Anda di halaman 1dari 9

KEWIRAUSAHAAN

PENGERTIAN MOTIVASI BERPRESTASI,

LANDASAN MOTIVASI BERPRESTASI, GOOD TEAM PLAYER, SERTA

KOMUNIKASI DAN NEGOSIASI

DISUSUN OLEH

NAMA : Theresia Widiani F1052151006


Kristiana renny F1052151009
Nadya suci andini F1052151016
Muhammad najamuddin F1052141011
PRODI : Pendidikan Fisika PPAPK
KELOMPOK : 4 (empat)

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNUVERSITAS TANJUNGPURA

PONTIANAK

2018
A. Pengertian Motivasi Berprestasi

Motivasi berprestasi merupakan sebagai dorongan yang berhubungan dengan


prestasi yaitu menguasai, mengatur lingkungan sosial, atau fisik, mengatasi rintangan dan
memelihara kualitas kerja yang tinggi, bersaing melebihi prestasi yang lampau dan
mempengaruhi orang lain (Hall dan Lindzey). Sedangkan motivasi berprestasi itu sendiri
merupakan motif yang mendorong individu dalam mencapai sukses dan bertujuan untuk
berhasil dalam kompetisi dengan beberapa ukuran keberhasilan, yaitu dengan
membandingkan prestasinya sendiri sebelumnya maupun dengan prestasi orang lain (Mc
Clelland dan Heckhausen). Individu yang mempunyai motif berprestasi yang tinggi
mempunyai motif untuk meraih sukses.
Enam sifat individu yang memiliki motivasi berprestasi yang tinggi menurut
Heckhausen antara lain :
Lebih mempunyai kepercayaan dalam menjalankan tugas yang berhubungan dengan
prestasi.
1. Mempunyai sikap yang berorientasi ke masa depan dan lebih dapat
menangguhkan pemuasan untuk dapat menjalankan penghargaan.
2. Memilih tugas yang kesukarannya sedang.
3. Tidak suka membuang-buang waktu.
4. Dalam mencari pasangan lebih suka yang memiliki kemauan dari pada simpati.
5. Lebih tangguh dalam suatu tugas.

B. Landasan motivasi belajar

Di dalam kehidupan kewirausahaan pengenalan terhadap diri sendiri, baik yang


menyangkut kekuatan maupun kelemahan dari seorang wirausahawan sangat penting.
Dengan mengenal akan gambaran dirinya, seorang wirausahawan dapat mengerti secara
persis potensi yang sebenarnya ada dan terkandung dalam diri seorang wirausahawan
akan memberikan dorongan yang kuat dalam mencapai tujuan usaha yang telah
diterapkan.
Menganalisis dan berusaha memahami kekuatan dan kelemahan diri dan upaya
melakukan hal-hal yang perlu ditingkatkan merupakan modal dasar bagi seorang
wirausahawan. Mereka yang berhasil dalam usahanya sehingga mampu membesarkan
perusahaannya pasti memahami segala kekuatan dan kelemahan diri mereka.
Semakin yakin seseorang dapat mengorganisasikan berbagai kekuatan dan
kelemahan, maka semakin yakin bahwa dirinya dapat mewujudkan suatu prestasi.
Keyakinan dapat meraih prestasi mampu mengakal berbagai kemungkinan buruk yang
mengarahkan seseorang ke dalam jurang kegagalan. Pribadi seorang wirausahawan yang
memiliki keyakinan mampu meraih prestasi optimal adalah pribadi wirausahawan yang
antara lain :
1. Perilakunya berorientasi pada tindakan serta memiliki motivasi yang tinggi dalam
mengambil risiko guna mencapai tujuan usaha yang telah ditetapkan.
2. Ia mampu mendayagunakan kekuatan-kekuatan yang ada padanya secara positif dan
secara konsisten berupaya mengurangi berbagai kelemahan yang ada.
3. Ia mempunyai prilaku yang agresip dalam mengejar tujuan usahanya, dengan kata lain
perilakunya berorientasi pada tujuan dan hasil.
4. Mau belajar dari pengalaman dan menjalankan usahanya dari waktu ke waktu.
5. Memupuk dan mengembangkan pribadinya secara terus-menerus.

Setiap wirausahawan yang menghendaki prestasi optimal harus membentuk dirinya


menurut gambaran yang diinginkannya. Gambaran kepribadian seorang wirausahawan
yang berprestasi tidak datang begitu saja, ia bukan anugerah tetapi lebih merupakan
keadaan perilaku yang terus menerus berproses, dapat dipelajari dan dikembangkan.
Keberhasilan dan kegagalan merupakan serangkaian pengalaman dari praktik bisnis yang
harus dihadapi supaya seorang wirausahawan dapat mawas diri.
Mengungkapkan motivasi berprestasi pada diri seorang wirausahawan adalah hal
yang cukup sulit. Meskipun demikian, motivasi berprestasi seorang wirausahawan itu
mencerminkan cara berfikir dan berperilaku dalam rangka pencapaian aspirasi dan
aktualisasi diri. Untuk itu, seorang wirausahawan harus mengembangkan cara berfikir dan
berperilaku positif.
Sikap positif seorang wirausahawan ditandai dengan hal-hal sebagai berikut :
1. Selalu menggunakan fikiran secara produktif.
2. Bergaul dengan orang yang berfikiran dan bertindak bisnis.
3. Fleksibel terhadap gagasan dan ide.
4. Dapat menyelesaikan konflik mental secepat mungkin.
5. Mampu mengambil keputusan dalam suasana stress.
6. Dapat mengubah lingkungan ke arah yang lebih positif.
Sejumlah aspek yang menyangkut sikap positif seorang wirausahawan sebagaimana
disebutkan diatas dapat membantu mengembangkan prestasi diri yang pada gilirannya
akan sangat membantu wirausahawan dalam menjalankan usahanya.

C. Good Team Player

Good Team Player mengandung Tiga prinsip dasar dalam building a network yang
dapat membuat bisnis Anda besar atau bahkan membuat bisnis Anda hancur
berkeping-keping.
Tiga prinsip dasar Good Team Player:

1. Konsultasi
Konsultasikan selalu perkembangan bisnis Anda kepada sponsor / Leader Anda
setiap minggu, supaya Anda mendapat bimbingan dari mereka dan dibantu untuk
menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi sehingga bisnis Anda akan tetap
berkembang. Karena merekalah yang peduli akan kesuksesan Anda.

2. Edifikasi
Edifikasi = Membangun / memberi kekuatan / mempromosikan / memuji /
menghormati sesuatu.
Edifikasi merupakan prinsip dasar & kunci vital Anda bekerja sebagai pembangun
jaringan (Network Builder).
Edifikasikan selalu sponsor / LeaderAnda, perusahaan Anda, partner bisnis Anda,
cross line Anda, buku-buku positif dan juga semua pertemuan DBS!!
Contoh edifikasi : sebelum Anda meminta bantuan presentasi kepada Leader Anda,
ceritakan terlebih dahulu mengenai kelebihan-kelebihan Leader Anda tersebut
(edifikasi), misalnya Anda boleh bicara pada prospek Anda, temen saya yang akan
mengajarkan kita bisnis nanti adalah orang hebat, beliau walaupun masih
mahasiswa tetapi sudah menjadi pengusaha, yang bisa membiayai dirinya sendiri
bahkan sudah bisa ngasih ke orang tuanya, karena beliau lebih berpengalaman
dalam bisnis ini maka suatu kehormatan bagi kita semua karena beliau mau
meluangkan waktunya untuk menjelaskan bisnis yang sangat luar biasa ini kepada
kita. Intinya Anda mempromosikan Leader Anda.
Hal ini bertujuan agar prospek Anda mau mendengarkan, respek atau
menanggapi apa yang disampaikan oleh Leader Anda karena pada umumnya 95%
orang bergabung di bisnis ini ketika sudah paham. Dan kemungkinan mereka pasti
paham karena mereka mau mendengarkan Leader kita yang sudah kita edifikasi.
Ciri sukses bahwa edifikasi sudah berjalan dengan baik adalah presenter merasa
nyaman ketika mempresentasikan bisnis ini.
Jangan pernah mengedifikasi diri sendiri, karena akan terkesan Anda
sombong. Semua orang tidak suka orang sombong. Mintalah partner bisnis Anda
untuk edifikasi Anda. kalau terpaksa tidak ada yang mengedifikasi Anda,
edifikasilah para Leader. Anda boleh menceritakan hasil yang Anda peroleh di
bisnis ini, hanya jika ditanya oleh prospek Anda. itupun juga singkat saja.
Kemudian satu hal yang tidak boleh terlupakan, misalkan ketika Anda diedifikasi
oleh partner bisnis Anda, Anda harus edifikasi balik partner bisnis Anda tersebut.
kalau tidak, semua partner bisnis Anda kalau minta bantuan ke Anda terus. Anda
akan sibuk sendiri & duplikasi tidak akan berjalan lancar karena semua jaringan
Anda bertumpu pada Anda, padahal Anda memiliki waktu & tenaga yang terbatas.
hal ini bertujuan agar partner bisnis Anda meminta bantuan tidak hanya ke Anda,
sehingga duplikasi akan berjalan.

3. No Crosslining
Tidak berbicara tentang bisnis apalagi kekurangan Anda di bisnis ini kepada
orang yang bukan di jaringan Anda (kolega bisnis) tetapi bicarakanlah kepada
Leader Anda.
Jika mental Anda sedang down, jangan curhat kepada partner bisnis Anda,
tapi selalu konsultasikan ke Leader/konsultan bisnis Anda, Sebaliknya apabila
mental Anda sedang berada di atas, segeralah memberi semangat kepada para
partner bisnis Anda.
Diskusikan mengenai kendala-kendala yang terjadi di lapangan dan cara
mengatasinya hanya kepada Leader Anda.Untuk lebih jelasnya dengarkan kontak
VCD mengenai “Tiga Prinsip Dasar”

D. Komunikasi dan Negosiasi

1. Pengertian Komunikasi
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian dan penerimaan pesan atau
informasi diantara dua orang atau lebih dengan harapan terjadinya pengaruh yang positif
atau menimbulkan efek tertentu yang diharapkan. Komunikasi adalah persepsi dan
apresiasi.
Memasuki millenium baru, dunia usaha banyak menghadapi masalah kompleks.
Bukan saja karena cakupan bisnisnya yang semakin beragam, melainkan juga karena
skala bisnis sudah menjadi problem yang sangat luas. Sejumlah ahli mengatakan bisnis
sudah menjadi masalah global. Mengapa sampai demikian?
o Pertama, karena semakin pesatnya kemajuan di bidang sain dan teknologi,
sehingga merangsang terciptanya sistem dan proses produksi yang efisien.
Produksi barang dan jasa sudah melampaui batas kebutuhan pasar dalam negeri,
sehingga perlu di ekspor.
o Kedua, karena teknologi telah mempercepat pembangunan sarana dan prasarana
transportasi, sehingga mobilitas sosial menjadi semakin cepat dan tinggi.
o Ketiga, bersamaan dengan itu, kemajuan di bidang transformasi informasi
[komunikasi] juga berlangsung sangat pesat, sehingga informasi tentang keadaan
tertentu dapat disampaikan tanpa tergantung pada jarak geografis. Bukan itu saja,
kemajuan di bidang komunikasi [media massa] telah mempengaruhi pola-pola
bisnis antarmanusia.

Fenomena inilah yang menyadarkan banyak orang betapa pentingnya memahami


gejala komunikasi dalam rangka memahami gejala bisnis. Jika kita melihat bisnis dan
komunikasi sebagai sama-sama suatu proses sosial, kita akan sampai pada kesimpulan
bahwa komunikasi adalah bisnis dan, sebaliknya, bisnis adalah komunikasi. Artinya,
pada tingkatan gejala [fenomena], antara komunikasi dan bisnis merupakan gejala yang
terintegrasi. Tidak bisa dipisah-pisahkan.
Bisnis dan komunikasi sama-sama memulai kegiatannya dengan melakukan proses
produksi. Lebih jelasnya bisa dijelaskan sbb :

o Dalam komunikasi, yang diproduksi dinamakan informasi; sedangkan dalam


bisnis, yang diproduksi adalah barang dan jasa. Dalam konteks tertentu,
informasi juga termasuk barang dan jasa. Misalnya : informasi lewat surat kabar,
majalah, televisi, dll.
o Kemudian, bisnis dan komunikasi menyampaikan produk tsb kepada pihak lain.
Dalam komunikasi, pihak lain bisa disebut communicator, audience, destination,
dst. Sementara dalam kegiatan bisnis pihak lain sering disebut
konsumen, klien, buyer, dst.
o Komunikasi dan bisnis sama-sama menimbulkan reaksi tertentu dan mempunyai
hambatan-hambatan yang spesifik.

Dengan cara berpikir di atas, kita akan berusaha menjelajahi kajian-kajian yang relevan
tentang hubungan bisnis dengan komunikasi. Ada tiga kajian yang bisa kita telaah :

o Kajian tentang kegiatan bisnis dari perspektif komunikasi. Bagaimana sudut


pandangan komunikasi menerangkan gejala bisnis.
o Kajian tentang kegiatan komunikasi dari perspektif bisnis. Bagaimana sudut
pandang bisnis dalam menerangkan kegiatan komunikasi. Atau, secara sederhana,
komunikasi sebagai bisnis.
o Kajian tentang faktor-faktor eksternal dari keduanya yang turut terlibat dalam
proses komunikasi maupun bisnis.

2. Pengertian Negosiasi
Negosiasi adalah suatu upaya untuk mengatasi perbedaan pendapat antara kedua
belah pihak. Negosiasi juga bisa disebut sebagai perundingan. Seseorang yang melakukan
negosiasi disebut negosiator. Dalam melakukan negosiasi seorang negosiator harus
memiliki ilmu pengetahuan, ketrampilan dan intuitif dalam melakukan negosiasi. Hal
tersebut dikarenakan negosiasi yang baik dan efektif adalah negosiasi yang berdasarkan
data riil, akurat, dan faktual.

Negosiasi memiliki beberapa karakteristik, diantaranya:


a) Senantiasa melibatkan orang, baik sebagai individual, perwakilan organisasi
atau perusahaan, sendiri atau dalam kelompok;
b) Memiliki ancaman terjadinya atau di dalamnya mengandung konflik yang
terjadi mulai dari awal sampai terjadi kesepakatan dalam akhir negosiasi;
c) Menggunakan cara-cara pertukaran sesuatu, baik berupa tawar menawar
(bargain) maupun tukar menukar (barter);
d) Hampir selalu berbentuk tatap-muka yang menggunakan bahasa lisan, gerak
tubuh maupun ekspresi wajah;
e) Negosiasi biasanya menyangkut hal-hal di masa depan atau sesuatu yang
belum terjadi dan kita inginkan terjadi;
f) Ujung dari negosiasi adalah adanya kesepakatan yang diambil oleh kedua
belah pihak, meskipun kesepakatan itu misalnya kedua belah pihak sepakat
untuk tidak sepakat.

Ada beberapa kemampuan dasar yang harus dimiliki seorang negosiator, antara lain:
a) Informasi; Seorang negosiator harus memiliki kemampuan untuk mencari,
mengolah dan memanfaatkan informasi yang riil, akurat, dan faktual.
b) Ilmu Pengetahuan; Seorang negosiator diharuskan memiliki pengetahuan
tentang bagaimana cara bernegosiasi yang efektif.
c) Penilaian; Seorang negosiator harus memiliki ketepatan dan kecepatan dalam
menilai situasi dan kondisi proses negosiasi.
d) Bijak/Arif; Seorang negosiator diharapkan bertindak dengan pegangan moral
(etika bisnis) dalam proses negosiasi
Lampiran 1
Sesi Pertanyaan Pertama:

1. Nama : Polmer Tobing


NIM : F1052151014
“Konflik mental apa yang dialami seorang yang mulai menjalankan bisnis dan
bagaimana cara mengatasinya ?”
Jawab:
Dalam proses memulai bisnis seseorang akan mengalami ketakutan dan akan
mengalami stress yang berat pada bisnis yang dijalaninya, yang mengakibatkan
pikiran pebisnis ini terbagi menjadi dua dan malah mengakibatkan bisnis mereka
menjadi terbengkalai. Dalam hal ini seorang pebisnis atau seorang yang akan memulai
bisnis haruslah optimis dan selalu berusaha mencari inovasi yang baru dalam bisnis
yang dijalankan atau yang baru akan dijalankan. Konflik mental yang dialami seiring
berjalannya waktu seorang pebisnis iyalah bagaimana Ia mengatasi persaingan dalam
dunia produksi dan pendapatan, maka menurut kami hal yang mampu membuat
seorang pebisnis terhindar dari konflik mental yaitu harus selalu beusaha memberikan
inovasi terbaru serta meningkatkan mutu dan kualitas produk yang diproduksi.

2. Nama : Dewi Wulan Sapitri


NIM : F1052151005
“apa yang dimaksud memilih tugas dengan tingkat kesungkarannya sedang dan
contohnya dalamkehidupan sehari-hari?”
Jawab:
Yang dimaksud dengan memilih tingkat kesungkaran yang sedang yaitu dengan
memilih tugas yang sesuai dengan kemampuannya masing-masing dalam mengolah
dan memproses data menjadi informasi atau barang dan jasa.

3. Nama : Elisabeth Liseta Emadi


NIM : F1052151002
“Apakah seorang yang baru ingin memulai bisnis dapat berhasil dan maju tanpa
seorang leader?”
Jawab:
Seorang yang baru akan memulai bisnis sangat memerlukan seorang leader, karena;
iya pasti akan bertanya tentang bagai mana awal yang baik dalam memulai sebuah
bisnis yang akan berhasil dan berjalan dengan baik kepada seseorang yang lebih
paham mengenai bisnisyang akan dijalaninya,tentang bagaimana peraturan yang
dijalankan dalam bisnis, bagaimana proses produksi barang dan jasa yang akan
diberikan kepada konsumen.
Lampiran 2
Sesi Pertanyaan Kedua:

1. Nama : Gita Wati


Nim : F1052151012
“bagaimana kaitan komunikasi dan bisnis yang dimiliki oleh seorang negosiator?”
Jawab:
Yang dimaksud dalam kaitan komusikasi dan bisnis adalah bagaimana hasil dari
pembuatan serta proses dari komunikasi dan bisnis yaitu; komunikasi memperoleh
data dan memprosesnya menjadiinformasi begitu juga sebliknya yang diproduksi
dalam bisnis adalah jasa dan barang. Keduanya menjadi 1 sinergi yang
mengntungkan namun Komunikasi dan bisnis sama-sama menimbulkan reaksi
tertentu dan mempunyai hambatan-hambatan yang spesifik.

2. Nama : Desty Falaqawati


Nim : F1052151004
“apakah seorang negosiator harus memiliki empat kemampuan dasar yang sudah
dijelaskan ? dan apakah dapat menjadi seorang negosiator jika hanya memiliki tiga
kemampuan dasar ?”
Jawab:
Sorang negosiator harus memiliki 4 kemampuan dasar karna sangat penting dalam
proses negosiasiyang akan dijalankan dalam bisnis. Jika hanya memiliki tiga
kemampuan dasar makan Ia belum dapat dikatakan seorang negosiator. Jika
seseorang ingin menjadi negosiator yang baik maka Ia harus mempelajari dan
meningkatkan kemampuan dasar yang dimilikinya untuk menjadi seorang negosiator.