Anda di halaman 1dari 9

1

SPEKTRUM KISI

Faridatur Riskiya
Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Jember
Email: riskiyafaridatur@gmail.com
11 Desember 2017

ABSTRAK
Spektrometer adalah alat yang digunakan untuk menentukan, mengidentifikasi, dan
mengetahui spektrum cahaya akibat pola sebaran gelombang dari efek difraksi. Difraksi
adalah peristiwa penyebaran arah cahaya yang melalui suatu celah sempit. Tujuan dilakukan
eksperimen spektrum kisi adalah mengetahui pengaruh panjang gelombang terhadap sudut
difraksi θ, mengetahui grafik hubungan antara panjang gelombang dengan sudut difraksi,
memperbandingkan hasil pada eksperimen dibandingkan dengan referensi. Eksperimen
dilakukan dengan cara memvariasi sudut datangnya, data yang didapat adalah sudut difraksi.
Sudut yang diperoleh yaitu 15,5, dan 22,5 pada orde 1, 32,25 dan 45,25 pada orde 2 untuk
spektrum ungu dan kuning dengan sudut datang 10o. Lebar celah merujuk pada data diatas yaitu
1656,8, 1513,3, 1633,4, dan 1624,9 pada sudut datang 10o.

Kata Kunci: Spektrometer, Spektrum Kisi, Difraksi, Sudut Difraksi.

1. PENDAHULUAN
Difraksi adalah peristiwa bahwa gelombang sekunder hanya efektif
penyebaran arah cahaya yang melalui suatu pada titik-titik singgung dengan
celah sempit. Difraksi pertama kali selubungnya saja, sehingga tidak
diungkapkan oleh Fransesco Grimaldi memungkinkan terjadinya difraksi
(1618-1663). Menurut prinsip Huygens, ia (Suparmono, 2005).
tidak mempercayai difraksi ini walaupun Tujuan dilakukan eksperimen
dia yakin akan kebenaran teori gelombang mengenai spektrum kisi adalah mengetahui
cahaya yaitu ketika suatu gelombang pengaruh panjang gelombang terhadap
datang melewati suatu celah maka titik sudut difraksi θ untuk sudut datang 0o dan
pada celah berfungsi sebagai sumber 10o pada orde 1 dan orde, mengetahui
gelombang sekunder. Huygen berpendapat
2

grafik hubungan antara panjang gelombang


Seberkas sinar tegak lurus kisi dan
dengan sudut difraksi untuk sudut datang
sebuah lensa konvergen digunakan untuk
0o dan 10o pada orde 1 dan orde 2,
mengumpulkan sinar-sinar tersebut ke titik
memperbandingkan nilai yang didapat
P yang dikehendaki pada layar. Distribusi
pada eksperimen dibandingkan dengan
intensitas yang diamati pada layar
referensi.
merupakan gabungan dari efek interferensi
Spektrometer adalah alat yang
dan difraksi. Setiap celah menghasilkan
digunakan untuk menentukan,
difraksi seperti yang telah diuraikan
mengidentifikasi, dan mengetahui
sebelumnya, dan sinar-sinar yang
spektrum cahaya akibat adanya pola
terdifraksi sebelumnya tersebut
sebaran gelombang dari efek difraksi.
berinterferensi pada layar yang
Henry Bragg menemukan spektometer
menghasilkan pola akhir (Beiser, 1991).
sinar x pada tahun 1912 di Inggris.
Menurut Giancoli (2001), kisi dapat
Spektometer sinar x ialah alat yang dapat
dibuat dengan mesin presisi berupa garis-
mengukur dengan tepat panjang
garis pararel yang sangat halus dan teliti di
gelombang sinar x dan data kristal.
atas pelat kaca. Jarak yang tidak tergores di
Spektometer adalah alat optik untuk
antara garis-garis tersebut berfungsi
menghasilkan garis spektral dan mengukur
sebagai celah. Ketika berkas-berkas cahaya
panjang gelombang serta intensitasnya.
pararel jatuh pada kisi dimana celah-celah
Penentuan pola difraksi menggunakan
tersebut cukup sempit sehingga difraksi
spektometer dengan prinsip kerja
oleh masing-masingnya menyebarkan
mengidentifikasi masing-masing spektrum
cahaya dengan sudut yang sangat besar
warna gelombang cahaya yang kemudian
pada layar yang jauh di belakang kisi, dan
dihubungkan dengan sudut difraksinya
inteferensi dapat terjadi dengan cahaya dari
(Gribbin, 2003).
semua celah yang lain. Berkas cahaya yang
melalui setiap celah tanpa pembelokkan (θ
= 0 derajat) berinteferensi konstruktif
untuk menghasilkan garis terang di tengah
layar. Inteferensi konstruktif juga dapat
terjadi pada sudut θ sedemikian rupa
sehingga berkas dari celah yang bersisian
Gambar 1.1 Gejala difraksi cahaya melalui
celah sempit menempun jarak ekstra sejauh selisih l =
(Sumber: Tim Penyusun, 2017) perkalian orde dengan panjang
3

gelombangnya. Pola difraksi yang terjadi Alat dan bahan yang digunakan
jika gelombang melewati sejumlah N celah dalam percobaan spektrum kisi yaitu
yang identik dengan jarak konstan d maka spektrometer, holografic grating, tabung
akan di peroleh titik-titik itensitas sumber cahaya, power supply tube. Alat
maksimum yang memenuhi persamaan : dan bahan tersebut memiliki fungsi
d sinθ = n λ (1.1) masing-masing seperti spektrometer
keterangan: berfungsi membantu mengamati garis –
n = 1, 2, 3, dst. garis spektrum cahaya yang terbentuk,
d = lebar celah holografic grating untuk merefleksikan
λ = panjang gelombang berbagai panjang gelombang cahaya,
Kisi difraksi merupakan suatu tabung sumber cahaya sebagai sumber
piranti untuk menganalisis sumber cahaya. cahaya dan power supply tube sebagai
Alat ini terdiri dari sejumlah besar slit-slit sumber tegangan.
paralel yang berjarak sama. Suatu kisi
dapat dibuat dengan cara memotong garis- 2.2 Desain Percobaan
garis paralel di atas permukaan plat gelas Desain Eksperimen atau gambaran
dengan mesin terukur berpresisi tinggi. yang dilakukan dalam spektrum kisi, yaitu:
Celah di antara goresan-goresan adalah
transparan terhadap cahaya dan karena itu
bertindak sebagai celah-celah yang
terpisah. Aplikasinya banyak rasakan
dalam kehidupan kita, misalnya XRD. Gambar 2.1 Susunan eksperimen spektrum kisi
Konsep difraksi yang ada pada X-ray (Sumber: Tim Penyusun, 2017).

Powder Difraction (XRD) digunakan untuk 2.3 Langkah Kerja


mengetahui pola sel struktur sumbu 3D. Eksperimen mengenai spektrum
Efek difraksi yang digunakan tersebut kisi dapat dipecahkan dengan langkah-
dapat digunakan dalam mengidentifikasi langkah yanng telah dibentuk diagram
struktur dimensi sel materi kristal (Young, seperti berikut ini,
2003).

2. METODE EKSPERIMEN
2.1 Alat dan Bahan
4

2.4.2 Persamaan yang digunakan


a.Besar sudut difraksi
𝜃r+𝜃l
𝜃n = 2

b.Jarak antar kisi (d)


d sin 𝜃 n = n 𝜆
n= 1,2,3,…
𝑛𝜆
d=sin 𝜃𝑛

c.Deskrepansi (D)
𝑑−𝑑𝑟𝑒𝑓
D=| | x 100%
𝑑
1
dref=600 mm
d.Ralat
𝜕𝑑
∆𝑑 = 𝜕𝜃 ∆𝜃
𝜕 1
∆𝑑 = ( ) ∆𝜃
𝜕𝜃 sin 𝜃
Gambar 2.2 Flowchart langkah kerja −𝑐𝑜𝑠𝜃
∆𝑑 = ( 𝑠𝑖𝑛2 𝜃 ) ∆𝜃
1 1
2.4 Analisa Data ∆𝜃 = nst = 2 0,01o
2
𝑑𝜃 𝑛
Analisa data yang digunakan dalam D= =
𝑑𝜆 d cos 𝜃
eksperimen spektrum kisi adalah sebagai 𝜕 1
∆𝐷 = (𝜕𝜃 cos 𝜃 ) ∆𝜃
berikut:
∆𝐷 = (𝑠𝑒𝑐 𝜃 tan 𝜃) ∆𝜃
2.4.1 Tabel Data Pengamatan
y= mx + c
Tabel 2.1 Sudut datang θi=00
y ± ∆𝑦 = (m ± 𝜎𝑚 ) 𝑥 + (c ± 𝜎𝑐 )
Pengukuran Posisi sudut 𝜃 (o)
𝑁 𝑁 𝑁
Orde Spektrum 𝜃r 𝜃i 1
𝜎𝑦 = √ (∑ 𝑦𝑖 2 − 𝑚 ∑ 𝑥𝑖𝑦𝑖 − 𝑐 ∑ 𝑦𝑖)
𝑁−2
𝑖=1 𝑖=1 𝑖=1

𝜎𝑦𝑁1/2
𝜎𝑦 = (𝑁 ∑ 𝑥𝑖 2 –(∑ 𝑥𝑖)2)1/2

𝑁
Tabel 2.2 Pada saat sudut datang θi = 100 1
𝜎𝑐 = 𝜎𝑚 √ ∑ 𝑥𝑖 2
Pengukuran Posisi sudut 𝜃 (o) 𝑛
𝑖=1
Orde Spektrum 𝜃r 𝜃i
5

2.4.3 Grafik hubungan Table 3.1 Perhitungan spektrum kisi


Grafik hubungan frekuensi dengan dengan sudut datang io = 10°
sudut difraksi Orde Warna θn (o) d ± Δd
θt (o) 1 ungu 15,5 1630,8±6,75
1 hijau 19,5 1642,0±4,23
1 kuning 1 20,5 1647,6±3,82
1 kuning 2 22,5 1513,3±3,15
frekuensi (Hz) 2 ungu 32,25 1633,4±1,49
2 hijau 41,75 1646,2±0,84
3. HASIL 2 kuning 1 45,25 1624,9±0,70
Berdasarkan eksperimen yang telah 2 kuning 2 - -
dilakukan, maka hasil yang diperoleh
adalah sebagai berikut: đ±Δđ D ± ΔD D (%)
Table 3.1 Perhitungan spektrum kisi 6,36x10-4 ± 0,07
dengan sudut datang io = 0°
6,46 x10-4± 0,09
Orde Warna θn (o) d ± Δd 1608,4±4,49 3,52
6,48 x10-4± 0,10
1 ungu 15,25 1656,8 ± 6,97
7,15 x10-4± 0,11
1 hijau 19 1683,5 ±4,46
1,45 x10-3± 0,19
1 kuning 1 20,5 1647,6 ±3,82
1,63 x10-3± 0,30
1 kuning 2 21,75 1562,8 ±3,38 1634,9±1,01 1,93
2 ungu 31,75 1656,4 ±1,54 1,75 x10-4 ± 0,36

2 hijau 41,5 1654,3 ±0,85 -


2 kuning 1 44,25 1653,8 ±0,74
2 kuning 2 47 1583,6 ±0,64
590

540
đ±Δđ D ± ΔD D (%)
6,25x10-4±0,070 490

6,28x10-4±0,091 440
1637,7 ± 4,66 1,76
6,47x10-4±0,099 390
0.23 0.28 0.33 0.38
6,88x10-4±0,107
1,42x10-3±0,182 sin ϴ

1,61x10-3±0,295 Gambar 3.1 Grafik hubungan sin θ terhadap nλ


1637,0 ± 0,94 1,80
1,69x10-3±0,340 saat sudut datang 0o(biru) dan 10o(merah) pada
1,85x10-3±0,393 orde 1
6

m c Δy Δm Δc
1250
1200
1150
1100

1050 1622,04 8,07 104,98 808,06 517,94


1000
950
900
850
800
0.4 0.6 0.8
sin ϴ
23
Gambar 3.1 Grafik hubungan sin θ terhadap nλ 21

saat sudut datang 0o(biru) dan 10o(merah) pada 19

λ
orde 2 17

15

Table 3.3 Perhitungan error grafik pada 13


400 500 600
orde 1 ϴ
x y x^2 y^2 x.y
0,27 435,8 0,07 189921,6 116,5 Gambar 3.3 Grafik hubungan sin θ terhadap nλ
Error
dengan errornya pada orde 1
Graph 0,33 548,1 0,11 300413,6 183,0
0,35 577 0,12 332929 202,1
Σ 0,95 1560,9 0,31 823264,3 501,5 51
46
41
m c Δy Δm Δc
36
λ

31
26
1697,6 -17,97 0,58 9,35 2,98 21
400 500 600
ϴ

Gambar 3.4 Grafik hubungan sin θ terhadap nλ


Table 3.3 Perhitungan error grafik pada dengan errornya pada orde 2
orde 2
x y x^2 y^2 x.y 4. DISKUSI
0,53 871,6 0,28 759686,6 465,1 Percobaan mengenai spektrum kisi
Error
0,67 1096,2 0,44 1201654 729,9
dengan panjang gelombang berbeda, yaitu
0,71 1154 0,50 1331716 819,6
dari warna ungu yang memiliki panjang
Σ 1,91 3121,8 1,23 3293057 2014,6
gelombang terkecil sampai warna kuning
kedua yang panjang gelombangnya
7

terbesar. Hasil yang diperoleh dari semakin besar, θn semakin besar dan d nya
percobaan pertama dengan sudut datang akan semakin kecil. Grafik hubungan antar
o
i0=0 dapat dilihat pada tabel 3.1 untuk keduanya, yaitu sudut difraksi dan panjang
orde 1 dan tabel 3.2 untuk orede 2. gelombang pada orde 1 dan 2 dapat dilihat
Berdasarkan data pengamatan dan pada gambar 4.1. dan gambar 4.2. Grafik
perhitungan yang diproleh, menyimpulkan tersebut dapat dideskripsikan sebagai
bahwa semakin besar panjang gelombang sebandingnya sudut difraksi dengan
maka sudut rata-rata yang dibentuk dari panjang gelombangnya. Spektrum kuning 2
sudut kanan dan kiri adalah yaitu sebagai pada orde 2 tidak terlihat jelas pada
sudut difraksi dari gelombang datang pengamatan karena selain intensitas
semakin besar. Misalkan ungu yang sudut keluaran yang menembus kisi kecil dan
difraksi dari pengamatan yang sudah terdapat cahaya lain masuk juga karena
dilakukan yaitu 15,52o, sedangkan kuning perbedaan panjang gelombang kuning 1
kedua yang panjang gelombang paling dan kuning 2 yang kecil sehingga
besar pada percobaan yaitu 21,75o, memungkinkan tata letaknya berdempetan
sedangkan pada orde kedua yaitu 31,75o sehingga susah membedakannya.
dan 47o. Berbeda halnya dengan jarak antar
Percobaan kedua spektrum yaitu
celah, semakin besarnya sudut difraksi
dengan memvariasi sudut datang menjadi
yang dibentuk karena besarnya panjang
10o. Hasil yang diperoleh dapat dilihat
gelombang maka jarak antar celah semakin
pada tabel 4.2. Kesimpulan dari hasil yang
kecil. Sudut difraksi (θn) dan jarak antar
diperoleh yaitu semakin besar panjang
celah (d) juga dipengaruhi oleh orde dari
gelombang maka semakin besar pula sudut
gelombang yang telah terinterferensi. Orde
difraksinya. Sama halnya pada sudut
pertama dan kedua, untuk warna dan
datang 0o , jarak antar celahnya semakin
panjang gelombang yang sama memiliki
kecil hal ini dikarenakan sudut difraksi
sudut difraksi yang berbeda. Sudut difraksi
berbanding terbalik dengan jarak antar
pada terang kedua semakin besar,
celah dimana teori ini didapat dari konsep
sedangkan semakin kecil untuk jarak antar
trigonometri pada gambar proses difraksi
celahnya. Hal ini dikarenakan pada
pada celah banyak. Sudut difraski yang
frekuensi dari setiap panjang gelombang
dibentuk semakin besar untuk orde kedua,
memiliki bilangan gelombang yang
hubungan ini dipengaruhi oleh jarak antara
konstan, yaitu mengarah pada nilai
setiap orde dengan terang pusatnya.
minimum. Jadi untuk setiap n yang
Perbedaan sudut difraksi pada variasi sudut
8

datang sangat kecil, bahkan kurang lebih difraksi yang dibentuk semakin lebar.
1o. Berdasarkan konsep pembelokan Orde mempengaruhi pembentukan
gelombang, akan ada perbedaan sudut sudut difraksi, semakin besar ordenya
difraksi untuk variasi sudut datang namun maka sudut difraksinya semakin besar
tetap bersebandingan. Grafik hubungan pula. Secara berturut-turut, 15,52o dan
antara sudut difraksi dan panjang 21,75o pada orde 1, 31,75o dan 47o pada
gelombang dapat dilihat pada gambar 4.2. orde 2 adalah sudut yang dibentuk oleh
dari gambar digambarkan semakin besar spektrum ungu dan kuning 2.
panjang gelombanya, maka semakin besar 2. Semakin besar panjang gelombangnya,
pula sudut difraksinya. maka sudut difraksinya semakin besar
Hasil yang didapat dari praktikum pula. Orde mempengaruhi pembentukan
dan pengolahan data sesuai dengan teori. sudut difraksi, semakin besar ordenya
Orde dan panjang gelombang berpengaruh maka sudut difraksinya semakin besar
terhadap sudut difraksi yang terbentuk. pula.
Semakin besar ordenya, maka sudut yang 3. Hasil praktikum sesuai dengan literatur,
dibentuk juga semakin lebar. Sama halnya yaitu sudut difraksi berbanding lurus
dengan λ, semakin besar panjang
gelombangnya maka sudut difraksinya 5.2 Saran
semakin besar pula. Selain itu, ketiganya Praktikan selanjutnya sebaiknya
terdapat hubungan dengan jarak antar memahami konsep serta langkah-langkah
celah. Semakin besar sudut difraksi maka dari judul yang akan dipraktikumkan.
jarak antar celah semakin keci dan Mengecek alat merupakan hal penting
sebaliknya, semakin kecil sudut difraksinya lainnya sebelum melakukan praktikum,
maka jarak antar celah akan semakin besar. pastikan alat-alatnya berfungsi dengan
baik. Eksperimen mengenai spektrum kisi
5. KESIMPULAN DAN SARAN membutuhkan temapt yang benarbenar
5.1 Kesimpulan gelap, oleh karena itu sebaiknya
Kesimpulan yang diperoleh dari penempatannya harus jauh dari pintu
eksperimen spektrum kisi yang telah masuk dan percobaan lain yang
dilakukan adalah sebagai berikut: memungkinkan cahaya masuk mengenai
1. Semakin besar panjang gelombangnya, kisi.
maka sudut difraksinya semakin besar
pula, sebaliknya, semakin pendek
panjang gelombangnya maka sudut
9

DAFTAR PUSTAKA

Beiser, Arthur. 1991. Konsep Fisika


Modern:Edisi Ketiga. Jakarta :
Erlangga.

Giancolli. 2001. Fisika Universitas Edisi 5


Jilid 2. Jakarta: Erlangga.

Gribbin, J. 2003. Essential Science


Terjemahan. Jakarta: Erlangga.

Muljono. 2003. Fisika Modern.


Yogyakarta: Andi Press.

Suparmono. 2005. Fisika Dasar II. Malang


: UM Press.

Tim Penyusun. 2017. Buku Panduan


Praktikum (Lab Manual)
Eksperimen Fisika I. Jember:
Universitas Jember.

Young dan Freedman. 2001. Fisika


Universitas Jilid 2. Jakarta
Erlangga.