Anda di halaman 1dari 4

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

PT. Indonesia Power Unit Pembangkitan Suralaya merupakan jenis


pembangkit PLTU (Pusat Listrik Tenaga Uap) dengan bahan bakar utamanya
berupa batu bara. PT. Indonesia Power Unit Pembangkitan Suralaya memiliki total
7 unit pembangkit yaitu, unit 1-4 ( 4 x 400 MW) dan unit 5-7 (3 x 600 MW) yang
totalnya adalah 3400 MW.

Sistem pembangkitan energi listrik di PT. Indonesia Power Unit


Pembangkitan Suralaya merupakan siklus tertutup dengan pembakaran bahan bakar
berupa batu bara pada PLTU akan menghasilkan uap untuk memutar turbin uap.
Selanjutnya uap sisa akan dikembalikan menjadi air yang akan kembali dipanaskan
menjadi uap. Pada jenis pembangkit PLTU salah satu bagian utamanya adalah
boiler yang berfungsi untuk mengubah air menjadi uap panas yang akan digunakan
untuk memutar turbin.

Feed water adalah air yang sudah diolah sedemikian rupa sebagai air
pengisi boiler sehingga menghasilkan uap. Untuk dapat meningkatkan efisiensi
pada boiler lebih tepatnya efisiensi thermal. Dalam pegolahan feed water ini
sebelum masuk ke steam drum yang ada pada boiler, diperlukan pemanasan awal
yang berfungsi untuk memanaskan sebelum masuk ke steam drum yang ada pada
boiler. Pemanasan awal ini perlu yaitu untuk meningkatkan efisiensi boiler dan juga
agar tidak terjadi perbedaan temperatur yang besar di dalam boiler yang dapat
mengakibatkan keretakan dinding boiler.

Alat yang berfungsi sebagai pemanas awal air pengisi boiler adalah Heater,
dibagi menjadi dua jenis yaitu Low Pressure Heater dan High Pressure Heater.
Untuk dapat tetap menjaga efisiensi thermal heater ini menjadi sebagai salah satu
pengambil peranan penting. Oleh sebab itu dibutuhkan sistem kontrol yang handal
pada heater ini. Pada sistem kontrol erat kaitannya dengan sensor.

1
2

Sensor yang digunakan pada heater ini yaitu sensor level (Level
Transmitter) yang berfungsi untuk mendeteksi level air kondensat yang ada di
dalam heater yang kemudian dikonversi menjadi sinyal elektrik analog. Air
kondensat terus dipantau dan dijaga supaya tidak melebihi batas yang ditentukan
(set point), oleh karena itu dibutuhkan suatu sensor yang dapat membaca level air
kondensat didalam heater tersebut dengan akurat dan tahan terhadap gangguan
pada heater itu sendiri salah satunya yaitu tahan panas yang berasal dari steam.

B. Perumusan Masalah
Dalam penyusunan Proyek Akhir ini terdapat beberapa permasalahan yang akan di
identifikasi antara lain :

1. Adanya kesalahan (error) pembacaan level pada heater


2. Penggantian tipe level transmitter

C. Maksud dan Tujuan

Tujuan dari penulisan laporan Proyek Akhir ini adalah :


1. Sebagai salah satu syarat kelulusan Program Studi Diploma Teknik Elektro
Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada.
2. Menerapkan dan mengaplikasikan ilmu teoritis yang diperoleh selama
perkuliahan kedalam dunia industri.
3. Mendapatkan pengalaman tentang kerja praktis di lapangan yang sesungguhnya
sehingga akan didapat gambaran yang sama tentang berbagai hal mengenai
dunia kerja yang aplikatif.
4. Mengenal dan mempelajari tentang berbagai permasalahan yang sering terjadi
di lapangan dunia kerja dan kemudian mencari suatu penyelesaiannya
berdasarkan ilmu yang telah didapatkan di bangku perkuliahan terutama pada
sistem kontrol dan instrumentasi.
5. Membentuk mahasiswa yang terampil dan mampu bekerjasama dengan tim.
6. Menambah wawasan, pengalaman dalam dunia kerja dan berinteraksi di PT
Indonesia Power.
3

7. Mengetahui tata cara pemasangan peralatan kontrol instrumen.

D. Batasan Masalah

Agar masalah yang dibahas pada penelitian ini tidak menyimpang dari maksud dan
tujuannya maka dilakukan pembatasan masalah, yaitu

1. Mengetahui secara umum tentang komponen, peralatan, dan fungsi level


transmitter pada peralatan pembangkit.
2. Mengetahui secara umum proses pemasangan peralatan instrumen level
transmitter pada khususnya pada suatu heater.
3. Mengetahui metode kalibrasi peralatan instrumen level transmitter pada
khususnya.

E. Metodologi Pengumpulan Data


Metode pengumpulan data yang dilakukan untuk penulisan laporan proyek akhir
ini melalui beberapa bagian, yaitu
1. Observasi
Pengamatan secara langsung keadaan atau kondisi sesungguhnya di lapangan
dan membuat sebuah catatan pribadi dari observasi tersebut.
2. Wawancara
Pengumpulan data dengan cara mewawancarai langsung berbagai pihak yang
berwenang di lingkungan perusahaan untuk melengkapi informasi yang
berkaitan dengan materi yang diteliti.
3. Studi Pustaka
Metode penelitian yang digunakan dalam mempelajari permasalahan dengan
buku-buku panduan dan berbagai literatur

F. Sistematika Penulisan
Agar dapat mempermudah penguraian dan pembahasan masalah, maka
sistematika Laporan Proyek Akhir ini adalah sebagai berikut :
4

BAB I : PENDAHULUAN
Dalam bab ini membahas tentang latar belakang masalah, tujuan magang
kerja, metodologi penelitian, sistematika penulisan, tempat dan waktu pelaksanaan
magang kerja.

BAB II : PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap)


Dalam bab ini membahas tentang dasar – dasar PLTU secara umum, mulai
dari pengertian PLTU, proses pada PLTU, bagian – bagian PLTU.

BAB III : LANDASAN TEORI


Dalam bab ini membahas tentang landasan teori yang digunakan sebagai
acuan penulisan BAB IV.

BAB IV : DATA DAN PEMBAHASAN


Dalam bab ini membahas tentang hasil dari penggantian tipe level
transmitter pada heater.

BAB V : Penutup
Dalam bab ini membahas tentang kesimpulan, saran dari hasil pembahasan,
dan daftar pustaka.

G. Jadwal Pelaksanaan Magang Kerja


Kerja Praktek ini dilaksanakan dari tanggal 9 Januari 2017 sampai 10 Juni
2017 di PT. INDONESIA POWER Unit Pembangkitan Suralaya yang berlokasi di
Desa Suralaya, Cilegon, Banten.