Anda di halaman 1dari 6

Konstruksi Undang Undang Nomor 16 Tahun 2018

tentang Pengadaan Barang dan Jasa


(Construction of law number 16 of 2018 on procurement of goods and services)

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2017 VOCABULARY
TAHUN 2018 TENTANG
TENTANG PEMILIHAN UMUM
PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN A. God’s Grace : dengan Rahmat Tuhan
Menimbang : REPUBLIK INDONESIA, B. Consider : Menimbang
a. bahwa Pengadaan Barang/Jasa Pemerinta.h mempunyai peran penting
a. bahwa untuk menjamin tercapainya cita-cita dan tujuan nasional Vocab :
dalam pelaksanaan pembangunan nasional untuk peningkatan pelayanan  To achieve: untuk tercapainya
publik dan pengembangan sebagaimana termaktub dalam Pembukaan Undang-Undang  Future goals : cita cita masa depan
b. perekonomian nasional dan daerah; bahwa untuk mewujudkan Pengadaan Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 perlu  need to hold elections :perlu diadakan pemilihan umum
Barang/Jasa Pemerintah sebagaimana dimaksud pada huruf a, perlu diselenggarakan pemilihan umum untuk memilih anggota Dewan  to elect members of parliament : untuk memilih anggota parlemen
pengaturan Pengadaan Barang/Jasa yang memberikan pemenuhan nilai Perwakilan Rakyat, anggota Dewan Perwakilan Daerah, Presiden  means of realizing the sovereignty of the people: sarana perwujudan kedaulatan
manfaat yang sebesar-besarnya (value for money) dan kontribusi dalam dan Wakil Presiden, dan untuk memilih anggota Dewan rakyat
peningkatan penggunaan produk dalam negeri, peningkatan peran Usaha Perwakilan Rakyat Daerah, sebagai sarana perwujudan  required electoral arrangements: diperlukan pengaturan pemilihan umum
Mikro, Usaha Kecil, dan Usaha Menengah serta pembangunan
berkelanjutan;
kedaulatan rakyat untuk menghasilkan wakil rakyat dan  the embodiment of the constitutional system : perwujudan sistem ketatanegaraan
c. bahwa Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Bara- pemerintahan negara yang demokratis berdasarkan Pancasila  democratic and integrity : demokratis dan berintegritas
ng/Jasa Pemerintah sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun  in order to ensure consistency and legal certainty : untuk menjamin konsistensi
dan kepastian hokum
dengan Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2015 tentang Perubahan 1945;  elections have to guarantee the voice of the people : pemilihan umum wajib
Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang b. bahwa diperlukan pengaturan pemilihan umum sebagai menjamin tersalurkannya suara rakyat
Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah masih terdapat kekurangan dan belum perwujudan sistem ketatanegaraan yang demokratis dan  directly : secara langsung
menampung perkembangan kebutuhan Pemerintah mengenai pengaturan
berintegritas demi menjamin konsistensi dan kepastian hukum  need to be unified and simplified : perlu disatukan dan disederhanakan
atas Pengadaan Barang/Jasa yang baik;
serta pemilihan umum yang efektif dan efisien;  become one : menjadi satu
c. bahwa pemilihan umum wajib menjamin tersalurkannya suara  the next one : yang selanjutnya
rakyat secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil;
d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf- a, d. bahwa Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan
huruf b, dan huruf c, perlu menetapkan Peraturan Presiden tentang Umum Presiden dan Wakil Presiden, Undang-Undang Nomor 15
Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah; Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum, dan
Mengingat
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilihan Umum
1. Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara .Republik Indonesia Tahun
1945; Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah,
2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah perlu disatukan dan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan disederhanakan menjadi satu undang-undang sebagai landasan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355); hukum bagi pemilihan umum secara serentak;
3. Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi e. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam
Pemerintahan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor huruf a, huruf b, huruf c, dan huruf d, perlu membentuk Undang-
292, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5601);
Menetapkan :
Undang tentang Pemilihan Umum.
Mengingat:
BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 ayat (2), Pasal 5 ayat (1), Pasal 6, Pasal 6A, Pasal 18 ayat
Pasal 1 (3), Pasal 19 ayat (1), Pasal 20, Pasal 22C ayat (1), dan Pasal 22E
Dalam Peraturan Presiden ini, yang dimaksud dengan: Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
1. Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang selanjutnya disebut Pengadaan
Barang/Jasa adalah kegiatan Pengadaan Barang/Jasa
BUKU KESATU KETENTUAN UMUM
Kementerian/Lembaga/Perangkat Daerah yang dibiayai oleh APBN/APBD
BAB I PENGERTIAN ISTILAH
yang pro sesnya sejak identifikasi kebutuhan, sampai dengan serah terima Pasal 1
hasil pekerjaan Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan:
2. Kementerian Negara yang selanjutnya disebut Kementerian adalah
1. Pemilihan Umum yang selanjutnya disebut Pemilu adalah sarana
perangkat pemerintah yang membidangi urusan tertentu dalam
pemerintahan. kedaulatan rakyat untuk memilih anggota Dewan Perwakilan
3. Lembaga adalah organisasi non-Kementerian Negara dan instansi lain Rakyat, anggota Dewan Perwakilan Daerah, Presiden dan Wakil
pengguna anggaran yang dibentuk untuk melaksanaka.n tugas tertentu Presiden, dan untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat
berdasarkan Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun Daerah, yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas,
1945 atau peraturan perundang-undangan lainnya. rahasia, jujur, dan adil dalam Negara Kesatuan Republik
4. Perangkat Daerah adalah unsur pembantu Kepala Daerah dan Dewan Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar
Perwakilan Rakyat Daerah dalam penyelenggaraan Urusan Pemerintahan
yang menjadi kewenangan Daerah.
Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
5. Pemerintah Daerah adalah kepala daerah sebagai unsur penyelenggara 2. Penyelenggaraan Pemilu adalah pelaksanaan tahapan Pemilu
Pemerintahan Daerah yang memimpin pelaksanaan urusan pemerintahan yang dilaksanakan oleh penyelenggara Pemilu.
yang menjadi kewenangan daerah otonom. 3. Presiden dan Wakil Presiden adalah Presiden dan Wakil Presiden
6. Lembaga Kebijakan Pengadaan. Barang/Jasa Pemerintah yang selanjutnya sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara
disingkat LKPP adalah lembaga Pemerintah yang bertugas Republik Indonesia Tahun 1945.
mengembangkan dan merumuskan kebijakan Pengadaan Barang/Jasa
4. Dewan Perwakilan Rakyat yang selanjutnya disingkat DPR adalah
Pemerintah.
7. Pengguna Anggaran yang selanjutnya disingkat PA adalah pejabat
Dewan Perwakilan Rakyat sebagaimana dimaksud dalam
pemegang kewenangan penggunaan anggaran Kementerian Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Negara/Lembaga/Perangkat Daerah. 5. Dewan Perwakilan Daerah yang selanjutnya disingkat DPD
8. Kuasa Pengguna Anggaran pada Pelaksanaan APBN yang selanjutnya adalah Dewan Perwakilan Daerah sebagaimana dimaksud dalam
disingkat KPA adalah pejabat yang memperoleh kuasa dari PA untuk Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
melaksanakan sebagian kewenangan dan tanggung jawab penggUnaan 6. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang selanjutnya disingkat
anggaran pada Kementerian Negara/Lembaga yang bersangkutan.
DPRD adalah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah provinsi dan
9. Kuasa Pengguna Anggaran pada Pelaksanaan APBD yang selanjutnya
disingkat KPA adalah pejabat yang diberi kuasa untuk melaksanakan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah kabupaten/kota sebagaimana
sebagian kewenangan pengguria anggaran dalam melaksanakan sebagian dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik
tugas dan fungsi Perangkat Daerah. Indonesia Tahun 1945.
10. Pejabat Pembuat Komitmen yang selanjutnya ‘disingkat PPK adalah 7. Penyelenggara Pemilu adalah lembaga yang menyelenggarakan
pejabat yang diberi kewenangan oleh PA/ KPA untuk mengambil Pemilu yang terdiri atas Komisi Pemilihan Umum, Badan
keputusan dan/ atau melakukan tindakan yang dapat mengakibatkan Pengawas Pemilu, dan Dewan Kehormatan Penyelenggara
pengeluaran anggaran belanja negara/anggaran belanja daerah.
11. Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa yang selanjutnya disingkat UKPBJ
Pemilu sebagai satu kesatuan fungsi Penyelenggaraan Pemilu
adalah unit kerja di Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah yang untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat, anggota
menjadi pusat keunggulan Pengadaan Barang/Jasa. Dewan Perwakilan Daerah, Presiden dan Wakil Presiden, dan
12. Kelompok Kerja Pemilihan yang selanjutnya disebut Pokja Pemilihan untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah secara
adalah sumber daya manusia yang ditetapkan oleh pimpinan UKPBJ untuk langsung oleh rakyat.
mengelola pemilihan Penyedia. 8. Komisi Pemilihan Umum yang selanjutnya disingkat KPU adalah
13. Pejabat Pengadaan adalah pejabat administrasi/pejabat
lembaga Penyelenggara Pemilu yang bersifat nasional, tetap, dan
fungsional/personel yang bertugas melaksanakan Pengadaan Langsung,
Penunjukan Langsung, dan/atau E-purchasing. mandiri dalam melaksanakan Pemilu.
14. Pejabat Pemeriksa Hasil Pekerjaan yang selanjutnya disingkat PjPHP adalah 9. Komisi Pemilihan Umum Provinsi yang selanjutnya disingkat KPU
pejabat administrasi/pejabat fungsional/personel yang bertugas Provinsi adalah Penyelenggara Pemilu di provinsi.
memeriksa administrasi hasil pekerjaan Pengadaan Barang/Jasa. 10. Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota yang selanjutnya
15. Panitia Pemeriksa Hasil Pekerjaan yang selanjutnya disingkat PPHP adalah disingkat KPU Kabupaten/Kota adalah Penyelenggara Pemilu di
tim yang bertugas memeriksa administrasi hasil pekerjaan Pengadaan kabupaten/kota.
Barang/Jasa.
16. Agen Pengadaan adalah UKPBJ atau Pelaku Usaha yang melaksanakan
11. Panitia Pemilihan Kecamatan yang selanjutnya disingkat PPK
sebagian atau seluruh pekerjaan Pengadaan Barang/Jasa yang diberi adalah panitia yang dibentuk oleh KPU Kabupaten/Kota untuk
kepercayaan oleh Kementerian/Lembaga/Perangkat Daerah sebagai pihak melaksanakan Pemilu di tingkat kecamatan atau nama lain.
pemberi pekerjaan. 12. Panitia Pemungutan Suara yang selanjutnya disingkat PPS
17. Penyelenggara Swakelola adalah Tim yang menyelenggarakan kegiatan adalah panitia yang dibentuk oleh KPU Kabupaten/Kota untuk
secara Swakelola. melaksanakan Pemilu di tingkat kelurahan/desa atau nama lain.
18. Pengelola Pengadaan Barang/Jasa adalah Pejabat Fungsional yang diberi
13. Panitia Pemilihan Luar Negeri yang selanjutnya disingkat PPLN
tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak secara penuh oleh pejabat
yang berwenang untuk melaksanakan Pengadaan Barang/Jasa. adalah panitia yang dibentuk oleh KPU untuk melaksanakan
19. Rencana Umum Pengadaan Barang/Jasa yang selanjutnya disingkat RUP Pemilu di luar negeri.
adalah daftar rencana Pengadaan Barang/Jasa yang akan dilaksanakan 14. Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara yang selanjutnya
oleh Kementerian/ Lembaga/ Perangkat Daerah. disingkat KPPS adalah kelompok yang dibentuk oleh PPS untuk
20. E-marketplace Pengadaan Barang/Jasa adalah pasar elektronik yang melaksanakan pemungutan suara di tempat pemungutan suara.
disediakan untuk memenuhi kebutuhan barang/jasa pemerintah. 15. Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri yang
21. Layanan Pengadaan Secara Elektronik adalah layanan pengelolaan
teknologi informasi untuk memfasilitasi pelaksanaan Pengadaan
selanjutnya disingkat KPPSLN adalah kelompok yang dibentuk
Barang/Jasa secara elektronik. oleh PPLN untuk melaksanakan pemungutan suara di tempat
22. Aparat Pengawas Intern Pemerintah yang selanjutnya disingkat APIP pemungutan suara luar negeri.
adalah aparat yang melakukan pengawasan melalui audit, reviu, 16. Petugas Pemutakhiran Data Pemilih yang selanjutnya disebut
pemantauan, evaluasi, dan kegiatan pengawasan lain terhadap Pantarlih adalah petugas yang dibentuk oleh PPS atau PPLN
penyelenggaraan tugas dan fungsi Pemerintah. untuk melakukan pendaftaran dan pemutakhiran data pemilih.
23. Pengadaan Barang/Jasa melalui Swakelola yang selanjutnya disebut
17. Badan Pengawas Pemilu yang selanjutnya disebut Bawaslu
Swakelola adalah cara memperoleh barang/jasa yang dikerjakan sendiri
oleh Kementerian/ Lembaga/ Perangkat Daerah, Kementerian / Lembaga/
adalah lembaga Penyelenggara Pemilu yang mengawasi
Perangkat Daerah lain, organisasi kemasyarakatan, atau kelompok Penyelenggaraan Pemilu di seluruh wilayah Negara Kesatuan
masyarakat. Republik Indonesia.
24. Organisasi Kemasyarakatan yang selanjutnya disebut Ormas adalah 18. Badan Pengawas Pemilu Provinsi yang selanjutnya disebut
organisasi yang didirikan dan dibentuk oleh masyarakat secara sukarela Bawaslu Provinsi adalah badan yang mengawasi
berdasarkan kesamaan aspirasi, kehendak, kebutuhan, kepentingan, Penyelenggaraan Pemilu di wilayah provinsi.
kegiatan, dan tujuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan demi
19. Badan Pengawas Pemilu Kabupaten/Kota yang selanjutnya
tercapainya tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan
Pancasila. disebut Bawaslu Kabupaten/Kota adalah badan untuk mengawasi
25. Kelompok Masyarakat adalah kelompok masyarakat yang melaksanakan Penyelenggaraan Pemilu di wilayah kabupaten /kota.
Pengadaan Barang/Jasa den.gan dukungan anggaran belanja dari 20. Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan yang selanjutnya disebut
APBN/APBD. Panwaslu Kecamatan adalah panitia yang dibentuk oleh Bawaslu
26. Pengadaan Barang/Jasa melalui Penyedia adalah cara memperoleh Kabupaten/Kota untuk mengawasi Penyelenggaraan Pemilu di
barang/jasa yang • disediakan oleh Pelaku Usaha. wilayah kecamatan atau nama lain.
27. Pelaku Usaha adalah setiap orang perorangan atau badan usaha, baik yang
berbentuk badan hukum maupun bukan badan hukum yang didirikan dan
21. Panitia Pengawas Pemilu Kelurahan/Desa yang selanjutnya
berkedudukan atau melakukan kegiatan dalam wilayah hukum negara disebut Panwaslu Kelurahan/Desa adalah petugas untuk
Republik Indonesia, baik sendiri maupun bersama-sama melalui perjanjian mengawasi Penyelenggaraan Pemilu di kelurahan/desa atau
menyelenggarakan kegiatan usaha dalam berbagai bidang ekonomi. nama lain.
28. Penyedia Barang/Jasa Pemerintah yang selanjutnya disebut Penyedia 22. Panitia Pengawas Pemilu Luar Negeri yang selanjutnya disebut
adalah Pelaku Usaha yang menyediakan barang/jasa berdasarkan kontrak. Panwaslu LN adalah petugas yang dibentuk oleh Bawaslu untuk
29. Barang adalah setiap benda baik berwujud maupun tidak berwujud,
mengawasi Penyelenggaraan Pemilu di luar negeri.
bergerak maupun tidak bergerak, yang dapat diperdagangkan, dipakai,
dipergunakan atau dimanfaatkan oleh Pengguna Barang,. 23. Pengawas Tempat Pemungutan Suara yang selanjutnya disebut
30. Pekerjaan Konstruksi adalah keseluruhan atau sebagian kegiatan yang Pengawas TPS adalah petugas yang dibentuk oleh Panwaslu
meliputi pembangunan, pengoperasian, pemeliharaan, pembongkaran, Kecamatan untuk membantu Panwaslu Kelurahan/Desa.
dan pembangunan kembali suatu bangunan.. 24. Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu yang selanjutnya
31. Jasa Konsultansi adalah jasa layanan profesional yang membutuhkan disingkat DKPP adalah lembaga yang bertugas menangani
keahlian tertentu diberbagai bidang keilmuan yang mengutamakan adanya pelanggaran kode etik Penyelenggara Pemilu.
olah pikir.
32. Jasa Lainnya adalah jasa non-kon.sultansi atau jasa yang membutuhkan
25. Tempat Pemungutan Suara yang selanjutnya disingkat TPS
peralatan, metodologi khusus, dan/ atau keterampilan dalam suatu sistem adalah tempat dilaksanakannya pemungutan suara.
tata kelola yang telah dikenal luas di dunia usaha untuk menyelesaikan 26. Tempat Pemungutan Suara Luar Negeri yang selanjutnya
suatu pekerjaan. disingkat TPSLN adalah tempat dilaksanakannya pemungutan
33. Harga Perkiraan Sendiri yang selanjutnya disingkat HPS adalah perkiraan suara di luar negeri.
harga barang/jasa yang ditetapkan oleh PPK. 27. Peserta Pemilu adalah partai politik untuk Pemilu anggota DPR,
34. Penelitian adalah kegiatan yang dilakukan menurut kaidah dan metode
anggota DPRD provinsi, anggota DPRD kabupaten/kota,
ilmiah secara sistematis untuk memperoleh informasi, data, dan
keterangan yang berkaitan dengan pemahaman dan pembuktian perseorangan untuk Pemilu anggota DPD, dan pasangan calon
kebenaran atau ketidakbenaran suatu asumsi dan/atau hipotesis di bidang yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik
ilmu pengetahuan dan teknologi serta menarik kesimpulan ilmiah bagi untuk Pemilu Presiden dan Wakil Presiden.
keperluan kemajuan ilmu pengetahuan dan/atau teknologi. 28. Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden yang selanjutnya
35. Pembelian secara Elektronik yang selanjutnya disebut E-purchasing adalah disebut Pasangan Calon adalah pasangan calon peserta
tata cara pembelian barang/jasa rnelalui sistem katalog elektronik. Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden yang diusulkan
36.
oleh partai politik atau gabungan partai politik yang telah
memenuhi persyaratan.
A. Book one : buku satu 29. Partai Politik Peserta Pemilu adalah partai politik yang telah
General provision : ketentuan umum memenuhi persyaratan sebagai Peserta Pemilu anggota DPR,
sense of the term : pengertian istilah anggota DPRD provinsi, dan anggota DPRD kabupaten/kota.
article 1 : pasal 1 30. Gabungan Partai Politik Peserta Pemilu adalah gabungan 2
vocab point one :
(dua) Partai Politik atau lebih yang bersama-sama bersepakat
 General elections : Pemlihan Umum mencalonkan 1 (satu) Pasangan Calon.
 means of sovereignty : sarana kedaulatan
31. Perseorangan Peserta Pemilu adalah perseorangan yang telah
 Held directly : dilaksankan secara langsung
memenuhi persyaratan sebagai Peserta Pemilu anggota DPD.
 independent : bebas, mandiri
32. Penduduk adalah Warga Negara Indonesia yang berdomisili di
 the implementation of electoral stages : pelaksanaan tahapan
pemilu wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia atau di luar negeri.
 organizer : penyelenggara 33. Warga Negara Indonesia adalah orang-orang bangsa Indonesia
 are held directly : dilaksanakan secara langsung asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-
 one unified function : satu fungsi terpadu/kesatuan undang sebagai warga negara.
 province : propinsi 34. Pemilih adalah Warga Negara Indonesia yang sudah genap
 distritcs : kabupaten berumur 17 (tujuh belas) tahun atau lebih, sudah kawin, atau
 immediate principles: prinsip langsung sudah pernah kawin.
 fair : adil 35. Kampanye Pemilu adalah kegiatan Peserta Pemilu atau pihak
vocab point two lain yang ditunjuk oleh Peserta Pemilu. untuk meyakinkan Pemilih
 implementation of the stages : pelaksanaan tahapan. dengan menawarkan visi, misi, program dan/atau citra diri Peserta
 Council : dewan Pemilu.
Vocab point 7 36. Masa Tenang adalah masa yang tidak dapat digunakan untuk
 legal certainty : kepastian hokum
melakukan aktivitas Kampanye Pemilu.
 Realized (verb) : diwujudkan
 Effort (noun): upaya
37. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang selanjutnya
 Enhancement (noun): peningkatan disingkat APBN adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan
 Health standart : derajat kesehatan negara yang disetujui oleh DPR.
 Be affected (verb) : dipengaruhi 38. Sentra Penegakan Hukum Terpadu yang selanjutnya disebut
 Progress (verb) : perkembangan Gakkumdu adalah pusat aktivitas penegakan hukum tindak
 Technology advances : kemajuan teknologi pidana Pemilu yang terdiri atas unsur Bawaslu, Bawaslu Provinsi,
 Must remain capable : harus tetap mampu dan/atau Bawaslu Kabupaten/Kota, Kepolisian Negara Republik
 Increase (verb) : meningkatkan Indonesia, Kepolisian Daerah, dan/atau Kepolisian Resor, dan
 Excellent serices : pelayanan yang bermutu Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Kejaksaan Tinggi, dan/atau
 Affordable (adjtv) : terjangkau
Kejaksaan Negeri.
 In order to (conjt) : Agar
 Reach (noun) : Jangkauan
 Adjustment (noun) : pengaturan /regulation
 Obtain (verb) : memperoleh (get
 Arrange (verb) : mengatur ( to set = untuk
mengatur) BAB II
 Adequate (verb) : memadai, memenuhi syarat ASAS, PRINSIP, DAN TUJUAN
(= : equal, suffice,satisfy)
Pasal 2
 Be created (verb) : dijadikan, diciptakan
 Anvil, cornerstore ( noun): landasan, dasar, fondasi
Pemilu dilaksanakan berdasarkan asas langsung, umum, bebas,
 Intended (adjtv) : dimaksudkan rahasia, jujur, dan adil.
 Certainty / assurance (noun): kepastian
 Forming (verb) : membentuk Pasal 3
 Remember (verb) : mengingat Dalam menyelenggarakan Pemilu, Penyelenggara Pemilu harus
 House of Representative of Republic Indonesian : DPR melaksanakan Pemilu berdasarkan pada asas sebagaimana
 Conssientence : persetujuan bersama dimaksud dalam Pasal 2 dan penyelenggaraannya harus memenuhi
 Deside : memutuskan prinsip:
a. mandiri;
B. Bab I,
1. Article 1, verse 1 : Pasal 1 ayat 1 b. jujur;
Vocab : c. adil;
 General Provision : Ketentuan Umum d. berkepastian hukum;
 Health services institution : institusi pelayanan kesehatan e. tertib;
 Organize (verb) : menyelenggarakan, f. terbuka;
mengatur, mengorganisir g. proporsional;
 Individual (noun) : perorangan h. profesional;
 Complete , (verb) : paripurna, lengkap, menyeluruh
i. akuntabel;
 Provide, supplay : menyediakan,
 Be created (verb) : dijadikan
j. efektif; dan
 Provide , supply (verb): menyediakan k. efisien.
 Outpatient : rawat jalan
 In-patient : rawat inap Pasal 4

Pengaturan Penyelenggaraan Pemilu bertujuan untuk:


2. Verse 2 : Pasal 2 a. memperkuat sistem ketatanegaraan yang demokratis;
 Emergency : gawat darurat
b. mewujudkan Pemilu yang adil dan berintegritas;
 The patiens clinical condition : Keadaan klinis pasien
c. menjamin konsistensi pengaturan sistem Pemilu;
 Requires medical action : membutuhkan tindakan
medis d. memberikan kepastian hukum dan mencegah duplikasi dalam
 Immediately , soon, instantly : segera pengaturan Pemilu; dan
 Saving lives : penyelamatan e. mewujudkan Pemilu yang efektif dan efisien.
nyawa Pasal 5
 Prevention of disability : pencegahan Penyandang disabilitas yang memenuhi syarat mempunyai
kecacatan kesempatan yang sama sebagai Pemilih, sebagai calon anggota
 Further : lebih lanjut , DPR, sebagai calon anggota DPD, sebagai calon Presiden/Wakil
selanjutnya
3. Verse 3
Presiden, sebagai calon anggota DPRD, dan sebagai
 Health services complete : pelayanan kesehatan Penyelenggara Pemilu.
paripurna
 Which covers : yang meliputi
 Preventive : preventif
 Curative : kuratif
 Rehabilitation : rehabilitation
4. Verse 4
 Patiens : Pasien
 Do consultation (verb) : melakukan
konslutasi
 Health problems (noun) : masalah kesehatan
 Obtain (verb) : memperoleh
 Which is required : yang dibutuhkan
5. Verse 5
 Central government : pemerintah pusat
 further : selanjutnya
 hold , keep, have, control : memegang
 as intended : sebagaimana
dimaksud