Anda di halaman 1dari 8

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

1.1 Hasil Pengamatan

Tabel 4.1 Hasil Isolasi Mikroba.

NO Sumber Isolasi Media Jumlah Koloni Mikroba Gambar

yang Tumbuh

Jamur Bakteri Lainnya

PDA 2 2 20

1. Penangkapan dari

udara

Gambar 4.1 PDA Udara

NA 4 12 9

Gambar 4.2 NA Udara

13
PDA 5 11

2. Sampel dari tanah


Gambar4.3 PDA Tanah

NA 46

Gambar NA tanah 4.4

PDA 5 49
Gambar 4.5 PDA air

23
kolam

3. Sampel dari air


NA 98

Gambar 4.6 NA air kolam

4.2 Pembahasan

Pada praktikum “ISOLASI MIKROBA” kali ini kami melakukan tekhnik

isolasi mikroba pada mikroorganisme yang kami peroleh dari sampel tanah, air

dan udara. Isolasi mikroba merupakan suatu cara untuk memisahkan atau

memindahkan mikroba tertentu dari lingkungannya, sehingga diperoleh kultur

murni. Kultur murni ialah kultur yang sel-sel mikrobanya berasal dari pembelahan

dari satu sel tunggal. Manfaat dilakukannya kultur murni adalah untuk menelaah

atau mengidentifikasi mikroba, termasuk penelaahan ciri-ciri kultural, morfologis,

fisiologis, maupun serologis, yang memerlukan suatu populasi yang terdiri dari

satu macam mikroorganisme saja.

Pada isolasi mikroba menggunakan sampel tanah dan air menggunakan

teknik pengenceran bertingkat dengan perbandingan 1:9 dan dilakukan

33
pengambilan sampel sebanyak 1 ml setiap tabung reaksi dan dilakukan secara

berulang sampai tabung terakhir. Sehingga pengenceran mengandung 1/10 sel

mikroba dari pengenceran sebelumnya. Setelah sempel dimasukkan lalu

menghomogenkan . kemudian masukkan sempel 1 ml dari tabung 10ˉ¹ dengan

mikropipet, pindahkan sampel ke tabung 10ˉ², lakukan hingga tabung terakhir.

Pada isolasi mikroba menggunakan sampel udara kami menggunakan cawan

petri yang sudah berisi media PDA atau NA yang telah padat sehingga kami

mendapat sampel udara dengan membiarkannya diluar ruangan selama 5 menit.

Lalu media ditutup dengan kapas dan melakukan proses wrapping.

Pada penanaman mikroba (inokulasi) semua alat dalam keadaan steril dan

dilakukan didalam laminan air flow (laf), hal ini agar menghindari terjadinya

kontaminasi. Untuk fase penanaman dan penyebaran substansi kami mengambil 1

ml sampel tanah pengenceran 10ˉ7 menggunakan mikropipet lalu menyebarkan

pada NA yang sudah padat dalam cawan petri. Sedangkan pada sempel tanah

pengenceran 10ˉ4 menggunakan mikropipet dan menyebarkannya pada media

PDA yang sudah padat didalam cawan petri yang sudah padat dan dibungkus

dengan teknik wrapping lalu diinkubasi padasuhu kamar( loker ).

Ada beberapa metode dalam mengisolasi mikroba bakteri

(mikroorganisme)yaitu dengan menggunakan metode gores, metode tuang,

metode sebar, metode pengenceran dan agar miring. Metode-metode ini

berdasarkan pada prinsip yang sama yaitu mengencerkan organisme sedemikian

rupa sehingga tiap individu spesies dapat dipisahkan dengan lainnya.

Pada isolasi ini kami ngeggunakan teknik isolasi metode pengenceran,

Pengenceran ini bertujuan untuk mempermudah dalam perhitungan jumlah koloni

43
mikroba yang utmbuh, baik warna maupun karakteristik lainnya. Dari hasil

praktiukum dapat diketahui jumlah, warna dan bentuk dari bakteri dan jamur.

Pada sampel udara PDA jumlah jamur 19 berwarna hitam kecoklatan berbentuk

oval, NA udara jumlah bakteri 29 berwarna kekuningan menggerombol ditepi

permukaan cawan petri. Pada PDA tanah jamur berjumlah 12 berwarna coklat

susu, NA tanah jumlah bakteri 31 berwarna coklat susu berbentuk oval bulat

cawan petri berwarna putih susu. Pada PDA air kolam tidak terdapat jamur taupun

bakteri yang tumbuh, NA bakteri berjumlah 2 berwarna coklat.

53
BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Dari hasil pengamatan dan pembahasan diatas dapat ditarik kesimpulan

bahwa mahasiswa dapat memisahkan mikroba dari biakan campuran sehingga

diperoleh biakan murni dengan menggunakan teknik isolasi.

Teknik isolasi dilakukan untuk memisahkan atau memindahkan mikroba

tertentu dari lingkungannya, sehingga diperoleh kultur murni atau biakan murni.

Teknik-teknik isolasi ke media padat dengan cara agar miring, teknik sebar, teknik

tuang, dan teknik gores.

Teknik pengenceran bertingkat yaitu suatu teknik yang bertujuan untuk

memperkecil atau mengurangi jumlah mikroba yang tersuspensi dalam cairan.

Teknik ini menggunakan perbandingan berat sampel dengan volume tabung

pertama 1 : 9 dan dilakukan pengambilan sampel sebanyak 1 ml setiap tabung

reaksi serta dilakukan secara berulang sampai tabung terakhir.

5.2 Saran

Adapun saran dari praktikum mikrobiologi isolasi mikroba ini, sebaiknya

praktikanharus teliti dan fokus pada saat praktikum isolasi mikroba ini sehingga

mengurangi terjadi kesalahan yang bisa menghambat jalannya praktikum

mikrobiologi ini.

63
DAFTAR PUSTAKA

Buckle. 2007. Mikrobiologi Terapan. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada.

Dwyana. 2012. Mikrobiologi Dasar. Makassar: Universitas Hasanuddin

Ghoni. 2013. Mikrobiologi Dasar. Jakarta: Papas Sinar Sinanti

Nur, ansani. Praktikum mikrobiologi isolasi

http://www.kimia.clas.web.id/2014/11/laporan-praktikum-mikrobiologi-

isolasi.html?m=1 diakses 12 April 2018. Surabaya

Sholihahdi,Ina.2014.http://inasholihah2006-laporan-

praktikumgizi.blogspot.co.id/2014/08/laporan-praktikum-isolasi-

mikroorganisme.html.

Diakses tanggal 12 April 2018.

Wati. 2013. Pembuatan Biogas dari Limbah Cair Industri Bioetanol Melalui Proses

Anaerob (Fermentasi). Semarang: Universitas Diponegoro

73
83