Anda di halaman 1dari 12

Laboratorium Kalibrasi No.

Prosedur : 2
Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan MKS : 0

Surabaya Revisi :00

Jurusan Teknik Elektromedik


Tanggal:25 September
Metode Kerja 2017
Kalibrasi Alat Centrifuge Halaman 1/6

Gambar 1. Centrifuge

Cerita centrifuge
Centrifuge menggunakan gaya sentrifugal (gaya yang dihasilkan ketika sebuah benda berputar
mengelilingi satu titik), untuk memisahkan padatan tersuspensi dalam cairan dengan sedimentasi,
atau cairan padat. Gerakan rotasi memungkinkan banyak kekuatan lebih besar dari gravitasi yang
akan dihasilkan pada suatu periode waktu. Di laboratorium, centrifuge umumnya digunakan
untuk proses pemisahan komponen padatan dari cairan biologis melalui sedimentasi, dan
khususnya komponen darah: sel darah merah, sel darah putih, trombosit dan lainnya untuk
melakukan beberapa tes dan pemeriksaan. Ada beberapa jenis alat centrifuge. Yang paling
banyak digunakan di bidang kesehatan masyarakat, surveilans dan laboratorium klinis adalah
table-top centrifuge, ultracentrifuge, haeamatocrit centrifuge dan standing centrifuge.
Sentifuge memiliki rentang pengukuran kuantitas 60 sampai 90 000 RPM.
Tujuan :
1. Dokumen ini disusun untuk digunakan sebagai panduan dalam melakukan kalibrasi
Centrifuge terhadap parameter kecepatan dengan menggunakan tachometer.
2. Dokumen ini disusun untuk digunakan sebagai panduan dalam melakukan perbandingan
alat standart dan unit yang akan diukur.
3. Dokumen ini disusun untuk digunakan sebagai panduan dalam melakukan perbandingan
antara nilai yang dihasilkan UUT (Unit Under Test) sebagai alat kalibrasi dan DUT
(Device Under Test) sebagai unit yang akan dikalibrasi. Yang termasuk UUT yaitu
tachometer serta thermohygrometer, sedangkan DUT adalah centrifuge

I. Ruang Lingkup
Metode kerja ini digunakan untuk mengkalibrasi Centrifuge dengan rentang ukur 0
Rpm sampai dengan 90.000 Rpm, dengan menggunakan Tachometer optik non-
kontak dengan kisaran pengukuran 0 Rpm sampai dengan 40.000 Rpm. Waktu
pengukuran adalah 0-10 menit.
II. Dokumen Acuan
1. SANAS TR 45-02, CRITERIA FOR LABORATORIES ACCREDITED TO
CALIBRATE TACHOMETERS,CENTRIFUGES AND MEASURE
ROTATIONAL SPEED.
2. Dp.01.17 SR-03 Persyaratan Tambahan Untuk Akreditasi Laboratorium Pengujian
Kimia dan Biologi.
3. NHANES, MEC Laboratory Prosedures Manual, January 2013.
4. WORLD HEALTH ORGANIZATION 2ND EDITION, Maintenance Manual for
Laboratory Equipment
5. ECRI, Medical Device Safety Reports (MDSR)

III. Definisi
1. Centrifuge adalah sebuah peralatan yang pada umumnya digerakkan oleh motor
listrik yang menempatkan obyek di rotasi sekitar sumbu tetap, menerapkan
kekuatan untuk tegak lurus sumbu.
2. Centrifuge berfungsi untuk memisahkan bahan tersuspensi dari medianya.
3. Parameter yang digunakan adalah kecepatan rotasi motor (rpm)
IV. Peralatan Yang Digunakan
1. Tachometer dengan nilai akurasi ± (0.05% + 1 digit)
2. Thermohygrometer
3. Stop Watch
4. Alat Ukur Ketinggian (Meteran)
5. ESA
6. Reflector
7. APD (Alat Pelindung Diri)

V. Kondisi Lingkungan Kalibrasi


Kalibrasi terhadap Centrifuge harus dilakukan pada kondisi ruang (harus di
laboratorium kalibrasi).
Suhu : 17 – 25oC
Kelembaban : maksimal 80 %
Refrensi : dilampiran
VI. Prosedur Kerja

Gambar 2. Penggunaan Tachometer pada Centrifuge


6.1 Persiapan
1. Gunakan sarung tangan dan APD
2. Siapkan lembar kerja untuk pengambilan data
3. Siapkan peralatan kalibrasi yang akan digunakan
4. Lakukan pendataan administrasi meliputi No Order, Merk, Serial Number,
Model/Type, Tanggal dan ruangan, Lokasi,
5. Lakukan pengukuran kondisi lingkungan : suhu dan kelembaban
6. Lakukan pengukuran pada jala – jala listrik : tegangan dan arus
7. Lakukan pengamatan fisik dan fungsi alat, periksa kondisi fisik dan fungsi DUT
8. Lakukan pengamatan fisik dan fungsi alat, periksa kondisi fisik dan fungsi alat
kalibrasi ESA, Tacho
9. Lakukan Pengukuran Grounding Resistance
 Gunakan Ohm-meter, Electrical safety analyzer atau Multimeter dengan
resolusi yang baik ukur tahanan pentanahannya.
 Ukur dan catat nilai tahanan antara ujung kabel ground pada kabel power
dengan metal pada chasis selungkup yang tidak dicat pada alat.
 Nilai tahanannya tidak boleh melebihi 0,5 Ω.
10. Lakukan Pengukuran Arus Bocor pada Chasis/Selungkup
 Ukur arus bocor chasis ke ground dengan penghantar grounding yang
terhubung pada steker dibuka untuk sementara waktu.
 Catat nilai arus bocor pada chasis tidak melebihi 500 μA pada saat
alat dihidupkan dan dimatikan.

Tachometer

Tombol save

Laser indikasi untuk


mengukur kecepatan
putaran

centrifuge

Setting kecepatan

 Melakukan pengukuran dengan setting kecepatan yaitu setting


putaran maximal, medium dan setting 20% dari putaran maximal
yaitu putaran paling rendah
 Melakukan pengukuran kecepatan centrifuge menggunakan
tachometer
 Melakukan pencatatan sesuai hasil pengukuran tachometer

Diagram mekanik penggunaan tachometer pada centrifuge


6.2. Operasi Normal Centrifuge
Centrifuge memerlukan berikut untuk operasi normal:
1. Sambungan listrik dengan kapasitas yang sesuai untuk peralatan 1 fasa atau 3 fasa
(tergantung pada model dan spesifikasi diberikan oleh produsen). Secara umum,
centrifuge menggunakan 110V atau 220 V / 60 Hz.
2. Bersih, lingkungan bebas debu.
3. Jika centrifuge menggunakan pendingin, membutuhkan ruang kosong pada sisi
kondensor untuk transfer panas yang memadai.
4. Sebuah kabinet di mana aksesoris centrifuge seperti rotor alternatif dapat
disimpan.

6.3 Prosedur Kalibrasi Centrifuge


1. Waktu dan frekuensi, Laboratorium Kalibrasi Elektrikal DCLF dan AUV dapat
diakreditasi untuk mengkalibrasi alat sentrifugasi untuk kecepatan putaran dan
waktu operasi. Laboratorium-laboratorium yang ingin mengkalibrasi termometer
integral yang diberada didalam centrifuge harus memiliki akreditasi tambahan
sebagai laboratorium metrologi suhu.
2. Centrifuge digunakan di laboratorium dianggap terkontaminasi dan harus
dipegang dengan gloves dan alat perlindungan personal lainnya dan/atau
terdisinfeksi sebelum kalibrasi.
3. Petugas laboratorium kalibrasi tidak boleh menjadi bagian dari proses kalibrasi,
non-aktifkan atau rusak interlock yang terpasang pada centrifuge.
4. Proses kalibrasi normalnya dilakukan dengan centrifuge yang terisi, kalibrasi
juga dapat dilakukan dengan normal dan terisi dengan seimbang. Jika terisi isi
tersebut harus terekam dan dilaporkan pada sertifikat kalibrasi.
5. Prosedur kalibrasi harus memenuhi syarat dibawah ini :
a) Mengukur untuk memastikan safety dari metrologist, dan harus termasuk
bahaya biologi dan mekanikal.
b) Bagaimana pengukuran harus dilakukan, melihat akses yang terlihat, atau
metode non-intrusif lainnya.
c) Jangka waktu untuk memungkinkan waktu stabilisasi setelah perubahan
pada pengaturan kecepatan operasi
d) Merekam hasil pengukuran.
6. Kecepatan yang ditunjukkan harus terkalibrasi pada minimum 5 pengaturan
kecepatan yang berbeda yang terpisah merata melalui rentang, kecuali centrifuge
yang didesain untuk dioperasikan pada kecepatan tetap, dibawah 5 pengaturan.
Dalam kasus yang terakhir ini harus dikonfirmasi oleh pelanggan selama proses
peninjauan kontrak. Hal ini harus terekam pada sertifikat kalibrasi dan ditandai
sebagai ‘kalibrasi sebagian’.
7. Timer harus dikalibrasi pada minimal 2 pengaturan berbeda, salah satunya harus
khas dari periode waktu yang dibutuhkan oleh pelanggan.’ Lakukan pencatatan
pada waktu 5 menit, 10 menitdan 15 menit’
8. Pengecualian ini harus dimasukkan pada sertifikat kalibrasi ‘kalibrasi dari
centrifuge ini terbatas pada kalibrasi kecepatan putaran, dan tidak termasuk
evaluasi dari bahaya yang bisa jadi akibat overloading, kecepatan berlebihan,
penyalahgunaan atau alasan lain’.
Kalibrasi dari mesin atau alat yang berputar (termasuk orbital mixers dan shakers)
1. Kecepatan dari alat pengukur kecepatan putaran dapat dikalibrasi dengan
menggunakan mekanisme non-intrusif.
2. Jika dilengkapi dengan timer harus dikalibrasi pada minimal 2 pengaturan yang
berbeda, salah satunya harus khas dari periode waktu yang dibutuhkan oleh
pelanggan.

VII. Analisa Data ‘ perhitungan dan analisis ketidak pastian pengukuran’


Ketidakpastian :
1 𝑛
A. Terukur rata – rata alat 𝑥
̅= ∑ (𝑥𝑖)
𝑛 𝑖=1

B. Standar deviasi 𝑠𝑡𝑎𝑛𝑑𝑎𝑟𝑑 𝑑𝑒𝑣𝑖𝑎𝑠𝑖 =


√∑(𝑥1 − 𝑥̅ )2 + (𝑥2 − 𝑥̅ )2 + (𝑥3 − 𝑥̅ )2 + … + (𝑥𝑛 − 𝑥̅ )2
∑𝑛 ̅ 2
𝑖=1(𝑋𝑖 − 𝑋 )
C. Simpangan baku sampel 𝑠 = √ 𝑛−1
D. Derajat kebebasan untuk tiga kali pengukuran= 2
E. Koefisian sensitifitas (ci) = 1
Ket: bila semua parameter pada model matematisnya memiliki nilai ukur yang
sama
Ketidakpastian :
𝑠
Ua =
√𝑛−1

Ua – besaran ukurnya sama

Tipe B
Ub1 – distribusinya normal (mengalami perubahan)
𝑢 𝑠𝑡𝑎𝑛𝑑𝑎𝑟𝑑
Ub1= 𝑘

k (faktor cakupan dari sertifikat alat standard)

Ub2 – kemampuan daya baca


Rectangular / separo –
𝑎
ub2 = √3

a = 0,5x resolusi

Ub3 / udrift – distribusi rectanguler


𝑎
Ub3= √3

a=rentang paruh / semi range

Ub4 – ketidakpastian dalam kesalahan operator dalam pengoperasian standard


Ub4 didapat dari taksiran dengan asumsi distribusi rectanguler / semi range
𝑎
Ub4 = √3

Ub5 – derajat kebebasan


1 100
Ub5(v) = 2 * ( 𝑟2 )
R= reliabilitas sumber ketidakpastian tipe B dan bisa ditentukan sampai berapa
%keraguan dari nilai tersebut
R=10
----------------------------------------------------------------- batas sampai ub5
𝑠
F. Simpangan baku dari rata – rata sampel
√𝑛
𝑠
G. Ketidak pastian baku 𝑢 =
√𝑛

H. Koreksi = Setting pada alat – Pembacaan pada alat


I. Ketidak pastian = UC x 2
J. Relatif Centrifuge Force (RCF) dalam satuan g yang dapat dihitung dalam
menggunakan rumus dibawah ini atau menggunakan normogram 1
G= radius rotor x 𝑟𝑝𝑚2 x 1,118 x 10−5
Ket:radius rotor = panjang lengan rotor dari pusat tungkai pemutar (cm)
𝛿𝑓
𝐶𝑖 =
𝛿𝑋𝑖
A.

 Ketidakpastian USertifikat

Us
U B1 
k
Ketidakpastian Baku Gabungan (UC)

Ketidakpastian Bentangan (Expanded Uncertainty), Ue

U  k .U C

Daya Baca operator


Standar
VIII. Uncertainty Budget
Tabel 1. Uncertainty Budget

Nilai ambang batas dan penyimpangan yang diijinkan pada :


1. Nilai pengukuran keselamatan listrik—arus bocor
2. Nilai pengamatan waktu putar
3. Batas koreksi dan ketidak pastian

IX. Pelaporan Ketidakpastian Pengukuran


Ketidakpastian nilai Pengukuran diestimasikan pada tingkat kepercayaan 95 %
dengan faktor cakupan k =2
Telaah teknis dan kesimpulan
X. Lampiran

Setting Pembacaan pada Alat


No. Parameter Pada
I II III IV V VI
Standar
1 Akurasi 6000 6769,0 6713,0 6933,0 6743,0 6720,0 6765,0
2 Kecepatan 8000 8008,0 8685,0 8308,0 8174,0 8418,0 8534,0
3 (RPS) 10000 10777,0 10902,0 10783,0 10864,0 10655,0 10981,0

Tabel 2. Hasil Kalibrasi Centrifuge

ECRI, Medical Device Safety Reports (MDSR)


Centrifuges

Hazard Report Summary [Health Devices Apr 1995;24(4):158-9]

Problem

We have received numerous reports from member hospitals of exposure to bloodborne pathogens
from blood and glass sprayed from beneath the lid of centrifuges. Since the time of publication of our
Hazard Report Summary, "Centrifuges," in Health Devices 21(12), December 1992, we continue to
receive numerous requests for information concerning the safety of and purchasing considerations for
centrifuges.

Recommendations

Use the following safety measures to avoid problems similar to those reported:

Safety Features for Centrifuges

 Lids: Discontinue use of any centrifuge that does not have a lid and do not retrofit the unit
with a lid that does not have a latch.
 Latches: Discontinue use of any centrifuge that does not have a latch; the latch keeps the
centrifuge lid closed in the event of tube breakage or other problems while the centrifuge is
operating. All such units should be replaced or modified to include a latch; contact the
manufacturer for information.
 Interlocks: If available, purchase centrifuges that have lids with interlocks to prevent the user
from opening the lid while the rotor is spinning.
 Inner safety lids: When possible, purchase centrifuges that have inner safety lids for the
buckets or rotor. If the units being purchased allow the outer lid to be opened while the rotor
is spinning at low speeds, be sure they have protective inner lids.

Proper Use of Centrifuges

 Ensure that the centrifuge tubes are properly balanced and that the speed and tube length are
in accordance with the tube and the centrifuge manufacturer's recommendations. Do not use
tubes that are not properly sized for the rotor. If using a swinging-bucket rotor, ensure that
the tubes are placed in accordance with the manufacturer's instructions; long tubes (e.g.,
greater than 100 mm) placed in the corner tube holders closest to the rotor shaft may break
when the rotor buckets swing out.
 For centrifuges with swinging-bucket rotors, fasten a protective inner safety lid (if available for
your model centrifuge) onto the bucket; for those with fixed-angle rotors, fasten an inner
safety lid to the rotor before centrifugation. Ensure that the safety lid is properly sealed and
positively locked into place.
 Ensure that the rotor has completely stopped spinning before opening the lid, even if an "OPEN
LID" indicator lights and the safety interlock disengages. In some cases, the rotor may not be
visible; therefore, the user should allow a reasonable amount of time for the rotor to stop and
should feel the top of the lid for the cessation of vibration before opening it.
 NEVER attempt to stop a moving rotor with your hands or with a tool or object (e.g., a paper
towel).
 All personnel should follow universal precautions when performing centrifugation and other
functions that may expose workers to splashed blood or body fluids. These precautions include
wearing gloves, facial protection (e.g., shields), gowns or laboratory coats, and plastic aprons;
these are described in detail in the National Committee for Clinical Laboratory Standards'
(NCCLS) tentative guideline(1) and the Occupational Safety and Health Administration's
(OSHA) bloodborne pathogens standard.(2)

Maintenance Procedures for Centrifuges

 During preventive maintenance, ensure that the nut that secures the rotor to the shaft is tight
(check the manufacturer's instructions).
 Clean and disinfect all centrifuges regularly according to the manufacturer's recommendations.
Contact the manufacturer for guidance if the operator's manual does not specify cleaning or
disinfecting agents. Prolonged contact with some disinfectants (e.g., 10% sodium hypochlorite)
may damage the rotor and other centrifuge components; be sure that such solutions are
removed by rinsing well with water.

In addition to the above, see the updated Procedure in Health Devices Inspection and Preventive
Maintenance System.

ECRI Resources

From Health Devices

Centrifuges [Hazard Report Summary]. 1992 Dec;21(12):459-60.

Dislodging of rotor and improper sealing of cover lids on Baxter Medifuge C1700-2 centrifuges [Hazard
Report]. 1992 Oct;21(10):380-1.

Improper sealing of Baxter Megafuge C1725-2 centrifuges [Hazard Report]. 1992 Sep;21(9):331-2.

Risks from centrifuges [Hazard Update]. 1992 Aug;21(8):290-1.

Missing roll pin from Beckman Spinchron centrifuge rotor [User Experience Network]. 1992
May;21(5):182-3.
Risks from Baxter Multifuge and other centrifuges without safety latches [Hazard Report]. 1991
Jan;20(1):29-30.

Risk of cross contamination [Perspective]. 1989 Oct;18(10):331-2.

Operator safety. 1989 Jul-Aug;18(7-8):279.

From ECRI's Health Devices Inspection and Preventive Maintenance (IPM) System

IPM Procedure for centrifuges. 1995 May; Procedure/Checklist No. 456-0595.

Notes

1. National Committee for Clinical Laboratroy Standards (NCCLS). Protection of laboratory


workers form infectious disease transmitted by blood, body fluids, and tissue. 2nd ed.
(tentative guideline). Villanova, PA: NCCLS, 1991 Sep (NCCLS Document M29-T2). This
document can be obtained from NCCLS. 771 E. Lancaster Ave., Villanova, PA 19085; (610)
525-4383.
2. Occupational Safety and Health Administration (OSHA). Occupational exposure to bloodborne
pathogens; final rule 29 C.F.R. Sec. 1910.1030. Fed Regist 1991 Dec 6;56(235):64004-182.

UMDNS Terms

 Centrifuges [10-778]
 Centrifuges, Tabletop [10-780]

Cause of Device-Related Incident

Device factors: Design/labeling error; Device failure; Improper maintenance, testing, repair, or lack or
failure of incoming inspection; Manufacturing error

User errors: Inappropriate reliance on an automated feature; Incorrect clinical use

Mechanism of Injury or Death

Exposure to airborne infectious agents; Exposure to bloodborne pathogens; Mechanical