Anda di halaman 1dari 7

Pemeliharaan dan Keandalan

Manajemen Operasi

15
Ikra Aryantari/1313100005
Hana Habsari/1313100003
1. PENTINGNYA STRATEGI PEMELIHARAAN DAN KEANDALAN

Sasaran pemeliharaan dan keandalan adalah mempertahankan sistem. Sistem


pemeliharaan yang baik menghilangkan variabilitas. Sistem harus dirancang dan dipelihara agar
dapat mencapai kinerja dan standar kualitas yang di harapkan. Pemeliharaan (maintenance)
mencakup semua aktivitas yang berkaitan dengan menjaga semua peralatan sistem agar tetap
dapat bekerja. Keandalan (reliability) adalah peluang sebuah komponen mesin atau produk akan
berfungsi dengan benar selama waktu waktu tertentu dalam kondisi-kondisi tertentu.
Taktik keandalan adalah meningkatkan komponen demi komponen dan menyediakan
redudansi, sedangkan taktik pemeliharaan adalah menerapkan atau meningkatkan pemeliharaan
preventif dan meningkatkan kemampuan atau kecepatan perbaikan,
Variabilitas merusak proses dan menciptakan kerugian. Para manajer operasi harus
membuang variabilitas. Untuk itu, mereka wajib merancang sistem untuk terciptanya keandalan
dan mengelola pemeliharaan.

1.1 KEANDALAN

Sistem-sistem terdiri atas serangkaian komponen yang saling berhubungan, di mana


setiap sistem melakukan sebuah pekerjaan spesifik. Bila salah satu komponen gagal dilaksanakan
karena alasan apa pun, keseluruhan sistem dapat gagal (sebagai contoh : sebuah pesawat terbang
atau mesin).

1.1.1 Meningkatkan Komponen Demi Komponen

Karena kegagalan terjadi dalam dunia nyata, maka dengan memahami mengapa hal itu
terjadi merupakan sebuah konsep kenadalan yang penting.Untuk menghitung kenadalan dalam
sebuah sistem di mana setiap komponen atau setiap hal memiliki tingkat keandalannya tersendiri.
Metode perhitungan kenadalan sistem (Rs) sangatlah sederhana. Perhitungan ini terjadi atas
perkalian dari setiap keandalan:
Ikra Aryantari/1313100005
Hana Habsari/1313100003
𝑅𝑠 = 𝑅1 𝑥 𝑅2 𝑥 𝑅𝑠 𝑥 … 𝑥 𝑅𝑛

dimana

𝑅1 = kenadalan komponen 1,

𝑅2 = keandalan komponen 2, dan seterusnya.

Persamaan tersebut mengasumsikan bahwa keandalan sebuah komponen tidak


bergantung pada keandalan komponen lain (setiap komponen berdiri sendiri). Selain itu, dalam
persamaan ini sebagaimana dalam hampir semua pembahasan mengenai keandalan, berbagai
kenadalan sesungguhnya dilambagkan sebagai peluang. Metode ini dapat digunakan untuk
menilai keandalan sebuah pelayanan atau sebuah produk.

Keandalan komponen merupakan sebuah masalah desain atau masalah spesifikasi yang
merupakan tanggung jawab pekerja bagia desain rekayasa. Satuan dasar untuk pengukura
keandalan disebut tigkat kegagala produk (product failure rate-FR). Perusahaan yang
memproduksi peralata berteknologi tiggi biasanya menyediakan data megenai tingkat kegagalan
produk. Tingkat kegagalan meghitung prosentase kegagalan dalam jumlah total produk FR (%)
atau sejumlah kegagalan selama periode tertentu FR (N) :

𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑘𝑒𝑔𝑎𝑔𝑎𝑙𝑎𝑛
𝐹𝑅 (%) = 𝑥100%
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑢𝑛𝑖𝑡 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑐𝑜𝑏𝑎

𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑘𝑒𝑔𝑎𝑔𝑎𝑙𝑎𝑛
𝐹𝑅 (𝑁) =
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑗𝑎𝑚 𝑢𝑛𝑖𝑡𝑑𝑎𝑟𝑖 𝑤𝑎𝑘𝑡𝑢 𝑝𝑒𝑛𝑔𝑜𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑖𝑎𝑛

Istilah yang paling umum dalam analisis kegagalan adalah waktu rata-rata antar
kegagalan (mean time between failures- MTBF), yang merupakan kebalikan dari FR (N) :
Ikra Aryantari/1313100005
Hana Habsari/1313100003
1
𝑀𝑇𝐵𝐹 =
𝐹𝑅 (𝑁)

1.1.2 Menyediakan Redundasi

Redudansi merupakan penggunaan komponen paralel untuk meningkatkan keandalan.


Teknik ini berguna untuk menyokong suatu komponen dengan komponen cadangan. Redudansi
diberikan untuk memastikan bahwa jika sebuah komponen gagal, maka sistem tersebut pasti
memiliki sumber daya yang lain. keandalan yag di hasilkan adalah kemungkinan komponen
utama bekerja ditambah dengan kemungkinan dari komponen cadangan yang bekerja, dikalikan
dengan kemungkinan di perlukannya komponen cadangan.

1.2 PEMELIHARAAN

Pemeliharaan adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara sengaja (sadar) terhadap suatu
fasilitas dengan menganut suatu sistematika tertentu dengan tujuan agar fasilitas tersebut dapat
berfungsi, beroperasi dengan lancar, aman, efektif dan efisien. Pemeliharaan dibagi menjadi 2
jenis.

1. Pemeliharaan preventif (preventive maintenance) merupakan rencana yag mencakup


inspeksi rutin, perawatan rutin, dan pemeliharaan fasilitas untuk mecegah terjadinya
kegagalan.pemeliharaan preventif juga mencakup perancagan sistem teknis dan sistem
manusia yang akan menjaga proses produktif tetap bekerja dalam batas toleransi dan
menjadikan sistem tersebut dapat menjalankan proses produktifnya.
2. Pemeliharaan kerusakan (breakdown maintenance) à pemeliharaan yang bersifat
perbaikan yang terjadi ketika peralatan mengalami kegagalan da meuntut perbaikan
darurat atau berdasarkan prioritas.
Ikra Aryantari/1313100005
Hana Habsari/1313100003
1.2.1 Menerapkan Pemeliharaan Preventif

Untuk melaksanakan pemeliharaan preventif, harus diketahui kapan sebuah sistem


memerlukan pemeliharaan atau kapan kemungkinan sistem akan gagal. Sebuah tigkat kegagalan
awal yang tinggi atau dikenal dengan tingkat kematian dini mungkin terjadi pada banyak produk.

Setelah sebuah produk, mesin, atau proses menyesuaikan diri, penelitian mengenai
distribusi MTBF dapat dilakukan. Distribusi ini berupa sebuah kurva normal, ketika distribusi
memperlihatkan standar deviasi yang kecil maka perlu dilakukan pemeliharaan preventif
sekalipun biaya pemeliharaannya mahal. Sedangkan kegagalan dini mengikuti distribusi
eksponensial negatif. Pada umumnya, semakin mahal pemeliharaannya maka makin sempit
distribusi MTBF nya (standar deviasi kecil).

Catatan pemeliharaan peralatan merupakan bagian yang sangat penting dalam sebuah
sistem pemeliharaan preventif, seperti halnya catatan mengenai waktu dan biaya perbaikan.
Catatan seperti ini juga dapat memberikan informasi serupa tentang jenis peralatan dan
pemasoknya. Peyimpanan catatan sangatlah penting sehingga kebanyakan sistem pemeliharaan
yang baik saat ini dilakukan dengan menggunaka komputer.

1.2.2 Meningkatkan Kemampuan Memperbaiki

Karena keandalan dan pemeliharaan preventif jarang ada yang sempurna, perusahaan
memiliki beberapa tingkatan kemampuan perbaikan. Dengan memperbesar atau menigkatkan
fasilitas pemeliharaan, sistem bekerja menjadi lebih cepat. Sebuah fasilitas pemeliharaan yang
baik harus memiliki 6 hal berikut.

1. Personal yang terlatih dengan baik


2. Sumber daya yang memadai
3. Kemampuan menetapkan sebuah rencana perbaikan dan prioritas
4. Kemampuan dan otoriatas untuk melakukan perencanaan bahan
5. Kemampuan mengidentifikasi penyebab kerusakan
6. Kemampuan merancang cara memperluas MTBF
Ikra Aryantari/1313100005
Hana Habsari/1313100003
Namun, para manajer tetap harus memutuskan tempat pekerjaan perbaikan akan
dilaksanakan. Konsisten pada keuntugan dari pemberdayaan karyawan, sangatlah beralasan
bahwa sebaiknya karyawan diminta utuk memelihara peralatan mereka sendiri. Bagaimanapun
juga, pendekatan ini dapat menjadi kelemahan terbesar dalam perbaikan karea tidak setiap
karyawan terlatih dalam semua aspek perbaikan peralatan.

Akan tetapi, kebijakan pemeliharaan preventif harus mencakup penekanan pada


karyawan agar dapat menerima tanggug jawab atas pemeliharaan yang mampu mereka lakukan.
Jika setiap operator melaksanakan aktifitas dalam batas kemampuannya, maka manajer telah
melangkah kearah pemberdayaan karyawan dan pemeliharaan kinerja sistem.

1.2.3 Pemeliharaan Produktif Total

Pemeliharaan produktif total yaitu menggabungkan kualitas manajemen total dengan sudut
pandang pemeliharaan strategis, dari proses dan desain peralatan hingga pemeliharaan preventif.
Banyak perusahaan telah beralih ke kosep manajemen kualitas total dalam implementasi
pemeliharaan preventif dengan pendekatan pemeliharaan produktif total (total productive
maintenance-TPM). Hal ini melibatkan konsep pengurangan variabilitas melalui keterlibatan
karyawan dan pemeliharaan catatan yang sempurna. Selain itu, pemeliharaan produktif total
meliputi hal hal berikut.

1. Perancangan mesin yang handal, mudah di operasikan, dan mudah pemeliharaannya


2. Penkanan pada biaya kepemilikan total saat membeli mesin, hingga biaya pelayanan dan
pemeliharaan sudah termasuk dalam biaya pembelian tersebut
3. Pembuatan rencana pemeliharaan preventif yang memanfaatkan praktik terbaik dari para
operator, departemen pemeliharaan, dan depot layanan
4. Pelatihan pekerja untuk mengoperasikan dan memelihara mesin mereka sendiri
Pemafaatan fasilitas yang tinggi, penjadwalan yang ketat, persediaan yang rendah, dan kualitas
yang konsisten menuntut keandalan. Pemeliharaan produktif total menjadi kunci untuk
mengurangi variabilitas dan meningkatkan keandalan.
Ikra Aryantari/1313100005
Hana Habsari/1313100003

1.2.4 Teknik-Tekbik Untuk Meningkatkan Pemeliharaan


Dua teknik manajemen operasi lainnya sudah terbukti bermanfaat bagi pemeliharaan
yang efektif.

1. Simulasi, karena rumitnya beberapa keputusan pemeliharaan, simulasi komputer


merupakan perangkat yang baik untuk megevaluasi dampak dari berbagai kebijakan.
Pihak manajemen juga dapat menyimulasikan penggantian komponen yang belum rusak
sebagai upaya mencegah timbulnya kerusakan di masa mendatang. Simulasi yang
dilakukan melalui model fisis juga bermanfaat, sebagai contoh model fisis dapat
menggetarkan sebuah pesawat udara untuk menyimulasikan ribuan jam terbang guna
mengevalusi kebutuhan pemeliharaan.
2. Sistem pakar yaitu program komputer yang menirukan logika manusia guna membantu
karyawan mengisolasi serta memperbaiki berbagai kesalahan pada peralatan dan
permesinan. DuPont menggunakan sistem pakar untuk memantau peralatan dan melatih
petugas perbaikannya.