Anda di halaman 1dari 2

Amalia Nur Latifah (1603416060)

Dewi Safitri (160341606086)


Farida Sulviana Dewi (1603416060)
Fatimatuzzahro’ Intan P. (1603416060)

Populasi adalah kumpulan individu dari suatu jenis organisme dalam suatu ekosistem
atau habitat. Individu yang hidup di suatu tempat tertentu dan antara sesamanya dapat melakukan
perkawinan sehingga dapat mengadakan pertukaran informasi genetic dinyatakan sebagai satu
kelompok yang disebut populasi. Pada dasarnya populasi mempunyai karakteristik yang khas
untuk kelompoknya yang tidak dimiliki oleh masing-masing individu anggotanya. Karakteristik
tersebut antara lain : kepadatan (densitas); laju kelahiran (natalitas); kematian (mortalitas)
potensi biotik; penyebaran umur; dan bentuk pertumbuhan. Natalitas dan mortalitas merupakan
penentu utama pertumbuha populasi. Dinamika populasi dapat juga disebabkan imigrasi dan
emigrasi
Populasi memiliki sifat-sifat (karakteristik) yang dapat diukur secara statistik dan bukan
sifat daripada individu-individu penyusunnya, di antara sifat-sifat tersebut adalah kepadatan, laju
perkembangan populasi, natalitas dan mortalitas, distribusi umur, potensi biotik, penyebaran dan
bentuk pertumbuhan. Laju perkembangan populasi ditandai dengan adanya perubahan jumlah
populasi disetiap waktu. Perubahan ini biasanya dipengaruhi oleh jumlah kelahiran, kematian
dan migrasi. Model eksponensial merupakan model pertumbuhan yang sangat sederhana.
Tingginya laju pertumbuhan populasi, maka jumlah kebutuhan makanan pun meningkat padahal
lahan yang ada sangat terbatas. Natalitas merupakan kemampuan suatu populasi untuk
menambah jumlah anggotanya secara inheren/besar. Sedangkan mortlitas adalah ukuran jumlah
kematian (umumnya, atau karena akibat yang spesifik) pada suatu populasi, skala besar suatu
populasi, per dikali satuan.
Kerapatan populasi adalah ukuran besar populasi yang berhubungan dengan satuan ruang
(area), yang umumnya diteliti dan dinyatakan sebagai jumlah (cacah) individu dan biomasa
persatuan luas, persatuan isi( volume) atau persatuan berat medium lingkungan yang ditempati.
Kerapatan kasar adalah kerapatan yang didasarkan atas kesatuan ruang total, sedangkan
kerapatan ekologi adalah kerapatan yang didasarkan atas ruang yang benar- benar
(sesungguhnya) ditempati (mikrohabitat). Lebih lanjut, kerapatan populasi suatu hewan dapat
dinyatakan dalam bentuk kerapatan mutlak(absolut) dan kerapatan nisbi( relatif). Pada penafsiran
kerapatan mutlak diperoleh jumlah hewan per satuan area, sedangkan pada penafsiran kerapatan
nisbi nisbi hal itu tidak diperoleh, melainkan hanya akan menghasilkan suatu indeks kelimpahan
(lebih banyak atau sedikit, lebih berlimpah atau kurang berlimpah). Pengukuran kerapatan
populasi kebanyakan dilakukan dengan sensus atau metode menggunakan sample (sampling).
Kerapatan mutlak diukur dengan cara:
1. Pencacahan Total (perhitungan menyeluruh)
Metode ini disebut juga sensus yang digunakan untuk mengetahui jumlah nyata dari
individu yang hidup dari suatu populasi.
2. Metode Sampling (cuplikan)
Pada metode ini, pencacahan dilakukan pada suatu cuplikan (sample), yaitu suatu
proporsi kecil dari populasi dan menggunakan hasil cuplikan tersebut untuk membuat
taksiran kerapatan (kelimpahan) populasi.
Beberapa metode pencuplikan yang digunakan antara lain: Metode kuadrat, Metode
menangkap- menandai- menangkap ulang, dan Metode removal (pengambilan). Sedangkan
pengukuran kerapatan nisbi (relatif) dilakukan dengan beberapa cara sebagai berikut :
· Menggunakan perangkap
· Menggunakan jala
· Menghitung jumlah felet faeses
· Frekuensi vokalisasi, indeks kelimpahan populasi dinyatakan sebagai frekuensi bunyi
persatuan waktu
Pertumbuhan populasi merupakan proses sentral di dalam ekologi. Struktur umur adalah
sifat populasi yang penting mempengaruhi baik natalitas maupun mortalitas. Mortalitas biasanya
berbeda menurut umur dan kemampuan berkembangbiak sangat kering terbatas pada kelompok
umur tertentu. Karena tidak ada populasi yang tumbuh secara terus menerus maka muncul
adanya pengaturan populasi. Interaksi spesies seperti predator, kompetisi, herbivory dan penyakit
berdampak terhadap pertumbuhan dan perkembangan populasi menghasilkan perubahan dalam
struktur komunitas.
Interaksi atau hubungan antara makhluk hidup yang satu dengan makhluk hidup yang
lainnya yang berasal dari satu spesies dalam suatu populasi disebut interaksi intraspesies.
Umumnya hewan sejenis memiliki kebutuhan yang serupa dalam hidupnya sehingga dalam
kehidupannya sehari-hari pasti akan selalu berinteraksi satu sama lain. Interaksi ini daoat
berlangsung dalam bentuk kompetisi, predasi, parasitisme, mutualisme dan detrivori. Kompetisi
antara hewan sejenis berlangsung untuk memperoleh makanan dan sumber daya, mencari
pasangan dalam proses reproduks, memperoleh kondisi lingkugan yang sesuai dan mendapatkan
perlindungan, menempati ruang, relung atau guild.
Interaksi intraspesies dapat berlangsung secara langsung atau interferensi, misalnya
perilaku berjuang atau berkelahi untuk mendapatkan pasangan hidup dan dapat berlangsung
secara tidak langsung atau eksploitasi. Contohnya perilaku menyiagakan diri untuk penguasaan
habitat dengan meningkatkan jumlah individu.

Rujukan:
Margian, Wolf. 1988. General Ecology. Saunders College Pub. New York.
Riberu, Paskalis. 2002. Pembelajaran Ekologi. Jurnal Pendidikan Penabur – No.01 / Th.I / Maret
2002.
Rifqi, MA. Ekologi Dasar; Keterbatasan, Komunitas, Nich, dan Suksesi.