Anda di halaman 1dari 5

KOMPONEN PANEL LISTRIK 3 PHASE DAN FUNGSINYA

Panel Listrik – Electrical switchboard atau lebih kita kenal dgn panel listrik terbentuk berdasarkan susunan
komponen listrik yg sengaja disusun dalam sebuah papan control, sehingga dapat memudahkan penggunaanya.
Untuk lebih mengenal fungsi dari panel listrik kita telebih dahulu mengenal komponen- komponen panel listrik
dan harus memahami fungsi dari bagian-bagaian listrik itu sendiri
Berikut beberapa komponen panel listrik beserta fungsinya yang perlu diketahui:
Box Panel
Box panel listrik memiliki peranan dan fungsi yang sangat penting karena berfungsi untuk menjaga keamanan
pada saat terjadinya gangguan dalam aliran listrik, selain itu box panel berguna untuk melindungi panel listrik
dari kerusakan baik itu yang disengaja ataupun tidak disengaja. Box untuk panel listrik tersebut terdiri dari
beberapa jenis produk yang didesain lebih modern dan menarik, tidak mudah hancur dan berkualitas tinggi.
Tujuannya agar dalam pengoperasiannya tidak terjadi kesalahan dan tentunya menjamin keamanan dan
kenyamanan penggunaannya.

Kabel Power Dari Panel Ke Elektro Motor


Jenis Kabel disesuaikan dengan pemasangan kabel tersebut, jika kabel ditanam di dalam tanah dapat
menggunakan Kabel NYRGbY atau NYFGbY, atau jika dipasang diatas (di dalam Kabel Tray) dapat
menggunakan Kabel NYY.
Kabel Power di dalam Panel
Untuk merakit Panel, dibutuhkan Kabel Power yang akan digunakan untuk penghubung dari MCCB ke
Magnetic Contactor, ke Overload Relay, dan sebagainya. Kabel yang
biasa digunakan untuk Power di dalam Panel adalah Jenis Kabel
NYAF. Ukuran Kabel disesuaikan dengan In (Arus Nominal) motor
yang digunakan, jika Elektro Motor yang digunakan adalah 5,5KW dengan
In 10,45, maka cara menentukannya sama dengan menentukan
Ukuran Kabel Power ke Motor Listrik. Jadi, Kabel yang digunakan
adalah Kabel NYAF 1,5mm, dan Panjang Kabel disesuaikan dengan
Kebutuhan Rangkaian panel tersebut.
Namun, untuk menentukan Kabel Power untuk Magnetic Contactor pada
Rangkaian Star Delta, dapat menggunakan ukuran 1/2 dari Kabel Power
dari MCCB.

Kabel untuk rangkaian Kontrol (Wiring)


Kabel untuk rangkaian kontrol(Wiring), menggunakan
Kabel NYAF dengan ukuran yang lebih kecil, dapat
menggunakan Kabel NYAF 0,75mm, karena Arus yang
dialiri pada Kabel kontrol ini hanya untuk menyalakan
Magnetic Contactor, Pilot Lamp, Relay, Timer, bukan
untuk Power Motor. Panjang Kabel disesuaikan dengan
Kebutuhan, Panjang kabel untuk rangkaian DOL lebih
sedikit, dibanding Kabel kontrol untuk rangkaian Star
Delta maupun Auto Trafo.

MCB, yang singkatan dari ( Miniature Circuit Board)


merupakan komponen panel listrik yang berfungsi
sebagai switch pembatas arus akibat dari kenaikan daya
/tegangan yg melebihi batas dan atau hubung singkat.
Komponen panel listrik ini biasanya terbatas pada arus
nominal kecil sampai dgn kurang dari 100 Ampere.
MCCB, MCCB singkatan dari Moulded Case Circuit Breaker. Circuit Breaker pembatas arus

apabila terdapat arus beban yg melebihi batas-batasnya. MCCB ini dipakai hampir sama dengan MCB tetapi
dengan batas arus beban yg lebih besar dari 100 Ampere sampai dgn 1600 Ampere.

Grounding, Grounding pada instalasi dan komponen panel listrik ini berfungsi sebagai pengaman listrik.
Pengaman listrik akibat dari kabel -kabel yg terkelupas dan mengenai body part peralatan elektonik atau
peralatan listrik yg selanjutnya mengenai orang. Dgn adanya komponen panel listrik ini maka aliran arus listrik
yg liar atau yg tak berfungsi akan dibumikan.

Warna kabel. Warna kabel instalasi


listrik sudah ditetapkan diberbagai
negara. Tuk Indonesia, warna kabel
listrik ditentukan menurut standard SNI atau standatd IEC:
a. warna merah, kuning, hitam berfungsi untuk fase
b. warna biru muda (biru laut) berfungsi untuk netral
c. warna kuning -hijau berfungsi untuk ground

KONTAKTOR, Kontaktor adalah saklar yang digerakkan dengan gaya kemagnetan/elektromagnet. Pada
Kontaktor ada yang disebut coil yang berisi lilitan tembaga sebagai penghasil medan magnit. Cara kerja
kontaktor yaituapabila coil dihubungkan dengan sumber tegangan maka akan terjadilah induksi magnet yang
akan menarik setiap kontak (platina) yang terdapat pada kontaktor itu sendiri baik itu NO (Normaliy Open)
maupun NC (Normaly Closed). Artinya kontak NO yang pada posisi coil tidak diberi tegangan tidak
terhubung/tertutup akan tertarik menjadi terhubung (jadi NC) begitu pula kontak NC adalah kebalikannya (jadi
NO terbuka/terputus.
Push Button
Push Button adalah saklar tekan yang berfungsi untuk menghubungkan atau memisahkan bagian – bagian dari
suatu instalasi listrik satu sama lain (suatu sistem saklar tekan push button terdiri dari saklar tekan start. Stop
reset dan saklar tekan untuk emergency. Push button memiliki kontak NC (normally close) dan NO (normally
open).

Prinsip kerja Push Button adalah apabila dalam keadaan normal tidak ditekan maka kontak tidak berubah,
apabila ditekan maka kontak NC akan berfungsi sebagai stop dan kontak NO akan berfungsi sebagai
start biasanya digunakan pada sistem pengontrolan motor – motor induksi untuk menjalankan mematikan motor
pada industri – industri.

CARA MEMASANG PANEL LISTRIK 3 PHASE

Panel listrik atau electrical switchboard merupakan sebuah alat yang memiliki susunan komponen listrik yang
diatur dalam suatu papan control yang memudahkan penggunaannya. Di dalam panel listrik ada beberapa
komponen yang memiliki fungsinya masing-masing.
Apabila anda tidak ingin memanggil jasa service panel listrik untuk memasang panel listrik rumah anda,
mungkin anda bisa mencoba sendiri. Berikut adalah beberapa hal yang harus disiapkan :

1. Panel listrik tiga phase


2. MCB tiga phase dan MCB single phase
3. Lima batang plat konduktor
4. Modem untuk pembaca Kwh
5. Kabel 16mm Merah, Hitam, Kuning, Biru secukupnya
6. Sepatu kabel sesuai ukuran

Setelah menyiapkan barang-barang diatas mulai lah untuk merakit panel listrik yang sudah disiapkan.
Pertama, Kabel SR 4X16 memiliki ciri khusus sebagai penentu RST dan N. Jika diraba jari SR memiliki garis
halus sepanjang kabel, Kabel R adalah kabel SR yang memiliki satu garis. Kabel S adalah kabel SR yang
mempunyai dua garis. Kabel T dan N tidak mempunyai garis.
Kedua, pasangkan sepatu kabel pada ujung kabel SR dan bautkan masing-masing plat konduktor ke panel listrik
3.
Ketiga, pasangkan juga RSTN dari plat kondukter sebagai input arus listrik ke meterean listrik
Keempat, lubang nomor satu pada panel listrik tiga phase untuk input kabel R. Lubang dua adalah output kabel
R. Lubang Empat adalah input S lubang lima adalah output S. Begitu seterusnya. Intinya adalah lubang genap
untuk output dan lubang ganjil untuk input.
Kelima, kabel output RST dari meteran listrik dihubungkan dengan MCB tiga phase sebelum di instalasi ke
gedung.
Keenam, Output N (netral) dihubungkan ke plat konduktor sebelum di instalasi
Ketujuh, Plat konduktor berfungsi untuk penghantar arus yang ama dan tahan panas
Kedelapan, Pasangkan modem tiga phase ikuti petunjuk pada kotak pembungkus modem.

DIAGRAM PENGKABELAN/WIRING DIAGRAM

a. Pengertian Diagram Pengkabelan


Diagram pengkabelan adalah representasi visual sederhana dari koneksi fisik dan tata letak fisik dari sistem
atau sirkuit listrik. Ini menunjukkan bagaimana kabel listrik saling berhubungan dan juga dapat
menunjukkan dimana perlengkapan dan komponen dapat dihubungkan ke sistem.
b. Penggunaan Diagram Kabel
Diagram kabel digunakan untuk membantu dalam membangun atau membuat sirkuit atau perangkat
elektronik. Diagram kabel juga berguna untuk melakukan perbaikan. Skema menunjukkan rencana dan
fungsi untuk rangkaian listrik, tetapi tidak berkaitan dengan tata letak fisik dari kabel. Diagram wiring
menunjukkan bagaimana kabel terhubung dan dimana kabel tersebut ditempatkan di perangkat yang
sebenarnya, serta koneksi fisik antara semua komponen.

c. Simbol Diagram Kabel Standar


Jika garis yang menyentuh garis lain memiliki titik hitam, itu berarti garis-garisnya terhubung. Ketika garis
yang tidak terhubung ditampilkan menyeberang, Anda akan melihat garis hop.

Kebanyakan simbol yang digunakan pada diagram pengkabelan terlihat seperti versi abstrak dari objek
nyata yang mereka wakili. Sebagai contoh, sebuah saklar akan menjadi istirahat di garis dengan garis pada
sudut ke kawat, seperti saklar lampu Anda dapat menyalakan dan mematikan. Sebuah resistor akan
diwakili dengan serangkaian coretan yang melambangkan pembatasan aliran arus. Antena adalah garis
lurus dengan tiga garis kecil bercabang di ujungnya, seprti antena nyata.
 Kawat, lakukan arus
 Fuse, putuskan saat saat ini melebihi jumlah tertentu
 Kapasitor, digunakan untuk menyimpan muatan listrik
 Toggle Switch, menghentikan aliran arus saat terbuka
 Push Button Switch, sesaat memungkinkan aliran saat tombol ditekan, istirahat saat ini ketika dirilis
 Baterai, menyimpan muatan listrik dan menghasilkan tegangan konstan
 Resistor, membatasi aliran arus
 Kabel tanah, digunakan untuk perlindungan
 Pemutus sirkuit, digunakan untuk melindungi sirkuit dari kelebihan arus
 Induktor, kumparan yang menghasilkan medan magnet
 Antena, mengirim dan menerima gelombang radio
 Pelindung surge, digunakan untuk melindungi sirkuit dari lonjakan tegangan
 Lampu, menghasilkan cahaya saat arus mengalir
 Dioda, memungkinkan arus mengalir dalam satu arah yang ditunjukkan oleh panah atau segitiga pada
kawat
 Mikrofon, mengubah suara menjadi sinyal listrik
 Motor listrik
 Transformer, mengubah tegangan AC dari tinggi ke rendah atau sebaliknya
 Headphone
 Termostat
 Outlet listrik
 Kotak persimpangan