Anda di halaman 1dari 2

ALAT DAN BAHAN

Alat :
• Tabung reaksi
• Centrifuge dan tabungnya
• Penjepit
• Lampu spiritus
• Pipet tetes
Bahan :
• Asam asetat 10%
• Natrium asetat
• Asam asetat glasial
• Aquadest
• Urine sewaktu
CARA KERJA
1. PEMANASAN DENGAN ASAM ASETAT
• Pembuatan reagen asam asetat 10%
• Tabung diisi dengan urin sebanyak ¾ nya
• Didihkan selama 1-2 menit
• Kekeruhan yang terjadi disebabkan oleh fosfat, karbonat atau albumin
• Tambahkan 3 tetes asam asetat 10% tetes demi tetes dalam keadaan mendidih,
amati.
NO Pengamatan hasil Simbol
1 Tidak ada kekeruhan (-)
2 Kekeruhan sedikit sekali (±)
3 Kekeruhan sedikit (+) 10-50 mg %
4 Kekeruhan jelas (++) 50-200 mg %
5 Kekeruhan hebat (+++) 200-500 mg %
6 Kekeruhan menggumpal (++++) >500 mg %

2. PEMERIKSAAN SECARA BANG


• Pembuatan reagen
Natrium asetat 11,8 g dan asam asetat glacial dilarutkan dalam aquadest sampai
volumenya 100 ml
• 5 ml urine ditambah 0,5 ml reagen bang, kemudian dipanaskan dalam air mendidih
selama 5 menit, amati.
• Bila timbul kekeruhan berarti terdapat endapan protein.

HASIL :
Pembanding untuk pengamatan hasil uji:

Gambar. Pembanding diurut dari sebelah kanan yang berwarna bening kel 1 sampai 5.
1. METODA PEMANASAN DENGAN ASAM ASETAT

Gambar. Pembanding asam asetat dan urin tidak ada keruhan


2. PEMERIKSAAN SECARA BANG

Gambar. Pembanding reagen BANG dan urin tidak ada keruhan

PEMBAHASAN:
Fungsi ginjal merupakan membuang sisa metabolisme yang tidak diperlukan oleh tubuh
dan mengatur keseimbangan cairan serta elektrolit tubuh. Setiap saat, secara teratur,
darah yang beredar di tubuh kita akan melewati ginjal untuk menjalani proses filtrasi di
ginjal. Proses filtrasi tersebut akan menghasilkan urin yang membawa serta sisa
metabolisme tubuh yang tidak diperlukan lagi. Sedangkan zat-zat yang berguna bagi
tubuh, seperti protein, tidak terfiltrasi dan tidak keluar di urin.

Proses metabolisme protein di dalam sistem pencernaan akan menghasilkan asam amino
yang kemudian ikut dalam peredaran darah. Di dalam sel akan disintesa dan sebagai
hasil akhir adalah asam urat. Asam urat merupakan suatu zat racun jika ada di dalam
tubuh maka hepar akan dirombak sedikit demi sedikit menjadi urea dan dikeluarkan
ginjal. Jika urine mengandung protein biasanya berupa asam amino. Keadaan demikian
merupakan kelainan pada hepar ginjal.

Urine yang terdapat atau ditemukan protein disebut proteinuria. Proteinuria ini ditandai
dengan adanya kekeruhan setelah diuji dengan suatu metode. Proteinuria ditentukan
dengan berbagai cara yaitu: asam sulfosalisilat, pemanasan dengan asam asetat, carik
celup (hanya sensitif terhadap albumin).
Pada prktikum ini kita melakukan dengan metode pemanasan asama asetat dan bang.
Pada metode pemanasan dengan asam asetat dan metode bang ini terbentuknya protein
disebabkan sifat asam atau suasana asam.
Setelah diuji didapat hasil negatif yaitu dengan melihat ada atau tidak adanya
kekeruhan. Berarti fungsi renal bekerja dengan baik dan tidak ada indikasi kelainan.

KESIMPULAN :
1. PEMANASAN DENGAN ASAM ASETAT
Hasil negatif, yaitu urine tidak mengalami kekeruhan atau berwarna kuning jernih.
Artinya urine tidak mengandung protein.
2. PEMERIKSAAN SECARA BANG
Hasil negatif, sama dengan hasil uji pemanasan dengan asam asetat. Tidak terdapat
kekeruhan, yaitu tidak terdapat protein dalam urine.