Anda di halaman 1dari 10

A.

OPERASI PENGAYAKAN (SCREENING)

Salah satu proses pemisahan bahan-bahan berdasarkan ukuran adalah proses pengayakan
(screening). Proses pengayakan (Screening) merupakan salah satu proses pemisahan bahan-
bahan berdasarkan ukuran.
Material yang masukkan ke dalam screening, akan terbagi 2 :

 Undersize material, material yang melewati screening (produk)


 Oversize material, material yang tertinggal diatas ayakan (screening)

Untuk pengayakan menggunakan ayakan ukuran tunggal, dikenal dua macam produk
yaitu : Undersize atau fine yaitu, produk yang lolos lubang ayakan, dan
Oversize atau tails, yaitu produk yang tertahan oleh ayakan. Untuk pengayakan
menggunakan dua jenis ayakan, akan diperoleh dua tiga macam ukuran produk, yaitu
Undersize, On-size, dan Oversize. Gambar dibawah menjelaskan kedua hal diatas.

Satu set ayakan biasanya tersusun atas ayakan-ayakan tunggal dengan berbagai
ukuran lubang (lihat standar Tyler mesh).
Dalam proses industri, biasanya digunakan material yang berukuran tertentu dan seragam.
Untuk memperoleh ukuran yang seragam, maka perlu dilakukan pengayakan. Pada proses
pengayakan zat padat itu dijatuhkan atau dilemparkan ke permukaan pengayak. Partikel yang
di bawah ukuran atau yang kecil (undersize), atau halusan (fines), lulus melewati bukaan ayak,
sedang yang di atas ukuran atau yang besar (oversize), atau buntut (tails) tidak lulus.
Pengayakan lebih lazim dalam keadaan kering (Mc.Cabe, 1999, halaman 386).
Dalam proses kering, bahan yang akan diayak tidak menggunakan cairan dalam proses
pengayakannya. Sedangkan dalam proses pengayakan basah, bahan yang akan diayak
ditambah dengan cairan yang bukan pelarut, misalnya air yang bertujuan untuk mencuci
bahan tersebut melalui pengayakan
B. FAKTOR FAKTOR DALAM OPERASI PENGAYAKAN

a) Bentuk lubang ayakan


Pada ayakan sering digunakan lubang berbentuk bulat, segi empat, kubus, balok, lonjong
dsb (yang paling sering digunakan adalah bujur sangkar karena bukaannya lebih besar dan
material yang melewati lubang biasanya tidak akan menyentuh lebih dari dua sisi luabng
ayakan yang dipakai).
Jumlah luabng per liniar inchi pada arah panjang dan arah lebar lkadang-kadang tidak
sama. Ayakan seperti ini disebut ‘toncap screen’ ( dimana jumlah arah panjang = 2 kali arah
lebar). Ayakan seperti ini mempunyai bentuk lubang 4 persegi panjang. Sedangkan ‘ordinary’
jumlah lubang per linier inchi untuk kedua rah panjang dan lebar adalah sama. Pada ayakan
ini bentuk lubang ayakan merupakan bujur sangkar.

b) Celah dan Interval ayakan


Ukuran yang digunakan bisa dinyatakan dengan mesh. Yang dimaksud mesh adalah
jumlah lubang yang terdapat dalam satu inchi persegi (square inch). Misalnya sebuah ayakan
dengan ukuran 10 mesh, berarti dalam setiap arah emanjang 1 inchi terhadap 10 lubang
(celah).
Standar kawat ayakan dibagi :
1. Tyler Standar, ukuran 200 mesh, diameter 0,0029 inci, dan SA 0,0021 inci.
2. US Standar, ukuran 18 mesh, SA 1 mm, dan SI 4√2.

c) Ukuran partikel
Ukuran partikel diukur dalam satuan micron (Ц). Satu micron sama dengan 1/10000
micron, atau seperjuta milimeter. Biasanya ukuran partikel menyatakan diameter rata-rata
atau jari-jari partikel.
Cara paling sederhana untuk menentukan suatu ukuran di laboratorium dengan jalan
melewatkan maerial berturut-turut atas barisan ayakan atau saringan yang mempunyai
lubang kecil.

d) Kapasitas ayakan dan keefektifan


Kapasitas ayakan diukur dengan massa bahan yang diumpankan persatuan waktu dan
persatuan luas ayak (bisa dikendalikan dengan mengubah laju umpan). Sedangkan, Efektifitas
ayakan adalah ukuran keberhasilan ayakan dalam memisahkan bahan A dan B secara teliti
(tergantung pada sifat pengoperasiannya)
Efektivitas maksimum hanya didapat dengan memperkecil kapasitas begitu juga
sebaliknya.

e) Variabel – Variabel Dalam Proses Pengayakan


Dalam proses pengayakan harus diperhatikan beberapa variabel agar didapat keseimanga
antara efisiensi dan kapassitas sehingga memberikan hasil yng sempurna. Anata lain :
 Metode pengumpanan
Umpan harus disebar secar merata pada seluruh lebar permukaan ayakan dan
mendekati ayakan dalam arah pararel dalam sumbu vertikal dari ayakan.
 Permukaan ayakan

 Sudut kemiringan
Bila letak permukaan ayakan datar, kemungkinan akan tersumbat cukup besar.
Untuk itu perlu dibuat kemiringan tertentu pada permukaan ayakan untuk
mempercepat material masuk dan bahan yang tidak terayak tidak mengumpul
pada permukaan tetap mengalir melalui ujung kemiringan.
 Kecepatan putar
Kapasitas ayakan akan meningkat dengan meningkatnya kecepatan putar yang
bila ditingkatkan lagi akan menyebakan penyumbatan pada lubang ayakan karena
material berdesak-desakan ingin keluar lubang ayakan. Yang berarti, semakin
cepat semakin tinggi kapasitas ayakan. Kecepatan yang baik adalah 0,33 – 0,45
kali kecepatan kritis
 Frekuensi getaran,
Frekuensi getaran pada ayakan getar harus diatur dimana pada umunya tergantung
dari ukuran dan jenisnya.

C. PERALATAN

1. Grizzly Screen (Ayakan sejajar)

Grizzlies Screen adalah Suatu alat screening, dimana material yang akan diayak
mengikuti aliran pada posisi kemiringan tertentu. Permukaannya sangat keras dan terbuat
dari batangan baja yang dirangkai sejajar dipasang miring disesuaikan dengan angle of
repose material (sudut barang) agar material yang kecil lolos dan yang besar
menggelinding.

Dalam industri batu bara Grizzly screen berfungsi memisahkan fraksi batubara
berukuran +300 mm dengan -300 mm dan posisinya terletak tepat di bawah hopper. Lubang
bukaan (opening) grizzly berukuran 300 mm x 300 mm. Undersize grizzly -300 mm
diangkut belt conveyor untuk u mpan crusher primer. Sedangkan fraksi +300 mm di
kembalikan ke tumpukan untuk dire duksi ulang menggunakan hammer breaker. Hasil
reduksi ulang dikembalikan lagi ke grizzly untuk pemisahan atau pengayakan ulang. Proses
ini berlangsung terus menerus selama shift kerja berlangsung.
Contoh dari grizzlies screen yaitu Fixed Screen
Permukaannya sangat keras dan terbuat dari batangan baja yang dirangkai sejajar di pasang
miring disesuaikan dengan angle of repose material agar material yang kecil lolos dan yang
besar menggelinding.

Cara kerja ayakn grizzly yaitu Umpan yang sangat kasar, jatuh pada ujung atas kisi.
Bongkahan yang besar akan menggelinding ke bagian ujung dann bongkahan kecil akan
jatuh ke bawah masuk kedalam kolektor (pengumpul) tersendiri. Jarak antara setiap batang
pada bagian atas dibuat cukup lebar dibandingkan bagian bawah agar kuat tanpa terjadi
penyumbatan oleh bongkahan yang hanya lolos sebagian. Jarak antara batang berkisar 2–
8 inch.

Macam macam dari ayakan grizzly:


1. Stationery Grizzlie
Grizzly jenis ini mempunyai batangan yang disusun membentuk sudut 20o C-50 o C terhadap
horizontal. Stationery Grizzlies merupakan ayakan grizzly yang paling sederhana dan
murah, digunakan untuk mengayak butiran-butiran berukuran besar yaitu sekitar 0,005 m
atau 2 in. Stationery Grizzlies tidak memerlukan tenaga dan biaya perawatannya murah.
2. Vibrating Grizzlies
Vibrating Grizzlies mempunyai batangan yang dihubungkan dengan satu penggerak
sehingga batangan itu akan bergerak maju mundur atau berputar.

2. Revolving Screen (Ayakan Berputar )

Ayakan jenis ini sering disebut Trommel. Bentuknya dapat berupa silinder atau kerucut
yang miring terhadap horizontal. Kemiringan yang dimaksud untuk memudahkan pengeluaran
partikel kasar. Ayakan jenis ini erputar dengan kecepatan rendah yaitu 15-20 rpm.
Prinsip kerja alat Trommel screen :

Trommel Screen yang berbentuk seperti tabung besar, dimana tabung tersebut terdapat
lubang – lubang. Trommel Screen terdiri dari input dan output, dimana feed masuk ke dalam
input. Didalam input, feed tersebut diputar oleh screen dengan kecepatan yang tentukan. Feed
yang tidak diinginkan akan keluar dengan sendirinya melalui lubang yang melalaui output.
Feed yang diinginkan akan masuk dalam penampung / storage kemudian dialirkan melalui belt
conveyor. Feed yang tidak masuk / lolos atau di reycle.

Berdasarkan prinsip kerjanya trommel dibagi atas tiga jenis :


a. Trommel dengan silinder tunggal
Ayakan jenis ini terdiri dari satu silinder yang memiliki lubang pada kedua keujungnya.
Silinder tersebut diputar pada porosnya secara horizontal. Silinder dibuat dari anyaman kawat
atau pelat-pelat belubang. Pada trommel silinder tunggal, material dimasukkan ke lubang
pemasukan di sebelah kiri atas silinder. Trommel merupakan ayakan yang diameter lubangnya
makin ke kanan makin besar atau makin ke kanan ukuran mesh nya makin kecil. Material yang
tidak dapat melewati lubang ayakan yang terletak di ujung kanan dikeluarkan melalui lubang
silinder yang terletak di ujung kanan yang disebut lubang pengeluaran.

Gambar Trommel Dengan Silinder Tunggal


b. Trommel Bertingkat
Trommel bertingkat ini lebih dikenal dengan Conical Trommel memiliki bentuk potongan
kerucut. Kemiringan pada ayakan jenis ini berkisar antara 0,75 in sampai 3 in setiap panjang 1
feet, hal ini tergantung pada sifat material yang akan diayak. Trommel jenis ini sangat cocok
untuk mengayak partikel yang kasar.
Conical trommel mempunyai ayakan yang tersusun secara bertingkat. Di dekat ujung
lubang pemasukan adalah ayakan yang mempunyai mesh paling besar untuk melewatkan
partikel yang sangat halus terlebih dahulu. Kemudian ayakan dengan mesh sedang terletak di
tengah untuk melewatkan partikel yang agak kasar. Selanjutnya ayakan yang paling kanan
dekat lubang pengeluaran merupakan ayakan dengan mesh terkecil untuk melewatkan partikel
yang kasar.

Gambar Trommel Bertingkat


c. Trommel Silinder Gabungan
Trommel silinder gabungan merupakan trommel yang terdiri dari dua permukaan ayakan
atau lebih yang konsentris pada poros yang sama. Semua permukaan ayakan berbentuk silinder.
Permukaan ayakan dengan lubang paling kasar terletak di silinder bagian dalam dan semakin
ke luar lubang ayakan makin halus. Panjang setiap silinder juga tidak sama, makin keluar
silinder makin pendek, hal ini untuk memudahkan dalam memisahkan material hasil ayakan.
Material yang akan diayak, dimasukkan melalui lubang pemasukan pada silinder yang bagian
dalam. Setelah mengalami perputaran material yang paling kasar langsung keluar dari silinder
terdalam ke penampung 1, sedang material yang lolos dari ayakan pertama menjadi umpan
untuk ayakan kedua yang lubangnya agak halus. Di sini material yang kasar keluar dari silinder
ke dua ke penampung IV. Material yang agak kasar dan halus menjadi umpan diayakan ketiga
pada silinder terluar. Material halus dari ayakan ketiga langsung melewati lubang ayakan ke
penampung IV, sedangkan material yang agak kasar keluar dari silinder terluar ke penampung
V.

Gambar Trommel Silinder Gabungan


3.Shaking Screen

Ayakan ini mempunyai bingkai berbentuk segi empat, yang digerakkan maju mundur.
Adalah sebuah alat yang digunakan untuk menspesifikasikan ukuran dari bijih logam yang
akan kita proses sebelum dimasukkan ke dalam bins (tempat penyimpanan)
Cara Kerja Shaking screen :
• Menggunakan prinsip gerakan bolak balik (shake) yang
bekerja pada kondisi miring
• Mengecilkan ukuran hingga <12mm Penggunaanngunaan :
• Banyak digunakan dalam penyeleksian mineral dalam
skala besar
• Persiapan coal dalam kondisi kering

4.Vibrating Screen
Vibrating Screen adalah alat screening yang berbentuk papan berbeda dengan trammel yang
berbentuk seperti tabung / drum. Vibrating Screen terdiri dari 3 deck / layer screening ( ayakan ). Untuk
pemisahan material dengan ukuran 50 - 90 mesh. Jenis screen ini bergerak (bergoyang) untuk mempercepat
proses pengayakan & mencegah terjadinya penyumbatan.
Ayakan getar biasanya digunakan untuk pengayakan dengan kapasitas besar. Getaran dapat
dibangkitkan secara elektrik maupun mekanis. Getaran mekanis pada casing ayakan
biasanya ditimbulkan oleh sumbu esentrik yang berputar dengan kecepatan sangat tinggi.
Kecepatan getar antara 1200 sampal 1800 getaran per menit. Sudut kemiringan terhadap
sumbu horizontal dapat diatur sesuai dengan keperluan, bervariasi antara 00 sampai 45

Pada dasarnya prinsip kerja vibrating screen adalah proses pengayakan dengan cara
menggetarkan. Screen yang sering kita sebut pengayakan dan vibrating yaitu menggetarkan.
Vibrating screen secara bentuknya ada yang berbentuk lingkaran dan berbentuk persegi, namun
secara umum bentuk lingkaran lebih sering dipakai karena lebih banyak dipasaran. Vibrating
screen disarankan 2 tingkat penyaringan dengan ukuran 30 mesh dibagian atas dan 40 mesh
dibagian bawah. Dengan ukuran yang demikian akan memudahkan penyaringan di brush
strainner.
Berdasarkan alat bantu yang menggetarkannya, jenis ayakan getar dibagi menjadi 2 golongan
yaitu :
a) Ayakan Getar Elekris
Ayakan jenis ini banyak digunakan pada indutri kimia karena sangat cocok
untuk mengayak partikel yang ringan, halus dan kering dengan ukuran 4-325 mesh.
Frekuensi getarannya cukup besar yaitu antara 25-120 gertakan per detik.
Salah satu contoh dari ayakan getar adalah Hummer Sreen. Pada ayakan
Hummer, getaran diakibatkan oleh adanya alat penggetar elektromagnetik ditengah-
tengah pengayak yang menghasilkan arus listrik. Kemudian listrik dialirkan ke
gulungan kawat magnit (selenoids) sehingga pegas bekerja dan timbul gerakan naik
turun dari pegas tersebut karena magnit ikut bergetar. Pada saat terjadinya getaran,
material akan masuk kelubang ayakan melalui lubang pemasukkan dan akan tersaring
dengan tepat.
b) Ayakan Getar Mekanis

Getaran pada ayakan jenis ini diakibatkan oleh gerakan eksentris pada ujung
lubang pemasukkan yang gerakannya melingkar dalam proses horizontal dengan
diameter lebih kurang 2 inci. Akibat gerakan eksentris ini terjadi gerakan bolak-balik
(naik turun) dari permukaan pengayak. Akibat adanya gerakan naik turun tersebut bola-
bola karet yang terdapat diantara kedua lapisan ayakan akan bergerak (menumbur)
keyakan diatasnya sehingga partikel yang akan diayak dapat terdorong (karena
menumbur bola permukaan ayakan untuk melewati ayakan bawahnya.untuk partikel
yang akan dikeluarkan lewat lubang pengeluaran.

5.Oscilating Screen

Oscilating Screen adalah Suatu alat screening yang berbentuk seperti tabung yang mana
hampir mirip seperti trommel screen, dimana didalam tabung terdapat sikat dan ayakan yang
mengikuti bentuk tabung itu sendiri. Oscilating mengayak dengan cara diputar.Oscillating
screen, ayakan dinamis pada frekuensi yang lebih rendah dari vibrating screen (100-400 Hz)
dengan waktu yang lebih lama. Oscillating biasanya digunakan untuk mengani material yang
berukuran kecil yang mengalir bebas, berukuran tipis, berdebu, dan material lain yang sulit
ditangani dengan cara bias, yaitu untuk ukuran yang lebih kecil dari 4 mesh. Oscillating screen
diguankan pada penambangan emas, pembuatan tepung jagung, pemisahan biji koi, pemisahan
chip kayu, pabrik semen dan lain-lain.
Ciri khas dari ayaka ini adalah adanya iolasi kecepatan rendah (5-7 isolasi perdetik atau
300-400 rpm) pad bidang datar yang berosilasi sejajarvdengan permukaan ayakan).

Fraksi yang dipisahkan dalam alat ini ada dua kelompok :

o Pasir dan tanah yang terbawa dari kebun bersama TBS dan brondolan..Umumnya
pabrik telah memiliki Sand Trap Tank (STT) untuk mengendapkan partikel-partikel
yang mempunyai berat jenis yang lebih besar dari l (satu).Karena waktu
pengendapan sangat singkat sehingga tidak seluruh pasir atau gumpalan tanah
terpisahkan, maka proses pemisahannya dilanjutkan pada ayakan getar.
o Serat atau ampas yang terikut dalam minyak dipisahkan dengan maksud agar kadar
kotoran minyak sesuai dengan standard kualitas.
Prinsip Kerja oscillator screen :

Bahan dimasukkan dari lubang diatas dan oscillator akan berputar kemudian partikel-partikel yang
kecil akan tersaring dan jatuh melewati lubang yang bawah sedangkan partikel yang besar tidak akan
tersaring. Hasil giling ini yang kemudian dimasukkan kedalam vibrating screener dan
mengalami proses pengayakan. Seperti yang dijelaskan Fellow (1988), pengayakan
merupakan pemisahan berbagai campuran partikel padatan yang mempunyai berbagai
ukuran bahan dengan menggunakan ayakan. Untuk memisahkan bahan-bahan yang telah
dihancurkan berdasarkan keseragaman ukuran partikel-partikel bahan, dilakukan dengan
pengayakan dengan menggunakan ayakan standar.