Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Fisika inti merupakan ilmu yang mempelajari struktur inti dan bagaimana
struktur inti mempengaruhi kestabilan inti serta peristiwa inti seperti keradioaktifan
alam dan transmutasi inti. Bidang ilmu fisika yang mempelajari efek radiasi dan
radioisotop pada materi disebut radioaktifitas.
Peluruhan radioaktif adalah kumpulan beragam proses dimana sebuah inti
atom yang tidak stabil memancarkan partikel subatomik (partikel radiasi). Peluruhan
terjadi pada inti induk dan menghasilkan sebuah inti anak. Ini adalah sebuah peristiwa
acak sehingga sulit untuk memprediksi peluruhan sebuah inti. Suatu inti yang tidak
stabil dapat distabilkan dengan cara radioaktifitas.
Peluruhan Alfa (α) adalah sebuah proses di mana inti induk (paren) meluruh
(disintegrasi) menjadi inti anak (daughter) dan partikel alfa. Didalam makalah ini akan
dibahas lebih lanjut mengenai peluruhan alfa beserta energi partikel alfa.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana proses terjadinya peluruhan alfa?
2. Bagaimana Energetika Peluruhan Alfa pada partikel alfa?
3. Bagaimana teknik yang digunakan untuk mengukur energi partikel alfa?
4. Bagaimana Teori Peluruhan Alfa secara kuantum?
5. Bagaimana partikel alfa dan diagaram tingkat energi peluruhan alfa?
6. Bagaimana gejala-gejala pada peluruhan Radionuklida yang memancarkan partikel
alfa?
7. Bagaimana besar energi yang dilepaskan ketika terjadi peluruhan alfa?

C. Tujuan Penulisan
1. Mengetahui proses terjadinya peluruhan alfa
2. Menjelaskan Peluruhan Alfa pada partikel alfa
3. Mengetahui beberapa teknik yang digunakan untuk mengukur energi partikel alfa
4. Menjelaskan teori peluruhan alfa secara kuantum
5. Menjelaskan partikel alfa dan diagaram tingkat energi peluruhan alfa
6. Mengetahui gejala-gejala pada peluruhan Radionuklida yang memancarkan partikel
alfa
7. Menjelaskan besar energi yang dilepaskan ketika terjadi peluruhan alfa
BAB II

PEMBAHASAN

1. Jelaskan bagaimana proses terjadinya peluruhan alfa!


Jawab :
Peluruhan Alfa () adalah sebuah proses di mana inti induk (parent) meluruh
(disintegrasi) menjadi inti anak (daughter) dan partikel alfa. Partikel alfa adalah
inti helium. Peluruhan alfa dapat ditulis dalam persamaan :

A
Z X  ZA42Y  24He

(1.1)

A 4
Karena inti anak Y memiliki nomor atom yang berbeda dengan nomor atom inti
Z 2

A
induk Z X berarti secara kimia inti anak juga berbeda dengan inti induk.

2. Jelaskan Energetika Peluruhan Alfa!


Jawab :

Dalam peluruhan alfa berlaku Hukum Kekekalan Energi dan Hukum Kekekalan
Momentum. Energi sistem sebelum dan sesudah peluruhan adalah

Ei = Ef (1.2)

M p c 2  M d c 2  K d  m c 2  K 

(1.3)

Energi disintegrasi, Q dalam peluruhan alfa ini adalah

Q = Kd + K = (Mp – Md – m)c2 (1.4)

3.Beberapa teknik yang digunakan untuk mengukur energi partikel alfa, antara lain :
a. Defleksi magnetik,
b. Hubungan range-energi,
c. Analisis tinggi pulsa Ruang Ionisasi,
Jelaskan masing-masingnya!

Jawab :

Penentuan secara akurat dari energi partikel alfa sangat penting, karena (1) untuk
memperbaiki teori peluruhan alfa, (2) untuk membentuk skema tingkat energi
nuklir yang lebih eksak. Banyak teknik yang digunakan untuk mengukur energi
partikel alfa. Metoda yang berikut ini kenyataanya dapat digunakan untuk partikel
berat proton, deuteron, dan sejenisnya. Metoda tersebut dikategorikan kedalam :
(a) defleksi magnetik, (b) hubungan range-energi, (c) analisis tinggi pulsa.

a. Defleksi magnetik

Salah satu metoda yang paling tua dan paling akurat dalam menentukan
energi adalah mengukur defleksi lintasan alfa dibawah pengaruh medan magnet.
Jika sebuah partikel bergerak dalam bidang yang tegak lurus terhadap arah medan
magnet, partikel akan bergerak dalam lintasan berbentuk lingkaran dengan jari-jari
r yang diperoleh melalui persamaan

qvB  mv 2 / r (1.5)

Dimana B adalah induksi magnet, q dan m adalah masing-masing muatan dan massa
partikel. Kecepatan v diperoleh

q
v  Br  (1.6)
m

Dan energi kinetik adalah

E K  12 mv 2

2
q 
EK  1
2 m Br  (1.7)
m 
b. Hubungan range-energi

Range dari partikel alfa dapat diukur dengan menggunakan kamar kabut, pelat
emulsi nuklir atau kamar ion. Nilai range tergantung pada energi kinetik awal dari
partikel bermuatan dan jenis material yang menyerap partikel alfa. Jika range ini
diukur adalah mungkin untuk memperoleh energi partikel alfa dari hubungan
range-energi.

c.. Analisis tinggi pulsa

Prinsip dari metoda ini didasarkan pada kenyataan bahwa ukuran dari tinggi
pulsa yang dihasilkan sebanding dengan energi partikel alfa. Untuk memperoleh
tinggi pulsa ini dapat digunakan : (1) kamar ionisasi atau pencacah sebanding, (2)
detector zat padat, (3) pencacah sintilasi

4. Jelaskan Teori Peluruhan Alfa secara kuantum!

Jawab :

Salah satu keberhasilan awal dari mekanika kuantum adalah aplikasinya terhadap
teori peluruhan alfa. Prediksi dari teori kuantum berbeda dengan teori klasik.
Pada peristiwa hamburan partikel alfa Rutherford partikel alfa yang berenergi 7,68
Mev tidak ada yang dapat menembus potensial barier dari U 238, sementara U238
menghasilkan partikel alfa berenergi 4,20 Mev. Kontradiksi ini dapat dijelaskan
dari pandangan mekanika kuantum. Dalam pembahasan efek terobosan seberkas
partikel yang berenergi kinetik K jatuh pada rintangan potensial persegi yang
tingginya V yang lebih besar dari K. Rasio antara banyaknya partikel yang
melewati rintangan dan banyaknya partikel yang datang secara pendekatan
besarnya adalah
T = e-2kL (1.8)

dengan

2m(V  K )
k (1.9)

dimana L menyatakan tebal rintangan.

Energi potensial listrik sebuah partikel alfa pada jarak x dari pusat inti yang
bermuatan Ze adalah

2 Ze 2
V ( x)  (1.10)
4 0 x

Dengan demikian diperoleh

1/ 2 1/ 2
2m(V  K )  2m   2 Ze 2 
k  2    K  (1.11)
    4 0 x 

Karena V = K ketika x = R

2 Ze 2
K  (1.12)
4 0 R

Sehingga

1/ 2 1/ 2
 2m  R 
k  2    1 (1.13)
  x 
Jika

lnT = -2kL (1.14)

dan dalam bentuk integral

L R
ln T  2 k ( x) dx   2  k ( x)dx (1.15)
0 R0

maka diperoleh

R 1/ 2 R 1/ 2
 2mK  R 
ln T  2  k ( x)dx  2 2  R  x  1 dx (1.16)
R0  h  0

 2mK 
1/ 2
 1  R0 
1/ 2 1/ 2
 R0   R0  
1/ 2

ln T  2 2  R cos     1    (1.17)


 h    R   R   R  

1/ 2 1/ 2
R    R0 
cos 1  0    
 R  2  R 

1/ 2
 R 
1  0  1
 R 

sehingga

 2mK 
1/ 2
 R  
1/ 2

ln T  2 2  R   2 0   (1.18)
    2  R  

Dari persamaan
2 Ze 2
R (1.19)
4 0 K

Sehingga

1/ 2 1/ 2
4e  m  e2  m 
ln T    Z 1 / 2 R0    ZK 1 / 2 (1.20)
   0   0  2 

Dengan memasukkan berbagai besaran dan konstanta diperoleh

ln T  2,971 / 2 Z 1 / 2 R0  3,95ZK 1 / 2 (1.21)

Dari konstanta peluruhan alfa diperoleh

v
  vT  T (1.22)
2 R0

Dengan mengambil logaritma alamiah dari kedua ruas dan mensubsitusikan peluang
transmisi T didapatkan

 v 
ln   ln   2,97 Z 1 / 2 R01 / 2  3,95ZK 1 / 2 (1.23)
 2 R0 

Dari hubungan logaritma alamiah dengan logritma biasa

log10 A log10 A
ln A  
log10 e 0,4343

Diperoleh

 v
log10   log10 


  0,4343 2,97 Z 1 / 2 R01 / 2  3,95ZK 1 / 2 
 2 R0 
 v 
 log 10    1,29 R0 1 / 2  1,72ZK 1 / 2 (1.24)
 2 R0 

Plot log10  terhadap ZK 1/ 2 merupakan garis lurus. Kurva ini cocok dengan
data eksperimen yang mempunyai tangent atau kemiringan sebesar -1,72.
Kemiringan ini juga dapat digunakan untuk menghitung jari-jari nuklir R 0 yang
juga sama dengan yang diperoleh dengan menggunakan hamburan nuklir. Hal
kedua yang juga penting yang diperoleh dari teori peluruhan alfa ialah adanya
peluang dari partikel yang memiliki energi kinetik K yang lebih kecil dari
potensial penghalang V hal mana tidak mungkin terjadi pada mekanika klasik
yang hanya memiliki peluang nol.

5. Sebagai contoh dari spektrum partikel alfa dan diagaram tingkat energi peluruhan alfa
diperlihatkan pada gambar dibawah.
Gambar (1.a) suatu spektrum partikel alfa dari 228
Th

Gambar (1.b) menunjukan diagram tingkat energi dari 224


Ra yang diturunkan dari

data peluruhan alfa dan spektrum gamma yang menyertainya.


a. Jelaskan spektrum partikel alpa pada Gambar (1.a)
b. Tuliskanlah semua reaksi yang terdapat pada Gambar (1.b), lengkapi juga dengan besar
energi yg dibebaskan
Jawab :

232 228
6. Radionuklida 92U meluruh dengan memancarkan alfa menjadi 90 Th .

a) Cari energi yang dilepaskan dalam peluruhan tersebut.


232
b) Apakah 92U mungkin meluruh menjadi 231
92 U dengan memancarkan neutron

232
c) Apakah 92U mungkin meluruh menjadi 231
91 Pa dengan memancarkan proton

Jawab :

a) 92 U 232  90 Th 228  2 He 4

Massa 92 U 232 = 232,037168 u, Massa 90 Th 228 = 228,028750 u, dan Massa 2 He 4 =


4,002603 u.

Q   M  A, Z   M  A  4, Z  2   m  4,2 c 2
  232,037168 u  228,028750 u - 4,002603 u  x 931,5 Mev/u
 5,4167 Mev
b)
232
92 U  231
92 U  0 n
1
? Periksa apakah nilai Q positif atau negatif

c) U  231
232
92 91 Pa  1 p
1
? Periksa apakah nilai Q positif atau negatif

226
7. Massa atomik 88 Ra adalah 226,02536 u dan energi yang dilepaskan ketika terjadi

peluruhan alfa adalah 4,87 MeV.

a) Identifikasi nuklida anak dan cari massa atomiknya.


b) Cari energi partikel alfa dan energi rekoil inti anak
Jawab :

(a) Q   226,02536u  M X  4,002603 u x 931,5 Mev/u  4,87 Mev

4,87 Mev
  226,02536 u  M X  4,002603 u  0,005228239 u
931,5 Mev/u

M X  226,02536 u  4,002603 u - 0,005228239 u  222,017529 u

Jadi 86 X 222 adalah 86 Rn 222 dimana massa 86 Rn 222 = 222,017574 u


BAB III

PENUTUP

D. Kesimpulan
1. Peluruhan Alfa () adalah sebuah proses di mana inti induk (parent) meluruh
(disintegrasi) menjadi inti anak (daughter) dan partikel alfa.
2. Dalam peluruhan alfa berlaku Hukum Kekekalan Energi dan Hukum Kekekalan
Momentum.
3. Penentuan secara akurat dari energi partikel alfa sangat penting, karena (1) untuk
memperbaiki teori peluruhan alfa, (2) untuk membentuk skema tingkat energi nuklir
yang lebih eksak. Banyak teknik yang digunakan untuk mengukur energi partikel
alfa. Metoda yang berikut ini kenyataanya dapat digunakan untuk partikel berat
proton, deuteron, dan sejenisnya
4. Hal juga penting yang diperoleh dari teori peluruhan alfa secara kuantum ialah adanya
peluang dari partikel yang memiliki energi kinetik K yang lebih kecil dari potensial
penghalang V hal mana tidak mungkin terjadi pada mekanika klasik yang hanya
memiliki peluang nol.
E. Saran
Dengan dibuatnya makalah ini diharapkan dapat menambah wawasan
pembaca mengenai peluruhan alfa dan dapat menghubungkannya dalam kehidupan
sehari-hari. Namun penulis mengetahui makalah ini tidak luput dari kekurungan. Oleh
karena itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari
pembaca.