Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN KEGIATAN INTERNSHIP

PERIODE 2017-2018

Disusun untuk Melaksanakan Tugas Internship

Disusun oleh:
Devi Chintya Kumalasari
Fairuztya Naila Maris
Garinda Chaesaria Putri Hariyono
Tita Maulida
Tri Aji Pujo Sembodo

Dokter Pendamping:

dr. Beni L. Mahardika


dr. MH. Yuda Alhabsy

RSU PTPN XII BHAKTI HUSADA KRIKILAN


BANYUWANGI
2018
BAB I

1.1 Latar Belakang

Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) merupakan salah satu upaya


pemerintah dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Indonesia
khususnya di bidang. Undang-Undang Praktik Kedokteran No. 29 tahun 2004 dan
perkembangan global dalam etika praktik kedokteran mensyaratkan bahwa pasien
tidak boleh dijadikan objek praktik mahasiswa kedokteran. Hal ini dilakukan
untuk menghormati hak-hak asasi pasien. Adanya perubahan mendasar
dalam pengendalian praktik kedokteran berdampak pada proses pendidikan
dokter khususnya masa pendidikan klinik selama masa kepaniteraan klinik.
Selama masa kepaniteraan klinik mahasiswa tidak lagi menangani pasien secara
mandiri tanpa supervisi yang ketat. Tanggung jawab mutu pelayanan dan legal
aspek selama kepaniteraan klinik berada pada pembimbingnya. Melihat
perkembangan tersebut' untuk meningkatkan kemahiran dan pemandirian dalam
melaksanakan praktik kedokteran maka diperlukan proses pelatihan keprofesian
pra-registrasi. Proses ini dikenal di berbagai negara sebagai program internship
atau housemanship. Internsip adalah Proses pemantapan mutu profesi dokter
untuk menerapkan kompetensi yang diperoleh selama pendidikan secara
terintegrasi komprehensif mandiri serta menggunakan pendekatan kedokteran
keluarga dalam rangka pemahiran dan penyelarasan antara hasil pendidikan
dengan praktik di lapangan.

Di beberapa negara Eropa program internship berlangsung selama 2 sd 3


tahun setelah lulus pendidikan dokter. Di Indonesia secara resmi program ini
telah dibahas dan disepakati oleh Kementerian Kesehatan, Konsil Kedokteran
Indonesia (KKI), Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Kementerian Pendidikan
Nasional sejak tahun 2008. Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI)
dilaksanakan selama 1 (satu) tahun, yaitu 8 bulan di Rumah Sakit dan 4 bulan di
Puskesmas.
Legal penyelenggaraan program internsip dokter di Indonesia adalah
Peraturan Menteri kesehatan Republik Indonesia No.299/Menkes/Per/II/2010
tentang Penyelengaraan Program Internsip dan Penempatan Dokter Pasca
Internsip. Konsil Kedokteran Indonesia telah menerbitkan Peraturan Konsil
Kedokteran Indonesia No. 1/KKI/Per/2010 tentang Registasi Dokter Program
Internsip. Komite Internsip Dokter Indonesia sebagai Pelaksana Program Internsip
Dokter telah diangkat dan ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Kesehatan
Republik Indonesia Nomor: 138/Menkes/SK/I/2011 tentang Komite Internsip
Dokter Indonesia. Pada Tahun 2013, legal aspek pelaksanaan PIDI diperkuat
dengan ditetapkannya Undang-Undang No.20 tentang Pendidikan Kedokteran.

Berdasarkan Undang-undang No.20 Tahun 2013 tentang Pendidikan


Kedokteran pasal 7 ayat (7): Program profesi dokter dan dokter gigi dilanjutkan
dengan Program Internsip, penjelasan pasal 7 ayat (7): Internsip adalah pemahiran
dan pemandirian dokter yang merupakan bagian dari Program penempatan wajib
sementara paling lama 1 (satu) tahun, Pasal 38 ayat (2): penempatan wajib
sementara pada Program Internsip dihitung sebagai masa kerja merupakan dasar
hukum Internsip.

Pelaksanaan Progam Internsip Dokter untuk pertama kali dilaksanakan di


Sumatera Barat pada bulan Maret 2010. Pelaksanaan ditandai dengan Soft
Launching Internsip oleh Menteri Kesehatan, Menteri Dalam Negeri, dan Wakil
Menteri Pendidikan Nasional di Padang pada tanggal 22 Februari 2010. Peserta
pertama adalah dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universits Andalas.

Sepanjang kurun waktu 2010-s.d Agustus 2013 sebanyak 9275 dokter dari
39 FK telah melaksanakan PIDI. Saat ini 4774 dokter yang berasal dari 39 FK
baik pemerintah maupun swasta sedang melaksanakan PIDI dengan melibatkan
1509 dokter pendamping di 429 Rumah Sakit dan 598 Puskesmas di 26 Propinsi
yaitu Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera
Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa
Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan
Timur, Sulawesi Selatan, dan Papua. Mengingat banyaknya jumlah peserta yang
akan mengikuti PIDI, maka pada Tahun 2013 pelaksanaan PIDI akan diperluas ke
32 Propinsi di seluruh Indonesia. Untuk melaksanakan operasional Internsip di
propinsi sampai dibentuk KIDI Provinsi di 32 Provinsi beserta sekretariatnya.

Sementara itu, penyusunan Laporan Kegiatan Internship adalah salah satu


laporan rangkaian kegiatan yang harus dilakukan setiap tahun dan merupakan
salah satu bentuk manifestasi dari evaluasi semua rangkaian yang telah di lakukan
setiap tahun dan merupakan salah satu bentuk manifestasi dari evaluasi semua
rangkaian yang telah dilakukan selama satu tahun masa bakti Internship.
Kesemuanya harus terangkum dalam Laporan Kegiatan, selain sebagai bahan
evaluasi dari rangkaian program yang telah dilakukan, pada awalnya Internship
juga dilakukan untuk pemerataan jumlah dokter di Indonesia.

1.2 Tujuan

Tujuan dari penyusunan Laporan Kegiatan Internship ini adalah untuk


membuat satu laporan berisi semua cakupan kegiatan – kegiatan yang telah
dilaksanakan selama Internship di Rumah Sakit Umum PTPN XII Bhakti Husada
Krikilan dan sebagai evaluasi dari kegiatan peserta Internship yang dilakukan
selama berada di RSU PTPN XII Bhakti Husada Krikilan selama periode 2017-
2018