Anda di halaman 1dari 5

1.

Pemeriksaan dengan Kursi Putar Barany

1.1 Nistagmus
 Tujuan ;
- Untuk mengetahui pengaruh percepatan sudut dengan gerakan bola
mata

 Cara Pemeriksaan ;
1. Suruhlah op duduk tegak di kursi Barany dengan kedua tangannya memegang
erat tangan kursi
2. Tutup kedua matanya dengan saputangan dan tundukan kepala 30 derajat ke
depan
Q ; Apa maksud tindakan penundukan kepala 30 derajat ke depan
3. Putarlah kursi ke kanan selama 10 kali dalam 20 detik secara teratur dan tanpa
sentakan
4. Hentikan pemutaran secara tiba-tiba
5. Bukalah saputangan dan suruhlah op melihat jauh ke depan
6. Perhatikan adanya nistagmus . Tetapkan arah komponen lambat dan cepat
nistagmus tersebut
Q ; Apakah yang dimaksud dengan rotatory nystagmus dan postratory
nystagmus ?

 Hasil ;
- OP pada percobaan nistagmus ini di putar dengan kursi barany selama
10x dengan mata terpejam dan kepala menunduk 30 derajat
- Setelah percobaan dilakukan, OP melihat dunia berputar ke kanan dan
merasa seperti di putar ke arah kiri.
- Dapat diamati bahwa terjadi nistagmus pada bola mata OP, bola mata
OP bergerak cepat ke arah kiri dan bergerak lambat ke arah kanan.
- Hal tersebut terjadi karena refleks gerakan mata dan akibat gangguan
fungsi jaras yang melewati flokulonodular serebelum dari kanalis
semisirkularis.

 Pembahasan ;
a) Q ; Apa maksud tindakan penundukan kepala 30 derajat ke depan
A ; Tindakan tersebut bertujuan agar kanalis semisirkularis anterior berada
pada posisi horizontal
b) Q ; Apakah yang dimaksud dengan rotatory nystagmus dan postratory
nystagmus ?
A ; rotatory nystagmus adalah gerakan involunter bola mata sesuai gerak
rotasi dari axis.
- postratory nystagmus, ketika seseorang sedang berputar dan secara
tiba-tiba dihentikan, dimana fase cepat dari nistagmus berlawanan arah
dari gerakan rotasi sebelumnya.
1.2 Tes Penyimpangan Penunjukan
 Cara Pemeriksaan ;
1. Suruhlah op duduk tegak di kursi Barany dan tutup kedua matanya dengan
saputangan
2. Pemeriksa berdiri tepat di muka kursi Barany sambil mengulurkan tangan
kirinya ke arah op
3. Suruhlah op meluruskan lengan kanannya ke depan sehingga dapat
menyentuh jari pemeriksa yang sebelumnya diulurkan
4. Suruhlah op mengangkat lengan kanannya ke atas kemudian dengan cepat
menurunkannya kembali , sehingga dapat menyentuh jari pemeriksa
kembali . Tindakan no.1-4 merupakan persiapan untuk tes yang
sesungguhnya sebagai berikut
5. Suruhlah op duduk tegak di kursi Barany dengan kedua tangannya
memegang erat tangan kursi
6. Tutup kedua matanya dengan saputangan dan tundukan kepala 30 derajat
ke depan
7. Putarlah kursi ke kanan selama 10 kali dalam 20 detik secara teratur dan
tanpa sentakan
8. Hentikan pemutaran secara tiba-tiba , suruhlah op menegakan kepalanya
dan melakukan tes penyimpangan penunjukan seperti di atas
9. Perhatikan apakah terjadi penyimpangan penunjukan oleh op . Bila terjadi
penyimpangan , tetapkanlah arah penyimpangannya . Teruskanlah tes
tersebut sampai op tidak salah lagi menyentuh jari tangan pemeriksa
Q ; Bagaimana terjadinya past pointing?

 Pembahasan ;
 Pada test penunjukkan orang percobaan melakukan: kesalahan
penunjukkan yaitu menunjuk ke kanan jari pemeriksa
 Orang percobaan tidak mengalami kesalahan dalam penunjukkan
setelah40 detik
 Past pointing terjadi oleh karena: Posisi kepala yang diubah.
1.3 Tes Jatuh
 Cara Pemeriksaan ;

1. Suruhlah orang percobaan duduk di kursi putar dengan kedua


tangannya memegang erat tangan kursi.

2. Suruhlah orang percobaan menutup matanya dan


membungkukkan kepala beserta badannya hingga posisi kepala
membentuk sudut 1200 dari posisi normal.

3. Putarlah kursi ke kanan 10 kali dalam 10 detik secara teratur


tanpa sentakkan.

4. Segera setelah kursi dihentikkan dengan tiba-tiba, suruhlah orang


percobaan menegakkan kembali kepala dan badannya.

5. Perhatikan kemana dia akan jatuh dan tanyakan kepada orang


percobaan kemana rasanya dia akan jatuh.

6. Ulangi test jatuh ini, tiap kali pada orang percobaan yang lain
dengan:

- Memiringkan kepala kea rah bahu kanan sehingga kepala


miring 900 terhadap posisi normal.

- Menengadahkan kepala ke belakang sehingga membuat


sudut 600.

7. Hubungkan arah jatuh pada setiap percobaan dengan arah aliran


endolinfe pada kanalis semi sirkularis yang terangsang
 Pembahasan ;
- Orang percobaan I jatuh ke arah: kanan
- Orang percobaan I merasa ia akan jatuh ke arah: kiri
- Hubungan arah jatuh pada orang percobaan I dengan arah endolinfe
pada kanalis semi sirkularis yang terangsang adalah: Arahnya yaitu
berlawanan dikarenakan adanya kompensasi.

- Orang percobaan II jatuh ke arah: belakang

- Orang percobaan II merasa ia akan jatuh ke arah: depan


- Hubungan arah jatuh pada orang percobaan I dengan arah endolinfe
pada kanalis semi sirkularis yang terangsang adalah: Arahnya yaitu
berlawanan dikarenakan adanya kompensasi.

- Orang percobaan III jatuh ke arah: kiri

- Orang percobaan III merasa ia akan jatuh ke arah: kanan

- Hubungan arah jatuh pada orang percobaan I dengan arah endolinfe


pada kanalis semi sirkularis yang terangsang adalah: Arahnya yaitu
berlawanan dikarenakan adanya kompensasi.

1.4Kesan (Sensasi)

 Cara Pemeriksaan ;
1. Gunakan orang percobaan lain.

2. Suruhlah orang percobaan duduk di kursi putar dengan menutup matanya.

3. Putarlah kursi tersebut ke kanan dengan kecepatan yang berangsur-angsur


bertambah, kemudian dengan kecepatan tetap dan kemudian kurangi
kecepatan putarannya secara berangsur-angsur pula hingga berhenti.

4. Tanyakan pada orang percobaan arah perasaan berputar

- Sewaktu kecepatan putar masih bertambah

- Sewaktu kecepatan putar menetap

- Sewaktu kecepatan putar dikurangi

- Segera setelah kursi dihentikan

5. Berikan keterangan terhadap mekanisme terjadinya arah perasaan


berputar yang dirasakan oleh orang percobaan.

 Pembahasan ;
a.Sewaktu kecepatan putar masih bertambah, orang percobaan merasa
berputar ke arah: kanan
b. Sewaktu kecepatan putar menetap, orang percobaan merasa berputar ke
arah: orang percobaan tidak bisa merasakan ia diputar ke kanan atau ke kiri
c. Sewaktu kecepatan putar dikurangi, orang percobaan merasa berputar ke
arah: kiri
d. Segera setelah kursi dihentikan, orang percobaan merasa berputar ke arah:
ke kiri (lebih besar tarikannya dibanding sewaktu kecepatan putar dikurangi)
e. Mekanisme terjadinya arah perasaan berputar yang dirasakan oleh orang
percobaan adalah sbb: Saat kecepatan putar ditambah OP merasa diputar ke
kanan, saat kecepatan putar menetap OP tidak dapat merasakan arah
putarannya , dan saat kecepatan putar dikurangi OP merasa diputar ke kiri
serta saat kursi putar dihentikan OP semakin merasa berputar ke arah kiri.

Beri Nilai