Anda di halaman 1dari 14

TUGAS MANDIRI

MATA PELAJARAN FIKIH

**

**

**

**

**

**

**

**

**

**

**

**

**

**

Disusun Oleh : Gilang Hilmi Ghafiqi

Kelas : 6A

SDIT AS Salaamah
MAKANAN HALAL DAN HARAM

Makanan dan minuman Halal


1. Pengertian Halal

Kata halal berasal dari bahasa arab (‫ )حال ل‬yang berarti disahkan, diizinkan, dan
dibolehkan. Suatu makanan/minuman tersebut dinyatakan sah (boleh) dikonsumsi. Adapun
yang berhak menghalalkan atau mengharamkan suatu makanan/minuman hanyalah Allas
SWT dan Rasul-Nya.
‫ا أيها الذين ءامنوا كلوا من طيبات ما رزقناكم‬
“ Hai orang-orang yang beriman makanlah diantara rizki yang baik-baik yang kami berikan
kepadamu.” [QS.Al Baqarah : 172].

Halal ada dua,yaitu halal zatnya dan halal cara memperolehnya. Berikut ini
penjelasan tentang keduanya.
a. Halal zatnya

Halal zatnya berarti makanan dan minuman tersebut memang berasal dari yang halal.
Seperti daging sapi, Ayam, Sayur dan lainnya

b. Halal cara memperolehnya

Halal secara memperolehnya berarti makanan/minuan yang dikonsumsi diperoleh


dengan cara yang sah dan dibenarkan menurut syarak, seperti yang diperoleh melalui
berdagang, bertani, saling memberi sesama, dan lain sebagainya.

2. Jenis jenis makanan minuman yang dihalalkan

Menurut islam, hukum asal semua makanan dan minuman adalah halal, kecuali
apabila agama menyatakan haram. Dengan kata lain, sema jenis makanan halal dikonsumsi,
kecuali ada ayat Al-Qur’an dan hadist yang menyatakan haram.
‫هو الذي خلقكم ما في األرض جميع‬
‫ا‬
“Dialah yang telah menjadikan segala sesuatu yang ada di bumi ini untuk kamu… [QS. Al
Baqarah:29].

B. Manfaat Makanan dan Minuman Halal

Keberadaan manusia di dunia ini dikehendaki oleh Allah SWT sebagai penciptanya.
Allah SWT telah memberlakukan aturan aturan bagi Makhluk-Nya, termasuk manusia. Salah
satu aturan-Nya ialah manusia dapat bertahan hidup karena makan, minum dan bernafas.
Dengan demikian, dapat diketahui bahwa manfaat dihalalkannya makanan/minuman antara
lain seperti berikut:

1. Manusia dapat bertahan hidup di dunia sampai batas yang ditentukan Allah SWT
2. Manusia dapat mencapai ridho Allah SWT dalam hidup.
3. Manusia dapat memiliki akhlaq karimah karena makanan dan minuman halal
mempengaruhi watak dan perangai manusia.
4. Manusia dapat terhindar dari akhlaq mazmumah

C. Makanan dan minuman haram

1. Pengertian Haram
Haram berarti larangan (dilarang oleh agama). Makanan dan minuman haram adalah
makanan dan minuman yang dilarang oleh agama untuk dikonsumsi manusia.
2. Jenis-jenis makanan dan minuman yang diharamkan
Islam telah menetapkan bahwa ada beberapa makanan dan minuman yang diharamkan.
a. Makanan
Hampir semua makanan nabati halal dikonsumsi, kecuali yang membahayakan manusia.
Seperti makanan yang telah busuk.
b. Minuman
Minuman yang diharamkan ialah minuman yang membahayakan manusia seperti:
1. Khamar dan segala jenisnya (cair maupun bubuk)
Khamar adalah minuman yang memabukkan.

Rasulullah bersabda :
‫)كل مسكر خمر وكل خمر حرام (رواه البخارى و مسلم‬
“Setiap barang yang memabukkan dinamakan khamar, dan setiap khamar itu haram
hukumnya” (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim).

2. Minuman yang jelas beracun


Meminum minuman yang membahayakan sama saja bunuh diri, itu dilarang oleh Allah SWT.

D. Binatang Halal dan Haram


1. Binatang yang Halal dimakan
Jenis binatang yang halal dimakan adalah binatang ternak, buruan, dan semua binatang yang
berasal dari laut. Dalil yang menguatkan:
‫…أحل لكم صيد الير‬
“Dihalalkan bagimu binatang buruan laut.” [QS. Al Maidah :96]
‫أحلت لكم يهيمة األنعام‬
“Dihalalkan bagimu binatang ternak.” [QS. Al Maidah :1]. Kecuali Keledai, ia diharamkan
dalam hadits dari Jabir ia berkata : “Rasulullah melarang pada perang Khaibar untuk makan
daging Keledai dan mengizinkan makan daging kuda.” [HR. Bukhari,5524. Dan Muslim,
1941].
2. Binatang yang haram dimakan
Binatang yang diharamkan karena 4 hal, yaitu nas al-quran, hadist, perintah untuk
membunuh, dan keadaannya menjijikkan.
a. Haram karena Nas Al- Qur’an dan hadist
1. Babi
2. Keledai jinak
3. Binatang buas/bertaring
4. Burung yang berkuku tajam dan berparuh kuat.
5. Binatang jalalah.
12 Makanan Haram Dalam Islam Beserta Dalilnya

Sponsors Link
Makan merupakan suatu kegiatan yang menjadi salah satu kebutuhan pokok bagi kehidupan
makhluk hidup. Selain itu, makan juga dapat mendukung segala aktivitas yang dilakukan oleh
makhluk ciptaan-Nya. Tanpa makan maka tubuh akan menjadi lemah, sehingga tidak dapat
melakukan aktivitas dengan baik.

Akan tetapi tidak semua makanan yang kita makan bisa memberikan pengaruh yang baik
bagi tubuh. Beberapa makanan juga dapat memberikan pengaruh buruk yang pada akhirnya
akan membuat tubuh kita sakit.

Prinsip baik dan juga halal sudah sepantasnyalah selalu menjadi perhatian bagi kita dalam
menentukan jenis makanan yang akan kita makan. Mengapa? Karena makanan yang kita
makan tidak hanya berpengaruh terhadap kesehatan jasmani saja, akan tetapi juga dapat
mempengaruhi kesehatan rohani pemakannya.

Allah SWT berfirman :

َ‫َّللاَ الَّذِي أَ ْنت ُ ْم بِ ِه ُمؤْ ِمنُون‬ َّ ‫َو ُكلُوا ِم َّما َرزَ قَ ُك ُم‬
َ ‫َّللاُ َح ََل اًل‬
َّ ‫طيِِّباا َواتَّقُوا‬

Artinya “Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan
kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.”(QS. Al-
Maidah ayat 88)
Dalam sebuah Hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim Rosulullah Sholallahu Alaihi
Wassalam juga menerangkan tentang hal tersebut:

‫َّللاَ أَ َم َر‬ َ ‫ط ِيِّبٌ ًَل َي ْق َب ُل ِإ ًَّل‬


َّ ‫ط ِيِّباا َو ِإ َّن‬ َ َ‫َّللا‬ ُ َّ‫سلَّ َم أَيُّ َها الن‬
َّ ‫اس إِ َّن‬ َّ ‫صلَّى‬
َ ‫َّللاُ َعلَ ْي ِه َو‬ َّ ‫سو ُل‬
َ ِ‫َّللا‬ ُ ‫ي هللاُ َع ْنه ُ قَا َل قَا َل َر‬ َ ‫ض‬ ِ ‫َع ْن أ َ ِبي ه َُري َْرة َ َر‬
‫صا ِل احا إِ ِنِّي بِ َما ت َ ْع َملُونَ َع ِلي ٌم } َوقَا َل { يَا‬ َ ‫ت َوا ْع َملُوا‬ ِ ‫طيِِّبَا‬َّ ‫س ُل ُكلُوا ِمنَ ال‬ ُّ ‫سلِينَ فَقَا َل { يَا أَيُّ َها‬
ُ ‫الر‬ َ ‫ْال ُمؤْ ِمنِينَ ِب َما أ َ َم َر بِ ِه ْال ُم ْر‬
ِ ِّ‫اء يَا َربِّ ِ يَا َرب‬ ِ ‫س َم‬ َّ ‫ث أ َ ْغبَ َر يَ ُمدُّ يَدَ ْي ِه إِلَى ال‬َ َ‫س َف َر أ َ ْشع‬ َّ ‫ت َما َرزَ ْقنَا ُك ْم } ث ُ َّم ذَك ََر‬
َّ ‫الر ُج َل ي ُِطي ُل ال‬ َ ‫أَيُّ َها الَّذِينَ آ َمنُوا ُكلُوا ِم ْن‬
ِ ‫ط ِِّيبَا‬
َ‫ِي بِ ْال َح َر ِام فَأَنَّى يُ ْست َ َجابُ ِلذَلِك‬
َ ‫غذ‬ُ ‫سهُ َح َرا ٌم َو‬ ُ َ‫ط َع ُمهُ َح َرا ٌم َو َم ْش َربُهُ َح َرا ٌم َو َم ْلب‬
ْ ‫َو َم‬

Artinya

“Sesungguhnya Allah tidak menerima kecuali hal-hal yang baik, dan sesungguhnya Allah
memerintahkan kepada orang-orang mu’min sebagaimana yang diperintahkan kepada para
rasul, Allah berfirman: “Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan
kerjakanlah amal yang shaleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu
kerjakan” Dan firmanNya yang lain: “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara
rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu” Kemudian beliau mencontohkan
seorang laki-laki, dia telah menempuh perjalanan jauh, rambutnya kusut serta berdebu, ia
menengadahkan kedua tangannya ke langit: Yaa Rabbi ! Yaa Rabbi ! Sedangkan ia memakan
makanan yang haram, dan pakaiannya yang ia pakai dari harta yang haram, dan ia
meminum dari minuman yang haram, dan dibesarkan dari hal-hal yang haram, bagaimana
mungkin akan diterima do’anya.”

Di dalam Al-Qur’an Allah SWT telah menetapkan beberapa jenis makanan yang haram untuk
kita makan, seperti pada :

1. Al- Qur’an Surat Al- Maidah ayat 3


َّ ‫ير َو َما أ ُ ِه َّل ِل َغي ِْر‬
‫َّللاِ ِب ِه َو ْال ُم ْن َخنِقَةُ َو ْال َم ْوقُوذَة ُ َو ْال ُمت ََر ِدِّيَةُ َوالنَّ ِطي َحةُ َو َما أَ َك َل‬ ِ ‫ت َعلَ ْي ُك ُم ْال َم ْيتَةُ َوالدَّ ُم َولَحْ ُم ْال ِخ ْن ِز‬
ْ ‫ُح ِ ِّر َم‬
‫ب‬
ِ ‫ص‬ ُ ُّ‫سبُ ُع ِإ ًَّل َما ذَ َّك ْيت ُ ْم َو َما ذُ ِب َح َع َلى الن‬
َّ ‫ال‬

Artinya

“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang
disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk,
dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan
bagimu) yang disembelih untuk berhala.”
2. Al- Qur’an Surat Al- Maidah ayat 90
3. Al- Qur’an Surat Al- Baqarah ayat 173
4. Al- Qur’an Surat Al- An’am ayat 145

Dari ayat-ayat Al-Qur’an di atas telah ditetapkan beberapa jenis makanan yang haram untuk
kita makanan, yaitu :

1. Bangkai (Al- Maitah)

Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam pernah bersabda :

ٌ‫ي َم ْيت َة‬


َ ‫ِي َحيَّةٌ فَ ِه‬
َ ‫َما قُ ِط َع ِم ْن ْالبَ ِهي َم ِة َوه‬

Artinya “apa yang dipotong dari binatang dalam keadaan hidup, maka sesuatu tersebut
adalah bangkai.” (HR. Abu Daud, At Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

Lalu bagaimanakah daging bangkai bisa dinyatakan sebagai sesuatu yang diharamkan?

Di Dalam Al-Qur’an Surat Al- Maidah ayat 3 Allah SWT telah menjelaskan bahwa disebut
dengan bangkai dan diharamkan untuk dimakan apabila ada hewan yang mati secara tidak
wajar atau tanpa melalui proses penyembelihan yang disyariatkan dalam ajaran islam, seperti
:

 Hewan yang mati dalam keadaan tercekik


 Hewan yang mati karena dipukul dengan menggunakan suatu benda
 Hewan yang mati karena terjatuh dari ketinggian
 Hewan yang mati karena tertanduk oleh hewan lainnya
 Hewan yang mati karena diterkam oleh binatang buas,

Lalu bagaimana jika sebelum hewan tersebut mati kita sempat menyembelihnya? Jawabnya
adalah bisa halal dan juga bisa haram. Dikatakan haram apabila hewan tersebut disembelih
atas nama selain Allah SWT.

Akan tetapi Islam memberikan pengecualian terhadap 2 bangkai, yaitu ikan dan belalang,
dimana bangkai dari kedua hewan tersebut adalah halal hukumnya. Hal ini sesuai dengan
Sabda Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam :

ِّ ِ ‫ان فَ ْال َك ِبدُ َو‬


‫الط َحا ُل‬ ِ ‫َان فَ ْال ُحوتُ َو ْال َج َراد ُ َوأ َ َّما الدَّ َم‬
ِ ‫ان فَأ َ َّما ْال َم ْيتَت‬ ْ َّ‫أ ُ ِحل‬
ِ ‫ت لَنَا َم ْيتَت‬
ِ ‫َان َودَ َم‬
Artinya “Kami dihalalkan dua bangkai dan darah. Adapun dua bangkai tersebut adalah ikan
dan belalang. Sedangkan dua darah tersebut adalah hati dan limpa.” (HR. Ibnu Majah)

Bangkai dikatakan haram hukumnya bila dimakan adalah karena beberapa alasan, yaitu dapat
menimbulkan bahya bagi agama, dan yang paling nyata adalah dampak buruknya bagi tubuh
manusia. Mengapa? Karena bangkai atau hewan yang mati karena tidak disembelih di dalam
tubuhnya masih terdapat endapan darah yang sangat berbahaya bagi kesehatan.

2. Darah yang mengalir

Dalam Al- Qur’an Surat Al- An’am ayat 145 di atas telah dijelaskan bahwa selain bangkai
dan daging babi, darah yang mengalir juga diharamkan untuk dimakan. Mengapa demikian?
Mengkonsumsi darah sebagai makanan atau minuman merupakan kebiasaan orang-orang
jahiliyyah dahulu, dimana darah dari hewan yang terkumpul ketika mereka sembelih seperti
unta maupun hewan lainnya nantinya akan mereka olah menjadi makanan atau minuman.
Oleh karena itulah Allah SWT mengharamkan darah kaum jahiliyyah tersebut. Akan tetapi
terdapat beberapa pengecualian, dimana darah dihalalkan untuk dikonsumsi.

 Sebagaimana Hadist Rosulullah yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah di atas, dimana dalam
hadist tersebut menyebutkan bahwa ada 2 jenis darah yang dihalalkan, yaitu hati dan limpa.

 Dalam Al- Qur’an surat Al- An’am telah disebutkan bahwa yang diharamkan itu adalah darah
yang mengalir, jadi dengan demikian darah-darah sisa yang masih menempal pada daging
maupun tulang hewan yang disembelih tidaklah jua diharamkan.

Syaikul Islam Ibnu Taimiyyah pernah mengatatakan bahwa “Pendapat yang benar, bahwa
darah yang diharamkan oleh Allah adalah darah yang mengalir. Adapun sisa darah yang
menempel pada daging, maka tidak ada satupun dari kalangan ulama’ yang
mengharamkannya.” (dinukil dari Al-Mulakhas Al-Fiqhi)

Lalu apa alasan darah haram untuk dikonsumsi? Hal tersebut berdasarkan pada analisis kimia
yang menunjukkan bahwa darah mengandung uric acid (asam urat) dengan kadar yang cukup
tinggi, sehingga apabila dikonsumsi akan berbahaya bagi kesehatan.
3. Babi

Makanan yang diharamkan selanjutnya adalah segala bentuk makanan yang berasal dari
olahan babi. Jadi dengan demikian tidak hanya dagingnya saja yang diharamkan, akan tetapi
seluruh bagian dari tubuh babi yang dioalah baik dalam bentuk makanan maupun produk
lainnya sangat diharamkan untuk dikonsumsi dan dipergunakan. Lalu mengapa diharamkan?

Beberapa pendapat telah menyatakan beberapa fakta tentang babi, diantaranya :

 Babi adalah binatang yang rakus dan tidak pernah kenyang. Babi dapat memakan segala jenis
makanan yang ada didepannya baik itu kotoran, sampah yang telah membusuk dan bau,
tanah, dan segala yang ada didepannya. Bahkan babi mengencingi kotorannya sendiri lalu
memakannya. Dan jika perutnya telah penuh, maka babi akan memuntahkan makanan yang
ada diperutnya untuk kemudian dimakannya lagi.

 Babi memiliki kebiasaan seksual yang menyimpang, dimana mereka bisa melakukan
hubungan seksual dengan sesama jenisnya (babi jantan dengan babi jantan)

 Tubuh babi merupakan inang dari berbagai macam parasit seperti cacing pita dan cacing
cacing trachenea lolipia. Selain itu, tubuh babi juga merupakan inang dari berbagai macam
penyakit berbahaya seperti HIV, flu burung, flu babi, dan berbagai penyakit berbahaya
lainnya.

4. Hewan yang disembelih atas nama selain Allah SWT


Dalam beberapa ayat Al-Qur’an seperti Surat Al- Maidah ayat 3 dan Surat Al- Baqarah ayat
173 telah menyebutkan bahwasannya hewan yang disembelih atas nama selain Allah
hukumnya adalah haram. Mengapa?

Secara logika telah jelas bahwa hewan merupakan salah satu makhluk ciptaan Allah SWT
yang diperuntukkan bagi manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Salah satunya
adalah sebagai bahan konsumsi. Jadi sudah sepantasnyalah jika Allah menghendaki ketika
manusia menyembelih hewan harus dengan atas nama-Nya.

Allah SWT telah berfirman :

َ َ‫اطينَ لَيُوحُونَ إِلَى أَ ْو ِليَائِ ِه ْم ِليُ َجا ِدلُو ُك ْم َو ِإ ْن أ‬


‫ط ْعت ُ ُمو ُه ْم ِإنَّ ُك ْم‬ َّ ‫ْق َو ِإ َّن ال‬
ِ َ‫شي‬ ِ َّ ‫َو ًَل ت َأ ْ ُكلُوا ِم َّما لَ ْم يُذْك َِر ا ْس ُم‬
ٌ ‫َّللا َعلَ ْي ِه َوإِنَّهُ لَ ِفس‬
َ‫لَ ُم ْش ِر ُكون‬
Artinya

“Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika
menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan.
Sesungguhnya setan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah
kamu; dan jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang
yang musyrik.” (QS. Al- An’am ayat 121)

5. Hewan yang mati karena diterkam oleh binatang buas


Menurut kesepakatan dari para ulama menyatakan bahwa hewan yang mati karena diterkam
oleh binatang buas seperti harimau, buaya, serigala, anjing, dan hewan buas lainnya maka
hukumnya haram untuk dimakan. Akan tetapi jika hewan yang diterkam tersebut ternyata
masih hidup lalu kita menyembelihnya dengan menyebut asma Allah, maka hukumnya akan
menjadi halal untuk dimakan.

6. Hewan yang bertaring


Rosulullah sholallahu Alaihi Wassalam pernah bersabda :

َّ ‫ب ِِّمنَ ال‬
‫طي ِْر‬ ٍ َ‫ي ِم ْخل‬
ْ ‫سِباعِ و َع ْن ُك ِِّل ِذ‬
ِّ ‫ب ِ ِّمنَ ال‬ ْ ‫ َع ْن ُك ِِّل ِذ‬.‫م‬.‫نَ َهى رسو ُل هللاِ ص‬
ٍ ‫ي نَا‬

Artinya “Rasulullah saw. telah melarang memakan setiap binatang bertaring dari jenis
binatang buas dan setiap jenis burung yang berkuku tajam (untuk mencengkram).” (HR.
Muslim)

Hadist di atas telah menjelaskan bahwa hukum memakan binatang bertaring dari jenis
binatang buas seperti beruang, anjing, serigala, harimau, dan lain sebagainya adalah haram
hukumnya. Lalu bagaimanakah apabila binatang tersebut bertaring akan tetapi tidak buas
seperti halnya tupai dan tikus?

Meskipun tidak tergolong sebagai hewan buas, akan tetapi tikus tergolong ke dalam jenis
hewan yang menjijikkan, sehingga haram untuk dimakan, sedangkan hewan bertaring lain
yang tidak termasuk dalam kategori binatang buas seperti kelinci maupun tupai,
diperbolehkan untuk dimakan.

Sama halnya dengan biawak, hewan ini yang termasuk hewan buas menjadi salah satu list
makanan yang haram untuk di konsumsi. Biawak yang menjadi hewan langka dan di lindungi
ini adalah hewan buas meski tidak menunjukan taringnya. Daging biawak yang sering di
sajikan di tempat-tempat restoran inipun seolah tak memperdulikan apakah biawak layak di
konsumsi atau tidak, terlebih bagi umat muslim. (baca juga: daging biawak dalam islam)

7. Burung yang berkuku tajam


Selain hewan yang bertaring, dalam Hadist Rosulullah Sholallahu alaihi Wassalam di atas
juga mengharamkan mengkonsumsi daging dari burung yang memiliki kuku yang tajam
seperti burung elang, burung garuda, dan lain sebagainya. Burung-burung tersebut biasanya
memanfaatkan kuku-kuku mereka yang tajam untuk keperluan berburu mangsa, yaitu untuk
mencengkeram mangsanya.

8. Keledai jinak
Rosulullah sholallahu Alaihi Wassalam pernah bersabda :

‫وم ْال َخ ْي ِل‬


ِ ‫وم ْال ُح ُم ِر ْاْل َ ْه ِليَّ ِة َوأَذِنَ ِفي لُ ُح‬
ِ ‫سلَّ َم نَ َهى َي ْو َم َخ ْي َب َر َع ْن لُ ُح‬ َّ ‫صلَّى‬
َ ‫َّللاُ َعلَ ْي ِه َو‬ ُ ‫أ َ َّن َر‬
َّ ‫سو َل‬
َ ِ‫َّللا‬

Artinya “Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam melarang pada perang khaibar dari
(makan) daging khimar dan memperbolehkan daging kuda.” (Hadits Riwayat Bukhori dan
Muslim)

Adapun pendapat yang menyatakan bahwa daging dari keledai jinak hukumnya haram untuk
dimakan merupakan pendapat jumhur ulama dari kalangan sahabat serta tabi’in. Sedangkan
untuk keledai liar hukumnya boleh untuk dimakan.

9. Al- Jalalah
Yang dimaksud dengan al-jalalah adalah semua jenis hewan baik yang berkaki dua maupun
berkaki empat yang makanannya adala kotoran, baik itu kotoran manusia maupun kotoran
hewan lainnya.

Hal ini merupakan pendapat mayoritas dari Syafi’iyyah dan Hanabilah yang kemudian
mendaatkan penegasan dari Ibnu Daqiq Al-‘Ied dari para fuqaha’ serta dishahihkan oleh Abu
Ishaq Al-Marwazi, Al-Qoffal, Al-Juwaini, Al-Baghawi dan Al-Ghozali. Pendapat ini
diperkuat dengan adanya sabda Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam :

‫ َع ْن أَ ْك ِل ْال َجَلَّلَ ِة َوأَ ْلبَانِ َها‬-‫صلى هللا عليهوسلم‬- ِ‫َّللا‬


َّ ‫سو ُل‬
ُ ‫نَ َهى َر‬

Artinya “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari memakan jallalah dan
susunya.” [Hadits Riwayat. Abu Daud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)
Adapun alasan mengapa Al- jallah diharamkan adalah karena adanya pengaruh dari kotoran
yang dimakan hewan-hewan tersebut pada perubahan bau dan rasa dari daging dan susu yang
dihasilkan dari hewan-hewan tersebut. Akan tetapi jika pengaruh dari kotoran tersebut telah
hilang, maka hukum memakan hewan-hewan tadi menjadi halal.

10. Ad-Dhab
Sedangkan yang dimaksud dengan Ad- Dhab adalah hewan sejenis biawak, dimana haram
hukumnya memakan daging hewan tersebut bagi mereka yang merasa jijik untuk
memakannya. Jadi dengan demikian, memakan daging Ad- Dhab bagi mereka yang tidak jijik
untuk memakannya adalah diperbolehkan. Ini sesuai dengan sabda Rosulullah Sholallahu
Alaihi Wassalam :

‫ ًَل آ ُكلُهُ َو ًَل أ َح ِ ِّر ُمه‬:َ‫ فَقَال‬، ِ ِّ‫ع ْن أ َ ْك ِل الضَّب‬ ُ ‫سأ َ َل َر ُج ٌل َر‬
َّ ‫سو َل‬
َ ِ‫َّللا‬ َ

Artinya “Dhab, saya tidak memakannya dan saya juga tidak mengharamkannya.” [Hadits
Riwayat Bukhari dan Muslim)

11. Hewan-hewan yang diperintahkan oleh agama untuk dibunuh


Di dalam kitab Al- Muhalla, Imam ibnu Hazm menyatakan bahwa

“Setiap binatang yang diperintahkan oleh Rasulullah supaya dibunuh maka tidak ada
sembelihan baginya, karena Rasulullah melarang dari menyia-nyiakan harta dan tidak halal
membunuh binatang yang dimakan.”

Adapun hewan-hewan yang diperintahkan untuk dibunuh adalah sebagimana hadist berikut :

Dari Aisyah Radiyallahu Anha, bahwasannya Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam pernah
bersabda :

‫ور‬ َ ُ‫ َو ْالغُ َراب‬، ‫ َو ْال ُحدَيَّا‬، ُ‫ َو ْال َع ْق َرب‬، ُ ‫ىال َح َر ِم ْالفَأ ْ َرة‬
ُ ُ‫و ْالك َْلبُ ْال َعق‬، ْ ‫س فَ َوا ِس ُق يُ ْقت َْلنَ ِف‬
ٌ ‫َخ ْم‬

Artinya “Lima hewan fasik yang hendaknya dibunuh, baik di tanah halal maupun haram
yaitu ular, tikus, anjing hitam.” [HR. Muslim dan Bukhari)

Dari Ummu Syarik, bahwasannya beliau pernah berkata :

‫أَ َم َر بِقَتْ ِل ْال َوزَ غِ َوقَا َل‬- ‫َّللاِ – صلى هللا عليه وسلم‬ ُ ‫رضى هللا عنها أَ َّن َر‬
َّ ‫سو َل‬
Artinya “Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam memerintahkan supaya membunuh
tokek/cecak” [HR. Bukhari dan Muslim)

12. Hewan-hewan yang dilarang agama untuk dibunuh


Imam Syafi’i dan para sahabat beliau pernah mengatakan bahwa “Setiap hewan yang
dilarang dibunuh berarti tidak boleh dimakan, karena seandainya boleh dimakan, tentu tidak
akan dilarang membunuhnya.” Lalu apa saja jenis-jenis hewan yang dilarang untuk dibunuh
tersebut?

Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam pernah bersabda :

، ‫ َو ْال ُهدْ ُه ِد‬، ‫ َوالنَّحْ لَ ِة‬، ‫ النَّ ْملَ ِة‬: ‫ب‬


ِ ِّ ‫ع ْن قَتْ ِل أ َ ْربَعٍ ِمنَالد ََّوا‬
َ ‫سلَّ َم‬ َّ ‫صلَّى‬
َ ‫َّللاُ َعلَ ْي ِه َو‬ َ ِ‫سو ُل هللا‬ َ ‫ نَ َه‬: ‫ قَا َل‬، ‫َّاس‬
ُ ‫ىر‬ ٍ ‫َع ِن اب ِْن َعب‬
‫ص َر ِد‬
ُّ ‫َوال‬

Artinya “Dari Ibnu Abbas berkata: Rasulullah melarang membunuh 4 hewan : semut, tawon,
burung hud-hud dan burung surad.” [HR. Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban)

Di dalam hadist yang lain, Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam juga pernah bersabda :

‫ فَنَ َهى‬، ‫ع يُجْ َع ُل ِفي ِه‬ ُّ ‫ َوذَك ََر ال‬، ‫س َّل َم دَ َوا اء‬
َ َ‫ض ْفد‬ َّ ‫صلَّى‬
َ ‫َّللاُ َعلَ ْي ِه َو‬ َ ‫ ذَك ََر‬: ‫عثْ َمانَ قَا َل‬
ُ ‫ط ِبيبٌ ِع ْندَ َر‬
َ ِ‫سو ِل هللا‬ َّ ‫َع ْن َع ْب ِد‬
ُ ‫الرحْ َم ِن ب ِْن‬

ِ‫ض ْفدَع‬
ُّ ‫ع ْن قَتْ ِل ال‬َ ‫سلَّ َم‬ َّ ‫صلَّى‬
َ ‫َّللاُ َعلَ ْي ِه َو‬ َ ِ‫سو ُل هللا‬ ُ ‫َر‬

Artinya:

“Dari Abdur Rahman bin Utsman Al-Qurasyi bahwasanya seorang tabib pernah bertanya
kepada Rasulullah tentang kodok/katak dijadikan obat, lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi
wa sallam melarang membunuhnya” [HR. Ahmad, Abu Daud, Nasa’i, Al-Hakim, dan
Baihaqi)