Anda di halaman 1dari 2

BAB IV

PEMBAHASAN

Seorang wanita umur 39 tahun, G4P3A0, usia kehamilan . HPHT tanggal 24 Januari 2017.
HTP adalah 31 Oktober 2017. Pasien datang ke IGD Ponek Rumah Sakit Meuraxa Banda Aceh
dengan keluhan nyeri perut tembus ke belakang, rasa mules-mules disertai perasaan ingin mengedan
yang dirasakan sejak pukul 14.00 WIB. Riwayat keluar lendir bercampur darah (+). Riwayat
pelepasan air-air (-). Pasien memiliki riwayat hipertensi dalam kehamialan sejak usia kehamilan 2
bulan dan mengkonsumsi obat antihipertensi sejak usia kehamilan 7 bulan. Pasien sebelumnya tidak
mempunyai riwayat hipertensi sebelum hamil. Tidak ada masalah pada kehamilan, persalinan dan
masa nifas pada kehamilan yang lalu. Pada pemeriksaan TTV didapatkan TD : 168/79 mmHg. Pada
pemeriksaan dalam didapatkan pembukaan serviks 8 cm, portio tipis, Hodge I, blood slim (+),
ketuban utuh. Pada pemeriksaan urinalisa didapatkan proteinuria ++ (40) mg/dl. Pasien didiagnosa
mengalami preeklampsia.

Preeklampsia paling tepat digambarkan sebagai sindrom khusus kehamilan yang dapat
mengenai setiap sistem organ. Seperti yang telah diuraikan, meskipun preeklampsia lebih
darisekedar hipertensi gestasional sederhana ditambah proteinuria, timbulnya proteinuria tetap
merupakan kriteria diagnotik objektif yang penting. Proteinuria didefinisikan sebagai ekskresi
protein dalam urin melebihi 300 mg dalam 24 jam, rasio protein: kreatinin urin ≥0,3, atau
terdapatnya protein sebanyak 30 mg/dl (carik celup 1+) dalam sampel acak urin secara menetap.
Tidak ada satupun nilai tadi yang bersifat mutlak. Kepekatan urin sangat bervariasi selama siang hari
sehingga hasil pembacaan carik celup juga sangat bervariasi. Karena itu, pemeriksaan bahkan
mungkin memberikan hasil 1+ atau 2+ pada spesimen urin pekat dari perempuan yang
mengekskresikan <300 mg/hari. Penentuan rasio urin/kreatinin sewaktu mungkin akan
menggantikan pengukuran urin 24 jam di masa mendatang. Penatalaksanaan pada preeklampsia
salah satunya adalah dengan pemberian MgSO4 4 gr, dilanjutkan dosis maintenance 6 gr selama 24
jam postpartum. Terapi lainnya yang dapatdiberikan adalahpemberian obat antihipertensi dan anti
trombolitik.