Anda di halaman 1dari 16

Judul: Magnet

I. KAJIAN PUSTAKA

A. Definisi Magnet

Batu yang dapat menarik benda-benda yang mengandung logam disebut

sebagai magnet (Sudibyo: 2008).

Magnet adalah benda yang dapat menarik suatu benda tertentu misalnya, besi

atau baja yang ada didekatnya. Magnet memiliki berberapa bentuk dan ukuran.

Bentuk yang paling sederhana berupa batang lurus (magnet batang). Bentuk lainnya

yaitu tapal kuda atau magnet ladam (magnet U), magnet jarum, magnet silinder dan

magnet cakram.

B. Sifat-Sifat Magnet

a. Memiliki dua kutub yaitu kutub utara dan kutub selatan.

b. Dapat menarik besi dan benda yang terbuat dari logam lainnya.

c. Menimbulkan gaya satu sama lain (tolak-menolak dan tarik-menarik).

C. Pengaruh Magnet

Kemagnetan adalah suatu sifat zat yang teramati sebagai suatu gaya tarik atau

gaya tolak antara kutub-kutub tidak senama atau senama. Daya tarik terbesar magnet

terdapat pada ujung-ujung magnet (Kuswanti: 2008).

1
2

Bagian magnet yang memiliki daya tarik terbesar disebut kutub magnet. Oleh

karena itu, setiap magnet mempunyai dua buah kutub yaitu kutub utara (U) dan kutub

selatan (S).

Apabila kutub utara dengan kutub selatan didekatkan akan tarik-menarik (U-S),

sedangkan kutub utara apabila didekatkan dengan kutub utara akan tolak-menolak

(U-U), dan kutub selatan apabila didekatkan dengan kutub selatan akan terjadi tolak-

menolak (S-S). Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa, kutub yang senama apabila

didekatkan akan tolak-menolak dan sebaliknya, jika tidak senama akan terjadi tarik-

menarik.

D. Medan Magnet

Walaupun gaya-gaya magnet yang terkuat terletak pada


kutub-kutub magnet, gaya-gaya magnet tidak hanya berada
pada kutub-kutubnya. Gaya-gaya magnet juga timbul di
sekitar magnet. Daerah di sekitar magnet yang terdapat gaya-
gaya magnet disebut medan magnet. (Gusnawati: 2008)

Medan magnet dapat ditunjukan dengan menggunakan serbuk besi yang

ditaburkan di atas kertas dan dapat pula menggunakan kompas. Arah medan magnet

yang berupa garis-garis yang menghubungkan kutub-kutub magnet disebut dengan

garis gaya magnet. Garis gaya magnet memiliki ciri, yaitu:

1. Garis gaya magnet memiliki arah meninggalkan kutub utara dan menuju kutub

selatan.

2. Garis gaya magnet selalu tidak berpotongan.


3

3. Daerah yang garis-garis gaya magnetiknya rapat menunjukkan medan magnetik

yang kuat, sedangkan daerah yang garis-garis gaya magnetiknya kurang rapat

menunjukkan medan magnetik yang lemah.

E. Sifat Magnet Bahan

Sifat kemagnetan suatu benda digolongkan menjadi dua golongkan yaitu, benda

magnetik dan benda non-magnetik.

1. Benda Magnetik

Benda magnetik yaitu benda-benda yang dapat ditarik oleh magnet. Benda

magnetik memiliki sifat yaitu:

a) Feromagnetik merupakan benda yang ditarik kuat oleh magnet. Bahan

feromagnetik dapat dibuat menjadi magnet. Contohnya yaitu besi, baja, nikel,

kobalt, dan berbagai logam campuran lainnya.

b) Paramagnetik merupakan benda yang ditarik lemah oleh magnet. Contohnya

yaitu aluminium, platina dan mangan.

2. Benda Non-Magnetik

Benda non-magnetik yaitu benda-benda yang tidak dapat ditarik oleh magnet.

Bahan yang ditolak oleh magnet digolongkan menjadi diamagnetis. Contohnya yaitu

bismut, tembaga, timah, seng, emas, dan perak, serta stainless.

F. Terjadinya Kemagnetan

Sifat-sifat magnetik suatu bahan bergantung pada struktur atomnya. Para

ilmuwan mengetahui bahwa, atom memiliki sifat-sifat magnetik. Sifat-sifat magnetik

tersebut disebabkan gerak elektron dalam atom-atom tersebut. Oleh karena itu, tiap
4

atom di dalam suatu bahan megnetik seperti sebuah magnet kecil yang disebut

magnet atom. Dalam keadaan normal, atom-atom tersebut menunjuk ke semua arah

secara acak sehingga kemagnetan tidak tampak. Agar sebuah benda secara

keseluruhan bekerja sebagai magnet, sebagian besar atom-atom tersebut harus

menunjuk pada arah yang sama, gaya magnetik tiap atom bergabung menjadi gaya

magnetik yang lebih besar.

G. Pembuatan Magnet

Magnet ada dua jenis yaitu magnet alam dan magnet buatan. Ada berbagai cara

untuk membuat magnet, antara lain:

1. Menggosokkan Magnet Tetap

Benda-benda kecil misalnya jarum atau paku apabila didekatkan dengan

sebatang besi atau sebatang baja tidak akan tertarik oleh besi atau baja tersebut. Hal

ini menunjukkan bahwa besi dan baja bukanlah magnet. Akan tetapi, besi dan baja

dapat dibuat menjadi magnet dengan cara menggosokkan salah satu ujung magnet

secara tetap di sepanjang batang besi, atau baja ke satu arah secara berulang-ulang.

Secara fisika bahwa benda-benda yang bisa dibuat magnet adalah benda atau material

yang sudah mempunyai sifat kemagnetan yang terdiri dari domain-domain atau

magnet-magnet kecil yang disebut magnet elementer.

Saat terjadi penggosokan dengan arah yang teratur mengakibatkan adanya

pengaruh medan magnet dari magnet permanen yang dapat digunakan untuk

menyerahkan posisi domain. Dengan posisi yang searah tentu mengakibatkan adanya

gaya yang ditimbulkan oleh domain tersebut sehingga menjadikan benda bermagnet.
5

2. Aliran Arus Listrik

Magnet dibuat dengan cara dialiri arus listrik. Misalnya sebuah paku besar

dililit dengan sebuah kumparan setelah dihubungkan dengan baterai dan kemudian

didekatkan dengan paku-paku kecil, ternyata paku kecil tersebut akan menempel pada

paku besar tersebut. Apabila baterai atau sumber arus listrik searah diganti dengan

sumber arus listrik bolak-balik bertegangan rendah maka, paku besar tetap bersifat

sebagai magnet. Jika arus listrik diputus maka paku-paku kecil yang menmpel pada

paku besar tersebut dalam hitungan detik akan berjatuhan atau lepas. Berarti paku

besar tersebut sudah hilang kemagnetannya. Jadi, sifat kemagnetan paku besar hanya

terjadi selama ada aliran listrik.

Dikatakan bahwa paku besi menjadi magnet sementara. Seandainya paku besi

diganti dengan logam baja, maka setelah arus listrik diputus, baja tersebut tetap

bersifat sebagai magnet. Karena, baja dapat dibuat magnet yang bersifat permanen

(tetap). Secara fisik dapat dijelaskan bahwa medan listrik yang sudah ditimbulkan

oleh arus listrik akan mempengaruhi posisi domain yang mengakibatkan posisi yang

tidak teratur berubah menjadi teratur dan searah. Dengan posisi searah akan

mempunyai kekuatan yang bersifat magnet.

3. Induksi

Sebuah paku besar didekatkan dengan sebuah magnet yang ditaruh pada statif

maka paku akan menempel pada magnet. Paku besar yang telah menempel pada

magnet jika didekati paku-paku kecil akan menarik paku tersebut. Hal ini disebabkan

oleh paku besar yang berada di dalam medan magnet terkena induksi sehingga
6

bersifat sebagai magnet. Secara konsep sama dengan pembuatan magnet cara digosok

atau dililit dengan kumparan yang dialiri arus listrik. Akibat dari pengaruh medan

magnet sehingga paku yang menempel pada magnet permanen memungkinkan posisi

domain-domainnya menjadi teratur dengan bersifat sebagai benda magnet.

H. Menghilangkan Sifat Kemagnetan

Magnet permanen dapat pula hilang sifat kemagnetannya. Sebagai contoh, jika

magnet sering jatuh maka sifat kemagnetannya akan berkurang bahkan juga bisa

hilang. Cara lainnya yaitu dengan cara dipukul atau dipanaskan. Hal ini terjadi karena

tambahan energi akibat pemanasan menyebabkan partikel-partikel bahan bergerak

lebih cepat dan lebih acak, maka sebagian magnet elementernya tidak lagi menunjuk

arah yang sama seperti semula.


7

II. PELAKSANAAN PRATIKUM

A. Pratikum I: Bermain Sulap dengan Magnet

1. Alat

a. Magnet U.

b. Penjepit kertas kecil.

c. Serbuk besi.

d. Selotip.

e. Gelas.

f. Benang.

2. Bahan

a. Air.

b. Kertas.

3. Langkah Kerja

a. Menyediakan alat dan bahan yang dibutuhkan.

b. Mengikat penjepit kertas pada ujung benang. Lalu menempelkan ujung benang

yang lainnya dengan selotip pada meja atau lantai. Pelan-pelan mendekatkan

magnet ke arah penjepit kertas sampai penjepit kertas tersebut tertarik. Dengan

hati-hati jangan sampai kertasnya menempel di magnet. Mencoba mengangkat

magnet ke atas perlahan-lahan, mengusahakan jarak magnet ke penjepit kertas

selalu sama, dan mengamati apa yang terjadi.


8

c. Mencoba meletakkan magnet di meja atau lantai, lalu menutupi dengan selembar

kertas. Setelah itu meletakkan penjepit kertas di atasnya, mengusahakan jaraknya

tidak terlalu jauh dari ujung magnet. Mendekatkan secara perlahan-lahan dan

mengamati apakah penjepit kertasnya tertarik oleh magnet. Menaruh serbuk besi

ke dalam gelas. Setelah itu, mendekatkan magnet di luar gelas. Mengamati

apakah serbuk besi yang ada dalam gelas bisa tertarik oleh magnet.

d. Menuangkan air ke dalam gelas yang berisi serbuk besi. Kemudian mencoba

mendekatkan magnet dari luar gelas. Dan mengamati apa yang terjadi.

e. Membuat kesimpulan berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan.


9

B. Pratikum II: Bermain dengan Serbuk Besi

1. Alat

a. Sebuah magnet tapal kuda (magnet U).

b. Serbuk besi.

c. Sendok teh.

2. Bahan

a. Garam.

b. Kertas.

3. Langkah Kerja

a. Menyediakan alat dan bahan yang dibutuhkan.

b. Mencampurkan satu sendok teh serbuk besi dan satu sendok teh garam pada

selembar kertas. Meminta bantuan orang yang lebih tua agar tidak mengotori

badan. Membuat agar campuran tersebut tidak menumpuk dan merata pada

kertas. Lalu, mendekatkan magnet U tersebut ke atas permukaan campuran

magnet tadi. Dan mengamati apa yang terjadi.

c. Membuang garam yang tersisa pada kertas dan melepaskan serbuk besi yang

menempel pada magnet. Mengumpulkan kembali serbuk besinya agar dapat

digunakan kembali.

d. Membuat kesimpulan dari pengamatan yang telah dilakukan.


10

III. HASIL PENGAMATAN PRATIKUM

A. Hasil Pengamatan Pratikum I: Bermain Sulap dengan Magnet


11

B. Hasil Pengamatan Pratikum II: Bermain dengan Sebuk Besi


12

IV. ANALISIS HASIL PENGAMATAN PRATIKUM

A. Analisis Hasil Pratikum I: Bermain Sulap dengan Magnet

Pengamat pertama-tama menyiapkan alat berupa magnet U, penjepit kertas

kecil, serbuk besi, selotip, gelas, dan benang. Bahan berupa air dan kertas. Pengamat

kemudian mengikat penjepit kertas pada ujung benang lalu menempelkan ujung

benang lainnya dengan selotip pada meja di atas lantai. Pengamat dengan pelan-pelan

mendekatkan magnet ke arah penjepit kertas sampai penjepit kertas tersebut tertarik

oleh magnet. Tetapi, pengamat harus berhati-hati agar penjepit kertasnya tidak

menempel pada magnet. Pengamat selanjutnya mencoba mengangkat magnet ke atas

secara perlahan-lahan dan mengusahakan agar jarak magnet dengan penjepit kertas

selalu sama. Pengamat kemudian mengamati penjepit kertas yang perlahan tertarik

dan mengikuti magnet. Selanjutnya, pengamat melakukan percobaan dengan

meletakkan magnet di meja dan menutupinya dengan selember kertas. Pengamat

kemudian meletakkan penjepit kertasnya dan mengusahakan agar jaraknya tidak

terlalu jauh dari ujung magnet. Pengamat selanjutnya mendekatkan magnet secara

perlahan-lahan dan mengamati apa yang terjadi. Setelah itu, pengamat kembali

melakukan percobaan dengan memasukkan serbuk besi ke dalam gelas. Pengamat

kemudian mendekatkan magnet dari luar gelas dan mengamati apa yang terjadi.

Selanjutnya pengamat menuangkan air ke dalam gelas yang berisi serbuk besi.

Kemudian mencoba mendekatkan magnet dari luar gelas lagi. Pengamat kemudian

mengamati kembali apa yang terjadi dan membuat kesimpulan.


13

Hasil yang diperoleh adalah penjepit kertas yang diikat dengan ujung benang

dan ditempelkan di atas meja tertarik oleh magnet. Hal yang sama terlihat ketika

pengamat meletakkan selembar kertas di antara magnet dan penjepit kertas, di mana

penjepit kertas tersebut juga tertarik oleh magnet. Pada saat pengamat memasukkan

serbuk besi ke dalam gelas dan mendekatkan magnet dari luar, serbuk besi tersebut

juga tertarik. Ketika pengamat memasukkan air ke dalam gelas yang berisi serbuk

besi dan mendekatkan magnet dari luar gelas, serbuk besi tersebut juga bergerak

mengikuti arah magnet.

Berdasarkan pengamatan di atas, diketahui bahwa magnet dapat menarik benda

lain yang bersifat magnetis meskipun diberi perantara seperti benda padat maupun zat

cair.
14

B. Analisis Hasil Pratikum II: Bermain dengan Serbuk Besi

Pengamat pertama-tama menyiapkan alat berupa magnet U, serbuk besi, dan

sendok teh. Bahan berupa garam dan kertas. Pengamat kemudian mencampurkan satu

sendok teh serbuk besi dan satu sendok teh garam pada selembar kertas. Pengamat

selanjutnya mencampur serbuk besi dan garam tersebut hingga rata. Pengamat

kemudian mendekatkan magnet di atas permukaan campuran serbuk besi dan garam

tadi dan mengamati apa yang terjadi. Pengamat selanjutnya membuang sisa-sisa

garam dan melepaskan serbuk besi yang masih menempel pada magnet. Dan

mengumpulkan serbuk besi tersebut agar dapat digunakan kembali. Pengamat

kemudian membuat kesimpulan atas pengamatan yang dilakukan.

Hasil yang diperoleh adalah serbuk besi yang dicampurkan dengan garam akan

menempel pada magnet dan membentuk garis gaya magnet.

Berdasarkan pengamatan di atas, diketahui bahwa sebuah magnet memiliki dua

kutub yaitu kutub utara dan kutub selatan yang apabila diberi serbuk besi dapat

membentuk garis gaya magnet yang membentuk lintasan tertutup dari kutub utara ke

kutub selatan.
15

V. KESIMPULAN

A. Kesimpul Pratikum I: Bermain Sulap dengan Magnet

Sebuah magnet dapat menarik besi dan benda yang terbuat dari logam lainnya

baik dengan perantara maupun tanpa perantara, tergantung dari ukuran magnet yang

digunakan.

B. Kesimpul Pratikum II: Bermain dengan Serbuk Besi

Sebuah magnet memiliki medan magnet yang digambarkan dengan garis gaya

magnet yang membentuk lintasan tertutup dari kutub utara ke kutub selatan.
16

DAFTAR PUSTAKA

Dewi Gusnawati, dkk. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam Terpadu dan Kontekstual SMP
Kelas IX. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Elok Sudibyo, dkk. 2008. Mari Belajar IPA SMP Kelas IX. Jakarta: Pusat Perbukuan
Departemen Pendidikan Nasional.

Handayani, Sri dan Ari Damari. 2009. Fisika SMA Kelas 3. Jakarta: Pusat Perbukuan
Departemen Pendidikan Nasional.

Nur Kuswanti, dkk. 2008. Contextual Teaching and Learning IPA SMP Kelas IX
Edisi 4. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Slamet Prawirohartono, dkk. 2007. Ilmu Pengetahuan Alam SMP Kelas 3. Jakarta:
Bumi Aksara.

Sofyan Ridho, dkk. 2012. Fisika SMA Kelas XII. Sidoarjo: Masmedia.

Tim Dosen. 2015. Panduan Pratikum Konsep Dasar IPA 1 Kumpulan Percobaan
Menarik. Makassar: FIP UNM.

Anda mungkin juga menyukai