Anda di halaman 1dari 2

BAB V

KESIMPULAN

AIDS adalah kumpulan gejala atau penyakit yang diakibatkan karena


penurunan kekebalan tubuh akibat adanya infeksi oleh Human Imunodeficiency Virus
(HIV) yang termasuk famili retroviridae. AIDS merupakan tahap akhir dari infeksi
HIV. Masalah HIV/AIDS adalah masalah besar yang mengancam Indonesia dan
banyak Negara di seluruh dunia. Tidak ada satupun negara di dunia ini yang terbebas
dari HIV. Pada tahun 2009, jumlah odha diperkirakan mencapai 33,3 juta orang,
dengan sebangian besar penderitanya adalah usia produktif , 15,9 juta penderita
adalah perempuan dan 2,5 juta adalah anak-anak. perkembangan epidemi HIV di
Indonesia termasuk yang tercepat di Asia.
Infeksi HIV terjadi melalui tiga jalur transmisi utama yakni transmisi melalui
mukosa genital (hubungan seksual) transmisi langsung ke peredaran darah melalui
jarum suntik yang terkontaminasi atau melalui komponen darah yang terkontaminasi,
dan transmisi vertikal dari ibu ke janin. Limfosit CD4+ (sel T helper atau Th)
merupakan target utama infeksi HIV karena virus mempunyai afinitas terhadap
molekul permukaan CD4. Limfosit CD4+ berfungsi mengkoordinasikan sejumlah
fungsi imunologis yang penting sehingga bila terjadi kehilangan fungsi tersebut maka
dapat menyebabkan gangguan imun yang progresif. Dalam tubuh odha, partikel virus
bergabung dengan DNA sel pasien, sehingga satu kali seseorang terinfeksi HIV,
seumur hidup ia akan tetap terinfeksi. Sebagian berkembang masuk tahap AIDS pada
3 tahun pertama, 50% berkembang menjadi pasien AIDS sesudah 10 tahun, dan
sesudah 13 tahun hampir semua orang yang terinfeksi HIV menunjukkan gejala
AIDS, dan kemudian meninggal
Diagnosis ditegakkan dengan Anamnesis yang lengkap termasuk risiko pajanan
HIV , pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, dan konseling perlu dilakukan
pada setiap odha saat kunjungan pertama kali ke sarana kesehatan. Hal ini
dimaksudkan untuk menegakkan diagnosis, diperolehnya data dasar mengenai
pemeriksaan fisik dan laboratorium, memastikan pasien memahami tentang infeksi

62
HIV, dan untuk menentukan tata laksana selanjutnya. Secara umum, penatalaksanaan
odha terdiri atas beberapa jenis, yaitu:
1. Pengobatan untuk menekan replikasi virus HIV dengan obat antiretroviral
(ARV).
2. Pengobatan untuk mengatasi berbagai penyakit infeksi dan kanker yang
menyertai infeksi HIV/AIDS, seperti jamur, tuberkulosis, hepatitis,
toksoplasmosis, sarkoma kaposi, limfoma, kanker serviks.
3. Pengobatan suportif, yaitu makanan yang mempunyai nilai gizi yang lebih
baik dan pengobatan pendukung lain seperti dukungan psikososial dan dukungan
agama serta juga tidur yang cukup dan perlu menjaga kebersihan.
Secara umum, obat ARV dapat dibagi dalam 3 kelompok besar yakni:
nucleoside reverse transcriptase inhibitors (NRTI) , non-nucleoside reverse
transcriptase inhibitors (NNRTI), dan protease inhibitors (PI). Di Indonesia, pilihan
utama kombinasi obat ARV lini pertama adalah AZT + 3TC + NVP

63