Anda di halaman 1dari 5

Manifestasi Klinis Defisiensi Vitamin A

Menurut WHO manifestasi klinis yang didapatkan dari defisiensi vitamin A adalah seperti grafik
berikut:

Pada stadium awal defisiensi vitamin A,


terjadi gangguan penyimpanan vitamin A di hati
sehingga kadar vitamin A pada tubuh mulai
berkurang. Karena kadar vitamin A pada tubuh
mulai berkurang, mulai timbul manifestasi
tingkat seluler akibat kekurangan vitamin A,
yakni metaplasia pada sel-sel epitel (vesika
urinaria, traktus pernapasan, dinding usus,
fotoreseptor mata).

Gejala defisiensi vitamin A akan jelas


tampak ketika terjadi xeroftalmia dan rabun
senja hingga kebutaan. Xeroftalmia dibagi atas
manifestasi klinis dan derajat keparahanya oleh

WHO sebagai berikut:


1. XN/Night Blindness:
Rabun senja atau night blindness biasanya menjadi gejala awal xeroftalmia pada defisiensi
besi dimana pasien akan kesulitan dalam melihat saat gelap yang ditandai dengan sering
menabrak benda-benda saat malam. Biasanya gejala ini akan hilang dalam onset24- 48 jam
setelah diberikan terapi vitamin A
2. X1A & X1B/ Conjungtial Xerosis & Bitot Spot :
Sel epitel pada mata akan mengalami metaplasia ketika terjadi kekurangan vitamin A yang
terus – menerus. Biasanya perubahan ini akan tampak secara kasat mata pada bagian
temporal dari kornea yang akan muncul seperti bercak yang bisa berupa seperti tumpukan
pasir (Bitot Spot). Biasanya bercak akan hilang 2 hari – 2 minggu setelah pemberian terapi
suplementasi vitamin A.

3. X2/Corneal Sclerosis:
Perubahan pada kornea sering terjadi pada awal terjadinya defisiensi vitamin A. sebelum
terlihat ada perubahan yang terjadi secara kasat mata pada kornea penderita rabun senja,
biasanya sudah muncul adanya lesi di sekitar lapisan epitel terluar dari kornea. Hal ini
biasanya bisa dideteksi dengan pemeriksaan slit lamp atau test fluoresens. Biasanya gejala
ini akan hilang setelah pemberian pengobatan selama 2 minggu.
4. X3A & X3B/ Ulserasi kornea dan keratomalasia:
Ulserasi kornea adalah perubahan yang permanen pada kornea mata karena sudah
mengenai lapisan stroma dari mata. Biasanya ulserasi ini terjadi bukan hanya defisiensi
vitamin A saja, tetapi oleh karena infeksi bakteri, jamur atau virus seperti measles dan
varicella. Defisiensi vitamin A akan mempercepat kejadian ulserasi kornea pada penyakit-
penyakit utama yang menyebabkan ulserasi kornea. Pengobatan yang harus dilakukan
adalah mengatasi sumber utama dari ulserasi (infeksi bakteri, virus , fungal) disertai dengan
penatalaksanaan defisiensi vitamin A.
5. XS/ Corneal Scar:
Hasil dari sequele yang telah sembuh berhubungan dengan defisiensi vitamin A. Vitamin A
akan berhubungan dengan 3 faktor kesembuhan dari sequele tersebut. Bisa dilihat dari
opasitas kesembuhan luka, kesembuhan kornea yang tersisa, dan sebanyak apa isi dari
intraokuler yang dapat diselamatkan.

6. XF/ Xeroftalmic fundus:


Adalah lesi yang timbul pada retina akibat defisiensi vitamin A. biasanya ketika lesi ini ada
pada retina, terjadi penurunan lapangan pandangan pada penderita. Lesi akan hilang setelah
pemberian tatalaksana vitamin A selama 2 – 4 bulan.
Dosis pemberian Vitamin A

(Faktor resiko pada anak sebelum sekolah dan pada ibu hamil trimester ke 3)

Makanan tinggi vitamin A