Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH BUDIDAYA TANAMAN OBAT

“ CARA BUDIDAYA TANAMAN HERBA “

Disusun Oleh :
Kelompok 11
Nurfaida ( G 701 15 101 )
Muaadzatul Izzah Sudarman ( G 701 15 024 )
Adifa Gabella ( G 701 15 029 )
Amalia Larasati ( G 701 15 096 )
Alimudin ( G 701 15 039 )

PROGRAM STUDI FARMASI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS TADULAKO

PALU

2018
1. THYMI HERBA (MMI)

Tanaman thyme merupakan jenis tanaman yang terdiri dari 350


spesies serta memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh. Thyme
menjadi rempah-rempah yang sangat popular diberbagai belahan dinia.
Penggunaan thyme dapat direbus, dijadikan salad, sebagai sayuran, sup dll.
Thyme juga dimanfaatkan sebagai bumbu khas masakan di berbagai negara
seperti negara-negara Arab, Perancis, Turki, Spanyol, Perancis, untuk
berbagai jenis masakan terutama daging. Thyme memperkuat rasa pada sup
dan kaldu. Thyme sendiri dikenal sejak jaman Yunani kuno, sebagai alat
mandi dan membakarnya sebagai dupa di kuil-kuil untuk membangkitkan
keberanian. Bangsa Mesir pada jaman dahulu menggunakannya pula sebagai
salah satu tumbuhan dalam proses mumifikasi.
Cara Budidaya :

1. Tanah dan Teknik Budidaya

Thyme lebih menyukai tanah yang kaya kapur, ringan, berpori dan
kering, tapi beradaptasi dengan baik untuk jenis lain asalkan mereka kaya
kelembaban. Timus adalah tanaman yang suka sinar matahari penuh, tetapi
budidaya ini juga mampu menahan suhu rendah, harus melindungi dari
temperatur terlalu rendah bila ditanam dalam pot, sementara di tanah
kebutuhan penyiangan.

Siklus perkembangbiakan dari timus biasanya berlangsung tiga


sampai empat tahun, sedangkan di daerah dengan iklim yang lebih dingin ini
menjadi siklus tahunan.Penaburan dilakukan di pembibitan selama bulan
Maret, benih harus dikubur begitu dangkal dan operasi pencangkokan akan
dibuat apakah pada musim gugur atau musim semi tergantung pada zona
iklim, menempatkan tanaman dalam baris pada jarak 50 -60 cm dari satu
sama lain, sekitar enam sampai delapan tanaman per meter persegi.
2. Pebanyakan
Secara umum, untuk memperbanyak tanaman dari timus, menggunakan tiga
metode: dengan biji, stek atau divisi tanaman. Benih harus ditanam di musim
panas (Juni-Juli) dalam pot tanah dicampur dengan pasir kasar, yang terakhir
untuk memfasilitasi drainase air, benih yang sangat kecil, pastikan Anda
menutupi mereka dengan lapisan tipis humus.Melakukan operasi menabur,
wadah akan tertutup dengan plastik dan tempat di zona senja di mana suhu
akan menjadi sekitar 15 0C, pada titik ini ingat untuk menjaga tanah di
kelembaban yang tepat mengendalikan setiap hari. Seperti disebutkan
sebelumnya, timus juga mengalikan dengan stek, jika Anda memilih metode
reproduksi, hal itu harus dilakukan selama musim semi dan musim panas,
stek diambil dari pohon induk akan memiliki panjang dewasa sekitar 7:00-
10:00 sentimeter dan sehat dan kuat.

3. Pemupukan dan Irigasi

Timus tidak perlu fertilisasi banyak: waktu operasi tanaman harus


dipupuk dengan pupuk kandang dalam jumlah sekitar 350 kwintal per hektar
dan lengkap dengan penambahan elemen yang diperlukan untuk
pengembangan yang tepat dari tanaman, seperti kalium, fosfor dan nitrogen
dalam jumlah sekitar 50 kilogram per hektar. Ketika tanaman thyme tumbuh
cukup, cukup nitrogen diberikan dalam jumlah sekitar 50 kilogram per
hektar di musim semi. Mengenai irigasi, timus harus minum beberapa kali
tetapi jumlah air yang dilakukan selama fase ini harus dibatasi untuk
menghindari genangan air yang dapat merusak tanaman.

4. Pemangkasan dan Koleksi

Pemangkasan terdiri dari menghapus bagian timus kering dan lemah


sehingga tanaman menjadi sakit atau korban serangan hama. Koleksi timus
dilakukan melalui memotong tanaman berbunga (3-5 cm dari tanah), antara
April dan sepanjang musim panas. Suku cadang yang digunakan tanaman ini
berbunga batang dan daun. Bunga-bunga dapat dipanen atau Juni atau
September. Setelah panen, daun dan bunga thyme kering. Akan dianjurkan
untuk tidak berlebihan dengan koleksi selama tahun pertama kehidupan
tanaman, karena mencapai tingkat produksi maksimum untuk tahun keempat
usia.

4. Penyakit dan Parasit


Timus dipengaruhi oleh penyakit dan parasit, kami akan menjelaskan di
bawah musuh utama: Salah satu penyakit utama yang menyerang timus
adalah Alternaria oleracea, hal itu mempengaruhi buah, sementara menthae
Puccinia, dan brengsek Thymi Aecidium Thyelauia Microspora apinis
mempengaruhi daun. Jika Anda melihat bahwa pabrik Anda kehilangan
semangat dan kuning, ini mungkin merupakan gejala dari serangan serangga,
khususnya di larva ngengat dan invertebrata cacing berbentuk.Untuk
mengatasi hama ini, harus diberikan sebelum operasi dari produk tanaman
yang cocok.

2. ANDROGRAPHIDIS HERBA

Sambiloto adalah sejenis tanaman herba dari famili Acanthaceae, yang


berasal dari India dan Sri Lanka. Sambiloto juga dapat dijumpai di daerah
lainnya, seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, serta beberapa tempat di benua
Amerika. tumbuhan sambiloto merupakan tumbuhan berkhasiat obat berupa
terna tegak yang tingginya bisa mencapai 90 sentimeter.
Asalnya diduga dari Asia tropika. Penyebarannya dari India meluas ke
selatan sampai di Siam, ke timur sampai semenanjung Malaya, kemudian
ditemukan Jawa. Tumbuh baik di dataran rendah sampai ketinggian 700 meter
dari permukaan laut. Sambiloto dapat tumbuh baik pada curah hujan 2000-
3000 mm/tahun dan suhu udara 25-32 derajat Celcius.

CARA BUDIDAYA

Pengolahan tanah

Pengolahan tanah dilakukan agar diperoleh tanah yang gemburdengan cara


menggarpu dan mencangkul tanah sedalam ± 30 cm.Tanah hendaknya dibersihkan
dari ranting-ranting dan sisa-sisa tanaman yang sukar lapuk. Saluran drainase
harus diperhatikan, terutama pada lahan yang datar jangan sampai terjadi
genangan (drainase kurang baik). Pembuatan dan pemeliharaan drainase
dimaksudkan untuk menghindari berkembangnya penyakit tanaman.

Penanaman
Untuk menghasilkan pertumbuhan tanaman yang maksimal, jarak tanam yang
dianjurkan adalah 40 x 50 cm, atau 30 x 40 cm,disesuaikan dengan tingkat
kesuburan tanah. Penanaman dapat dilakukan pada bedengan maupun guludan,
yang disesuaikan dengan kondisi lahan.

Pemupukan

Pemupukan yang dianjurkan meliputi pupuk kandang, Urea, SP-36 dan KCl.
Pupuk kandang diberikan seminggu sebelum tanam. Dosis pupuk kandang anjuran
berkisar antara 10-20 ton/ha, disesuaikan dengan tingkat kesuburan tanah. Pada
tanah yang miskin dan kurang gembur, dianjurkan untuk memberikan pupuk
kandang lebih banyak. Dosis pupuk buatan yang dianjurkan adalah 100-200 kg
Urea, 150 kg SP-36, 100-200 kg KCl per hektar. Pupuk SP-36 dan KCl diberikan
pada saat tanam, sedang Urea diberikan dua kali, yakni pada umur 1 dan 2 bulan
setelah tanam, masing-masing setengah dosis.

Pemeliharaan

Pemeliharaan perlu dilakukan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik. Penyiangan
dilakukan seperlunya disesuaikan dengan kondisi perkembangan gulma. Disamping
itu, drainase perlu jugadipelihara untuk menghindari terjadinya genangan air.
Pengendalian organisme pengganggu tanaman Hama dan penyakit yang ditemukan
menyerang pertanaman sambiloto adalah Aphis spp dan Sclerotium sp. Sclerotium sp
seringkali menyerang sambiloto khususnya pada musim hujan, dan menyebabkan
tanaman layu. Penggunaan bubuk cengkeh atau eugenoldapat mencegah penyebaran
Sclerotium sp.

Panen

Panen sebaiknya segera dilakukan sebelum tanaman berbunga, yakni sekitar 2 - 3


bulan setelah tanam. Panen dilakukan dengan cara mempangkas batang utama sekitar
10 cm diatas permukaan tanah. Panen berikutnya dapat dilakukan 2 bulan setelah
panen pertama. Produksi sambiloto dapat mencapai 35 ton biomas segar per ha, atau
sekitar 3 - 3,5 ton simplisia per ha Biomas hasil panen dibersihkan, daun dan batang
kemudian dijemur pada suhu 40 - 50°C sampai kadar air 10 %. Penyimpanan
ditempatkan dalam wadah tertutup sehingga tingkat kekeringannya tetap terjaga.