Anda di halaman 1dari 3

Soal Kelompok 1 Dokumentasi Keperawatan Perioperatif

1. Tn. A berumur 30 tahun datang dengan keluhan nyeri abdomen kuadran kanan
bawah dan diharuskan dokter untuk dilakukan operasi Appendiksitis. Area
dokumentasi keperawatan yang akan dilakukan seoarang perawat yang sedang
dinas di ruangan tersebut kecuali…
A. Preoperatif
B. Intraoperatif
C. Pascaoperatif
D. Perioperatif
E. Dokumentasi gawat darurat

2. Seorang perawat melakukan pengkajian pada Ny. R yang akan dilaksanakan


operasi Sectio Ceasaria. Dalam hal ini perawat tersebut perlu memperhatikan
prinsip-prinsip pendokumentasian dalam keperawatan, kecuali…
A. Tuliskan nama lengkap dan tanda tangan perawat yang bersangkutan.
B. Tulisan harus disingkat, teliti, dapat dibaca, menggunakan ejaan yang benar,
serta menggunakan alat tulis tinta hitam atau biru (bukan pensil karena bias
dihapus).
C. Hindari istilah yang tidak jelas (keculai merupakan hasil kesepakatan dan
kebijaksanaan institusi setempat, misalnya TD untuk tekanan darah, BB untuk
berat badan).
D. Dalam pendokumentasian harus dibedakan antara materi hasil observasi
atau interpretasi.
E. Menggunakan tinta merah

3. Direktur sebuah rumah sakit mewajibkan semua perawat yang bertugas di


ruangan untuk melakukan pendokumentasian secara komprehensif yang mana
hasil pendokumentasian tersebut digunakan sebagai pertimbangan dan
peningkatan mutu kualitas pelayanan kesehatan, dalam hal ini salah satu
manfaat pendokumentasian tersebut dilihat dari aspek…
A. Aspek legal
B. Aspek keamanan
C. Aspek Kesehatan
D. Aspek keperawatan umum
E. Aspek keuangan

4. Seorang perawat melakukan pendokumentasian pada Tn. A dengan keluhan


sasak napas, nyeri dada hingga ke punggung kiri. Didapatkan DS dan DO
sebagai berikut:
DS: Klien mengatakan napasnya terasa sesak dan nyeri didaerah dada hingga
ke punggung kiri.
DO: TD 130/80 mmHg, N 98 x/menit, T 37,5 oC RR 28x/menit, Skala nyeri 6
(sedang)
Dari masalah tersebut, perawat yang melakukan pendokumentasian berorientasi
pada masalah dan membuat suatu daftar masalah, menentukan rencana
keperawatan serta melakukan pencatatan perkembangan di dalam melakukan
asuhan keperawatan. Dalam hal ini perawat tersebut akan menggunakan model
dokumentasi...
A. SOR (Source Oriented Record)
B. CBE (Charting by Exception)
C. PIE (Problem Oriented Record)
D. POR (Progress Oriented Record)
E. POR (Problem Oriented Record)

5. Seorang perawat yang sedang dinas malam di sebuah rumah sakit melakukan
pemasangan infus pada Tn. Z dengan diagnosa medis Infark Miokard Akut
sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) dan sesuai anjuran dokter.
Perawat tersebut segera mendokumentasikannya di dalam catatan perawat dan
keesokan harinya klien tersebut meninggal sehingga keluarga menuntut perawat
malam yang memasang infus pada Tn. Z. Perawat tersebut dapat melakukan
pembelaan terhadap dirinya dengan dokumentasi yang telah dibuatnya. Dalam
hal ini fungsi dokumentasi keperawatan dilihat dari aspek…
A. Keuangan
B. Akreditas
C. Kualitas Pelayanan
D. Pendidikan
E. Hukum

6. Seorang mahasiswa keperawatan datang untuk mengkaji pasien disalah satu


rumah sakit daerah. Mahasiswa tersebut melakukan pengkajian dimulai dari
pengkajian ketika pertama kali klien masuk Rumah sakit, diikuti dengan
pelaksanaan pengkajian sistem tubuh pada setiap pergantian dinas. Dari kasus
diatas mahasiswa tersebut menggunakan salah satu karakteristik dokumentasi
keperawatan. sebutkan salah satu dokumentasi yang digunakan mahasiswa
tersebut.......
A. Dokumentasi PIE (Problem Intervention Evaluation)
B. Dokumentasi Core
C. Dokumentasi CBE (Charting by Exception)
D. Dokumentasi POS (Process Oriented System)
E. Semua salah

7. Ny. A umur 44 tahun masuk tanggal 19 Oktober 2015. Dilakukan pemasangan


oksigen pada saat masuk rumah sakit. Cara pelaksanaan tanpa komplikasi.
Masalah keperawatan: pasien sesak, pasien susah tidur dan nampak gelisah.
kurang nya informasi tentang pelaksanaan pemberian oksigen. Keadaan pasien
semenjak diberikan oksigen terlihat membaik dan sesak berkurang. Pasien dapat
tidur nyenyak dan tidak terlihat gelisah. Pagi, dr. A memeriksa kedaan pasien dan
dokter menyarankan untuk melepas oksigen karena keadaan pasien terlihat
membaik. Pasien diinstruksikan untuk tidak melakukan kegiatan yang berat yang
dapat menimbulkan sesak kembali. TTV: tekanan darah 120/80 mmHg, nadi 80
x/menit, suhu 26,5 c, rr 24 x/menit. Dari kasus diatas termasuk salah satu contoh
format kasus dokumentasi…
A. Dokumentasi PIE (Problem Intervention Evaluation)
B. Dokumentasi POR (progress oriented record)
C. Dokumentasi CBE (Charting by Exception)
D. Dokumentasi POS (Process Oriented System)
E. Semua salah
8. Di sebuah Rumah Sakit Ny. Y dirawat tanpa dilakukan pendokumentasian secara
lengkap oleh perawat ruangan, pada rekam medis Ny. Y tidak terdapat tanggal
dan tanda tangan tenaga kesehatan yang memberikan asuhan keperawatan
kepada Ny. Y. Dalam hal ini perawat mengabaikan aspek – aspek keperawatan,
yaitu……………
A. Akreditas
B. Hukum
C. Pendidikan
D. Keuangan
E. Penelitian

9. Tn. B dirawat dirumah sakit dengan keadaan yang kritis dan mempunyai
masalah yang kompleks yang harus dicatat secara adekuat, konsisten, dan
komprehensif. Kondisi kritis merupakan kondisi yang mengakhawatirkan dan
mengancam kehidupan Tn. B dapat menggunakan model dokumentasi….
A. Dokumentasi perawatan preoperatif
B. Dokumentasi perawatan intraoperatif
C. Dokumentasi perawatan pascaoperatif
D. Dokumentasi perawatan gawat darurat
E. Dokumentasi perawatan kritis

10. Tn. A dirawat dirumah sakit dengan keadaan yang kritis dan mempunyai masalah
yang pencatatan dokumentasi ini dilaksanakan secara akurat, singkat, dan
komprehensif. Dokumentasi ini mencatat aktivitas triage dan evaluasi awal,
melengkapi dan mencatat survei primer dan sekunder. yang diperlukan dalam
situasi resiko tinggi. Dan dapat menggunakan model dokumentasi….
A. Dokumentasi perawatan preoperatif
B. Dokumentasi perawatan intraoperatif
C. Dokumentasi perawatan pascaoperatif
D. Dokumentasi perawatan gawat darurat
E. Dokumentasi perawatan kritis

Anda mungkin juga menyukai