Anda di halaman 1dari 18

METODE PENELITIAN

LATAR BELAKANG MASALAH DALAM PENELITIAN

OLEH:
KELOMPOK 2
1. ELIANA JENIFER MARBUN (4153111017)
2. ELYSABETH PRATIWI (4153111019)
3. FADHILAH KHAIRUNNISA (4153111021)
4. FADHILAH ULFAH NASUTION (4151111025)
5. FAUZIAH SEPTINA SIAGIAN (4151111027)
6. HEMA INVIANI (4151111029)
7. INDAH HARDIANTI (4152111016)

JURUSAN MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2018
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang
telah memberikan kelancaran kepada kami untuk menyelesaikan makalah ini
degan baik. Pada pembahasan ini kami akan menyampaikan materi dari Metode
Penelitian mengenai “Latar Belakang Masalah Dalam Penelitian”.
Sebelumnya kami ucapankan terima kasih kepada Bapak Dosen mata
kuliah Metode Penelitian yang telah membimbing kami pada mata kuliah ini. Dan
tak lupa pula ucapan terimakasih kami ucapkan kepada teman-teman yang telah
mendukung untuk penyelesaian makalah ini.
Semoga makalah ini memberikan banyak manfaat kepada para
pembacanya. Selanjutnya, demi kesempurnaan makalah ini sangat
diharapkan segala masukan dan saran yang sifatnya membangun.

Medan, Februari 2018

Kelompok 2

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR........................................................................................i
DAFTAR ISI......................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang........................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah...................................................................................1
1.3 Tujuan......................................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Latar Belakang Masalah dan Pemilihan Judul Untuk Riset....................2
2.1.1 Masalah..........................................................................................2
2.1.2 Karakteristik Permasalahan............................................................3
2.1.3 Sumber Masalah.............................................................................5
2.2 Perumusan Persoalan (Masalah).............................................................7
2.2.1 Merumuskan Permasalahan............................................................7
2.2.2 Bentuk- Bentuk Rumusan Masalah Penelitian...............................8
2.3 Tujuan Penelitian.....................................................................................11
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan.............................................................................................14
DAFTAR PUSTAKA.........................................................................................15

2
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Latar belakang masalah menguraikan alasan-alasan mengapa masalah


dan/atau pertanyaan penelitian serta tujuan penelitian menjadi fokus penelitian.
Dalam latar belakang masalah secara tersurat harus jelas subtansi permasalahan
(akar permasalahan) yang dikaji dalam penelitian atau hal yang menimbulkan
pertanyaan penelitian. Secara operasional permasalahan penelitian yang dimaksud
harus gayut (relevan) dengan rumusan masalah dan/atau pertanyaan penelitian
yang diajukan. Pokok isi uraian latar belakang masalah hendaknya mampu
meyakinkan pihak lain.
Setiap penelitian yang akan dilakukan harus selalu berangkat dari masalah,
Bila dalam penelitian telah dapat menemukan masalah yang betul-betul masalah,
maka sebenarnya pekerjaan penelitian itu 50% telah selesai. Oleh karena itu
menemukan masalah dalam penelitian merupakan pekerjaan yang tidak mudah,
tetapi setelah masalah dapat ditemukan, maka pekerjaan penelitian akan segera
dapat dilakukan.
Karena pentingnya latar belakang dan perumusan masalah dalam sebuah
penelitian maka kami membuat makalah dengan bahasan mengenai latar belakang
dan perumusan masalah penelitian (research question).

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimana cara menguraikan permasalahan hingga menjadi sebuah latar
belakang penelitian?
2. Bagaimana karakteristik permasalahan yang baik serta layak untuk diteliti?
3. Bagaimana cara menyusun rumusan masalah dalam penelitian?

1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui cara menguraikan permasalahan hingga menjadi sebuah
latar belakang penelitian.
2. Untuk mengetahui karakteristik permasalahan yang baik serta layak untuk
diteliti.
3. Untuk mengetahui cara menyusun rumusan masalah dalam penelitian.

1
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Latar Belakang Masalah dan Pemilihan Judul Untuk Riset


Latar belakang masalah ialah uraian singkat tentang alasan mengapa suatu
judul tertentu dipilih. Alasannya mungkin antara lain karena hasil riset akan
berguna untuk memecahkan persoalan, hasil riset akan mengungkapkan suatu hal
menjadi lebih jelas. Hasil riset berguna untuk dasar pemecahan masalah baik
jangka pendek maupun jangka panjang, hasil riset untuk dasar evaluasi. Setiap
kali kita melakukan riset kita harus menentukan judul terlebih dahulu, judul ini
selalu berhubungan erat dengan persoalan yang sedang kita hadapi. Oleh
karenanya, kita harus bisa menemukan masalah apa yang akan diangkat untuk
penelitian (riset).

2.1.1 Masalah
Seperti telah dikemukakakn bahwa pada dasarnya penelitian itu dilakukan
dengan tujuan untuk mendapatkan data yang antara lain dapat digunakan untuk
memecahkan masalah. Untuk itu setiap penelitian yang akan dilakukan harus
selalu berangkat dari masalah .
Seperti dinyatakan oleh Emory (*1985) bahwa, baik penelitian murni
maupun terapan, semuanya berangkat dari masalah, hanya untuk penelitian
terapan, hasilnya langsung dapat digunakan untuk membuat keputusan.
Jadi setiap penelitian yang akan dilakukan harus selalu berangkat dari
masalah, walaupun diakui bahwa memilih masalah penelitian sering merupakan
hal yang paling sulit dalam proses penelitian (Tuckman, 198). Bila dalam
penelitian telah dapat menemukan masalah yang betul-betul masalah, maka
sebenarnya pekerjaan penelitian itu 50% telah selesai. Oleh karena itu
menemukan masalah dalam penelitian merupakan pekerjaan yang tidak mudah,
tetapi setelah masalah dapat ditemukan, maka pekerjaan penelitian akan segera
dapat dilakukan.

2
2.1.2 Karakteristik Permasalahan
Secara fungsional masalah penelitian mempunyai arti penting bagi para
peniliti. Masalah penelitian dapat digunakan sebagai pedoman kegiatan di
lapangan. Mengingat pentingnya posisi tersebut, para peneliti dianjurkan untuk
mengetahui ciri-ciri permasalahan yang baik serta layak untuk diteliti. Ciri-ciri
permasalahan tersebut diantaranya, yaitu dapat diteliti, mempunyai manfaat
teoritis maupun manfaat praktis, dapat diukur, sesuai dengan kemampuan dan
keinginan peneliti. Beberapa karakteristik tersebut akan dijabarkan seperti berikut.
1. Mempunyai Kontribusi Signifikan
Masalah penelitian dikatakan baik jika itu memiliki manfaat bagi
peneliti yang bersangkutan maupun bagi masyarakat pada umumnya. Ada
dua manfaat yang perlu diperhatikan dalam mengidentifikasi masalah, yaitu
manfaat teoritis yang berkaitan erat dengan perkembangan ilmu
pengetahuan, dan manfaat praktis yang langsung dapat digunakan atau
dirasakan oleh masyarakat.
2. Dapat Didukung dengan Data Empiris
Karakteristik yang ketiga adalah fenomena masalah tersebut dapat
diukur baik secara kuantitatif maupun secara empiris. Ukuran empiris atau
ukuran yang didasarkan pada fakta yang dapat dirasakn oleh orang yang
terlibat mempunyai peranan penting. Karena dukungan empiris
memberikan hubungan yang erat antara fakta dan konstruk suatu fenomena.
Permasalahan yang tidak didukung dengan data empiris dan tidak dapat
diukur hanya jatuh pada kategori common sense yang sulit untuk
ditindaklanjuti dalam proses pengumpulan data.
3. Sesuai dengan Kemampuan dan Keinginan Peneliti
Peneliti harus menyadari bahwa masalah yang akan diungkapkannya
memang berada dalam lingkup keahliannya. Dengan kata lain masalah
yang akan diselidikinya benar-benar dapat diselesaikan secara professional,
secara menyeluruh, mendalam, dan meluas karena berada dalam bidang
keahliannya, baik yang diperoleh melalui lembaga pendidikan maupun
berdasarkan pengalamannya. Keinginan peneliti juga mempunyai peranan

3
penting dalam mendukung terselesaikannya penelitian. Karena penelitian
adalah kegiatan yang menyangkut kemampuan. Dan kemampuan tanpa ada
keinginan memungkinkan proses peelitian berlarut-larut dan akhirnya
merugikan si peneliti sendiri.
4. Masalah masih baru
“Baru” dalam hal ini adalah masalah tersebut belum pernah diungkap
atau diteliti oleh orang lain dan topik masih hangat dimasyarakat, sehingga
agar tidak sia-sia usaha yang dilakukan, sebelum menentukan masalah,
peneliti harus banyak membaca dari jurnal-jurnal penelitian maupun media
elektronik tentang penelitian terkini
5. Aktual
Aktual berarti masalah yang diteliti tersebut benar-benar terjadi di
masyarakat. Sebagai contoh, ketika seorang dosen keperawatan akan
meneliti tentang masalah gangguan konsep diri pada pasien yang telah
mengalami hemodialise berulang, maka sebelumnya peneliti tersebut harus
melakukan survey dan memang menemukan masalah tersebut, meskipun
tidak pada semua pasien.
6. Praktis
Masalah penelitian yang diteliti harus mempunyai nilai praktis, artinya
hasil penelitian harus bermanfaat terhadap kegiatan praktis, bukan suatu
pemborosan atau penghamburan sumber daya tanpa manfaat praktis yang
bermakna
7. Memadai
Masalah penelitian harus dibatasi ruang lingkupny, tidak terlalu luas,
tetapi juga tidak terlalu sempit. Masalah yang terlalu luas akan memberikan
hasil yang kurang jelas dan menghamburkan sumber daya, sebaliknya
masalah penelitian yang terlalu sempit akan memberikan hasil yang kurang
berbobot
8. Sesuai dengan kebijaksanaan pemerintah
Masalah-masalah yang bertentangan dengan kebijaksanaan
pemerintah, undang-undang ataupun adat istiadat sebaiknya tidak diteliti,

4
karena akan banyak menemukan hambatan dalam pelaksanaan
penelitiannya nanti
9. Ada yang mendukung
Setiap penelitian membutuhkan biaya, sehingga sejak awal sudah
dipertimbangkan darimana asal biaya tersebut akan diperoleh. Tidak jarang
masalah-masalah penelitian yang menarik akan mendapatkan sponsor dari
instansi-instansi pendukung, baik pemerintahan maupun swasta.

2.1.3 Sumber Masalah


Masalah dapat diartikan sebagai penyimpangan antara yang seharusnya
engan apa yang benar – benar terjadi antara, antara teori dengan praktek, antara
aturan dengan pelaksanaan. Stonner (1982) mengemukakan bahwa masalah –
masalah dapat diektahui atau dicari apabila terdapat penyimpangan antara
pengalaman dengan kenyataan, antara apa yang direncanakan dengan kenyataan,
adanya pengaduan, dan kompetisi.
a. Terdapat penyimpangan antara pengalaman dengan kenyataan
Di dunia ini yang tetap hanya perubahan, namun sering perubahan itu tidak
diharapkan oleh orang – orang tertentu, karna akan dapat menimbulkan masalah.
Orang yang biasanya menjadi pimpinan pada bidang pemerintahan harus berubah
kebidang pendidikan. Hal ini tentu akan muncul masalah. Orang atau kelompk
yang biasanya mengelola pendidikan dengan system sentralisasi lalu berubah
menjadi desentralisasi, atau dengan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) maka
akan muncul masalah. Orang yang biasanya menulis menggunakan mesin ketik
manual harus diganti dengan komputer, maka akan muncul masalah.
b. Terdapat penyimpangan antara apa yang telah direncanakan dengan
kenyataan
Suatu rencana yang telah ditetapkan, tetapi hasilnya tidak sesuai dengan
tujuan dari rencana tersebut, maka tentu ada masalah. Mungkin masih ingat bahwa
pada era orde baru direncanakan pada tahun 2000 Bangsa Indonesia akan tinggal
landas tetapi ternyata tidak, sehingga muncul masalah. Dengan adanya reformasi
diharapkan harga – harga akan turun, ternyata tidak. Sehingga timbil masalah.
Direncanakan dengan adanya penataran pengawasan melekat, maka akan terjadi

5
penurunan dalam jumlah KKN, tetapi ternyata tidak sehingga timbul masalah.
Dengan kebijakan MBS , kualitas pendidikan akan meningkat, ternyata belum
terlihat. Jadi untuk menemukan masalah dapat diperoleh dengan cara melihat dari
adanya penyimpangan antara yang direncanakan dengan kenyataan.
c. Adanya pengaduan
Dalam suatu organisasi sekolah yang tadinya tenang tidak ada masalah,
ternyata setelah ada pihak tertentu yang mengadukan roduk maupun pelayanan
yang diberikan, maka akan timbul masalah dalam organisasi itu. Pikiran pembaca
yang dimuat dalam koran atau majalah yang mengadukan kualitas produk atau
pelayanan suatu lembaga pendidikan, dapat dipandang sebagai masalah, karena
diadukan lewat media sehingga banyak orang yang menjadi tahu akan kualitas
produk dan kualitas pelayanan yang diberikan. Dengan demikian orang tidak akan
membeli lagi atau tidak menggunakan jasa lembaga itu lagi. Demonstrasi yang
dilakukan oleh sekelompok orang terhadap suatu sekolah atau perguruan tinggi
juga dapat menimbulkan masalah. Dengan demikian masalah penelitian dapat
digali dengan cara menganalisis isi pengaduan.
d. Ada kompetisi
Ada saingan atau kompetisi sering dapat menimbulkan masalah besar, bila
tidak dapat memanfaatkan untuk kerja sama. Perusahaan Pos dan Giro merasa
mempunyai masalah setelah ada biro jasa lain yang menerima titipan surat, titipan
barang, ada handphone yang dapat digunakan untuk SMS, internet, e- mail.
Dalam pendidikan, lembaga – lembaga pendidikan yang selama ini unggul
didalam negeri, akan timbul masalah setelah ada perguruan tinggi asing boleh
beroperasi di Indonesia.
Dalam proposal penelitian, setiap masalah harus ditunjukkan dengan data.
Misalnya penelitian tentang SDM, maka masalah SDM , harus ditunjukkan
dengan data. Masalah SDM misalnya, jumlah SDM yang terbatas , jenjang
pendidikan yang rendah, kompetensi dan produktivitas yang masih rendah. Data
masalah dapat diperoleh hasil pengamatan pendahuluan terhadap hasil penelitian
orang lain, atau dari dokumentasi. Data yang diberikan harus up to date, lengkap
dan akurat. Jmlah data masalah yang dikemukakan tergantung pada jumlah
variable penelitian yang ditetapkan untuk diteliti. Kalau penelitian berkenaan

6
dengan 5, maka data masalah yang dikemukakan minimal 5. Tanpa menujukkan
data, maka masalah yang dikemukakan dalam penelitian tidak akan percaya.
2.2 Perumusan Persoalan (Masalah)
Judul (topik) suatu riset biasanya masih sangat umum sifatnya, maka dari itu
setelah pemilihan topik untuk riset pada umumnya orang yang menjalankan riset
tidak segera mengumpulkan data serta menganalisinya, akan tetapi terlebih dahulu
ia harus merumuskan persoalan riset sesuai dengan topik yang telah dipilihnya.
Hal ini dimaksudkan agar bisa dilakukannya dengan prosedur ilmiah (scientific
procedur). Perumusan persoalan adalah sangat penting dan justru merupakan
syarat untuk bisa memakai prosedur ilmiah, sebab akan memudahkan di dalam
pengarahan pengumpulan data di dalam rangka untuk memperoleh relevan data.
Merumuskan persoalan berarti merinci lebih lanjut persoalan yang masih
umum sifatnya, kalau perlu mempersempit persoalan supaya menjadi lebih
operasional serta membuat daftar soal-soal yang akan diselidiki (list of problrm)
dengan demikian memudahkan untuk pembuatan daftar data yang diperlukan yang
berhubungan dengan persoalan-persoalan tersebut (list of relevant data).

2.2.1 Merumuskan Permasalahan


Masalah penelitian yang sudah diidentifikasi dan dibatasi agar
memperoleh masalah yang layak untuk diteliti masih harus dirumuskan agar dapat
memberikan arah bagi si peneliti. Rumusan permasalahan yang baik, harus dapat
mencakup dan menunjukkan semua variabel maupun hubungan variabel satu
dengan variabel yang lain yang hendak diteliti. Mengenai bentuk pernyataan
permasalahan yang dirumuskan, ada beberapa macam pendapat penting yang
dapat dilihat seperti berikut:
1. Mereka menunjukkan bahwa rumusan masalah penelitian harus jelas dan tidak
menduakan arti (Gay 1981:28;Yoseph dan Yoseph 1973 ; 45). Sebagai contoh:
1. Masalah ini diselidiki dalam studi mengenai dampak penguatan positif atas
kualitas komposisi bahasa Inggris
2. Kegunaan dari studi ini untuk penilaian kurikulum pelajaran ekonomi
rumah tangga

7
2. Permasalahan penelitian sebaiknya dinyatakan dalam pertanyaan-pertanyaan
(Kerlinger 1986:16;Sukardi, 1973),Sebagai contohnya dapat dilihat seperti
berikut:
1. Apa akibat dari perbedaan jenis penghargaan atas prestasi siswa?
2. Berapa sering pelaksanaan penilaian akreditasi dari lembaga-lembaga
akreditasi?
3. Apa keuntungan dari akreditasi atas lembaga kejuruan dan tekni?

Dari beberapa contoh diatas dapat disimpulkan bahwa merumuskan


masalah penelitian itu dapat bervariasi dan tergantung pada kesenangan peneliti.
Oleh karena itu, perlu hati-hati dan jeli dalam mengevaluasi rumusan
permasalahan penelitian. Yang perlu diperhatikan dalam hal ini adalah adakah
ditunjukkan dalam rumusan tersebut karakteristik yang telah disebutkan diatas.
Hal yang perlu diingat dalam merumuskan permasalahan:
1. Masalah ilmiah tidak boleh merupakan pertanyaan-pertanyaan etika atau
moral. Pernyataan tentang nilai dan value judgement yang tidak bisa di jawab
secara ilmiah, misalnya masalah yang dipilih adalah “bagaimanakah
sebaiknya mengajar mahasiswa di perguruan tinggi?”untuk menghindarkan
hal tersebut maka janganlah mengguunakan kata “Mustikah” atau “lebih
baik” atau perkataan-perkataan lain yang menunjukkan preferensi. Ganti
perkataan lebih baik dengan perkataan “lebih besar”
2. Menghindarkan masalah yang merupakan metodologi. Pernyataan-pernyataan
yang berhubungan dengan “metode sampling”,atau “pengukuran” dan lain-
lain, supaya jangan digunankan dalam memformulasikan masalah.

2.2.2 Bentuk- Bentuk Rumusan Masalah Penelitian


Rumusan masalah merupakan suatu pertanyaan yang akan dicarikan
jawabannya melalui pengumpulan data. Menurut tingkat eksplanasinya ( level of
explanation) rumusan masalah dibagi menjadi :
1. Rumusan Masalah Deskriptif
Rumusan masalah deskriptif merupakan suatu rumusan masalah yang
berkenaan dengan pertanyaan terhadap keberadaan variabel mandiri, baik hanya

8
pada satu variabel atau lebih. Jadi dalam penelitian ini peneliti tidak membuat
perbandingan variabel itu pada sampel lain, dan mencari hubungan variabel itu
dengan variabel yang lain. Penelitian semacam ini untuk selanjutnya dinamakan
penelitian deskriptif.
Contoh rumusan masalah deskriptif :
1. Seberapa baik kinerja Departemen Pendidikan Nasional ?
2. Bagaimana sikap masyarakat terhadap perguruan tinggi negeri berbadan
hukum?
3. Seberapa tinggi efektivitas kebijakan manajemen berbasis sekolah di
Indonesia?
4. Seberapa tinggi tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan
pemerintah daerah di bidang pendidikan ?
5. Seberapa tinggi tingkat produktivitas dan keuntungan financial unit
produksi pada sekolah-sekolah kejuruan ?
6. Seberapa tinggi minat baca dan lama belajar rata-rata per hari murid
sekolah di Indonesia?
Dari beberapa contoh diatas terlihat bahwa setiap pertanyaan penelitian
berkenaan dengan satu variabel atau lebih secara mandiri.
Peneliti yang bermaksud mengetahui kinerja departemen pendidikan
nasional, sikap masyarakat terhadap perguruan tinggi berbadan hukum, efektivitas
kebijakan MBS, tingkat produktivitas dan keuntungan financial Unit Produksi
pada sekola-sekolah kejuruan, minat baca dan lama belajar rata-rata per hari
murid-murid sekolah di Indonesia adalah contoh penelitian deskriptif.

2. Rumusan Masalah Komparatif


Rumusan Komperatif adalah rumusan masalah penelitian yang
membandingkan keberadaan satu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel
yang berbeda, atau pada waktu yang berbeda. Contoh rumusan masalahnya adalah
sebagai berikut.
1. Adakah perbedaan prestasi belajar antara murid dari sekolah, negeri, dan
swasta?
2. Adakah perbedaan disiplin kerja guru antara sekolah di kota dan di desa?

9
3. Adakah perbedaan, motivasi belajar, dan hasil belajar antaramurid yang
berasal dari keluarga guru, pegawai swasta, dan pedagang?
4. Adakah perbedaan kompetensi professional guru dan kepala sekolah
antara SD, SMP, SLTA?
5. Adakah perbedaan daya tahan berdiri pelayan toko yang berasal dari
sekolah menengah kejuruan dan sekolah menengah atas?
6. Adakah perbedaan produktivitas karya ilmiah antara perguruan tinggi
negeri dan swasta?

3. Rumusan Masalah Assosiatif


Rumusan masalah asositif adalah rumusan masalah penelitian yang bersifat
menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih. Terdapat tiga bentuk
hubungan yaitu: hubungan simetris, hubungan kausal, dan interaktif/ timbale balik
a. Hubungan simetris
Hubungan simetris adalah suatu hubungan antara jumlah es yang terjual
dengan jumlah kejahatan terhadap murid sekolah?
1. Adakah hubungan antara rumah yang dekat rel kereta api dengan
jumlah anak?
2. Adakah hubungan antara warna rambut dengan kemampuan
memimpin sekolah?
3. Adakah hubungan antara jumlah payung yang terjual dengan jumlah
murid sekolah?
4. Adakah hubungan antara banyaknya radio di pedesaan dengan jumlah
penduduk yang di sekolah?
b. Hubunga Kausal
Hubungan kausal adalahhubungan yang bersifat sebab akibat. Jadi disini
ada variabel independen dan dependen.
1. Adakah pengaruh pendidikan orang tua terhadap prestasi-prestasi
belajar anak?
2. Seberapa b esar pengaruh kepemimpinan kepala SMK terhadap
kecepatan lulusan memperoleh pekerjaan?

10
3. Seberapa besar pengaruh tata ruang kelas terhadap efisiensi
pembelajaran di SMA?
4. Seberapa besar pengaruh kurikulum , media pendidikan, dan kualitas
guru terhadap kualitas SDMyang dihasilkan dari suatu sekolah?
c. Hubungan interaktif, reciprocal/ timbale balik
Hubungan interaktif adalah hubungan yang saling mempengaruhi. Di sini
tidak diketahui mana variabel independen dan dependen, contoh :
1. Hubungan antara motivasi dan prestasi belajar anak SD di kecamatan
A. Di sini dapat dinyatakan motivasi mempengaruhi prestasi tetapi
prestasi juga dapat mempengaruhi motivasi.
2. Hubungan antara kecerdasan dengan kekayaan Kecerdasan dapat
menyebabkan kaya, demikian juga orang yang kayameningkatkan
kecerdasan karena gizi terpenuhi.

2.3 Tujuan Penelitian


Didalam memilih topik dan merumuskannya menjadi riset proyek memang
banyak sekali pertimbangan-pertimbangan serta kesukaran-kesukaran yang harus
di hadapi.Proses ini mengharuskan ahli-ahli ilmu sosial untuk berhati-hati didalam
memilih topik yang dihadapinya dan benar-benar harus menguasai segala hukum-
hukum dan peraturan-peraturan yang terutama sekali mengenai perumusan-
perumusan persoalan riset.
Disini ditekan kan bahwa tujuan riset hendaknya dirumuskan secara spesifik
dan jelas,yaitu mengenai kejadian apa, dimana,bilamana terjadinya. Kaburnya
tujuan penelitian berakibat kaburnya hasil yang akan diperoleh.Dengan
menentukan tujuan riset secara singkat dan jelas, orang yang akan melakukan riset
bisa menyaring data apa saja ynag benar-benar diperlukan.Artinyayang relevan
terhadap persoalan, sehingga demikian mempermudah pembuatan daftar
pertanyaan yang akan di pergunakan untuk memperoleh data tersebut.
Beberapa contoh tentang judul riset yang memerlukan perumusan persoalan
lebih lanjut yaitu;
 Mempelajari mata-mata rantai dalam struktur tata niaga beras di jakarta

11
 Pengaruh kenaikan upah karyawan suatu perusahaan terhadap kenaikan
produksi.
 Menaksir produktifitasbeberapa faktor produksi dalam suatu pabrik
 Pengaruh biaya advertensi melalui TVRI terhadap kenaikan hasil penjualan
suatu perusahaan
 Pengaruh penanaman modal asing terhadap pengangguran di indonesia
 Hubungan kerja antara orang indonesia dan orang asing dalam joint venture
 Pengaruh pupuk terhadap kenaikan produksi padi
 Pengaruh modal asing terhadap pertumbuhan ekonomi indonesia
 Pengaruh perkembangan ekspor terhadap peningkatan kesempatan kerja dan
pertumbuhan GDP
 Perkembangan sektor industri dan pengaruhnya terhadap perubahan struktur
ekonomi.

Pada dasarnya tujuan penelitian dapat dikelompokkan menjadi 3,yaitu:


a. Untuk mengetahui sesuatu
Misalnya dalam menentukan riset judul “Profil Nasabah Bank BNI Cabang
Pasar Minggu” (Tingkat penghasilan, kredit yang diminta atau uang yang
akan ditabung, lapangan pekerjaan,tingkat pendidikan).Informasi bersifat
“ex-planatory”
b. Untuk mengetahui sebab-akibat (causal effect), melalui pengujian
hipotesis dalam eksperimen.
Misalnya, riset berjudul “Pengaruh dari kenaikan biaya promosi dan daya beli
masyarakat terhadap penjualan.Informasi bersifat “ex planotory”
c. Untuk meramalkan informasi bersifat “Predictive”
Misalnya, riset berjudul “Ramalan penjualan dengan memperhatikan
pengaruh beberapa faktor yang dominan untuk dasar perencanaan bisnis”.
Menurut tujuannya, maka riset dapat dikategorikan menjadi empat yaitu:
 Untuk memperoleh familiaritas dari suatu fenomena atau mencari
hubungan-hubungan baru, agar bisa merumsukan persoalan riset lebih
tepat lagi kalau perlu untuk menemukan suatu hipotesis. Dalam hal ini

12
biasa nya persoalan riset terlalu luas dan sifat exploratif (to
explore=mencari/menyelidiki)
 Untuk mengetahui atau memperoleh gambaran tentang sesuatu dengan
jelas mengadakan opname terhadap suatu keadaan atau suatu masalah
tertentu,dengan maksud untuk menguraikan karakteristik atau sifat-sifat
dari suatu keadaan.Selain itu juga untuk menentukan frekuensi terjadinya
suatu peristiwa tertentu. Biasanya disertai deskriptif (to
describe=menguraikan)
 Untuk menguji hipotesis tentang adanya hubungan antara variable-variable
dalam upaya untuk mengetahui sebab-akibat(causal effect).Biasanya
persoalan bisa dirumuskan dengan jelas dalam bentuk hipotesis-
hipotesis..Riset ini bersifat percobaan-percobaan(experiment)untuk
pengujian hipotesis.
 Untuk membuat ramalan(forcasting) dengan menggunakan model
ekonometrik/statistik.Riset bersifat prediktif.

13
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
1. Latar belakang masalah ialah uraian singkat tentang alasan mengapa suatu
judul tertentu dipilih. Alasannya antara lain karena hasil riset akan berguna
untuk memecahkan persoalan dan hasil riset akan mengungkapkan suatu
hal menjadi lebih jelas.
2. Karakteristik permasalahan yang baik serta layak untuk diteliti diantaranya
yaitu, mempunyai kontribusi signifikan, dapat didukung dengan data
empiris, sesuai dengan kemampuan dan keinginan peneliti, masalah masih
baru, aktual, praktis, memadai, sesuai dengan kebijaksanaan pemerintah,
dan ada yang mendukung
3. Rumusan permasalahan yang baik, harus dapat mencakup dan
menunjukkan semua variabel maupun hubungan variabel satu dengan
variabel yang lain yang hendak diteliti.
4. bentuk pernyataan permasalahan yang dirumuskan yaitu rumusan masalah
penelitian harus jelas dan tidak menduakan arti; dan sebaiknya dinyatakan
dalam pertanyaan-pertanyaan.
5. Menurut tingkat eksplanasinya ( level of explanation) rumusan masalah
dibagi menjadi:
a. rumusan masalah deskriptif
b. rumusan masalah komparatif
c. rumusan masalah assosiatif
6. Tujuan penelitian dapat dikelompokkan menjadi 3,yaitu:
a. Untuk mengetahui sesuatu
b. Untuk mengetahui sebab-akibat (causal effect), melalui pengujian
hipotesis dalam eksperimen.
c. Untuk meramalkan informasi bersifat “Predictive”

14
DAFTAR PUSTAKA

Putra, Nusa. 2013. Metode Penelitian KualitatifPendidikan. Jakarta :


RajaGrafindo Persada
Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta
Sukardi. 2013. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara
Sukmadinata, Nana Syaodih. 2008. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung:
Remaja Rosdakarya
Supranto, J. 1997. Metode Riset: Aplikasinya dalam Pemasaran. Jakarta: Rineka
Cipta

15