californica,in Humboldt Bay,
California. Environ Biol Fish 49:227–238

Snelson, F Jr, Williams-Hooper S, Schmid T. 1988. Reproduction and ecology of the


Atlantic stingray, Dasyatis sabina, in Florida coastal lagoons. Copeia
1988:729–739

Gilliam D, Sullivan K (1993)Diet and feeding habits of the southern stingray, Dasyatis
americana, in the central Bahamas.Bull Mar Sci52:1007–1013

Sisneros J, Tricas T. 2000.Androgen-induced changes in the response dynamics of


ampullary electrosensory primary afferent neurons.JNeurosci
20:8586–8595

Berra TM. 2001. Freshwater Fish Distribution. California: Academis Press. 606
hal.

Bond CE. 1979. Biology of Fishes. Philadephia: W.B. Saunders Company. 514
hal.