Anda di halaman 1dari 9

A. Hasil pengakajian Umum.

Ny.kartini berusia 66 tahun pendidikan terakhir sekolah dasar ( SD ) lahir di bandung jln
panjulan Tegalega 03 maret 1951 dan beragama islam identitas keluarga yang dapat di hubungi
yaitu adik ( laki-laki ) yang beralamat di cisarua, Pekerjaan Ny. Kartini sebelumnya bekerja
pada salah satu pabrik roti di jakarta dan pernah juga bekerja menjadi Ibu Rumah Tangga di
jakarta dengan pendapatan 250 ribu perbulan pada waktu itu. Dalam sehari-hari aktiifitas klien
senang bersih-bersih di sekitar panti. Riwayat keluarga Ny. Kartini merupakan seorang janda
dengan 2 anak dan ketiga cucu nya. dan klien mempunyai sodara kandung 10, Ny. Kartini
belum pernah sama sekali di kunjungi maupun adik atau kakanya.

Pola kebiasaan sehari-hari klien makan 3x/ hari dengan jenis makanan yang beragam
seperti sayur, daging, ikan, klien mengatakan tidak ada pantangan makan, dan tidak ada
keluhan yang berhubungan dengan maakanan.

Pada saat dikaji pola eliminasi klien mengatakan sering BAK lebih dari 5x/ hari dan pada
malam hari 3 kali dengan warna urin kuning jernih dan klien mengatakan tidak bisa menahan
BAK nya setiap kali mau BAK. Dan BAB 1x/ perhari, dan Gunting kuku rutin 1 minggu sekali.
Lama tidur malam kurang lebih 7,5 jam dan klien mengatakan terkadang mengalami keluhan
pada tidurnya, karena teringat pada anak dan cucunya serta kaka dan adiknya. Ny. Kartini tidak
bisa tidur siang dikarenakan suka gaduh di kamar sebelahnya.

Kebiasaan mengisi waktu luang karena biasanya berolahraga berjalan-jalan santai dan
terakdang menonton tv. Dan tidak terdapat kebiasaan yang mempengaruhi kesehatan seperti
merokok dan Alkohol. Klien juga tidak ketergantungan oabt. Untuk kegiatan sehari-hari Klien
biasanya rutin mengikuti senam pagi pada pagi hari sekitar 30 menit, kemudian kegiatan
keagamaan yang di selenggarakan panti juga kegiatan bersih-bersih status kesehatan klien
yaitu inkontinensia urin dengan gajala sering pipis dan klien juga mengeluh nyeri pada kedua
lututnya yang diakibatkan faktor degenerativ. Klien juga mengatakan pernah mengalami
kecelakaan tertimpa kaca sehingga memerlukan perawatan di salah satu rumah sakit.

Pada saat pemeriksaan fisik didapatkan hasil sbb : keadaan umum klien compos mentis ,
TD: 130/ 80, N 73x/mnt , S 3,5C, dengan TB : 147 BB : 54kg , saat di infeksi kedaan rambut
cukup bersih kontribusi merata serta terdapat banyak uban pada bagian depan pada saat di
palpasi tidak terdapat nyeri atau benjolan, mata : saat di inspeksi kedua bola mata simetris
sklera berwarna putih, ketajaman baik, visus baik hanya terdapat sedikit kekeruhan pada lensa,
Telinga : saat di inspeksi kedua telinhga simetris terdapat serumen fungsi pendengaran baik
terbukti klien bisa mendengar dan berkomunikasi dengan baik serta klien tidak menggunakan
alat bantu dengar , mulut , gigi dan bibir: saat di inspeksi bibir lembab tidak pecah-pecah ,
gigi terdapat patah- patah dan pada bagian depan gigi mengalami gigi hitam tidak ada stomatitis
dan tidak ada dispagia.

Dada pada saat di inspeksi dada terlihat tidak simetris ictus cardis ( detak jantung ) normal,
pada saat di palpasi tidak terdapat nyeri tekan dan pada saat di perkusi jantung redup dan pada
saat di auskultasi terdengar jantung normal dan tiodak ada tambahan , Abdomen pada saat di
inspeksi bentuk abdomen simetris dan buncit pada saat di palpasi tidak ada nyeri tekan
terahadap abdomen pada saat di perkusi dan pada saat di auskultasi 9x/ per menit kulit : pada
saat di inspeksi kulit keriput dan pada saat di palpasi turgor kulit menurun , ekstremitas atas :
pada saat di kaji kekuatan otot 5 ( 1-5 ) dan tidak ada pergerakan pergelangan tangan yang
abnormal dan pada saat di palpasi tidak ada nyeri tekan , massa ataupun benjolan, ekstremitas
bawah : kekuatan ototnya 5 ( 1-5 ) pada saat di inpeksi kaki klien mengalami benjolan karena
bekas trauma namun pada saat di palpasi tidak ada nyeri tekan,

Lingkungan tempat tinggal klien ruangan berantakan dan tidak rapih semua benda atau
barang tidak tertata dengan rapi pada tempatnya namu kebrsihan cukup , penerangan cukup
baik , sirkulasi udara pun cukup baik, banyak celah-celah ventilasi melalui jendela , keadaan
kamar mandi dan WC bersih, tidak berbau dan airnya pun tidak keruh, terdapat sumber
pembuangan khusus, sumber air minum klien menggunakan air isi ulang , pembuangan sampah
terdapat tempat khusus pembuangan sampah, sumber pencemaran terdapat polusi yang
bersumber dari mobil yang di parkir depan wisma soka dan terdapat pembakaran sampah di
skitar area tersebut, penatahalaman bagus, bersih, sejuk, rapih.
B. Pengkajian Khusus

1. Masalah emosional
Hasilnya positif (+) karena klien mengalami sukar tidur teringat anak dan adenya.
2. Penkajian kartz indeks
Skore A karena klien bisa mandiri dalam hal makan kontinen, berpindah, ke kamar
kecil berpakaian dan mandi.
3. Bartel indeks
Analisa hasil 16 karena klien mandiri dan tidak ketergantungan

4. Pengkajian keseimbangan
Hasil Pengkajian keseimbangan 2 ( resiko jatuh rendah ) karena klien masih kuat dan
mampu melakukan aktifitas
5. Pengkajian Status Mental Gerontik ( SPSMQ )
Skore 1 ( fungsi intelektual utuh ) karena klien masih mampu menjawab pertanyaan
dengan benar
6. Pengkajian Mini Mental Status Exam ( MMSE )
Hasilnya 27 intrepretasi hasil : aspek kognitif dari mental baik, karena klien masih
mampu menjawab dan masih bisa mengingat dan menyeb utkan dengan benar.

B. Analaisa Data
No Data Etiologi Masalah
1 DO Proses degenerative Nyeri
DS:klien
mengatakn nyeri di Penurunan cairan
bagian lutut nya sinovial
dan suka nteri
ketika berjalan Nyeri
2 DO Perubahan struktur Ganguan eliminasi
DS:klien kandung kemih urine
mengatakan tidak ( degenerative )
bisa menahan BAK
Dan sering BAK Perubahan otot
urinari

Ganguan kontrol
berkemih

Tekanan dalam
kandung kemih
meningkat

Inkontinensia urin
Inkontinensia
urgensi

Otot detrusor tidak


stabil

Reaksi otot
berlebih

Kencing mendadak

Inkontinensa
urinarius dorongan
C. Diagnosa keperawatan
1. Nyeri b.d proses degenerativ pada persendian ( lutut )
2. Gangguan pola eliminasi urin b.d proses degenerativ di tandai dengan klien tidak
bisa menahan rasa ingin berkemih
D. Intervensi
Dx Tujuan Intervensi Rasional
1 Setelah dilakukan tindakan 1. Kaji skala nyeri 1. Membantu dalam
keperawatan selama 30menit, nyeri menentukan
klien dapat teratasi kriteria hasil: kebutuhan manjemen
1. Klien mampu menghindari yang dan keefektifan
makan yang di pantang 2.Matrasyang
2. Klien dapat beraktivitas dengan 2. Berikan matras
lembut/empuk,
normal atau kasur
bantalyangbesar
empuk/lembut.
akanmencegah
Tinggikan linen
pemeliharaan
tempat tidur
kesejajaran tubuh
sesuai dengan yangtepat,
menempatkan setres
kebutuhan
pada sendi yang
3. Biarkan pasien sakit. Peninggian
mengambil posisi yang linen tempat tidur
Nyaman pada menurunkan tekanan
waktu duduk di sendiyang
kursi atau tidur. terinflamasi/nyeri.
3. pada penyakit
4. Berikan penkes berat, tirah baring
tentang makanan mungkin diperlukan
yang dianjurkan dan untuk membatasi
tidak nyeri atau sendiri.

4. Agar klien
5. Kolaborasi mengetahui makan
berikan obat sebelum yang tidak boleh di
aktivitas atau latihan makanuntuk
yang direncanakan mengatasi nyeri yang
sesuai petunjuk seperti berkelanjutan
asetil salisat.

5. Meningkatkan
relaksasi mengurangi
teganganotot,
memudahkan untuk
ikut serta dalam
terapi.

2 Setelah dilakukan tindakan 1. Bantuan


keperawatan selama 25 menit toileting
diharapakan pola eliminasi klien (avoiding/toilet
dapat teratasi dengan kriteria hasil ing asisstance)  Dengan
1. Klien mampu menahan  Jadwal berkemih, menggunakan
ketika ingin berkemih jadwal jadwal
2. Pola eliminasi klien direkomendasikan berkmih klien
berkurang disusun untuk satu diharapkan
hari penuh. lebih patuh
terhadap waktu
berkemih yang
 Latihan merubah telah
kebiasaan, Hal-hal disepakati.
yang disesuaikan Interval
antara lain adalah berkemih pada
frekuensi, volume, umumnya
pola kontinen dan setiap 2 jam.
inkontinence.
Dengan jadwal
dan latihan
penyesuaian
diharapkan klien  Merupakan
dapat mempunyai latihan
pola baru. penyesuaian
 Prompted voiding antara
(mengatakan kebiasaan klien
dengan bisikan berkemih
pada diri sendiri dengan jadwal
untuk menahan yang telah
atau mengatur tersusun.
BAK) Bisikan
untuk BAK
dilakukan setiap
interval 2 jam.
Tindakan ini
direkomendasikan
untuk klien yang
mengalami 2. untuk
penurunan sensori merasakan
2. Bladder training/ regangan pada
bladder re- bladder dan
education, klien penurunan
diminta untuk rangsangan
menahan berkemih.
keinginan
berkemih dengan
melakukan
relaksasi atau
distraksi sampai
dengan interval
waktu yang
disepakati selesai 2. Mengembalika
(2-3jam). Latihan tonus otot
ini membutuhkan kandung kemih
waktu beberapa agar fungsinya
bulan sehingga kembali normal
memperlihatkan
perubahan pada
klien.
3. Latihan otot dasar
panggul
3. untuk
meningkatkan
4. Manajemen diet kekuatan otot
dan cairan periuretra dan
 Klien otot dasar
inkontinensia pelvis.
dianjurkan 4. Peningkatan
untuk makan berserat
meningkatkan sangat penting
asupan cairan untuk klien
dan makanan guna mencegah
berserat. Klien terjadinya
dianjurkan konstipasi atau
untuk impaksi yang
mengurangi dapat menjadi
minuman yang faktor
mengandung predisposisi
kafein, terjadinya UI
minuman karena adanya
karbonasi, jenis penekanan
minuman lain pada bladder
yang dapat dalam jangka
meningkatkan waktu lama.
rangsang
berkemih lebih
cepat.
5. Modifikasi
Lingkungan

5. Modifikasi
lingkungan
agar klien
dengan mudah
mencapai toilet
sehingga tidak
terjadi
kebocoran.
Berikan
pencahayaan
yang cukup,
lantai yang
tidak mudah
licin. Sediakan
peralatan bantu
seperti urinal
didekat tempat
tidur agar
mudah
dijangkau.
E. Implementasi

No Dp Hari/ Tanggal Implemetasi Paraf


1 1 Jum’at,15- 1. Mengkaji skala nyeri
Desember 2017
2. Memberikan matras atau
kasur empuk/lembut.
Tinggikan linen tempat tidur
sesuai dengan kebutuhan.

3. Membiarkan pasien
mengambil posisi yang
nyaman pada waktu duduk di
kursi atau tidur.

4. Meberikan penkes tentang


makanan yang dianjurkan dan
tidak

5. Berkolaborasi
berikan obat sebelum
aktivitas atau latihan yang
direncanakan sesuai petunjuk
seperti asetil salisat.

2 2 Jum’at,15 1. Berikan penkes


Desenber 2017 2.