Anda di halaman 1dari 5

BAB III

PEMBAHASAN

A. HASIL
1. Pre Hemodialisa
a. Waktu pengkajian : Jumat, 23 Februari 2018
b. Biodata
Nama : Ny. R
Jenis kelamin : Perempuan
Umur/ tanggal lahir : 38 tahun
No rekam medik :
Diagnosa medik : CKD stage V
Agama : Islam
Suku bangsa : Jawa, Indonesia
Pendidikan terakhir : SMA
c. Riwayat keperawatan
1) Riwayat keperawatan sekarang
Klien mengatakan bahwa kurang lebih sekitar tahun 2013, klien merasakan
pusing, mual dan muntah hingga lemas disertai kaki yang bengkak,
kemudian klien dibawa ke IGD RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang
untuk melakukan pemeriksaan. Setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium
dan diagnostik, klien didiagnosa menderita penyakit ginjal kronis dan harus
menjalani terapi hemodialisa untuk menggantikan fungsi ginjalnya. Klien
mengatakan sudah melakukan hemodialisa sejak tahun 2016 hingga
sekarang dengan akses AV shunt di lengan kiri. Saat ini klien menjalani
hemodialisa di unit hemodialisa RSUD KRMT Wongsonegoro.
2) Riwayat keperawatan dahulu
Klien mengatakan selain sakit yang diderita saat ini, klien tidak ada sakit
yang dikeluhkan.
3) Riwayat keperawatan keluarga
Ny. R mengatakan dirinya menderita DM namun tidak terkontrol dan jarang
periksa ke pelayanan kesehatan.
d. Pemeriksaan fisik
1) Keluhan : pusing
2) Keadaan umum : baik
3) Kesadaran : composmentis
4) Tanda – tanda vital :
a) Tekanan darah : 150/90 mmHg
b) Heart Rate : 100 x/menit
c) Respiratory Rate : 20 x/menit
d) Suhu : 36.0oC
e) Nyeri : tidak nyeri
5) Kulit : kulit kering, turgor elastis <2detik, warna kulit sawo
matang, pada daerah lengan atas kiri
6) Kepala : Bentuk kepala mesosephal, bersih, tidak berbau,
tidak ada lesi, rambut hitam, mudah rontok.
7) Mata : Reflek pupil simetris 2mm kanan dan kiri,
konjungtiva anemis, sklera ikterik.
8) Hidung : Simetris, bersih, tidak ada polip hidung, tidak ada
pernapasan cuping hidung
9) Mulut : nafas tidak bau, mukosa mulut kering, tidak ada
stomatitis
10) Telinga : Simetris, bersih, tidak ada tanda peradangan
ditelinga/ mastoiditis, reflek suara baik dan tidak
berdengung.
11) Leher : Tidak terdapat pembesaran kelenjar thiroid, otot
leher tegang, tidak ada bendungan vena jugularis.
12) Thorax :
a) Inspeksi : dada simetris, pergerakan dinding dada sama antara
kiri dan kanan, tidak ada bantuan otot pernafasan,
ictus cordis tidak kuat angkat
b) Palpasi : taktil fremitus sama antara paru kanan dan kiri,
tidak teraba masa pada lapang paru
c) Perkusi : terdengar suara sonor di seluruh lapang paru dan
redup pada jantung
d) Auskultasi : terdengar vesikuler di seluruh lapang paru, terdengar
bunyi jantung 1 dan 2
13) Abdomen :
a) Inspeksi : supel
b) Auskultasi : bising usus 8x/menit
c) Palpasi : tidak ada pembesaran hepar dan lien
d) Perkusi : hypertympani pada perkusi gaster dan pekak pada
hepar
14) Genitalia : tidak terpasang kateter
15) Ekstremitas :
a) Atas : tidak tampak edema, tidak ada tato, terpasang AV
shunt pada lengan kiri
b) Bawah : edema kaki kanan dan kiri, tidak ada tato
c) Kekuatan otot klien :
 Ekstremitas atas dextra 5
 Ekstremitas atas sinistra 5
 Ekstremitas bawah dextra 5
 Ekstremitas bawah sinistra 5
e. Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan laboratorium 10 Februari 2018

Pemeriksaan Hasil Satuan Nilai Normal


Hematologi
Hemoglobin 7.9 gr/dL 13,3 – 17,3
Hematokrit 25,40 % 40 – 52
Jumlah Leukosit 6.4 /uL 3,8 – 10,6
Jumlah 271 /uL 150 – 400
Trombosit
Ureum 5.4 mg/dl 17-40
Kreatinin 5.0 mg/dl 0.6-11
Na 131 mmol/M 135-147
GDS 160 g/dl 80-110

f. Program terapi
1) Hemodialisa 2x/minggu
2) Obat Per Oral :
a) Asam Folat 3x1
b) B1B6B12 3x1
c) Ranitidin2x1
d) Amlodipin 1x5
e) Candesartan 1x16
f) Clonidin 3x1
g) CaCo3 3x1
3) EAS 250cc 30tpm
g. Genogram

: perempuan

: laki - laki

: klien
: garis pernikahan

: garis keturunan

: garis tinggal serumah


: meninggal

2. Intra dan Post Hemodialisa


Durasi HD : 4.30’ jam
Qb : 200ml/menit
Qd : 500 ml/menit
UF Goal : 3000ml
Dialyser : Bls
Dialisat : bicarbonat
Condactiviti : 13,8
Temperatur : 36,7oC
Program Profiling : -
Heparinisasi :
a. Sirkulasi : 1000 iu
b. Maintenance : 250 ui/jam
3. Tindakan Keperawatan Pre, Intra, dan Post Hemodialisa jumat, 23 Februari 2018
observasi

Jam QB UF Tek. Nadi Suhu Resp Intake UF Keterang par


Rate Darah . (ml) tercap an af
ai
Pre HD

NaCl Dextr Makan/ Lain -


0,9% ose Minum lain
40%
07.30 100 0,67 156/ 102 36 20 100 - - 0 Keluhan
96 tidak ada,
GDS :
160,
200 HD mulai
Intra HD

09.00 200 0,67 148/ 95 36 20 0,80 Keluhan


91 tidak ada
10.00 200 0,67 155/ 97 36 20 200 1,62 Keluhan
101 tidak ada
11.00 250
(EAS)
12.00 200 0 153/ 80 36 20 100 25 3,00 Keluhan

Post HD
77 tidak ada,
HD
dihentikan
100
Jumlah : 675 Juml Balance :
ah : -2325
3000

B. PEMBAHASAN
Berdasarkan observasi pasien dan dokumentasi resume pada Ny. R pada tanggal
23 Februari 2018, muncul permasalahan berupa edema. keluhan utama yang dirasakan
oleh pasien adalah klien mengatakan kaki kiri dan perutnya bengkak. Bengkak pada
kaki kiri pasien disebabkan akibat kegagagalan ginjal untuk mengekskresikan cairan
sehingga cairan tetap menumpuk di semua rongga yang ada di tubuh manusia.
penumpukan cairan pada rongga abdomen (peritoneum) maka akan memunculkan
manifestasi klinis abdomen terlihat cembung, asites serta palpasi abdomen diperoleh
distensi abdomen. Cairan memiliki gaya gravitasi sehingga organ tubuh bagian bawah
menampung cairan lebih banyak.
Intervensi yang dilakukan di unit hemodialisa RSUD KRMT Wongsonegoro
adalah pemberian terapi diuretik untuk edema. Intervensi yang dilakukan oleh
mahasiswa yaitu edukasi dan pendampingan pasien selama hemodialysis untuk
meningkatkan asupan nutrisi untuk menghindari kejadian kelebihan cairan selama
hemodialysis berlangsung. Edukasi diberikan tiak hanya pada saat hemodialysis
berlangsung, melainkan dijadikan sebagai motivasi kepada pasien dan keluarga agar
mengatur pola makan yang teratur dan menjaga nafsu makan dengan baik. Selama
observasi selama kurang lebih 4 minggu, saat klien mematuhi anjuran yang diberika.
Meski begitu, pemantauan tanda dan gejala edema harus selalu dilakukan mengingat
klien adalah penderita CKD dengan kadar uremia dalam darah tinggi yang menjalani
dialysis yang sangat berisiko terjadi edema selama menjalani hemodialysis.