Anda di halaman 1dari 5
Blog ini dibuat untuk berbagi ilmu seputar kimia secara santai dan terbuka. Jika ada kritik

Blog ini dibuat untuk berbagi ilmu seputar kimia secara santai dan terbuka. Jika ada kritik

dan komentar, Monggo di-share aja

Terimakasih Kunjungannya

JUMAT, 21 MARET 2014

Prosess Industri Natrium Karbonat / Soda Ash atau Na2SO4

Prosess Industri Natrium Karbonat / Soda Ash atau Na2SO4 N atrium karbonat, Na 2 CO 3

Natrium karbonat, Na 2 CO 3 dalam rumus molekul, juga dikenal sebagai soda

ash (bubuk), soda, dan abu alkali (tepung). Kata "soda" (dari bahasa Latin Tengah) awalnya berasal dari tanaman tertentu yang tumbuh di rawa yang mengandung garam, ditemukan bahwa abu tanaman ini menghasilkan alkali berguna yaitu "abu soda.". Budidaya tanaman untuk produksi soda abu mencapai puncaknya,terutama pembangunan di abad 18 di Spanyol, tanaman ini diberi nama barrilla, dalam bahasa inggris adalah " Barilla. abu dari rumput laut menghasilkan abu soda,dan pembakaran Kayu menghasilkan garam abu dan bahan aktif kalium karbonat.

Proses untuk memperoleh natrium karbonat (soda ash) telah berubah secara signifikan dari waktu ke waktu, pada awalnya diproduksi oleh pembakaran rumput laut yang kaya natrium. Ketika gulma dibakar, natrium akan tertinggal di abu dalam bentuk natrium karbonat

natrium akan tertinggal di abu dalam bentuk natrium karbonat Walaupun proses ini efektif, hal itu tidak

Walaupun proses ini efektif, hal itu tidak dapat digunakan untuk menghasilkan jumlah besar. Proses pembuatan Natrium karbonat ada dua macam

yaitu secara sintetik dan alami. Secara sintetik terdiri atas proses Le Blanc dan Solvay sedangkan secara alami disebut sebagai proses Natural. Adapun penjelasan mengenai proses pembuatan Natrium karbonat (soda ash) sebagai berikut :

A. Proses Le Blanc

Proses pertama yang memungkinkan produksi dalam jumlah signifikan karbonat natrium merupakan proses sintetis yang dikenal sebagai proses LeBlanc, yang dikembangkan oleh ahli kimia Prancis Nicolas LeBlanc (1742- 1806). Dalam proses ini, garam bereaksi dengan asam sulfat untuk menghasilkan natrium sulfat dan asam klorida.

sulfat untuk menghasilkan natrium sulfat dan asam klorida. Natrium sulfat dipanaskan di hadapan batu kapur dan

Natrium sulfat dipanaskan di hadapan batu kapur dan batubara dan campuran yang dihasilkan mengandung kalsium sulfat dan natrium karbonat, yang kemudian diekstrak. masalah yang signifikan dengan proses LeBlanc, termasuk biaya tinggi dan polusi yang signifikan, terinspirasi seorang insinyur kimia Belgia bernama Ernest Solvay (1838-1922) untuk mengembangkan proses yang lebih baik untuk membuat karbonat natrium. Proses Le Blanc ini didasarkan atas pemanggangan salt cake (kerak garam) dengan karbon dan gamping di dalam tanur putar dan sesudah itu mengeraskan hasilnya dengan air. Produk kasar dari reaksi ini disebut black ash (abu hitam). Pengerasan dilakukan pada waktu dingin, pada pengerasan ini berlangsung hidrolisis sebagian sulfida. Ini kemudian diubah lagi menjadi karbonat melalui pengolahan dengan gas yang mengandung karbon dioksida yang berasal dari tanur abu hitam. Larutan natrium karbonat yang dihasilkan, dipekatkan sehingga menghasilkan Natrium karbonat yang kemudian dikeringkan atau dikalsinas

Reaksi :

karbonat yang kemudian dikeringkan atau dikalsinas Reaksi : B. Proses Solvay Proses Solvay menggunakan brine

B. Proses Solvay

Proses Solvay menggunakan brine (NaCl), batu kapur (CaCO 3 ), sebagai bahan

baku dan menggunakan ammonia sebagai reagen siklus. Adapun reaktor yang digunakan adalah Packed tower. Natrium karbonat yang dihasilkan berupa light

sodium carbonat dan dense sodium carbonat sesuai dengan kebutuhan pabrik yang menggunakannya Reaksi – reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut :

Reaksi – reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut : Proses Solvay sebagai contoh proses siklus dalam
Reaksi – reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut : Proses Solvay sebagai contoh proses siklus dalam

Proses Solvay sebagai contoh proses siklus dalam industri kimia (hijau = reaktan, hitam = antara, produk = merah).

kimia (hijau = reaktan, hitam = antara, produk = merah). Jika dibandingkan antara proses Le Blanc
kimia (hijau = reaktan, hitam = antara, produk = merah). Jika dibandingkan antara proses Le Blanc

Jika dibandingkan antara proses Le Blanc dan Solvay, maka proses Solvay lebih menguntungkan dikarenakan proses Solvay berjalan pada suhu rendah, reaksi berjalan pada fase cair-gas, konversi yang dihasilkan besar, dan Natrium yang dihasilkan lebih berkualitas.By-product yang dihasilkan dari proses Solvay dapat dijual kembali.

C. Proses Natural

Bahan baku yang digunakan pada proses natural ini adalah burkeite crystal (Na 2 CO 3 .2Na 2 SO 4 ) yang telah dipisahkan dari impuritasnya. Crude burkeite

crystal yang terdiri atas Li2NaPO4 dan Na 2 CO 3 .2Na 2 SO 4 dipisahkan sedangkan

filtratnya dipekatkan menjadi Na 2 SO 4 .10H 2 O ( garam Glauber’s ).Garam

Glauber’s disaring meninggalkan mother liquor yang kaya akan Natrium

karbonat. Kristal soda murni diperoleh dengan didinginkan dalam tangki

pendingin, kemudian disaring (filter) lalu masuk ke pengering (dryer).

Reaksi keseluruhan :

Na 2 CO 3 .2Na 2 SO 4 (s) ⎯⎯→ Na 2 CO 3 (s) + 2Na 2 SO 4 (aq)

Dilihat dari ketersediaan bahan baku, proses Natural tidak mungkin dilakukan

di Indonesia karena bahan baku yaitu endapan trona tidak terdapat di

Indonesia. Jadi proses yang mungkin dilakukan di Indonesia adalah proses Le

Blanc dan Solvay.

Berikut ini akan diuraikan keuntungan dan kerugian dari kedua proses di

tinjau dari kedua aspek tersebut : Tabel 1.3. Perbandingan aspek teknis dan

ekonomis antara proses Solvay dan Le Blanc

   

Proses

Proses

leblanc

solvay

 

Aspek teknis

   

a.

Proses

1. Bahan baku

 

NaCl padat

NaCl jenuh,

2. Hasil samping

H

2 SO 4

batu

3. Kemurnian produk

CaS

Kapur

4. Korosifitas bahan

96,8%

CaCO 3 CaCl 2

b.

Operasi

97%

1. Tekanan

 

Tinggi

2. Suhu

Tinggi

4,5 atm70 o C

 

Aspek

dampak

Tinggi

Sedang

lingkungan

Dengan membandingkan aspek-aspek tersebut maka dipilih proses yang lebih menguntungkan secara komersial yaitu dengan proses Solvay.

Reaksinya adalah sebagai berikut :

1. Reaksi yang terjadi pada kiln:

CaCO 3 (s) → CaO (s) + CO 2 (g)

CaO (s) + H 2 O (l) → Ca(OH) 2 (aq)

2. Reaksi yang terjadi dalam converter:

ΔHR 298 = 42.596,60 kkal/kmol

ΔHR 298 = -26.134,46 kkal/kmol

NaCl (s) + H 2 O(l) + NH 3 (g) → NH 4 OH (aq) + NaCl (aq) ΔHR 298 = 262.513,02

kkal/kmol

3. Reaksi yang terjadi dalam reaktor :

2 NH 4 OH + CO 2 ↔ (NH 4 )2CO 3 + H 2 O

(NH 4 )2CO 3 + CO 2 + H 2 O ↔ 2 NH 4 HCO 3

2 NH 4 HCO 3 +

kkal/kmol

2

NaCl

↔ 2 NaHCO 3

+

ΔHR 298 = -2,674,95 kkal/kmol

ΔHR298 = 34.981,13 kkal/kmol

2 NH 4 Cl

ΔHR 298 = -140.959,159

4. Reaktor yang digunakan adalah jenis reactor packed tower. a. Reaksi yang terjadi dalam calciner :

2 NaHCO 3 → Na 2 CO 3 + H 2 O + CO 2

b. Reaksi yang terjadi dalam ammonia still :

2 NHCl+Ca(OH) 2 → CaCl 2 + 2NH 3 + 2H 2 O

3 + 2H 2 O Dwi Arif Sulistiono d i 13.14 Berbagi Tidak ada komentar: Posting

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

‹

ΔHR 298 = -3.501,764 kkal/kmol

ΔHR 298 = 135.983,52 kkal/kmol

›

MENGENAI SAYA

Dwi Arif Sulistiono Ikuti 8
Dwi Arif Sulistiono
Ikuti
8

Lihat profil lengkapku

Diberdayakan oleh Blogger.