Anda di halaman 1dari 11

Form Analisis jurnal nasional

Indentitas Mahasiswa
Nama: Siti Aminah
NIM : 0401517042
Kelas : REGULER A-2

A. Identitas Jurnal
Aspek
Judul Proses Berpikir Kreatif Siswa SMA dalam Memecahkan Masalah Matematika Open ended Ditinjau Dari Kemampuan
Matematika
Identitas jurnal
Nama Penulis (Lengkap) dan Nadilah Muslimatus Huriyah
tahun/Indeks/IV DOI: http://dx.doi.org/10.15294/kreano.v8i2.8779
Received : February 2017; Accepted: September 2017; Published: December 2017
Alamat Jurnal (lengkap)/ Universitas Negeri Surakarta
email/dl Email: nadilahhuriyah@mhs.unesa.ac.id
MATHEdunesa
Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Volume 2 No.6 Tahun 2017
http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/kreano
B. Hasil Analisis Artikel

Bagian Komponen Analisis Isi Hasil Analisis

Judul Bersifat informatif, Proses Berpikir Kreatif Siswa SMA dalam Memecahkan Masalah Judul sudah informatif karena judul telah
Matematika Open ended Ditinjau Dari Kemampuan Matematika mengambarkan isi dari jurnal tersebut

Variabel-variabel yang Variabel dalam jurnal tersebut adalah:


diteliti dan menggambarkan
1. Proses Berpikir Kreatif
isi naskah
2. Masalah Matematika
3. Kemampuan Matematika
Jadi variabel dalam jurnal tersebut sesuai
dengan apa yang digambarkan isi naskah
Dalam judul jurnal tersebut tidak
Tidak mengandung
singkatan /rumus mengandung singkatan /rumus

Jurnal ini dilengkapi dengan nama penulis,


Dilengkapi dengan nama
penulis, alamat institusi, alamat institusi, alamat korespondensi,
alamat korespondensi, kecuali telp/HP
telp/HP
Dalam memecahkan masalah, siswa yang mengalami kecemasan Jurnal ini telah tujuan penelitian, prosedur
Abstrak dan Memuat masalah dan atau
kata kunci tujuan penelitian, prosedur belajar matematika mungkin mengalami kesalahan- kesalahan. penelitian dan hasil penelitian belum
penelitian dan hasil Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan siswa yang memuat masalah, tidak boleh kata
penelitian mengalami kecemasan belajar matematika dalam pemecahan sambung ditaruh didepan paragraf
masalaha matematika. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kualitatif
Jumlah Kata dengan metode studi kasus. Pengambilan sampel dilakukan dengan Jumlah kata dalam abstrak ini adalah 87
menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian kata
menunjukkan bahwa siswa yang mengalami kecemasan matematika
Kata kunci tinggi mampu menyelesaikan permasalahan matematika sesuai Kata kunci dalam abstrak ini adalah
langkah-langkah Polya. Namun, ia mengalami kesalahan dalam tiga
1. Masalah
hal, yaitu: (1) kesalahan penulisan simbol-simbol matematika, (2) 2. Pemecahan masalah
Bagian Komponen Analisis Isi Hasil Analisis
pemaknaan model matematika, dan (3) ketidakkonsitenan dalam 3. Kecemasan belajar matematika
penggunaan simbol.
Pendahuluan Latar belakang atau rasional Fakta di lapangan, banyak peserta didik yang mengalami kesulitan Latar belakang jurnal ini memuat hasil
penelitian dalam memahami simbol-simbol matematis, menuliskan apa yang observasi lapangan tetapi harus
dipikirkan, ketidaksesuaian model matematis dengan permasalahan ditambahkan alamat penelitian, sumber
yang diberikan (Irfan, 2017; Irfan 2013; Boyer, 2008;Siswono,2016). reverensi dari buku maupun jurnal.
Manusia pada hakekatnya tidak terlepasdari masalah. Masalah terjadi
karena adanya ketidaksesuaian antara keadaan sebenarnya dengan
tujuan yang diinginkan (Suharnan, 2005; Michalewicz dan Fogel,
2000).
Pemecahan masalah melibatkan pengetahuan tentang hubungan
semantik antara konstruksi dan matematika serta pengetahuan
keterampilan numerik dasar dan strategi (Sajadi, Amiripour, dan
Rostamy-Malkhalifeh, 2013).
Landasan teori/Kajian Teori Fakta di lapangan, banyak peserta didik yang mengalami kesulitan Pada bagian ini memaparkan penelitian
dalam memahami simbol-simbol matematis, menuliskan apa yang sebelumnya sebagai sebagai landasan teori
dipikirkan, ketidaksesuaian model matematis dengan permasalahan penelitian.
yang diberikan (Irfan, 2017; Irfan 2013; Boyer, 2008; Siswono,
2016). Irfan (2017) menemukan bahwa siswa tidak memahami
𝑎 𝑐
bentuk𝑏 = 𝑑 Boyer (2008) menemukan bahwa peserta didik usia SD
mengalami kesulitan saat menuliskan bentuk perbandingan
berdasarkan obyek riil. Siswono (2016) menemukan bahwa siswa
secara intuitif menuliskan pemahamannya ke dalam model
matematis, namun siswa tidak sepenuhnya paham dengan yang
ditulisnya.
Tujuan penelitian Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan siswa yang Tujuan pada jurnal ini belum memaparkan
mengalami kecemasan belajar matematika dalam pemecahan permasalahan kecemasan siswa dalam
masalaha matematika. pemecahan masalah matematika

Panjang jurnal bagian Jurnal terdiri dari 7 lembar ( 2,5 lembar pendahuluan + 0,5 lembar metode Panjang jurnal bagian pendahuluan adalah
pendahuluan (Berapa + 2,5 lembar hasil dan kesimpulan + 1,5lembar daftar pustaka) 45 % dari jumlah keseluruhan jurnal
Bagian Komponen Analisis Isi Hasil Analisis
persen dari total panjnag
jurnal diluar daftar pustaka)

Design/rancangan Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode


Metode Penelitian ini menggunakan jenis
penelitian studi kasus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi penelitian kualitatif dengan metode
kasus di mana peneliti berusaha untuk menganalisis kesalahan siswa studi kasus di mana peneliti berusaha
dalam pemecahan masalah matematika di SMP Negeri 2 Ngaglik, D.
untuk menganalisis kesalahan siswa
I. Yogyakarta. Subyek penelitian dipilih menggunakan teknik dalam pemecahan masalah matematika.
purposive sampling. Purposive sampling adalah teknik pengambilan Penggolongan tingkat kecemasan
sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2011). dipilih berdasarkan kuesioner
Subyek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa yang kecemasan belajar matematika yang
mempunyai kecemasan belajar matematika tinggi. Penggolongan diadobsi dari Powers (1986)
tingkat kecemasan dipilih berdasarkan kuesioner kecemasan belajar
Teknik pengumpulan data matematika yang diadobsi dari Powers (1986). Dalam penelitian ini, Teknik pengumpulan data menggunakan
dan sumber data uji validasi data yang digunakan adalah uji triangulasi sumber. purposive sampling dan sumber datayang
digunakan adalah data dari SMP Negeri 2
Ngaglik, D. I. Yogyakarta.

Analisis data Dalam penelitian ini, uji validasi data


yang digunakan adalah uji triangulasi
sumber

(diluar daftar pustaka) Jurnal terdiri dari 7 lembar ( 2,5 lembar


pendahuluan + 0,5 lembar metode + 2,5
lembar hasil dan kesimpulan + 1,5 lembar
daftar pustaka) 9%
Meski subyek tersebut mengalami
Hasil dan Hasil analisis data atau hasil Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang mengalami
kecemasan matematika tinggi mampu menyelesaikan permasalahan kesulitan dalam mengerjakan
Pembahasan pengujian hipotesis
matematika sesuai langkah-langkah Polya. Kesalahan-kesalahan permasalahan , namun subyek dapat
subyek dalam pemecahan masalah yang timbul antara lain: mengerjakan soal tersebut hingga ia
(1) kesalahan penulisan simbol-simbol matematika, memperoleh hasil akhir.
(2) pemaknaan model matematika,dan
Bagian Komponen Analisis Isi Hasil Analisis
(3) ketidakkonsitenan dalam penggunaan simbol.
Hal ini akibat dari kurangnya percaya diri dan perasaan gelisah
selama mengerjakan soal
Tabel dan grafik/gambar Gambar telah menunujukan proses beserta
diacu dalam teks hasil dalam menyelesaikan permasalahan
matematika.

Pada fase merencanakan, fase mengecek kembali jawaban yang diperoleh,


Jawaban masalah Berdasarkan hasil analisis penelitian
penelitian subyek tidak dapat memaknai dengan baik model matematis yang ia didapatkan bahwa subyek bisa
gunakan menyelesaikan permasahan matematika.

(diluar daftar pustaka) Jurnal terdiri dari 7 lembar ( 2,5 lembar pendahuluan + 0,5 lembar metode Panjang jurnal dalam bagian hasil dan
Bagian Komponen Analisis Isi Hasil Analisis
+ 2,5 lembar hasil dan kesimpulan + 1,5lembar daftar pustaka) pembahasan sebesar 45%

Penutup Jawaban atas permasalahan Berdasarkan penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa siswa dengan Jawaban atas permasalahan dalam
dalam penelitian kecemasan matematika tinggi mengalami kesalahan dalam tiga hal, yaitu: penelitian ini telah menjawab dari tujuan
(1) kesalahan penulisan simbol-simbol matematika, (2) pemaknaan model penelitian.
matematika, dan (3) ketidakkonsistenan dalam penggunaan simbol.
Kesalahankesalahan tersebut timbul karena siswa mempunyai kecemasan
dalam menghadapi situasi matematika, sehingga menghambat dalam
pemecahan masalah.

Saran/Rekmnedasi, Berdasarkan hasil penelitian ini, memungkinkan melakukan penelitian Jurnal ini dapat digunakan sebagai acuan
lebih jauh tentang gesture siswa yang mengalami kecemasan belajar dalam penelitian selanjutnya yang
matematika pada saat memecahkan masalah matematika, faktor-faktor mengenai gesture siswa yang mengalami
penyebab kecemasan belajar matematika dan bagaimana cara kecemasan belajar matematika pada saat
mengatasinya, dan bagaimana peran guru dalam mereduksi dan mencegah memecahkan masalah matematika.
agar siswa tidak mengalami kecemasan belajar matematika.

Simpulan dan saran ditulis SIMPULAN Simpulan dan saran ditulis dalam bentuk
dalam bentuk essay essay.
Berdasarkan penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa siswa dengan
kecemasan matematika tinggi mengalami kesalahan dalam tiga hal, yaitu:
(1) kesalahan penulisan simbol-simbol matematika, (2) pemaknaan model
matematika, dan (3) ketidakkonsistenan dalam penggunaan simbol.
Kesalahankesalahan tersebut timbul karena siswa mempunyai kecemasan
dalam menghadapi situasi matematika, sehingga menghambat dalam
pemecahan masalah.
SARAN
Berdasarkan hasil penelitian ini, memungkinkan melakukan penelitian
lebih jauh tentang gesture siswa yang mengalami kecemasan belajar
matematika pada saat memecahkan masalah matematika, faktor-faktor
penyebab kecemasan belajar matematika dan bagaimana cara
mengatasinya, dan bagaimana peran guru dalam mereduksi dan mencegah
agar siswa tidak mengalami kecemasan belajar matematika.
Bagian Komponen Analisis Isi Hasil Analisis

Daftar Rujukan yang digunakan Handbook, jurnal dan research, tesis, buku, Rujukan yang digunakan sudah sangat
Pustaka relevan dan baik.

Hanya memuat sumber Rujukan yang ditulis dalam daftar pustaka


yang dirujuk dalam uraian hanya memuat sumber-sumber yang
diuraikan didalam jurnal.

Jenis rujukan dan Ashcraft, M. H., & Moore, A. M. (2009). Mathematics anxiety and Handbook: 3
banyaknya rujukan dalam the affective drop in performance. Journal of
penelitian Jurnal dan Research: 17
Psychoeducational Assessment, 27(3), 197-205.
Ashcraft, M. H., & Ridley, K. S. (2005). Math anxiety and its Tesis dan Disertasi: 3
cognitive consequences: A tutorial review. In J. Buku: 15
Cambell(Ed.), Handbook of Mathematical Cognition (pp. Dalam jurnal ini, rujukan yang
315-327). New York: Psychology Press digunakan pada daftar pustaka telah
Ashcraft, M.H., & Krause, J.A. (2007). Working Memory, Math diuraikan dalam sub bab penelitian.
Performance, and Math Anxiety. Psychonomic Bulletin & Review,
14(2), 243-248
Ben-Chaim. D., Chang, K. Y., & Greenes, C. (2005). International
Survey of High School Students’ Understanding of Key Concepts of
Linearity. Israel: University of Haifa; Korea: Konkuk
University; United States: Boston University.
Bessant, K. C. (1995). Factors associated with types of mathematics
anxiety in college students. Journal for Research in
Mathematics Education, 26(4), 327-345.
Foster, D. A. V. I. D. (2007). Making meaning in algebra: Examining
students’ understandings and misconceptions. Assessing
mathematical proficiency, 53, 163-176.
Haylock, D. dan Thangata. (2007). Key Concept in Teaching
Primary Mathematics. London: Sage Publications Sd
Bagian Komponen Analisis Isi Hasil Analisis
Hellum-Alexander, A. (2010). Effective teaching strategies for
alleviating math anxiety and increasing self-efficacy in
secondary students (Doctoral dissertation, Evergreen State
College).
Higgs, J. (2009). Writing Qualitative Research on Practice.
Rotherdam: Sense Publisher
Hoffman, B. (2010). “I think I can, but I’m afraid to try”: The role of
self-efficacy beliefs and mathematics anxiety in
mathematics problem-solving efficiency. Learning and
individual differences, 20(3), 276-283.
Hudojo, H. (2005). Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran
Matematika. Malang: UM Press
Irfan, M. (2017). Bentuk a/b: Sebagai Pecahan, Pembagian, atau
Perbandingan?. Jurnal Penelitian Pendidikan dan
Pengajaran Matematika (JP3M), 1(4).
Irfan, M., Kusmayana, T. A., & Iswahyudi, G. (2013). Proses
Berpikir Siswa dalam Pemecahan Masalah Sistem
Persamaan Linier Dua Variabel Ditinjau dari Math-Anxiety
dan Gender (Doctoral dissertation, Tesis. Surakarta:
Universitas Sebelas Maret. Tidak Dipublikasikan).
Salma, J., & Sherwin, R. (2012). Students’ Difficulties in
Comprehending Mathematical Word Problems In English
Language Learning Contexts. International Researcher,
1(3), 152-160.
Kennedy, L. M., Tipps, S., dan Johnson, A. (2008). Guilding
Learning of Mathematics. Belmont: Thomson Wadsworth
Krinzinger, H., Kaufmann, L., & Willmes, K. (2009). Math
anxiety and math ability in early primary school years. Journal of
Bagian Komponen Analisis Isi Hasil Analisis
psychoeducational assessment, 27(3), 206-225.
Krulik, S. & Rudnick, J.A. (1993). Reasoning and Problem Solving:
A Handbook for Elementary School Teacher. Boston: Allyn
& Bacon.
Legutko, M. (2008). An analysis of students’ mathematical errors in
the teaching-research process. Handbook for mathematics
teaching: Teacher experiment. A tool for research, 141-152.
Mayer RE, Wittrock MC. 2006. Problem solving In: Alexander PA,
Winne PH, editors. Handbook of educational psychology
(2nd ed). Mahwah, New Jersey: Erlbaum. pp. 287–303.
Acelajado, M. J. (2003). The impact of using technology on students’
achievement, attitude, and anxiety in mathematics.
University Research Coordination Office, De La Salle
University, Manila, Philippines.
Michalewicz, Z. dan Fogel, D. B. (2000). How to Solve It: Modern
Heuristics. New York: Springer
Montague, M. (1997). Student perception, mathematical problem
solving, and learning disabilities. Remedial and Special
Education, 18(1), 46-53.
Orton, Anthony. (2004). Learning Mathematics: Issues, Theory, and
Classroom Practice Third Edition. London: Continuum
Polya, G. (1978). How To Solve It: A New Aspect Of Mathematical
Method Second Edition. New Jersey: Princeton University Press
Powers, Donald E. (1986). Test Anxiety and The Gre General Test.
Princeton: Educational Testing Service
Pradeep, R. (2011). A Study of Mathematics Anxiety Amongst
Primary Pre-service Teachers enlolled in a Dutch Teacher
Training Program. Amsterdam: Universiteit Van
Bagian Komponen Analisis Isi Hasil Analisis
Amsterdam.
Richardson FC, Suinn RM. (1972). The Mathematics Anxiety Rating
Scale: Psychometric data. J Couns Psychol
Sajadi, M., Amiripour, P., & Rostamy-Malkhalifeh, M. (2013). The
Examining mathematical word problems solving ability
under efficient representation aspect. Mathematics
Education Trends and
Research, 2013(1), 1-11.
Sheffield, D., & Hunt, T. (2006). How does anxiety influence maths
performance and what can we do about it?. MSOR
CONNECTIONS, 6(4), 19.
Siswono, T. Y. E. (2016). Proses Berpikir Kreatif Siswa Dalam
Memecahkan dan Mengajukan Masalah Matematika. Jurnal
Ilmu Pendidikan, 15(1).
Sparks, S. D. (2011). Researchers probe causes of math anxiety.
Education Week, 30, 31.
Suharnan. (2005). Psikologi Kognitif. Surabaya: Srikandi
Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Afabeta
Tim LRN. (2004). 1001 Math Problems. New York:
LaerningExpress
Tobias, S., & Weissbrod, C. (1980). Anxiety and mathematics: an
update. Harvard Educational Review, 50(1), 63-70
Widodo, S. A. (2015). Keefektivan Team Accelerated Instruction
Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah dan Prestasi
Belajar Matematika Siswa Kelas VIII. Kreano, Jurnal
Matematika Kreatif-Inovatif, 6(2), 127-134.
Wijaya, A. A. & Masriyah. (2013). Analisis Kesalahan Siswa dalam
Menyelesaikan Soal Cerita Sistem Persamaan Linear Dua
Bagian Komponen Analisis Isi Hasil Analisis
Variabel. MATHEdunesa, 2(1)
Zalina, M.A & Nain, N. 2005. Kajian Kemahiran Berfikir dan
Menyelesaikan Masalah bagi Topik Nombor.
Pengintegrasian Matematik dalam Pengurusan: Teori dan
Amalan Prosiding Simposium Kebangsaan Sains &
Matematik ke XIII, Jilid 1. 312– 317