Anda di halaman 1dari 1

BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang


Apendisitis didefinisikan sebagai inflamasi apendiks vermiformis yang
mengenai bagian sekitarnya. Apendisitis akut memiliki insidensi yang tinggi dan
merupakan keadaan abdomen akut yang membutuhkan tindakan segera. Apendisitis
memiliki berbagai macam manifestasi yang sering tumpang tindih dengan sindroma
klinis penyakit lain. Morbiditas yang signifikan meningkat seiring dengan
keterlambatan diagnosis.
Apendisitis adalah penyebab paling umum dari bedah akut abdomen, dengan
prevalensi semua usia diperkirakan 7-8%. Meskipun sudah ada kemajuan dalam
diagnosis dan pengobatan, apendisitis masih terkait dengan morbiditas yang
signifikan (10%) dan mortalitas (1-5%). Tanda, gejala dan Pemeriksaan fisik
merupakan hal paling penting untuk diagnosis penyakit. Keseluruhan akurasi untuk
mendiagnosis apendisitis akut adalah sekitar 90%, dengan false-negative setelah
apendektomi 10%.
Appendisitis terjadi karena beberapa sebab seperti infeksi pada apendiks, tapi
faktor terpenting yaitu adanya obstruksi lumen apendiks. Apendisitis yang tidak
ditangani dengan segera akan menimbulkan komplkasi berat seperti perforasi atau
sepsis, dan dapat menyebabkan kematian.
Appendektomi merupakan satu-satunya tatalaksana kuratif. Namun saatini
adaperdebatan mengenai tatalaksana apendisitis. Terapi dapat berupa pemberian
antibiotik IV atau apendektomi. Pasien yang mendapatkan terapi antibiotik tanpa
apendektomi 39% lebih sedikit mengalami komplikasi berupa perforasi apendiks,
peritonitis atau infeksi disekitar insisi apendektomi. 20% pasien yang diberika
antibiotik mengalami nyeri berulang atau gejala lain yang menyebabkannya kembali
ke rumah sakit, beberapa pasien dengan terapi antibiotik saja mengalami infeksi
serius.