Anda di halaman 1dari 5

MATERI IX

ALELOPATI

DASAR TEORI

Istilah Alelopati digunakan oleh Molicsth pada tahun 1937, yang diartikan sebagai
pengaruh negatif suatu jenis tumbuhan tingkat tinggi terhadap perkecambahan, pertumbuhan,
dan pembuahan jenis-jenis tumbuhan lainnya. Senyawa kimia yang memiliki potensi
alelopati dapat ditemukan di semua jaringan tumbuahan, termasuk daun, batang, akar, bunga,
buah, biji, dan kulit. Senyawa alelopati dapat dilepaskan oleh tumbuhan dari jaringan dengan
berbagai cara yaitu, penguapan, eksudat akar,pencucian, dan pembusukan organ-organ yang
mati. Pengaruh alelopati terhadap tumbuhan dapat dalam hal penyerapan hara, penghambatan
pembelahan sel, penghambatan pertumbuhan, penghambatan fotosintesis, penghambatan
respirasi, penghambatan sintesis protein, dll.

TUJUAN

1. Mahasiswa dapat menerapkan rancangan percobaan yang menunjukkan adanya


fenomena alelopati terhadap perkecambahan kacang tanah
2. Mahasiswa lebih terampil dalam mengukur variabel yang digunakan
3. Mahasiswa dapat menguci statistik adanya pengaruh senyawa alelopati terhadap
perkecambahan kacang tanah

ALAT BAHAN

Bahan :

1. Kacang tanah 5. Plastik


2. Kapas 6. Karet
3. Gelas air mineral 7. Kantong plastik
(5 gelas setiap kelompok), plus cadangan 2 8. Kertas label
4. Bahan alelopat

Alat:
1. Blender 7. Gelas ukur 100 mL
2. Saringan teh 8. Kertas label
3. Gelas ukur 9. Pipet tetes 5 buah
4. Pisau 10. Talenan
5. Neraca 11. Kain saring
6. Nampan 12. Ember
13. spidol permanen
Cara Kerja:
Persiapan larutan
1. Kacang tanah direndam selama 24 jam menggunakan air dalam ember. (diambil
dua hari sebelum praktikum)
2. Bahan alelopat dari daun dihilangkan tulang daunnya
3. Bahan alelopat dipotong kecil-kecil menggunakan pisau /gunting dan telenan.
4. Bahan alelopat ditimbang seberat 500 gr menggunakan neraca.
5. Bahan alelopat dihancurkan menggunakan blender dan ditambahkan air sebanyak 250
ml.
6. Hasil blender disaring menggunakan kain saring dan hasilnya ditampung dalam
ember. (konsentrasi 100%)
7. Konsentrasi 75% dibuat dengan cara mengambil 75 mL larutan induk dan
ditambahkan aquades sampai 100 mL. Larutan dimasukkan ke dalam kantong plastik.
Labeli menggunakan spidol permanen
8. Konsentrasi 50% dibuat dengan cara mengambil 50 mL larutan induk dan
ditambahkan aquades sampai 100 mL. Larutan dimasukkan ke dalam kantong plastik.
Labeli menggunakan spidol permanen.
9. Konsentrasi 25% dibuat dengan cara mengambil 25 mL larutan induk dan
ditambahkan aquades sampai 100 mL. Larutan dimasukkan ke dalam kantong plastik.
Labeli menggunakan spidol permanen
10. Sisa hasil pengenceran dimasukkan ke dalam plastik sebagai konsentrasi 100%.
Labeli menggunakan spidol permanen

Persiapan media tanam

11. Kapas dipotong melingkar menggunakan gunting seluas gelas air mineral
12. Masukkan kapas kedalam gelas
13. Air dituangkan kedalam gelas untuk membasahi kapas dengan volume sama
14. Keluarkan sisa air yang tidak terserap
15. Kacang tanah yang telah direndam sebanyak diambil 3 buah kemudian dimasukkan
dalam media tanam dan tiap gelas aqua dilabel dengan konsentrasi berbeda: 100%,
75%, 25%, dan 0%.
16. Pindahkan tanaman dan semua larutan kedalam grend house ditempat yang telah
disediakan.
Perlakuan
17. Perlakuan diberikan dengan meneteskan larutan alelopat sebanyak 3 tetes pada
masing-masing kacang tanah selama 12 hari.
18. Dilakukan pengamatan terhadap panjang plumula dan panjang radikula kacang tanah
setiap hari.

Tabulasi Data:

1. Pengamatan harian pengaruh ekstrak .... terhadap pertumbuhan kacang tanah

Konsentras Ulanga Bagia Hari pengamatan


1 2 3 4 5 6 7
i n n
U1 PP
PR
U2 PP
100%
PR
U3 PP
PR
U1 PP
PR
U2 PP
75%
PR
U3 PP
PR
Dst...
Tanggal
Acc Asisten

2. Tabel Anova tunggal pada hari ke tujuh

Konsentras U1 U2 U3 Rerata
PP PR PP PR PP PR PP PR
i
100%
75%
80%
25%
0%

Analisis Data
Analisis yang digunakan dalam praktikum
start ini yaitu menggunakan perhitungan ststistika
ANAVA tunggal untuk setiap variabel terikat, untuk mengetahui adanya pengaruh ekstrak air
tumbuhan tersebut terhadap perkecambahan kacang tanah.
Membagi kelompok
menjadi 2

Daun dipisahkan dari Glas air mineral


batang tulang dan akar dibersihkan dan dicuci

Ditimbang 500 gr Kapas dipotong dan


dimasukan kedalam gelas

Dirajang menggunakan
pisau atau gunting tambahkan air untuk
masukkan dinampan membasahi kapas

Masukkan air 250 ml


kedalam blender 3 bji Kacang tanah
diletakkan diatas kapas

Dimasukkan 250ml
rajangan daun kedalam
blender
Hasil perasan dimasukkan
keblender
Dituangkan ke kainsaring
dan diperas didalam
ember

Encerkan berbagai
konsentrasi

Masukka kedalam Labeli dan pindahkan ke


kantong plastic labeli gren house

Diagram alur praktikum

Siramkan tiap hari


sebanyak 10ml tiap gelas

Ukur pertambahan
panjangnya setiap hari

selesai