Anda di halaman 1dari 8

Mekanisme Servo adalah mekanisme respon yang bekerja mendeteksi setiap gerigi tersebut yang melewatinya.

Setiap
secara otomatis sesuai dengan parameter yang ditetapkan gerigi melewatinya maka medan magnet akan bertambah dan
ataupun target yang diinginkan. menginduksi tegangan pada belitan kawat sehingga akan
Dalam industri manufaktur mekanisme Servo biasanya dipakai dihasilkan pulsa. Pulsa tersebut akan dikonversi menjadi sebuah
pada robot industri untuk menghasilkan produk massal dengan gelombang kotak yang bersih dengan rangkaian ambang
tingkat akurasi yang sangat tinggi. Hal tersebut disebabkan oleh detector. Keunggulan tachometer gerigi ini ialah Memberikan
mesin produksi bekerja secara otomatis, sesuai dengan sebuah pulsa setiap waktu apabila gigi besi melewatinya dan
parameter yang diinginkan (parameter setting). menghasilkan pulsa yang berupa sinyal kotak yang jernih.
Dalam dunia militer, mekanisme Servo dipakai pada sistem Tachometer DC[sunting | sunting sumber]
radar pertahanan ataupun mekanisme peluru kendali. Early
warning sistem (EWS) bekerja secara otomatis dalam merespon Tachometer DC adalah sebuah generator DC yang memproduksi
setiap ancaman yang datang. Demikian pula mekanisme tegangan keluaran DC yang proporsional dengan kecepatan
pencapaian sasaran peluru kendali, bekerja mengejar dan batang. Terdiri dari magnet permanen dan bagian yang beputar
menghancurkan “musuh” berdasarkan target yang telah yang terbuat dari koil, dan juga terjadi konversi langsung.
“dikunci”.
Sebetulnya, Tuhan telah menciptakan Mekanisme Servo yang Prinsip kerjanya adalah terjadinya proses konversi langsung
sangat luar biasa di dalam tubuh manusia dan bekerja secara antara kecepatan dan tegangan. Tachometer inilah yang
alami tanpa kita sadari. digunakan dalam praktikum instrumentasi kelautan dalam
Sadarkah Anda bahwa sewaktu Anda berbelanja di pasar, Anda kesempatan kali ini. Keunggulan tachometer DC ini ialah untuk
dapat menimbang berat 1 kilogram mangga secara tepat dengan menjaga inersia turun dapat diatasi dengan penggunaan sikat
menggunakan “intuisi” Anda ? Anda dapat segera mengetahui sedangkan kelemahan sendiri yaitu penggunaan sikat untuk
jika timbangan sang penjual “curang”. menjaga inersia dapat aus.
Demikian pula sewaktu Anda sedang memarkir mobil Anda, Touch Tachomete/Tachometer Tempel[sunting | sunting
Anda tidak memerlukan mistar / penggaris untuk memastikan sumber]
jarak mobil Anda aman dan tidak membentur tembok.
Atau saat membiarkan diri Anda bangun sahur sesuai dengan Pada jenis ini mengharuskan sensor pada alat ini menyentuh
waktu yang Anda inginkan ? dengan benda benda yang diukur. Dalam pengaplikasianya
Anda dapat menggunakan Mekanisme Servo yang terdapat di tachometer jenis ini jarang digunakan pada bidang bidang
dalam diri Anda tidak hanya untuk hal hal yang bersifat tertentu dengan alasan teknis atau keselamatan.
kebetulan dan tidak penting. Tetapi Anda dapat pula Tachometer Laser/Photo Tachometer[sunting | sunting
menggunakannya secara “sadar”, untuk mencapai keinginan sumber]
keinginan Anda, cita cita Anda, kesehatan hingga finansial
Anda. Pada jenis ini memungkinkan untuk melakukan pengukuran dari
jarak jauh. Laser Tachometer bekerja dengan sensor cahaya
Encode Batang Optik yang sangat sensitif terhadap elemen berputar. Unsur berputar
akan memiliki satu tempat reflektif, dan rpm meter ini
Takometer atau kadang kita sebut RPM adalah sebuah alat mengukur tingkat di mana berkas cahaya dipantulkan kembali.
untuk mengukur putaran mesin, khususnya jumlah putaran yang
dilakukan oleh sebuah poros dalam satu satuan waktu dan sering
Penggunaan Tachometer[sunting | sunting sumber]
digunakan pada peralatan kendaraan bermotor. Biasanya
memiliki layar yang menunjukkan kecepatan perputaran per Penggunaan di Mobil[sunting | sunting sumber]
menitnya.
Dalam bentuk yang paling banyak digunakan, tachometer
Dalam aplikasi kendaraan bermotor, pemasangan takometer mengukur kecepatan di mana perangkat mekanik berputar, yang
dengan tujuan agar pengendara dapat menggunakan mesin biasanya ditunjukkan dalam RPM. Tachometer digunakan untuk
secara efisien. memantau RPM dalam mobil karena menjalankan mesin dengan
harga RPM terlalu tinggi dapat secara drastis mengurangi umur
Tachometer Optik[sunting | sunting sumber]
mesin menjadi lebih pendek.
Tachometer optik adalah sebuah alat untuk mengukur kecepatan
Ada beberapa cara di mana tachometer yang harus digunakan
sudut putar dengan besaran rpm. Tachometer optik terdiri dari
dapat dibangun. Dalam beberapa kasus, generator kecil melekat
jalur atau garis (stripe) yang terdapat di dalam batang lalu
pada poros penggerak mesin, dan pengukuran RPM didasarkan
terdapat sebuah atau lebih photosensor yang menghadap pada
pada arus listrik yang dihasilkan oleh perangkat. Mungkin juga
batang tersebut.
hanya mengukur tingkat di mana sistem pengapian mengirimkan
Cara kerjanya setiap batang tersebut berputar maka photosensor bunga api ke mesin.
akan mendeteksi jumlah stripe yang melewatinya. Kemudian Penggunaan Dalam Pesawat[sunting | sunting sumber]
akan menghasilkan output yang akan berbentuk pulsa. Pada
gelombang pulsa tersebut periode ≈ kebalikan dari kecepatan Pesawat biasanya memiliki satu tachometer untuk setiap mesin.
angular. Dapat diukur dengan menggunakan rangkaian counter Dalam pesawat yang menggunakan baling-baling, tachometer
seperti yang digambarkan pada encoder batang optik. juga dibutuhkan untuk setiap baling-baling. Sebuah mesin
Keunggulan tachometer optic ialah memiliki photosensor pesawat biasanya beroperasi pada RPM lebih tinggi dari baling-
sehingga dapat mendeteksi setiap garis yang melewatinya, balingnya. Dengan menggunakan tachometer terpisah untuk
sedangkan kelemahannya tidak dapat merasakan posisi dan bagian-bagian yang berbeda, pilot pesawat atau awak dapat
jarak, namun dapat diatasi dengan memasang 2 buah mengetahui apakah ada masalah dengan bagian tertentu.
photosensor. Laser Tachometer[sunting | sunting sumber]
Tachometer Rotor Bergigi[sunting | sunting sumber]
Tachometer pada masa lampau memerlukan kontak fisik antara
Terdiri dari sebuah sensor tetap dan sebuah pemutar gerigi, instrumen dan benda-benda yang diukur. Dalam aplikasi di
roda, dan bahan besi. Ada 2 jenis sensor yang digunakan : mana ini tidak layak untuk alasan teknis atau keselamatan, ada
kemungkinan untuk laser untuk melakukan pengukuran dari
jarak jauh. Laser Tachometer bekerja dengan berdenyut sinar
 Variable Reluctance Sensor ketat cahaya terhadap elemen berputar. Unsur berputar akan
 Hall Effect Sensor. Terdapat magnet yang menggantung memiliki satu tempat reflektif, dan tachometer mengukur tingkat
sebagai sensornya di mana berkas cahaya dipantulkan kembali. Laser Tachometer
dapat menjadi bagian permanen dari sistem, atau mereka bisa
Cara kerjanya adalah rotor berputar, kemudian bagian rotor genggam untuk pengukuran titik sesekali.
bergigi yang akan diukur. Sensor yang berupa magnet akan
Penggunaan Dalam Medis[sunting | sunting sumber] 3. Setiap gerigi melewatinya maka medan magnet akan
bertambah dan menginduksi tegangan pada belitan kawat
Tachometer bahkan dapat menemukan menggunakan dalam sehingga akan dihasilkan pulsa.
kedokteran. Dengan menempatkan kecil, turbin-seperti alat yang 4. Pulsa tersebut akan dikonversi menjadi sebuah gelombang
disebut haematachometer dalam arteri atau vena, seorang dokter kotak yang bersih dengan rangkaian ambang detektor
dapat menggunakan tachometer untuk menyimpulkan laju aliran
darah dari kecepatan di mana turbin berputar. Ini dapat Keunggulan Tachometer Rotor Bergigi
digunakan untuk mendiagnosa masalah peredaran darah seperti -Memberikan sebuah pulsa setiap waktu apabila gigi besi
penyumbatan arteri. melewatinya.
-Menghasilkan pulsa yang berupa sinyal kotak yang jernih
#
Tachometer merupakan Alat yang memberikan output yang 3. Tachometer DC
proporsional terhadap kecepatan putar (kecepatan Tachometer DC adalah sebuah generator DC yang memproduksi
sudut).Tachometer (penunjuk kecepatan putaran mesin) untuk tegangan keluaran DC yang proporsional dengan kecepatan
mengukur kecepatan sepedamotor yang akurat, prinsip kerjanya batang. Tachometer DC ini terdiri dari magnet permanen dan
menghitung jarak tempuh roda belakang (keliling roda bagian yang beputar yang terbuat dari koil.
belakang) dikali putaran roda belakang yang berhubungan
dengan putaran mesin. Prinsip Kerja Tachometer DC
Prinsip kerjanya adalah terjadinya proses konversi langsung
Cara Kerja Tachometer antara kecepatan dan tegangan
Metode untuk mengukur data kecepatan putar pada tachometer :
1. Diukur langsung pada potensiometer. Keunggulan dan Kelemahan Tachometer DC
2. Menggunakan penurunan waktu yang diambil untuk setiap • Keunggulan : Untuk menjaga inersia turun dapat diatasi
pilihan celah yang dilewati cahaya laser. dengan penggunaan sikat
• Kelemahan : Penggunaan sikat untuk menjaga inersia dapat
Keadaan Overflow aus.
1. Apabila kecepatannya terlalu lambat counter dapat
mengalami overflow atau penghitungan yang dimulai dari nol Contoh penerapan Tachometer
lagi. • Tachometer rotor bergigi dapat digunakan pada batang motor
2. Untuk mengatasinya perlu ditambahi rangkaian tambahan (crankshaft) dari sebuah mesin mobil
yang memiliki one-shot (pemacu) tambahan. • Tachometer optik digunakan untuk mengetahui kecepatan
sudut baling-baling
Macam-Macam Tachometer • Mengukur rata-rata aliran darah
1. Tachometer optik
2. Tachometer Rotor bergigi Perhitungan Tachometer pada Sepeda Motor
3. Tachometer DC

1. Tachometer Optik
Tachometer Optik adalah sebuah alat untuk mengukur kecepatan
sudut putar dengan besaran rpm.Tachometer optik terdiri dari
jalur atau garis (stripe) yang terdapat di dalam batang lalu
terdapat sebuah atau lebih photosensor yang menghadap pada
batang tersebut.

Cara Kerja Tachometer


1. Setiap batang tersebut berputar maka photosensor akan
mendeteksi jumlah stripe yang melewatinya.
2. Kemudian akan menghasilkan output yang akan berbentuk
pulsa.
3. Pada gelombang pulsa tersebut periode ≈ kebalikan dari
kecepatan angular.
4. Dapat diukur dengan menggunakan rangkaian counter seperti
yang digambarkan pada encoder batang optik. Berikut ini cara menghitung kecepatan sepedamotor dengan
tachometer
Keunggulan dan Kelemahan Tachometer Optik - Ukur keliling tapak roda belakang (tidak masalah walaupun
Keunggulan ban sudah aus atau ganti ukuran)
- Memiliki photosensor sehingga dapat mendeteksi setiap garis
yang melewatinya posisikan pentil pada jam 6, beri tanda ke-1 di lantai/jalan,
Kelemahan dorong sepedamotor sampai posisi pentil kembali ke posisi jam
- Tidak dapat merasakan posisi dan jarak, namun dapat diatasi 6, beri tanda ke-2, ukur jarak antara tanda ke-1 dan ke-2;
dengan memasang 2 buah photosensor gunakan satuan cm kemudian konversi ke kilometer.
2. Tachometer Rotor Bergigi Misal didapat jarak antara tanda ke-1 dan ke-2 (keliling roda) =
Tachometer Rotor Bergigi terdiri dari sebuah sensor tetap dan 180 cm = 0,00180 Km
sebuah pemutar gerigi, roda, dan bahan besi. - Hitung Rasio Putaran Mesin dengan Putaran Roda Belakang /
Ada 2 jenis sensor yang digunakan : Total Reduction Ratio (karena putaran roda belakang tidak
a. Variable reluctance sensor secepat putaran mesin).
b. Hall effect sensor
Pada Tachometer ini juga terdapat magnet yang menggantung Z2/Z1 Primary Reduction – Gigi pada crankshaft dengan gigi
sebagai sensornya pada rumah kopling.
Z4/Z3 Transmission Gear – Pilih perbandingan posisi gigi
Cara Kerja Tachometer Rotor Bergigi tertinggi untuk menghitung top speed.
1. Rotor berputar, kemudian bagian rotor bergigi yang akan Z6/Z5 Secondary Reduction – Jumlah mata/gigi Sprocket
diukur. belakang dibagi sprocket depan.
2. Sensor yang berupa magnet akan mendeteksi setiap gerigi
tersebut yang melewatinya.
Zx = x, angka ganjil = poros pemutar, angka genap = poros Pada Tachometer ini juga terdapat magnet yang menggantung
diputar - sebagai sensornya

Rumus Total Reduksi Rasio TRR = Z2/Z1 x Z4/Z3 x Z6/Z5 Cara Kerja Tachometer Rotor Bergigi
1. Rotor berputar, kemudian bagian rotor bergigi yang akan
Contoh: diukur.
Putaran mesin yang dibaca oleh tachometer = 10.500 rpm = 2. Sensor yang berupa magnet akan mendeteksi setiap gerigi
630.000 tersebut yang melewatinya.
putaran per jam (10.500 x 60 menit) Keliling roda belakang = 3. Setiap gerigi melewatinya maka medan magnet akan
180 cm = 0,00180 Km bertambah dan menginduksi tegangan pada belitan kawat
TRR = 8,497 Primary Reduction = 72/22 sehingga akan dihasilkan pulsa.
Transmission Gear = 19/22 (top gear, gigi ke-6) 4. Pulsa tersebut akan dikonversi menjadi sebuah gelombang
Secondary Reduction = 42/14 kotak yang bersih dengan rangkaian ambang detektor
Jadi awal 630.000 putaran di mesin per jam tinggal menjadi Keunggulan Tachometer Rotor Bergigi
74.298,246 putaran di roda per jam (630.000 / 8,497). -Memberikan sebuah pulsa setiap waktu apabila gigi besi
Tinggal dikalikan dengan keliling roda belakang: 74.298,246 x melewatinya.
0,00180 = 133,737 km/jam -Menghasilkan pulsa yang berupa sinyal kotak yang jernih

# 3. Tachometer DC
Tachometer Tachometer DC adalah sebuah generator DC yang memproduksi
tegangan keluaran DC yang proporsional dengan kecepatan
Tachometer merupakan Alat yang memberikan output yang batang. Tachometer DC ini terdiri dari magnet permanen dan
proporsional terhadap kecepatan putar (kecepatan sudut). bagian yang beputar yang terbuat dari koil.
tachometer (penunjuk kecepatan putaran mesin) untuk
mengukur kecepatan sepedamotor yang akurat, prinsip kerjanya Prinsip Kerja Tachometer DC
menghitung jarak tempuh roda belakang (keliling roda Prinsip kerjanya adalah terjadinya proses konversi langsung
belakang) dikali putaran roda belakang yang berhubungan antara kecepatan dan tegangan
dengan putaran mesin. Keunggulan dan Kelemahan Tachometer DC
• Keunggulan : Untuk menjaga inersia turun dapat diatasi
Cara Kerja Tachometer dengan penggunaan sikat
Metode untuk mengukur data kecepatan putar pada tachometer : • Kelemahan : Penggunaan sikat untuk menjaga inersia dapat
1. Diukur langsung pada potensiometer. aus.
2. Menggunakan penurunan waktu yang diambil untuk setiap Contoh penerapan Tachometer
pilihan celah yang dilewati cahaya laser. • Tachometer rotor bergigi dapat digunakan pada batang motor
Keadaan Overflow (crankshaft) dari sebuah mesin mobil
1. Apabila kecepatannya terlalu lambat counter dapat • Tachometer optik digunakan untuk mengetahui kecepatan
mengalami overflow atau penghitungan yang dimulai dari nol sudut baling-baling
lagi. • Mengukur rata-rata aliran darah
2. Untuk mengatasinya perlu ditambahi rangkaian tambahan Perhitungan Tachometer pada Sepeda Motor
yang memiliki one-shot (pemacu) tambahan. Berikut ini cara menghitung kecepatan sepedamotor dengan
Macam-Macam Tachometer tachometer
1. Tachometer optik - Ukur keliling tapak roda belakang (tidak masalah walaupun
2. Tachometer Rotor bergigi ban sudah aus atau ganti ukuran)
3. Tachometer DC posisikan pentil pada jam 6, beri tanda ke-1 di lantai/jalan,
dorong sepedamotor sampai posisi pentil kembali ke posisi jam
1. Tachometer Optik 6, beri tanda ke-2, ukur jarak antara tanda ke-1 dan ke-2;
Tachometer Optik adalah sebuah alat untuk mengukur kecepatan gunakan satuan cm kemudian konversi ke kilometer.
sudut putar dengan besaran rpm.Tachometer optik terdiri dari Misal didapat jarak antara tanda ke-1 dan ke-2 (keliling roda) =
jalur atau garis (stripe) yang terdapat di dalam batang lalu 180 cm = 0,00180 Km
terdapat sebuah atau lebih photosensor yang menghadap pada - Hitung Rasio Putaran Mesin dengan Putaran Roda Belakang /
batang tersebut. Total Reduction Ratio (karena putaran roda belakang tidak
secepat putaran mesin).
Cara Kerja Tachometer
1. Setiap batang tersebut berputar maka photosensor akan Z2/Z1 Primary Reduction – Gigi pada crankshaft dengan gigi
mendeteksi jumlah stripe yang melewatinya. pada rumah kopling.
2. Kemudian akan menghasilkan output yang akan berbentuk Z4/Z3 Transmission Gear – Pilih perbandingan posisi gigi
pulsa. tertinggi untuk menghitung top speed.
3. Pada gelombang pulsa tersebut periode ≈ kebalikan dari Z6/Z5 Secondary Reduction – Jumlah mata/gigi Sprocket
kecepatan angular. belakang dibagi sprocket depan.
4. Dapat diukur dengan menggunakan rangkaian counter seperti Zx = x, angka ganjil = poros pemutar, angka genap = poros
yang digambarkan pada encoder batang optik. diputar -
Keunggulan dan Kelemahan Tachometer Optik Rumus Total Reduksi Rasio TRR = Z2/Z1 x Z4/Z3 x Z6/Z5
Keunggulan Contoh:
- Memiliki photosensor sehingga dapat mendeteksi setiap garis
yang melewatinya Putaran mesin yang dibaca oleh tachometer = 10.500 rpm =
Kelemahan 630.000
- Tidak dapat merasakan posisi dan jarak, namun dapat diatasi putaran per jam (10.500 x 60 menit) Keliling roda belakang =
dengan memasang 2 buah photosensor 180 cm = 0,00180 Km
TRR = 8,497 Primary Reduction = 72/22
2. Tachometer Rotor Bergigi Transmission Gear = 19/22 (top gear, gigi ke-6)
Tachometer Rotor Bergigi terdiri dari sebuah sensor tetap dan Secondary Reduction = 42/14
sebuah pemutar gerigi, roda, dan bahan besi. Jadi awal 630.000 putaran di mesin per jam tinggal menjadi
Ada 2 jenis sensor yang digunakan : 74.298,246 putaran di roda per jam (630.000 / 8,497).
a. Variable reluctance sensor Tinggal dikalikan dengan keliling roda belakang: 74.298,246 x
b. Hall effect sensor 0,00180 = 133,737 km/jam
KESIMPULAN sebesar 60% x 255 = 153 (bentuk decimal) atau 10011001
Tachometer merupakan Alat yang memberikan output yang (bentuk biner).
proporsional terhadap kecepatan putar (kecepatan sudut).
Metode untuk mengukur data kecepatan putar pada tachometer signal = (sample/max_value) * reference_voltage
: = (153/255) * 5
1. Diukur langsung pada potensiometer. = 3 Volts
2. Menggunakan penurunan waktu yang diambil untuk setiap Komparator ADC
pilihan celah yang dilewati cahaya laser.
Bentuk komunikasi yang paling mendasar antara wujud digital
Macam-Macam Tachometer dan analog adalah piranti (biasanya berupa IC) disebut
1. Tachometer optik komparator. Piranti ini, yang diperlihatkan secara skematik pada
2. Tachometer Rotor bergigi gambar dibawah, secara sederhana membandingkan dua
3. Tachometer DC tegangan pada kedua terminal inputnya. Bergantung pada
tegangan mana yang lebih besar, outputnya akan berupa sinyal
ADC (Analog To Digital Converter) adalah perangkat digital 1 (high) atau 0 (low). Komparator ini digunakan secara
elektronika yang berfungsi untuk mengubah sinyal analog luas untuk sinyal alarm ke komputer atau sistem pemroses
(sinyal kontinyu) menjadi sinyal digital. Perangkat ADC digital. Elemen ini juga merupakan satu bagian dengan
(Analog To Digital Convertion) dapat berbentuk suatu modul konverter analog ke digital dan digital ke analog yang akan
atau rangkaian elektronika maupun suatu chip IC. ADC (Analog didiskusikan nanti.
To Digital Converter) berfungsi untuk menjembatani
pemrosesan sinyal analog oleh sistem digital.
Converter
Alat bantu digital yang paling penting untuk teknologi kontrol
proses adalah yang menerjemahkan informasi digital ke bentuk
analog dan juga sebaliknya. Sebagian besar pengukuran
variabel-variabel dinamik dilakukan oleh piranti ini yang
menerjemahkan informasi mengenai vaiabel ke bentuk sinyal
listrik analog. Untuk menghubungkan sinyal ini dengan sebuah
komputer atau rangkaian logika digital, sangat perlu untuk
terlebih dahulu melakukan konversi analog ke digital (A/D).
Hal-hal mengenai konversi ini harus diketahui sehingga ada
keunikan, hubungan khusus antara sinyal analog dan digital.
ADC (Analog To Digital Convertion) Konsep Kompataror Pada ADC (Analog to Digital Converter)
Analog To Digital Converter (ADC) adalah pengubah input
analog menjadi kode – kode digital. ADC banyak digunakan Gambar diatas memperlihatkan sebuah komparator merubah
sebagai Pengatur proses industri, komunikasi digital dan keadaan logika output sesuai fungsi tegangan input analog.
rangkaian pengukuran/ pengujian. Umumnya ADC digunakan Sebuah komparator dapat tersusun dari sebuah opamp yang
sebagai perantara antara sensor yang kebanyakan analog dengan memberikan output terpotong untuk menghasilkan level yang
sistim komputer seperti sensor suhu, cahaya, tekanan/ berat, diinginkan untuk kondisi logika (+5 dan 0 untuk TTL 1 dan 0).
aliran dan sebagainya kemudian diukur dengan menggunakan Komparator komersil didesain untuk memiliki level logika yang
sistim digital (komputer). dperlukan pada bagian outputnya.
ADC (Analog to Digital Converter) memiliki 2 karakter prinsip,
Jenis-Jenis ADC (Analog To Digital Converter)
yaitu kecepatan sampling dan resolusi.
ADC Simultan
Kecepatan Sampling ADC
ADC Simultan atau biasa disebut flash converter atau parallel
Kecepatan sampling suatu ADC menyatakan “seberapa sering
converter. Input analog Vi yang akan diubah ke bentuk digital
sinyal analog dikonversikan ke bentuk sinyal digital pada selang
diberikan secara simultan pada sisi + pada komparator tersebut,
waktu tertentu”. Kecepatan sampling biasanya dinyatakan
dan input pada sisi – tergantung pada ukuran bit converter.
dalam sample per second (SPS).
Ketika Vi melebihi tegangan input – dari suatu komparator,
maka output komparator adalah high, sebaliknya akan
memberikan output low.

Ilustrasi Kecepatan Sampling ADC


Resolusi ADC
Resolusi ADC menentukan “ketelitian nilai hasil konversi
ADC”. Sebagai contoh: ADC 8 bit akan memiliki output 8 bit
data digital, ini berarti sinyal input dapat dinyatakan dalam 255
(2n – 1) nilai diskrit. ADC 12 bit memiliki 12 bit output data
digital, ini berarti sinyal input dapat dinyatakan dalam 4096 nilai
diskrit. Dari contoh diatas ADC 12 bit akan memberikan
ketelitian nilai hasil konversi yang jauh lebih baik daripada
ADC 8 bit.
Prinsip Kerja ADC
Prinsip kerja ADC adalah mengkonversi sinyal analog ke
dalam bentuk besaran yang merupakan rasio perbandingan
sinyal input dan tegangan referensi. Sebagai contoh, bila
tegangan referensi 5 volt, tegangan input 3 volt, rasio input
terhadap referensi adalah 60%. Jadi, jika menggunakan ADC 8
bit dengan skala maksimum 255, akan didapatkan sinyal digital
Pada gambar diatas, ditunjukkan blok diagram Counter Ramp
ADC didalamnya tedapat DAC yang diberi masukan dari
counter, masukan counter dari sumber Clock dimana sumber
Clock dikontrol dengan cara meng AND kan dengan keluaran
Comparator. Comparator membandingkan antara tegangan
masukan analog dengan tegangan keluaran DAC, apabila
tegangan masukan yang akan dikonversi belum sama dengan
tegangan keluaran dari DAC maka keluaran comparator = 1
sehingga Clock dapat memberi masukan counter dan hitungan
counter naik.

Misal akan dikonversi tegangan analog 2 volt, dengan


mengasumsikan counter reset, sehingga keluaran pada DAC
juga 0 volt. Apabila konversi dimulai maka counter akan naik
dari 0000 ke 0001 karena mendapatkan pulsa masuk dari Clock
oscillator dimana saat itu keluaran Comparator = 1, karena
mendapatkan kombinasi biner dari counter 0001 maka tegangan
keluaran DAC naik dan dibandingkan lagi dengan tegangan
masukan demikian seterusnya nilai counter naik dan keluaran
tegangan DAC juga naik hingga suatu saat tegangan masukan
dan tegangan keluaran DAC sama yang mengakibatkan keluaran
komparator = 0 dan Clock tidak dapat masuk. Nilai counter saat
itulah yang merupakan hasil konversi dari analog yang
dimasukkan.
ADC Simultan
Kelemahan dari counter tersebut adalah lama, karena harus
Bila Vref diset pada nilai 5 Volt, maka dari gambar 3 dapat melakukan trace mulai dari 0000 hingga mencapai tegangan
didapatkan : yang sama sehingga butuh waktu.
SAR (Successive Aproximation Register) ADC
V(-) untuk C7 = Vref * (13/14) = 4,64
V(-) untuk C6 = Vref * (11/14) = 3,93
V(-) untuk C5 = Vref * (9/14) = 3,21
V(-) untuk C4 = Vref * (7/14) = 2,5
V(-) untuk C3 = Vref * (5/14) = 1,78
V(-) untuk C2 = Vref * (3/14) = 1,07
V(-) untuk C1 = Vref * (1/14) = 0,36

Misal :

Vin diberi sinyal analog 3 Volt, maka output dari C7=0, C6=0,
C5=0, C4=1, C3=1, C2=1, C1=1, sehingga didapatkan output
ADC yaitu 100 biner

Blok Diagram SAR ADC

Pada gambar diatas ditunjukkan diagram ADC jenis SAR, Yaitu


dengan memakai konvigurasi yang hampir sama dengan counter
ramp tetapi dalam melakukan trace dengan cara tracking dengan
mengeluarkan kombinasi bit MSB = 1 ====> 1000 0000.
Apabila belum sama (kurang dari tegangan analog input maka
Tabel Output ADC Simultan bit MSB berikutnya = 1 ===>1100 0000) dan apabila tegangan
Ada beberapa konsep dasar dari ADC adalah dengan analog input ternyata lebih kecil dari tegangan yang dihasilkan
cara Counter Ramp ADC, Successive Aproximation ADC dan DAC maka langkah berikutnya menurunkan kombinasi bit
lain sebagainya. ====> 10100000.
Counter Ramp ADC Untuk mempermudah pengertian dari metode ini diberikan
contoh seperti pada timing diagram gambar 6 Misal diberi
tegangan analog input sebesar 6,84 volt dan tegangan referensi
ADC 10 volt sehingga apabila keluaran tegangan sbb :

Jika D7 = 1 Vout=5 volt


Jika D6 = 1 Vout=2,5 volt
Jika D5 = 1 Vout=1,25 volt
Jika D4 = 1 Vout=0,625 volt
Jika D3 = 1 Vout=0,3125 volt
Jika D2 = 1 Vout=0,1625 volt
Jika D1 = 1 Vout=0,078125 volt
Jika D0 = 1 Vout=0,0390625 volt

Blok Diagram Counter Ramp ADC


Gambar 2.3 Blok Diagram Sistem Kontrol Loop Tertutup
Sebagai contoh, program yang harus diatur terlebih dahulu dapat
berupa instruksi untuk menaikkan temperature tungku sampai
harga tertentu yang lain selama selang waktu tertentu yang lain
pula. Pada pengontrolan dengan program seperti itu, titik setel
diubah sesuai dengan jadwal waktu yang telah ditentukan.
Timing diagram urutan Trace SAR ADC Kontroler (pengontrol) kemudian berfungsi untuk menjaga
temperatur tungku agar mendekati titik setel yang berubah.
Setelah diberikan sinyal start maka konversi dimulai dengan Harus diperhatikan bahwa sebagian besar sistem pengontrolan
memberikan kombinasi 1000 0000 ternyata menghasilakan proses servo mekanisme sebagai bagian yang terpadu. Istilah
tegangan 5 volt dimana masih kurang dari tegangan input 6,84 sistem kontrol loop tertutup seringkali disebut sebagai sistem
volt, kombinasi berubah menjadi 1100 0000 sehingga Vout = kontrol umpan balik. Secara praktis dan seringkali istilah
7,5 volt dan ternyata lebih besar dari 6,84 sehingga kombinasi kontrol umpan balik dan kontrol loop tertutup dapat saling
menjadi 1010 0000 tegangan Vout = 6,25 volt kombinasi naik dipertukarkan penggunaannya.
lagi 1011 0000 demikian seterusnya hingga mencapai tegangan Pada sistem kontrol loop tertutup, sinyal kesalahan yang
6,8359 volt dan membutuhkan hanya 8 clock. bekerja, yaitu perbedaan antara sinyal masukan sinyal umpan
Uraian diatas merupakan konsep dasar dari ADC (Analog to balik (yang mungkin sinyal keluarannya sendiri atau fungsi dari
Digital Converter), untuk pengembangan atau aplikasi ADC dan sinyal keluaran dan turunannya), disajikan ke kontroler
ADC dalam bentuk lain akan ditulis dalam artikel berbeda sedemikian rupa untuk mengurangi kesalahan dan membawa
dengan tujuan dapat memberikan penjelasan yang lebih lengkap keluaran sistem ke nilai yang dikehendaki. Istilah control loop
dari ADC (Analog to Digital Converter) tertutup selalu berarti penggunaan aksi kontrol umpan balik
untuk mengurangi kesalahan sistem.
Istilah sistem kontrol loop terbuka dapat didefinisikan sebagai
CCTV digital memiliki banyak keuntungan dibandingkan suatu sistem yang keluarannya tidak mempunyai pengaruh
analog. Pertama, bisa menggunakan internet kabel atau terhadap aksi kontrol disebut sistem kontrol loop terbuka.
nirkabel yang ada, termasuk Wi-Fi. Karena itu, tidak Dengan kata lain, sistem kontrol loop terbuka keluarannya tidak
terbatas oleh jarak. Sebuah kamera CCTV dapat diatur di dapat digunakan sebagai perbandingan umpan balik dengan
satu kota dan memiliki sinyal ditransmisikan dengan masukan. Suatu contoh sederhana adalah mesin cuci.
mudah ke satu kota. Keuntungan lain dari CCTV digital Perendaman, pencucian, dan pembilasan dalam mesin cuci
adalah bahwa rangkaian kamera dapat dialihkan ke dilakukan atas basis waktu. Mesin ini tidak mengukur sinyal
sebuah hub nirkabel, sehingga meminimalkan jumlah keluaran yaitu tingkat kebersihan pakaian.
kabel yang dibutuhkan untuk instalasi yang rumit. Sistem Servo
<="" ins="" data-adsbygoogle-status="done" style="padding:
# 0px; margin: 0px; outline: none; list-style: none; border: 0px
Sistem Pengontrolan Proses none; display: inline-block; width: 0px; height: 0px;">
Istilah sistem kontrol otomatis didefinisikan sebagai sistem
kontrol yang mempunyai umpan balik dengan acuan masukan Istilah Sistem Servo atau sistem servomekanisme didefinisikan
atau keluaran yang dikehendaki dapat konstan atau berubah sebagai suatu sistem kontrol berumpan-balik dengan keluaran
secara perlahan dengan berjalannya waktu, mempunyai tugas berupa posisi, kecepatan, atau percepatan mekanik. Oleh karena
utama yaitu menjaga keluaran sebenamya berada pada nilai itu, istilah servomekanisme dan sistem pengontrolan posisi (atau
yang dikehendaki dengan adanya gangguan. kecepatan atau percepatan) adalah sinonim. Servomekanisme
Ada banyak contoh sistem kontrol otomatis, beberapa di banyak digunakan dalam industri modern. Contoh dari sistem
antaranya adalah kontrol suhu ruangan mobil secara otomatis, servo mekanisme ini adalah operasi mesin alat bantu yang
pengatur otomatis tegangan pada plant daya listrik dengan otomatis secara menyeluruh atau lengkap, bersamasama dengan
adanya variasi beban daya listrik, kontrol otomatis tekanan dan instruksi yang diprogram, dapat dicapai dengan penggunaan
suhu dari proses kimiawi dan kontrol suhu secara otomatis di sistem servo.
ruangan. Perlu diperhatikan bahwa sistem kontrol, yang keluarannya
<="" ins="" data-adsbygoogle-status="done" style="padding: (seperti misalnya posisi pesawat terbang di angkasa pada suatu
0px; margin: 0px; outline: none; list-style: none; border: 0px sistem pendaratan otomatis) perlu mengikuti jalan di angkasa
none; display: inline-block; width: 0px; height: 0px;"> yang telah ditentukan, dinamakan sistem servo juga. Contoh
lainnya termasuk sistem kontrol lengan-robot, di mana lengan
robot harus mengikuti jalan tertentu di ruangan yang telah
ditentukan, dan sistem pendaratan otomatis pesawat udara,
dengan pesawat udara harus mengikuti jalan di angkasa yang
telah ditentukan.
Gambar 2.2 Blok Diagram Sistem Kontrol Loop Terbuka
Istilah sistem pengontrolan proses (process control system)
merupakan sistem kontrol secara otomatis dengan keluaran
berupa besaran seperti temperatur, tekanan, aliran, tinggi muka
cairan atau pH disebut sistem pengontrolan proses. Pengontrolan 1. Sistem Kendali Terbuka (Open Loop) Dan Sistem Kendali
proses secara luas digunakan di industri. Pengontrolan dengan Tertutup (Close Loop)
program seperti pengontrolan temperatur tungku pemanas 2. Sistem Kendali terbuka (Open Loop)
dengan temperatur tungku dikontrol sesuai instruksi yang telah
diprogram terlebih dahulu seringkali digunakan pada sistem Seperti yang telah disebutkan diatas bahwa sistem kontrol loop
seperti itu. terbuka adalah suatu sistem yang keluarannya tidak mempunyai
pengaruh terhadap aksi kontrol. Artinya, sistem kontrol terbuka
keluarannya tidak dapat digunakan sebagai umpan balik dalam perubahan pada sistem maka manusia akan melakukan langkah-
masukkan. langkah awal pengaturan sehingga sistem kembali bekerja pada
keadaan yang diinginkan.

Berikut ini adalah komponen pada sistem kendali tertutup:

1. Input (masukan), merupakan rangsangan yang diberikan pada


sistem kontrol, merupakan harga yang diinginkan bagi variabel
yang dikontrol selama pengontrolan. Harga ini tidak tergantung
pada keluaran sistem
Gambar 3. Sistem Kontrol Loop Terbuka 2. Output (keluaran,respons), merupakan tanggapan pada sistem
kontrol, merupakan harga yang akan dipertahankan bagi
Dalam suatu sistem kontrol terbuka, keluaran tidak dapat variabel yang dikontrol, dan merupakan harga yang ditunjukan
dibandingkan dengan masukan acuan. Jadi, untuk setiap oleh alat pencatat
masukan acuan berhubungan dengan operasi tertentu, sebagai 3. Beban/Plant, merupakan sistem fisis yang akan dikontrol
akibat ketetapan dari sistem tergantung kalibrasi. Dengan (misalnya mekanis, elektris, hidraulik ataupun pneumatic) .
adanya gangguan, sistem control terbuka tidak dapat 4. Alat kontrol/controller, merupakan peralatan/ rangkaian untuk
melaksanakan tugas yang sesuai diharapkan. Sistem kontrol mengontrol beban (sistem). Alat ini bisa digabung dengan
terbuka dapat digunakan hanya jika hubungan antara masukan penguat
dan keluaran diketahui dan tidak terdapat gangguan internal 5. Elemen Umpan Balik, menunjukan/mengembalikan hasil
maupun eksternal. pencatan ke detector sehingga bisa dibandingkan terhadap harga
yang diinginkan (di stel)
6. Error Detector (alat deteksi kesalahan), merupakan alat
Ciri – Ciri Sistem Kontrol Loop Terbuka : pendeteksi kesalahan yang menunjukan selisih antara input
(masukan) dan respons melalui umpan balik (feedback path)
1. Sederhana 7. Gangguan merupakan sinyal-sinyal tambahan yang tidak
2. Harganya murah diinginkan. Gangguan ini cenderung mengakibatkan harga
3. Dapat dipercaya keluaran berbeda dengan harga masukanya, gangguan ini
4. Kurang akurat karena tidak terdapat koreksi terhadap kesalahan biasanya disebabkan oleh perubahan beban sistem, misalnya
5. Berbasis waktu adanya perubahan kondisi lingkungan, getaran ataupun yang
lain.
Contoh Aplikasi Sistem Loop Terbuka :
Contoh aplikasi sistem kendali tertutup:
1. Pengontrol lalu lintas berbasis waktu
2. Mesin cuci 1. Servomekanisme
3. Oven listrik 2. Sistem pengontrol proses
4. Tangga berjalan 3. Lemari Es
5. Rolling detector pada bandara 4. Pemanas Air Otomatik
5. Kendali Termostatik
6. AC

2. Sistem Kontrol Tertutup (Close Loop)

Sistem Kontrol loop tertutup adalah sistem kontrol yang sinyal


keluarannya mempunyai pengaruh langsung pada aksi
pengontrolan. Sistem kontrol loop tetrtutup juga merupakan
sistem control berumpan balik. Sinyal kesalahan penggerak,
yang merupakan selisih antara sinyal masukan dan sinyal umpan
balik (yang dapat berupa sinyal keluaran atau suatu fungsi sinyal
keluaran atau turunannya). Diumpankan ke kontroler untuk
memperkecil kesalahan dan membuat agar keluaran sistem
mendekati harga yang diinginkan. Dengan kata lain, istilah
“loop tertutup” berarti menggunakan aksi umpan balik untuk
memperkecil kesalahan sistem.

Gambar 4. Sistem Loop Tertutup

1. Contoh Aplikasi Sistem Kendali Terbuka (Open Loop)


Gambar diatas menunjukan hubungan masukan dan keluaran
dan (Close Loop)
dari sistem kontrol loop tertutup. Jika dalam hal ini manusia
2. Aplikasi Sistem Kendali Terbuka (Open Loop) Pada Mesin
bekerja sebagai operator, maka manusia ini akan menjaga sistem
Cuci
agar tetap pada keadaan yang diinginkan, ketika terjadi
Penggilingan pakaian, pemberian sabun, dan pengeringan yang
bekerja sebagai operasi mesin cuci tidak akan berubah (hanya
sesuai dengan yang diinginkan seperti semula) walaupun tingkat
kebersihan pakaian (sebagai keluaran sistem) kurang baik akibat
adanya factor-faktor yang kemungkinan tidak di prediksi
sebelumnya.

Gambar 5. Operasi Mesin Cuci

2. Aplikasi Sistem Kendali Tertutup (Close Loop) pada


Pendingin Udara (Ac)

Masukan dari sistem AC adalah derajat suhu yang diinginkan


oleh pemakai. Keluaranya berupa udara dingin yang akan
mempengaruhi suhu ruangan sehingga suhu ruangan diharpakan
akan sama dengan suhu yang diinginkan. Dengan memberikan
umpan balik berupa derajat suhu ruangan setelah diberikan aksi
udara dingin, maka akan didapatkan kesalahan (error)dari
derajat suhu actual dengan derajat suhu yang diinginkan.
Adanya keslahan ini membuat kontroler berusaha
memperbaikinya, sehingga didapatkankesalahan yang semakin
mengecil.

Gambar 6. Proses Umpan Balik Pendingin Udara