Anda di halaman 1dari 58

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kerja Praktek adalah salah satu mata kuliah wajib yang harus dipenuhi oleh
mahasiswa S1 Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret
Surakarta. Manfaat dari Kerja Praktik selain untuk memenuhi kewajiban akademik,
diharapkan kegiatan tersebut dapat menjadi jembatan penghubung antara dunia industri
atau perusahaan dengan dunia perkuliahan serta dapat memperdalam wawasan tentang
dunia kerja sehingga mahasiswa akan mampu mengatasi ketatnya persaingan di dunia
kerja.
Mutu pendidikan sudah menjadi sorotan di mata dunia pendidikan baik dalam
maupun luar negeri demi terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu
membuat dunia lebih maju dan menjadikannya kehidupan yang lebih baik. Dalam upaya
pengembangan dan peningkatan kegiatan mahasiswa di masyarakat diperlukan adanya
suatu kegiatan yang bertujuan untuk melatih dan mendidik mahasiswa, diantaranya dengan
diadakannya Kerja Praktek. Kerja Praktek merupakan suatu kegiatan kerja mahasiswa
yang ditempatkan pada suatu tempat yang berkaitan dengan bidang ilmu yang
ditempuhnya dalam waktu tertentu.
Selain itu, Kerja Praktek yang dilakukan dapat membantu mahasiswa agar lebih
memahami bidang studi yang ditekuninya dan mendapatkan gambaran real mengenai
pengimplementasian ilmunya di dunia nyata. Mahasiswa akan belajar mengatasi
kesenjangan antara teori yang didapatkan di bangku kuliah dengan permasalahan di
lapangan yang sesungguhnya. Kenyataan yang kita temui saat ini adalah para sarjana
lulusan Perguruan Tinggi hanya sebagai sumber daya yang siap latih, bukan siap bersaing.
Maka dari itu, sebagai salah satu upaya yang ditempuh Perguruan Tinggi untuk
mengantisipasi permasalahan di atas adalah dengan mewajibkan setiap mahasiswanya
untuk mengikuti Program Kerja Praktek di suatu lembaga, instansi atau perusahaan, baik
pemerintah maupun swasta, yang sesuai dengan disiplin ilmu yang ditekuninya. Dengan
kerja praktek pada perusahaan-perusahaan atau instansi tertentu diharapkan mahasiswa
dapat memiliki gambaran yang lebih mendalam tentang kondisi nyata di dunia kerja,
sekaligus dapat menambah pengalaman serta membuka pemikiran yang lebih luas yang
mungkin tidak didapatkan di bangku kuliah.

1
Salah satu sektor industri yang ada di Indonesia adalah industri perkapalan, di
mana industri perkapalan ini merupakan salah satu sektor yang juga penting peranannya
dalam perkembangan industri Indonesia yang berfungsi sebagai penyedia jasa dan produk
dalam bidang transportasi laut berupa kapal. Baik itu kapal untuk transportasi laut biasa,
kapal selam sampai dengan kapal perang untuk TNI AL Indonesia sebagai pertahanan
negara.
Dari pernyataan tersebut maka di dalam melaksanakan Kerja Praktek, dipilihlah
PT. PAL Indonesia ( Persero ). PT. PAL Indonesia ( Persero ) merupakan perusahaan
galangan kapal milik pemerintah yang tetap bisa menjaga eksistensinya. Kegiatan ini
diharapkan dapat memberi wawasan dan pengalaman kerja di bidang perkapalan bagi
mahasiswa, khususnya penulis.

1.2 Tujuan
Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan Kerja Praktek ini adalah sebagai
berikut :
1. Untuk memenuhi beban satuan kredit semester (SKS) yang harus ditempuh sebagai
persyaratan akademis di Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik UNS.

2. Untuk memperoleh gambaran real tentang penerapan atau implementasi dari ilmu atau
teori yang selama ini diperoleh melalui bangku kuliah dan membandingkannya dengan
kondisi real yang ada di lapangan.

3. Menambah pengetahuan dan pengalaman yang akan membuka cakrawala berpikir yang
lebih luas mengenai disiplin ilmu yang ditekuni selama ini.

4. Menumbuhkan kesiapan mental mahasiswa untuk memasuki dunia kerja.

5. Mahasiswa dapat mengetahui produktivitas perusahaan, terutama dalam hal desain


kapal, serta dapat mengetahui dan memahami sistem kerja perusahaan dan juga
organisasi perusahaan serta terjun dan turut serta dalam proses perencanaan proyek
disana.

6. Membentuk jaringan kerjasama antara perusahaan dengan universitas.

2
1.3 Manfaat
Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari kegiatan Kerja Praktek bagi pihak-pihak
yang terkait, antara lain :

1.3.1 Bagi mahasiswa :


1. Mengenalkan mahasiswa pada dunia kerja yang lebih nyata (real).
2. Mahasiswa dapat mengetahui perbandingan antara teori yang diperoleh pada
bangku perkuliahan dengan fakta yang ada di lapangan.
3. Dapat memberikan suatu pengalaman bagi mahasiswa yang bersifat praktis,
sehingga dapat mengantarkan mahasiswa untuk siap menghadapi dunia kerja
setelah lulus dari bangku kuliah.
4. Melatih mahasiswa untuk dapat mengembangkan potensi dalam hal bersosialisasi,
berkomunikasi di suatu lingkungan yang baru.
5. Memberikan peluang direkrut menjadi karyawan apabila memiliki prestasi yang
bagus.

1.3.2 Bagi perusahaan :


1. Dengan adanya Kerja Praktek ini diharapkan dapat membantu memberi
sumbangan pemikiran yang berguna bagi pihak PT. PAL Indonesia ( Persero ).
2. Perusahaan bertindak sebagai sarana untuk menjembatani antara peusahaan
dengan pihak Fakultas Teknik di Universitas Sebelas Maret Surakarta demi
membina hubungan kerjasama lebih lanjut, baik bersifat akademis maupun
keorganisasian.
3. Memberikan gambaran tentang kondisi sumber daya manusia (SDM) yang akan
datang.
4. Perusahaan bertindak sebagai lembaga pendidik dalam proses pembentukan jiwa
kerja mahasiswa yang lebih unggul.

1.3.3 Bagi universitas :


1. Menjalin kerjasama antara pihak Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret
khususnya Program Studi Teknik Mesin dengan PT. PAL Indonesia (Persero).

3
1.3.4 Bagi pembaca :
1. Semoga penelitian ini bermanfaat bagi para pembaca atau masyarakat baik yang
berada di sekitar perusahaan maupun masyarakat luas yang lain. Manfaat yang
dapat diambil yaitu dengan adanya informasi dan pengetahuan mengenai dunia
kerja khususnya pada perindustrian kapal pembaca dapat melihat perkembangan
perusahaan melalui karakteristik perusahaan, visi, misi serta nantinya dapat
menguntungkan masyarakat luas.

1.4 Metode Pengumpulan Data


Dalam pelaksanaan kegiatan ini dilakukan beberapa tahapan guna mendapatkan data yang
lengkap dan akurat sehingga diperoleh solusi yang tepat. Adapun tahapan-tahapan tersebut
adalah :

a. Observasi
Mengadakan pengamatan langsung ke lapangan mengenai objek Kerja Praktek, agar
mendapat gambaran secara riil tentang proses yang terjadi dan mendapatkan data-data
secara akurat.
b. Wawancara
Mengadakan pengambilan data dengan melakukan tanya jawab dengan karyawan atau
operator yang bekerja di lapangan.
c. Studi Literatur
Teknik pengumpulan data dengan membaca dan mempelajari semua literatur yang
berhubungan dengan permasalahan yang dibahas.

1.5 Lokasi dan Waktu Pelaksanaan


a. Tempat : PT. PAL INDONESIA (Persero)
Jl. Ujung, Kel. Ujung, Kec. Semampir Surabaya
b. Waktu : 22 Januari 2018 s.d. 22 Februari 2018.

4
1.6 Sistematika Penulisan
Untuk memudahkan dalam pembuatan laporan kerja praktek ini maka diperlukan adanya
sistematika penulisan yang meliputi :

BAB I : PENDAHULUAN

BAB II : GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB III : TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

BAB IV : HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN

5
BAB II
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

2.1 Sejarah PT. PAL INDONESIA (Persero)


PT. PAL Indonesia (Persero) bermula dari sebuah galangan kapal yang
bernama Marine Establishment (ME) dan diresmikan oleh pemerintah Belanda pada
tahun 1939. Pada masa pendudukan Jepang, perusahaan ini beralih nama menjadi
Kaigun SE 2124. Setelah kemerdekaan, pemerintah Indonesia menasionalisasi
perusahaan ini dan merubah namanya menjadi Penataran Angkatan Laut (PAL). Pada
tanggal 15 April 1980, pemerintah merubah status perusahaan dari perusahaan umum
menjadi Perseroan Terbatas (Persero) sesuai akta No. 12 yang dibuat oleh Notaris Hadi
Moentoro, S.H.

2.2 Profil Perusahaan PT. PAL INDONESIA (Perser o)


Surabaya merupakan kota Maritim terbesar kedua. Kota tempat bernaung salah
satu perusahaan yang bergerak di bidang kemaritiman. PT. PAL INDONESIA
(Persero) terletak di ujung kota ini. Sebagai pusat industri maritim dan perkapalan
terbesar di Indonesia dan pernah menghadapi persaingan pasar Internasional yang
semakin kompetitif. PT. PAL INDONESIA (Persero) membangun sinergi dengan
perusahaan global maupun lokal dan bidang financial, teknologi maupun logistik, PT.
PAL INDONESIA (Persero) telah memperoleh sertifikasi di sistem managemen
lingkungan dan pembangunan kapal yang bertaraf Internasional ISO 9001, ISO 14001,
ISO 18001, OHSAS.
Pembangunan kapal baru yang meliputi kapal perang, kapal niaga sampai
dengan ukuran 50.000 DWT serta kapal selam.Pada devisi Desain meliputi pembuatan
struktur lepas pantai dan kelistrikan, pemeliharaan dan perbaikan kapal, overhoul kapal
selam. Melalui kerja sama dengan berbagai kalangan kapal internasional dan didukung
oleh sumber daya manusia yangsangat terampil serta sarana dan prasarana yang
lengkap. PT. PAL INDONESIA (Persero) mampu membuktikan kepercayaannya
terhadap pasar domestik maupun internasional akan produk PT. PAL INDONESIA
(Persero). Beberapa kota besar maupun negara seperti Probolinggo, Denpasar, Cilegon,
Timor Leste, Tanjung Uban, Aceh, Ambon, Merauke, Thailand, Hongkong, Jepang,
Pakistan, Turkey, Italy, Germany, serta USA.

6
Adapun tugas dan fungsi yang diemban oleh PT. PAL INDONESIA (Persero)
saat ini antara lain :
1. Melaksanakan rancangan bangunan kapal / non kapal.
2. Memproduksi beberapa kapal jenis niaga maupun jenis kapal perang.
3. Melaksanakan pemeliharaan dan perbaikan kapal maupun non kapal.
4. Melaksanakan penelitian dan pengembangan produk-produk yang merupakan
peluang usaha.

2.3 Visi dan Misi PT. PAL INDONESIA (Persero)


PT. PAL INDONESIA mempunyai reputasi sebagai kekuatan utama untuk
mengembangkan industry maritim nasional. Sebagai usaha untuk mendukung pondasi
bagi industri maritim, PAL INDONESIA bekerja keras untuk menyampaikan
pengetahuan, keterampilan, dan teknologi untuk masyarakat luas industri maritime
nasional dengan melakukan pengenalan lebih luas di pasar global telah menjadi
inspirasi PAL INDONESIA untuk memelihara produk yang berkualitas dan jasa yang
sempurna.
a. Visi:
Menjadi Perusahaan Galangan Kapal dan Rekayasa berkelas dunia, terpercaya dan
bernilai tambah bagi para pemangku kemantingan.
b. Misi:
1. Meningkatkan Kepuasan Pelanggan dengan Mutu Produk Berstandart
Internasional dan Penyerahan Produk Tepat Waktu, serta Meningkatkan
Pengelolaan Perusahaan yang Akuntabel dan Transparan.
2. Meningkatkan Peran dalam Mendukung Program Pertahanan dan Keamanan
Nasional Melalui Penguasaan Teknologi dan Rancang Bangun
3. Memberikan Kemampuan-Labaan dan Kesejahteraan secara
Berkesinambungan bagi Para Pemegang Saham, Karyawan, Pelangganan,
Mitra Usaha, dan Pengembangan Usaha Kecil

2.4 Tugas Pokok PT.PAL INDONESIA ( Persero)


Adapun beberapa tugas pokok dari PT.PAL INDONESIA antara lain :
1. Melaksanakan rancang bangun kapal maupun non kapal.
2. Memproduksi kapal-kapal baik kapal niaga maupun kapal perang.
3. Melaksanakan pemeliharaan dan perbaikan kapal maupun non kapal.

7
4. Melaksanakan penelitian dan pengembangan produk-produk yang merupakan
peluang usaha.

2.5 Struktur Organisasi PT. PAL INDONESIA (Persero)


Menurut Surat Keputusan Nomor : SKEP/31/10000/XII/2017 yang disahkan
pada tanggal 20 Desember 2017 struktur organisasi di PT. PAL INDONESIA
(Persero) terdiri dari 5 Direktorat, 14 Divisi dan 2 Organisasi setingkat Divisi.
Adapun struktur organisasi PT. PAL INDONESIA (Persero) tampak pada gambar di
bawah ini :

Gambar II.1 Struktur Organisasi PT. PAL Indonesia (Persero )

8
2.6 Produk-Produk PT. PAL INDONESIA (Persero)
a) Produk Kapal Niaga
Pengembangan produk kapal niaga yang diarahkan pada pasar di dalam negeri
maupun di luar negeri. Saat ini focus pengembangan adalah untuk mendukung model
– model industry pelayaran nasional dan pelayaran perintis bagi penumpang dan
barang (cargo), serta mengembangkan kemampuan untuk pembangunan kapal LPG
/ LNG carrier. Kapasitas produksi saat ini mencapai 1.600 ton / bulan atau setara 3
unit kapal/ tahun, 2 kapal tanker 30.000 DWT dan 1 kapal Tanker 17.500 DWT. Saat
ini, PT PAL Indonesia (Persero) telah menguasai teknologi produksi yang canggih
hingga mampu dan berpengalaman memproduksi kapal Bulk Carrier (Bulker)
sampai dengan bobot 50.000 DWT, kapal container sampai dengan 1.600 TEUS,
kapal tanker sampai dengan 30.000 DWT, kapal AHTS sampai dengan 5.400 BHP,
Kapal Ikan Tuna Long Line 60 GT, kapal penumpang sampai dengan 500 PAX.
Sementara itu produk yang telah dikembangkan antara lain kapal container sampai
dengan 2.600 TEUS, serta kapal Chemical Tanker sampai dengan 24.000 LTDW.
Selain itu juga kapal pesanan Filipina sebanyak 2 kapal yaitu SSV (Strategic Sealift
Vessel)
b) Produk Kapal Cepat dan Kapal khusus
Saat ini PT PAL Indonesia (Persero) tengah mengembangkan produk – produk
yang akan dipasarkan dalam negeri maupun luar negeri, terutama untuk memenuhi
kebutuhan kapal perang dan kapal negar sesuai pesanan antara lain dari Kementrian
Pertahana, Kepolisian RI, Kementrian Kelautan dan Perikanan, Kementrian ESDM,
Kementrian Keuangan/ Direktorat Jenderal Bea & Cukai serta otonomi daerah
maupun swasta serta pesanan luar negeri.
Produk yang telah dikuasai antara lain
1. Kapal Landing Platform Dock 125m
2. Kapal Cepat Rudal Klas 60m
3. Kapal Patroli Cepat Lambung Baja Klas 57m
4. Kapal Peneliti 1200 GT
5. Kapal Patroli Cepat / Kapal khusus Lambung Aluminium Klas sampai dengan
38m
6. Kapal Tugboat & Anchor Handling Tug / Supply sampai dengan 6000 BHP
7. Kapal Ikan sampai dengan 60 GRT
8. Kapal Ferry dan penumpang sampai dengan 500 PAX

9
c) Produk Jasa Harkan
Produk Jasa Harkan kapal maupun non kapal meliputi jasa pemeliharaan
dan perbaikan kapal sampai tingkat depo dengan kapasitas docking 894.000
DWT per tahun. Selain itu, yang disediakan oleh annual / special survey dan
overhaul bagi kapal niaga dan kapal perang, pemeliharaan dan perbaikan
elektronika dan senjata, serta overhaul kapal selam. Peluang pasar jas perbaikan
dan pemliharaan antara lain berasal dari TNI AL, swasta, pemerintah, serta
kapal – kapal lainnya yang singgah dan berlabuh di Surabaya dengan jumlah
mencapai 894.000 per tahun yang terdiri dari produk Harkan KRI, Harkan Non
KRI dan Non kapal.
d) Rekayasa Umum
Pada saat ini PT PAL Indonesia (Persero) telah menguasai teknologi
produksi komponen pendukung industry pembangkit tenaga listrik dan
konstruksi lepas pantai. Kemampuan ini akan terus ditingkatkan sampai pada
taraf kemampuan modular dan EPCIC. Produk –produk yang pernah dikerjakan
antara lain : Steam Turbin Assembly sampai dengan 600 MW, Kompone
Balance of Plan 30 MW, Pressure Vessel dan Heat Exchangers

10
2.7 Struktur Organisasi Divisi Desain
STRUKTUR ORGANISASI DIVISI DESAIN
Dibawah ini adalah gambar dari Struktur Organisasi Divisi Desain :

Gambar II.2 Struktur Organisasi Divisi Desain PT. PAL Indonesia (Persero)

2.7.1 Direktorat Desain dan Teknologi


Divisi Desain adalah unit kerja structural tingkat divisi dalam organisasi Direktorat
Desain & Teknologi PT. PAL INDONESIA yang berkedudukan langsung di bawah Direktur
Desain & Teknologi yang dipimpin oleh Kepala Divisi Desain

2.7.2 Sekretariat Divisi Desain


Sekretariat Divisi Desain adalah unit kerja fungsional yang berkedudukan langsung di
bawah Kepala Divisi Desain dan dikelola oleh seorang Sekretaris atau jabatan lain yang relevan
dengan fungsi kesekretariatan / administrasi.

11
- Tugas Pokok :
Menyelenggarakan kesekretariatan Divisi Desain yang meliputi administrasi
umum, administrasi personil, kerumahtanggan dan keuangan di lingkungan Divisi Desain
- Fungsinya

2. Mengelola dan mengembangkan kegiatan :


a) Administrasi Umum
b) Administrasi Personil
c) Kerumahtanggaan
d) Adminstrasi Keuangan
3. Mengelola penyediaan sarana dan prasarana rapat di Divisi Desain.
4. Melaksanakan Improvement, norma-norma K3LH dan penerapan 5R.

2.7.3 Departemen Perencanaan dan Pengendalian


STRUKTUR ORGANISASI DEPARTEMEN PERENCANAAN & PENGENDALIAN
Dibawah ini adalah bagan Struktur Organisasi Departermen Perencanaan dan
Pengendalian

Gambar II.3 Struktur Organisasi Departemen Perencanaan dan Pengendalian

12
a. Departemen Perencanaan dan Pengendalian Desain
Departemen Perencanaan dan Pengendalian adalah unit kerja struktural tingkat
Departemen dalam organisasi Divisi Desain yang dipimpin oleh seorang Kepala
Perencanaan dan Pengendalian Desain
- Tugas Pokok :
Menjabarkan dan melaksanakan program kerja Divisi Desain dalam bidang
pembuatan Rencana Kerja dan Anggaran Divisi Desain,design planning & control,
pengelolaan dokumen desain (hardcopy and softcopy) kapal yang sudah diserahkan

- Fungsinya :
1. Merancang strategi dan melaksanakan kegiatan di bidang dukungan, yang
meliputi
a. Membantu pemasaran dalam penentuan JO dan jadwal desain dalam
pelaksanaan tender dan penyusunan IPP
b. Pembuatan Schedule Design dan Manhour Loading berdasarkan IPP dan
SLBC untuk proyek – proyek yang dilaksanakan di departemen desain, serta
memonitor proses pengendalian dan pelaporannya
c. Pengendalian dan pengelolaan Dokumen Teknik Aktif, penggandaan/
reproduksi dokumen dan pengiriman/ distribusi dokumen
d. Pengendalian dukungan umum yang terdiri dari fasilitas umum, anggaran/
keuangan dan administrasi personil di divisi desain
e. Penyimpanan dan pengelolaan arsip Dokumen Teknik Pasif di Depo Arsip,
baik dalam bentuk kertas (hardcopy) maupun bentuk data elektronik
(softcopy)
f. Membantu pembuatan harga penawaran terhadap permintaan desain dan
rekayasa dari pihak luar
g. Pengendalian dan pengelolaan informasi drwing/ material list untuk kebutuhan
internal (fungsi produksi dan pengadaan) sesuai system dan prosedur yang
berlaku
h. Mengelola perpustakaan Divisi Desain
2. Melaksanakan koordinasi dengan unit kerja lain, pihak internal maupun
eksternal terkait dengan penyelesaian tugasnya
3. Mengendalikan biaya – biaya yang menjadi beban unit kerjanya
4. Melaksanakan improvement, norma – norma K3LH dan penerapan 5R
13
5. Mengelola dan mengembangkan hubungan internal dan eksternal perusahaan
sesuai dengan bidangnya
6. Memimpin dan membina bagian yang menjadi tanggung jawabnya

a. Biro Perencanaan dan Pengendalian Desain


Biro Perencanaan dan Pengendalian Desain adalah unit kerja struktural tingkat
Biro dalam organisasi Departemen Perencanaan dan Pengendalian Desain yang
berkedudukan langsung di bawah Kepala Departemen Perencanaan dan
Pengendalian Desain dan dipimpin oleh Kepala Biro Perencanaan dan Pengendalian
Desain
- Tugas Pokok :
Menjabarkan dan melaksanakan program kerja Departemen Perencanaan &
Pengendalian Desain dalam bidang perencanaan dan pengendalian proses design
engineering, koordinasi masalah teknis desain dan pengelolaan dokumen teknik
untuk menunjang kegiatan desain proyek, sehingga hasil pekerjaan dapat memenuhi
jadwal dan anggaran biaya yang telah ditetapkan

- Fungsinya :
1. Melaksanakan :
a) Perencanaan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang yang
berkaitan dengan beban kerja dan kapasitas yang tersedia
b) Pembuatan Master Schedule Design untuk seluruh proyek desain
berdasarkan SBLC
c) Pembuatan Detail Schedule untuk setiap proyek desain
d) Pengelolaan dan pengendalian informasi output drawing/material list
proyek kepada Divisi Produksi & Divisi Pengadaan
e) Perencanaan, dan pengaturan dan pendistribusian loading man hour
desain untuk setiap departemen/ biro desain beserta budgetingnya
f) Pengendalian jadwal, progress desain dan penggunaan man hour desain
serta system pelaporannya
g) Pendataan, evaluasi dan mengkoordinasikan terhadap adanya CA sheet
desain. Comment class dan owner pada gambar desain dan revisi
equipment/ material list

14
h) Pengendalian kegiatan reproduksi/ penggandaaan gambar dan dokumen
teknik berupa photo copy, plot gambar dan cetak biru (lichtdruk)
i) Pengendalian dan pencatatan aliran dokumen aktif dari proyek desain
yang berjalan serta proses distribusi/ pengiriman dokumen, baik intern
Divisi Desain maupun ke badan / lembaga ekstem
j) Melaksanakan penyimpanan dan pengelolaan arsip Dokumen Teknik
Pasif di Depo Arsip, baik dalam bentuk kertas (hardcopy) maupun
bentuk data elektronik (softcopy)
k) Melaksanakan pengendalian penggunaan supplies reproduksi menurut
proyek dan membuat laporan rutin periodic mengenai penggunaanya
l) Melaksanakan pengiriman dokumen proyek dalam negeri maupun luar
negeri bekerjasama dengan pihak luar
J) Melaksanakan koordinasi dengan unit kerja lain, pihak internal maupun
eksternal terkait dengan penyelesaian tugasnya

2. Mengendalikan biaya – biaya yang menjadi beban unit kerjanya


3. Melaksanakan improvement, norma – norma K3LH dan penerapan 5R
4. Mengelola dan mengembangkan hubungan internal dan eksternal perusahaan
sesuai dengan bidangnya
5. Memimpin dan membina bagian yang menjadi tanggung jawabnya

b. Biro Dukungan Desain

Biro Dukungan Desain adalah unit kerja struktural tingkat Biro dalam
organisasi Departemen Perencanaan dan Pengendalian Desain yang berkedudukan
langsung di bawah Kepala Departemen Perencanaan dan Pengendalian Desain dan
dipimpin oleh Kepala Biro Dukungan Desain
- Tugas Pokok :
Menjabarkan dan melaksanakan program kerja Departemen Perencanaan &
Pengendalian Desain dalam bidang pengelolaan hardware dan networking
pengelolaan failitas umum dan asset, anggaran dan keuangan serta sumber daya
manusia di Divisi Desain

15
- Fungsinya :
1. Melaksanakan :
a. Penyusuna Rencana Kerja & Anggaran (RKAP) Divisi
b. Penyusunan laporan progress/realisasi Program Kerja & Anggaran
Divisi
c. Perencanaan & Pengendalian kegiatan fasilitas umum Divisi yang
meliputi pemeliharaan, perawatan dan perbaikan
d. Pengelolaan kebersihan dan lingkungan hidup serta pemantauan
keselamatan kerja di lingkungan Divisi
e. Perencaan dan pengendalian anggaran operasional dan investasi
Divisi
f. Perencanaan dan pengendalian sumber daya manusia beserta
kebutuhan pengembangnya
g. Pengelolan Perpustakaan Divisi Desain
h. Pengelolaan system jaringan (networking) dan hardware computer
yang digunakan di Divisi Desain, dengan mengikuti perkembangan
Teknologi Komputerisasi yang sesuai dengan kebutuhan Divisi, agar
dapat mencapai hasil yang optimal
i. Pengajuan usulan dispose faislitas desain / computer yang
diperkirakan tidak berfungsi lagi
2. Melaksanakan koordinasi dengan unit kerja lain, pihak internal maupun
eksternal terkait dengan penyelesaian tugasnya
3. Mengendalikan biaya- biaya yang menjadi beban unit kerjanya
4. Melaksanakan improvement, norma – norma K3LH dan penerapan 5R
5. Mengelola dan mengembangkan hubungan internal dan eksternal
perisahaan sesuai dengan bidangnya
6. Memimpin dan membina bagian yang menjadi tanggung jawabnya

16
2.7.4 Departemen Basic Desain
STRUKTUR ORGANISASI DEPARTEMEN BASIC DESAIN

Gambar II.4 Struktur Organisasi Departemen Basic Desain

a. Departemen Basic Desain


Departemen Basic Desain adalah unit kerja struktural tingkat Departemen
dalam organisasi Divisi Desain yang berkedudukan langsung di bawah Kepala
Divisi Desain dan dipimpin oleh seorang Kepala Departemen Basic Desain
- Tugas Pokok :
Menjabarkan dan melaksanakan program kerja Divisi Desain dalam bidang
pembuatan desain kapal dan sarana aping lainnya (non-offshore), melaksanakan
literasi desain pada tahap Preliminary Design dan tahap Basic Design.
Mengkoordinasikan dan menyiapkan data pada saat pengujian model kapal di
Laboratorium Hidrodinamika, serta mengikuti pelaksanaan Sea trial test kapal
dan merecord hasil pengujian yang berhubungan dengan performance kapal
untuk semua proyek

17
- Fungsinya :
1. Merancang strategi pembuatan desain kapal dan sarana apung lainnya (non-
offshore) beserta pelaksanaanya yang meliputi :
a) Perencanaan dan pembuatan preliminary dan basic design pada
phase development maupun phase excecution
b) Mengikuti / memonitor pelaksanaan pengujian model kapal di Lab.
Hidrodinamika dan mendiskusikan hasil pelaksanaannya dengan
pihak terkait
c) Pengawasan / pengendalian dan pengkajian terhadap output Desain
terutama pada standar quality, cost dan delivery time yang telah
ditetapkan terhadap perencanaan yang telah dibuat dengan
memanfaatkan secara maksimal sumber daya dan software yang
tersedia
d) Pemberian bantuan / dukungan teknis pada pelaksanaan inclining
test, sea trial dan peluncuran
e) Verifikasi terhadap keluaran desain yang menjadi tanggung
jawabnya
2. Melaksanakan koordinasi dengan unit kerja lain, pihak internal maupun
eksternal terkait penyelesaian tugasnya

3. Mengendalikan biaya – biaya yang menjadi beban unit kerjanya

4. Melaksanakan improvement, norma – norma K3LH dan penerapan 5R

5. Mengelola dan mengembangkan hubungan internal dan eksternal


perusahaan sesuai dengan bidangnya

6. Memimpin dan membina bagian yang menjadi tanggung jawbanya

c. Biro Desain Initial


Biro Desain Initial adalah unit kerja struktural tingkat Biro dalam organisasi
Departemen Basic Desain yang berkedudukan langsung di bawah Kepala
Departemen Basic Desain dan dipimpin oleh Kepala Biro Desain Initial

18
- Tugas Pokok :
Menjabarkan dan melaksanakan program kerja Departemen Basic Design dalam
pembuatan dokumen – dokumen Preliminary dan Basic Deign secara desain
literasi menyiapkan data yang diperlukan serta pada saat pengujian model kapal
di Laboratorium Hidrodinamika untuk semua jenis proyek – peoyek kapal dan
sarana apung lainnya

- Fungsinya :
1. Melaksanakan :
a) General arrangement dan Spesifikasi Teknik Kapal dan sarana apung
lainnya baik pada phase development (koordinasi dengan Divisi Bisnis
& Pemasaran ) maupun phase execution
b) Perencanaan hull lines, hydrostatic dan perhitungan stabilitas /
performance kapal dan sarana apung lainnya
c) Perhitungan control berat (KB01), serta mengevaluasi dan menganalisa
perhitungan control berat (KB02,KB03 & KB04)
d) Perhitungan kecepatan dan tenaga penggerak kapal
e) Perhitungan kapasitas tangki dan kapasitas ruang muat
f) Perhitungan sea keeping dan ship motion
g) Monitoring pelaksanaan pengujian model kapal di Lab. Hidrodinamika
dan mendiskusikan hasil pelaksanaanya
h) Finished plan
i) Pemeriksaan terhadap gambar – gambar keluaran desain sesuai
bidangnya yang akan diverifikasi oleh Kepala Departemen Basic
Design
2. Melaksanakan koordinasi dengan unit kerja lain, pihak internal maupu eksternal terkait
penyelesaian tugasnya
3. Mengendalikan biaya – biaya yang menjadi beban unit kerjanya
4. Melaksanakan improvement, norma – norma K3LH dan penerapan 5R
5. Mengelola dan mengembangkan hubungan internal dan eksternal perusahaan sesuai
dengan bidangnya
6. Memimpin dan membina bagian yang menjadi tanggung jawabnya

19
d. Biro Desain Final
Biro Desain Final adalah unit kerja struktural tingkat Biro dalam organisasi
Departemen Basic Desain yang berkedudukan langsung di bawah Kepala
Departemen Basic Desain dan dipimpin oleh Kepala Biro Desain Final
- Tugas Pokok :
Menjabarkan dan melaksanakan program kerja Departemen Basic Design dalam
bidang pembuatan dokumen – dokumen performasi kapal untuk semua jenis
proyek kapal dan sarana apung lainnya (non-offshore)

Fungsinya :
1. Melaksanakan
a) Test procedure
b) Inclining Test dan Sea Trial beserta pelaporannya
c) Final Stability Booklet berdasarkan hasil Inclining Test
d) Finished Plan
e) Pemeriksaan terhadap gambar – gambar keluaran desain sesuai
bidangnya yang akan diverifikasi oleh Kepala Departemen Basic design
2. Melaksanakan koordinasi dengan unit kerja lain, pihak internal maupun
eksternal terkait penyelesaian tugasnya
3. Mengendalikan biaya – biaya yang menjadi beban unit kerjanya
4. Melaksanakan improvement, norma – norma k3LH dan penerapan 5R
5. Mengelola dan mengembangkan hubungan internal dan eksternal perusahaan
sesuai dengan bidangnya
6. Memimpin dan membina bagian yang menjadi tanggung jawabnya

20
2.7.5. Departemen Desain Struktur & Perlengkapan lambung
STRUKTUR ORGANISASI DEPARTEMEN DESAIN STRUKTUR &
PERLENGKAPAN LAMBUNG

Gambar II.5 Struktur Organisasi Departemen Desain Struktur dan Perlengkapan


Lambung

a. Departemen Desain Struktur Dan Perlengkapan Lambung


Departemen Desain Struktur dan Perlengkapan Lambung adalah unit kerja
struktural tingkat Departemen dalam organisasi Divisi Desain yang berkedudukan
langsung di bawah Kepala Divisi Desain dan dipimpin oleh seorang Desain Struktur
dan Perlengkapan Lambung.
- Tugas Pokok :
Menjabarkan dan melaksanakan program kerja Departemen Desain Struktur dan
Perlengkapan Lambung dalam pembuatan basic design, key plan dan yard plan
bidang desain konstruksi kapal dan sarana apung lainnya.

- Fungsinya :
1. Melaksanakan:
a) Desain (basic dan key plan) konstruksi lambung kapal, meliputi:
Spesifikasi teknis, Scantling calculation, Midship section, Construction
profil, Shell expansion, Block division, Welding detail, Weight control
(KB02) and Procedure, welding table.

21
b) Gambar-gambar detail konstruksi (yard plan), meliputi Fore Part, Middle
Part, Engine Room Part, After Part, Accomodation Part, Rudder, Mast,
ME/AE Foundation, dan Weight Control (KB03)
c) Material list lambung lengkap berdasarkan budget IPP.
d) Approval maker drawing.
e) Test Prosedure.
f) Finished plan.
g) Pemeriksaan terhadap keluaran desain sesuai bidangnya yang akan
diverifikasi oleh Kepala Departemen Desain Struktur Perlengkapan
Lambung.
2. Melaksanakan koordinasi dengan unit kerja lain, pihak internal maupun
eksternal terkait dengan penyelesaian tugasnya.
3. Mengendalikan biaya-biaya yang menjadi beban unit kerjanya.
4. Melaksanakan improvement, norma-norma K3LH dan penerapan 5R.
5. Mengelola dan mengembangkan hubungan internal dan eksternal perusahaan
sesuai dengan bidangnya.
6. Memimpin dan membina bagian yang menjadi tanggung jawabnya.

b. Biro Desain Struktur Lambung

Biro Desain Struktur Lambung adalah unit kerja struktural tingkat Biro
dalam organisasi Departemen Desain Struktur dan Perlengkapan Lambung yang
berkedudukan langsung di bawah Kepala Departemen Desain Struktur dan
Perlengkapan Lambung dan dipimpin oleh seorang Kepala Biro Desain Struktur
Lambung.

- Tugas Pokok :
Menjabarkan dan melaksanakan program kerja Departemen Desain Struktur
dan Perlengkapan Lambung dalam pembuatan basic design, key plan dan yard
plan bidang desain konstruksi kapal dan sarana apung lainnya

22
- Fungsinya :
1. Melaksanakan :
- Desain (basic dan key plan) konstruksi lambung kapal, meliputi :
Spesifikasi teknis, Scanting calculation, Midship section, Construction
Profil, Shell Expansion, Block division, Welding detail, Weight control
(KB 02) and Procedure, welding table
- Gambar – gambar detail konstruksi (yard plan ), meliputi Fore Part,
Middle Part, Engine room part, After Part, Accomodation Part, Rudder,
Mast, ME / AE Foundation, dan Weight control (KB03)
- Material list lambung lengkap berdasarkan budget IPP
- Approval maker drawing
- Test procedure
- Finished Plan
- Pemeriksaan terhadap keluaran desain sesuai bidangnya yang akan
diverifikasi oleh Kepala Departemen Desain Struktur Perlengkapan
Lambung
2. Melaksanakan koordinasi dengan unit kerja lain, pihak internal maupun
eksternal terkait dengan penyelesaian tugasnya
3. Mengendalikan biaya – biaya yang menjadi beban unit kerjanya
4. Melaksanakan improvement, norma – norma K3LH dan Penerapan 5R
5. Mengelola dan mengembangkan hubungan

c. Biro Desain Perlengkapan Lambung

Biro Desain Perlengkapan Lambung adalah unit kerja struktural tingkat Biro
dalam organisasi Departemen Desain Struktur dan Perlengkapan Lambung yang
berkedudukan langsung di bawah Kepala Departemen Desain Struktur dan
Perlengkapan Lambung dan dipimpin oleh seorang Kepala Biro Desain
Perlengkapan Lambung
- Tugas Pokok :
Menjabarkan dan melaksanakan program kerja Departemen Desain kerja
Departemen Desain struktur dan perlengkapan Lambung dalam pembuatan
basic design, key plan dan yard plan bidang desain accommodation &
outfitting kapal dan sarana apung lainnya.

23
- Fungsinya :
1. Melaksanakan
a) Desain (basic, key plan, yard plan dan production drawing)
Accomodation dan Outfitting, meliputi Spesifikasi teknis, Deck
Machinery, Steel work, Safety Appliance, Painting & Protection,
Accomodation Arrangement, Ilnterior & Joiner, Fire Fighting,
Steering System, Equipment List, List of spare parts & tools, List of
inventory, dan Weigh Control (KB02, KB03 & KB04)
b) Main equipment list, annex to order dan material list outfitting
berdasarkan budget IPP
c) Evaluasi teknis dan Approval maker drawing
d) Test procedure
e) Finished Plan
f) Pemeriksaan terhadap keluaran desain berkaitan dengan bidangnya
yang akan diverifikasi oleh Kepala Departemen Desain Struktur dan
Perlengkapan Lambung.
2. Melaksanakan koordinasi dengan unit kerja lain, pihak internal maupun
eksternal terkait dengan penyelesaian tugasnya.
3. Mengendalikan biaya-biaya yang menjadi beban unit kerjanya.
4. Melaksanakan Improvement, norma-norma K3LH dan penerapan 5 R.
5. Mengelola dan mengembangkan hubungan internal dan eksternal perusahaan
sesuai dengan bidangnya.
6. Memimpin dan membina bagian yang menjadi tanggung jawabnya.

d. Biro Gambar Produksi

Biro Gambar Produksi adalah unit kerja struktural tingkat Biro dalam
organisasi Departemen Desain Struktur dan Perlengkapan Lambung yang
berkedudukan langsung di bawah Kepala Departemen Desain Struktur dan
Perlengkapan Lambung dan dipimpin oleh seorang Kepala Biro Gambar Produksi.

24
- Tugas Pokok :
Menjabarkan dan melaksanakan program kerja Departemen Desai Struktur
dan Perlengkapan Lambung dalam pembuatan gambar produksi hull
construction & outfitting dan hal-hal lainnya yang berkaitan dengan gambar
produksi.

- Fungsinya :
1. Melaksanakan
a) Gambar produksi hull construction & outfitting, meliputi Assembly
drawing, Assembly partlist, Besting plate, Profile sketches, Nesting
profile, List of material, Lifting information, Jig information, Bending
information, Rambu bending dan Rambu film dengan memanfaatkan
sumber daya dan sorftware yang tersedia secara maksimal.
b) Material list yang dikeluarkan untuk proses pengadaan dengan
memperhatikan IPP dan material inventory.
c) Weight control (KB04).
d) Pengkajian terhadap output gambar produksi hull construction &
outfitting agar hasil tersebut memenuhi standar quality dan standar
time of production.
e) Pemeriksaan terhadap keluaran desain berkaitan dengan bidangnya
yang akan diverifikasi oleh Kepala Departemen Struktur dan
Perlengkapan lambung.
2. Melaksanakan koordinasi dengan unit kerja terkait, baik didalam maupun
diluar DIvisi Desain berkenalan dengan gambar produksi hull construction &
outfitting yang dihasilkan.
3. Mengendalikan biaya-biaya yang menjadi beban unit kerjanya.
4. Melaksanakan improvement, norma-norma K3LH dan penerapan 5 R.
5. Mengelola dan mengembangkan hubungan internal dan eksternal perusahaan
sesuai dengan bidangnya.
6. Memimpin dan membina bagian yang menjadi tanggung jawabnya.

25
2.7.6 Departemen Desain Perlengkapan Permesinan
STRUKTUR ORGANISASI DEPARTEMEN DESAIN PERLENGKAPAN
PERMESINAN

Gambar II.6 Struktur Organisasi Desain Perlengkapan Permesinan

a. Departement Desain Perlengkapan Permesinan


Departemen Desain Perlengkapan Permesinan adalah unit kerja struktural tingkat
Departemen dalam organisasi Divisi Desain yang berkedudukan langsung di bawah Kepala
Divisi Desain dan dipimpin oleh seorang Kepala Departemen Desain Perlengkapan
Permesinan.

- Tugas Pokok :
Menjabarkan dan melaksanakan program kerja Divisi Desain dalam bidang pembuatan
desain permesinana kapal beserta outfitting mulai dari basic design, key plan, yard plan
dan production drawing

26
- Fungsinya :
1. Merancang strategi di bidang pembuatan desain permesinan dan
perlengkapan/outfitting kapal, yang meliputi :
a) Perencanaan dan pembuatan desain permesinan dan outfitting kapal mulai
dari basic design, key palan, yard plan, dan production drawing
berdasarkan IPP & SBLC
b) Pengawasan / pengendalian dan pengkajian terhadap output desain,
terutama pada standar quality, cost dan delivery time yang telah
ditetapkan terhadap perencanaan yang telah dibuat dengan memanfaatkan
secara maksimal sumber daya dan software yang tersedia
c) c.Verifikasi terhadap keluaran desain yang menjadi tanggung jawabnya
b. Biro Sistem Permesinan & Propulsi
Biro Sistem Permesinan dan Propulsi adalah unit kerja struktural tingkat Biro dalam
organisasi Departemen Desain Perlengkapan Permesinan yang berkedudukan langsung di
bawah Kepala Departemen Desain Perlengkapan Permesinan dan dipimpin oleh Kepala
Biro Sistem Permesinan dan Propulsi.

- Tugas Pokok :
Menjabarkan dan melaksanakan program kerja Departemen Desain
Perlengkapan Permesinan dalam pembuatan basic design, key plan , dan yard
plan bidang permesinan dan propulsi untuk semua jenis kapal

- Fungsinya :
1. Melaksanakan :
a) Desain kapal, dimulai dari basic design, key plan, yard plan dan weight
control (KB02 & KB03)
b) Spesification untuk kapal
c) Calculation of engine room equipment
d) Calculation of shafting, shafting arrangement
e) Heat balance calculation
f) Steam balance calculation
g) Main equipment list & Annex to order

27
h) Pipping system / pipping diagram in engine room, hull and
accommodation
i) Desain automation
j) Estimasi kebutuhan material pipa, valves & fittings mengacu pada
budget IPP
k) Material list, pipe list dan valve list
l) Test procedure and record
m) Finished plan
n) Pemeriksaan gambar – gambar keluaran desain sesuai bidangnya yang
akan diverifikasi oleh Kepala Departemen Desain Perlengkapan
Permesinan
2. Melaksanakan koordinasi dengan unit kerja lain, pihak internal maupun eksternal
terkait penyelesaian tugasnya

3. Mengendalikan biaya – biaya yang menjadi beban unit kerjanya

4. Melaksanakan improvement, norma – norma K3LH dan penerapan 5R

5. Mengelola dan mengembangkan hubungan internal dan eksternal perusahaan sesuai


dengan bidangnya

6. Memimpin dan membina bagian yang menjadi tanggung jawabnya

c. Biro Sistem Pengaturan Permesinan


Biro Sistem Pengaturan Permesinan adalah unit kerja struktural tingkat Biro dalam
organisasi Departemen Desain Perlengkapan Permesinan yang berkedudukan langsung di
bawah Kepala Departemen Desain Perlengkapan Permesinan dan dipimpin oleh Kepala
Biro Sistem Pengaturan Permesinan.

- Tugas Pokok :
Menjabarkan dan melaksanakan program kerja Departemen Desain
Perlengkapan Permesinan dalam pembuatan key plan, yard plan dan
production drawing pipping arrangement untuk semua jenis kapal

28
- Fungsinya :
1. Melaksanakan :
a) Pipping arrangement kapal, dimulai dari key plan, yard plan production
drawing dan weight control (KB03 & KB04)
b) Specification untuk kapal
c) Engine room arrangement, pump room arrangement dan emergency
generator
d) Pipping arrangement in engine room, hull and accommodation
e) Arrangement of sea suction dan overboard discharge valve
f) Arrangement of Button Plug
g) Location of pipe support
h) Finished plan
i) Pemeriksaan gambar – gambar keluaran desain sesuai bidangnya yang
akan diverifikasi oleh Kepala Departemen Desain Perlengkapan
Permesinan
7. Melaksanakan koordinasi dengan unit kerja lain, pihak internal maupun eksternal
terkait penyelesaian tugasnya
8. Mengendalikan biaya – biaya yang menjadi beban unit kerjanya
9. Melaksanakan improvement, norma – norma K3LH dan penerapan 5R
10. Mengelola dan mengembangkan hubungan internal dan eksternal perusahaan sesuai
dengan bidangnya
11. Memimpin dan membina bagian yang menjadi tangung jawabnya

d. Biro HVAC, Steel Work dan Miscellaneous


Biro HVAC, Steel Work dan Miscellaneous adalah unit kerja struktural tingkat Biro
dalam organisasi Departemen Desain Perlengkapan Permesinan yang berkedudukan
langsung di bawah Kepala Departemen Desain Perlengkapan Permesinan dan dipimpin oleh
Kepala Biro HVAC, Steel Work dan Miscellaneous

29
- Tugas Pokok :
Menjabarkan dan melaksanakan program kerja Departemen Desain
Perlengkapan Permesinan dalam pembuatan basic design, key plan, yard plan
dan production drawing bidang HVAC dan Miscellaneous untuk semua jenis
kapal

- Fungsinya :
1. Melaksanakan :
a) Desain kapal, dimulai dari basic design, key plan, yard plan dan
production drawing bidang HVAC, miscellaneous outfittings dan
control berat (KB02, KB03 & KB04)
b) Specification untuk kapal
c) Calculation of HVAC (Heating, Ventilating and Air Conditioning)
d) Arrangement of duct for air conditioning, ventilation and natural
ventilation
e) Location of duct support
f) Arrangement of floor, grating and ladder in engine room and pump
room
g) Arrangement of workshop and store, and engine control room
h) Estimasi lengkap material list mengacu pada budget IPP
i) Test procedure & record
j) Seat & detail drawing
k) Finished plan
l) Pemeriksaan gambar – gambar keluaran desain sesuai bidangnya yang
akan diverifikasi oleh Kepala Departemen Desain Perlengkapan
Permesinan
2. Melaksanakan koordinasi dengan unit kerja lain, pihak internal maupun
eksternal terkait penyelesaian tugasnya
3. Mengendalikan biaya – biaya yang menjadi beban unit kerjanya
4. Melaksanakan improvement, norma – norma K3LH dan penerapan 5R
5. Mengelola dan mengembangkan hubungan internal dan eksternal perusahaan
sesuai dengan bidangnya
6. Memimpin dan membina bagiian yang menjdi tanggung jawabnya

30
2.7.7 Departemen Desain Perlengkapan Listrik, Elektronika Dan Senjata
STRUKTUR ORGANISASI DEPARTEMEN DESAIN PERLENGKAPAN LISTRIK,
ELEKTRONIKA DAN SENJATA

Gambar II.7 Struktur Organisasi Desain Perlengkapan Listrik, Elektronika Dan Senjata

a. Departement Desain Perlengkapan Listrik, Elektronika Dan Senjata Departemen


Desain Perlengkapan Listrik, Elektronika Dan Senjata adalah unit kerja struktural tingkat
Departemen dalam organisasi Divisi Desain yang berkedudukan langsung di bawah Kepala
Divisi Desain dan dipimpin oleh seorang Kepala Departemen Desain Perlengkapan Listrik,
Elektronika Dan Senjata.

- Tugas Pokok :
Menjabarkan dan melaksanakan program kerja Divisi Desain dalam bidang
pembuatan desain listrik, elektronika dan otomasi kapal, mulai dari basic design, key
plan, yard plan sampai dengan production drawing

31
- Fungsinya :
1. Merancang strategi dibidang pembuatan desain perlengkapan listrik, elektronika
dan senjata, yang meliputi :
a. Perencanaan dan pembuatan desain system kelistrikan, elektronika, senjata,
control dan otomasi kapal, mulai dari proses pembuatan basic design, key
plan, yard plan sampai dengan production drawing berdasarkan IPP & SBLC.
b. Pengawasan/ Pengendalian dan pengkajian terhadap output desain, terutama
pada standar quality, cost dan delivery time yang telah ditetapkan terhadap
perencaan yang telah dibuat dengan memanfaatkan secara maksimal sumber
daya dan software yang tersedia.
c. Verifikasi terhadap keluaran desain yang menjadi tanggung-jawabnya.
2. Melaksanakan koordinasi dengan unit kerja lain, pihak internal maupun eksternal
terkait penyelesaian tugasnya.
3. Mengendalikan biaya-biaya yang menjadi beban unit kerjanya.
4. Melaksanakan Improvement, norma-norma K3LH dan penerapan 5R.
5. Mengelola dan mengembangkan hubungan internal dan eksternal perusahaan
sesuai dengan bidangnya.
6. Memimpin dan membina bagian yang menjadi tanggung jawabnya.

b. Biro Sistem Kelistrikan


Biro Sistem Kelistrikan adalah unit kerja struktural tingkat Biro dalam organisasi
Departemen Desain Perlengkapan Listrik, Elektronika Dan Senjata yang berkedudukan
langsung di bawah Kepala Departemen Desain Perlengkapan Listrik, Elektronika Dan
Senjata dan dipimpin oleh Kepala Biro Sistem Kelistrikan.

- Tugas Pokok :
Menjabarkan dan melaksanakan program kerja Departemen Desain,
Perlengkapan Listrik, Elektronika & Senjata dalam pembuatan basic deign,
key plan dan yard plan bidang desain sistem kelistrikan kapal.

32
- Fungsinya :
1. Melaksanakan
a) Desain sistem kelistrikan kapal, mulai dari basic design, key plan
sampai dengan production drawing dan Weight control (KB02, KB03
& KB04)
b) Ship building specification untuk sistem kelistrikan kapal
c) Elementary one line diagram/ general diagram of electric system
d) Equipment list / material list
e) Electric load balance calculation (electric power consumption table)
f) Transformer capacity calculation
g) Battery capacity calculation
h) Annex to order (purchase order sheet)
i) One line diagram, wiring & connection diagram of power system &
lighting system
j) Arrangement of electric equipment & main cable way/ tray
k) Installation of main cable way & sub cable way, electric equipment
seat and cable cutting list
l) Material list lengkap dengan mengacu pada budget IPP dan material
inventory
m) Test procedure
n) Finished plan
o) Pemeriksaan terhadap gambar-gambar keluaran desain sesuai
bidangnya yang akan diverifikasi oleh Kepala Departemen Desain
Perlengkapan Listrik, Elektronika & Senjata.
2. Melaksanakan koordinasi dengan unit kerja lain, pihak internal maupun
eksternla terkait penyelesainan tugasnya.
3. Mengendalikan biaya-biaya yang menjadi beban unit kerjanya.
4. Melaksanakan improvement, norma-norma K3LH dan penerapan 5 R.
5. Mengelola dan mengembangkan hubungan internal dan eksternal
perusahaan sesuai dengan bidangnya.
6. Memimpin dan membina bagian yang menjadi tanggung jawabnya.

33
c. Biro Kontrol dan Otomasi
Biro Kontrol dan Otomasi adalah unit kerja struktural tingkat Biro dalam organisasi
Departemen Desain Perlengkapan Listrik, Elektronika Dan Senjata yang berkedudukan
langsung di bawah Kepala Departemen Desain Desain Perlengkapan Listrik, Elektronika
Dan Senjata dan dipimpin oleh Kepala Biro Kontrol dan Otomasi.
- Tugas Pokok :
Menjabarkan dan melaksanaan program kerja Departemen Desain
Perlengkapan Listrik, Elektronika & Senjata dalam pembuatan basic design,
key plan dan yard plan bidang desain sistem, control & Otomasi kapal.

- Fungsinya :
1. Melaksanakan
a) Desain Sistem Kontrol & Otomasi Kapal, mulai dari basic design, key
plan, yard plan, sampai dengan production drawing dan Weight
control (KB02, KB03 & KB04)
b) Ship building specification untuk sistem control & otomasi kapal
c) Equipment list dan material list.
d) Material list lengkap dengan mengacu pada budget IPP dan material
inventory
e) Annex to order (purchase order sheet)
f) Konfigurasi dan integrasi untuk sistem control & Otomasi
g) One line diagram of control & automation system
h) Arrangement of control & automation equipment
i) Connection diagram of control & automation system
j) Wiring diagram of control & automation system
k) Installation of Sub cable way, control & automation equipment seat
dan cable cutting list.
l) Material list lengkap dengan mengacu pada budget IPP dan material
inventory
m) Test procedure
n) Finished plan

34
o) Pemeriksaan gambar-gambar keluaran desain sesuai bidangnya yang
akan diverifikasi oleh kepala departemen desain perlengkapan listrik,
elektronika & senjata
2. Melaksanakan koordinasi dengan unit kerja lain, pihak internal maupun
eksternal terkait penyelesaian tugasnya.
3. Mengendalikan biaya-biaya yang menjadi beban unit kerjanya.
4. Melaksanakan improvement, norma-norma K3LH dan penerapan 5 R.
5. Mengelola dan mengembangkan hubungan internal dan eksternal
perusahaan sesuai dengan bidangnya.
6. Memimpin dan membina bagian yang menjadi tanggung jawabnya.

d. Biro Desain Sistem Elektronika Dan Senjata


Biro Sistem Elektronika dan Senjata adalah unit kerja struktural tingkat Biro dalam
organisasi Departemen Desain Perlengkapan Listrik, Elektronika Dan Senjata yang
berkedudukan langsung di bawah Kepala Departemen Desain Perlengkapan Listrik,
Elektronika Dan Senjata dan dipimpin oleh Kepala Biro Sistem Elektronika dan Senjata

- Tugas Pokok :
Menjabarkan dan melaksanakan program kerja Departemen Desain,
Perlengkapan Listrik, Elektronika & senjata dalam pembuatan basic design,
key plan dan yard plan bidang Desain Elektronika & Senjata.

- Fungsinya
1. Melaksanakan
a) Desain Sistem Navigasi, Komunikasi dan combat system kapal, mulai
dari basic design, key plan, yard plan sampai dengan production
drawing dan Weight control (KB02, KB03 & KB04)
b) Ship building specification (Specification) untuk sistem navigasi,
komunikasi dan combat system.
c) Equipment list dan material list.
d) Annex to order (purchase order sheet)
e) Konfigurasi, integrasi dan technical agreement untuk sistem navigasi,
komunikasi dan combat system.

35
f) One line diagram of internal communication system,
navigation/nautical system, radio communication system dan combat
system.
g) Arrangement of electronic equipment, radio room, antenna
arrangement on deck & mast.
h) Firing limitation.
i) Parallax plan.
j) Connection diagram of navigation, communication and combat
system.
k) Wiring diagram of navigation, communication and combat system.
l) Installation of sub cable way, electronic equipment seat dan cable
cutting list.
m) Bridge control console (BCC) dan wing console.
n) Material list lengkap dengan mengacu pada budget IPP dan material
inventory.
o) Test procedure
p) Finished plan.
q) Pemeriksaan gambar-gambar keluaran desain sesuai bidangnya yang
akan diverifikasi oleh Kepala Departemen Desain Perlengkapan
Listrik, Elektronika & Senjata.
2. Berkoordinasi dengan Ownerl pemilik, klasifikasi/ evaluasi teknik, pihak
internal maupun eksternal terkait penyelesaian tugasnya.
3. Mengendalikan biaya-biaya yang menjadi beban unit kerjanya.
4. Melaksanakan improvement, norma-norma K3LH dan penerapan 5 R.
5. Mengelola dan mengembangkan hubungan internal dan eksternal
perusahaan sesuai dengan bidangnya.
6. Memimpin dan membina bagian yang menjadi tanggung jawabnya.

36
BAB III
DASAR TEORI

3.1. Pompa
Pompa adalah mesin fluida atau peralatan mekanis yang digunakan untuk menaikkan
cairan dari dataran rendah ke dataran tinggi atau untuk mengalirkan cairan dari daerah
bertekanan rendah ke daerah yang bertekanan tinggi dan juga sebagai penguat laju aliran pada
suatu sistem jaringan perpipaan. Hal ini dicapai dengan membuat suatu tekanan yang rendah
pada sisi masuk atau suction dan tekanan yang tinggi pada sisi keluar atau discharge dari
pompa.

Gambar 3.2 Motor dan Pompa Sentrifugal


Pada prinsipnya, pompa mengubah energi mekanik motor menjadi energi aliran fluida.
Energi yang diterima oleh fluida akan digunakan untuk menaikkan tekanan dan mengatasi
tahanan-tahanan yang terdapat pada saluran yang dilalui. Pompa juga dapat digunakan pada
proses-proses yang membutuhkan tekanan hidrolik yang besar. Hal ini bisa dijumpai antara
lain pada peralatan-peralatan berat. Dalam operasi, mesin-mesin peralatan berat membutuhkan
tekanan discharge yang besar dan tekanan isap yang rendah. Akibat tekanan yang rendah pada
sisi isap pompa maka fluida akan naik dari kedalaman tertentu, sedangkan akibat tekanan yang
tinggi pada sisi discharge akan memaksa fluida untuk naik sampai pada ketinggian yang
diinginkan.

37
Kapal terdiri dari berbagai jenis cairan yang bergerak di dalam ruang mesin yang
berbeda dan sistem di antaranya untuk tujuan pendinginan, pemanasan, pelumasan, dan sebagai
bahan bakar. Cairan ini diedarkan oleh berbagai jenis pompa, yang dapat bekerja sendiri
maupun didorong oleh power supply kapal atau melekat pada mesin itu sendiri. Semua sistem
di kapal memerlukan pompa operasional dan kompatibel yang tepat dan sistem pompa
sehingga kapal yang dapat berjalan di perjalanan yang mulus.

Pemilihan jenis pompa untuk sistem tergantung pada karakteristik dari Zat yang akan dipompa
atau diedarkan. Karakteristik seperti viskositas, densitas, tegangan permukaan dan
kompresibilitas, bersama dengan karakteristik sistem seperti tingkat cairan yang berbeda di
antaranya ,cairan yang akan dipompa, suhu yang ditemui di sistem, dan tekanan ditangani oleh
fluida dalam sistem,diperhitungkan. Dalam perancangan pompa untuk memindahkan fluida
dari suatu tempat ke tempat yang lain dengan head tertentu diperlukan beberapa syarat utama,
yaitu:
3.1.1 Kapasitas Pompa
Kapasitas pompa adalah jumlah fluida yang dialirkan oleh pompa per satuan waktu.
Kapasitas pompa ini tergantung pada kebutuhan yang harus dipenuhi sesuai dengan fungsi
pompa yang direncanakan.
𝑄 = 𝑣𝑥𝐴 (3.4)
Dimana :
Q = kapasitas pompa (m3/s)
v = kecepatan rata-rata dalam pipa (m/s)
A = Luas penampang (m2)
3.1.2 Head pompa
Head pompa adalah ketinggian dimana kolom fluida harus naik untuk memperoleh
jumlah yang sama dengan yang dikandung oleh satuan bobot fluida pada kondisi yang sama.
Head ini ada dalam tiga bentuk, yaitu :
a. Head potensial
Didasarkan pada ketinggian fluida di atas bidang banding (datum plane). Jadi suatu
kolom air setinggi Z mengandung sejumlah energi yang disebabkan oleh posisinya atau disebut
fluida mempunyai head sebesar Z kolom air.
b. Head kecepatan
Head kecepatan atau head kinetik yaitu suatu ukuran energi kinetik yang dikandung
fluida yang disebabkan oleh kecepatannya.

38
c. Head tekanan
Head tekanan adalah energi yang dikandung fluida akibat tekanannya. Head total dari
pompa diperoleh dengan menjumlahkan head yang disebut di atas dengan kerugian-kerugian
yang timbul dalam instalasi pompa (head mayor dan head minor).
3.1.3 Klasifikasi Pompa
Jika kapasitas dinyatakan dalam m3/min, head total dalam m, putaran dalam rpm, maka
harga ns pompa sentrifugal akan berkisar antara 100 sampai 700. Pompa sentrifugal dapat
digolongkan lebih lanjut atas pompa volut dan pompa difuser. Aliran yang keluar dari impeler
pompa volut ditampung di dalam volut (rumah spiral), yang selanjutnya akan menyalurkan ke
nozel keluar. Harga ns dari pompa volut bervariasi pada daerah yang cuku luas, yaitu antara
100 sampai 700.
Adapun pompa difuser mempunyai difuser yang dipasang mengelilingi impeler. Guna
dari difuser ini adalah untuk menurunkan kecepatan aliran yang keluar dari impeler, sehingga
energi kinetik aliran dapat diubah menjadi energi tekanan secara efisien. Pompa difuser dipakai
untuk memperoleh head total yang lebih tinggi. Harga ns pompa ini berkisar antara 100 sampai
300.
Pompa sentrifugal juga dapat menggunakan dua impeler, yaitu jenis isapan tunggal dan
isapan ganda. Selain itu pompa sentrifugal juga dapat disusun dengan satu tingkat atau
bertingkat banyak. Susunan bertingkat banyak dipakai apabila diingini head total pompa yang
tinggi.
Untuk head yang sedikit lebih rendah dapat dipilih pompa aliran campur. Harga ns
pompa jenis ini berkisar antara 350 sampai 1300. Pompa ini umumnya menggunakan rumah
difuser dengan sudu antar. Jika pompa menggunakan rumah volut untuk menampung langsung
aliran yang keluar dari impeler, maka disebut “pompa aliran campur jenis volut”.
Pompa jenis aksial dipakai untuk head yang lebih rendah lagi. Aliran di dalam pompa
ini mempunyai arah aksial (sejajar poros). Untuk mengubah head kecepatan menjadi head
tekanan, dipakai sudu antar yang berfungsi sebagai difuser. Terkadang jenis pompa yang telah
disebutkan (pompa sentrifugal, pompa aliran campur, dan pompa aksial) disebut pompa turbo

3.2 Kecepatan dan Kapasitas Aliran Fluida


Penentuan kecepatan di sejumlah titik pada suatu penampang memungkinkan untuk
membantu dalam menentukan besarnya kapasitas aliran sehingga pengukuran kecepatan
merupakan fase yang sangat penting dalam menganalisa suatu aliran fluida. Kecepatan dapat

39
diperoleh dengan melakukan pengukuran terhadap waktu yang dibutuhkan suatu partikel yang
dikenali untuk bergerak sepanjang jarak yang telah ditentukan. Besarnya kecepatan aliran
fluida pada suatu pipa mendekati nol pada dinding pipa dan mencapai maksimum pada tengah-
tengah pipa. Kecepatan biasanya sudah cukup untuk menempatkan kekeliruan yang tidak serius
dalam masalah aliran fluida sehingga penggunaan kecepatan sesungguhnya adalah pada
penampang aliran. Bentuk kecepatan yang digunakan pada aliran fluida umumnya
menunjukkan kecepatan yang sebenarnya jika tidak ada keterangan lain yang disebutkan.

Gambar 3.3 Profil kecepatan pada saluran tertutup

Gambar 3.4 Profil kecepatan pada saluran terbuka


Besarnya kecepatan akan mempengaruhi besarnya fluida yang mengalir dalam suatu
pipa. Jumlah dari aliran fluida mungkin dinyatakan sebagai volume, berat atau massa fluida
dengan masing-masing laju aliran ditunjukkan sebagai laju aliran volume (m3/s), laju aliran
berat (N/s) dan laju aliran massa (kg/s). Kapasitas aliran (Q) untuk fluida yang incompressible,
menurut [1] yaitu :
Q=A.v (3.5)
Dimana :
Q = laju aliran fluida (m3/s)
A = luas penampang aliran (m2)
v = kecepatan rata-rata aliran fluida (m/s)
Laju aliran berat fluida (W), menurut [2] dirumuskan sebagai :
W=γ .A.v (3.6)

40
Dimana :
W = laju aliran berat fluida (N/s)
γ = berat jenis fluida (N/m3)
Laju aliran fluida massa (M), menurut [3] dinyatakan sebagai :
M = ρ. A . v (3.7)
Dimana :
M = laju aliran massa fluida (kg/s)
ρ = massa jenis fluida (kg/m3)

3.3 Persamaan Bernoulli


Hukum kekekalan energi menyatakan energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat
dimusnahkan namun dapat diubah dari suatu bentuk ke bentuk lain. Energi yang ditunjukkan
dari persamaan energi total di atas, atau dikenal sebagai head pada suatu titik dalam aliran
steady adalah sama dengan total energi pada titik lain sepanjang aliran fluida tersebut. Hal ini
berlaku selama tidak ada energi yang ditambahkan ke fluida atau yang diambil dari fluida.
Konsep ini dinyatakan ke dalam bentuk persamaan yang disebut dengan persamaan Bernoulli,
menurut [10] yaitu :

𝑝1 𝑣12 𝑝2 𝑣22
+ + 𝑧1 = + + 𝑧2 (3.8)
𝛾 2𝑔 𝛾 2𝑔

Dimana :
p1 dan p2 = tekanan pada titik 1 dan 2
v1 dan v2 = kecepatan aliran pada titik 1 dan 2
z1 dan z2 = perbedaan ketinggian antara titik 1 dan 2
γ = berat jenis fluida
g = percepatan gravitasi = 9,8 m/s2
Persamaan di atas digunakan jika diasumsikan tidak ada kehilangan energi antara dua
titik yang terdapat dalam aliran fluida, namun biasanya beberapa head losses terjadi diantara
dua titik. Jika head losses tidak diperhitungkan maka akan menjadi masalah dalam
penerapannya di lapangan. Jika head losses dinotasikan dengan “hl” maka persamaan Bernoulli
di atas dapat ditulis menjadi persamaan baru, menurut [11] dirumuskan sebagai :
𝑝1 𝑣12 p2 𝑣22
+ + 𝑧1 = + + 𝑧2 + ℎ𝑙 (3.9)
𝛾 2𝑔 𝛾 2𝑔

Persamaan di atas digunakan untuk menyelesaikan banyak permasalahan tipe aliran,


biasanya untuk fluia inkompressibel tanpa adanya penambahan panas atau energi yang diambil

41
dari fluida. Namun, persamaan ini tidak dapat digunakan untuk menyelesaikan aliran fluida
yang mengalami penambahan energi untuk menggerakkan fluida oleh peralatan mekanik,
misalnya pompa, turbin dan peralatan lainnya.

Gambar 3.5 Ilustrasi persamaan Bernoulli


3.4 Pipa Yang Dihubungkan Seri

Gambar 3.6 Pipa yang dihubungkan seri


Jika dua buah pipa atau lebih dihubungkan secara seri maka semua pipa akan dialiri
oleh aliran yang sama. Total kerugian head pada seluruh sistem adalah jumlah kerugian pada
setiap pipa dan perlengkapan pipa, dirumuskan sebagai :

42
Jika dua buah pipa atau lebih dihubungkan secara seri maka semua pipa akan dialiri
oleh aliran yang sama. Total kerugian head pada seluruh sistem adalah jumlah kerugian pada
setiap pipa dan perlengkapan pipa, dirumuskan sebagai :
Q0 = Q1 = Q2 = Q3 (3.10)
Q0= A1V1 = A2V2 = A3V3 (3.11)
∑ℎ𝑙 = ℎ𝑙1 + ℎ𝑙2 + ℎ𝑙3 (3.12)
Persoalan aliran yang menyangkut pipa seri sering dapat diselesaikan dengan
menggunakan pipa ekuivalen, yaitu dengan menggantikan pipa seri dengan diameter yang
berbeda-beda dengan satu pipa ekuivalen tunggal. Dalam hal ini, pipa tunggal tersebut
memiliki kerugian head yang sama dengan sistem yang digantikannya untuk laju aliran yang
spesifik.

3.5 Pipa Yang Dihubungkan Paralel

Gambar 3.7 Pipa yang dihubungkan secara parallel


Jika dua buah pipa atau lebih dihubungkan secara paralel, total laju aliran sama dengan jumlah
laju aliran yang melalui setiap cabang dan rugi head pada sebuah cabang sama dengan pada
yang lain, [26] dirumuskan sebagai :
Q0 = Q1 + Q2 + Q3 (3.13)
Q0 = A1V1 + A2V2 + A3V3 (3.14)
hl1 = hl2 = hl3 (3.15)
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa persentase aliran yang melalui setiap
cabang adalah sama tanpa memperhitungkan kerugian head pada cabang tersebut.Rugi head
pada setiap cabang boleh dianggap sepenuhnya terjadi akibat gesekan atau akibat katup dan
perlengkapan pipa, diekspresikan menurut panjang pipa atau koefisien losses kali head
kecepatan dalam pipa.

43
3.6 Kapasitas Supply Fresh Water Service
Menurut reff. Machinery outfitting design manual,kapasitas fresh water supply dapat
dihitung dengan menggunakan rumus :
Qtotal = load factor x Q x jml shower (3.16)
Dimana :
Q total = kapasitas freshwater supply (m3/h)
Q = debit air yang mengalir (m3/h)
Sedangkan load factor dihitung dengan menggunakan rumus
𝑗𝑚𝑙 𝑜𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑝𝑒𝑟 𝑑𝑒𝑐𝑘 (𝑏𝑒𝑟𝑎𝑝𝑎 𝑘𝑎𝑙𝑖 𝑚𝑎𝑛𝑑𝑖 𝑥 𝑙𝑎𝑚𝑎 𝑚𝑎𝑛𝑑𝑖)
Load factor = 𝑥 (3.17)
𝑗𝑚𝑙 𝑠ℎ𝑜𝑤𝑒𝑟 (8𝑥60)

3.7 Sistem Sanitary


Sistem Sanitary atau bisa disebut domestic water system adalah sistem distribusi air
bersih (fresh water) di dalam kapal yang digunakan oleh ABK dalam memenuhi kebutuhan
akan air minum dan memasak, untuk mandi, mencuci dan lain-lain.
Sedangkan untuk kebutuhan di WC (water closed) maka dengan perencanaan sistem yang sama
digunakan sistem air laut (sea water) yang disuplai ke tiap deck yang memiliki kamar mandi.
Kedua sistem pelayanan diatas memiliki dasar kerja yang sama menggunakan pompa otomatis
untuk mensuplai fluida ke tangki yang sudah memiliki tekanan (hydropore) yang disuplai dari
sistem udara tekan. Udara tekan ini direncanakan memiliki head dan tekanan yang memadai
untuk dapat mensuplai air ketempat yang memerlukan, diantaranya kamar mandi, laundry
room, galley, dan wash basin. Pompa dioperasikan secara otomatis dengan swicth tekanan yang
bekerja berdasar level air yang dikehendaki [DA. Taylor].
a. Fungsi sistem sanitari.

 Untuk melayani ABK dalam kebutuhan untuk saniter.


 Diperlukan dalam proses treatment fecal sebagai pembilas.

b. Bagian-bagian dari sistem sanitari.

 Closet dan urinal.


 Pompa dan peralatan outfitting.
 Hydrophore.
 Filter.
 Tangki.

44
c. Hal yang perlu dipertimbangkan dalam mendesain sistem sanitary.

 Toilet dan kamar mandi pada tiap-tiap deck diusahakan satu jalur,untuk tujuan instalasi
sederhana dan memudahkan dalam maintenance.
 Kapasitas tangki fecal dan urinal disesuaikan dengan jumlahABK dan lama pelayaran.

3.8 Sewage Treatment


Adalah sistem untuk pembuangan limbah ( kotoran ) dari toilet yang ada pada geladak
akomodasi yang telah direncanakan, sebelum limbah ( kotoran ) tersebut dibuang ke overboard
(O/B) atau ke shore connection harus ditampung terlebih dahulu untuk dilakukan treatment.
Pembuangan limbah yang tidak ditreatment di perairanteritorial, dilarang oleh peraturan
perundang-undangan dan Peraturan Internasional yang berlaku untuk pembuangan limbah
dalam jarak yang ditetapkan dari daratan. Sebagai hasilnya semua kapal harus
mempunyai sistem pembuangan limbah sesuai dengan standar yang ditentukan.
Ada dua jenis system untuk penanganan limbah, yaitu:
1. Metode kimia (Chemical Method),
adalah metode yang pada dasarnya menggunakan suatu tangki untuk menampung
limbah padat dan akan dibuang pada area yang diijinkan pada tempat penampungan
limbah di pantai.
2. Metode biologi (Biological Method),
adalah perlakuan sedemikian rupa sehingga limbah dapat diperbolehkan untuk dibuang
ke pantai.

A. Chemical Sewage Treatment


Sistem ini meminimalkan limbah yang dikumpulkan dan mengendapkannya
sampai dapat dibuang ke laut.
Dengan cara mengurangi kandungan cairan sesuai dengan peraturan perundang –
undangan.
Pembuangan limbah dari pencucian, wash basin, air mandi dapat langsung dibuang ke
overboard. Cairan dari kakus dapat digunakan lagi sebagai air pembilas untuk kamar
mandi. Cairan harus diolah sedemikian rupa dalam kaitannya dengan penampilan dan
bau yang dapat diterima. Berbagai bahan kimia ditambahkan pada poin – poin berbeda
untuk bau dan perubahan warna dan juga untuk membantu dalam penguraian

45
dan sterilisasi. Suatu communitor digunakan untuk memisahkan limbah dan membantu
proses penguraian kimia. Material padat disimpan dalam settling tank dan disimpan
sebelum dibuang ke sullage tank: cairan didaur ulang untuk digunakan sebagai
pembilasan. Test harus dilakukan setiap hari untuk memeriksa dosis bahan kimia. Hal
ini untuk mencegah bau yang menyengat dan juga untuk menghindari karatan.

B. Biochemichal Sewage Treatment


Menggunakan sistem penguraian dengan bakteri kedalam suatu unsur limbah
sehingga bisa diterima untuk dibuang di perairan manapun. Proses pengisian angin
dimana bakteri oxygen – loving mencerna limbah dan mengubah menjadi
Lumpur.Sistem ini menggunakan suatu tangki yang dibagi menjadi 3 ke departement:
aeration compartement , settling compartement, dan chlorine contact compartement.
Limbah masuk ke aeration compartement dan dicerna oleh bakteri aerobic dan micro-
organism yang dibantu oleh oksigen yang dipompa masuk. Kemudian limbah mengalir
ke dalam settling compartement, dimana Lumpur yang diendapkan diaktifkan
keluar. Aliran cairan yang bersih pada chlorinator setelah digunakan untuk membunuh
sisa bakteri dibuang.Tablet didalam chlorinator yang habis harus diganti. Sampah
Lumpur di dalam settling tank secara terus menerus didaur ulang dan setiap dua/tiga
bulan secara parsial dipindahkan. Kotoran ini harus dibuang hanya di suatu area
decontrolled.
Pengembangan untuk melakukan treatment pada sewage (limbah kapal)
dilakukan atas sertifikasi dari IMCO Conference on Marine Polution tahun 1973 Annex
IV. Penentuan jumlah yang pasti mengenai sewage dan sisa air kotor (waste) pada
sebuah kapal sangat sulit diprediksi. Para desainer di Eropa memberi nilai sebesar 70
liter/orang /hari untuk kebutuhan toilet termasuk air bilas dan sekitar 130 – 150 liter
/orang /hari untuk air cuci termasuk mandi.
Sedangkan badan yang ada di US memberikan rekomendasi bahwa aliran untuk
discharge toilet sebesar 114 liter/ orang/ hari dengan dua kalinya jumlah ini untuk air
cuci. Beberapa desain direncanakan supaya memadahi ditempatkan dikapal untuk
sumur discharge jauh dari lantai, atau untuk menerima fasilitas dari pelabuhan. Selain
itu desain ditujukan juga untuk menghasilkan perencanaan yang memadahi sehingga
dapat diterima oleh petugas pelabuhan saat pembuangan.
Untuk tipe former didesain berisi holding tanks yang menerima semua kotoran
baik cair maupun padat termasuk air bilasnya, air cuci tangan, shower, dan untuk mandi

46
semua diijinkan dibuang langsung melalui overboard. Selain itu desain juga
memperhatikan bagaimana meminimkan jumlah cairan supaya memungkinkan dapat
didaur ulang untuk pembilasan lagi. Ini dapat dipastikan bahwa sistem hanya menerima
kira – kira 1% dari kapasitas muat sistem konvensional.
Untuk membuang sewage diperairan teritorial kualitas yang memadahi harus
berada dalam standart tertentu seperti yang ditentukan oleh badan yang berwenang .
Ini biasanya didasarkan pada satu atau lebih dari 3 faktor yaitu :
1. Biological oxygen demand (BOD) yang merupakan ukuran total jumlah
oksigen yang akan diambil oleh bahan kimia atau organik yang memadahi. Hal ini yang
penting terdapat dalam dua unsur, pertama, jika perairan memadahi untuk membuang
sewage dilebihkan dengan material yang menyerap oksigen, kandungan oksigen akan
dikurangi sampai tingkat dimana ikan dan materi lainnya hidupnya tidak dapat
didukung, yang kedua kelas bakteri yang dapat hidup tanpa oksigen akan medominasi
didalam sewage atau didalam perairan dimana cairan ini dibuang. Bakteri yang
berkumpul dalam kondisi ini akan menghasilkan hydrogen sulphide dengan
karakteristik bau yang tajam. BOD biasanya dikelompokkan dengan periode tertentu
dan umumnya diambil lima hari. Nilai ini ditulis dengan BOD5 yang ditentukan oleh 1
liter sewage yang diambil pada suhu 200C yang dilemahkan didalam sumur oxigenated
water yang memadai. Jumlah oksigen yang diserap melebihi
periode lima hari lalu diukur.
2. Suspended solid, adalah kelebihan periode waktu yang dapat memberikan
peningkatan pada masalah slip biasanya ditandai dari kesalahan fungsi dari pengontrol
sewage dan jika terlalu tinggi akan diatasi dengan BOD yang tinggi. Suspended solid
diukur dengan menyaring contoh( sample) melalui pre- weighed asbestos pad yang
selanjutnya dikeringkan dan dievaluasi ulang.
3. E – coliform adalah keluarga bakteri yang hidup dalam tubuh manusia. Mereka
dapat dibiakkan lebih mudah dalam tes laboratoriom hasilnya diindikasikan dari jumlah
kotoran didalam sample yang diambil dari sewage. Hasil tes ini disebut E- coli, nilainya
diekspresikan per 100 ml.

47
3.9 Hydrophore
Peran air pressure system pada sistem Hydrophore berfungsi sebagai pemberi
bantalan udara bertekanan pada tangki hydrophore. Bantalan udara memberi tekanan
pada air didalam tangki hydrophore hingga mencapai tekanan maksimum. Pada
tekanan maksimum ini pompa mulai tidak dapat bekerja. Sedangkan jika saluran air
dibuka air akan mengalir sebagai akibat tekanan yang diberikan oleh bantalan udara,
air yang keuar menyebabkan volume ruangan didalam tangki hydrophore bertambah
maka akan mengurangi tekanan tangki hydrophore. Jika tekanan turun sampai pada
tekanan 3,73 kg/cm2, maka pressure relay switcher akan bekerja otomatis
menghidupkan Fresh Water Pump dan mengisi kembali tangki hydrophore hingga
volume udara berkurang dan tekanannya meningkat. Selanjutnya jika tekanan
mencapai 5,5 kg/cm2, maka pompa akan diberhentikan secara otomatis melalui
pressure relay switcher.
Hydropore digunakan untuk melayani sistem air tawar atau air laut yang
diperlukan untuk sanitari, air minum, dan air tawar. Pertimbangan perhitungan
kapasitasnya dengan memperhatikan jumlah ABK dan berdasar standart U.S. sebesar
114 liter/orang/hari sehingga didapatkan spesifikasi hydropore UH 102 produk dari
SHINKO dengan kebutuhan udara tekan sebesar 5 bar. Kebutuhan udara tekan ini akan
di suplai dari sistem udara tekan melalui reduction valve untuk menurunkan tekanan
dari 30 bar menjadi 5 bar.

Seawater Hydropore
Spesifikasi hydrophore yang akan digunakan dalam perencanaan sistem air laut
ini adalah sebagai berikut:
Type = H 051 SHINKO
Capacity = 5 - 15 m3/jam
Head = 40 - 60 m
Operating Pressure Range = 3 – 5.5 kg/cm2
Speed = 1500 rpm

48
Fresh Water Hydrophore
Spesifikasi hydrophore yang akan digunakan dalam perencanaan sistem air
tawar ini adalah sebagai berikut :
Type = UH 051 SHINKO
Capacity = 5 - 15 m3/jam
Head = 40 - 60 m
Operating Pressure Range = 3 – 5.5 kg/cm2
Speed = 3000 rpm

3.10 Recirculating Holding System


Sistem ini tidak didesain untuk menghasilkan saluran yang memadahi untuk
membuang sewage dalam area yang terkontrol. Sistem ini didesain untuk memenuhi
jumlah minimum kotoran sanitari kapal selama kapal berlabuh. Kemudian dapat
dipompakan keluar pada area bebas atau fasilitas yang didapat dari pelabuhan. Cairan
yang memenuhi diminimumkan oleh pembuangan air yang sudah kotor dari shower,
bak mandi, pencuci tangan, dapat langsung dibuang ke overboard dan dengan
menggunakan cairan yang dikumpulkan didalam holding tank sebagai pembilas dan
media pemindah. Parameter sistem ini untuk menghasilkan cairan yang disirkulasi
ulang sehingga akan diterima dengan layak dan relatif tidak berbahaya. Kotoran yang
memenuhi harus diterima setelah periode pengendapan yang lama ke fasilitas
pelabuhan. Pada desain untuk kapal ini menggunakan jenis chemical recirculating
sistem. Penting sekali untuk menjaga kadar kimia secara tepat dan ini ditentukan oleh
pengambilan sample setiap hari dan dilakukan tes kimia yang sederhana, Kegagalan
untuk menjaga kadar yang tepat dapat dihasilkan dari bau kimia dari air bilas dan warna
yang pekat. Dengan kadar yang tidak tepat memungkinkan untuk meningkatkan
alkaline yang akan menyebabkan korosi pada pipa dan tangki.

49
3.11 Peraturan Mengenai Sistem Sanitari
3.11.1 MARPOL (ANNEX IV)
Ketentuan mengenai sewage treatment yang diatur berdasar ratifikasi IMCO
Conference on Marine Pollution (MARPOL) ANNEX IV, dan juga sebagaimana diatur
U.S. Coast Guard dalam Marine Sanitation Devices(MSD) dengan pokok2 aturan
sebagai berikut[1]:
1) Tipe 1 Aliran Saniter yang melalui peralatan dimana kandungan yang
berpengaruh tidak terlihat mengapungkan bagian yang padat dan menghasilkan jumlah
e-coli kurang dari 1000/100 mililiter.
2) Tipe 11 Aliran Sanitari yang melalui peralatan dimana kandungan yang
berpengaruh mengikat zat yang padat tidak lebih dari 150 mg/liter dan memiliki jumlah
e-coli tidak kurang dari 200/100 mililiter.
3) Tipe 111 tanpa peralatan pengolah sewage seperti holding tank atau
recirculation device.

Berdasar Marpol Annex IV regulation 8 :


1.a) Pembuangan kotoran (sewage) yang diolah dengan sistem tertentu dan
disetujui oleh badan berwenang diijinkan dengan jarak 4 mil laut dari daratan terdekat.
Dan apabila tanpa pengolahan (treatment) pada jarak 12 mil laut. Untuk kotoran yang
disimpan dalam holding tank tidak boleh dibuang langsung kecuali laju kapal dalam
kecepatan moderat 4 knots dan melalui persetujuan klasifikasi.
1.b) Sewage plant yang disetujui oleh badan berwenang dengan mengikuti seperti
dibawah:
- Hasil test menunjukkan nilai lebih kecil dari yang ditentukan International Sewage
Pollution Prevention Certificate 1973.
- Hasilnya tidak menunjukan kotoran padat yang terapung, berwarna, dan mencemari
air sekitar.

50
3.11.2 BKI Volume III 1996

BKI Volume III 1996 Adapun peraturan kelas yang penting sebagaimana diatur
dalam Volume III BKI 1996 dalam merencanakan sistem sanitari di kapal adalah
sebagai berikut:

1. Pipa-pipa pembuangan dari pompa-pompa pembuang air kotor harus


dilengkapi dengan storm valve dan pada sisi lambung dengan gate
valve. Katup tak balik harus diatur pada bagian hisap atau bagian tekan dari
pompa air kotoran yang bekerja sebagai alat pelindung aliran kembali kedua.
Pipa-pipa pengering saniter yang terletak di bawah geladak sekat pada kapal-
kapal penumpang, harus dihubungkan dengan tangki pengumpul kotoran.
Umumnya tangki semacam itu akan dilengkapi untuk tiap-tiap kompartemen
kedap air.
2. Jika pipa-pipa pengering dari beberapa kompartemen kedap air dihubungkan
pada satu tangki, pemisahan kompartemen-kompartemen ini harus terjamin
dengan gate valve(remote controlled gate valve) jarak jauh pada sekat kedap
air. Katup tersebut harus dapat dilayani dari atas geladak sekat dan dilengkapi
indicator dengan tanda terbuka atau tertutup.
3. Bahan-bahan pipa umumnya harus tahan terhadap korosi baik pada bagian
dalam maupun pada bagian luar. Hasilnya tidak menunjukkan kotoran padat
yang terapung, berwarna, dan mencemari air sekitar.

51
BAB IV
PEMBAHASAN

4.1 Hasil Perhitungan Mengenai Bilge Pump dan Fire Pump


4.1.1 Perhitungan diameter internal Bilge Pump
Dimensi kapal :
LR = 153,4 m
B = 24 m
D = 8,2 m
Rumus dasar : 𝑑𝑚 = 1,68√(𝐿 + 𝐷) + 25mm

𝑑𝑚 = 1,68√(𝐿 + 𝐷) + 25mm

𝑑𝑚 = 1,68√(153,4 + 8) + 25𝑚𝑚
𝑑𝑚 = 143,07 𝑚𝑚
4.1.2 Perhitungan kapasitas Bilge Pump
5,75𝑥𝑑𝑚
Dengan menggunakan rumus 𝑄 =
103
5,75𝑥143,07𝑚𝑚
𝑄=
103

𝑄 = 117,70 m3/h
Sehingga didapat kapasitas Bilge pump sebesar 117,70 m3/h
4.1.3 Perhitungan kapasitas Fire Pump
Dengan mengunakan rumus
𝑄 = (0,15𝑥(𝐿𝑅(𝐵 + 𝐷)0,5 + 2,25)2
𝑄 = (0,15𝑥(153,4(24 + 8,2)0,5 + 2,25)2
𝑄 = 163,64 m3/h
Sehingga didapat kapasitas Fire Pump sebesar 163,64 m3/h
4.1.4 Kapasitas fire pump juga dapat diperoleh dengan rumus
Q FIRE = 4/3 x kapasitas total bilge pump

Q FIRE = 4/3 x 117,70 m3/h


Q FIRE = 156,93 m3/h

52
4.2 Hasil Perhitungan Mengenai Pompa Air Limbah (Sewage Pump)
(Discharge)
Berdasarkan MARPOL 73/78. RESOLUSI MEPC.164 (65)
Menyediakan sebuah tingkat debit maksimum yang diijinkan 1 / 200.000
sebagai berikut:

Persamaan :
DR MAX = 0.00926 x V x D x B

DR MAX = Tingkat debit maksimum yang diijinkan (m3/h)

V = Kecepatan kapal rata-rata (knots) selama periode tersebut


D = Draft (m)
B = Luasnya (breadth) (m)

Tekanan pembebasan minimal 4 BAR

4.2.1 STP
Base on LR Class,Capacity Of Sewage Treatment Plant

Januari 2013,part 7 section 2.10

Persamaan :
Menggunakan sistem vakum (ltr/hari)
CAP.STP = 15 x jumlah orang x hari

Menggunakan pembilasan (ltr/hari)


CAP. STP = 115x jumlah orang x hari

53
4.2.2 Vacuumator

Jumlah kru (ABK) = 65 orang


Q vaccum = 43.65 flushes/h
Kapsitas dari vacummarator = 5.44 m3/ h

4.2.3 Tangki Penampung Limbah (Sewage Holding Tank)

Perkiraan waktu di pelabuhan = 10 hari


v sht = 9.75 m3
v sht = 11.2125 margin 15%

54
BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Kerja Praktik bagi penulis sangatlah dibutuhkan untuk menambah pengetahuan
dan pengalaman kerja yang sesungguhnya. Karena apa yang didapatkan penulis selama ini
adalah sebuah teori yang mana sangat dibutuhkan prakteknya untuk menunjang
kesempurnaan sebuah ilmu. Setelah melaksanakan KP di PT. PAL ( Persero ) Indonesia.
Penulis dapat mengetahui dan memahami secara langsung dunia kerja baik suasana,
lingkungan kerja maupun sistemnya. Selain itu penulis dapat mengetahui lebih lanjut
sejauh mana penerapan antara teori yang selama ini didapat dari bangku kuliah dengan
kenyataan didunia kerja. Setelah melaksanakan kegiatan PKL ini, maka dapat ditarik
kesimpulan :
1. Terdapat adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Ilmu teori yang
diharapkan dapat diterapkan selama menjalankan kegiatan KP, dalam prakteknya tidak
semua ilmu teori yang didapat diperkuliahan dapat diterapkan. Tetapi penulis
memperoleh ilmu lain yang tidak didapat selama perkuliahan.
2. Terwujudnya lulusan Fakultas Teknik yang bertanggung jawab dan tangguh di dalam
melaksanakan tugas-tugas di dunia kerja.
3. Dapat menghadapi permasalahan-permasalahan yang timbul saat melaksanakan
kegiatan KP dengan solusi yang cepat dan tepat untuk menghindari terhambatnya
proses pengerjaan tugas-tugas yang diberikan.
4. Dalam setiap melakukan pekerjaan harus membutuhkan ketelitian dan ketepatan agar
hasilnya tepat, efektif, efisien sehingga hasil yang diperoleh baik dan memuaskan
konsumen.

5.2 Saran
5.2.1 Bagi Universitas
a) Proses birokrasi fakultas yang seharusnya lebih cepat dan terstruktur dalam
mengurusi mahasiswa ketika pra-KP
b) Penjadwalan registrasi khusus bagi mahasiswa KP agar tidak mengganggu
kegiatan yang diberikan perusahaan.

55
5.2.2 Bagi Mahasiswa
a. Mahasiswa harus lebih selektif dalam mencari perusahaan untuk dijadikan
sebagai tempat KP.
b. Hendaknya mahasiswa dapat memanfaatkan kegiatan PKL sebagai awal
hubungan baik dengan perusahaan sebagai sarana penyelesaian tugas kuliah yang
akan datang (skripsi, tugas akhir, dan penelitian lainnya).

56
DAFTAR PUSTAKA

Bakti (2010). Dasar Teori Tentang Pompa

Muslih,Muhammad (2017). Laporan : Perhitungan Ulang Kapasitas Fresh Water Hydrophore


Pump Pada kapal SSV (Strategic Sealift Vessel) Philippines Di PT.PAL Indonesia
(Persero).Surabaya

Sanjaya,Riki.(2012). General Service System

Sagala,SB (2009). Teori Tentang Kapasitas Aliran.

Sularso,MSME.Ir.,Haruo Tahara.Dr.prof.2006.”Pompa dan Kompresor “,Jakarta :


PT Pradnya Paramitha

http://navale-engineering.blogspot.co.id/2012/02/v-behaviorurldefaultvmlo_18.html#

http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/31659/?sequence3

http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/19060/Chapter?sequence=3

57
LAMPIRAN

58