Anda di halaman 1dari 19

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang karena anugerah dari-Nya kami dapat
menyelesaikan makalah tentang "Proses Penciptaan Manusia” ini. Sholawat dan
salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan besar kita, yaitu Nabi
Muhammad SAW yang telah menunjukkan kepada kita jalan yang lurus berupa
ajaran agama Islam yang sempurna dan menjadi anugerah serta rahmat bagi
seluruh alam semesta.

Penulis sangat bersyukur karena telah menyelesaikan makalah yang menjadi tugas
pendidikan agama dengan judul " proses Penciptaan Manusia ". Disamping itu,
kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu kami selama pembuatan makalah ini berlangsung sehingga
terealisasikanlah makalah ini.

Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga makalah ini bisa bermanfaat dan
jangan lupa ajukan kritik dan saran terhadap makalah ini agar kedepannya bisa
diperbaiki.

Semarang, September 2016

Penyusun
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna dari
pada makhluk ciptaan Allah lainya. Hal ini dikarenakan manusia memiliki
akal, nafsu, dan bentuk tubuh yang dapat dilihat. Mengenai proses
kejadian manusia, dalam Al-Qur’an (QS. Al-Hijr (15) : 28-29) diterangkan
bahwa manusia diciptakan dari tanah dengan bentuk yang sebaik-baiknya
kemudian ditiupkan ruh kepadanya hingga menjadi hidup.
Ada teori yang mengatakan bahwa manusia berasal dari makhluk
yang mempunyai bentuk maupun kemampuan yang sederhana kemudian
mengalami evolusi dan kemudian menjadi manusia seperti sekarang ini.
Tetapi teori itu bertentangan dengan agama, khususnya agama islam.
Agama islam maupun kristen mryakini bahwa manusia pertama di dunia
adalah Nabi Adam a.s. disusul Siti Hawa dan kemudian keturunan-
keturunannya hingga menjadi banyak seperti sekarang ini. Hal ini
didasarkan pada berita-berita dan informasi-informasi yang terdapat pada
kitab suci masing-masing agama yang mengatakan bahwa Nabi Adam
adalah manusia pertama.
Oleh karena itu makalah ini dibuat untuk menjelaskan proses
penciptaan manusia menurut Al-quran, hadist, dan ilmu pengetahuan.

B. Rumusan Masalah
a. Apa pengertian manusia menurut pandangan Islam?
b. Dari apa manusia itu diciptakan?
c. Bagaimana asal usul manusia diciptakan?
d. Bagaimana proses penciptaan manusia itu?
e. Apa tujuan dan fungsi penciptaan manusia?

C. Tujuan dan Manfaat Penulisan


a. Untuk mengetahui pengertian manusia menurut pandangan Islam.
b. Untuk mengetahui dari apa manusia itu diciptakan.
c. Untuk menjelaskan bagaimana asal kejadian manusia dan siapa
pencipta-Nya berdasarkan Al-Qur’an, hadist, dan ilmu pengetahuan.
d. Untuk mengetahui bagaimana proses penciptaan manusia.
e. Untuk mengetahui tujuan dan fungsi penciptaan manusia.
BAB II

PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN MANUSIA SECARA UMUM

Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda dari


segi biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara
biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens (Bahasa
Latin yang berarti "manusia yang tahu"), sebuah spesies primata dari
golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Dalam hal
kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi
yang, dalam agama, dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan
ketuhanan atau makhluk hidup; dalam mitos, mereka juga seringkali
dibandingkan dengan ras lain. Dalam antropologi kebudayaan, mereka
dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya, organisasi mereka dalam
masyarakat majemuk serta perkembangan teknologinya, dan terutama
berdasarkan kemampuannya untuk membentuk kelompok,
dan lembaga untuk dukungan satu sama lain serta pertolongan.

Penggolongan manusia yang paling utama adalah berdasarkan jenis


kelaminnya. Secara alamiah, jenis kelamin seorang anak yang baru lahir
entah laki-laki atau perempuan. Anak muda laki-laki dikenal
sebagai putra dan laki-laki dewasa sebagai pria. Anak muda perempuan
dikenal sebagai putri dan perempuan dewasa sebagai wanita.

Penggolongan lainnya adalah berdasarkan usia, mulai


dari janin, bayi, balita, anak-anak, remaja, akilbalik, pemuda/i, dewasa,
dan (orang)tua.

Selain itu masih banyak penggolongan-penggolongan yang lainnya,


berdasarkan ciri-ciri fisik (warna kulit, rambut, mata; bentuk hidung;
tinggi badan), afiliasi sosio-politik-agama (penganut agama/kepercayaan
XYZ, warga negara XYZ, anggota partai XYZ), hubungan kekerabatan
(keluarga: keluarga dekat, keluarga jauh, keluarga tiri, keluarga angkat,
keluarga asuh; teman; musuh) dan lain sebagainya.

https://id.wikipedia.org/wiki/Manusia di telusuri pada tanggal 28/09/2016


pukul 20.46 WIB
 Pengertian Manusia menurut Para Ahli
Paula J. C. & Janet W. K.

Menurut Paula J. C. & Janet W. K. Manusia merupakan makhluk yang


terbuka, bebas memilih makna di dalam setiap situasi, mengemban
tanggung jawab atas setiap keputusan, yang hidup secara berkelanjutan,
serta turut menyusun pola hubungan antar sesama dan unggul
multidimensional dengan berbagai kemungkinan.

Omar Mohammad Al – Toumi Al – Syaibany


Menurut Omar Mohammad Al – Toumi Al – Syaibany, pengertian
manusia adalah makhluk yang mulia. Masuia merupakan makhluk yang
mampu berpikir, dan menusia merupakan makhluk 3 dimensi (yang terdiri
dari badan, ruh, dan kemampuan berpikir / akal). Manusia di dalam proses
tumbuh kembangnya dipengaruhi oleh dua faktor utama yaitu faktor
keturunan dan faktor lingkungan.
Kees Bertens

Menurut Kees Bertens, manusia adalah setiap makhluk yang terdiri dari
dua unsur yang satuannya tidak dapat dinyatakan dalam bentuk apapun.

Upanisads

Menurut Upanisads, manusia merupakan sebuah kombinasi dari beberapa


unsur kehidupan seperti roh (atman), pikiran, jiwa, dan prana (tubuh /
fisik).

Abineno J. I

Menurut Abineno J. I, manusia adalah “tubuh yang dilengkapi dengan jiwa


/ berjiwa” dan bukan “jia abadi yang berada atau pun yang terbungkus di
dalam sebuah tubuh / badan yang fana / tidak nyata”.
Sokrates
Menurut Sokrates, pengertian manusia adalah makhluk hidup yang
memiliki dua kaki, yang tidak berbulu, dan memiliki kuku datar berukuran
lebar.
I Wayan Watra

Menurut I Wayan Warta, manuisa merupakan makhluk yang dinamis yang


menganut trias dinamika yaitu cipta, karsa, dan rasa.

Erbe Sentanu

Menurut Erbe Sentanu, manusia merupakan makhluk sebaik – baiknya


yang diciptakan oleh Tuhan. Bahkan, dapat dikatakan manusia merupakan
ciptaan Tuhan yang paling sempurna jika dibandingkan dengan makhluk
citaannya yang lain.

Agung. P. P.

Menurut Agung P. P., Manusia dapat diartikan sebagai makhluk ciptaan


Tuhan yang paling sempurna, yang tersusun atas kesatuan fisik, ruh / jiwa,
dan akal pikiran yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan
lingkungannya.

http://pengertiandefinisi.com/pengertian-manusia-menurut-para-ahli/ di
telusuri pada tanggal 28/09/2016 pukul 20.50 WIB.
 Pengertian Manusia Menurut Ilmu Sains

Manusia adalah makhluk utama dalam dunia alami, mempunyai esensi


uniknya sendiri, dan sebagai suatu penciptaan atau sebagai suatu gejala
yang bersifat istimewa dan mulia. Ia memiliki kemauan, ikut campur
dalam alam yang independen, memiliki kekuatan untuk memilih dan
mempunyai andil dalam menciptakan gaya hidup melawan kehidupan
alami. Kekuatan ini memberinya suatu keterlibatan dan tanggung jawab
yang tidak akan punya arti kalau tidak dinyatakan dengan mengacu pada
sistem nilai.

 Pengertian Manusia Menurut Ilmu Sosiologi


Pengertian manusia menurut ilmu sosiologi adalah bagian dari masyarakat
yang dibedakan menjadi dua, yaitu manusia sebagai makluk individu dan
manusia sebagai makluk sosial yang melakukan interaksi dalam
kehidupanya.

Manusia sebagai makhluk individu memiliki unsur jasmani dan rohani,


unsur fisik dan psikis, unsur raga dan jiwa. Seseorang dikatakan sebagai
manusia individu manakala unsur-unsur tersebut menyatu dalam dirinya.
Jika unsur tersebut sudah tidak menyatu lagi maka seseorang tidak disebut
sebagai individu. Dalam diri individi ada unsur jasmani dan rohaninya,
atau ada unsur fisik dan psikisnya, atau ada unsur raga dan jiwanya.

Menurut kodratnya manusia adalah makhluk sosial atau makhluk


bermasyarakat, selain itu juga diberikan yang berupa akal pikiran yang
berkembang serta dapat dikembangkan. Dalam hubungannya dengan
manusia sebagai makhluk sosial, manusia selalu hidup bersama dengan
manusia lainnya. Dorongan masyarakat yang dibina sejak lahir akan selalu
menampakan dirinya dalam berbagai bentuk, karena itu dengan sendirinya
manusia akan selalu bermasyarakat dalam kehidupannya. Manusia
dikatakan sebagai makhluk sosial, juga karena pada diri manusia ada
dorongan dan kebutuhan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain,
manusia juga tidak akan bisa hidup sebagai manusia kalau tidak hidup di
tengah-tengah manusia.

 Pengertian Manusia Menurut Ilmu Biologi

Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens (Bahasa


Latin untuk manusia), sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang
dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Maanusia biasanya dipelajari
sebagai salah satu dari berbagai spesies di muka Bumi. Pembelajaran
biologi manusia kadang juga diperluas ke aspek psikologis serta
ragawinya, tetapi biasanya tidak ke kerohanian atau keagamaan. Secara
biologi, manusia diartikan sebagai hominid dari spesies Homo sapiens.
Satu-satunya subspesies yang tersisa dari Homo Sapiens ini adalah Homo
sapiens sapiens. Mereka biasanya dianggap sebagai satu-satunya spesies
yang dapat bertahan hidup dalam genus Homo. Manusia menggunakan
daya penggerak bipedalnya (dua kaki) yang sempurna. Dengan adanya
kedua kaki untuk menggerakan badan, kedua tungkai depan dapat
digunakan untuk memanipulasi obyek menggunakan jari jempol (ibu jari).

B. PENGERTIAN MANUSIA SECARA ISLAM


Hakikat manusia sejatinya adalah makhluk Allah yang paling sempurna,
yang diciptakan secara bertahap, yang terdiri atas dimensi jiwa dan raga,
jasmani dan rohani, sehingga memungkinkannya untuk menjadi wakil
Allah di muka bumi. Alquran merupakan sumber hukum islam yang
berasal dari firman Allah SWT. Pengertian manusia secara islam dapat
diambil dari Alquran.

ْ‫طِ ينْ مِ نْ بَش ًَرا خَالِقْ إِنِِّي لِل َم ََلئِ َك ِةْ َربُّكَْ قَا َلْ إِذ‬ . ‫لَ ْهُ فَقَعُوا ُروحِ ي مِ نْ فِي ِْه َونَفَختُْ َس َّويتُ ْهُ فَإِذَا‬
َْ‫اجدِين‬
ِ ‫س‬َ .
(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat, “Sesungguhnya
Aku akan menciptakan manusia dari tanah. Maka, apabila telah
Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya ruh (ciptaan)-Ku,
maka hendaklah kamu menyungkur dengan bersujud kepadanya.” (Q.S.
Shaad [38]: 71-72.)

ْ‫صالْ مِ نْ بَش ًَرا خَالِقْ إِنِِّي لِل َم ََلئِْ َك ِةْ َربُّكَْ قَا َلْ َوإِذ‬ َ ْ‫َمسنُونْ َح َمإْ مِ ن‬
َ ‫صل‬ . ‫َونَفَختُْ َس َّويتُ ْهُ فَإِذَا‬
ْ‫اجدِينَْ لَ ْهُ ُروحِ يفَقَعُوا مِ نْ فِي ِه‬
ِ ‫س‬َ .
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat,
“Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat
kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka, apabila
Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke
dalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan
bersujud.” (Q.S. al-Hijr [15]: 28-29)

‫اسْ أَيُّ َها يَا‬ ِْ ‫علَقَةْ مِ نْ ث ُ َّْم نُطفَةْ مِ نْ ث ُ َّْم ت ُ َرابْ مِ نْ َخلَقنَا ُكمْ فَإِنَّا البَع‬
ُ َّ‫ث مِنَْ َريبْ فِي ُكنتُمْ إِنْ الن‬ َ ‫مِْنْ ث ُ َّْم‬

ْ‫ام فِي َونُق ُِّرْ لَ ُكمْ ِلنُ َب ِيِّنَْ ُم َخلَّقَةْ َوغَي ِرْ ُمضغَة ُم َخلَّقَة‬
ِْ ‫ل ِإلَى نَشَا ُْء َما اْلَر َح‬
ْ ‫س ًّمى أ َ َج‬
َ ‫ث ُ َّْم طِ ف ًَلْ نُخ ِر ُج ُك ْم ث ُ َّمْ ُم‬

ُ َ‫ن أ‬
‫شدَّ ُكم َومِ ن ُكمْ ِلت َبلُغُوا‬ ْ ‫ن َومِ ن ُكمْ يُت ََوفَّى َم‬ ِْ َ‫َل العُ ُم ِرْ أَرذ‬
ْ ‫ل ِإلَى ي َُر ْدُّ َم‬ ْ َ ‫َوت ََرى شَيئًا عِلمْ َبع ِدْ مِ نْ َيعلَ َمْ ِلكَي‬

َ ‫علَي َها فَإِذَا هَامِ دَْة ً اْلَر‬


ْ‫ض‬ َ ‫ل مِ نْ َوأَنبَت َتْ َو َربَتْ اهت ََّزتْ ال َما َءْ أَنزَ لنَا‬
ِِّْ ُ‫بَ ِهيجْ زَ وجْ ك‬ .
Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur),
maka (ketahuilah) sesungguhnya kami telah menjadikan kamu dari tanah,
kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari
segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna,
agar kami jelaskan kepada kamu dan kami tetapkan dalam rahim, apa yang
kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian kami
keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu
sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan
dan (ada pula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun,
supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatu pun yang dahulunya telah
diketahuinya. Dan, kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah
kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan
menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah. (Q.S. al-
Hajj [22]: 5)

ْ‫ار فِي نُطفَ ْةً َج َعلنَاهُْ ث ُ َّم‬


ْ ‫ِين قَ َر‬
ْ ‫َمك‬ . ‫ِع َظا ًما ال ُمضغَ ْةَ فَ َخلَقنَا ُمضغَ ْةً ال َعلَقَ ْةَ فَ َخلَقنَا َعلَقَ ْةً النُّطفَ ْةَ َخلَقنَا ثَُّْم‬
ْ‫ام‬
َ ‫ظ‬ َ ‫َر خَلقًا أَنشَأنَا ْهُ ث ُ َّمْ لَح ًما فَ َك‬
َ ‫سونَاال ِع‬ َْ ‫اركَْ آَخ‬
َ َ‫َللاُ فَتَب‬ َ ‫الخَا ِلقِينَْ أَح‬
َّْ ُْ‫سن‬ .
Kemudian kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat
yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu kami jadikan segumpal darah,
lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal
daging itu kami jadikan tulang-belulang, lalu tulang-belulang itu kami
bungkus dengan daging. Kemudian kami jadikan dia makhluk yang
(berbentuk) lain. Maka, Mahasuci-lah Allah, Pencipta yang paling baik.
(Q.S. al-Mu’minuun [23]: 13-14)

Dari ayat-ayat diatas menunjukan bahwa manusia itu berasal dari tanah
sebagai jasmaninya yang di tiupkan ruh dan jiwa oleh Allah SWT.
Penciptaan manusia yang bermula dari tanah ini merupakan faktor utama
dalam pembentukan jasad manusia. Penegasan Al-Qur’an yang
menyatakan bahwa manusia diciptakan dari tanah ini merujuk pada
pengertian jasadnya. Oleh karena itu, Al-Qur’an menyatakan bahwa kelak
ketika ajal kematian manusia telah sampai, maka jasad itu akan kembali
pula ke asalnya, yaitu tanah.

C. ASAL USUL MANUSIA

Manusia menurut Teori evolusi Darwin adalah teori yang terkenal dalam
kehidupan manusia. Darwin berpendapat bahwa manusia berasal dari
Kera. Nenek moyang manusia adalah kera yang berevolusi menjadi
manusia modern seperti sekarang ini. Pendukung teori Darwin
beranggapan bahwa semua makhluk berasal dari nenek moyang yang
sama. Secara kasar, teori ini menyebutkan bahwa nenek moyang manusia
adalah kera.Pada awalnya kesimpulan itu adalah berdasarkan penemuan
penemuan tulang belulang hewan dan manusia purba termasuk kera purba.
Kera tersebut secara bertahap mengalami ‘perbaikan biologis’ selama
jutaan tahun sehingga menjadi manusia. Secara DNA juga dijelaskan
bahwa kera mempunya DNA yang sangat mirip dengan manusia, sehingga
teori ini secara Logis bisa diterima. Namun kekuatan teori Darwin ini
masih ada kecacatan yaitu masih ada missing link dari proses evolusi
manusia dari kera hingga manusia modern. Missing link ini masih belum
dapat ditemukan penyambungnya, sehingga tidak semua orang bisa
menerima teori darwin ini. Sebagian besar penganut agama samawi,
termasuk Islam mempunyai teori "sudden creation" yaitu manusia
diciptakan langsung oleh Tuhan dan tidak melalui proses evolusi
sedangkan Pendukung Teori Darwin menolak teori sudden creation.

http://www.kompasiana.com/menggelinjang/teori-darwin-kera-berawal-
dari-manusia_54f82fb5a33311ce5d8b46ca di telusuri pada tanggal
28/09/2016 pukul 22.06 WIB

Menurut islam manusia diciptakan langsung oleh Tuhan dan tidak


melalui proses evolusi. Bahwa manusia itu berasal dari tanah sebagai
jasmaninya yang di tiupkan ruh dan jiwa oleh Allah SWT. Penciptaan
manusia yang bermula dari tanah ini merupakan faktor utama dalam
pembentukan jasad manusia. Penegasan Al-Qur’an yang menyatakan
bahwa manusia diciptakan dari tanah ini merujuk pada pengertian
jasadnya. Oleh karena itu, Al-Qur’an menyatakan bahwa kelak ketika ajal
kematian manusia telah sampai, maka jasad itu akan kembali pula ke
asalnya, yaitu tanah.

D. PROSES PENCIPTAAN MANUSIA


PROSES TERJADINYA MANUSIA MENURUT ILMU
PENGETAHUAN

Setetes Mani. Sebelum proses fertilisasi (baca : pembuahan) terjadi, 250


juta sperma terpancar dari si laki-laki pada satu waktu dan menuju sel telur
yang jumlahnya hanya satu setiap siklusnya . Sperma-sperma melakukan
perjalanan yang sulit di tubuh si ibu sampai menuju sel telur karena
saluran reproduksi wanita yang berbelok2, kadar keasaman yang tidak
sesuai dengan sperma, gerakan ‘menyapu’ dari dalam saluran reproduksi
wanita,dan juga gaya gravitasi yang berlawanan . Hanya seribu dari 250
juta sperma yang berhasil mencapai sel telur. Sel telur, hanya akan
membolehkan masuk SATU sperma saja . Setelah masuk dan terjadi
fertilisasi pun, belum tentu si zygot ini (bahasa biologinya : konseptus)
menempel di tempat yang tepat di rahim.

Segumpal Darah Yang Melekat di Rahim. Ketika sperma dari laki-laki


bergabung dengan sel telur wanita,terbentuk sebuah sel tunggal. Sel
tunggal yang dikenal sebagai “zigot” dalam ilmu biologi ini akan segera
berkembang biak dengan membelah diri hingga akhirnya menjadi
“segumpal daging”. Tentu saja hal ini hanya dapat dilihat oleh manusia
dengan bantuan mikroskop. dan jangan dikira prosesnya simpel dan
mudah. prosesnya kompleks dan kritis di setiap proses pembelahannya,
kalo sampe ada kesalahan kecil sedikiiit aja pas tahap-tahap tertentu, fetus
bisa mengalami kecacatan. Tapi, zigot tersebut tidak melewatkan tahap
pertumbuhannya begitu saja. Ia melekat pada dinding rahim seperti akar
yang kokoh menancap di bumi dengan carangnya. Tempat menempelnya
embryo dengan rahim ibu itu disebut plasenta.
Melalui hubungan semacam ini, zigot mampu mendapatkan zat-zat
penting dari tubuh sang ibu bagi pertumbuhannya.

Pembungkusan Tulang oleh Otot. Sisi penting lain tentang informasi yang
disebutkan dalam ayat-ayat Al Qur’an adalah tahap-tahap pembentukan
manusia dalam rahim ibu. Disebutkan dalam ayat tersebut bahwa dalam
rahim ibu, mulanya tulang-tulang terbentuk, dan selanjutnya terbentuklah
otot yang membungkus tulang-tulang ini. Kemudian air mani itu menjadi
segumpal darah, lalu segumpal darah itu menjadi segumpal daging, dan
segumpal daging itu menjadi tulang-belulang, lalu tulang belulang itu
dibungkus dengan daging. Kemudian menjadi makhluk yang (berbentuk)
lain. Embriologi adalah cabang ilmu yang mempelajari perkembangan
embrio dalam rahim ibu. Hingga akhir-akhir ini, para ahli embriologi
beranggapan bahwa tulang dan otot dalam embrio terbentuk secara
bersamaan. Penelitian di tingkat mikroskopis ini menunjukkan bahwa
perkembangan dalam rahim ibu terjadi dengan cara persis seperti yang
digambarkan dalam ayat tersebut. Pertama, jaringan tulang rawan embrio
mulai mengeras. Kemudian sel-sel otot yang terpilih dari jaringan di
sekitar tulang-tulang bergabung dan membungkus tulang-tulang ini.
Dalam minggu ketujuh, rangka mulai tersebar ke seluruh tubuh dan
tulang-tulang mencapai bentuknya yang kita kenal. Pada akhir minggu
ketujuh dan selama minggu kedelapan, otot-otot menempati posisinya di
sekeliling bentukan tulang.

Tiga Tahapan Bayi Dalam Rahim. Dalam buku Basic Human


Embryology, sebuah buku referensi utama dalam bidang embriologi, fakta
ini diuraikan sebagai berikut:

“Kehidupan dalam rahim memiliki tiga tahapan: pre-embrionik; dua


setengah minggu pertama, embrionik; sampai akhir minggu ke delapan,
dan janin; dari minggu ke delapan sampai kelahiran.” (Williams P., Basic
Human Embryology, 3. edition, 1984, s. 64.)
Fase-fase ini mengacu pada tahap-tahap yang berbeda dari perkembangan
seorang bayi. Ringkasnya, ciri-ciri tahap perkembangan bayi dalam rahim
adalah sebagaimana berikut:

-Tahap Pre-embrionik
Pada tahap pertama, zigot tumbuh membesar melalui pembelahan sel, dan
terbentuklah segumpalan sel yang kemudian membenamkan diri pada
dinding rahim. Seiring pertumbuhan zigot yang semakin membesar, sel-sel
penyusunnya pun mengatur diri mereka sendiri guna membentuk tiga
lapisan (bahasa biologinya disebut lapisan lembaga ektoderm, mesoderm,
endoderm.
-Tahap Embrionik
Tahap kedua ini berlangsung selama lima setengah minggu. Pada masa ini
bayi disebut sebagai “embrio”. Pada tahap ini, organ dan sistem tubuh bayi
mulai terbentuk dari lapisan- lapisan sel tersebut. pada tahap ini juga
terjadi pembentukan organ-organ tubuh. dan pengaturan posisi, sumbu
tubuh, dan pembentukan tubuh.
-Tahap Fetus
Dimulai dari tahap ini dan seterusnya, bayi disebut sebagai “fetus”. Tahap
ini dimulai sejak kehamilan bulan kedelapan dan berakhir hingga masa
kelahiran. Ciri khusus tahapan ini adalah terlihatnya fetus menyerupai
manusia, dengan wajah, kedua tangan dan kakinya. Meskipun pada
awalnya memiliki panjang 3 cm, kesemua organnya telah nampak. Tahap
ini berlangsung selama kurang lebih 30 minggu, dan perkembangan
berlanjut hingga minggu kelahiran.
Cabang-cabang ilmu pengetahuan yang berkembang seperti genetika dan
biologi molekuler telah membenarkan secara ilmiah ketepatan informasi
yang diberikan Al Qur’an ini. Kini diketahui bahwa jenis kelamin
ditentukan oleh sel-sel sperma dari tubuh pria, dan bahwa wanita tidak
berperan dalam proses penentuan jenis kelamin ini.
Kromosom adalah unsur utama dalam penentuan jenis kelamin. Dua dari
46 kromosom yang menentukan bentuk seorang manusia diketahui sebagai
kromosom kelamin. Dua kromosom ini disebut “XY” pada pria, dan “XX”
pada wanita. Penamaan ini didasarkan pada bentuk kromosom tersebut
yang menyerupai bentuk huruf-huruf ini. Kromosom Y membawa gen-gen
yang mengkode sifat-sifat kelelakian, sedangkan kromosom X membawa
gen-gen yang mengkode sifat-sifat kewanitaan.
Pembentukan seorang manusia baru berawal dari penggabungan silang
salah satu dari kromosom ini, yang pada pria dan wanita ada dalam
keadaan berpasangan. Pada wanita, kedua bagian sel kelamin, yang
membelah menjadi dua selama peristiwa ovulasi, membawa kromosom X.
Sebaliknya, sel kelamin seorang pria menghasilkan dua sel sperma yang
berbeda, satu berisi kromosom X, dan yang lainnya berisi kromosom Y.
Jika satu sel telur berkromosom X dari wanita ini bergabung dengan
sperma yang membawa kromosom Y, maka bayi yang akan lahir berjenis
kelamin pria.
Dengan kata lain, jenis kelamin bayi ditentukan oleh jenis kromosom
mana dari pria yang bergabung dengan sel telur wanita.
http://www.kaskus.co.id/thread/510a2a6c8027cf6b3f00000b/wajib-baca-
gan-proses-terjadinya-manusia-menurut-ilmu-biologi/ ditelusuri pada
tanggal 29/09/16 pukul 06.04 WIB.

PROSES TERJADINYA MANUSIA MENURUT ALQURAN

Di dalam Al Qur’an proses kejadian manusia secara biologis dejelaskan


secara terperinci melalui firman-Nya :

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia itu dari suatu


saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani
(yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu
Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan
segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang,
lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kamudian Kami
jadikan ia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah ,
Pencipta Yang Paling Baik.” (QS. Al Mu’minuun : 12-14).

PROSES TERJADINYA MANUSIA MENURUT HADIST

Salah satu hadits Rasulullah SAW bersabda :

Perkembangan janin manusia tahap demi tahap : “Telah bersabda


Rasulullah SAW dan dialah yang benar dan dibenarkan. Sesungguhnya
seorang diantara kamu dikumpulkannya pembentukannya (kejadiannya)
dalam rahim ibunya (embrio) selama empat puluh hari. Kemudian selama
itu pula (empat puluh hari) dijadikan segumpal darah. Kemudian selama
itu pula (empat puluh hari) dijadikan sepotong daging. Kemudian diutuslah
beberapa malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya (untuk
menuliskan/menetapkan) empat kalimat (macam) : rezekinya, ajal
(umurnya), amalnya, dan buruk baik (nasibnya).” (HR. Bukhari-Muslim)
Ungkapan ilmiah dari Al Qur’an dan Hadits 15 abad silam telah menjadi
bahan penelitian bagi para ahli biologi untuk memperdalam ilmu tentang
organ-organ jasad manusia. Selanjutnya yang dimaksud di dalam Al
Qur’an dengan “saripati berasal dari tanah” sebagai substansi dasar
kehidupan manusia adalah protein, sari-sari makanan yang kita makan
yang semua berasal dan hidup dari tanah. Yang kemudian melalui proses
metabolisme yang ada di dalam tubuh diantaranya menghasilkan hormon
(sperma), kemudian hasil dari pernikahan (hubungan seksual), maka
terjadilah pembauran antara sperma (lelaki) dan ovum (sel telur wanita) di
dalam rahim. Kemudian berproses hingga mewujudkan bentuk manusia
yang sempurna (seperti dijelaskan dalam ayat diatas).

Para ahli dari Barat baru menemukan masalah pertumbuhan embrio secara
bertahap pada tahun 1940 dan baru dibuktikan pada tahun 1955, tetapi
dalam Al Qur’an dan Hadits yang diturunkan 15 abad lalu hal ini sudah
tercantum. Ini sangat mengagumkan bagi salah seorang embriolog
terkemuka dari Amerika yaitu Prof. Dr. Keith Moore, beliau mengatakan :
“Saya takjub pada keakuratan ilmiyah pernyataan Al Qur’an yang
diturunkan pada abad ke-7 M itu”.

Setelah 9 bulan dalam kandungan lahirlah bayi dengan izin Allah

Selain itu beliau juga mengatakan, “Dari ungkapan Al Qur’an dan hadits
banyak mengilhami para scientist (ilmuwan) sekarang untuk mengetahui
perkembangan hidup manusia yang diawali dengan sel tunggal (zygote)
yang terbentuk ketika ovum (sel kelamin betina) dibuahi oleh sperma (sel
kelamin jantan).

Kesemuanya itu belum diketahui oleh Spalanzani sampai dengan


eksperimennya pada abad ke-18, demikian pula ide tentang perkembangan
yang dihasilkan dari perencanaan genetik dari kromosom zygote belum
ditemukan sampai akhir abad ke-19. Tetapi jauh ebelumnya Al Qur’an
telah menegaskan dari nutfah Dia (Allah) menciptakannya dan kemudian
(hadits menjelaskan bahwa Allah) menentukan sifat-sifat dan nasibnya.”

Sebagai bukti yang konkrit di dalam penelitian ilmu genetika (janin)


bahwa selama embriyo berada di dalam kandungan ada tiga selubung yang
menutupinya yaitu dinding abdomen (perut) ibu, dinding uterus (rahim),
dan lapisan tipis amichirionic (kegelapan di dalam perut, kegelapan dalam
rahim, dan kegelapan dalam selaput yang menutup/membungkus anak
dalam rahim). Hal ini ternyata sangat cocok dengan apa yang dijelaskan
oleh Allah di dalam Al Qur’an :

“…Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian


dalam tiga kegelapan (kegelapan dalam perut, kegelapan dalam rahim, dan
kegelapan dalam selaput yang menutup anak dalam rahim)…” (QS. Az
Zumar: 6).

https://id-id.facebook.com/notes/luqyana-hayate-mawadhah-
loaded/keajaiban-al-quran-proses-4-cara-penciptaan-manusia-menurut-al-
quran/198662556851992/ ditelusuri pada tanggal 29/09/16 pukul 06.37
WIB
BAB III

PENUTUP
A. Kesimpulan

PROSES PENCIPTAAN MANUSIA

MAKALAH
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah: Agama
Dosen Pengampu: Imam Anas Hadi
Disusun oleh:
Adhiandaru Nugraha
Ahmad Hatim Ashsidiq

FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN S1 REGULER


2016