Anda di halaman 1dari 5

VARIABEL KINERJA KOPERASI DAN PRINSIP PENGUKURAN KERJA KOPERASI

A. Variabel Kinerja
Secara umum, variable kinerja koperasi yang diukur untuk melihat perkembangan atau
pertumbuhan (growth) koperasi di Indonesia terdiri dari kelembagaan (jumlah koperasi per
provinsi, jumlah koperasi per jenis /kelompok koperasi, jumlah koperasi aktif dan nonaktif),
keanggotaan, volume usaha, permodalan, asset, dan sisa hasil usaha.

B. Variabel Yang Mempengaruhi Kinerja


Kinerja tidak terjadi dengan sendirinya. Dengan kata lain, terdapat beberapa faktor yang
mempengaruhi kinerja. Adapun faktor-faktor tersebut menurut Armstrong (1998 : 16-17) adalah
sebagai berikut:
 Faktor individu (personal factors)
 Faktor kepemimpinan (leadership factors)

 Faktor kelompok / rekan kerja (team factors)

 Faktor sistem (system factors)

 Faktor situasi (contextual/situational factors)

C. Pengertian Pengukuran Kinerja


Pengukuran kinerja adalah proses di mana organisasi menetapkan parameter hasil untuk dicapai
oleh program, investasi, dan akusisi yang dilakukan. Proses pengukuran kinerja seringkali
membutuhkan penggunaan bukti statistik untuk menentukan tingkat kemajuan suatu organisasi
dalam meraih tujuannya.

D. Prinsip Pengukuran Kinerja


- Kendali yang efektif dimana seluruh aktivitas kerja yang signifikan harus diukur.
- Pekerjaan yang tidak diukur atau dinilai tidak dapat dikelola karena darinya tidak
ada informasi yang bersifat obyektif untuk menentukan nilainya.
- Kerja yang tak diukur sebaiknya diminimalisir atau bahkan ditiadakan.
- Keluaran kinerja yang diharapkan harus ditetapkan untuk seluruh kerja yang diukur.
- Hasil keluaran menyediakan dasar untuk menetapkan akuntabilitas hasil alih-alih sekedar
mengetahui tingkat usaha.
- Mendefinisikan kinerja dalam artian hasil kerja semacam apa yang diinginkan adalah
cara manajer dan pengawas untuk membuat penugasan kerja operasional.
- Pelaporan kinerja dan analisis variansi harus dilakukan secara periodik.
- Pelaporan yang kerap memungkinkan adanya tindakan korektif yang segera dan tepat
waktu.
- Tindakan korektif yang tepat waktu begitu dibutuhkan untuk manajemen

KELEMBAGAAN, KEANGGOTAAN, VOLUME USAHA, PEMODALAN, ASSET & SHU

A. Kelembagaan Dan Keanggotaan Koperasi


Lembaga koperasi merupakan sebuah lembaga keuangan yang berazaskan kekeluargaan dan
bergotong-royong. Anggota koperasi merupakan pemilik dan juga pengguna jasa koperasi.

B. Volume Usaha Dan Permodalan Koperasi


Volume usaha adalah total nilai penjualan atau penerimaan dari barang dan atau jasa pada suatu
periode waktu atau tahun buku yang bersangkutan. Seperti halnya bentuk badan usaha yang lain,
untuk menjalankan kegiatan usahanya koperasi memerlukan modal. Adapun modal koperasi
terdiri atas modal sendiri dan modal pinjaman. Modal sendiri meliputi sumber modal sebagai
berikut:
1. Simpanan Pokok adalah sejumlah uang yang wajib dibayarkan oleh anggota kepada
koperasi pada saat masuk menjadi anggota. Simpanan pokok tidak dapat diambil
kembali selama yang bersangkutan masih menjadi anggota koperasi. Simpanan pokok
jumlahnya sama untuk setiap anggota
2. Simpanan Wajib adalah jumlah simpanan tertentu yang harus dibayarkan oleh anggota
kepada koperasi dalam waktu dan kesempatan tertentu, misalnya tiap bulan dengan
jumlah simpanan yang sama untuk setiap bulannya. Simpanan wajib tidak dapat diambil
kembali selama yang bersangkutan masih menjadi anggota koperasi.

3. Simpanan khusus/lain-lain. Misalnya: Simpanan sukarela (simpanan yang dapat diambil


kapan saja), Simpanan Qurba, dan Deposito Berjangka
4. Dana Cadangan adalah sejumlah uang yang diperoleh dari penyisihan Sisa Hasil usaha,
yang dimaksudkan untuk pemupukan modal sendiri, pembagian kepada anggota yang
keluar dari keanggotaan koperasi, dan untuk menutup kerugian koperasi bila diperlukan.
5. Hibah adalah sejumlah uang atau barang modal yang dapat dinilai dengan uang yang
diterima dari pihak lain yang bersifat hibah/pemberian dan tidak mengikat.

Adapun modal pinjaman koperasi berasal dari pihak-pihak sebagai berikut:


1. Anggota dan calon anggota
2. Koperasi lainnya dan/atau anggotanya yang didasari dengan perjanjian kerjasama
antarkoperasi

3. Bank dan Lembaga keuangan bukan banklembaga keuangan lainnya yang dilakukan
berdasarkan ketentuan peraturan perudang-undangan yang berlakuPenerbitan obligasi
dan surat utang lainnya yang dilakukan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-
undangan yang berlaku

4. Sumber lain yang sah.

C. Asset Dalam Koperasi


Aset merupakan sumber daya yang dikuasai koperasi sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan
dari mana manfaat ekonomi di masa depan diharapkan akan diperoleh koperasi. Aset yang
diperoleh dari sumbangan, yang tidak terikat penggunaannya, diakui sebagai aset tetap.

D. Sisa Hasil Usaha (SHU)


SHU Koperasi adalah sebagai selisih dari seluruh pemasukan atau penerimaan total (total
revenue) atau biasa dilambangkan (TR) dengan biaya-biaya atau biaya total (total cost) dengan
lambang (TC) dalam satu tahun waktu.

EFISIENSI KOPERASI

A. Pengertian Efisiensi Koperasi


Kunci utama efisiensi koperasi adalah pelayanan usaha kepada anggotanya. Koperasi yang dapat
menekan biaya serendah mungkin tetapi anggota tidak memperoleh pelayanan yang baik dapat
dikatakan usahanya tidak efisian di samping tidak memiliki tingkat efektifitas yang tinggi, sebab
dampak kooperatifnya tidak dirasakan anggota.

B. Lingkup Efisiensi Koperasi


1. Efisiensi intern masyarakat merupakan perbandingan terbaik dari excess cost (akses
biaya) dengan actual cost (biaya yang sebenarnya).
2. Efisiensi okatif adalah efisiensi yang berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya dan
sumber dana dari semua komponen koperasi tersebut.

3. Efisiensi ekstern menunjukkan bagaimana efisiensi pada lembaga-lembaga dan


perseorangan diluar koperasi yang ikut memacu secara tidak langsung efisiensi didalam
koperasi.

4. Efisiensi dinamis adalah efisiensi yang biasa dikaitkandengan tingkat optimasi karena da
perubahan teknologi yang dipakai.

5. Efisiensi sosial sering dikaitkan dengan pemanfaatan sumber daya dan dana secara tepat,
karena tidak menimbulkan biaya-biaya atau beban sosial.

KLASIFIKASI KOPERASI

A. Ketentuan Pemerintah Dan Banyak Jenis Usaha


Penggolongan koperasi berdasarkan pada ketentuan pemerintah yang diberlakukan pada koperasi
yaitu Koprasi Unit Desa (KUD) dimana koperasi ini diarahkan khusus untuk masyarakat
pedesaan. Berdasarkan banyaknya jenis usaha terdiri dari Koperasi (Single Purpose) dimana
koperasi ini hanya mempunyai satu jenis usaha dan Koperasi (Multi Purpose) dimana koperasi
ini mempunyai lebih dari satu macam jenis usaha yang dikelola secara bersamaan.

B. Jenis Lapangan Usaha


Koperasi dibedakan berdasarkan jenis lapangan usaha, yaitu sebagai berikut:
a. Koperasi Kredit Atau Koperasi Simpan Pinjam
Koperasi yang mengelola usaha simpan pinjam seperti halnya bank
b. Koperasi Produksi.
Koperasi yang mengelola usaha produksi barang tertentu. Contoh: koperasi pengrajin batik,
koperasi susu
c. Koperasi Konsumsi
Koperasi yang mengelola usaha penjualan barang-barang konsumsi. Contoh : wujud usaha
koperasi ini biasanya berbentuk toko
d. Koperasi Jasa.
Koperasi yang mengelola usaha layanan jasa.
C. Jenis Anggota Dan Status Anggota

1. Didasarkan pada jenis anggota:


a. Koperasi Primer, jumlah minimal anggota koperasi dua puluh orang.
b. Koperasi Sekunder , anggotanya badan hukum koperasi.
2. Didasarkan pada status anggota, yaitu sebagai berikut :
a. Koperasi pegawai negeri.
b. Koperasi petani.
c. Koperasi pedagang.
d. Koperasi nelayan.
e. Koperasi siswa dan koperasi mahasiswa.

D. Klasifikasi Dan Tujuan Koperasi


1. Mengetahui kinerja koperasi dalam satu periode tertentu
2. Menetapkan peringkat kualifikasi koperasi
3. Mendorong koperasi agar menerapkan prinsip koperasi dan kaidah bisinis yang sehat.

Pedoman klasifikasi koperasi tersebut disempurnakan menjadi sistem pemeringkatan koperasi


yang dilandasi dasar hukum dari Peraturan Menteri Negara Koperasi dan UKM Nomor
22/PER/M. KUKM/IV/2007 tentang Pedoman Pemeringkatan Koperasi danPeraturan Menteri
Negara Koperasi dan UKM Nomor 06/PER/M.KUKM/III/2008 tentang Perubahan atas
Peraturan Menteri Negara Koperasi dan UKM Nomor 22/PER/M.KUKM/IV/2007 tentang
Pedoman Pemeringkatan Koperasi.