Anda di halaman 1dari 11

STRATEGIC CSR & SOCIAL ENTREPRENEURSHIP

Analisis Laporan Keberlanjutan PT. Semen Indonesia Tbk


Tahun 2017

Iing Suratman
2161021016

Universitas Bakrie
Magister Management
2018
PENDAHULUAN

Semakin berkembangnya sebuah perusahaan, makan akan semakin besar pula


kesenjangan sosial yang ditimbulkannya dengan lingkungan sekitar. Tidak hanya itu,
kerusakan lingkungan sekitar sebagai dampaknya juga sangat mungkin terjadi. Karena itu
diperlukan adanya kesadaran dari perusahaan tersebut untuk melakukan sebuah tanggung
jawab sosial. Tanggung jawab sosial ini yang dikenal dengan Corporate Social Responsibility
(CSR).
Perkembangan CSR masih membutuhkan banyak perhatian dari semua pihak baik
pemerintah, masyarakat, dan perusahaan itu sendiri. Karena masih banyak perusahaan yang
belum menerapkan konsep CSR dalam kegiatannya. Keberadaan CSR belum menjadi suatu
bagian dari manajemen perusahaan dan masih dianggap tidak terlalu memberikan
kontribusi positif terhadap kelangsungan perusahaan. Masih banyak perusahaan yang
menganggap kegiatan CSR sebagai cost center dan tidak memberikan keuntungan jangka
pendek.
Hal yang cukup menggembirakan bahwa beberapa pengelolaan bisnis di Indonesia
sudah mulai menjalankan prinsip CSR; transparansi, akuntabilitas dan keberlanjutan. Ketiga
prinsip tersebut merupakan modal utama dalam menciptakan bisnis yang
bertanggungjawab terhadap seluruh pemangku kepentingan. Perusahaan mulai menyadari
bahwa CSR merupakan investasi masa depan yang dapat dirasakan manfaatnya baik secara
langsung maupun tidak langsung oleh pemangku kepentingan khususnya masyarakat yang
bertempat tinggal di sekitar area operasional perusahaan.
Dengan menjadikan CSR sebagai bagian dari strategi bisnis, maka CSR sudah menjadi
pendorong dalam menjalankan kegiatan usaha. Hal ini tentunya dilakukan dengan tetap
memperhatikan batasan-batasan prinsip CSR sehingga tidak ada stakeholder yang merasa
dirugikan dnegan beroperasinya suatu perusahaan. Perusahaan tidak semata-mata mencari
keuntungan (profit), melainkan sudah mengedepankan dan melindungi aspek manusia
(people) dan menjaga lingkungan (planet) agar tetap terlindungi dengan benar sebagai
penerima dampak dari operasi bisnis tersebut.
Beberapa perusahaan besar di Indonesia sudah ada yang melaksanakan tanggung
jawab sosialnya melalui kegiatan CSR. Salah satunya yaitu PT Semen Indonesia Tbk. PT
Semen Indonesia (Persero) Tbk merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
Multinasional yang bergerak di bidang industri semen. Sejak didirikan pada 25 Maret 1953
dan diresmikan pada 7 Agustus 1957 oleh Presiden RI, Perseroan terus melakukan
transformasi meningkatkan kinerja keberlanjutan untuk mewujudkan visi dan misi
Perusahaan.
Pada tanggal 20 Desember 2012, melalui Rapat UmumPemegang Saham Luar Biasa
(RUPSLB) Perseroan, resmi mengganti nama dari PT Semen Gresik (Persero) Tbk, menjadi PT
Semen Indonesia (Persero) Tbk. Penggantian nama tersebut sekaligus merupakan langkah
awal dari upaya merealisasikan terbentuknya Strategic Holding Group yang ditargetkan dan
diyakini mampu mensinergikan seluruh kegiatan operasional dan memaksimalkan seluruh
potensi yang dimiliki untuk menjamin dicapainya kinerja operasional maupun keuangan
yang optimal. Setelah memenuhi ketentuan hukum yang berlaku, pada tanggal 7 Januari
2013 ditetapkan sebagai hari lahir PT Semen Indonesia (Persero) Tbk.
PEMBAHASAN

Saat persaingan industri semen domestik semakin ketat, Semen Indonesia dapat
mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar industri semen nasional dengan market
share 41,7%. Saat ini, kondisi makro ekonomi di bisnis semen telah berubah dengan cepat.
Jumlah pemain semen domestik naik signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Kondisi ini menyebabkan kelebihan pasokan (oversupply) semen di pasar Indonesia. Asosiasi
Semen Indonesia menyebutkan kapasitas produksi industri semen pada tahun 2016
mencapai 89,7 juta ton, melebihi konsumsi domestik yang hanya berkisar 65 juta ton.
Untuk memenangkan persaingan dalam industri semen, tema laporan keberlanjutan
yang diangkat oleh PT Semen Indonesia adalah “Transformation for Sustainability
(Transformasi untuk Keberlanjutan)”, yang menjadi kunci utama Perseroan dalam jangka
panjang. Transformasi Untuk Keberlanjutan ini terdiri dari empat tema besar yaitu
Transformasi Energi, Transformasi Lingkungan, Transformasi Sosial dan Transformasi
Ekonomi. Tahun ini Semen Indonesia memperkokoh landasan keberlanjutan menjadi lima
aspek (5Ps) yang saling berhubungan dan terintegrasi, yaitu: people (manusia), planet
(bumi), prosperity (kemakmuran), peace (perdamaian) dan partnership (kemitraan).
Perseroan memaknai ‘transformasi untuk keberlanjutan’ sebagai inisiatif bersama
membangun masa depan lebih baik melalui upaya peningkatan kinerja lingkungan, sosial,
dan ekonomi secara seimbang. Penerapan prinsip keberlanjutan yang selaras dan sejalan
dengan good corporate governance (GCG) merupakan kunci keberhasilan Semen Indonesia
dalam mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar industri semen nasional hingga
sekarang. Kinerja dari inisiatif keberlanjutan perseroan terus ditingkatkan untuk mendukung
pencapaian cita-cita Nawacita dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable
Development Goals/SDGs).
Banyak pencapaian positif yang telah dicapai oleh Semen Indonesia, di antaranya
yaitu penurunan biaya operasi dari beban pokok produksi sebesar 38%, penghematan biaya
listrik hasil capaian pembangunan WHRPG di Pabrik Tuban sebesar Rp 120 miliar per tahun,
tidak adanya tingkat kecelakaan kerja fatal, penurunan emisi CO2 di Pabrik Tuban sebesar
122.000 ton per tahun, pemanfaatan limbah B3 eksternal sebagai bahan baku dan bahan
bakar alternatif di Pabrik Tuban sebesar 435,938 ton dan masih banyak lagi pencapaian yang
lainnya.
Laporan berkelanjutan PT Semen Indonesia Tbk pada tahun 20176
menginformasikan aspel material yang dicapai. Dari setiap aspek material tersebut
tentu memiliki dampak positif dan negatif. Aspek materialitas laporan ini ditentukan
dengan melibatkan para pemangku kepentingan dengan melalui beberapa proses.
Pertama adalah proses identifikasi material yang merujuk pada karakteristik perusahaan
semen, kedua membuat prioritas atas aspek-aspek keberlanjutan, ketiga melakukan
validasi atas aspek materia; yang ditentukan sebagai prioritas informasi, dan terakhir
melakukan kajian sustainability contex dan stakeholder engagement.
Aspek material PT Semen Indonesia meliputi tujuh aspek yaitu energi, emisi, efluen
dan limbah, keanekaragaman hayati, kesehatan dan keselamatan kerja, komunitas lokal,
dan kinerja ekonomi. Informasi efluen dan limbah di tahun 2017 menjadi aspek material
karena pengelolaannya berkaitan dengan efisiensi energi, dan reduksi emisi, yang berasal
dari pemnfaatan energi alternatif.
Setiap aspek material memberikan dampak positif dan negatif bagi pemangku
kepentinan. Identifikasi batasan setiap aspek material pada pemangku kepentingan di dalam
dan luar Semen Indonesia adalah:

a. TRANSFORMASI ENERGI
1. Mengoptimalkan Energi Alternatif
Energi merupakan kebutuhan utama dalam operasional perseroan, terutama pada
proses produksi semen dan oleh karenanya informasi ini penting disampaikan
sebagai aspek material. Penggunaan energi panas maupun listrik dalam proses
produksi berkontribusi terhadap biaya operasi sekitar 3% dari beban pokok
produksi (Cost of Goods Manufactured/COGM).
Inisiatif Semen Indonesia berupa mengintensifkan penggunaan sumber energi
biomassa dalam kerangka program clean developmnet mechanism (CDM).
Perseroan memanfaatkan batu bara kalori lebih rendah dalam memproduksi terak
di seluruh pabrik, memaksimalkan unit waste heat recovery power generator
(WHRPG) di Padang, dan power plant di Tonasa.
2. Meraih Sertifikat Karbon
Perseroan menyadari bahwa kegiatan operasi semen menyumbang emisi CO2 yang
cukup besar dan oleh karenanya upaya mitigasi emisi menjadi aspek material yang
perlu disampiakan dalam laporan keberlanjutan. Perseroan turut berpartisipasi
aktif menurunkan laju pemanasan global (global warming) sebagai bentuk
dukungan terhadap komitmen pemerintah di G-20 Pittsburgh dan COP15
Copenhagen untuk mengurangi emisi gas CO2 sebesar 26% sampai tahun 2020
(unilateral).

b. TRANSFORMASI LINGKUNGAN
1. Mendaur Ulang Limbah
Bagi perseroan, limbah merupakan sumber daya yang pemanfaatannya dapat
mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Perseroan memanfaatkan lmbah
kategori bahan berbahaya dan beracun (B3) serta non-B3 melalui pengelolaan
secara cermat dan hati-hati sesuai prinsip reduce, reuse, dan recycle (3R). Maka,
informasi ini merupakan aspek material yang perlu disampaikan kepada pemangku
kepentingan.
2. Melestarikan Keanekaragaman Hayati
Perlindungan flora dan fauna di sekitar lokasi pabrik dantambang merupakan
komitmen perseroan untuk menjaga keberlanjutan keanekaragaman hayati
(kehati). Informasi ini disampaikan pada laporan keberlanjutan sebagai aspek
material yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan pemangku
kepentingan.

c. TRANSFORMASI SOSIAL
1. Membudayakan Kesehatan dan Keselamatan Pekerja
Bagi perseroan, karyawan merupakan human capital yang berperan penting dalam
penggerak roda perasional. Perseroan terus meningkatkan kesadaran keselamatan
dan kesehatan kerja (K3) karyawan demi selalu mewujudkan zero accident,
sekaligus untuk mendukung kinerja keberlanjutan. Informasi ini menjadi aspek
material karena perseroan perlu menyampaikannya kepada pemangku
kepentingan, termasuk kepada seluruh mitra kerja.
2. Menciptakan Manfaat Bersama
Perseroan berpartisipasi aktif menciptakan manfaat bersama di sekitar wilayah
operasional melalui pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang
terintegrasi dengan strategi bisnis. Penyusunan program CSR diawali dengan
penilaian dampak sosial melalui kegiatan pemetaan sosial di masing-masing lokasi
operasional grup Semen Indonesia setiap dua tahun sekali. Kegiatan ini dilakukan
dengan metode wawancara, observasi, dan FGD. Pemetaan sosial pernah
dilaksanakan oleh PT Semen Padang di Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk
Kilangan, Kota Padang.
d. TRANSFORMASI EKONOMI
1. Mempertahankan Kinerja Ekonomi
Transformasi biaya melalui efisiensi dan sinergi mampu menjadi strategi utama
dalam mempertahankan kinerja ekonomi di 2017. Informasi ini dsajikan dalam
laporan keberlanjutan sebagai aspek material karena kinerja ekonomi menjadi
dasar untuk menggerakkan semua kegiatan perseroan.
Salah satu penerapan transformasi biaya perseroan yaitu dengan mensinergikan
program pemasaran ke dalam program CSR, guna memperkuat posisi produk dan
merek, serta mempertahankan loyalitas pelanggan. Melalui program kemitraan,
perseroan memperkuat sinergi dnegan distributor dan peritel atau toko bangunan
sebagai ujung tombak penjualan produk.
2. Meningkatkan Daya Saing
Perseroan berkeyakinan bahwa inovasi merupakan salah satu upaya untuk
meningkatkan daya saing menuju pertumbuhan yang berkelanjuan. Ide-ide kreatif
dan inovatif para karyawan Semen INdonesia Group (SMIG) dalam gerakan inovasi
dikemas dalam Manajemen Inovasi Semen Indonesia (MI-SI).
KESIMPULAN

Beberapa kesimpulan pada analisis laporan keberlanjutan PT Semen Indonesia Tbk adalah:
1. “Transformation for Sustainability (Transformasi untuk Keberlanjutan)”, yang menjadi
tema laporan keberlanjutan dari PT Semen Indonesia Tbk di tahun 2017. Transformasi
Untuk Keberlanjutan ini terdiri dari empat tema besar yaitu Transformasi Energi,
Transformasi Lingkungan, Transformasi Sosial dan Transformasi Ekonomi. Tahun ini
Semen Indonesia memperkokoh landasan keberlanjutan menjadi lima aspek (5Ps) yang
saling berhubungan dan terintegrasi, yaitu: people (manusia), planet (bumi), prosperity
(kemakmuran), peace (perdamaian) dan partnership (kemitraan). Perseroan memaknai
‘transformasi untuk keberlanjutan’ sebagai inisiatif bersama membangun masa depan
lebih baik melalui upaya peningkatan kinerja lingkungan, sosial, dan ekonomi secara
seimbang.
2. Aspek material PT Semen Indonesia meliputi tujuh aspek yaitu energi, emisi, efluen dan
limbah, keanekaragaman hayati, kesehatan dan keselamatan kerja, komunitas lokal,
dan kinerja ekonomi.
3. Dari empat tema besar pada laporan keberlanjutan ini terdiri dari masing-masing
kegiatan, yaitu:
o Transformasi Energi
i. Mengoptimalkan energi alternatif
ii. Meraih sertifikat karbon
o Transformasi Lingkungan
i. Mendaur ulang limbah
ii. Melestarikan keanekaragaman hayati
o Transformasi Sosial
i. Membudayakan kesehatan dan keselamatan kerja
ii. Menciptakan manfaat bersama
o Transformasi Ekonomi
i. Mempertahankan kinerja ekonomi
ii. Meningkatkan daya saing