Anda di halaman 1dari 2

Metode sterilisasi yang digunakan dalam pembuatan infus ringer adalah sterilisasi

akhir cara basah dengan menggunakan autoklaf. Pemilihan metode sterilisasi ini berdasarkan
ketahanan zat yang ada di dalam (komposisi) ringer laktat terhadap pemanasan sehingga cara
sterilisasi dengan autoklaf cocok untuk digunakan.

Untuk membuat sediaan infus ringer diperlukan bahan-bahan dan alat-alat yang steril.
Hal ini dilakukan demi terjaminnya kesterilan produk akhir dari berbagai partikel,
mikroorganisme atau pengotor lainnya yang berpotensi menimbulkan masalah bagi tubuh
karena cairan infus akan langsung memasuki peredaran darah sistemik tanpa ada barrier yang
menjadi penghadang benda-benda asing yang membahayakan. Disiapkan air pro injeksi
bebas pirogen dan CO2 yang elah dididihkan selama 30 menit yang bertujuan untuk
membunuh sisa-sisa mikroorganisme yang dikhawatirkan masih tersisa. Kemudian
didinginkan dan ditutup rapat untuk menghidari terjadinya kontaminasi kembali setelah
proses sterilisasi dengan pendidihan. Kemudian alat-alat yang akan bersinggungan langsung
dengan sediaan harus dicuci dengan air pro injeksi bebas pirogen dan kemudian disterilisasi
dengan panas kering pada suhu 250oC selama 30 menit atau panas lembab 121oC selama 2
jam.

Semua bahan yang diperlukan ditimbang (NaCl dan KCl) sejumlah yang telah
dihitung untuk membuat infus dengan volume 250 mL. dilakukan pengkalibrasian beker glass
yang akan digunakan untuk melarutkan zat-zat sampai 300 mL. kemudian dilakukan
pelarutan NaCl, KCl ke dalam API di dalam beker glass. Kemudian genapkan volume hingga
bata kalibrasi. Larutan yang didapat kemudian dilakukan pengecekan pH dengan pH
indikator universal. Setelah itu dilanjutkan dengan proses depirogenisasi, yaitu proses untuk
menghilangkan pirogen yang terdapat di dalam larutan yang sudah jadi dengan
menambahkan arang aktif (activated charcoal) sebanyak 0,1%. Arang aktif dapat
mengabsorbsi kotoran yang terdapat di dalam sediaan, namun bukan hanyak kotoran yang
dapat diabsorbsi oleh arang aktif, zat aktif pun akan ikut terserap dan berpotensi sangat besar
mengurangi dosis yang telah ditentukan. Oleh karena itu, pada saat perhitungan penimbangan
bahan aktif, dilebihkan 5% untuk masing-masing zat aktif agar dosis tidak berkurang saat
proses depirogenisasi. Proses ini memerlukan waktu 15 menit sambil sediaan diaduk-aduk
dengan suhu 60-70oC.

Sediaan yang sudah melalui tahap depirogenisasi, harus disaring terlebih dahulu untuk
memisahkan arang aktif dan sediaan. Saat penyaringan dilakukan, 5 mL filtrat pertama
dibuang untuk menghindari cemaran saat saringan pertama. Filtrat ditempatkan di tempat
steril bebas pirogen. Kemudian sediaan dicek kejernihan dan partikulatnya. Jika sediaan sudh
memenuhi syarat maka sediaan dapat dimasukkan ke dalam kemasan yang sudah dikalibrasi
dan steril serta bebas pirogen. Botol ditutup dengan penutup karet dan aluminium. Kemudian
disteriliasi menggunakan autoklaf pada suhu 115oC selama 30 menit. Dilakukan pengecekan
partikulat dan kejernihan kembali, kemudian setelah semuanya clear, maka sediaan dapat
diberi etiket yang sesuai.

DAFTAR PUSTAKA

Florence, Louisa. 2011. Pengaruh Sterilisasi Infus Ringer Dekstrosa 5% pH 3,5 dengan
Otoklaf Pada Suhu 121oC selama 15 menit terhadap pembentukan5-
hidroksimetilfurfural.