Anda di halaman 1dari 9

PERTEMUAN XV

REVIEW MODUL 9-14 (BAHAN UAS)


Diskripsi Topik:
Pembahasan topic ini merupakan review untuk bab 9 - 14 yang memuat tentang bahan-
bahan uas.

UANG DAN BANK


I. TINJAUAN TENTANG UANG
1.1. Pengertian Uang
Uang adalah suatu benda yang secara umum diterima sebagai alat pembayaran.
Sebelum masyarakat mengenal uang, perdagangan dilakukan dengan cara
menukarkan benda yang dimiliki dengan benda yang diinginkan (Barter

1.2. Jenis-Jenis Uang


Uang yang beredar dalam masyarakat dapat di bedakan jadi yaitu :
a. Uang Kartal, Uang kartal adalah uang yang wajib diterima secara umum
sebagai alat bayar yang sah dan wajib digunakan masyarakat dalam transaksi
jual-beli sehari-hari. Uang kartal terdiri dari yaitu :
1. Uang Logam
Uang logam adalah uang yang terbuat dari logam yang biasanya dari emas
atau perak karena kedua logam tersebut mempunyai nilai yang tinggi dan
stabil, tahan lama dan juga dapat di bagi menjadi satuan yang lebih kecil tanpa
mengurangi nilai. Uang logam memiliki tiga macam nilai :
a. Nilai Intrinsik, yaitu nilai bahan untuk membuat mata uang
b. Nilai Nominal, yaitu nilai yang tercantum pada mata uang
c. Nilai Tukar, yaitu kemampuan uang untuk dapat ditukarkan dengan suatu
barang.
2. Uang Kertas
Uang kertas adalah uang yang terbuat dari kertas dengan gambar dan cap
tertentu dan merupakan alat pembayaran yang sah.
b. Uang Giral, Uang giral adalah uang yang berbentuk simpanan (deposito) pada
bank. Uang giral diciptakan oleh perbankan Dengan cara menjual jasa
penyimpanan dan peminjaman uang, seperti tabungan, giro, dan kartu kredit.

XV - 1 PERTEMUAN KE 15
1.3. Fungsi Uang
Secara umum fungsi uang adalah sebagai berikut :
1. Sebagai Alat Tukar, Sebagai alat tukar, uang mempermudah kita untuk
melakukan pertukaran karena uang berlaku umum.
2. Sebagai Alat Pengukur Nilai/Satuan Hitung, Uang berfungsi sebagai alat
pengukur nilai karena uang juga dapat dipakai untuk menetapkan
perbandingan suatu benda dengan benda yang lain.
3. Sebagai ukuran bayaran yang tertunda, dengan semakin majunya
perekonomian, banyak sekali transaksi yang pembayarannya dilakukan pada
waktu yang akan datang. Sehingga uang berguna untuk mengukur nilai
barang itu jika pembayarannya tertunda.
4. Sebagai Alat Penyimpan nilai , Uang memungkinkan digunakan sebagai
penyimpan kekayaan terutama dalam bentuk uang giral.

1.4. Motif Memegang Uang


Ukuran kekayaan seseorang selain dalam bentuk barang, tanah, rumah, kendaraan,
dan perhiasan, juga dapat berupa uang. Hal ini sesuai dengan funfsi uang sebagai alat
penimbun kekayaan. Menurut John Maynard Keynes dalam teorinya Liquidity
Preference, dikemukakan ada 3 alasan orang menyimpan kekayaan dalam bentuk
uang, yaitu motif melakukan transaksi, motif berjaga-jaga, dan motif brspekulasi.
1. Motif Transaksi
Motif ini didasarkan pada sifat manusia yang selalu melakukan transaksi untuk
memenuhi kebutuhan. Selain itu, fungsi uang sebagai alat pembayaran yang sah
memperlancar transaksi yang dilakukan manusia.
2. Motif Berjaga-jaga
Manusia dalam memenuhi kebutuhannya ada yang pemenuhannya bersifat
mendesak, dan ada pemenuhannya dapat di tunda. Dalam hal ini penyimpanan
kekayaan didasari oleh alasan untuk berjaga-jaga dalam memenuhi kebutuhan
yang sifatnya mendesak.
3. Motif Spekulasi
Menimbun kekayaan dalam bentuk uang selain didorong oleh dua alasan diatas,
juga karena ada dorongan untuk melakukan spekulasi. Menimbun kekayaan
dalam bentuk uang dalam motif ini dilakukan seseorang atau badan usaha untuk
mendapatkan keuntungan dari kegiatan transaksi pada situasi tertentu.

XV - 2 PERTEMUAN KE 15
II. TINJAUAN TENTANG BANK
.
Secara umum bank adalah suatu badan usaha yang memiliki wewenang yang
berfungsi untuk menghimpun dana dari masyarakat untuk disalurkan kembali kepada
masyarakat yang memerlukan dalam betuk kredit. Berikut adalah jenis-jenis bank
yang ada di Indonesia :

BANK SENTRAL
Bank sentral adalah bank yang didirikan berdasarkan UU no.13 tahun 1968 yang
memiliki tugas untuk mengatur peredaran uang, mengatur perbankan, mengatur
pengkreditan, menjaga stabilitas uang, mengajukan pencetakan/penambahan mata
uang rupiah dan lain sebagainya. Menurut pasal 4 UU RI No.23 tahun1999 Bank
Indonesia adalah bank sentral di Indonesia. Bank Indonesia adalah lembaga yang
independen, bebas dari campur tangan pemerintah maupun pihak-pihak lain kecuali
untuk hal-hal tertentu yang secara tegas diatur oleh UU RI No.23 tahun1999.

TUJUAN BANK INDONESIA


Tujuan Bank Indonesia adalah mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah.
Untuk mencapai tujuan tersebut Tugas bank Central:
a. menetapkan dan melaksanakan kebijaksanaan moneter;
b. mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran;
c. mengatur dan mengawasi Bank.

MENETAPKAN DAN MELAKSANAKAN KEBIJAKAN MONETER


Dalam rangka menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter Bank Indonesia
berwenang:
a. menetapkan sasaran-sasaran moneter dengan memperhatikan sasaran laju
inflasi yang ditetapkannya;
b. melakukan pengendalian moneter dengan menggunakan cara-cara yang
termasuk tetapi tidak terbatas pada :
1) operasi pasar terbuka di pasar uang baik rupiah maupun valuta asing;
2) penetapan tingkat diskonto;
3) penetapan cadangan wajib minimum;
4) pengaturan kredit atau pembiayaan.
Cara-cara pengendalian moneter dapat dilaksanakan juga berdasarkan Prinsip
Syariah.

XV - 3 PERTEMUAN KE 15
MENGATUR DAN MENJAGA KELANCARAN SISTEM PEMBAYARAN
Dalam rangka mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran Bank
Indonesia berwenang :
a. melaksanakan dan memberikan persetujuan dan izin atas penyelenggaraan
jasa sistem pembayaran;
b. mewajibkan penyelenggara jasa sistem pembayaran untuk menyampaikan
laporan tentang kegiatannya;
c. menetapkan penggunaan alat pembayaran.

MENGATUR DAN MENGAWASI BANK


Dalam rangka melaksanakan tugas mengatur dan mengawasi Bank, Bank Indonesia
menetapkan :
a. peraturan memberikan dan mencabut izin atas kelembagaan dan kegiatan
usaha tertentu dari Bank, melaksanakan
Dalam rangka melaksanakan tugas mengatur Bank, Bank Indonesia
berwenang menetapkan ketentuan-ketentuan perbankan yang memuat
prinsip kehati-hatian.
b. pengawasan Bank dan mengenakan sanksi terhadap Bank sesuai dengan
peraturan perundang-undangan.
Berkaitan dengan kewenangan di bidang perizinan, Bank Indonesia :
• memberikan dan mencabut izin usaha Bank;
• memberikan izin pembukaan, penutupan, dan pemindahan kantor
Bank;
• memberikan persetujuan atas kepemilikan dan kepengurusan Bank;
• memberikan izin kepada Bank untuk menjalankan kegiatan-kegiatan
usaha tertentu.

Dalam menjalankan tugasnya Bank Indonesia mempunyai wewenang sebagai


berikut :
a. Mengeluarkan dan mengedarkan uang serta mencabut,menarik,
memusnahkan uang dari peredaran.
b. Menetapkan macam, harga, ciri uang yang akan dikeluarkan, bahan yang
digunakan, dan tanggal mulai berlakunya sebagai alat pembayaran yang sah.
c. Membimbing dan membina perbankan nasional.
d. Menetapkan batas maksimum pembelian kredit oleh bank kepada nasabah.
e. Menciptakan perbankan yang sehat.

XV - 4 PERTEMUAN KE 15
f. Membina dan membimbing tata laksana perbankan yang baik.

BANK UMUM
Bank umum adalah lembaga keuangan yang menawarkan berbagai layanan produk
dan jasa kepada masyarakat, seperti menghimpun dana secara langsung dari
masyarakat dalam berbagai bentuk, memberi kredit pinjaman kepada masyarakat
yang membutuhkan, jual beli valuta asing, menjual asuransi, jasa giro, jasa cek, dan
lainnya.
Bank Pengkreditan Rakyat, Bank pengkreditan rakyat adalah bank yang menerima
simpanan hanya dalam bentuk deposito berjangka, tabungan, dan lain-lain.

III. BANK SYARIAH

Bank Syariah adalah Bank yang menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan


Prinsip Syariah dan menurut jenisnya terdiri atas:
a. Bank Umum Syariah , Bank Umum Syariah adalah Bank Syariah yang dalam
kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran Bank
b. Pembiayaan Rakyat Syariah, Bank Pembiayaan Rakyat Syariah adalah Bank
Syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas
pembayaran
Prinsip Syariah adalah prinsip hukum Islam dalam kegiatan perbankan berdasarkan
fatwa yang dikeluarkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan dalam penetapan
fatwa di bidang syariah. Pengaturan Bank Syariah berdasarkan Undang-Undang
Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah

ANALISIS IS-LM
SEMUA TERUTAMA PERHITUNGAN KUANTITATIF

SIKLUS BISNIS, PENGANGGURAN DAN


INFLASI

SEMUA

XV - 5 PERTEMUAN KE 15
PERTUMBUHAN EKONOMI

I.ARTI PERTUMBUHAN EKONOMI


Pertumbuhan ekonomi adalah proses dimana terjadi kenaikan produk nasional bruto riil
atau pendapatan nasional riil. Jadi perekonomian dikatakan tumbuh atau berkembang
bila terjadi pertumbuhan outputriil. Dapat juga didefinisikan sebagai suatu proses dimana
terjadi kenaikan output perkapita. Pertumbuhan ekonomi menggambarkan kenaikan
taraf hidup diukur dengan output riil per orang.

Pertumbuhan ekonomi dihitung berdasarkan GDP harga konstan sehingga hasil


perhitungan pertumbuhan ekonomi adalah angka riil, unsur inflasi telah
dihilangkan.Pertumbuhan ekonomi bisa dirumuskan sebagai berikut:

  

%


Keterangan:
gt = Pertumbuhan ekonomi pada tahun ke-t
GDPt : GDP pada tahun ke – t (GDP harga konstan)
GDPt-1: GDP Pada tahun ke –(t-1) (GDP harga konstan)

IV. SUMBER-SUMBER PERTUMBUHAN EKONOMI


Faktor-faktor yang mendorong terjadinya pertumbuhan ekonomi adalah sebagai
berikut:
1. Sumber-sumber Alam
Elemen ini meliputi luasnya tanah, sumber mineral dan tambang, iklim, dan lain-
lain. Beberapa negara sedang berkembang sangat miskin akan sumber-sumber
alam, sedikitnya sumber-sumber alam yang dimiliki meruoakan kendala cukup
serius. Dibandingkan dengan sedikitnya kuantitas serta rendahnya persediaan
kapital dan sumber tenaga manusia maka kendala sumber alam lebih serius.

2. Tenaga Kerja
Masalah di bidang sumber daya manusia yang dihadapi oleh negara-negara
sedang berkambang pada umumnya adalah terlalu banyaknya jumlah penduduk,

XV - 6 PERTEMUAN KE 15
pendayagunaannya rendah, dan kualitas sumber-sumber daya tenaga kerja
sangat rendah.

3. Perubahan teknologi dan inovasi.


Salah satu tugas kunci pembangunan ekonomi adalah memacu semangat
kewiraswastaan. Perokonomian akan sulit untuk maju apabila tidak memiliki para
wiraswastawan yang bersedia menanggung resiko usaha dengan mendirikan
berbagai pabrik atau fasilitas produksi, menerapkan teknologi baru, mengadapi
berbagai hambatan usaha, hingga mengimpor berbagai cara dan teknik usaha
yang lebih maju

4. Akumulasi Kapital
Untuk mengadakan akumulasi kapital diperlukan pengorbanan atau penyisihan
konsumsi sekarang selama beberapa decade. Di negara sedang berkembang,
tingkat pendapatan rendah pada tingkat batas hidup mengakibatkan usaha
menyisihkan tabungan sukar dilakukan. Akumulasi kapital tidak hanya berupa
truk, pabrik baja, plastik dan sebagainya; tetapi juga meliputi proyek-proyek
infrastruktur yang merupakan prasyarat bagi industrialisasi dan pengembangan
serta pemasaran produk-produk sektor pertanian. Akumulasi kapital sering kali
dipandang sebagai elemen terpenting dalam pertumbuhan ekonomi. Usaha-
usaha untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi dilakukan dengan
memusatkan pada akumulasi kapital. Hal ini karena, pertama, hampir semua
negara-negara berkembang mengalami kelangkaan barang-barang kapital
berupa mesin-mesin dan peralatan produksi, bangunan pabrik, fasilitas umum
dan lain-lain. Kedua, penambahan dan perbaikan kualitas barang-barang modal
sangat penting karena keterbatasan tersedianya tanah yang bisa ditanami.

V. TEORI PERTUMBUHAN EKONOMI

Teori Adam Smith


Adam Smith dalam bukunya “An Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of
Nations”, mengemukakan faktor-faktor yang menimbulkan pembangunan ekonomi.
Menurut pandangan Adam Smith, kebijaksanaan Laissezfaire atau sistem
mekanisme pasar akan memaksimalkan tingkat pembangunan ekonomi yang dapat
dicapai oleh suatu masyarakat. Penduduk yang bertambah akan memperluas pasar,
dan perluasan pasar akan mendorong tingkat spesialisasi. Dengan adanya

XV - 7 PERTEMUAN KE 15
spesialisasi akan mempertinggi tingkat kegiatan ekonomi atau mempercepat proses
pembangunan ekonomi, karena spesialisasi akan mendorong produktivitas tenaga
kerja dan mendorong tingkat perkembangan teknologi. Mengenai corak dan proses
pertumbuhan ekonomi, Adam Smith mengemukakan bahwa apabila pembangunan
sudah terjadi maka proses tersebut akan terus-menerus berlangsung secara
kumulatif.

Teori Pertumbuhan Harrod-Domar


Harrod-Domar adalah ahli ekonomi yang mengembangkan analisis Keynes yang
menekankan tentang perlunya penanaman modal dalam menciptakan pertumbuhan
ekonomi. Oleh karena itu menurutnya setiap usaha ekonomi harus menyelamatkan
proporsi tertentu dari pendapatan nasional yaitu untuk menambah stok modal yang
akan digunakan dalam investasi baru.

Model ini dapat menentukan berapa besarnya tabungan atau investasi yang
diperlukan untuk memelihar tingkat laju pertumbuhan ekonomi natural yaitu angka
laju pertumbuhan ekonomi natural dikalikan dengan nisbah kapital-output.
Menurut Harrod-Domar, ada hubungan ekonomi yang langsung antar besarnya stok
modal dan jumlah produksi nasional. Adapun model pertumbuhan ekonomi yang bisa
ditunjukkan berdasarkan teori Harrrod Domar adalah sebagai berikut:
1. Tabungan (S) merupakan suatu proporsi (s) dari output total (Y), oleh karenanya
nilai mempunyai persamaan yang sederhana: S = s . Y
2. Investasi didefinisikan sebagai perubahan stok modal dan dilambangkan dengan
∆K, maka: I = ∆K
3. Tetapi karena stok modal (∆K) mempunyai hubungan langsung dengan output
total (Y), seperti ditunjukkan oleh COR atau k, maka:
K/Y = k atau ∆K/∆Y = k atau K = k . Y
4. Akhirnya karena tabungan total (S) harus sama dengan investasi total (I), maka:
S=I
5. Akhirnya kita akan mendapatkan : ∆Y/Y = s/k

Model Pertumbuhan Ekonomi Rostow


Menurut Rostow, pembangunan ekonomi adalah suatu transformasi masyarakat
tradisional menjadi masyarakat modern. Model ini menekankan tinjauannya pada
sejarah tahap-tahap pertumbuhan ekonomi serta ciri dan syarat masing-masing.
Tahap-tahap tersebut adalah tahap masyarakat tradisional, tahap prasyarat lepas

XV - 8 PERTEMUAN KE 15
landas, tahap lepas landas, tahap gerakan ke arah kedewasaan, dan akhirnya tahap
konsimsi tinggi.
1. Masyarakat tradisional, yaitu suatu masyarakat yang strukturnya berkembang
di dalam fungsi produksi yang terbatas yang didasarkan pada teknologi dan
ilmu pengetahuan dan sikap yang masih primitif, dan berfikir irasional.
2. Prasyarat lepas landas, adalah suatu masa transisi di mana suatu masyarakat
mempersiapkan dirinya atau dipersiapkan dari luar untuk mencapai
pertumbuhan yang mempunyai kekuatan untuk terus berkembang (self-
sustained growth).
3. Lepas landas, adalah suatu masa di mana berlakunya perubahan yang sangat
drastis dalam masyarakat seperti revolusi politik, terciptanya kemajuan yang
pesat dalam inovasi, atau berupa terbentuknya pasar baru.
4. Tahap kematangan, adalah suatu masa di mana suatu masyarakat secara
efektif menggunakan teknologi modern pada sebagian besar faktor-faktor
produksi dan kekayaan alam.
5. Masyarakat berkonsumsi tinggi, adalah suatu masyarakat di mana
perhatiannya lebih menekankan pada masalah konsumsi dan kesejahteraan
masyarakat, bukan lagi pada masalah produksi.

PERDAGANGAN INTERNASIONAL, PROTEKSI DAN


GLOBALISASI

SEMUA TERUTAMA PERHITUNGAN KUANTITATIF

Referensi:

Sukirno Sadono, Mikro Ekonomi Teori Pengantar, 2011, PT Raja Grafindo Jakarta.

XV - 9 PERTEMUAN KE 15