Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Profesionalisme seorang guru bukanlah hanya mengembangkan ilmu pengetahuan,


tetapi lebih kepada kemampuanya melaksanakan pembelajaran yang menarik untuk siswa
sehingga siswa lebih aktif mengikuti pembelajaran. Daya tarik suatu pelajaran terletak
pada dua hal yaitu oleh mata pelajaran itu sendiri dan cara guru mengajar.
Cara guru mengajar menjadi salah satu penentu keberhasilan proses belajar mengajar.
Salah satu caranya adalah dengan penerapan model pembelajaran. Model pembelajaran
adalah pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran. Model
diartikan sebagai kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam
melakukan kegiatan.
Dalam proses pembelajaran yang menggunakan model inkuiri, guru sebagai
“fasilitator pembelajaran”. Siswa mengajukan beberapa pertanyaan, menimbulkan
hipotesis, penelitian dan percobaan, menganalisis data, dan memberikan penjelasan
sebagai bukti.
Inquiry dibentuk dan meliputi discovery dan lebih banyak lagi. Dengan kata lain,
inquiry adalah suatu perluasan proses-proses discovery yang digunakan dalam cara lebih
dewasa.
Sebagai tambahan pada proses-proses discovery, inkuiri mengandung proses-proses
mental yang lebih tinggi tingkatannya, misalnya merumuskan problema sendiri,
merancang eksperimen, melakukan eksperimen, mengumpulkan dan menganalisis data,
menarik kesimpulan, mempunyai sikap-sikap obyektif, jujur, hasrat ingin tahu, terbuka,
dan sebagainya.
Inkuiri berarti guru harus menyediakan situasi sedemikian rupa sehingga siswa
didorong untuk melakukan prosedur yang digunakan oleh penelitian. Makalah ini
menyajikan model inkuiri beserta penerapannya dalam pembelajaran IPA kelas atas.

1
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian model pembelajaran inkuiri?
2. Apa saja prinsip-prinsip model pembelajaran inkuiri?
3. Apa saja karakteristik model pembelajaran inkuiri?
4. Bagaimana langkah-langkah model pembelajaran inkuiri?
5. Apa saja kelebihan dan kekurangan model pembelajaran inkuiri?
6. Bagaimana penerapan model pembelajaran inkuiri di kelas tinggi?
C. Tujuan
1. Menjelaskan pengertian model inkuiri.
2. mendeskripsikan macam prinsip-prinsip model inkuiri.
3. Mendeskripsikan karakteristik model pembelajaran inkuiri.
4. Mendeskripsikan langkah-langkah model inkuiri.
5. Menjabarkan kelebihan dan kekurangan model inkuiri.
6. Menjelaskan penerapan model inkuiri di kelas tinggi.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Model Pembelajaran Inkuiri

Kata inkuiri berasal dari bahasa inggris “Inquiry” berarti pertanyaan, pemeriksaan, atau
penyelidikan. Model pembelajaran inquiry adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang
menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analisis untuk mencari dan menemukan
sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan (Sanjaya, 2006).
Menurut Piaget bahwa model pembelajaran inquiry adalah model pembelajaran yang
mempersiapkan siswa pada situasi untuk melakukan eksperimen sendiri secara luas agar
melihat apa yang terjadi, ingin melakukan sesuatu, mengajukan pertanyaan-pertanyaan, dan
mencari jawabannya sendiri, serta menghubungkan penemuan yang satu dengan penemuan
yang lain, membandingkan apa yang ditemukannya dengan yang ditemukan siswa lain
(mulyasa, 2008).
Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inquiry adalah model pembelajaran yang
mempersiapkan siswa pada situasi untuk melakukan eksperimen sendiri sehingga dapat
berpikir secara kritis untuk mencari dan menemukan jawaban dari suatu masalah yang
dipertanyakan.

B. Prinsip-Prinsip Model Pembelajaran Inkuiri

Menurut Sanjaya (2011:199) ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan oleh setiap
guru dalam penggunaan metode inkuiri, yaitu:
1. Berorientasi pada pengembangan intelektual
Tujuan utama dari metode inkuiri adalah pengembangan kemampuan berpikir. Dengan
demikian, metode ini selain berorientasi kepada hasil belajar juga berorientasi pada proses
belajar. Karena itu, kriteria keberhasilan dari proses pembelajaran dengan menggunakan
metode inkuiri bukan ditentukan oleh sejauh mana siswa dapat menguasai materi pelajaran,
akan tetapi sejauh mana siswa beraktivitas mencari dan menemukan sesuatu.

3
2. Prinsip interaksi
Pembelajaran adalah proses interaksi, baik interaksi antara siswa maupun interaksi siswa
dengan guru, bahkan interaksi antara siswa dengan lingkungan. Pembelajaran sebagai proses
interaksi berarti menempatkan guru sebagai pengatur lingkungan yang mengarahkan agar
siswa bisa mengembangkan kemampuan berpikirnya melalui interaksi mereka.
3. Prinsip bertanya
Kemampuan guru dalam bertanya pada pembelajaran yang menggunakan metode inkuiri
sangat diperlukan. Sebab dengan memberikan pertanyaan kepada siswa akan melatih
kemampuan berpikirnya. Oleh sebab itu, kemampuan guru untuk bertanya dalam setiap
langkah inkuiri sangat diperlukan, baik bertanya untuk melacak maupun bertanya untuk
menguji kemampuan.
4. Prinsip belajar untuk berpikir
Belajar bukan hanya mengingat sejumlah fakta, akan tetapi belajar adalah proses berpikir
(learning how to think), yakni proses mengembangkan potensi seluruh otak, baik otak kiri
maupun otak kanan; baik otak reptil, otak limbik maupun otak neokortek.
5. Prinsip keterbukaan
Pembelajaran yang bermakna adalah pembelajaran yang menyediakan berbagai
kemungkinan sebagai hipotesis yang harus dibuktikan kebenarannya. Dalam metode inkiri,
tugas guru adalah menyediakan ruang untuk memberikan kesempatan kepada siswa
mengembangkan hipotesisnya dan secara terbuka membuktikan kebenaran hipotesis yang
diajukan.

C. Karakteristik Model Pembelajaran Inkuiri


Kuslan dan Stine (dalam Dahar dan Liliasari, 1986) mendefinisikan pendekatan inkuiri
sebagai pengajaran dimana guru dan murid mempelajari peristiwa ilmiah dengan pendekatan
dan jiwa para ilmuwan. Secara operasional mereka menyatakan bahwa pendekatan inkuiri
mempunyai karakteristik :
1. Menggunakan keterampilan-keterampilan proses IPA.
2. Tidak ada keharusan untuk menyelesaikan unit tertentu dalam waktu tertentu.

4
3. Jawaban yang dicari tidak diketahui terlebih dahulu dan tidak ada di dalam buku pelajaran.
Buku-buku petunjuk yang dipilih berisi pertanyaan dan saran untuk menentukan jawaban,
bukan memberi jawaban.
4. Murid bersemangat sekali untuk menemukan jawaban atas pertanyyan mereka sendiri.
5. Proses pembelajaran berpusat pada pertanyaan “mengapa” dan “bagaimana” kita mengetahui,
serta “betulkah kesimpulan kita ini”.
6. Suatu masalah ditemukan lalu dipersempit hingga terlihat kemungkinan masalah itu dapat
dipecahkan.
7. Hipotesa dirumuskan oleh murid.
8. Murid mengusulkan cara pengumpulan data, melakukan eksperimen, pengadaan pengamatan,
membaca dan menggunakan sumber lain.
9. Semua usul dinilai bersama, bila ditentukan pula asumsi, keterlibatan, kesukaran.
10. Murid melakukan penelitian, secara individu atau kelompok, untuk mengumpulka data yang
digunakan untuk menguji hipotesa.
11. Murid mengolah data dan sampai pada kesimpulan sementara. Juga memberikan penjelasan
secara ilmiah.

D. Langkah-Langkah Model Pembelajaran Inkuiri


Menurut Sanjaya (2011:201) mengemukakan Secara umum bahwa proses pembelajaran
yang menggunakan metode inkuiri dapat mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:
1. Orientasi
Langkah orientasi adalah langkah untuk membina suasana atau iklim pembelajaran yang
responsif sehingga dapat merangsang dan mengajak siswa untuk berpikir memecahkan
masalah. Keberhasilan metode inkuiri sangat tergantung pada kemauan siswa untuk
beraktivitas menggunakan kemampuannya dalam memecahkan masalah.
2. Merumuskan masalah
Merumuskan masalah merupakan langkah membawa siswa pada suatu persolan yang
mengandung teka teki. Persoalan yang disajikan adalah persoalan yang menantang siswa
untuk berpikir dalam mencari jawaban yang tepat. Proses mencari jawaban itulah yang
sangat penting dalam metode inkuiri, siswa akan memperoleh pengalaman yang sangat
berharga sebagai upaya mengembangkan mental melalui proses berpikir. Mengutip dari

5
pendapat Sanjaya (2011:202) yang mengemukakan bahwa ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan dalam merumuskan masalah, di antaranya:
a) Masalah hendaknya dirumuskan sendiri oleh siswa. Dengan demikian, guru hendaknya
tidak merumuskan sendiri masalah pembelajaran, guru hanya memberikan topik yang
akan dipelajari, sedangkan bagaimana rumusan masalah yang sesuai dengan topik yang
telah ditentukan sebaiknya diserahkan kepada siswa.
b) Masalah yang dikaji adalah masalah yang mengandung jawaban yang pasti. Artinya,
guru perlu mendorong agar siswa dapat merumuskan masalah yang menurut guru
jawanbannya sudah ada, tinggal siswa mencari dan mendapatkan jawabannya secara
pasti.
c) Konsep-konsep dalam masalah adalah konsep-konsep yang sudah diketahui terlebih
dahulu oleh siswa. Artinya, sebelum masalah itu dikaji melalui proses inkuiri, terlebih
dahulu guru perlu yakin terlebih dahulu bahwa siswa sudah memiliki pemahaman
tentang konsep-konsep yang ada dalam rumusan masalah.
3. Mengajukan hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara dari suatu permasalahan yang sedang dikaji. Sebagai
jawaban sementara, hipotesis perlu diuji kebenarannya. Dalam langkah ini, guru memberikan
kesempatan kepada siswa untuk mengemukakan pendapatnya sesuai dengan permasalahan
yang telah diberikan. Salah satu cara yang dapat dilakukan guru untuk mengembangkan
kemampuan siswa dalam memberikan hipotesis adalah dengan mengajukan berbagai
pertanyaan yang dapat mendorong siswa untuk dapat mengajukan jawaban sementara. Selain
itu, kemampuan berpikir yang ada pada diri siswa akan sangat dipengaruhi oleh kedalaman
wawasan yang dimiliki serta keluasan pengalaman. Dengan demikian, setiap siswa yang
kurang mempunyai wawasan akan sulit mengembangkan hipotesis yang rasional dan logis.
4. Mengumpulkan data
Mengumpulkan data adalah aktivitas menjaring informasi yang dibutuhkan untuk
menguji hipotesis yang diajukan. Kegiatan mengumpulkan data meliputi percobaan atau
eksperimen. Dalam metode inkuiri, mengumpulkan data merupakan proses mental yang
sangat penting dalam pengembangan intelektual. Oleh sebab itu, tugas dan peran guru dalam
tahap ini adalah mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang dapat mendorong siswa untuk
berpikir mencari informasi yang dibutuhkan.

6
5. Menguji hipotesis
Menguji hipotesis adalah proses menentukan jawaban yang dianggap diterima sesuai
dengan data atau informasi yang diperoleh berdasarkan pengumpulan data. Yang terpenting
dalam menguji hipotesis adalah mencari tingkat keyakinan siswa atas jawaban yang
diberikan siswa. Disamping itu, menguji hipotesis juga berarti mengembangkan kemampuan
berpikir rasional.
6. Merumuskan kesimpulan
Merumuskan kesimpulan adalah proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh
berdasarkan hasil pengujian hipotesis. Merumuskan kesimpulan merupakan hal yang utama
dalam pembelajaran. Biasanya yang terjadi dalam pembelajaran, karena banyaknya data yang
diperoleh menyebabkan kesimpulan yang dirumuskan tidak fokus terhadap masalah yang
hendak dipecahkan. Oleh karena itu, untuk mencapai kesimpulan yang akurat sebaiknya guru
mampu menunjukkan pada siswa data mana yang relevan.

E. Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Inkuiri


1. Kelebihan Model Pembelajaran Inkuiri
Sebagaimana yang dikemukakan oleh Sanjaya (2011 :208) bahwa metode inkuiri
memiliki beberapa keunggulan, diantaranya:
a) Metode inkuiri merupakan metode pembelajaran yang menekankan kepada
pengembangan aspek kognitif, afektif dan psikomotor secara seimbang sehingga
pembelajaran akan lebih bermakna.
b) Metode inkuiri memberikan ruang kepada siswa untuk belajar sesuai dengan gaya belajar
mereka.
c) Metode inkuiri merupakan metode yang dianggap sesuai dengan perkembangan psikologi
belajar modern yang menganggap belajar adalah proses perubahan tingkah laku berkat
adanya perubahan.
d) Keuntungan lain adalah metode pembelajaran ini dapat melayani kebutuhan siswa yang
memiliki kemampuan di atas rata-rata. Artinya, siswa yang memiliki kemampuan belajar
yang bagus tidak akan terhambat oleh siswa yang lemah dalam belajar.

7
2. Kekurangan Model Pembelajaran Inkuiri
Begitu pula dikemukakan oleh Sanjaya (2011 :208) bahwa metode inkuiri sebagai salah
satu metode pembelajaran di samping memiliki banyak keunggulan juga memiliki
kelemahan, diantaranya:
a) Jika metode inkuiri digunakan sebagai metode pembelajaran, maka akan sulit mengontrol
kegiatan dan keberhasilan siswa.
b) Metode ini sulit dalam merencanakan pembelajaran oleh karena terbentur dengan
kebiasaan siswa dalam belajar.
c) Saat mengimplementasikannya, memerlukan waktu yang panjang sehingga sering guru
sulit menyesuaikannya dengan waktu yang telah ditentukan.
d) Selama kriteria keberhasilan ditentukan oleh kemampuan siswa menguasai materi
pelajaran, maka metode inkuiri akan sulit diimplementasikan oleh setiap guru.

F. Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Di Kelas Tinggi

RANCANGAN RPP MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI (GAYA MAGNET)


1. Tahap pendahuluan
Pada tahapan ini penulis melakukan kegiatan sebagai berikut:
a) Mengkondisikan siswa pada situasi belajar yang lebih baik, kegiatannnya berupa:
1) Siswa berbaris sebelum masuk kelas
2) Siswa berdo’a sebelum belajar dimulai
3) Penulis mengabsen tentang kehadiran siswa
b) Menjelaskan tujuan-tujuan pembelajaran yang akan dicapai, misalnya setelah
pembelajaran ini selesai diharapkan siswa dapat menyebutkan benda-benda yang dapat
ditarik magnet dan benda yang tidak dapat ditarik magnet, siswa dapat menyebutkan bagian
magnet yang memiliki gaya kemagnetannya paling besar.
c) Melakukan apersepsi atau motivasi:
Pada tahapan ini penulis melakukan tahapan orientasi atau lebih umum dikenal dengan
sebutan apersepsi atau motivasi. Kegiatan yang dilakukan penulis dengan cara menunjukkan
dua kotak dengan bungkus yang sama akan tetapi isinya berbeda. Kotak yang satu isinya
kosong dan kotak yang satunya lagi berisi magnet. Selanjutnya guru menunjukkan dua
kotak itu dan menempelkan klip kertas pada dua kotak itu secara bergantian. Selanjutnya

8
guru menugaskan siswa untuk mengamati salah satu kotak yang dapat menempelkan klip
kertas tersebut. Siswa ditugaskan untuk menebaknya tentang isi kotak yang bisa
menempelkan klip kertas tersebut. Selanjutnya guru membuka kotak itu dan menunjukkan
ke siswa bahwa klip kertas bisa menempel karena di dalam kotak ada magnet. Pada kegiatan
ini diharapkan siswa dapat lebih siap untuk mengikuti kegiatan pembelajaran yang akan
dilakukan.
2. Kegiatan Inti pembelajaran
a) Tahap eksplorasi
Pada tahap ini penulis memberikan pertanyaan-pertanyaan sederhana, misalnya: siapa
yang pernah bermain-main dengan magnet? Apa yang kamu lakukan dengan magnet?
Sehingga diharapkan siswa memunculkan permasalahan dari konsep magnet tersebut.
Adapun permasalahan yang akan dibahas pada pelajaran ini yaitu:
1) Benda-benda apa saja yang dapat ditarik oleh magnet?
2) Pada bagian mana pada magnet yang memiliki gaya kemagnetannya paling besar?
Selanjutnya siswa ditugaskan untuk menjawab permasalahan yang dimunculkan sehingga
diperoleh hipotesis sederhana sebagai berikut: “Bahwa semua benda yang berbahan besi,
nikel meruapan benda yang dapat ditarik magnet. Dan kekuatan magnet yang paling besar
terdapat di ujung magnet”.
b) Tahap elaborasi
Pada tahap ini penulis lakukan sebagai berikut:
1) Membagikan lembar kerja siswa (LKS) serta memberikan bahan-bahan yang akan
digunakan siswa untuk melakukan percobaan. Penulis memberikan petunjuk yang
sederhana agar pelaksanaan perobaan dapat berjalan lancar.
2) Siswa secara berkelompok melakukan percobaan dan menuangkan hasilnya pada
LKS yang telah disediakan
3) Masing-masing kelompok melakukan presentasi
4) Penulis bersama-sama siswa menyimpulkan hasil percobaan yang telah dilakukan
siswa.
5) Penulis bertanya kembali tentang permasalahan yang muncul saat pembelajaran
dimulai. Apakah kesimpulan yang diperoleh bisa menjawab permasalahan yang

9
dimunculkan. Pada tahapan ini dikenal dengan istilah pengujian hipotesis
berdasarkan data yang diperoleh siswa saat melakukan percobaan.
6) Siswa memajangkan hasil percobaan di papan pajangan.
c) Tahap konfirmasi
1) Guru memberikan kesempatan yang seluas-lusanya kepada siswa untuk bertanya,
menyampaikan pendapatnya atau pengalaman-pengalaman siswa selama
menggunakan magnet.
2) Penulis menjelaskan bahwa semua benda yang berbahan besi, nikel dan kobal dapat
ditarik magnet.
3. Kegiatan akhir
Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut:
a) Penulis memberikan penilaian dengan alat tes berupa tes uraian singkat
b) Memberikan umpan balik dengan cara tugas sederhana
c) Ucapan terima kasih dan salam

10
BAB III

PENUTUP

A. Simpulan
Pengertian : Model pembelajaran inquiry adalah model pembelajaran yang
mempersiapkan siswa pada situasi untuk melakukan eksperimen sendiri sehingga dapat
berpikir secara kritis untuk mencari dan menemukan jawaban dari suatu masalah yang
dipertanyakan.
Prinsip-Prinsip Model Pembelajaran Inkuiri
Menurut Sanjaya (2011:199) ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan oleh
setiap guru dalam penggunaan metode inkuiri, yaitu:
1. Berorientasi pada pengembangan intelektual
2. Prinsip interaksi
3. Prinsip bertanya
4. Prinsip belajar untuk berpikir
5. Prinsip keterbukaan
Karakteristik Model Pembelajaran Inkuiri
Kuslan dan Stine (dalam Dahar dan Liliasari, 1986) mendefinisikan pendekatan
inkuiri sebagai pengajaran dimana guru dan murid mempelajari peristiwa ilmiah dengan
pendekatan dan jiwa para ilmuwan. Secara operasional mereka menyatakan bahwa
pendekatan inkuiri mempunyai karakteristik :
1. Menggunakan keterampilan-keterampilan proses IPA.
2. Tidak ada keharusan untuk menyelesaikan unit tertentu dalam waktu tertentu.
3. Jawaban yang dicari tidak diketahui terlebih dahulu dan tidak ada di dalam buku
pelajaran. Buku-buku petunjuk yang dipilih berisi pertanyaan dan saran untuk
menentukan jawaban, bukan memberi jawaban.
4. Murid bersemangat sekali untuk menemukan jawaban atas pertanyyan mereka
sendiri.
5. Proses pembelajaran berpusat pada pertanyaan “mengapa” dan “bagaimana” kita
mengetahui, serta “betulkah kesimpulan kita ini”.

11
6. Suatu masalah ditemukan lalu dipersempit hingga terlihat kemungkinan masalah itu
dapat dipecahkan.
7. Hipotesa dirumuskan oleh murid.
8. Murid mengusulkan cara pengumpulan data, melakukan eksperimen, pengadaan
pengamatan, membaca dan menggunakan sumber lain.
9. Semua usul dinilai bersama, bila ditentukan pula asumsi, keterlibatan, kesukaran.
10. Murid melakukan penelitian, secara individu atau kelompok, untuk mengumpulka
data yang digunakan untuk menguji hipotesa.
11. Murid mengolah data dan sampai pada kesimpulan sementara. Juga memberikan
penjelasan secara ilmiah.
Langkah-Langkah Model Pembelajaran Inkuiri

Menurut Sanjaya (2011:201) mengemukakan Secara umum bahwa proses


pembelajaran yang menggunakan metode inkuiri dapat mengikuti langkah-langkah sebagai
berikut:

1. Orientasi
2. Merumuskan masalah
3. Mengajukan hipotesis
4. Mengumpulkan data
5. Menguji hipotesis
6. Merumuskan kesimpulan

B. Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Inkuiri


1. Kelebihan Model Pembelajaran Inkuiri
Sebagaimana yang dikemukakan oleh Sanjaya (2011 :208) bahwa metode inkuiri memiliki
beberapa keunggulan, diantaranya:
a) Metode inkuiri merupakan metode pembelajaran yang menekankan kepada
pengembangan aspek kognitif, afektif dan psikomotor secara seimbang sehingga
pembelajaran akan lebih bermakna.
b) Metode inkuiri memberikan ruang kepada siswa untuk belajar sesuai dengan gaya
belajar mereka.

12
c) Metode inkuiri merupakan metode yang dianggap sesuai dengan perkembangan
psikologi belajar modern yang menganggap belajar adalah proses perubahan tingkah
laku berkat adanya perubahan.
d) Keuntungan lain adalah metode pembelajaran ini dapat melayani kebutuhan siswa yang
memiliki kemampuan di atas rata-rata. Artinya, siswa yang memiliki kemampuan belajar
yang bagus tidak akan terhambat oleh siswa yang lemah dalam belajar.
2. Kekurangan Model Pembelajaran Inkuiri
Begitu pula dikemukakan oleh Sanjaya (2011 :208) bahwa metode inkuiri sebagai salah satu
metode pembelajaran di samping memiliki banyak keunggulan juga memiliki kelemahan,
diantaranya:
a) Jika metode inkuiri digunakan sebagai metode pembelajaran, maka akan sulit
mengontrol kegiatan dan keberhasilan siswa.
b) Metode ini sulit dalam merencanakan pembelajaran oleh karena terbentur dengan
kebiasaan siswa dalam belajar.
c) Saat mengimplementasikannya, memerlukan waktu yang panjang sehingga sering guru
sulit menyesuaikannya dengan waktu yang telah ditentukan.
d) Selama kriteria keberhasilan ditentukan oleh kemampuan siswa menguasai materi
pelajaran, maka metode inkuiri akan sulit diimplementasikan oleh setiap guru.

C. Saran
1. Penggunaan model pembelajaran inkuiri dapat memberikan kesempatan pada siswa untuk
melakukan penemuan.
2. Peran guru diharapkan aktif dalam pembelajaran.

13
DAFTAR PUSTAKA

Hamalik Oemar.(2001). Proses Belajar Mengajar. Jakarta:Bumi Aksara


Sanjaya, W. (2011). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta:
Kencana.

14