Anda di halaman 1dari 3

ANALISA JURNAL

HUBUNGAN MOBILISASI DINI TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA POST OP


SECTIO CAESAREA

Oleh:
Sri Angriani, Suwandi, Sri Wahyuni

A. LATAR BELAKANG
Sectio Caesarea merupakan kelahiran janin melalui insisi yang dibuat pada
dinding abdomen dan uterus. Tindakan insisi pada persalinan Sectio Caesarea ini
menyebabkan luka sayat yang harus diperhatikan derajat kesembuhan lukanya karena
resiko tinggi terjadi infeksi, rupture uteri dan pendarahan. Salah satu yang berperan dalam
penyembuhan luka adalah mobilisasi dini yang dipercaya dan terbukti meningkatkan
proses penyembuhan luka. Apabila mobilisasi dini tidak dilakukan sesegera mungkin
akan dapat mengaibatkan terjadinya komplikasi yaitu thrombosis dan tromboemboli
(Shella Christina dkk, 2012).
Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa persalinan dengan bedah
caesar adalah sekitar 10 - 15% dari semua proses persalinan di negara-negara
berkembang. Salah satu hal yang berperan pada proses penyembuhan luka adalah
mobilisasi dini yang dapat meningkatkan proses penyembuhan luka. Di Indonesia, angka
persalinan dengan bedah caesarea adalah sekitar 10% sampai 15% dari semua proses
persalinan di Negara-negara berkembang (Noprianto, 2012).

B. TUJUAN PENELITIAN
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh mobilisasi dini terhadap
proses penyembuhan luka inflamasi post operasi Sectio Caesarea di RSUD Salewangan
Maros.

C. METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Subjek dalam penelitian ini
adalah semua pasien yang telah menjalani operasi Sectio Caesarea di RSUD Salewangang
Maros tahun 2013 periode Januari-Agustus dengan sampel sebanyak 15 sampel. Dalam
penelitian ini menggunakan uji statistik Chi-squere dengan menggunakan bantuan
computer program SPSS versi 17.
D. HASIL DAN PEMBAHASAN
1. Hasil
Hubungan mobilisasi dini dengan penyembuhan luka pada pasien Post Operasi
Sectio Caesarea didapatkan nilai p=0,009 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa
terdapat hubungan yang signifikan antara mobilisasi dini dengan proses penyembuhan
luka pada pasien post Operasi Sectio Caesarea.
2. Pembahasan
Mobilisasi dini sangat bermanfaat untuk melancarkan sirkulasi darah,
membantu proses pemulihan, mencegah terjadinya infeksi yang timbul karena
gangguan pembulu darah balik serta mencegah perdarahan lebih lanjut. Dengan
mobilisasi dini kontraksi uterus akan baik sehingga fundus uteri keras, maka resiko
perdarahan yang abnormal dapat dihindarkan, karena kontraksi membentuk
penyempitan pembuluh darah yang terbuka, Involusi uterus tidak baik, apabila tidak
dilakukan mobilisasi secara dini karena dapat menghambat pengeluaran darah dan
sisa plasenta sehingga menyebabkan terganggunya kontraksi uterus. Salah satu faktor
eksternal yang mempengaruhi kesembuhan luka adalah mobilisasi dini. Mobilisasi
dini merupakan faktor yang dapat mempercepat pemulihan luka pasien post operasi.
sectio caesarea dan mencegah komplikasi post operasi.
Banyak keuntungan yang dapat diraih dari latihan mobilisasi dini di tempat
tidur dan berjalan pada periode dini post operasi, mobilisasi dini sangat penting dalam
percepatan hari rawat dan mengurangi terjadinya dekubitus, kekakuan atau
penegangan otot di seluruh tubuh, gangguan sirkulasi darah dan gangguan peristaltik.
Proses penyembuhan luka dikatakan baik apabila tidak ditemukan tanda-tanda infeksi
seperti rubor, dolor, kalor, tumor, dan gangguan fungsi laesa.

E. IMPLIKASI KEPERAWATAN
1. Bagi perawat
Berdasarkan hasil penelitian bahwa terdapat pengaruh mobilisasi dini terhadap
penyembuhan luka pasien post operasi Sectio Caesarea maka diharapkan perawat
ruangan memberikan pendidikan kesehatan terhadap pasein post SC tentang
pentingnya mobilisasi dini terhadap penyembuha luka sehingga dapat menghindari
terjadinya infeksi pada luka operasi pasien post Sectio Caesarea.
2. Bagi mahasiswa
Dapat menambah pengetahuan tentang pengaruh mobilisasi dini terhadap proses
penyembuhan luka inflamasi post operasi Sectio Caesarea di RSUD Salewangan
Maros

F. KESIMPULAN DAN SARAN


1. Kesimpulan
Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 15 responden, didapatkan empat
responden yang tidak sembuh, diantaranya tiga responden mobilisasi dini kurang, dan
satu responden mobilisasi dini efektif. Dari 15 responden terdapat 11 responden
Sembuh, diantaranya mobilisasi kurang tidak ada, dan 11 responden mobilisasi dini
efektif. Sehingga ada hubungan antara mobilisasi dini dengan proses penyembuhan
luka pada pasien post operasi sectio caesarea di RSUD Salewangang Maros dengan
tingkat kemaknaan p = 0,009.
2. Saran
Diharapkan jurnal ini memberikan informasi dan dapat diterapkan serta
diimplementasikan di pelayanan keperawatan khususnya keperawatan maternitas
terhadap perawatan luka pasien post operasi SC.