Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH STRUKTUR ALJABAR II

POLINOMIAL TAK TEREDUKSI

OLEH

KELOMPOK 1

1. DINA NOVRIYANA SIREGAR (NIM : 4152230022)


2. MUHAMMAD AIDIL PAHLEVI (NIM : 4153230021)
3. YANTI PERTIWI HARAHAP (NIM : 4152230019)

MATEMATIKA NONDIK B 2015

JURUSAN MATEMATIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2018
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas
dimudahkan dalam menyelesaikan makalah ini tepat waktu. Pada makalah ini,
disajikan materi untuk memudahkan mahasiswa dalam memahami materi dan
disampaikan dengan cara yang sesederhana mungkin.

Pada makalah ini akan dibahas materi tentang polinomial tak tereduksi, akan
dibahas defenisi polinomial tak tereduksi, polinomial primitif, dan teorema-teorema
yang berkaitan dengan polinomial tak tereduksi.

Akhir kata, kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata
sempurna. Baik dalam menyajikan materi atau pun tingkat kedalaman materi. Oleh
karena itu, kami mohon kritik dan saran dari para pembaca. Sehingga makalah yang
akan depan akan lebih baik lagi. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.

Medan, April 2018

Kelompok 1

i
DAFTAR ISI

KATA PENGATAR ............................................................................................... i

DAFTAR ISI .......................................................................................................... ii

BAB I : PENDAHULUAN.....................................................................................1

1.1 Latar Belakang................................................................................................1

1.2 Rumusan Masalah ..........................................................................................1

1.3 Tujuan .............................................................................................................1

BAB II : PEMBAHASAN......................................................................................2

2.1 Defenisi Polinomial Tak Tereduksi .................................................................... 2

2.2 Polinomial Berderajat 2 atau 3 Tereduksi Atas Lapangan F .......................... 3

2.3 Polinomial Primitif ........................................................................................4

2.4 Tereduksi Atas Q Mengakibatkan Tereduksi Atas Z ....................................... 5

2.5 Uji Tak Tereduksi Mod p ..............................................................................6

2.6 Kriteria Eisenstein .........................................................................................7

BAB III : PENUTUP..............................................................................................9

3.1 Kesimpulan .....................................................................................................9

3.2 Saran ...............................................................................................................9

DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................10

ii
iii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Polinomial atau suku banyak adalah bentuk suku-suku dengan banyak
terhingga yang disusun dari peubah/variabel dan konstanta. Operasi yang digunakan
hanya penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pangkat bilangan bulat tak negatif.

Di sekolah menengah, kita menghabiskan banyak waktu memfaktorkan


polinomial dan menemukan angka nol polinomial. Faktorisasi polinomial begitu
penting untuk menentukan sebuah polinomial tak tereduksi dan tereduksi. Oleh karena
itu, pada makalah ini kita membahas masalah yang sama dalam keadaan yang lebih
abstrak.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa yang dimaksud dengan polinomial tak tereduksi?
2. Apa yang dimaksud dengan polinomial tereduksi?
3. Apa yang dimaksud dengan polinomial primitif?

1.3 Tujuan

Adapun tujuan makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas kuliah struktur
aljabar 2 dan memudahkan mahasiswa dalam memahami materi tentang polinomial
tak tereduksi.

1
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Defenisi Polinomial Tak Tereduksi

Defenisi 1

Suatu polinomial yang tak konstan 𝑓(𝑥) ∈ 𝐹[𝑥] dikatakan polinomial iredusibel (tak
tereduksi) di 𝐹[𝑥] jika tidak dapat dinyatakan sebagai hasil kali polinomial 𝑔(𝑥) dan
ℎ(𝑥) dengan 𝑔(𝑥), ℎ(𝑥) ∈ 𝐹[𝑥] yang berderajat lebih kecil dari derajat 𝑓(𝑥). Suatu
polinomial 𝑓(𝑥) adalah redusibel (tereduksi) di 𝐹[𝑥] jika

∃𝑔(𝑥), ℎ(𝑥) ∈ 𝐹[𝑥] ∋ 𝑓(𝑥) = 𝑔(𝑥)ℎ(𝑥);

deg(𝑔(𝑥)) < deg(𝑓(𝑥)) 𝑑𝑎𝑛 deg(ℎ(𝑥)) < deg(𝑓(𝑥))

Contoh 1

Tunjukkan 𝑓(𝑥) = 𝑥 2 − 2 merupakan polinomial yang iredusibel di ℚ[𝑥] tetapi


redusibel di ℝ[𝑥].

Bukti:

𝑥 2 − 2 = (𝑥 + 𝑎)(𝑥 + 𝑏)∀𝑎, 𝑏, 𝑐 ∈ ℚ

Dalam ring polinomial ℚ[𝑥] maka 𝑓(𝑥) tidak dapat dinyatakan dalam bentuk 𝑓(𝑥) =
𝑔(𝑥). ℎ(𝑥) dengan 𝑔(𝑥) dan ℎ(𝑥) berderajat lebih rendah dari 𝑓(𝑥). Sehingga 𝑓(𝑥)
iredusibel di ℚ[𝑥]. Tetapi dalam ring polinomial ℝ[𝑥], polinomial 𝑓(𝑥) = 𝑥 2 − 2
dapat dinyatakan sebagai 𝑓(𝑥) = (𝑥 + √2)(𝑥 − √2) dengan 𝑥 + √2 dan 𝑥 − √2
bukan unsur satuan di ℝ[𝑥], Sehingga 𝑓(𝑥) redusibel di ℝ[𝑥].

Contoh 2

Polinomial 𝑓(𝑥) = 3𝑥 2 + 6 adalah tak tereduksi atas lapangan bilangan rasional ℚ,


tetapi tereduksi atas daerah integral ℤ . Perhatikan bahwa jika 𝑓(𝑥) = 3𝑥 2 + 6
dituliskan dalam bentuk 𝑓(𝑥) = 𝑔(𝑥)ℎ(𝑥), maka salah satu 𝑔(𝑥) atau ℎ(𝑥)

2
merupakan polinomial konstanta di ℚ[𝑥]. Sehingga 𝑔(𝑥) atau ℎ(𝑥) merupakan unsur
unit di ℚ[𝑥], yang berarti 𝑓(𝑥) tak tereduksi atas ℚ. Sebaliknya pada ring polinomial
ℤ[𝑥], 𝑓(𝑥)3𝑥 2 + 6 = 3(𝑥 2 + 2). Karena 3 ∈ ℤ[𝑥] dan (𝑥 2 + 2) ∈ ℤ[𝑥] keduanya
bukan unit di ℤ[𝑥], maka 𝑓(𝑥) tereduksi di ℤ[𝑥].

Contoh 3

Polinomial 𝑓(𝑥) = 𝑥 2 − 2 tak terduksi atas lapangan ℚ, tetapi tereduksi atas lapangan
ℝ. Dalam ring polinomial ℚ[𝑥], maka 𝑓(𝑥) = 𝑥 2 − 2 tidak dapat dinyatakan dalam
bentuk 𝑓(𝑥) = 𝑔(𝑥)ℎ(𝑥) dengan 𝑔(𝑥) dan ℎ(𝑥) berderajat lebih rendah dari 𝑓(𝑥).
Sehingga 𝑓(𝑥) tak tereduksi atas ℚ. Tetapi dalam ring polinomial ℝ[𝑥], polinomial
𝑓(𝑥) = 𝑥 2 − 2 dapat dinyatakan sebagai 𝑓(𝑥) = (𝑥 + √2)(𝑥 − √2) bukan unit di
ℝ[𝑥]. Sehingga 𝑓(𝑥) tereduksi atas R.

Dari contoh 3 terlihat bahwa jika 𝐹 adalah suatu lapangan dan 𝑓(𝑥) ∈ 𝐹[𝑥]
mempunyai akar di 𝐹, maka 𝑓(𝑥) adalah suatu polinomial tereduksi. Teorema berikut
ini secara umum memperlihatkan bahwa suatu polinomial berderajat 2 atau 3 pasti
tereduksi atas suatu lapangan 𝐹.

2.2 Polinomial Berderajat 2 atau 3 Tereduksi Atas Lapangan F

Teorema 1

Andaikan F adalah suatu lapangan dan misalkan 𝑓(𝑥) ∈ 𝐹[𝑥] adalah suatu
polinomial berderajat 2 atau 3. 𝑓(𝑥) tereduksi atas 𝐹 jika dan hanya jika 𝑓(𝑥)
mempunyai akar di 𝐹.

Bukti:

Andaikan 𝑓(𝑥) ∈ 𝐹[𝑥] adalah suatu polinomial tereduksi berderajat 2 atau 3. Bila
𝑓(𝑥) dinyatakan sebagai 𝑓(𝑥) = 𝑔(𝑥)ℎ(𝑥), maka salah satu dari polinomial 𝑔(𝑥)
atau ℎ(𝑥) mestilah berderajat 1. Tanpa kehilangan keumuman, pembuktian, misalkan
𝑔(𝑥) = 𝑎𝑥 + 𝑏, 𝑏 ∈ 𝐹 adalah polinomial berderajat 1. Maka 𝑥 = −𝑏𝑎−1 adalah akar
dari 𝑔(𝑥). Akibatnya 𝑓(−𝑏𝑎−1 ) = 𝑔(−𝑏𝑎−1 )ℎ(−𝑏𝑎−1 ) = 0 . Yakni , 𝑓(𝑥)
mempunyai akar di 𝐹.

3
Andaikan sebaliknya 𝑓(𝑥) mempunyai akar di 𝐹. Misalkan 𝑎 ∈ 𝐹 adalah akar dari
𝑓(𝑥), maka menurut Akibat N-3 𝑓(𝑥) dapat dinyatakan sebagai 𝑓(𝑥) = (𝑥 − 𝑎)ℎ(𝑥).
Jadi 𝑓(𝑥) adalah polinomial tereduksi atas 𝐹.

Contoh 4

Perhatikan polinomial 𝑓(𝑥) = 𝑥 3 + 2𝑥 + 1 ∈ ℤ5 [𝑥]. Maka

𝑓(0) = 1, 𝑓(1) = 4, 𝑓(2) = 3, 𝑓(3) = 4, 𝑑𝑎𝑛 𝑓(4) = 3

Sehingga 𝑓(𝑥) tidak mempunyai akar di ℤ5 . Menurut teorema 1 𝑓(𝑥) tak tereduksi
atas ℤ5 . Sebaliknya polinomial 𝑓(𝑥) = 𝑥 3 + 3𝑥 + 1 adalah tereduksi atas ℤ5 , karena
𝑓(1) = 0. Sehingga 𝑓(𝑥) dapat dinyatakan sebagai 𝑓(𝑥) = (𝑥 − 1)ℎ(𝑥) = (𝑥 +
4)ℎ(𝑥). Dengan menggunakan pembagian panjang diperoleh 𝑥 2 + 3𝑥 + 1 = (𝑥 +
4)(𝑥 2 + 𝑥 + 4).

Berikut ini kriteria- kriteria polinomial tereduksi atas ring bilangan bulat ℤ.

2.3 Polinomial Primitif

Defenisi 2

Andaikan 𝑓(𝑥) = 𝑎0 + 𝑎1 𝑥 + 𝑎2 𝑥 2 + ⋯ + 𝑎𝑛 𝑥 𝑛 adalah suatu polinomial di ℤ[𝑥]. Isi


dari 𝑓(𝑥) didefenisikan sebagai pembagi persekutuan terbesar dari 𝑎0 , 𝑎1, … , 𝑎𝑛 .
Suatu polinomial 𝑓(𝑥) ∈ ℤ[𝑥] dikatakan primitif jika isi dari 𝑓(𝑥) adalah 1.

Contoh 5

Isi polinomial 𝑓(𝑥) = 6 + 4𝑥 + 10𝑥 2 + 18𝑥 6 adalah 2, karena pembagi persekutuan


terbesar dari 6, 4, 10 dan 18 adalah 2. Sementara isi dari polinomial 𝑔(𝑥)3𝑥 + 9𝑥 3 +
4𝑥 5 adalah 1. Sehingga 𝑔(𝑥) adalah primitip.

Lemma Gauss

Hasil kali dua buah polinomial primitif adalah primitif.


Bukti :
Misalkan 𝑓(𝑥) dan 𝑔(𝑥) masing-masing adalah polinomial primitif, dan misalkan
𝑓(𝑥)𝑔(𝑥) bukan polinomial primitif. Misalkan 𝑝 adalah isi prima dari 𝑓(𝑥)𝑔(𝑥), dan
̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅ adalah polinomial yang diperoleh dari 𝑓(𝑥) ,
misalkan 𝑓 (̅ 𝑥) , 𝑔̅ (𝑥) dan 𝑓(𝑥)𝑔(𝑥)

4
𝑔(𝑥) dan 𝑓(𝑥)𝑔(𝑥) dengan mereduksi koefisien-koefisiennya ke modulo 𝑝. Maka
̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅̅ = 0
𝑓(̅ 𝑥) dan 𝑔̅ (𝑥) adalah elemen-elemen dari ℤ𝑝 [𝑥] dan 𝑓(̅ 𝑥)𝑔̅ (𝑥) = 𝑓(𝑥)𝑔(𝑥)
elemen nol pada ℤ𝑝 [𝑥] . Akibatnya 𝑓 (̅ 𝑥) = 0 atau 𝑔̅ (𝑥) = 0 . Ini berarti bahwa 𝑝
membagi setiap koefisien dari 𝑓(𝑥) atau 𝑝 membagi setiap koefisien dari 𝑔(𝑥)
Dengan demikian maka baik 𝑓(𝑥) maupun 𝑔(𝑥) tidak primitif. Pembuktian kontradisi
ini selesai.

2.4 Tereduksi Atas Q Mengakibatkan Tereduksi Atas Z

Teorema 2

Misalkan 𝑓(𝑥) ∈ ℤ[𝑥]. Jika 𝑓(𝑥) tereduksi atas Q, maka 𝑓(𝑥) tereduksi atas Z.

Bukti :

Andaikan 𝑓(𝑥) = 𝑔(𝑥)ℎ(𝑥) , 𝑔(𝑥) dan ℎ(𝑥) ∈ ℚ[𝑥] . Dengan jelas, kita boleh
mengansumsikan 𝑓(𝑥) primitif karena kita bisa membagi kedua 𝑓(𝑥) dan 𝑔(𝑥)
dengan isi 𝑓(𝑥). Misalkan 𝑎 bilangan yang habis dibagi penyebut koefisien 𝑔(𝑥), dan
𝑏 bilangan kelipatan yang habis dibagi penyebut koefisien ℎ(𝑥). Maka kelipatan yang
habis dibagi penyebut koefisien 𝑎𝑏𝑓(𝑥) = 𝑎𝑔(𝑥) ∙ 𝑏ℎ(𝑥) , 𝑎𝑔(𝑥), 𝑏ℎ(𝑥) ∈ ℤ[𝑥] .
Misalkan 𝑐1 adalah isi 𝑎𝑔(𝑥) dan 𝑐2 adalah isi 𝑏ℎ(𝑥). Maka 𝑎𝑔(𝑥) = 𝑐1 𝑔1 (𝑥) dan
𝑏ℎ(𝑥) = 𝑐2 ℎ1 (𝑥) , kedua 𝑔1 (𝑥) dan ℎ1 (𝑥) adalah primitif dan 𝑎𝑏𝑓(𝑥) =
𝑐1 𝑐2 𝑔1 (𝑥)ℎ1 (𝑥). Karena 𝑓(𝑥) primitif, isi 𝑎𝑏𝑓(𝑥) adalah 𝑎𝑏. Juga, karenahasil kali
dua polinomial primitif adalah primitif, berarti isi 𝑐1 𝑐2 𝑔1 (𝑥)ℎ1 (𝑥) adalah 𝑐1 𝑐2. Jadi,
𝑎𝑏 = 𝑐1 𝑐2 dan 𝑓(𝑥) = 𝑔1 (𝑥)ℎ1 (𝑥) , 𝑔1 (𝑥) dan ℎ1 (𝑥) ∈ ℤ[𝑥] dan deg(𝑔1 (𝑥)) =
deg(𝑔(𝑥)) dan deg(ℎ1 (𝑥)) = deg(ℎ(𝑥))

Contoh 6

Kita mengilustrasikan bukti teorema dengan menelusuri polinomial 𝑓(𝑥) = 6𝑥 2 +


3 4
𝑥 − 2 = (3𝑥 − 2) (2𝑥 + 3) = 𝑔(𝑥)ℎ(𝑥) . Dalam kasus ini kita punya 𝑎 = 2, 𝑏 =

3, 𝑐1 = 3, 𝑐2 = 2, 𝑔1 (𝑥) = 2𝑥 − 1, dan ℎ1 (𝑥) = 3𝑥 + 2 , sehingga 2 ∙ 3(6𝑥 2 + 𝑥 −


2) = 3 ∙ 2(2𝑥 − 1)(3𝑥 + 2) atau 6𝑥 2 + 𝑥 − 2 = (2𝑥 − 1)(3𝑥 + 2).

5
2.5 Uji Tak Tereduksi Mod p

Teorema 3

Misalkan 𝑝 prima dan andaikan 𝑓(𝑥) ∈ ℤ[𝑥] dengan deg(𝑓(𝑥)) ≥ 1. Misalkan 𝑓 (̅ 𝑥)


adalah polinomial di ℤ𝑝 [𝑥] diperoleh dari 𝑓(𝑥) dengan mereduksi semua koefisien

ℤ[𝑥] modulo 𝑝. Jika 𝑓(̅ 𝑥) tak tereduksi atas ℤ𝑝 dan deg (𝑓(̅ 𝑥)) = deg(𝑓(𝑥)), maka

𝑓(𝑥) tak tereduksi atas ℚ.

Bukti

Teorema berikut dari bukti teorema 2 bahwa jika 𝑓(𝑥) tereduksi atas ℚ, maka 𝑓(𝑥) =
𝑔(𝑥)ℎ(𝑥) dengan 𝑔(𝑥), ℎ(𝑥) ∈ ℤ[𝑥], dan keduanya mempunyai derajat lebih kecil
dari 𝑓(𝑥) . Misalkan 𝑓 (̅ 𝑥), 𝑔̅ (𝑥), 𝑑𝑎𝑛 ℎ̅(𝑥) adalah polinomial yang diperoleh dari
𝑓(𝑥), 𝑔(𝑥), 𝑑𝑎𝑛 ℎ(𝑥) dengan mereduksi semua koefisien modulo 𝑝 . Karena

deg(𝑓(𝑥)) = deg (𝑓 (̅ 𝑥)), kita punya deg(𝑔̅ (𝑥)) ≤ deg(𝑔(𝑥)) < deg (𝑓 (̅ 𝑥)). Tapi,

𝑓(𝑥) = 𝑔̅ (𝑥)ℎ̅(𝑥), dan ini kontradiksi dengan asumsi kita bahwa 𝑓(̅ 𝑥) tak tereduksi
atas ℤ𝑝 .

Contoh 7

Misalkan 𝑓(𝑥) = 21𝑥 3 − 𝑒𝑥 2 + 2𝑥 + 9. Maka, atas ℤ2 , kita punya 𝑓 (̅ 𝑥) = 𝑥 3 +


𝑥 2 + 1 dan, karena 𝑓 (̅ 0) = 1 dan 𝑓(̅ 1) = 1, kita lihat bahwa 𝑓(̅ 𝑥) tak tereduksi atas
ℤ2 . Jadi, 𝑓(𝑥) tak tereduksi atas ℚ. Perhatikan atas ℤ3 , 𝑓 (̅ 𝑥) = 2𝑥 tak tereduksi, tapi
kita mungkin tidak menerapkan teorema 2.4 untuk menyimpulkan bahwa 𝑓(𝑥) tak
tereduksi atas ℚ.

Hati hati untuk tidak menggunaka kebalikan teorema 2.4. jika 𝑓(𝑥) ∈ ℤ[𝑥]
dan 𝑓(̅ 𝑥) tereduksi atas ℤ𝑝 untuk suatu 𝑝, 𝑓 (𝑥) mungkin masih tak tereduksi atas ℚ.
Sebagai contoh, pandang 𝑓(𝑥) = 21𝑥 3 − 3𝑥 2 + 2𝑥 + 8. Maka, atas ℤ2 , 𝑓 (̅ 𝑥) = 𝑥 3 +
𝑥 2 = 𝑥 2 (𝑥 + 1). Tapi atas ℤ5 , 𝑓 (̅ 𝑥) tidak punya nol dan oleh karena itu tak tereduksi
atas ℤ5 . Sehingga 𝑓(𝑥) tak tereduksi atas ℚ. Untuk menyimpulkan bahwa 𝑓(𝑥) di
ℤ[𝑥] tak tereduksi atas ℚ, kita butuh semua 𝑝 yang sesuai polinomial 𝑓(̅ 𝑥) di ℤ𝑝 tak
tereduksi. Namun tidak selalu terjadi, karena 𝑓(𝑥) = 𝑥 4 + 1 tak tereduksi atas ℚ tapi
tereduksi atas ℤ𝑝 untuk setip 𝑝 prima.

6
2.6 Kriteria Eisenstein

Teorema 4

Andaikan 𝑓(𝑥) = 𝑎0 + 𝑎1 𝑥 + ⋯ + 𝑎𝑛 𝑥 𝑛 ∈ ℤ[𝑥] dan misalkan 𝑝 adalah suatu


bilangan prima. Bila 𝑝 tidak membagi 𝑎𝑛 , 𝑝 pembagi 𝑎𝑛−1 , … , 𝑎0 dan 𝑝2 tidak
membagi 𝑎0 maka 𝑓(𝑥) adalah tak tereduksi atas ℚ.

Bukti:

Cukup diperlihatkan bahwa 𝑓(𝑥) adalah tak tereduksi atas ℤ. Andaikan sebaliknya
bahwa 𝑓(𝑥) tereduksi atas ℤ , kita berharap akan memperoleh suatu kontradiksi.
Misalkan 𝑓(𝑥) = 𝑏(𝑥)𝑐(𝑥) = (𝑏0 + 𝑏1 𝑥 + ⋯ + 𝑏𝑟 𝑥 𝑟 )(𝑐0 + 𝑐1 𝑥 + ⋯ + 𝑐𝑠 𝑥 𝑠 dengan
𝑏(𝑥), 𝑐(𝑥) ∈ ℤ[𝑥] dan 𝑟, 𝑠 < 𝑛. Karena 𝑝 membagi 𝑎0 = 𝑏0 𝑐0 dan 𝑝2 tidak membagi
𝑎0 = 𝑏0 𝑐0 , maka 𝑝 membagi salah satu dari 𝑏0 atau 𝑐0 tetapi tidak membagi keduanya.
Tanpa kehilangan keumuman pembuktian misalkan 𝑝 membagi 𝑏0 tetapi tidak
membagi 𝑐0 . Selanjutnya, karena 𝑝 tidak membagi 𝑎𝑛 = 𝑏𝑟 𝑐𝑠 , maka 𝑝 tidak membagi
𝑏𝑟 . Dan 𝑝 juga tidak membagi 𝑐𝑠 . Hal ini berakibat terdapat suatu bilangan bulat
positif terkecil 𝑡 < 𝑛 , sehingga 𝑝 tidak membagi 𝑏𝑡 . Sekarang kita perhatikan
koefisien 𝑎𝑡 dari 𝑓(𝑥),dengan 𝑎𝑡= 𝑏0 𝑐𝑡−1 + ⋯ + 𝑏𝑡 𝑐0

Karena proses pemilihan 𝑡 < 𝑛 , maka 𝑝 membagi 𝑎𝑡 dan 𝑝 membagi semua 𝑏𝑖


dengan 𝑖 < 𝑡. Hal ini berakibat bahwa 𝑝 harus membagi 𝑏𝑡 𝑐0 . Kontradiksi dengan
kenyataan bahwa 𝑝 tidak membagi 𝑏𝑡 dan 𝑝 tidak membagi 𝑐0 . Sehingga 𝑓(𝑥) adalah
tak tereduksi atas ℤ.

Akibat langsung dari Teorema 4 kita peroleh fakta berikut ini.

Akibat 4

Bila 𝑝 adalah suatu bilangan prima, maka polinomial siklotomik

𝑥𝑝 − 1
Φ𝑝 (𝑥) = = 𝑥 𝑝−1 + 𝑥 𝑝−2 + ⋯ + 1
𝑥−1

Adalah tak tereduksi atas lapangan bilangan rasional ℚ.

7
Bukti:

Untuk memperlihatkan hal di atas, perhatikan polinomial

(𝑥 + 1)𝑝 − 1 (𝑥 + 1)𝑝 − 1
Φ𝑝 (𝑥 + 1) = =
(𝑥 + 1) − 1 𝑥

Atau

𝑝 𝑝
Φ𝑝 (𝑥 + 1) = 𝑥 𝑝−1 + ( ) 𝑥 𝑝−2 + ⋯ + (𝑝 − 2) 𝑥 + 𝑝
1

Untuk bilangan prima 𝑝, kriteria Einsenstein dipenuhi oleh polinomial Φ𝑝 (𝑥 + 1).


Sehingga Φ𝑝 (𝑥 + 1) adalah tak tereduksi atas ℚ.

Selanjutnya, bia Φ𝑝 (𝑥) adalah tereduksi atas f(x) dan 𝑔(𝑥) , yakni Φ𝑝 (𝑥) =
𝑓(𝑥)𝑔(𝑥), maka Φ𝑝 (𝑥 + 1) = f(𝑥 + 1)𝑔(𝑥 + 1) bertentangan dengan kenyataan
bahwa Φ𝑝 (𝑥 + 1) adalah tak tereduksi. Jadi polinomial Φ𝑝 (𝑥) adalah tak tereduksi
atas ℚ.

Contoh 8

Polinomial 3𝑥 5 + 15𝑥 4 − 20𝑥 3 + 10𝑥 + 20 adalah tak tereduksi atas ℚ karena 5


tidak membagi 3 dan 25 tidak membagi 20, tapi 5 membagi 15, -20, 10, dan 20.

8
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

𝑓(𝑥) polinomial tak tereduksi di 𝐹[𝑥] adalah polinomial tak konstan yang
tidak dapat dinyatakan dalam perkalian dua buah polinomial 𝑔(𝑥) ∈ 𝐹[𝑥] dan ℎ(𝑥) ∈
𝐹[𝑥] yang mempunyai derajat lebih kecil dari 𝑓(𝑥). Jika 𝑓(𝑥) polinomial tak konstan
tidak tak tereduksi di 𝐹[𝑥] , maka 𝑓(𝑥) adalah polinomial tereduksi di 𝐹[𝑥] .
Sedangkan 𝑓(𝑥) adalah polinomial primitif jika faktor pembagi persekutuan terbesar
dari koefisien 𝑎0 , 𝑎1, … , 𝑎𝑛 dari suatu polinomial 𝑓(𝑥) ∈ ℤ[𝑥] adalah 1.

3.2 Saran

Menyadari bahwa makalah yang kami buat masih jauh dari kata sempurna,
kedepannya kami akan lebih fokus dan details dalam menjelaskan tentang makalah di
atas dengan sumber - sumber yang lebih banyak yang tentunga dapat di
pertanggungjawabkan. Untuk itu, dibutuhkan kritik dan saran terhadap penulisan dan
tanggapan terhadap kesimpulan dari bahasan makalah yang telah di jelaskan.

9
DAFTAR PUSTAKA

Fraleigh, John B., (2003), A First Course in Abstract Algebra, Addison-Wesley, USA

Gallian, Joseph A., (2010), Contemporary Abstract Algebra 7th Edition, Brooks/Cole,
USA

Saragih, Sahat, et al., (2015), Struktur Aljabar 2, UNIMED PRESS, Medan

Smith, Jonathan D. H., (2009), Introduction to Abstract Algebra, CRC Press, USA

10