Anda di halaman 1dari 22

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR KONSELING PRA TES HIV PRODI S1 KEPERAWATAN UM BANJARMASIN

 

NAMA MAHASISWA :

SEMESTER :

NPM

:

STASION

:

No

Tindakan

Bobot

CONTOH PERCAKAPAN

1

Pra interaksi:

0,5

 
 

a.

Verifikasi catatan

keperawatan

b.

Jaga lingkungan

c.

Cuci tangan

2

Tahap orientasi:

1

 

a.

Berikan salam

b.

Menanyakan latar belakang dan alasan kunjungan

c.

Klarifikasi kontrak waktu tindakan

d.

Jelaskan tujuan dan prosedur tindakan

e.

Beri kesempatan klien untuk bertanya

f.

Diskusikan tentang kerahasiaan

3

Tahap interaksi:

   

a.

Kaji faktor resiko klien

1

terhadap HIV dengan menanyakan: perilaku seksual, penggunaan obat, transfusi darah

b.

Kaji tingkat pemahaman klien: alasan tes HIV, pengetahuan tentang penyebaran HIV

1

c.

Kaji mekanisme koping klien

0,5

d.

Eksplorasi implikasi HIV

Jelaskan pencegahan

1

e.

terhadap pernikahan, pekerjaan, keuangan, kehamilan dan stigma masyarakat

1

penyebaran HIV/AIDS

 
  • f. Koreksi mitos, kesalahapahaman dan mis informasi tentang HIV/AIDS

0,5

 
  • g. Eksplorasi ketersediaan support atau dukungan

  • h. Membantu klien membuat

0,5

keputusan untuk dilakukan tes HIV, antara lain dengan menjelaskan keuntungan dan akibat melakukan tes HIV

2*

  • i. Mendiskusikan prosedur tes HIV, waktu untuk mendapatkan hasil dan arti dari tes HIV.

1

  • j. Mendiskusikan kemungkinan tindak lanjut setelah ada hasil test.

0,5

  • k. Menjelaskan implikasi terinfeksi atau tidak terinfeksi HIV dan memfasilitasi diskusi tentang cara menyesuaikan diri dengan status HIV.

3*

  • l. Menjajaki kemampuan klien dalam mengatasi masalah.

1

  • m. Memberi waktu untuk

berfikir.

  • n. Bila klien menyetujui

0,5

untuk test, konselor memberikan form informed consent kepada klien dan meminta tanda tangannya setelah klien membaca isi form HIV/.AIDS.

0,5

  • o. Mengisi dokumen klien dengan lengkap dan mengisi form rujukan ke laboratorium.

0,5

  • p. Membuat perjanjian dengan klien untuk menunggu hasil test.

0,5

  • q. Mengantar klien ke tempat pengambilan darah dan menyerahkan form laboratorium kepada petugas pengambilan darah.

0,5

  • r. Bila klien tidak menyetujui

untuk di test, konselor

0,5

2

 

menawarkan kepada klien untuk datang kembali sewaktu-waktu bila masih memerlukan dukungan dan / atau untuk dilakukan test.

   

4

Tahap Evaluasi:

1

 
 

a.

Evaluasi perasaan

pasien dan keputusan

 

pasien

 

b.

Beri reinforcement

c.

Simpulkan hasil

kegiatan dan rencana

tindak lanjut

d.

Salam

e.

Cuci tangan

5

Dokumentasikan:

1

 

a.

Nama pasien, nomor

rekam medis

b.

Masalah keperawatan

c.

Tindakan yang

dilakukan

d.

Respon klien : Subjektif,

Objektif, Analisa, Planning

e.

Tanggal, jam

f.

Nama dan tandatangan

perawat

 

6

Sikap :

 

0,5

 

a.

Teliti

b.

Empati

c.

Peduli

d.

Sabar

e.

Sopan

f.

Senyum

TOTAL

20

Global Rating *(Centang salah 1)

Fail

Borderline

Pass

Excellent

NAMA PENGUJI : _______________________

3

HARI/TANGGAL : ______________________

TTD : _________________

SARAN/MASUKKAN: ____________________________________________________

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR KONSELING POST TES HIV PRODI S1 KEPERAWATAN UM BANJARMASIN NAMA MAHASISWA : SEMESTER
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR KONSELING POST TES HIV
PRODI S1 KEPERAWATAN UM BANJARMASIN
NAMA MAHASISWA :
SEMESTER :
NPM
:
STASION
:
Ne
Tindakan
Bobot
CONTOH PERCAKAPAN
o
1
Pra interaksi:
1
1)
Verifikasi catatan
keperawatan
2)
Jaga lingkungan
3)
Cuci tangan
2
Tahap orientasi:
1
1)
2)
3)
4)
5)
6)
Berikan salam
Klarifikasi kontrak
waktu tindakan
Jelaskan tujuan dan
prosedur tindakan
Beri kesempatan klien
untuk bertanya
Menanyakan kesiapan
klien untuk menerima
test.
Mengkaji ulang secara
singkat dan menanyakan
3
Tahap kerja:
1)
0,5
2)
3)
4)
5)
6)
Jelaskan hasil tes HIV
yang telah dilakukan
Membuka amplop dan
menyampaikan secara
lisan hasil testing HIV.
Memberi kesempatan
klien membaca hasil.
Memeriksa apa yang
diketahui klien tentang
hasil test.
Menjelaskan kepada
klien tentang hasil
testing HIV yang telah
dibuka dan yang telah
dibaca bersama.
Menjelaskan dengan
tenang arti hasil
0,5
0,5
0,5
2*
0,5

4

 

7)

pemeriksaan Kaji reaksi klien

0,5

 

8)

Eksplorasi perasaan klien: ketakutan klien akan kematian, kehilangan pekerjaan, respon masyarakat

0,5

9)

Memberi kesempatan

0,5

klien untuk meluapkan emosi. 10) Jelaskan bahwa reaksi

Bila hasil tes positif HIV:

0,5

tersebut normal 11) Berikan suport

0,5

emosional

Setelah klien cukup tenang dan konseling dapat dilanjutkan konselor menyelesaikan informasi sebagai berikut :

1)

Pengobatan ARV

2)

Kesehatan reproduksi

3)

dan kesehatan seksual Menawarkan konseling

4)

pasangan Untuk klien laki-laki,

5)

menawarkan secara rutin klien mengikuti pemeriksaan sifilis dan manfaat pengobatan sifilis. Untuk klien perempuan

6)

terdapat fasilitas layanan pemeriksaan kehamilan dan rencana penggunaan alat kontrasepsi bagi laki-laki dan perempuan. Memotivasi klien agar

7)

datang ke klinik untuk evaluasi awal secara medis. konselor dan klien

8)

menyepakati waktu kunjungan berikutnya Apabila pada waktu yang ditentukan klien tidak bisa hadir, disarankan untuk menghubungi konselor melalui telepon untuk perjanjian berikutnya

9)

Memberi kesempatan

5

 

kepada klien untuk bertanya mengenai hal- hal yang belum diketahui 10) Menawarkan pelayanan VCT pada pasangan klien. 11) Apabila klien sudah jelas dan tidak ada pertanyaan, maka konseling pasca-testing ditutup. 12) Memotivasi klien agar mencari pendampingan oleh pendamping ODHA.

   

Bila hasil tes negatif

13) Jelaskan tentang perilaku

2*

beresiko dan pencegahan penularan HIV 14) Jelaskan tentang window

0,5

period dan false negatif 15) Dorong untuk

2*

mengulang tes HIV pada 3-6 bulan yang akan datang dan pelayanan VCT bagi pasangan 16) Jelaskan perilaku seksual

0,5

yang aman dan memodifikasi perilaku beresiko 17) Memberi kesempatan kepada klien untuk

0,5

bertanya mengenai hal- hal yang belum diketahui. 18) Apabila klien sudah jelas dan tidak ada pertanyaan, maka

2

konseling pasca-testing ditutup. 19) Membuat perjanjian untuk kunjungan ulang

0,5

apabila dibutuhkan

1

Tahap Evaluasi:

  • a. Evaluasi perasaan pasien dan keputusan pasien

  • b. Beri reinforcement

  • c. Simpulkan hasil kegiatan dan rencana

tindak lanjut

6

 
  • d. Salam

   
  • e. Cuci tangan

.

Dokumentasikan:

1

  • a. Nama pasien, nomor

rekam medis

  • b. Masalah keperawatan

  • c. Tindakan yang dilakukan

  • d. Respon klien :

Subjektif, Objektif, Analisa, Planning

  • e. Tanggal, jam

  • f. Nama dan tandatangan perawat

1

Sikap :

  • a. Teliti

  • b. Empati

  • c. Peduli

  • d. Sabar

  • e. Sopan

  • f. Senyum

TOTAL

20

Global Rating *(Centang salah 1)

Fail

Borderline

Pass

Excellent

7

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENGKAJIAN SPIRITUAL PRODI S1 KEPERAWATAN UM BANJARMASIN

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENGKAJIAN SPIRITUAL PRODI S1 KEPERAWATAN UM BANJARMASIN

 

NAMA MAHASISWA :

SEMESTER :

NPM

:

STASION

:

 

No

Tindakan

Bobot

CONTOH PERCAKAPAN

 
 

1

Pra interaksi:

  • 1

 

Mencek status klien, melihat

 

a.

Verifikasi catatan

catatan perawat

keperawatan

 

Menjaga lingkungan dan

b.

Jaga lingkungan

 

memberikian privasi pada klien

c.

Cuci tangan

 

Mencuci tangan 6 langkah

2

Tahap orientasi:

  • 1

 

Assallamualaikum

 
 
  • a. Berikan salam

Perkenalkan nama saya perawat X,

  • b. Klarifikasi kontrak waktu tindakan

saya yang bertugas merawat bp hari ini, apakah bp bersedia

  • c. Jelaskan tujuan dan prosedur tindakan

Saya kemari bertujuan untuk melakukan pengkajian spiritual

  • d. Beri kesempatan klien untuk bertanya

kepada bp, waktunya kurang lebih 10 menit saya akan mengajukan beberapa pertanyaan kepada bp, apakah bp tidak keberatan

 

Apakah ada yang bp tanyakan

3

Tahap kerja:

   
  • a) Mohon maaf bp, apakah bp bergama

 
 
  • a. Lakukan pengkajian Faith dengan menanyakan agama dan keyakinan yang

4*

 

islam? Apakah bp mengerti kewajiban bp dalam islam? lanjutkan pertanyaan sesuai jaban klien sampai tergali makna agama bagi klien

dianut. Eksplor lebih lanjut.

 
  • b) Apakah menurut bp agama bp

  • b. Kaji Importance and influence dengan menanyakan pentingnya agama bagi klien

4*

 

penting untuk bp? , apakah melakukan ibadah sangat penting bagi bp?

  • c. Kaji Community dengan menanyakan keaktifan klien di kegiatan keagamaan. Eksplor lebih lanjut.

3*

 
  • c) Apakah bp mempunyai perkumpulan atau sering ke majelis ta”lim? Apakah bp selalu menghadiri pengajian tersebut? Dan sekarang apakah bp masih bisa mengikuti

  • d. Kaji Address and

 

kegiatan tersebut?

application dengan

4*

 
  • d) Apakah ada yang saya bisa lakukan

8

 

menanyakan bagaimana perawat dapat membantu klien melakukan kegiatan spiritualnya

   

untuk bp agar bp bisa menjalan ibadah bp misalnya shalat atau mengaji? Baik bp saya akan berusaha membantu bp.

 

4

Tahap terminasi:

1

Bagaimana perasaan bp setelah

 
  • a. Evaluasi perasaan

tindakan yang saya lakukan

pasien

Alhamdulillah semoga bp merasa

Baik bp, kita tadi sudah berbicang

  • b. Beri reinforcement

  • c. Simpulkan hasil

  • d. Salam

  • e. Cuci tangan

nyaman

kegiatan dan rencana tindak lanjut

terkait kegiatan spiritual bp, saya akan membantu bp untuk keperluan bp menjalankan ibadah bp,

Baik bp, saya disini sudah selesai, saya akan menemui bp lagi jika bp memerlukan saya, bp bisa menghubungi saya di nurse stasion, Assallamualaikum

Mencuci tangan 6 langkah

5

Dokumentasikan:

1

Melakukan dokumentasi dengan

 
  • a. Nama pasien, nomor rekam medis

mencatat dilembar kerja perawat

  • b. Masalah keperawatan

  • c. Tindakan yang dilakukan

  • d. Respon klien :

Subjektif, Objektif, Analisa, Planning

  • e. Tanggal, jam

  • f. Nama dan tandatangan perawat

6

Sikap :

1

   
  • a. Teliti

  • b. Empati

  • c. Peduli

  • d. Sabar

TOTAL

20

Global Rating *(Centang salah 1)

Fail

Borderline

9

Pass

Excellent

NAMA PENGUJI : _______________________ HARI/TANGGAL : ______________________

TTD : _________________

SARAN/MASUKKAN: ____________________________________________________

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR KONSELING KELUARGA KLIEN PALLIATIAVE CARE PRODI S1 KEPERAWATAN UM BANJARMASIN

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR KONSELING KELUARGA KLIEN PALLIATIAVE CARE PRODI S1 KEPERAWATAN UM BANJARMASIN

 

NAMA MAHASISWA :

SEMESTER :

:

STASION:

 
 

NPM

No

Tindakan

Bobot

CONTOH PERCAKAPAN

 

1

Pra interaksi:

1

 

Mencek status klien, melihat catatan perawat

a.

Verifikasi catatan

Menjaga lingkungan dan memberikian privasi

keperawatan

 

pada klien

b.

Jaga lingkungan

 

Mencuci tangan 6 langkah

c.

Cuci tangan

 

2

Tahap orientasi:

1

Assallamualaikum

a.

Berikan salam

Perkenalkan nama saya perawat X, saya yang

b.

Klarifikasi kontrak waktu tindakan

bertugas merawat anak bp hari ini, apakah bp bersedia

c.

Jelaskan tujuan dan prosedur tindakan

Saya kemari bertujuan untuk melakukan pengkajian keadaan anak bp hari ini, waktunya

d.

Beri kesempatan klien untuk bertanya

kurang lebih 10 menit saya akan mengajukan beberapa pertanyaan tentang kondisi anak bp, apakah bp tidak keberatan

 

Apakah ada yang bp tanyakan

3

Tahap Kerja:

 
  • a) Apakah bp tidak keberatan dengan keberadaan

Fasilitasi keluarga klien

saya

palliative untuk koping yang positif:

  • b) Apakah bp mengerti dengan penjelasan dokter kemarin mengenai kondisi anak bp saat ini? Baik

a.

Menawarkan keberadaan perawat

1

 

bp, bp bisa ungkapkan perasaan bp saat ini pada saya(perawat mendengarkan keluhan keluarga)

b.

Mendengarkan keluhan keluarga

1

  • c) Sekarang apa yang paling membuat bp khawatir dengan kondisi anak bp saat ini?

c.

Menanyakan ke

  • d) Baik bp, saya memahami perasaan bp saat ini,

10

 

keluarga apa yang membuat mereka paling khawatir saat

2*

 

tapi bp bp juga harus tetap kuat dan tetap sabar untuk menenangkan anak bp, dia juga butuh dukungan dari bp

ini

  • e) Bp harus tetap berkomunikasi seperti biasa

  • d. pahami keadaan emosi keluarga

1

 

dengan anak bp, bp jangan menampakkan kesedihan bp dihadapan anak bp, bp harus kuat

  • e. bantu keluarga untuk

dan berusaha menenagkan perasaan anak bp

mempertahankan dan meningkatkan hubungan serta komunikasi antara anggota keluarga dan klien

2*

  • f) Saya mengerti perasaan bp, bp ingin tetap selalu memberikan perhatian lebih terhadap anak bp dan bp ingin dia mengerti perasaan bp, tetapi anak bp juga ingin bp mengerti perasaannya, dia ingin tetap kuat dihadapan bp, dia ingin bp tetap sabar dan tidak menagisi keadaannya, dia juga butuh

  • f. bantu keluarga untuk membedakan kebutuhan mereka

2*

 

tetap dihibur namun tidak berlebihan, alangkah baiknya jika bp menenyakan apa keinginannya dan berusaha mewujudkannya

dengan kebutuhan pasien

  • g) Jika bp ining menanyakan terkait kondisi kesehatannya saya akan membantu bp untuk

  • g. fasilitasi untuk memahami

1

 

berkomunikasi dengan dokter, apakah bp menegrti

informasi medis

  • h) Bp harus tetap mendampingi anak bp, jika bp ada

  • h. bantu keluarga secara fisik (keberadaan), psikologis dan spiritual

1

 

kegiatan usahakan ada keluarga bp yang menemani anak bp , jgn membiarkan anak bp sendiri, berikan anak bp dukungan dan motivasi, arahkan dia untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dan menfasilitasi untuk kegiatannya

  • i. Membantu keluarga

  • i) Apakah bp siap jika anak bp suatu hari akan

untuk mempersiapkan diri

1

 

meninggal dunia? Bp harus tetap kuat dan tabah jika suatu saat dia mengalami sakaratulmautnya

saat klien meninggal:

  • j) Saya akan mengajarkan kepada bp tentang tanda anak bp akan meninggal: yaitu perubahan

  • j. 2*

ajarkan tentang tanda klien akan meninggal

 

fisiologis yaitu adanya pengurangan jumlah urin, pola nafas kadang terhenti, kemungkinan suara terdengar terbata-bata, suhu tubuh dingin, nadi

  • k. berikan saran apa

melemah, mungkin ada gelisah atau halusinasi,

yang harus

1

penurunan kesadaran dan otot lembek

dilakukan oleh keluarga (sesuai dengan keadaan dan kondisi klien)

  • k) Jiak bp menemukan tanda yang saya sampaikan, bp harus tetap mendampinginya bimbing dia kearah sakaratul yang baik, talqinkan dia, dan katakan bp mengikhlaskan kepergiannya, kumpulkan keluarga dan beritahu perawat,

 

apakah bp mengerti?

4

Tahap terminasi:

1

 
  • a. Evaluasi respon klien

Bagaimana perasaan bp setelah tindakan yang

Baik bp kita hari ini sudah belajar mengenai

perawatan paliative anak bp

  • b. Simpulkan hasil kegiatan

  • c. Pemberian pesan:

saya lakukan

dorong klien dan keluarga untuk melakukan tindakan

Saya harap bp dapat melakukan dan mengingat yang saya anjurkan

tersebut secara

Baik bp, saya disini sudah selesai, saya akan

menemui bp lagi jika bp memerlukan saya, bp

11

mandiri bisa menghubungi saya di nurse stasion, d. Kontrak selanjutnya (waktu,tempat,topic/k egiatan) Assallamualaikum 5 Dokumentasikan: 1
mandiri
bisa menghubungi saya di nurse stasion,
d.
Kontrak selanjutnya
(waktu,tempat,topic/k
egiatan)
Assallamualaikum
5
Dokumentasikan:
1
Melakukan dokumentasi dengan mencatat dilembar
a.
Nama pasien, nomor
kerja perawat
rekam medis
b.
Masalah keperawatan
c.
Tindakan yang
dilakukan
d.
Respon klien :
Subjektif, Objektif,
Analisa, Planning
e.
Tanggal, jam
f.
Nama dan
tandatangan perawat
6
Sikap :
1
a.
Teliti
b.
Empati
c.
Peduli
d.
Sabar

TOTAL

20

Global Rating *(Centang salah 1)

Fail

Borderline

Pass

Excellent

NAMA PENGUJI : _______________________ HARI/TANGGAL : ______________________

TTD : _________________

SARAN/MASUKKAN: ____________________________________________________

12

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR KOMUNIKASI DENGAN KELUARGA SAAT KLIEN MENINGGAL DUNIA PRODI S1 KEPERAWATAN UM BANJARMASIN

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR KOMUNIKASI DENGAN KELUARGA SAAT KLIEN MENINGGAL DUNIA PRODI S1 KEPERAWATAN UM BANJARMASIN

 

NAMA MAHASISWA :

SEMESTER :

NPM

:

STASION

:

 

No

Tindakan

Bobot

CONTOH PERCAPAKAN

 

1

1) mengucapkan sallam

1

Assallamualaikum

2) membiarkan keheningan

1

 

Walaaikumsallam

mau saya temani? Baik ibu saya akan

3) Mengatakan “Saya tidak

2*

Jika keluarga klien masih menangis biarkan

tahu apa yang harus saya katakan”

dulu beberapa saat Memulai percakapan dengan mengatakan

4) Anjurkan keluarga untuk

3*

menyampaikan perasaannya atau

” saya tidak tahu apa yang harus saya katakan” Saya turut berduka atas kepergian anak ibu Mendengarkan jawaban klg

keinginan dan harapan dari klien yang meninggal. Jika perlu, berbagilah dengan keluarga tentang kenangan dari klien yang meninggal dunia 5) Hindari perkataan,” saya

2*

Anak ibu adalah orang yang baik semasa hidupnya dia oarng yang selalu ceria dan tidak mau menampakkan kesedihannya dihadapan orang lain, dia orang yang sangat kuat dan tabah dan pastinya dia juga ingin ibu tetap kuat dan tabah sepertinya, ibu bisa menyampaikan perasaan ibu saat ini kepada

tahu apa yang anda

saya…. Menghindari perkataan sayaa tahu apa yang

rasakan” kepada keluarga 6) Tanyakan ke keluarga,

anda rasakan tetapi lebih bersikap empati Apakah ibu masih ingin tetap disini? Apakah

apakah masih ingin

3*

13

 

menemani klien yang sudah meninggal dunia untuk beberapa saat? (dapat ditdampingi perawat atau hanya sendiri) 7) Ask the family if there is anything that they feel needs to be done, offer support as appropriate

3*

 

memberikan waktu kepada ibu untuk tetap disini tetapi jangan terlalu lama kasian anak ibu dia juga perlu mendapatkan perawatan dan persiapan pemakaman secepatnya, ibu harus tetap sabar dan ikhlas, karena ini adalah jalan yang terbaik yang Allah berikan kepada anak ibu, anak ibu sudah tenang disisiNya, ibu harus kuat karena anak ibu ingin ibu sepertinya menjadi orang yang kuat dan tabah

and follow-through. (tanyakan kepada keluarga apakah ada sesuatu yang menurut mereka perlu dilakukan, tawarkan dukungan yang sesuai dan tindak lanjut)

Apakah ada yang perlu saya lakukan untuk persiapan pemakaman anak ibu, apakah perlu saya panggilkan penyelenggara jenazah? Ibu bisa memintanya kepada saya, nanti saya akan bantu

8) Ascertain special requests regarding treatment of the body after death and honor them if possible (memastikan permitaan khusus mengenai

3*

Apakah adapermintaan yang khusus untuk perawatan penyelenggaraan jenazah? Apakah ibu mau anak ibu dirawat oleh orang yang khusus untuk memandikan dan mengkafaninya?baik ibu saya mengerti dan saya akan membantu ibu

perawatan tubuh setelah kematian dan menghormati mereka jika memungkinkan)

Baik ibu saya akan mempersiapkan apa yang ibu perlukan, saya pamit dulu, nanti jika perlu

9) Berpamitan, ucapkan sallam

1

saya lagi ibu bisa panggil saya di nurse station, Assallamualaikum ibu

TOTAL

20

Global Rating *(Centang salah 1)

Fail

Borderline

Pass

Excellent

NAMA PENGUJI : _______________________ HARI/TANGGAL : ______________________

TTD : _________________

SARAN/MASUKKAN: ____________________________________________________

14

C. PENGKAJIAN PALIATIF

1.

Overview

Pasien dengan kebutuhan perawatan paliatif mengalami beberapa masalah yang dianggap tidak berhubungan dengan masalah kesehatan seperti masalah spiritual dan hubungan dengan orang lain. Jika masalah-masalah tersebut tidak terkaji dengan tepat, maka masalah tersebut dapat menimbulkan sumber distres bagi pasien dan keluarganya. Perawat sebagai pemberi palayanan kesehatan utama diharapkan mampu mengidentifikasi dan memperhatikan dalam pemenuhan kebutuhan pasien paliatif, tidak hanya masalah-masalah fisik, namun juga keterkaitan antara masalahmasalah fisik, spiriual dan hubungan dengan orang lain dengan tingkat distres pada pasien Pada pasien kanker dan penyakit terminal terdapat beberapa pengkajian awal yang dapat membantu perawat untuk menemukan masalah status fungsional atau kemampuan pasien dengan penyakit terminal, khususnya kanker. Eastern Cooperative Oncology Group (ECOG), Organisasi penelitian klinik untuk kanker di Amerika Serikat, merumuskan skala ECOG Performance Status. Skala ini sudah digunakan oleh doktor dan peneliti untuk mengetahui sejauh mana dampak penyakit terhadap kemampuan sehari-hari, sehingga dapat diketahui prognosis dan penanganan yang tepat. (ECOG, 2006). Skala ECOG dapat dilihat pada

format pengkajian keperawatan lanjut dalam proyek inovasi kelompok (lampiran 2) Selain ECOG, pengkajian Edmonton Symptom Assessment System juga salah satu alat pengkajian awal untuk mengetahui kondisi umum pasien kanker. ESAS merupakan pengkajian terhadap sembilan gejala yang sering dialami pasien kanker, yang meliputi: nyeri, kelelahan, rasa kantuk, mual, kurang nafsu makan, depresi, kecemasan, sesak, dan kesejahteraan. Pada bagian akhir terdapat skala yang dikosongkan, dan hanya diisi jika terdapat masalah kesehatan lainnya, seperti konstipasi, kejang, dll. (Seniors Health- Edmonton Zone Regional Palliative Care Program, 2010). Alat pengkajian paliatif yang dapat digunakan selain ECOG dan ESAS adalah Symptom Assessment Scale (SAS). SAS mampu membantu tenaga kesehatan mengevaluasi keberhasilan dan dampak dari terapi pasien. Pasien diminta menuliskan keluhan dan masalah yang dirasakan dalam 24

jam dan memberi nilai / skor sesuai dengan distres yang ditimbulkan akibat masalah tersebut, dan diulang setiap hari atau sesuai instruksi pemberi pelayanan kesehatan.

  • 2. Skoring pada ESAS dan SAS: 0 bermakna gejala dan masalah tidak ada, sehingga tidak terdapat gejala

distres. 1 bermakna bahwa pasien mengalami distres minimal dari gejala atau masalah yang dialami 10 bermakna pasien mengalami distres terburuk yang berhubungan dengan gejala atau masalah yang dialami

ECOG Eastern Cooperative Oncology Group performance status

(WHO/Zubrod score)

Grade

Description

0

Aktif penuh, mampu melakukan semua kegiatan tanpa hambatan

Fully active, able to continue with all pre-disease activities without restriction.

1

Terbatas dalam pekerjaan fisik yang berat, tapi masih mampu berpindah dan melakukan aktivitas ringan, seperti: pekerjaan rumah atau kantor yang ringan

Restricted in physically strenuous activity but ambulatory and able to carry out work of a light or sedentary nature, e.g., light house work, office work.

2

Mampu melakukan perawatan diri dan bergerak, namun tidak mampu melakukan pekerjaan lainnya. Bangun lebih dari 50% dari waktu terjaga nya.

Ambulatory and capable of all self-care but unable to carry out any

 

work activities. Up and about more than 50% of waking hours.

3

Hanya mampu melakukan perawatan diri yang terbatas, hanya diantara tempat tidur dan kursi lebih dari 50% dari waktu terbangun.

Capable of only limited self-care. Confined to bed or chair more than 50% of waking hours.

4

Ketidakmampuan secara total, tidak bisa melakukan perawatan diri sendiri, total berada di tempat tidur atau kursi. Completely disabled. Cannot carry on any self-care. Totally confined to bed or chair.

5

Meninggal dunia

Dead.

18
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR KONSELING KLIEN DENGAN PALLIATIAVE CARE PRODI S1 KEPERAWATAN UM BANJARMASIN

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR KONSELING KLIEN DENGAN PALLIATIAVE CARE PRODI S1 KEPERAWATAN UM BANJARMASIN

 

NAMA MAHASISWA :

SEMESTER :

 
 

STASION

:

 
 

NPM

:

No

Tindakan

Bobot

CONTOH PERCAKAPAN

 

1

Pra interaksi:

1

Melihat status klien

a.

Verifikasi catatan

Meenjaga lingkungan dan privasi klien

keperawatan

Mencuci tangan 6 langkah

d.

Jaga lingkungan

 

e.

Cuci tangan

2

Tahap orientasi:

1

Assallamualaikum

a.

Berikan salam

Perkenalkan nama saya perawat X, saya yang

b.

Klarifikasi kontrak waktu tindakan

bertugas merawat bp hari ini, apakah p bersedia Saya kemari bertujuan untuk melakukan

c.

Jelaskan tujuan dan prosedur tindakan

pengkajian keadaan bp hari ini saya akan mengajukan beberapa pertanyaan tentang kondisi

d.

Beri kesempatan

bp, apakah bp tidak keberatan

klien untuk bertanya

Apakah ada yang bp tanyakan

3

Tahap kerja, lakukan

 

Perawat melakukan penilaian kondisi pasien

pengkajian:

dengan menggunakan skala ECOG

a.

Beri nilai performance pasien saat ini dengan

4*

Setelah menilai kondisi klien, perawat melanjutkan dengan pengkajian ESAS dengan

menggunakan ECOG

mengajukan pertanyaan terkait keluhan atau perasaan klien sesuai skala ESAS (menanyakan

b.

Lanjutkan

4*

seluruh pertanyaan dengan menggajukan skala:

pengkajian dengan menanyakan keluhan pasien sesuai ESAS (nyeri, lelah, mual,

contoh apakah bp hari ini mersakan nyeri? Jika dalam skala nyeri 1 sd 10 maka nyeri yang bp rasakan sekarang dalam skala berapa? Dst….

stres, cemas, mengantuk, gangguan selera makan, ketidakberdayaan,

Mengajarkan klien untuk mengisi format SAS setiap keluhan muncul dan skalanya, ajarkan klien untuk mengisinya perhari , jika klien tidak bisa melakukan, maka ajarkan kepada keluarga

sesak, masalah

Bp jika bp mengalami keluhan nanti bp silahkan

19

 

lainnya)

   

mengisi di dalam lembar ini (lembar SAS)

  • c. Ajarkan pasien untuk mengisi dalam format SAS setiap keluhan yang

4*

tujuannya bp nanti saya dapat memberikan evaluasi keadaan bp dengan melihat catatan keluhan yg bp rasakan,

muncul dan nilainya

format ini diisi perhari ya bp, nanti langsung diisi

  • d. Motivasi pasien dan keluarga untuk mencatat keluhan dalam format SAS yang sudah

3*

dengan skala yang bp rasakan ya bp, apakah bp mengerti? Misalnya saya contohkan hari ini bp mengeluhkan merasa nyeri dengan skala 6 maka bp tulis dikbaris nyeri dengan angka 6 pada kolom hari pertama, apakah bp mengerti? Apakah

disiapkan setiap hari

ada yg bp tanyakan?

4

Tahap terminasi:

1

Bagaimana perasaan bp setelah tindakan yang

  • a. Evaluasi respon

saya lakukan

klien

Baik bp kita hari ini sudah belajar mengenai

  • b. Simpulkan hasil kegiatan

mencatat keluhan yang bp rasakan setiap hari di format SAS

  • c. Pemberian pesan: dorong klien dan keluarga untuk melakukan tindakan

Saya harap bp dapat melakukan ini setiap hari suapay saya bisa memberikan evaluasi dan mengkonsultasikan kondisi bp dengan dokter

tersebut secara mandiri

Baik bp, saya disini sudah selesai, saya akan menemui bp lagi untuk melihat format yang sdh

  • d. Kontrak selanjutnya (waktu,tempat,topic/

bp isi dan memberikan asuhan keperawatan terkait dengan kondisi bp, assallamualaikum

kegiatan)

 

5

Dokumentasikan:

1

 
  • a. Nama pasien, nomor

Melakukan dokumentasi dengan mencatat dilembar

rekam medis

kerja perawat

  • b. Masalah keperawatan

  • c. Tindakan yang dilakukan

  • d. Respon klien :

Subjektif, Objektif, Analisa, Planning

  • e. Tanggal, jam

  • f. Nama dan tandatangan perawat

6

Sikap :

1

   
  • a. Teliti

  • b. Empati

  • c. Peduli

  • d. Sabar

TOTAL

20

Global Rating *(Centang salah 1)

Fail

20

Borderline

Pass

Excellent

NAMA PENGUJI : _______________________ HARI/TANGGAL : ______________________

TTD : _________________

SARAN/MASUKKAN: ____________________________________________________

21