Anda di halaman 1dari 4

Renungan Minggu Advent III (tanggal 17 Desember 2017.

Nats: Mazmur 126,1-6.

Pemazmur menggambarkan kembalinya bangsa Israel dari pembuangan Babel adalah bagaikan orang
yang bermimpi. Dua hal yang dapat kita mengerti jika digambarkan peristiwa yang terjadi seperti
bermimpi, yaitu: 1. Tidur adalah perjalanan hidupnya , mimpi menggambarkan ada peristiwa yang
terjadi dihadapi pada saat dia tidur mimpi itu menggambarkan penderitaan yang terjadi dalam
hidupnya, sehingga dapat dikatakan mimpi buruk. 2. Berjalan adalah waktu atau durasi mimpi tersebut.

Jadi mimpi berisikan peristiwa dan durasi wakt, biar bagaimanapun yang terjadi saat mimpi tersebut dan
bagaimanapun lamanya mimpi tersebut, semuanya berakhir pada saat orang yang tidur dan bermimpi
tersebut bangun. Jadi bagaimanapun sakitnya dalam masa pembuangan Babel tersebut dan
bagaimanapun lamanya peristiwa pembuangan tersebut, namun semuanya berakhir karena anugerah
Tuhan yang membangunkan bangsa Israel dari mimpi buruknya. Dan mimpi tersebut sepertinya tak
mengganggu mimpi kepada kehidupan orang yang bangun dari mimpinya, demikian juga halnya bangsa
Israel, setelah berakhir penderitaan pembuangan Babel seperti bagaikan kesembuhan orang sakit dari
penyakitnya tanpa disadari badannya sembuh total. Sehingga mereka dapat menyaksikan, mulut mereka
penuh tawa dan lidah dengan sorak sorai, hal ini menunjukkan sukacita bangsa tersebut setelah lepas
(selamat dari penderitaan tersebut.

Sukacita bangsa Israel bertambah ketika mereka juga mendengar suara kesaksian dari bangsa lain yang
mengatakan bahwa Tuhan telah melakukan perkara besar kepada Israel. Bangsa lain sangat jelas
mengakui perbuatan Tuhanlah yang dapat mengakhiri penderitaan bangsa Israel. Dari kesaksian bangsa
asing ini jugalah kita dapat memahami bahwa hanya Tuhan yang dikenal Israel saja yang dapat
melakukan hal seperti itu. Jadi nyata bahwa Tuhan yang menyelamatkan/membebaskan Israel adalah
Allah yang hidup dan yang mengasihi bangsanya, sama seperti bapa mengasihi anaknya, sekalipun
anaknya di marahi dan dihukum namun kasihnya tetap dan mengharapkan agar anak yang dihukumnya
sadar dan kembali ke jalan yang benar.

Pemazmur juga menggambarkan pahitnya perjalanan hidup bangsa Israel selama Pembuangan Babel
ibarat seorang petani yang miskin serba berkekurangan yang berjalan maju dengan menangis sambal
menabur benih, namun pada waktunya bersukacita bila musim panen tiba. Jika demikian gambaran
kehidupan bangsa Israel disaat pembuangan tersebut yaitu pahitnya yang tak lepas dari air mata setiap
saat, namun kita dapat melihat bahwa pengharapan dari hidup bangsa tersebut masih tetap ada bahwa
Tuhan tidak akan membiarkan mereka hidup dalam ketidak pastian, semua penderitaan akan berakhir,
karena Tuhan akan menolong dan melepaskan.

Dari pengalaman pahit perjalanan hidup bangsa Israel selama pembuangan adalah menjadi pelajaran
berharga bagi mereka juga sekaligus bagi kita, bahwa hukuman akibat perbuatan ketidak taatan
terhadap Tuhan atau keberdosaan bangsa tersebut membuat hidupnya menderita, sama seperti dosa
membuat kita menerima hukuman kematian. Namun walaupun menderita dalam pembuangan tersebut
bangsa Israel dapat bersukacita atas keselamatan yang diperbuat oleh Tuhan. Demikian juga halnya kita,
oleh karena dosa kita kita akan mendapat ganjaran hukuman, namun Tuhan menganugerahi kita melalui
Yesus Kristus yang datang ke dunia keselamatan atau hidup yang kekal.

Amin!
PENGNJILAN DALAM PEKERJAAN

1. Nyanyian KJ no 426,1+4”Kita harus membawa berita”

Kita harus membawa berita pada dunia dalam gelap tentang kebenaran dan kasih

Dan damai yang menetap dan damai yang menetap

Karna gelap jadi remang pagi dan remang jadi siang trang,

Kuasa Kristus kan nyatalah rahmani dan cemerlang.

Kita harus bersaksi di dunia tentang kuasa darah kudus

Semoga yang masih sangsi terima sang Penebus terima sang Penebus

Karna gelap jadi remang pagi dan remang jadi siang trang

Kuasa Kristus kan nyatalah rahmani dan cemerlang.

P2. Doa Pembukaan

3. P A “PENGINJILAN DALAM PEKERJAAN”

Penginjilan adalah suatu tanggungjawab atau pekerjaan semua orang Kristen sebab ada tertulis dalam

Alkitab Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan Baptislah mereka dalam Nama

Allah Bapa Dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang

Kuperintahkan Kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir

Zaman. Matius 28, 19-20. Penginjilan adalah memberitakan Karya Kristus yang sudah mati Karena

Dosa-dosa kita dikuburkan dan dibangkitkan pada hari yang ketiga. Serta menjadikan orang untuk

bertobat dari dosanya dan mengharapkan dia percaya pada karya Kristus tersebut dan menerima

Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, sehingga ia memperoleh hidup kekal.

Tentu kita akan bertanya mengapa kita harus memberitakan injil?

- Sebagai orang percaya kepada Kristus, begitu kita percaya, kita sudah ditetapkan sebagai saksi
akan hal yang kita percayai tersebut, apalagi yang kita percayai itu luar biasa dapat memberi
keselamatan bagi semua orang, tidak mungkin hanya kita saja yang menerima keselamatan
orang lain binasa.
- Memberitakan Injil karena kita mendapat perintah dari Tuhan , jika tidak kita melakukan
pemberitaan injil tersebut berarti kita menentang perintah Tuhan, hal ini alkan menandakan
bahwa kita tidak taat kepada Tuhan
- Memberitakan injil adalah kemurahan Tuhan bagi orang percaya, sebab siapakah kita ini sehingga
kita layak untuk memberitakan berita suka cita ini yaitu kabar baik dari Tuhan untuk disampaikan
kepada orang lain.

Penginjilan ini boleh dikatakan bagi orang yang percaya terhadap Kristus sudah menjadi bahagian

Hidupnya sebagaimana Paulus mengatakan Celakalah aku jika tidak memberitakan injil 1 Korintus 9,16.

Injil itu tinggal dalam hidup kita dan tak terpisahkan dari hidup orang percaya kepada Kristus. Jadi

boleh dikatakan Injil itu menjadi jati diri kita, yang kita perlihatkan lewat sikap, katakata, perbuatan,

pikiran ekspressi hidup kita. Kita harus memberitakan Injil itu kapanpun, kepada siapapun dimanapun

berada, baik atau tidak baik waktunya, karena Injil itu adalah sudah menjadi hidup kita.

Penginjilan dalam Pekerjaan

Penginjilan tidak melihat tempat dan tidak melihat waktu, namun Penginjilan itu setiap saat, karena
sudah merupakan bahagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita. Dalam Penginjilan itu kita
dapati :

- Dilakukan Pendekatan
Pendekatan tidak hanya lewat percakapan, tapi yang jelas dalam pendekatan manusia melakukan
Sikap perilaku,perangai yang dapat diterima orang lain,.
- Memberitakan Injil menatang/menuntun orang untuk percaya kepada Yesus Kristus.
- Meneguhkan keyakinannya.
Walaupun kita tahu bahwa semua ini kita lakukan dengan bergantung pada Roh Kudus, namun
secara teknis ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menginjili secara konteks
pekerjaan:
1. Saat Pendekatan. Teman kerja adalah bagian dari orang yang kita temui setiap hari yang
melihat hidup kita, maka perlu memiliki cara hidup yang baik misalnya dalam bertutur kata,
bertindak dan menyampaikan buah pikiran dan ide-ide. Tata hidup yang baik menjadi daya tarik
dI tengah dunia pekerjaan yang cenderung berkompromi terhadap dosa. Selain itu dalam dunia
pekerjaan yang sering menjadi pokok pembicaraan adalah tentang anak, suami, istri, pekerjaan
itu sendiri, pangkat/kedudukan dan materi. Untuk itu baiklah jadi pendengar yang baik bagi rekan
kerja kita yang curhat tentang pokokpokok itu. Orang senang bila ada yang mau mendengarkan,
sehingga bisa menjadi pintu masuk untuk menyampaikan Injil. Penting juga memiliki sikap hati
yang rela untuk membantu melayani. Karena sering dalam dunia kerja segala sesuatu di
ukur/diperhitungkan berdasarkan uang, menghasilkan atau tidak.
2. JIKa kedekatan dan keterbukaan sudah terbangun maka kita boleh mulai masuk untuk
membagikan injill itu kepada rekan kita. Kita harus berani jangan sungkan. Tekhnisnya boleh
dalam menyampaikan injil melalui ilustrasi atau mencertakan kesaksikan pribadi kita, kemudian
menatang/menuntun orang untuk percaya kepada Kristus sebagai juruslamat.
3. Meneguhkan keyakinan keselamatannya. Jika rekan kita mau percaya kita bersyukur, Karena
kita sudah dilayakkan Allah untuk memberitakan Injil. Jika mereka belum mau percaya atau
belum mau merespons berita injil itu, maka sikap kita selanjutnya haruslah tetap mengasihi
bersahabat dan menolong.
Agar Penginjilan tetap ada dalam hidup kita maka kita harus selalu mendoakan dan
merencanakan dengan konkrit kepada siapa, dengan cara apa, kapan dilakukan dimana,
dirumahnya atau di kantor dan dengan cara bagaimana sambil terus mengingat bahwa
memberitakan Injil adalah suatu kemurahan dan anugerah Tuhan. Amin.

Nyanyian KJ No,424,1… (Persembahan)


Yesus menginginkan daku bersinar bagiNya,
Dimanapun ku berada kumengenangkanNya.
Bersinar, bersinar itulah kehendak Yesus ;
Bersinar,bersinar, aku bersinar terus.
Yesus menginginkan daku menolong orang lain,
Manis dan sopan selalu ketika ku bermain
Bersinar, bersinar itulah kehendak Yesus,
Bersinar bersinar aku bersinar terus.